Day By Day [2/13]

day

Title             : Day By Day

Author          : DreamGirl (@ulfahanum1)

Main Cast      :

  • Jung Soojung a.k.a Krystal
  • Kim Jongin a.k.a Kai
  • Lu Han
  • Jung Sooyeon a.k.a Jessica

Support Cast :

  • Oh Sehun
  • Choi Jinri a.k.a Sulli

Rating          : PG-15

Genre           : Romance, Family, Friendship

Length          : Chaptered

Disclaimer     : Hello. Hehe, author balik lagi. Oh iya, FF ini sudah pernah author publish di RFF dan blog pribadi. Jadi maaf kalau misalnya untuk readers yang sudah pernah baca di RFF ataupun diblog author merasa kalau FF ini agak berbeda. Memang, FF ini isinya agar berubah sedikit karena author merasa FF ini masih banyak yang harus diperbaiki mulai dari EYD dan penghalusan kata-katanya. Sekian bacotan dari author. Jangan lupa untuk tinggalkan jejaknya.

Happy Reading

Author Pov

Pagi cerah mulai menyapa penduduk kota Seoul , sama halnya dengan kediaman keluarga Jung . Jessica dan Krystal keluar dari kamar mereka secara bersamaan. Mereka berjalan kearah ruang makan untuk sarapan pagi bersama. Namun diruang makan tidak ada Nyonya Jung dan Tuan Jung yang biasanya jam segitu sudah ada diruang makan .

Baik Jessica maupun Krystal sibuk mengolesi roti mereka dengan selai kesukaan masing masing. Walaupun mereka tinggal dirumah yang megah dan indah , tapi mereka tidak memiliki pembantu . Karena menurut Nyonya Jung , jika ada pembantu maka Nyonya Jung pasti tidak akan punya kerjaan dirumah selain hanya menonton atau arisan .

“Eonnie, dimana Eomma? “ tanya Krystal tanpa memandang Jessica.

“Entahlah, mungkin saja masih tid-“ ucap Jessica yang terpotong ketika mendengar deringan telfon rumah.

Kring..Kring..Kring..

Telfon rumah terus berbunyi nyaring, Jessica hanya mentap yeodongsaengnya bermaksud menyuruh Krystal mengangkat telfon. Tapi Krystal seolah tidak mengerti dengan tatapan Jessica.

“Jung Soojung, kau angkat telfon..” suruh Jessica sembari menggigit rotinya. Krystal menoleh kearah Jessica sembari menggeleng pelan, menolak suruhan Jessica.

“Mwo? Ayolah Soojung..” seru Jessica lagi. Ada sungutan tak suka diraut wajah Jessica.

“Sebaiknya eonnie saja yang mengangkat..” sahut Krystal dan mengangkat bahu. Jessica menghela nafas kesal dan berjalan dengan langkah gontai menuju tempat dimana telfon berada.

“Yeoboseyo? “ seru Jessica saat setelah ia meraih gagang telfon dan mendekatkannya ketelinganya.

“Jess, ini Eomma. “ suara yang sudah khas dan tak asing lagi bagi Jessica menyahut diseberang sana.

“Ah, ne eomma? “ Jessica mengulum senyumnya pelan dan menatap kearah Krystal yang sudah menatapnya balik. Sesaat Jessica melambaik-lambaikan tangannya menyuruh Krystal untuk mendekat.

“Wae? “ bisik Krystal saat sudah berada didekat Jessica. Jessica hanya diam dan masih sibuk mendengar ucapan yang disampaikan Nyonya Jung dari seberang sana.

“Mian Eomma tidak memberitahumu dan Krystal. Tadi pagi Eomma dan Appa harus berangkat ke San Fransisco karena perusahan Appa sedang ada masalah. Eomma terpaksa harus ikut karena siapa yang mengurus Appa jika Appa pergi sendiri. Tadi pagi ketika Eomma pergi kekamarmu untuk berpamitan, kamu masih tertidur pulas. Jadi Eomma tidak tega membangunkanmu. Mianhae Jess..” jelas Nyonya Jung panjang lebar tentang keberangkatannya tanpa memberitahu kedua anaknya .

