I AM YOUR MAID (Chapter 10 A)

Tittle: I AM YOUR MAID (Chapter 10 A)

l

Author: Dindong L.Kim (@adinda_elements)

Main Cast :

–         XI LUHAN

–         SHIN NAOMI (OC)

Support Cast :

–         OH SEHOON

–         Akan bertambah sesuai chapternya

Genre: Romance (Maybe),Friendships, Comedy (Maybe), Gaje (Pasti)

Ratting: PG 15

Length: Chaptered

Disclaimer:

THIS FF IS MADE BY DINDONG L.KIM😀 all cast hanya saya pinjam untuk dijadikan pemeran di FF ini.PLAGIATOR ?? JUST GO AWAY ^_^ AND SILENT READERS ?? IT’S OK, BECAUSE OF YOU,MAYBE I CAN’T CONTINUE TO WRITE THIS FF ^_^ ALUR IS PURE MINE🙂

Dindong Notes :

Sorry for typos ^_^

And Long Update ^_^

Warning : Typo bertebaran🙂

Preview Last Chapter           :

“a—apa yang kau lakukan di kamarku ??” Tanya Naomi namun Luhan hanya diam. Luhanpun segera mendudukkan dirinya diatas ranjang Naomi.

“tutup matamu dan anggap ini sebagai awal dari semuanya” ucap Luhan dan Naomipun menurutinya.

Setelah melihat mata Naomi tertutup, Luhan mulai membenahi posisinya dan di detik kemudian, Luhan mulai melancarkan aksinya. Ia mendekatkan wajahnya ke wajah Naomi. Dekat, semakin dekat hingga hidung mereka berdua bersentuhan. Luhanpun memiringkan kepalanya agar bibirnya dapat mencapai bibir Naomi.

Naomipun dapat merasakan deruan nafas Luhan, begitupula dengan Luhan.

Jaraknya benar – benar semakin tipis dan akhirnya ————-

^^ Chapter 10 A^^

-Author Point Of View-

“YA!!” Pekik sehun, membuat Luhan berhenti dengan aktifitasnya yang hendak mencium Naomi. Keduanyapun saling tatap – menatap, Luhan menatap sehun dengan tatapan ingin membunuhnya karena sehun sudah berani – berani mengganggu acara yang akan ia mulai. Sementara sehun, ia menatap Naomi dan Luhan dengan tatapan tidak percayanya.

“Hyung, Naomi. Kalian ingin melakukan apa, eoh ?? YA!! Apa kalian bermaksud untuk berbuat yadong ??” ‘Bingo’ otak sehun sudah tercemar akibat ulah Luhan dan Naomi. Luhan menghembuskan nafasnya cukup kasar, kemudian ia menatap Naomi. Seperti mempunyai telepati saja, Naomi mengerti maksud dari tatapan Luhan.

“Hun-a, ini tidak seperti yang kau pikirkan” Naomi mengelak membuat sehun semakin curiga. Ya, walaupun sehun itu polos, tapi dia masih seorang pria, bukan ?? seorang pria yang bisa memprediksi apa yang seorang wanita dan pria lakukan jika berada di dalam satu ruangan, terlebih lagi ruangan tersebut adalah sebuah kamar.

“benarkah ??” sehun memancing. Sebenarnya Luhan sangat ingin mengusir sehun yang sudah mengganggunya. Namun, ia berpikir kalau Naomi bisa mengatasinya dengan mudah.

“kau tidak percaya ?? kalau begitu aku tidak akan mau lagi dekat denganmu”

Skak mat bagi sehun, ia benar – benar tak habis pikir kalau Naomi akan mengatakan itu. Jujur saja, di Seoul sehun memang tidak terlalu mengenal banyak orang dan orang yang ia kenal hanya orang – orang yang berada di lingkaran hidupnya. Seperti : Baekhyun, Chanyeol, Luhan beserta keluarganya dan yang baru – baru ini Naomi. Dan menurutnya, Naomi adalah teman yang terbaik diantara semuanya.

