My Overprotective Boy Chapter 2 [Jealously Kai]

Tittle : My Overprotective Boy [jealously Kai]
author : @ismimeey
gendre : comedy-romance (maybe?)
length : chaptered
cast :
Park Minhyo
Kai
All exo member
Yoo Hee Mi
Choi Jino

**********************************
PART sebelumnya :
https://exofanfictionworld.wordpress.com/2013/12/26/my-overprotective-boy-chapter-1-jealously-boy-and-evil-girl/


He is my overprotective Boy, but whatever he is i love him.

-0 My Oveprotective Boy 0-
“apa yang kau bicarakan? Aku kan memang peran utama dalam hidupmu,”

*****************

“wae? Kai oppa tidak mengirimu pesan?”

Hee Mi bertanya setelah melihat sahabatnya itu banyak melamun hari ini, dia bahkan tidak focus pada pelajaran b.inggris yang notabene adalah pelajaran kesukaannya. Bukannya mendapat sebuah jawaban, Hee Mi malah mendapat lirikan tidak suka dari Minhyo.

“Mian..”

Ujar Hee Mi enteng, ya Minhyo memang selalu begini jika ia memanggil Kai dengan embel-embel ‘oppa’. Ia tidak suka jika ada yang memanggil Kai seperti itu sekalipun itu sahabatnya sendiri.

“Kenapa kau bisa lupa? Apa kau sengaja memanggil Kai dengan embel-embel oppa,huh?”

Sepertinya Minhyo masih belum puas dengan pernyataan maaf Hee Mi yang terdengar tidak ikhlas.

“aish..jinjja, kenapa kau berlebihan sekali sih. Aku benar-benar tidak sengaja.” Hee Mi memutar bola matanya, ia hanya bertanya kenapa malah mereka jadi bertengkar seperti ini?

“baiklah, aku maafkan. Tapi tidak untuk lain kali.” Minhyo menjulurkan lidahnya pada Hee Mi. Hee Mi tidak terlalu menghiraukan ancaman sahabatnya itu, Minhyo bahkan sudah 4 kali mengatakan hal itu selama seminggu ini. Gadis itu memang tidak pernah bisa marah kepada Hee Mi, ujung-ujungnya juga Minhyo akan mendatanginya.

“Oh iya bagaimana hubungan mu dengan Choi Jino?” Tanya Minhyo dengan ekspresi penasarannya.

Hee Mi menghela napasnya, “sudah berapa kali ku bilang, aku tidak pernah menyukai Jino.”

Minhyo merenggut sebal, “yak! Memangnya apa kurangnya Jino? Lihat wajahnya yang menurutmu mirip dengan Minhyuk CNBlue? Bukan kah kau mengidolakannya? Anggap saja kau berkencan dengan kembaran Minhyuk jika bersama Jino.” Ujar Minhyo panjang lebar, mencoba meyakinkan sahabatnya.

“kenapa? Jika kau menyukainya ambil saja. Aku tidak tertarik.”

Hee Mi bangkit dari tempat duduknya lantas melangkah keluar kelas, meninggalkan Minhyo sendirian. Ia malas mendengar ucapan sahabatnya yang seolah-olah sangat menginginkan dia bersama Choi Jino.

“yak! Yoo Hee Mi kau mau kemana? Bell akan segera berbunyi! Yak! Yoo Hee Mi!!!”

Minhyo berdecak kesal, Hee Mi memang selalu menghindar jika ia membicarakan masalah ini. Minhyo benar-benar tidak mengerti apa yang membuat Hee Mi mengacuhkan pria seperti Jino, wajahnya memang benar-benar mirip dengan Kang Minhyuk, tubuhnya juga tinggi dan dia juga merupakan pria yang baik. Apa lagi yang kurang?
Ditengah kekesalannya kepada Hee Mi, ia mendapat sebuah pesan dari Choi Jino.

‘Bagaimana ? apa kau bersedia membantuku?’

Minhyo menghela napasnya setelah membaca pesan itu. Ia tidak yakin jika sahabatnya akan membuka hatinya untuk Jino.

‘tentu saja. Pulang sekolah, di kedai ice cream ahjumma Ahn’
Send.