“Ne? Jadi Eomma dan Appa sekarang ada di San Fransisco? Berapa lama? “ decak Jessica kesenangan yang membuat Krystal melotot kaget. Ada senyuman kebahagiaan yang terpancaran disudut bibir Krystal dan Jessica.

“Mungkin sekitar 3 hingga 5 bulan. Jess, Eomma harap kau bisa menjaga dongsaeng kecilmu dan juga rumah. Jangan lupa makan dan jangan sampai sakit. Arrasso? “ celetuk Nyonya Jung menasehati Jessica.

“Arrasso Eomma.” Sahut Jessica dan menatap Krystal yang sudah tersenyum kegirangan.

Setelah sekian lama Jessica berbicara dengan Nyonya Jung, akhirnya Nyonya Jung mengakhiri panggilannya dengan menitip salam hangat untuk anak bungsunya, Krystal. Saat baru saja Jessica meletakkan kembali gagang telfon itu, Krystal sudah melompat kedalam pelukannya. Ia senang, sangat senang. Sesuatu yang didambakannya akhirnya tergapai kini. Ia akan bebas selama 3 hingga 5 bulan ini. Ini yang diharapkannya. Sungguh.

“Kajja Krys, sebaiknya kita berangkat kuliah sekarang..” ajak Jessica dan menatap wajah Krystal dengan senyuman mengambang.

“Ne eonnie..” angguk Krystal cepat. Jessica mengusap pelan puncak kepala Krystal, membuat senyuman tipis kembali tergambar.

***

Tepat didepan Kampus, Jessica melepas gandengan tangannya dengan Krystal. Ia menatap Krystal dalam dan kembali tersenyum. Entah kenapa hari ini ia benar-benar merasa kesenangan yang luar biasa.

“Krys, jangan pulang kemalaman..” nasihat Jessica saat Krystal baru saja melangkahkan kakinya untuk pergi.

“Aku mengerti..” jawab Krystal dan berbalik menatap Jessica.

“Jam 6 aku akan sampai dirumah. Jangan cemas. “ cuap Krystal dan menggembungkan pipinya.

“Baiklah. “ ujar Jessica dan mengecup pelan pipi Krystal. Kemudian Jessica berlari kecil menjauhi adiknya yang kini hanya bisa tersenyum polos dan manis.

Author Pov End

Jongin Pov

Hari ini sama seperti kemarin hari. Aku masih betah menatap yeoja yang kubantu beberapa waktu lalu bersama kakaknya. Ia begitu manis dan polos berbeda saat ketika bersama denganku. Aish, apa yeoja itu mempunyai kepribadian ganda?

Yeoja itu berjalan menuju danau belakang kampus dan menyenderkan badannya kepohon rindang. Ia menyumbat kedua lubang telinganya dengan earphone kemudian mulai terlelap dengan alunan lagu yang terputar.

Aku mengikuti yeoja itu dan duduk disebuah bangku yang lumayan jauh dari tempat yeoja itu berada. Mataku terus terfokus kepadanya dan tidak dapat kupingkiri yeoja itu benar-benar mengagumkan dan memukau. Ujung bibirku tertarik membentuk sebuah lingkungan senyum saat melihat wajah polosnya. Aish, aku bisa gila karena terus memandanginya.

Aku masih betah memperhatikan yeoja itu sembari menunggu kedatangan Sehun dan juga Sulli. Ya, hari ini kami ada janjian. Dan tahukah kalian? 2 hari lagi aku akan menjadi bagian mahasiswa dari kampus ini, Dongguk University dan mengambil jurusan Seni lebih tepatnya Dance sama seperti Sehun.

“YA! Kim Jongin! “ teriak seseorang dan menepuk pelan pundakku. Sontak aku menoleh kearah orang yang menepukku. Sehun, ia disini bersama Sulli.