“baiklah, aku percaya” Naomi tersenyum mendengar ucapan Sehun yang seperti mengalah itu. Iapun membalikkan badannya dan mengedipkan sebelah matanya kearah Luhan sebagai pertanda kalau masalahnya dengan sehun sudah kelar. Luhanpun hanya mengangguk singkat.

“Naomi” sehun memanggil dan Naomipun berbalik.

“ada apa ??”

“aku mimpi buruk” alis Naomi bertaut ketika mendengar curahan sehun. Ia tau sifat sehun masih kekanakan, ditambah lagi sekarang sehun masih duduk di bangku SMA. Jadi, pantas saja ia bersikap seperti itu dengan Naomi.

“jadi ??”

“malam ini kau tidur bersamaku ya ? kumohon” mata Luhan terbelalak kaget ketika mendengar permintaan sehun yang menurutnya kelewat batas itu. ‘dia pasti akan menolaknya’ Luhan berbicara di dalam hatinya.

“aku tidak mungkin sehun-a” benar dugaan Luhan, Naomi akan menolak permintaan sehun yang kurang waras tersebut.

“tapi, aku akan menemanimu sampai kau tertidur” ‘DAMN’ sialnya, masih ada alternative lain yang Naomi tawarkan kepada sehun. Luhan mengerang frustasi, namun itu semua masih ia sembunyikan di dalam dirinya. Ia tidak ingin sikap dingin yang sudah ia bangun sejak tadi, hancur menjadi berkeping – keping ketika mendengar tuturan Naomi.

“masuklah kekamarmu. Aku akan menyusul” sehun mengangguk dan langsung pergi meninggalkan kamar Naomi. Naomipun berbalik dan mulai berjalan kearah Luhan. Iapun mendudukkan dirinya di atas ranjang dan posisinya berada tepat di depan Luhan.

“kau menerimanya ??” Naomi mengangguk.

“bagaimana bis—” ucapan Luhan terpotong.

“dia masih anak – anak. Aku hanya menganggapnya seperti adikku, jadi apa ada yang salah jika seorang kakak menemani adiknya tidur ??” Naomi berkata dengan intonasi yang santai, membuat Luhan kembali menghembuskan nafasnya. Ia tidak habis pikir dengan sikap Naomi yang terlalu cepat menerima sehun. Bahkan ia sudah menganggap sehun seperti adiknya sendiri. Sementara Luhan ?? butuh waktu berhari – hari bahkan berminggu – minggu agar dapat berbicara non-formal dengan Naomi.

“bagaimana dengan acara kita ??” Naomi tersenyum kecut mendengar pertanyaan Luhan yang masih menagih jatahnya (?).

“dengar, kau lebih tua dari sehun. Jadi, mengalahlah!!” Naomi meminta kepada Luhan. Namun tampaknya itu tidak berhasil, buktinya Luhan hanya menanggapinya dengan bersedekap dada seraya memainkan rubik yang entah sejak kapan ada di tangannya.

“baiklah” Luhanpun mengalah. Sebenarnya ia tidak benar – benar mengalah, ia hanya berpura – pura. Namun, Naomi menganggap Luhan sudah kalah darinya. Iapun tersenyum kearah Luhan.

“dan aku akan memutar DVD biadab itu sekarang juga” mata Naomi terbelalak kaget mendengarnya. Ia pikir Luhan benar – benar mengalah. Eh ternyata, itu hanya salah satu umpan biadab Luhan yang sudah ia tangkap.

“YA!! Kau mengingkari janji kita” Naomi marah dan itu membuat wajahnya memerah seperti tomat yang pernah Luhan lihat di salah satu swalayan. Luhanpun terkekeh kecil melihat wajah merah Naomi yang entah sejak kapan, ia menganggap wajah Naomi yang seperti itu sangat menggemaskan.

“kau juga mengingkarinya” Luhan juga tak mau kalah. Mau tidak mau, ia ingin mendapatkan jatahnya sekarang juga.

“kau curang”

“kau lebih curang” Naomipun mengerucutkan bibirnya kesal. Ia sama sekali tak pandai dalam hal berdepat. Ditambah lagi, sekarang ia sedang berdebat dengan majikannya. Sebuah idepun terlintas di benak Naomi, ia rasa hanya ini yang bisa membuat Luhan Bungkam.