Minhyo kembali menghela napas, mana mungkin ia menolak untuk membantu Jino? Bisa dibilang Minhyo terlebih dahulu mengenal Jino ketimbang Hee Mi. Mereka selalu 1 sekolah sejak elementary school (SD) hingga saat ini.

Lalu Minhyo kembali mengutak-atik handphone-nya, gadis itu tengah log-in di akun SNS-nya (social networking sites).

‘sebenarnya apa yang dia pikirkan? Apa kurangnya Jino? Dasar menyebalkan’

Minhyo menulis kata-kata tersebut di status SNS nya, ia lantas kembali menyimpan ponselnya dan bersiap untuk pelajaran selanjutnya.

-0 My Overprotective boy 0-

“ini..”

Pria bertubuh tinggi dengan senyum menawannya memberikan sebuah ice crean vanilla kepada Minhyo, gadis itu tersenyum dan menerima ice cream tersebut.

“gomawo jino..”

Pria yang dipanggil Jino hanya mengangguk, mereka lantas berjalan beriringan.

“kita mau kemana?” Tanya Minhyo. Ia menoleh kearah Jino yang juga sedang menikmati ice cream ditangannya.

“aku ingin membeli Sesuatu utuk Hee Mi.” jelas Jino, ia menghela napas diakhir kalimatnya.

Minhyo menatap Jino cemas, ia memberhentikan langkahnya lantas berdiri tepat dihadapan Jino. “ck, jino-ya, kau itu tampan, baik, dan juga pintar. Lupakan lah Hee Mi dan carilah wanita lain.
Didunia ini banyak wanita yang lebih baik daripada dia.”

Jino terkekeh, “tapi hanya dia yang aku suka..” jawab Jino enteng membuat Minhyo menggembungkan pipinya kesal. Hee Mi bahkan secara terang-terangan menolak dirinya, apa lagi yang diharapkan Jino dari sahabatnya? Ia benar-benar tidak tega melihat Jino yang terus-terusan menelan kekecewaan karena sahabatnya.

“kajja..”

Jino menyeret tangan Minhyo yang masih saja memasang ekspresi cemberutnya, sebenarnya hati Jino terbuat dari apa?
Pria itu terkekeh melihat ekspresi Minhyo yang seperti itu. Ia melepaskan tangannya yang menggengam tangan Minhyo lantas mengeluarkan ponselnya dari saku celana yang ia pakai.

Jepreeet

Minhyo terbelalak begitu Jino memotretnya secara tiba-tiba.

“yak! Apa yang kau lakukan?! Kemarikan ponselmu!”
Minhyo berkata dengan nada sebalnya, beberapa kali ia meloncat untuk menggapai ponsel Jino. Disaat seperti ini ia benar-benar menyesali tinggi badannya yang tidak tumbuh secara maksimal. Jino dengan mudah bisa menghindari Minhyo, ia terkekeh lantas menunjukan layar ponselnya pada Minhyo.

“MWOYA?! KAU BENAR-BENAR INGIN MATI YA??”

Jino tidak begitu memperdulikan teriakan Minhyo, ia kembali memasukan ponselnya ke dalam saku celananya dan meneruskan langkahnya yang sempat terhenti.
Sementara itu Minhyo mendengus sebal, bagaimana mungkin Jino meng-upload fotonya itu di akun SNS nya dan memberi tag pada Minhyo? Aish, sungguh memalukan!

-0 My Overpritective Boy 0-

Hari ini jadwal exo tidak begitu padat, mereka hanya tampil di beberapa acara music setelah itu kembali ke dorm. Setidaknya mereka mempunyai cukup banyak waktu untuk beristirahat.

Seperti waktu senggang lainnya, para member mempunyai acara sendiri untuk menikmati saat-saat seperti ini.

“ah… aku benar-benar merindukan eomma ku,” Kris tiba-tiba saja datang dan langsung bergabung dengan Dio, Luhan, Chen dan Chanyeol yang sedang menonton sesuatu bersama.

“eomma mu pasti bangga, kau sudah terkenal sekarang.” Chen menyahut sembari mengusap-usap punggung hyung nya yang satu ini.