“Apa yang kau perhatikan? “ tanya Sehun dan mengambil alih duduk disebelahku. Aku hanya diam dan terus memandang lekat sosok yeoja itu.

“…” Diam seribu bahasa. Itulah yang bisa kulakukan saat Sehun bertanya kepadaku. Sehun menghela nafas kecil dan ikut mengalihkan pandangannya kearah dimana aku memandang.

“Kau memperhatikan yeoja yang tengah tertidur lelap dibawah pohon rindang itu? “ tanya Sehun. Aku mengangguk pelan sembari menghembuskan nafas berat.

“Dia sahabatku Oppa..” ucap Sulli. Aku tertegun kaget sekaligus melonjak kesenangan dan langsung melirik Sulli.

“Huh? Benarkah? “ tanyaku antusias kepada Sulli.

“Ne. Dia Jung Soojung biasanya orang memanggilnya dengan panggilan Krystal. Wae? “ jelas Sulli. Aku tersenyum tipis dan menggeleng pelan.

“Hanya ingin tahu siapa dia Sulli, ia terlihat begitu dingin kepada semua orang..” celetukku asal-asalan.

“Tidak, kau salah pengertian. Dia yeoja yang baik hati dan tidak dingin seperti yang kau perkirakan. Kau hanya menilai sosok yeoja dari kulit luarnya? Kau harus mengetahui seluk beluk dia Oppa..” sungut Sulli tak terima saat aku mengatakan bahwa yeoja itu dingin.

“Jika tidak percaya, kau bisa menanyakannya kepada Sehun..” timpal Sulli dan memandang Sehun.

“Sulli benar, Soojung sangat ramah dan baik hati kepada kami berdua. Jika kau sudah kenal dan dekat dengannya, kau pasti akan tahu bagaimana dia..” bela Sehun membuatku semakin terpojok.

Aku hanya bisa kembali diam seribu bahasa sembari mencerna semua ucapan Sehun dan Sulli mengenai yeoja itu, Krystal. Sepertinya apa yang dikatakan Sehun dan Sulli benar. Aku hanya menilai seseorang dari luarnya saja. Aku ingin menanyakan banyak hal tentang Krystal kepada Sulli tapi aku takut karena itu pasti menyangkut malasah privasi Krystal.

“Baiklah. Terimakasih. Kurasa aku harus pulang. Annyeonggihaseyo..” pamitku dan bangkit dari dudukku.

“Eoh..” jawab Sehun dan Sulli kompak sambil melayangkan senyuman hangat.

Kukendarai motor sportku dengan cepat. Sesekali pikiranku melayang kepada Krystal. Aku benar-benar ingin dekat dengannya dan sekarang aku benar-benar bingung dengan perasaanku. Kenapa setiap kali memandangnya tersenyum, hatiku ikut bergetar? Kenapa hati ini begitu tentram hanya dengan melihat sosok rupanya didepanku. Apa ini yang disebut cinta? Apa cinta itu perasaan yang tidak pernah bisa terjelaskan?

Jongin Pov End

Author Pov

Kuliah Krystal akhirnya sudah habis dan kini hari sudah menunjukkan pukul 4 sore. Krystal tidak seperti mahasiswa mahasiswi yang berbondong-bondong pulang. Ia hanya berjalan santai menelusuri jalan setapak menuju tempat favoritnya.

Krystal memilih duduk ditengah tamah dan mulai mengeluarkan laptop kesayangannya. Ia ingin mengerjakan tugasnya yang lumayan banyak dan sedikit susah.

Setelah sekian lama berkutat dengan laptop, Krystal mengenyampingkan laptop itu dan mulai merebahkan badannya keatas rumput hijau yang juga dudukinya. Ia merentangkan tangannya dan menutup mata. Sejuk dan damai. Itulah yang ia rasakan.

Brruk!

“Omo! “ Krystal terlonjak kaget saat menyadari sesosok namja juga ikut merebahkan badannya disebelah Krystal dan kini sudah tersenyum menatap Krystal.