“jika kau masih menagih, aku akan menelfon Tiffany eonnie” hal yang ditakutkan Luhanpun Naomi ketahui.

“YA!! KA—KAU..” Luhan gugup. Ia sudah kehabisan kata – kata atau lebih tepatnya ia sudah dikalahkan oleh Naomi. Namipun tersenyum atas kemenangannya. Iapun pergi meninggalkan Luhan menuju kamar sehun yang berada di sebelahnya.

Sebelum menutup pintu kamarnya, Naomi sempat melirik Luhan sekilas. Ada rasa kasihan tersirat di hatinya ketika mendapati wajah kecewa Luhan. Dan lagi, sebuah pemikiran gila yang tak pernah Naomi pikirkan sebelumnyapun terlintas dengan sempurna di otaknya secara berulang – ulang.

‘sekilas tidak apa bukan ??’ Naomi bergumam dan langsung berbalik. Ia kembali berjalan kearah Luhan. Luhan yang melihat Naomi berbalikpun heran, iapun menegakkan dirinya dari tempat tidur Naomi.

“ada apa lagi ?? aku sudah kalah, kau bisa pergi menemani sehun” Naomi sempat terkekeh ketika mendengar ucapan Luhan yang seperti orang putus asa.

“kau mengejekku ??” Naomi menggeleng kemudian ia langsung berjinjit agar dapat menyamai tinggi Luhan dan..

“CHU~” Naomi mencium bibir Luhan sekilas. Luhan terpaku dengan sikap Naomi yang secara tiba – tiba itu. Setelah Naomi kembali ke posisinya, iapun menampakkan rona merah mudanya yang sudah bersarang di kedua pipinya.

“jangan cemberut. Kau tampak semakin tua dengan wajah yang seperti tadi” Luhanpun tersenyum melihat Naomi, ia benar – benar tak menyangka kalau Naomi akan melakukannya lebih dahulu. Tanpa sadar, Luhanpun mengacak puncak rambut Naomi.

Naomi gugup. Baru kali ini ia merasa jantungnya berdetak sangat cepat ditambah lagi, suhu disekitarnya yang tiba – tiba terasa semakin panas. Sementara Luhan ? secara sadar, ia merasakan perasaan yang sama dengan apa yang Naomi rasakan.

Apa mereka berdua sudah mulai jatuh cinta ?? entahlah, saya rasa itu terlalu cepat ^^

“terima kasih” Luhan menarik Naomi kedalam pelukannya. Naomipun tersentak kaget dengan sikap Luhan yang menurutnya hangat tersebut. Ia tidak tau harus berbuat apa, bahkan tangannya sendiripun sudah tak dapat ia rasakan. Seperti lumpuh saja.

“Luhan, sesak” Naomi mengeluh, padahal ia tak merasa sesak sama sekali. Tetapi, hanya kata itu yang dapat ia keluarkan disaat jantungnya berdetak dengan gilanya di dalam sana. Luhanpun dengan cepat melepaskan Naomi. Setelah terlepas, keduanya sama – sama merasa ada sesuatu yang hilang dari diri masing – masing. Keduanyapun langsung menggaruk tengkuk masing – masing sebagai penyalur rasa gugup.

“kalau begitu” ucap keduanya bersamaan dan itu kembali membuat keadaan menjadi canggung.

“kau duluan” Aigo, mereka mengucapkan kata yang sama dengan waktu dan tempo yang sama.

“kita berteman ??” Luhan memunculkan jari kelingkingnya. Naomi tersenyum dan mengaitkan jari kelingkingnya dengan jari kelingking Luhan.

“tidak ada lagi kata kasar ??” Naomi mengimbuhi dan Luhan langsung berpikir dengan pertanyaan Naomi. Ia masih ragu ingin menjawab apa, kadangkala Luhan memiliki emosi yang tidak bisa ia kendalikan.