Siapa sangka di balik image cool yang ia buat dengan susah payah ternyata Kris tipe orang yang sangat menyayangi ibunya.

“gomawo Chen-ah..” Kris tersenyum tipis kearah Chen dan mulai mengikuti acara menonton mereka.

“oh iya hyung kemana park Minhyo? Biasanya ia selalu kemari jika tahu kita sedang di dorm.” Ucap Dio sembari memakan popcorn nya.

“molla.. Tanya saja Kai,” jawab Chanyeol acuh tak acuh.

“hyung sepertinya kau sangat senstif dengan sepupumu yang satu itu.” Komentar Dio yang langsung mendapat tatapan sinis dari
Chanyeol, “memangnya kenapa? Lalu apa kau pernah melihatnya bertingkah manis dan sopan padaku, cih..tidak ada alasan untuk baik padanya.” Jawab Chanyeol,

Dio hanya geleng-geleng kepala mendengar jawaban Chanyeol. Jawaban pria itu sungguh berlainan dari apa yang telah Chanyeol lakukan untuk Minhyo. Ia bahkan mengancam Kai jika pria itu berani menyakiti sepupunya, ia tidak segan-segan menjadikan Baekhyun sebagai idolanya, mengganti posisi Kai. Well, As You Know..Park Chanyeol memang mengidolakan Kai.

“Kai..kau mau kemana?”

Suara Chen sontak saja mengalihkan perhatian Dio dan Chanyeol yang tadi terlibat perbincangan ringan.

“aku akan keluar sebentar..” Jawab Kai seraya memakai coat cokelatnya, cuaca diluar pasti akan sangat dingin.

“bisa kah kau mengajak ku?” Tanya Chanyeol yang tiba-tiba bangkit dari sofa. Pria itu menatap Kai penuh harap.

“shireo! Lagipula aku akan membeli perlengkapan pribadi ku,” tolak Kai yang dengan cepat menghilang dari hadapan Chanyeol, membuat pria itu mendengus kesal.

-0 My Overprotective Boy 0-

Kai berjalan dengan tangannya yang ia masukan ke dalam saku coatnya, diluar memang sangat dingin. Untung saja ia memakai beanie serta syal yang disamping berguna untuk penyamaran ternyata juga membantu untuk mencegah tubuhnya kedinginan.

Mungkin ia akan pergi ke coffe shop terdekat dulu, minum kopi disaat cuaca dingin memang sangat cocok.

Kai ikut mengantri dengan para pembeli kopi lainnya, ia memandang sekelilingnya. Ternyata banyak juga orang yang datang di coffe shop ini, tak heran jika antriannya lumayan panjang. Tiba-tiba saja dalam otaknya terlintas Park Minhyo. Kencan disaat seperti ini pasti menyenangkan, mereka dapat bergandengan tangan bersama untuk berbagi kehangatan, atau mungkin Kai bisa sok romantis dengan memakaikan coatnya untuk Minhyo.
Kai menghela napasnya, bahkan dari tadi sore Minhyo belum menghubungi nya atau sekedar membalas pesannya.

“Kai oppa?”

Kai menoleh begitu sebuah suara menyerukan namanya. Ia terbelalak kaget begitu melihat Sohee yang tengah berdiri dihadapannya.

“Mian..” ia memukul bibirnya sendiri begitu sadar jika panggilannya bisa saja membuat orang-orang sadar akan kehadiran Kai disini, Kai si lead dancer Exo.

“gwaencana.. oh, apa yang kau lakukan disini?”
Sohee tersenyum lebar, sepertinya ia sangat senang bisa bertemu dengan Kai. Well sejak dia menjadi model video clip wolf drama version dan sejak di acara MAMA Sohee memang jarang bertemu dengan Kai.

“aku? Tentu saja aku ingin membeli kopi, memangnya apa lagi?” jawab Sohee diakhiri kekehannya, ia menunjukan gelas kopi yang sudah ia beli dihadapan Kai. Kai ikut tersenyum kecil, ia mengusap bagian belakang lehernya. Well, agak canggung juga berbicara dengan Sohee, mengingat intensitas percakapan mereka yang jarang.

“oppa masih akan mengantri ya?” Sohee kembali bertanya, Kai menjawabnya dengan sebuah anggukan.