“Apa yang kau lakukan disini? Ini sudah sore..” celetuk Krystal sengit.

“Aish, yeoja tengil ini. Kau harus sopan kepadaku, aku ini sunbaemu! “ balas sang namja tak kalah sengit tapi masih tersenyum kearah Krystal. Kini dengan posisi tidur mereka berdua saling berhadap-hadapan.

“Aigo, Luhan sunbae..” lenguh Krystal dan tergelak pelan.

“Haha, wae? Apa yang kau lakukan disini? Ini sudah sore..” tanya Luhan dan mengelus pelan puncak kepala Krystal.

“Tunggu, bukankah itu tadi pertanyaanku? “ cibir Krystal membuat Luhan menjitak pelan kepala Krystal.

“Aish, appo! “ ringis Krystal dan mengelus pelan permukaan kepalanya.

“Aku ingin membuat tugas kuliahku, lagipula aku sudah meminta izin kepada Sica Eonnie. Sebentar lagi aku akan pulang..” jelas Krystal panjang lebar dan merubah posisinya menjadi duduk. Mengamasi seluruh perkakasnnya yang berserakan dimana-mana.

“Aku akan mengantarmu..” seru Luhan kilat dan cepat.

“Huh? Tidak. Aku bisa pulang sendiri lagipula rumahku tidak terlalu jauh dan kau tahu itukan? “ tolak Krystal halus dan menyandang tasnya.

Lu Han adalah salah satu sunbae Krystal yang amat dekat dengan Krystal. Luhan sudah dianggap oleh Krystal seperti Oppa kandungnya sendiri. Tak jarang Krystal akan menceritakan permasalahannya selain kepada Sehun dan Sulli.

“Jangan mencari alasan kau yeoja tengil! “ ucap Luhan dan menarik sikut Krystal menuju parkiran.

“Hah..” lenguh Krystal pelan dan dengan terpaksanya Krystal pulang bersama Luhan.

***

Krystal turun dari motor milik Luhan, ia memperbaiki rambutnya yang sedikit kusut akibat angin. Luhan yang melihatnya hanya bisa tersenyum sekilas dan mengacak pelan rambut Krystal.

“YA! “ teriak Krystal tak terima.

Luhan merangkul hangat Krystal dan menariknya kedalam rumah Krystal. Sesampainya didepan pintu rumah, sesosok yeoja manis yang hampir sama dengan Krystal keluar sembari tersenyum hangat menyambut kedatangan Krystal.

“Kau sudah pulang? “ sapa Jessica ramah.

“eoh..” sahut Krystal pelan dan melepas rangkulan hangat Luhan.

“Omo! Luhan? Kau kemana saja eoh? “ ucap Jessica kaget saat melihat sosok Luhan.

“Noona annyeong, aku hanya dirumah. Oh ya, malam ini aku makan malam disini ne? Tolong masak yang enak..” celetuk Luhan dan bergelayut manja kepada Jessica.

“Mwoya? “ cibir Krystal dan melenggang pergi menuju kamarnya. Ia ingin mandi dan mengganti pakaian sebelum makan malam.

Krystal berlari kecil menuju kamarnya. Bergegas mandi dan mengganti pakaiannya. Setelah mandi ia melirik jam yang tergantung dikamarnya, karena masih belum jam makan malam, Krystal memilih untuk mendengarkan lagu dan tanpa disadari Krystal terlelap tidur karena kelelahan.

Lain hal dengan Krystal, kini Jessica sibuk memasakan didapur mempersiapkan makan malam ditemani dengan Luhan. Luhan hanya bisa berdecak kagum melihat masakan hasil buatan Jessica yang mengugah selera.

***

Setelah selesai memasak, Jessica menyuruh Luhan untuk memanggilkan Krystal karena sedari tadi Krystal belum turun dan memperlihatkan batang hidungnya.

“Hannie, kau bisa panggilkan Krystal? “ tanya Jessica dan meletakkan semangkuk sup di meja makan.