“Luhan, Jawab” Naomi merengek seperti anak kecil. Luhanpun sudah tak kuasa, ia sangat ingin mencubit kedua pipi Naomi. Dan iapun mencubit kedua pipi Naomi.

“aku janji” Luhan menjawab membuat rasa sakit yang menjalar di kedua pipi Naomi akibat dari cubitan Luhan tadi menghilang. Dan sekarang, yang ada hanya senyum manis.

“ayo, kurasa sehun sudah menunggumu. Aku tidak ingin ia merengek lagi, seperti wanita saja” Naomi melotot kearah Luhan ketika mendengar ejekan Luhan. Iapun mencubit Lengan Luhan dengan cukup keras, membuat Luhan merasa kesakitan.

“kenapa ??”

“jaga ucapanmu tuan XI LUHAN”

“tapi kau suka, bukan ??” Luhan menggoda. Membuat Naomi salah tingkah dan dengan sekali gerakan Luhan kembali berhasil membuat Naomi bungkam.

“CHU~” Luhan mencium pipi kanan Naomi sekilas kemudian ia langsung berlari menjauhi Naomi. Bermaksud supaya Naomi tidak dapat mencakarnya.

“jaga adikku dan tidur nyenyak” Luhan memberikan saran kepada Naomi namun Naomi hanya mengejek ucapan Luhan dengan cara menjulurkan sedikit Lidahnya. Luhan tak terima diperlakukan seperti itu, iapun juga ikut menjulurkan sedikit Lidahnya.

“kita impas ^^” Luhanpun benar – benar telah pergi sekarang. Sepeninggal Luhan, Naomi meraba dadanya. Lagi, jantungnya berdetak dengan sangat cepat.

apa yang terjadi ??

-I AM YOUR MAID-

Setibanya di kamar, Luhan Langsung menjatuhkan dirinya keatas tempat tidurnya. Iapun meraba dadanya yang organ di dalamnya sedang berdetak dengan sangat cepat. Senyum kepuasanpun Luhan tunjukkan tatkala mengingat momentnya bersama Naomi tadi.

“aku tak menyangka kalau kau itu bisa menjadi semenarik ini” Luhan bergumam seraya melihat kearah langit – langit kamarnya. Di langit – langit kamarnya, Luhanpun melihat gambaran wajah Naomi disana. Ia mengerjap – ngerjapkan matanya secara berulang – ulang untuk menghilangkan gambaran Naomi yang terlihat olehnya.

“YA!! Apa yang kupikirkan ?? Luhan sadarlah” Luhan menepuk – nepuk pipinya.

“bagaimana nasib Tiffany jika otakmu masih dipenuhi dengan bayang – bayang Naomi ??” Luhan menggerutu tak jelas. Ia masih ragu dengan perasaan yang ia miliki terhadap Naomi. Di satu sisi, ia merasa senang karena dapat dekat dengan Naomi, namun disisi lainnya ia merasa seperti sedang berselingkuh di belakang Tiffany.  Luhan mengerang frustasi seraya mengacak – acak rambutnya.

“ini salah”

-I AM YOUR MAID-

“Naomi” panggil sehun dan Naomipun berbalik agar dapat melihat sehun.

“ada apa ??”

“akhir – akhir ini aku sering memimpikan seorang wanita”

“lalu ??”

“tidak, tidak ada apa – apa. Aku senang, kau mau menemaniku tidur” sehun tersenyum, Naomipun juga ikut membalas senyum sehun. Merasa gemas dengan wajah sehun, Naomipun mengacak rambut sehun.

“tidurlah. Aku akan menemanimu” Naomi mengingatkan. Sehun mengangguk dan langsung menutup kedua matanya. Naomi yang melihat tingkah patuh sehun hanya menggeleng gemas melihatnya.

30 menit berlalu, akhirnya sehun tertidur dengan pulasnya. Naomipun bangkit dari ranjang sehun dan ia langsung pergi meninggalkan kamar sehun.

“mimpi indah” ujar Naomi sebelum meninggalkan kamar sehun.