“hmm..keurae, aku akan menemani mu sampai kau mendapat kopi mu.” Ucap Sohee masih dengan senyuman manisnya.

“ah kau tidak perlu repot-repot menemaniku mengantri ,” jawab Kai,

Sohee menggeleng, “aku tidak merasa direpotkan kok. Malah aku merasa senang bertemu dengan oppa.” Jawab Sohee.

Kai hanya bisa mengangguk dan tersenyum, “gomawo sohee..”

-0 My Overprotective Boy 0-
“aish jinjja Choi Jino, kau mengajak ku sampai malam begini hanya untuk membeli sepatu olahraga? Well perlu kau ketahui, koleksi sepatu Hee Mi hampir mencapai 2 lemari!”

Minhyo sedari tadi memang terus mengomel sepanjang jalan, lagipula untuk apa Jino membelikan Hee Mi sepatu olahraga? Memangnya tidak ada benda yang lebih romantis lagi?

Jino terkekeh, ia mengacak-acak rambut Minhyo, “apa kau tidak tahu? Hee Mi sedang dalam program dietnya, well kuharap dengan sepatu ini dia makin giat berolahraga.”

Minhyo menganga begitu mendengar jawaban Jino, bahkan sampai hal se-detail itu pun Jino juga memperhatikannya. Minhyo menghentikan langkahnya lantas menatap Jino.

“andai saja aku belum punya pacar, mungkin aku mau dengan mu.” Ucap Minhyo tanpa sadar.

“mwoya? Memangnya kau punya pacar?”

Pertanyaan Jino membuatnya tersadar. Aish..apa yang baru saja dia katakan? Bisa gawat kalau Jino mengetahui hubungannya dengan Kai, bahkan hanya Hee Mi dan member exo yang tahu soal itu. Sekalipun sahabat sejak kecil, Minhyo tetap saja enggan memberitahu hubungannya dengan Kai kepada Jino.

“aniya..lupakan!”

Jino memicingkan matanya kearah punggung Minhyo yang tengah berjalan mendahuluinya, apa mungkin Minhyo sudah punya pacar dan dia merahasiakannya? Tapi..jika iya, kenapa? Apa pacar Minhyo adalah seorang mafia? Atau mungkin..Minhyo sebenarnya berpacaran dengan seorang ahjussi? Hiii… Jino sampai bergidig ngeri membayangkannya, ia segera saja melenyapkan imajinasi liarnya itu dan berjalan menyusul Minhyo.

“yak! Tunggu aku…” teriak Jino, ia mempercepat langkahnya. Tapi belum sempat ia mensejajarkan langkahnya dengan Minhyo gadis itu terlebih dahulu berhenti, matanya menatap coffe shop diseberang jalan dengan tatapan yang sulit dijlaskan. Minhyo bahkan tidak sadar jika Jino sudah ada disampinya.

“Minhyo-ya apa kau baik-baik saja?”

Pertanyaan Jino membuyarkan lamunan Minhyo, gadis itu mengalihkan pandangannya kerah Jino dan menunjukkan senyumannya. Meyakinkan jino kalau dirinya baik-baik saja.

“kajja..” ajak Minhyo, ia pun kembali melanjutkan langkahnya diikuti Jino yang masih bingung dengan tingkah gadis itu.

-0 My Overprotective Boy 0-
“gomawo Minhyo untuk hari ini..” ucap Jino dengan senyuman khasnya.

Minhyo mengangguk, “ne, tapi jangan lupa high heels yang kau janjikan itu.” Jawab Minhyo, ia menyilangkan tangannya didepan dada.

“dasar! Kau memang tidak pernah ikhlas jika membantuku.” Jino menjitak kepala Minhyo, membuat gadis itu meringis kesakitan.

“tidak ada yang gratis didunia ini!”

Jino memutar bola matanya, ia lantas mengeluarkan ponselnya. Dan dengan gerakan tiba-tiba ia merangkul pundak Minhyo dan memotret mereka. Jino memasang ekspresi imut dengan jari yang ia bentuk seperti V line dengan telunjuk dan jari tengah, sedangkan Minhyo Nampak terkejut dengan kedua bola matanya yang melebar.