“Ya Noona..” jawab Luhan dan bangkit dari duduknya dan bergegas menuju kamar Krystal.

***

Sudah berulang kali Luhan mengetuk pintu Krystal, tapi tidak ada jawaban dan hal itu sukses membuat Luhan sedikit geram. Pada akhirnya Luhan memberanikan diri untuk masuk kedalam kamar Krystal. Luhan tertegun pelan saat melihat sosok yang dicarinya tengah tertidur lelap.

Luhan duduk ditempat tidur Krystal. Tangannya mengelus pelan kepala Krystal berulang kali. Entah apa yang dipikirkan Luhan kini tapi ia hanya ingin melihat kedamaian wajah Krystal untuk beberapa saat.

“Soojung-ah, tahukah kau kalau kau itu sangat manis saat tertidur? Jangan sampai sakit ne? “ bisik Luhan pelan dan terus mengelus pelan kepala Krystal. Luhan mendekatkan wajahnya kewajah Krystal, ingin melayangkan sebuah kecupan kecil dipipi Krystal tapi sayangnya Krystal sudah terbangun dan menggeliat kecil.

“YA! Cepat bangun! Kau ini merepotkanku sekali! “ teriak Luhan lantang dan menjitak pelan kepala Krystal.

“Aish, appo! “ ringis Krystal san bangkit dari posisinya dengan wajah merengut kesal. Dengan sempoyongan Krystal berjalan keluar dari kamarnya, meninggalkan Luhan yang masih diam mematung ditempat tidur Krystal.

Luhan berdecak kecil, ia mencoba mengatur nafasnya yang sesak akibat perlakuan yeoja yang disukainya dan merebut hatinya itu. Merebut hati? Tentu saja. Luhan suka dengan kelakuan yeoja itu, bagaimana cara ia menenangkan dirinya saat mempunyai masalah, bagaimana cara yeoja itu mencoba menyimpan masalahnya sendiri. Luhan sangat menyukai segala hal dari yeoja itu. Mungkin tidak menyukai melainkan mencintai. Karena itu Luhan selalu bersikap manja kepada Krystal agar mendapat perhatian Krystal. Tapi, itulah Krystal ia terlalu susah untuk didapti hatinya.

***

Setelah makan malam bersama Luhan dan juga Jessica. Krystal duduk dibalkon kamarnya, memperhatikan dengan tatapan kosong sebuah rumah megah didepannya. Udara dingin yang menusuk tulang tidak Krystal perdulikan, ia hanya penasaran dengan sosok rumah didepannya karena sudah larut malam begini lampu rumah itu masih menyala benderang.

“Krys? Kau masih diluar? Sebaiknya kau istirahat sekarang. Hari sudah larut malam dan diluar sangat dingin..” seru Jessica yang kini sudah ada dibalkon kamar Krystal. Ya, Jessica baru saja mengantarkan Luhan pulang.

“Ne. Geundae Eonnie, apa eonnie tahu siapa yang tinggal disana? “ tanya Krystal dan menunjuk kearah rumah megah didepannya.

“Huh? Aish, kau ini. Cepat masuk! Besok kita pikirkan..” seru Jessica dan menarik lengan Krystal agar segera masuk. Sebelum masuk, Krystal menyempatkan dirinya untuk kembali melirik kearah rumah itu dan kini rumah itu sudah gelap.

“Aneh..” gumam Krystal dan menutup pintu menuju balkon kamarnya.

***

Seoul, 09.00 KST

Jessica dan Krystal duduk bermalas-malasan disofa ruang tamunya. Hari ini hari libur dan mereka tidak tahu harus kemana dan melakukan apa.

“Krys, kau ingin menemaniku? “ tanya Jessica kepada Krystal.

“Kemana? “ tanya Krystal balik.

“Taman bermain? Bagaimana? “ ucap Jessica dan mengubah posisinya mendekati Krystal.

