When You Kill My Heart (Chapter 2)

Title:  When You Kill My Heart

Chapter: 2-First Day-

Cast: Yoonhee

Kris

Subcast: Chanyeol. Baekhyun. Suho. Yoonmi

Genre: Fluff. Romance. School life.

Rating:  General

Lenght: Chaptered

I’m *Istri Sehun dan pacar Kris ini yang kawaiXD*  Back with this fanfic.   haha.. Chapter 2 datang. Hope you like this fanfic^^. I just wanna ask, This fanfic  Reincarnation *kalo belum baca baca ya* dibuat sequel ngga? kalo iya tolong dicomment di box comment. Terus kalo ada idenya di masukkin juga ya 🙂 

IF YOU ARE A SIDERS OR PLAGIATOR PLEASE GO OUT. I DON’T NEED YOU

ENJOY MY FANFIC

HARGAI KARYA ANAK BANGSA

when-you-kill-my-heart-bluehigh17

Credit poster : Rn @ HighSchoolGraphics

—-

Chapter 1

—–

Life its simple. Don’t make it Harder

—-

“Naik” ucap Kris datar. Dengan berat hati Yoonhee menaiki motor itu. Ia menggenggam erat ujung jaket Kris. tanpa berkata apa-apa Kris lalu menjalankan motornya dengan kecepatan sedang dan membuat Yoonhee bingung. Ia lalu mencodongkan badannya, sedikit menempel ke badan Kris, dan berkata.

“Kau tidak mengendarai motormu dengan cepat, sunbaenim? Seperti kemarin?”

“Kenapa? Kau ingin memelukku?” canda Kris dengan suara yang cukup kencang.

“Aku tak ingin terlihat terus bersamamu” balas Yoonhee pelan. Ia tak tega mengatakan itu langsung, entah kenapa. Kris menaikkan sedikit kecepatan motornya. Tak lama mereka sampai di sekolah. Yoonhee hanya terdiam dan turun setelah Kris memarkirkan motornya. Ia melepas helm yang digunakannya dan menunggu Kris.

“Gomawo” katanya pelan. Kris menggenggam tangannya dan membawanya pergi ke kelas. Karena sekolah sudah tampak ramai. Semua orang membicarakan mereka, dari namja yang mendadak menyukai Yoonhee atau dari penggemar Kris.

Yoonhee pernah tampil seperti ini saat ia menjadi pasangan prom sang ketua OSIS –Kim Jonghyun- saat mereka selesai MOS dengan ancaman bahwa akan selalu ada hal yang buruk yang akan terjadi kepadanya di sekolah ini jika ia menolaknya.

Kris mengantarnya sampai depan pintu kelasnya dan tersenyum –senyum mautnya- yang membuat semua yang berada disana terpana dengan senyumnya. Dan begitu Kris berjalan pergi para fansnya berteriak histeris. Yoonhee memilih berjalan dengan santai memasuki kelasnya dan disambut  tatapan tajam dari fans fanatik Kris. Namun ia berusaha menghiraukannya.

Ia begitu tertolong. Baru ia duduk, dan ia yakin ia akan dikerubuni dan dimaki oleh fans Kris –lebih ringannya, kasarnya dia akan dibully habis habisan- bel berbunyi dan guru OT –begitu anak anak memanggilnya, karena ia selalu berada tepat 1 detik sebelum bel di pintu kelas-. Dan saat bel istirahat Kris sudah berada di dalam kelasnya. Membuat tak ada celah untuk mengerjainya.

Kris masuk kedalam kelas Yoonhee dan menghampiri mejanya. Yoonhee yang sedang merapihkan bukunya hanya terdiam dan melanjutkan kegiatannya.

“kajja” kata Kris lalu menarik Yoonhee. Yoonhee terdiam dan melepaskan tangan Kris dan berjaln mendahului Kris. Kris yang melihat itu hanya berusaha mengejar Yoonhee dengan langkahnya yang besar. Namun bagai dicueki, Yoonhee berjalan dan menganggap bahwa Kris tak ada. Ia terus berjalan dan akhirnya ia sampai di taman belakang sekolah yang sepi. Duduk, membuka bekalnya dan memakannya.