“yak Jino jangan kau upload foto itu!!” seru Minhyo.

Jino mengangkat bahunya dan kembali menunjukan layar ponselnya,

“sudah terlanjur. Hmm..anyeong!”

Jino secepat kilat masuk kedalam bus yang memang ia tunggu, Jino melambaikan tangannya dengan senyum miringnya. Well, ia sangat puas membuat wajah Minhyo merenggut seperti itu.

-0 My Overprotective Boy 0-

“AAAAAANYEOOOONNNG!!!”

Seperti biasa, Minhyo datang ke dorm exo dengan lengkingan suaranya yang bisa membuat telinga mu tuli. Ia memutuskan untuk mampir ke dorm exo dulu sebelum pulang. Tadi Chanyeol mengiriminya pesan dan memberitahunya jika exo sedang tidak ada jadwal apa-apa malam ini.

“siapa yang berani-beraninya membukakan pintu untuknya!” Seru Dio tajam, ia melirik Minhyo yang dengan santainya menyempil diantara Dio dan Chanyeol.

“wae? Kau tidak suka?” jawab Minhyo enteng.

“kau main kesini sih tidak masalah, tapi suara mu itu benar-benar masalah untuk ku! Berhentilah berteriak seperti itu, kau membuat telinga ku sakit!” oceh Dio panjang lebar.

“ya..ya..ya.., aku maklum saja, para eomma memang suka marah-marah” Minhyo memutar bola matanya lantas bangkit dari sofa tanpa memperdulikan Dio yang sepertinya sudah benar-benar kesal dengan gadis ini.

“kai oppa dimana?” Tanya Minhyo, gadis itu sengaja berdiri didepan tv dan jelas saja menghalangi beberapa member yang sedang menonton.

“dikamarnya, dia baru saja pulang. Dan bisa kah kau menyingkir dari sana? Mengganggu saja” jawab Chanyeol.

Minhyo mengangkat bahunya dan langsung melesat kekamar Kai, tepatnya KaiSoo Room, well dia memang sekamar dengan ahjumma menyebalkan itu.

Minhyo melihat Kai yang tengah memunggunginya, pria itu Nampak sedang minum dengan mata yang focus pada layar ponselnya.

“oppaaa ~”

Langsung saja Minhyo memeluk Kai dari belakang. Kai sempat terkejut, tapi kemudian ia langsung mengenali suara manja itu.

“kau..untuk apa kesini malam-malam?”

Minhyo merenggut begitu mendapat pertanyaan dengan nada dingin dari kekasihnya itu. Gadis itu melepas pelukannya dan berdiri dihadapan Kai. “pertanyaan macam apa itu?? Apa oppa tidak suka aku kemari? Oppa merasa terganggu dengan kehadiran ku?” Minhyo memberondong Kai dengan pertanyaan-pertanyaannya, bibir gadis itu bahkan sudah maju beberapa centi karena merasa kesal.

“ne..maka dari itu pulanglah..”

Minhyo terbelalak begitu mendengar jawaban Kai yang mampu membuat dadanya berdenyut sakit.

Kai berjalan kearah tempat tidurnya, sebelum Kai bergegas tidur Minhyo lebih dulu mencegahnya. Ada sesuatu yang tidak beres disini.

“oppa kenapa? Apa salah ku hingga oppa berkata begitu?” Minhyo berdiri dihadapan Kai yang kini tengah duduk di ranjangnya.

“aniya..kau urus saja namja baru mu itu.” Jawab Kai yang lagi-lagi menggunakan nada dinginnya.

“apa maksud mu oppa, aku tidak mengerti.” Minhyo bahkan nyaris meneteskan air mata karena bingung dengan sikap Kai yang tiba-tiba begini.

“kau dari mana?”

“mwo?”

“jawab saja, kau dari mana?” tekan Kai dengan nada mengintimidasinya yang membuat Minhyo menelan ludahnya.

“aku…aku.., ah iya tadi aku sedang belajar bersama Hee Mi.” Jawab Minhyo berbohong. Mana mungkin ia jujur, Kai bisa saja menjadikannya makanan monggu jika ia berkata jujur.