“Tidak, aku tidak ingin. Aku akan mengajakmu kesuatu tempat yang indah eonni. Sebaiknya kita bersiap-siap untuk pergi. “ seru Krystal bersemangat dan melenggang pergi menuju kamarnya sembari bersenandung kecil.

Lain halnya dengan Jessica dan Krystal. Jongin duduk dibalkon kamarnya dan menatap kosong kearah kamar Krystal. Ia menunggu Krystal keluar dari kamarnya. Berencana ingin menyapa Krystal dengan sebuah sapaan hangat yang bisa membuat Krystal membalas dan dekat dengannya.

“Aish, dimana Krystal? “ celetoh Jongin kesal. Tiba-tiba saja ia mendengar suara ricuh dari arah bawah, sontak ia langsung mendapati sosok yang dicarinya disana tengah bersama dengan kakaknya.

“Mereka akan pergi? Kemana? Ah! Sebaiknya aku ikuti saja! “ seru Jongin dan langsung bergegas masuk kedalam kamarnya. Mengganti pakaian dengan pakaian yang lebih casual.

***

Jessica membulatkan matanya saat melihat pemandangan menakjubkan didepannya. Ya, Krystal dan Jessica sudah sampai didanau kampus. Krystal tersenyum tipis dan menyenderkan badannya kepohon rindang yang biasa ia jadikan sebagai sandarannya.

“Eonnie! “ teriak Krystal dan menepuk-nepuk pelan permukaan rumput disampingnya. Jessica mengangguk dan duduk disebelah Krystal.

Jessica menutup matanya pelan, menikmati semilir angin yang begitu menenangkan jiwanya dan sungguh ini kali pertama baginya merasakan hal seperti ini. Biasanya ia hanya akan menghabiskan waktunya dirumah.

Jleb!

Sebuah benda aneh berhasil masuk kedalam lubang telinga Jessica dan sukses mengagetkan Jessica. Ia mendelik heran kearah Krystal yang sudah menutup matanya. Jessica tersenyum kecil saat menyadari Krystal yang memasangkan sebuah headset ketelinganya. Alunan lagi yang begitu indah melantun kini dan membuat Jessica menutup matanya dan ikut menyenderkan kepalanya kepohong rindang sama seperti Krystal.

Sudah hampir sejam lamanya Jessica dan Krystal berdiam diri disana, menyibukkan diri mendengar alunan lagu dan menikmati semilir angin hingga Jessica merasa ponselnya bergetar hebat. Sontak ia langsung merogoh ponselnya dan membaca pesan yang baru saja masuk.

From   : Lovely Jinki

Chagi, kau ada dimana sekarang? Apa kau sibuk? Aku ingin mengajakmu makan diluar. Aku sudah berada dalam perjalanan menuju rumahmu.

Jessica terenyuh sejenak dan melirik yeoja disebelahnya yang kini sudah mengernyit bingung penarasan. Krystal meraih ponsel Jessica dan membaca pesan yang baru saja masuk. Helaan nafas kecil keluar dari mulut Krystal.

“Jika kau tidak ingin aku pergi, aku bisa menjelaskannya kepada Jinki..” seru Jessica dan mengambil alih kembali ponselnya.

“Anio, pergilah eonnie. Aku akan baik-baik saja sendiri. Bungkuskan saja aku makanan untuk nanti..” elak Krystal dan tersenyum tipis.

“Kau yakin? Baiklah. Eonnie akan pergi sebentar. Hati-hati dan jangan pulang terlalu larut. Mengerti? “ Jessica bangkit dari duduknya, menatap tulus Krystal kemudian pergi setelah mendapat anggukan pasti dari Krystal.

Kini, tinggal Krystal sendirian dibawah pohon rindang. Ia hanya bisa menyenderkan badannya sembari mengutak-atik layar ponselnya. Dari kejauhan, Jongin hanya bisa menyungut heran melihat Krystal yang kini tengah duduk sendirian tanpa ditemani kakaknya dan sebuah semangat untuk berkenalan dengan Krystal muncul dijiwa Jongin.