-I AM YOUR MAID-

“Tuan Luhan bangunlah. Ini sudah pagi. Kulihat di jadwal, kau mempunyai kelas pagi ini”

Kalian tau suara siapa itu ??

Yap, tepat sekali. Itu suara Naomi yang sedang membangunkan Luhan. Ya, walaupun mereka sudah berteman yang namanya tugas harus selalu di lakukan, bukan ??

Sudah 5 menit Naomi membangunkan Luhan namun pria berparas imut itu masih belum menampakkan tanda – tanda kalau ia sudah terbangun dari tidur lelapnya. Naomi mulai geram. Sekarang sudah pukul 7 dan 1 jam lagi ia akan mempunyai kelas matematika bersama Dosen Kyu.

Dosen Kyu ?? ah, habislah sudah kalau Naomi tidak datang tepat waktu. Bisa – bisa ia di bakar hidup – hidup dan nilainya bisa saja dibuat merah semerah bibir Tiffany -_-“ sungguh, perumpamaan yang tak layak untuk memaparkan nilai yang jelek.

“tunggu, biasanya Luhan tidak separah ini jika dibangunkan. Atau jangan – jangan, dia sudah terbangun ?? hanya saja ia ingin mengerjaiku ?? bisa jadi. Haha, kalau senjata makan tuan ?? kukira itu ide yang bagus ^^” Naomi bermonolog ria di dalam hatinya. Sebuah ide yang brilliant telah ia pikirkan sematang mungkin. Dan, sekaranglah saat yang tepat baginya untuk menjalankannya.

Dengan sekali sentakan, Naomi menarik selimut yang membungkus badan kurus Luhan. Kemudian ia kembali berteriak untuk membangunkan Luhan. “YA!! Tuan Xi Luhan, kalau kau masih tidak bangun dalam 2 menit. Aku tidak akan memberikan jatahmu untuk selamanya. Se-la-ma-nya” ucap Naomi dengan intonasi menyuruhnya. Dan ia juga memenggal kata ‘selamanya’ agar tampak lebih dramatis.

“Bagus. Kau menang” Naomi tersenyum melihat Luhan yang akhirnya terbangun dari tidurnya. Luhan mengerang frustasi, sejak kemarin ia selalu saja kalah berdebat dengan Naomi. Iapun melotot kearah Naomi. Naomi juga tak mau kalah, ia malahan membalas tatapan Luhan.

“apa ?? kau ingin membunuhku ??” Luhan kembali mengalah, ia mengecilkan matanya dan Naomi tersenyum lagi.

“sudahlah kalau begitu kau bersihkan kamarmu. Aku ada kelas pagi ini” perintah Naomi ketika Luhan baru saja turun dari tempat tidurnya. Naomipun berjalan kearah pintu kamar Luhan, namun pergerakannya di hentikan ketika ada sebuah tangan kekar yang menahan tangannya. Naomi melirik kearah tangannya, kemudian ia balas menatap orang yang telah menahannya.

“apa ?? bersihkan tempat tidurmu!!” bentak Naomi seraya berusaha untuk melepaskan pegangan Luhan terhadap tangannya. Luhan menggeleng, ia benar – benar seperti bayi rusa sekarang. Andai saja Naomi punya mesin waktu, pasti ia akan kembali ke masa lalu agar dapat menciptakan kesan manis bersama Luhan di awal pertemuannya. Tapi sekarang ia sudah terlambat, luhan sudah dimiliki oleh yang lain.

“ingat umurmu. Kau tidak cocok dengan wajah yang seperti itu” Naomi mengejek. Tapi ejekannya tetap tidak mempan. Luhan masih saja memegang pergelangan tangan Naomi.

Naomi mulai gerah dengan sikap kekanakan Luhan. Ia menyerah dan langsung menanyakan apa keinginan Luhan.

“apa yang kau inginkan ??”

“Give Me My MK ^^”

“MK ?? What’s that ??”