“jinjjayo? belajar? Belajar di mall? Atau belajar di halte?” kai mendongak, ia menatap lurus lensa cokelat milik Minhyo dengan tajam.

“anu..keaurae, oppa tau dari mana?”

Minhyo kini tidak berani menatap mata Kai yang benar-benar membuatnya takut, ia hanya menggigiti bibirnya.

“ige..”

Kai menyerahkan ponselnya pada Minhyo. Gadis itu terbelalak begitu melihat fotonya dan Jino tadi dihalte, Jino lagi-lagi memberi tag pada akun Minhyo. Pria itu bahkan menulis ‘gomawo for to day Park Minhyo^^’

Dia sungguh tidak menyangka jika diam-diam Kai suka men-stalking akun SNS nya.

Dalam hati Minhyo mengutuk Jino dan tidak akan membiarkan pria itu selamat besok.

“apa? Kau mau berbohong seperti apa lagi,ha!”

Bentak Kai tajam, Minhyo bahkan sampai menutup matanya ketika Kai
membentaknya seperti itu.

“siapa namja itu?” kali ini Kai memang tidak membentaknya, tapi dengan nada bicaranya lebih menyeramkan daripada sebelumnya.

Minhyo kembali menelan ludanya, “dia..Choi Jino. Sungguh oppa dia itu hanya teman ku dari kecil, kami benar-benar tidak ada hubungan apapun.” Minhyo mencoba menjelaskan. Tapi nampaknya Kai tidak begitu saja percaya.

“oh..jinjja? kau bahkan baru saja berbohong pada ku.” Sela Kai yang kembali memasang wajah sinisnya. Ia naik keatas kasurnya dan berbaring disana. Tidak memperdulikan penjelasan Minhyo barusan. Pria itu berbaring dengan posisi memunggungi Minhyo yang masih bediri seperti patung didepan ranjangnya.

Tanpa terasa Minhyo mencengkram rok sekolahnya, ia memang belum pulang kerumah sejak keluar dari sekolah tadi sore. Pandangannya mulai kabur karena genangan air matanya yang sudah siap mengalir.

‘lalu apa yang aku lihat di coffe shop tadi?’

Gumam Minhyo didalam hatinya. Ia tidak mau balik menyerang Kai seperti itu. Berbeda dengan Kai, Minhyo justru lebih memilih untuk memendam rasa sakit nya karena cemburu. Ia juga baru saja melihat

Kai bersama seorang gadis yang ia ketahui bernama Yoon Sohee, model MV exo yang Kai cium pipinya dalam video tersebut.

Ya, walaupun Kai memakai pakaian se-tertutup itu Minhyo masih bisa mengenalinya. Ia hafal betul syal yang dikenakan Kai, syal hadiah ulang tahunnya yang ia buat dengan tangannya sendiri. Ia sangat hafal lengkungan mata Kai jika dia tersenyum, dan pria itu baru saja tersenyum sambil keluar dari coffe shop dengan gadis itu.

bahkan saat ini Minhyo tidak bisa menghentikan imajinasi liarnya tentang apa yang Kai dan Sohee lakukan didalam coffe shop sana, apa mereka janjian untuk bertemu? apa Kai mengajak Sohee duluan?
Sedari tadi ia mencoba untuk menghapus segala imajinasi liarnya itu, ia mencoba berakting seolah tidak terjadi apa-apa, seolah-olah ia tidak pernah melihat apa-apa. Tapi tetap saja, ia tidak bisa berpura-pura dengan hatinya yang sekarang serasa berdenyut nyeri, hingga membuat rongga dadanya sesak.

Minhyo berjalan memutar,kini ia berada tepat dihadapan Kai. Minhyo setengah mati menahan air matanya agar tidak menetes.

“oppa mianhae… tadi aku hanya menemani Jino membeli sesuatu untuk Hee Mi, Jino…dia menyukai Hee Mi dan aku sama sekali tidak ada apa-apa dengannya. Dia hanya teman ku, itu saja,” jelas Minhyo.