“Sepertinya enak” kata Kris. Mengambil garpu yang ada di kain bekal dan mencoba salah satu isi bekal Yoonhee.

“Sepertinya mulai besok kau harus membawakan aku bekal yang sama sepertimu. Ingat nasib wawancaramu” titah Kris. Dan kaliamat terakhir membuat dia terdiam.

“Ne” jawabnya patuh dan membiarkan setengah bekalnya dimakan oleh Kris. Setelah itu membereskan bekalnya dan membukusnya dengan kain bekal.

———-

Kris menarik tangan Yoonhee untuk memasuki sebuah taman. Lalu ia berhenti menarik Yoonhee saat mereka berada tepat dibawah sebuah pohon. Yoonhee melihat ‘ini dibawah sebuah pohon Ginko’ batin Yoonhee, sebuah Pohon Ginko yang besar dan rimbun. Dengan padang rumput yang sejuk dan dihiasi bunga dendalion.

“Ini tempat kesukaanku” ucap Kris. lalu memilih duduk. Kris menepuk gempat disebelahnya, mengisyaratkan Yoonhee untuk duduk, Yoonhee menurutinya dan duduk.

Mereka diselimuti keheningan. Yoonhee hanya memelitir bunga dendalion yang entah sejak kapan dipegangnya. Kris hanya menikmati semilir angin sembari menutup air matanya. Yoonhee mengeluarkan earphone yang menyambung dengan IPOD dari sakunya.

“Sunbaenim” panggil Yoonhee dan dibalas dengan deheman. Yoonhee hanya menyerahkan sebelah earphonenya. Kris menaikkan sebelah alisnya. Yoonhee balas kembali menyodorkan earphonenya tanpa berbicara. Kris akhirnya menerima earphone memasangnya ketelinganya.

Dakara ima ai ni yuku So kimetanda

Poketto no kono kyoku wokimi ni kikasetai

Sotto boryu-mu wo agete Tashikamete mitayo

Kris hanya tersenyum tipis dan memilih mengganti posisinya menjadi tiduran. Yoonhee ikut membaringkan tubuhnya.

“Tak kusangka kau mengetahui lagu ini” ucap Kris bergumam dan menengok kearah Yoonhee. Menatap Yoonhee yang menatap bunga dendalion yang dipegangnya sembari memelitirnya. Menatap sayu. Tanpa ekspresi.

“Make a wish dan tiup bunga dendalionnya” ucap Kris. yoonhee menengok kearah Kris.

“Kau percaya takhayul?” tanya Yoonhee dengan tatapan mengintimidasi.

“Tidak. Itu hanya sesuatu yang selalu kudengar saat kecil” jelas Kris

“Eommamu?” tanya Yoonhee dan dibalas anggukan.

“Ketika semua anak mendengar mitos dari ibunya, aku mendengarnya dari ayahku” cerita Yoonhee kembali menatap langit. Menghiraukan Kris yang masih memandangnya.

“Eommaku sudah meninggal, 12 tahun yang lalu” ucap Yoonhee tanpa beban lalu kembali menatap Kris.

“Eommaku sudah meninggal, 7 tahun yang lalu” cerita Kris dan dibalas deheman Yoonhee. Yoonhee memilih kembali menatap langit.

“Nasib kita sama” ucap Yoonhee.

“Hm” balas Kris. Yoonhee bangkit dari posisinya. Kris menatap yeoja itu bingung. Yoonhee memejamkan matanya.

‘Tuhan, aku nyaman bersama. Lindungilah kami dan eomma kami’ do’a Yoonhee, lalu meniup bunga dendalionnya sampai berterbangan, tanpa ada lagi inti sarinya. Kris hanya tersenyum samar. Kris tersentak kaget begitu melihat bunga dendalion berada sangat dekat dengan wajahnya. Kris hanya berdeham kecil sembari mengambil bunga dendalion.

‘Aku nyaman bersamanya. Semoga ini akan bertahan’ do’a Kris sembari meniup bunga dendalion.

“Sunbaenim? Ayo pulang” ucap Yoonhee sembari berdiri. Lalu mereka bergandengan tangan meninggalkan pohon Ginko yang dihias oleh matahari yang nyaris terbenam.