“Like This” Luhan mendekat dan langsung mencium bibir Naomi. Naomi tertegun, Luhan telah mencuri start sama dengan apa yang ia lakukan terhadap Luhan tadi malam. Hanya saja, ia melakukan ciuman itu dalam waktu sepersekian detik. Sementara Luhan ?? entahlah, sudah 5 detik berlalu dan ia masih saja mencium Naomi, bahkan Luhan juga berani melumat bibir Naomi.

“Stop. You make me ilfeel now” Naomi menggerutu seraya mendorong dada bidang Luhan. Luhan hanya menatap Naomi dengan tatapan polosnya, padahal ia baru saja melakukan tindakan yang apabila sehun melihatnya itu akan mencemarkan otak polos pria itu.

“Come On. It’s Ok”

“Whatever” Naomipun pergi meninggalkan Luhan, namun Luhan kembali memberhentikannya.

“what’s wrong with you ??” Naomi mulai geram dengan sikap Luhan. Sungguh, ia tak menyangka kalau sifat asli Luhan itu adalah menjengkelkan. Luhan hanya tersenyum menanggapi amarah Naomi, kemudian ia menggerakkan kedua tangannya di wajah Naomi. Membuatkan sebuah lengkungan bulan sabit disana.

“tersenyumlah. Aku suka itu”ucap Luhan dan langsung bergerak membersihkan tempat tidurnya. Begitupula Naomi, sebenarnya ada rasa senang di dalam hatinya ketika Luhan menyuruhnya untuk tersenyum tapi ia kembali teringat dengan Tiffany. Wanita itu sungguh sempurna. Kalau dibandingkan dengan Naomi, Naomi bukanlah merupakan tandingan bagi seorang Tiffany.

“Fiuhh~” Naomi menghembuskan sedikit nafas gusarnya. Kemudian ia kembali melanjutkan perjalanannya untuk mempersiapkan segala kebutuhannya belajar di Woollim University.

“setidaknya ia bersikap manis sekarang” Naomi bergumam sebelum meninggalkan kamar Luhan.

-I AM YOUR MAID-

“Oh, selamat pagi Oh Sehoon” sapa Naomi ketika melihat sehun yang baru keluar dari kamarnya. Sehunpun membalas dengan sebuah anggukan beserta senyuman.

“kau mau kemana ?? sekarang masih jam 7.15” sehun bertanya seraya melirik jam dinding yang tergantung manis diatas pintu kamarnya.

“aku ada kelas pagi ini dan oh iya, sarapan juga sudah kusiapkan. makanlah” Naomi menepuk pundak sehun lembut, kemudian ia kembali melanjutkan perjalanannya menuju Woolliim University.

Karena terlalu tergesa – gesa, Naomi tidak tau kalau ada seseorang di hadapannya. Dan finally, merekapun bertabrakan. ‘BUGH~’

Semua buku yang Naomi pegang jatuh berserakan dan tanpa menunggu lama, Naomipun memungut semua bukunya. Setelah semua bukunya bersih, Naomipun berdiri dan langsung meminta maaf kepada orang yang sudah ia tabrak.

“maaf. Maaf, aku tidak sengaja” Naomi membungkuk berulang – ulang, kemudian ia kembali berlari.

“YA!!” Naomi berhenti kemudian ia berbalik dan ia melihat pria itu. Berdiri layaknya bos yang hendak memarahi Naomi.

Naomi mulai ketakutan, sampai – sampai telapak tangannya sudah penuh dengan air keringatnya sendiri. Untuk meneguk air ludahnya sendiripun Naomi sudah tak mampu. Pria itu tersenyum sinis, kemudian ia berjalan mendekati Naomi.

Naomipun tak mau kalah, semakin dekat jaraknya dengan pria itu maka semakin jauh ancang – ancang yang diambilnya untuk berlari.

“jangan harap kau bisa lari dariku” ucap pria itu dan Naomi sudah tak dapat melakukan apa – apa. Setiap organ yang ada ditubuhnya terasa kaku.

“k—kau ??”

-To Be Continued-

See ?? makin ancur kan ?

Apalagi waktu ada bahasa inggrisnya –“

So, please anticipate with this fiction ^^

Annyeong🙂

72 thoughts on “I AM YOUR MAID (Chapter 10 A)

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s