Kai tidak bergeming, ia masih memejamkan matanya dan berpura-pura tidak mendengar apapun barusan. Minhyo menghela napas, inilah sifat buruk Kai yang Minhyo ketahui selama 6 bulan berpacaran dengannya. Makanya itu Minhyo sangat menghindari jika Kai sampai marah seperti ini, karena pasti akan sulit meyakinkan pria itu.

“ini… kau bisa menyita handphone ku, selama apapun yang kau mau asal kau jangan marah begini padaku,”

Minhyo meletakkan ponselnya disamping wajah Kai yang masih saja memejamkan matanya.

“aku janji tidak akan pergi dengan pria manapun tanpa seijin mu. Mianhe oppa,”

Lagi-lagi Kai masih belum bergeming, Minhyo menyerah dan membiarkan air matanya jatuh membasahi kedua pipinya. Gadis itu terisak didepan Kai, “demi tuhan, aku hanya mencintai mu oppa. Kumohon jangan begini..” rengek Minhyo dengan suaranya yang bergetar.
Gadis itu terisak sambil menutupi wajahnya, ia tetap saja tidak ingin terlihat jelek dihadapan kekasihnya itu.

Kai akhirnya mengalah. Sebagai seorang pria ia juga tidak tahan melihat kekasihnya terisak karenanya. Kai menyibak selimutnya lantas bangkit dari ranjangnya.

“ baiklah aku akan memaafkan mu. Tapi ada syaratnya.”

Minhyo langsung saja mendongak dan menatap Kai dengan matanya yang berbinar-binar. Kenapa emosi gadis itu cepat sekali berubah?
Kai mencoba sekuat tenaga untuk tidak menerjang Minhyo dan membawanya kedalam dekapan pria itu. Wajah Minhyo yang seperti itu membuatnya ingin mengusap pipi gadisnya dan mencium pipi Minhyo yang berwarna kemerahan.

“aku akan melakukan apapun asal kau tidak marah lagi,”
Kai mengangguk, tapi ia masih memasang ekspresi dinginnya.

“pertama.. apapun kegiatan mu, kau harus meminta ijin padaku. Apa lagi jika kau melibatkan pria dalam kegiatan mu. Apapun itu.”
Minhyo terdiam selama beberapa saat untuk mencerna ucapan Kai, tapi kemudian gadis itu mengangguk, menyanggupi apa yang Kai instruksikan padanya.

“kedua.. kau harus memberiku kabar minimal 4 kali sehari. Minimal!” Kai memberikan penekanan diakhir kaliamatnya.

Minhyo terbelalak begitu mendengar syarat kedua dari pria itu. Sebenarnya dia itu pacar atau seoarang tahanan yang harus selalu melapor pada pria itu?

“2 kali sehari saja oppa,” tawar Minhyo. Minimal 4 kali sehari? Ia benar-benar merasa seperti seorang tahanan

“ mwo? Tidak ada tawar menawar!” segah Kai masih dengan kedua tangannya yang terlipat didepan dada.

“Hhh..Baiklah..” Minhyo mengangguk lemah membuat Kai tersenyum penuh kemenangan.

“dan yang terakhir..”

Minhyo bahkan sampai menahan napasnya. Ia harus mempersiapkan dirinya agar tidak terlalu terkejut lagi dengan syarat ketiga yang harus ia sanggupi.

“kau harus member tahu ku tentang password SNS mu.”

“MWOYAA?” Minhyo benar-benar terkejut sekarang.

“kurasa itu sangat privasi, oppa. Dan untuk apa oppa mengetahui password SNS ku? Astaga, aku bahkan tidak pernah menulis yang macam-macam di SNS”

“yasudah kalau tidak mau memberi tahu ku.” Kai mengangkat bahunya dan bersiap untuk berbalik badan.

“ck, baiklah..baiklah. aku akan memberitahu oppa” jawab Minhyo. Kai kembali berbalik badan dan tersenyum manis kearah Minhyo.

“good girl” ucap Kai merasa puas.

“apa kau sudah memaafkan ku?” tanya Minhyo kemudian.
Kai tidak menjawab apapun, ia hanya berjalan mendekat kearah Minhyo.

“ya..jangan menangis lagi.” Ucap Kai lirih, ia mengusap pipi Minhyo yang masih basah karena sisa-sisa air matanya barusan.