—-

Kris berjalan menuju kelas Yoonhee. Dia sedang memikirkan sesuatu dan 0merasa bahwa idenya sangat brilliant. Senyum terus tersungging dibibirnya. Membuat semua yeoja yang melihatnya kagum. Hey, Their Ice Prince smiling? It’s a miracle.

Sesampainya, ia melihat Yoonhee sedang mengobrol dengan seorang namja, disebelahnya tepat seorang yeoja yang mirip dengannya. Kris terdiam didaun pintu. Selama ini Yoonhee tidak pernah dekat dengan namja. Itu yang Kris tahu. Yoonhee adalah contoh pribadi yang terlihat cuek, jutek, dingin ketika diam kepada yeoja yang baru dikenalnya atau namja. Namun, sebenarnya dia adalah pribadi yang ceria, cerewet, ramah, baik, usil, jika kau sudah dekat dengannya.

Yeah walaupun dia sangat menjaga tatakrama kepada yang lebih tua. Seseorang yang duduk didaun pintu berdeham sangat keras. Membuat semuanya menoleh kearah pintu.

1..2..3… hening

“Hya!! Kris Oppa!”

“Kris Oppa!!”Semua fans Kris berteriak hiteris. Dengan wajah datarnya ia menghampiri Yoonhee.

“Ayo pulang” ucap Kris tak nyaman. Tak nyaman karena ia menjadi pusat perhatian.

“Aku harus mengerjakan tugas biologi bersama mereka” ucap Yoonhee sembari menunjuk 2 teman yang sendari tadi bersamanya. Kris menghela nafas.

“Ya sudah. Kau akan kerja kelompok dimana? Jika sudah selesai telpon aku. Aku akan menjemputmu”

“Di rumah Yoonmi. Kau tau usah menjemputku. Rumahnya hanya 10 rumah dari rumahku”

“Ya sudah. Besok kau datang, aku ada pertandingan basket”

“Ya, akan aku usahakan. Sunbaenim akan latihan hari ini?” ucap Yooonhee.

“Sunbaenim?” ucap semua fans Kris kaget. Lalu semuanya mulai mengerubungi mereka. membuat lingkaran kecil namun ramai

‘Mati aku’ batin Yoonhee. Kris memandangnya, ah ani, mengintimidasinya dengan tatapannya,

“Ne” ucap Kris berusaha tidak perduli. Dengan lingkaran yang membuatnya susah bernafas.

“Semangat ne?” ucap Yoonhee sembari tersenyum tulus. Ketika Kris akan pergi, semua fans mengerubuninya

“Kau sebenarnya yeojachingunya Kris oppa bukan sih?” cerca seorang gadis.

“Iya benar. Masa dia memanggil Kris oppa ‘sunbaenim’?” Dan para fans Kris mencelanya. Ramai namun tak jelas.

“Bisakah kalian diam?” tanya Kris dingin.

“Dia hanya menjaga tata krama. Apa salah?” Yoonmi membuka suaranya. Yoonhee menatap sekitarnya malas. Oh Tuhan. Dia hanya ingin pulang sekarang!

“Berarti diluar sekolah ia memanggil dengan panggilan lain?” ucap seorang gadis, berusaha memojokkan Yoonhee. Yoonhee menghela nafas berlebihan berulang ulang.

“Tentu saja” ucap Yoonmi balik, spontan.

“Apa?” tanya seorang gadis. Yoonmi tampak berfikir apa yang akan ia katakan.

“Gege” balas Yoonhee singkat.

“Dan bisakah kalian menyingkir? Aku mau lewat” lanjutnya lagi. Semua fans Kris menyingkir dan Yoonhee melenggang berjalan meninggalkan kelas bersama Kris disebelahnya, Yoonmi dan namja tadi.

TBC

‘Next Chapter’

“Kris Jealuos”

“Kembali kan susuku Kris”

“Date? Kau Gila”

“Besok? kenapa kau terus mengundurnya?”

Hope you like this^^

35 thoughts on “When You Kill My Heart (Chapter 2)

  1. Ping-balik: When You Kill My Heart (Chapter 3.1) | EXO Fanfiction World

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s