Author Pov End

Jongin Pov

Aku menghembuskan nafas gugup dan dengan langkah ragu aku berjalan mendekat kearah Krystal yang tampaknya tidak tahu akan kedatanganku. Dengan ragu aku duduk tepat disebelahnya. Melemparkan sebuah senyuman tipis yang ditanggapi dengan tatapan dingin menakutkan.

“Annyeong..” sapaku kepadanya.

“KAU? “ balas Krystal dan menunjuk diriku dengan jari telunjuk panjang yang manis itu.

“Kau mengenaliku bukan? “ tanyaku antusias. Aku berharap ia ingat bahwa aku namja yang menolongnya waktu itu.

“Tentu saja, bukankah kau yang menghalangiku ketika aku ingin kemari beberapa hari yang lalu? “ tanyanya dan melirikku sinis. Aku tertegun kecewa, ternyata tidak seperti yang kuduga.

“Ah, untuk kejadian itu harap maafkan aku..” seruku gagap dan menggaruk tengkukku walaupun tidak gatal.

“Eoh..” lenguh Krystal pelan dan kembali menyibukkan dirinya.

“Nuguseyo? “ tanyaku sedikit tidak percaya diri karena ia tampak tidak begitu nyaman bersamaku.

“Apa itu begitu penting? “ tanyanya balik dan menatapku lekat. Ugh, tatapannya benar-benar mengerikan dan membuatku seolah-olah mati ditangannya.

“….” Aku diam seribu bahasa dan mencoba mengalihkan pandanganku darinya.

“Jung Soojung imnida. Biasanya semua orang akan memanggilku Krystal. “ ucapnya memperkenalkan diri. Aku tersenyum puas dan kembali menatap ia yang sudah menatap kosong kearah danau.

“Kim Jongin imnida, biasanya orang akan memanggilku Kai. Aku mahasiswa Dongguk University lebih tepatnya mahasiswa pindahan dan jurusanku seni nggg Dance. “ ujarku panjang lebar balas memperkenalkan diri.

“Aku tidak bertanya..” ucapnya membuatku kembali harus menelan rasa pahit. Aku tersenyum pahit dan mulai beragrumen harus menutup mulutku rapat-rapat.

“…” Krystal bangkit dari duduknya, meninggalkanku tanpa sepatah katapun. Bahkan ia tidak mengucapkan salam perpisahan sebelum pergi.

“Mwoya? “ rutukku dan menepuk-nepuk pelan dadaku yang terasa sesak karena tingkah dinginnya itu.

Jongin Pov End

Krystal Pov

Seoul, 19.00 KST

Akhirnya, setelah sekian lama men menghabiskan waktu berjalan kian kemari sendirian aku bermaksud untuk pulang karena aku yakin tidak beberapa lama lagi Sica Eonnie akan pulang. Sesakali aku menghela nafas kecewa, tadi saat akan pergi aku terus tergelak bersama Sica Eonnie tapi kini? Hanya ada kesepian yang bergelayut manja bersamaku.

Aku sengaja untuk menghentikan langkahku sesekali sekitar semenit atau dua menit untuk lagi-lagi mengulur waktu sampai dirumah. Aku yakin Sica Eonnie masih belum sampai dirumah, dia pasti masih bersama Jinki Oppa.

Deeg!

Langkahku kembali terhenti saat melihat dihalte sana ada beberapa orang preman dengan berbagai coretan aneh ditangannya berdiri dan menatapku intens. Dadaku bergemuruh hebat saat mengetahui para preman bejat itu mendekatiku.

“…..” aku hanya bisa diam dan menatap takut sekaligus cemas preman-preman yang sudah mengelilingiku. Tatapan mereka sungguh menakutkanku, seolah-olah mereka ingin menerkamku saat ini.

“Omo! Yeoppo..” puji seorang preman berambut kecokletan pekat sembari mengelus-ngelus rambutku.