“kau yang membuat ku menangis,” Minhyo cemberut. Ia memegangi tangan Kai yang masih berada dipipinya.

Kai terkekeh, Minhyo benar-benar penurut. Ia sangat bersyukur bisa mendapatkan gadis dihadapannya ini.

“Mianhae…” bisik Kai, ia menarik tubuh Minhyo lantas mendekapnya erat. Wangi strawberry langsung saja menyambut indra penciumannya begitu hidungnya menempel di bagian atas kepala Minhyo. Minhyo tersenyum di dada pria itu, ah kenapa ia bisa sebodoh itu sehingga ia tidak pernah bisa marah pada Kai.

-0 My Overprotective Boy 0-

“ah..dingin sekali,” gumam Minhyo. Ia kembali meminum segelas kopi hangat ditangannya.

Sementara itu Kai yang berjalan disampingnya mendadak menghentikan langkahnya. Ya, Kai memang sedang mengantarkan Minhyo pulang. Setelah perdebatan ‘kecil’ di KaiSoo room Minhyo memutuskan untuk pulang karena eommanya yang yang sudah berkoar-koar menyuruhnya pulang, jadi disinilah mereka…di jalan yang sudah sepi, dan juga anginnya yang berhembus lumayan kencang.

Kai berdecak begitu menyadari penampilan Minhyo yang masih memakai seragam sekolahnya, untungnya seragam gadis itu dilengkapi blazer yang sedikit banyak membantu tubuh Minhyo dari udara dingin, tapi blazer dan syal saja tentu saja tidak cukup untuk menghangatkan tubuh gadis itu.

Kai melepas salah satu sarung tangannya lantas menarik sebelah tangan Minhyo dan memakaikan sebelah sarung tangannya itu di tangan gadis nya. Kai tersenyum, ia menarik satu lagi tangan
Minhyo yang tidak terbungkus apapun lantas Kai memasukkan tangan kiri Minhyo di saku kanan coat yang dipakainya. Ia juga melakukan hal yang sama pada tangannya sendiri yang juga tidak terbungkus apapun di saku kirinya.

“kajja..” Kai merangkul pundak Minhyo dengan tangan kanannya.

Minhyo tersenyum, disertai rona merah dipipinya. “ini terlihat seperti apa yang peran utama lakukan kepada gadisnya dalam drama yang biasa Hee Mi tonton,” ujar Minhyo diakhiri kekehannya.

“apa yang kau bicarakan? Aku kan memang peran utama dalam hidupmu,” jawab Kai asal. Ia menoleh dengan senyuman menggodanya kearah Minhyo yang masih saja merona. Kai terkekeh melihat pipi gadis nya yang semakin memerah, “berhentilah merona seperti itu, kau semakin membuatku ingin menggigit mu.”

Minhyo melebarkan matanya begitu mendengar ucapan Kai, ia menoleh kearah Kai yang masih merangkulnya, “mwoya?? Kan oppa yang membuat ku begini.” Minhyo memberenggut kesal, bibirnya otomatis maju beberapa centi yang mana membuat Kai kembali tertawa. Puas membuat pipi kekasihnya memerah seperti ini.

TBC
.
.
.
.
.
.
.
.
anyeonghasseo readerdeul.. pertama-tama aku mau ngucapin Happy new year!!!!!!!!!!!! well, ditahun 2013 perubahan terbesar aku adalah…menjadi seorang exo-fans dan bikin aku tertarik buat bikin ff tetag my lovely idol exo❤ #kokjadicurhat ?

di awal tahun 2014 ini aku come back lagi nih dengan ff ini, semoga responnya sebagus respon yang part 1 nya ya.
maaf juga nge-post nya kelamaan, namanya juga author amatir jadi perlu waktu buat semedi -,-

semoga readerdeul suka yaaa.. happy reading ^^

budayakan komen sesudah membaca ya🙂
gomawo ^^

92 thoughts on “My Overprotective Boy Chapter 2 [Jealously Kai]

  1. maf bru coment,,sumpah ini ff keren bgt,,harus lanjut,,keren,,aq ska klo peran kai jdi cwo posesif bgni,,pas bgt sma wajah ny,,hhe
    next next d tnggu..

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s