“…” Aku menghempaskan kasar tangan preman itu dari rambutku. Aku tidak ingin ternodai oleh namja namja bejat ini.

“Aish, dasar yeoja murahan. Bawa ia! “ suruhnya tak suka dengan tingkahku barusan. Ia menyuruh teman-temannya untuk membawaku kesebuah mobil yang tidak terlalu jauh dari halte ini.

Aku ditarik paksa menuju mobil bewarna silver yang tidak jauh didepan mataku, tapi entah dorongan darimana aku menggigit kedua tangan yang menggenggam erat tanganku. Aku berlari sekuat tenagaku, mencoba menjauhi preman itu tapi apalah daya karena preman itu mengejarku. Dan tanpa kusadari ada sebuah bongkahan batu didepanku yang siap siap menyandungku.

Bruuk!

“Aakh! Appo! “ isakku keras. Buliran air mata jatuh begitu saja dari mataku dan dengan menahan sakit yang menjalar dikaki kananku aku tetap berlari dan bersembunyi dibalik gang kecil. Syukurnya, aku selamat.

“Appo! “ ringisku lagi dan terduduk lemas digang kecil gelap dan sempit ini.

“Krys? Gwenchana? “ suara berat yang kuyakini seorang namja sukses menganggetkanku. Aku mendongak menatap sosok yang bertanya kepadaku. Jongin, namja itu disini dan menatapku dengan penuh khawatir.

Krystal Pov End

Jongin Pov

Aku berjalan gontai dibawah cahaya rembulan sembari bergidik geli saat anger menerpa lembut permukaan kulit badanku. Tiba-tiba saja aku melihat sosok yeoja yang kuyakini tengah ditarik oleh beberapa orang namja menuju mobil bewarna silver.

“Jung Soojung! “ pekikku khawatir dan mengikuti langkah Krystal yang sudah bebas dari kejaran preman itu. Aku masuk kedalam gang dimana Krystal tengah bersembunyi. Dari kejauhan aku bisa mendengar ringisan ringisan kecil.

“Krys? Gwenchana? “ tanyaku yang membuatnya terlonjak kaget. Ia mendongak kearahku, menatapku dengan mata yang berkaca-kaca.

“…” Krystal tak menyahut, ia hanya membenamkan kepalanya dibalik pelukan kakinya. Tak lama setelah itu, aku bisa mendengar suara isakan kecil yang keluar dari mulut Krystal. Ia menangis.

“Menangislah jika itu bisa membuatmu tenang..” seruku dengan suara pelan dan mengusap-ngusap pelan kepalanya.

5 menit berlalu dan kini Krystal sudah berhenti menangis. Ia bangkit dari duduknya, bermaksud akan pergi meninggalkanku. Ia menyeret-nyeret kakinya membuatku merasa sedih dan sakit melihatnya.

“Kau akan kemana? “ tanyaku. Bodoh! Tentu saja ia akan pulang Jongin, batinku.

Krystal menyeret-nyeret kakinya sembari menahan rasa sakit. Ia juga tidak menghiraukan pertanyaan yang kulontarkan barusan.

“Naiklah..” suruhku dan berjongkok didepannya.

“Huh? “ sahutnya kaget dan menatapku tidak percaya.

“Aku tidak tega melihatmu seperti ini Krys, naiklah. Aku akan mengantarkanmu pulang. “ suruhku lagi. Krystal terlihat ragu pada awalanya namun lama kelamaan ia mengalungkan tangannya dileherku dan hal itu sukses membuat debaran jantungku berpacu cepat.

“Go..go..gomawo Jongin-sshi..” bisiknya pelan dan mempererat pegangannya di leherku.

Jongin Pov End

-TBC-

Note : Mianhae karena baru bisa post soalnya laptop author rusak jadi ga bisa update. Hemeeh, maaf banget yaaa. Untuk next chapter bakalan diusahain secepatnya. Tolong tinggalkan jejaknya.

30 thoughts on “Day By Day [2/13]

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s