Gang of Hanjin High School (Chapter 1)

Gang of Hanjin High School

Title : Gang of Hanjin High School

Author : Kim Yeonah

Length : Chaptered

Genre : Angst, Fantasy, Romance

Rating : PG-15

Casts : EXO member and Jenny Choi (OC)

Plot is mine but the casts belong to God and their family..

Hanjin High School – 6 January 2014

Seorang gadis berjalan memasuki gerbang Hanjin High School yang megah. Sekolah ini dikenal sebagai sekolah orang-orang kaya bukan hanya sekolah biasa melainkan sekolah asrama. Sekolah ini telah berdiri selama bertahun-tahun lamanya jadi tak heran kalau sekolah ini terlihat seperti bangunan jaman dahulu dengan keindahan arsitektur tingkat tinggi. Di sekolah ini terdapat issue kalau selalu ada 2 geng yang berseteru dari tahun ke tahunnya. Anehnya di tiap generasi 2 geng itu selalu ada yang menamai timnya sebagai Dragon Team dan Wolf Team, nama itu tidak pernah berubah dalam bertahun-tahun itu seperti turun temurun. Juga 2 geng tersebut selalu mempunyai anggota yang terbilang tampan dan talented tentunya bahkan sempat terdengar juga kalau mereka memiliki kekuatan supernatural, telah terbukti dari generasi-generasi yang lalu kalau itu nyata tetapi belum ada yang pernah melihatnya di generasi ini

Okay let me introduce myself first, namaku Jenny Choi. Aku gadis blasteran korea-amerika. Aku lahir dan dibesarkan di New York hingga umurku 15 tahun kemudian dibawa ke Korea dan menetap disini bersama kedua orang tuaku. Ini hari pertama aku masuk ke Hanjin High School setelah sebelumnya aku bersekolah di salah satu High School yang ada di New York.

Ding Dong.. Lonceng besar yang terdapat di sisi sekolah ini berbunyi menandakan masuknya sekolah. Kalian pasti bertanya-tanya apa lingkungan di sekitar sekolah ini tidak terganggu dengan lonceng besar itu? tentu saja tidak, sekolah ini jauh dari masyarakat banyak layaknya sekolah asrama Hogwarts yang ada di film Harry Potter. Semua orang berlari berhamburan ke kelas mereka masing-masing tapi tidak denganku, tujuanku saat ini hanyalah bertemu dengan kepala asramaku Taeyeon saem di depan pintu asrama putri. Namun masalahnya kini aku tak tau dimana letak pintu asrama putri di sekolah yang sebesar ini tanpa sebuah peta

Have a hard time to find your place, baby ?” Aku hampir saja terjengkang kalau saja aku tidak berhasil menahan berat tubuhku. Tunggu sebentar, apa dia baru saja memanggilku dengan sebutan baby ?

I’m not your baby” ucapku dengan sinis meninggalkan pria itu dan melangkah cepat tanpa tujuan. Aku menoleh kebelakang namun aku tak menemukan sosok pria itu dan.. Bruk! Aku baru saja menabrak seseorang. Aku meringis dan begitu melihat wajahnya aku terkejut ‘How can?’ itulah kalimat yang baru saja terucap di dalam benakku

“Aku bisa membantumu, tenang saja aku tidak akan mengganggumu” ucapnya dengan seringaian kecil membuatku merinding “Tapi bukankah kau.. bagaimana kau bisa disini secepat itu?” Dia tak menjawab dan membalikkan badannya. Entah apa yang merasukiku aku mengikutinya tanpa tau dia akan membawaku kemana sampai akhirnya dia berhenti di depan gerbang asrama dan dia menunduk hormat pada yeoja yang berdiri di hadapannya

“Apa yang kau lakukan disini, Kim Jongin? Bukankah kau seharusnya berada di kelas?” ujar yeoja itu yang ternyata adalah Taeyeon saem “I just wanna help” jawab namja yang disebut-sebut bernama Kim Jongin sambil mengendikkan dagunya padaku setelahnya dia berlari dan langsung menghilang tanpa jejak

“Choi Jenny? Ikuti aku ke kamarmu” Aku membuntuti Taeyeon saem yang mengantar ke kamarku. Aku mengamati satu persatu kamar yang aku lalui. Di depan pintu kamar mereka terpampang nama siswi yang tinggal di dalamnya. Tepat saat Taeyeon saem berhenti, aku membaca nama yang tertera di pintunya disana terdapat namaku dan satu orang siswi lainnya. Taeyeon saem membuka pintu kamar dan menyerahkanku seragam, peta sekolah dan jadwal kelas. Dia juga menyuruhku menata barang-barang terlebih dahulu “ Setelah selesai kau dapat mengikuti kelas berikutnya. Kelasmu di ruang 1-B dan ini kunci lokermu. Ada lagi yang perlu ditanyakan?” Aku menggeleng sebagai jawaban “Bagus, kalau begitu saya tinggal” Taeyeon saem pergi dan tinggalah aku sendiri di kamar yang tampak seperti kamar hotel berbintang lima yang berhasil membuatku benar-benar ingin terlelap

*********

“Hei.. hei apa kalian tau kalau ada siswi baru yang akan masuk kelas ini. Kalau tidak salah namanya itu Choi Jenny” ucap Hakyeon memberitakan hal yang menurutnya hot news hari ini dan seperti apa yang terjadi sebelum-sebelumnya sesuatu yang dianggap hot news oleh Hakyeon tidak pernah salah. Seorang gadis baru dengan seragam Hanjin memasuki kelas 1-B. Dia memilih duduk dengan seseorang yang terkenal kingkas di kelas itu, Xi Luhan

“Kenapa kau harus duduk di sebelahku?” ucap Luhan dengan nada yang terdengar cukup dingin bagi Jenny

“Memangnya kenapa? Apa ada yang salah jika aku duduk disebelahmu?” Luhan menoleh dengan tatapan mata tajam “I don’t like it..” Seorang siswi pun tiba-tiba menarik Jenny untuk duduk disampingnya “Duduklah disampingku” ujar gadis dengan nametag ‘Jung Krystal’

“Kau Choi Jenny kan ? Siswi baru di sekolah ini ?” tanyanya lagi. Jenny hanya balas mengangguk “Kenalkan aku Krystal, aku yang akan menjadi roomate mu”

“Ne, Salam kenal” jawab Jenny seramah mungkin. Di pikirannya masih ada satu hal yang mengganjal, siapa namja itu? siapa dia menganggap dirinya berkuasa dan hanya menginginkan meja itu seorang diri

*********

School Cafetaria

Krystal mengajakku untuk makan di cafetaria namun aku sedang kehilangan selera makanku hari ini akibat namja tadi. Tidak lama setelah aku duduk mendadak suasana cafetaria yang tadinya ramai menjadi sunyi layaknya orang sedang menonton opera dan ya mereka memang memperhatikan perseteruan yang terjadi antara dua orang siswa. Salah satu siswanya adalah orang yang membantuku tadi pagi dan yang satunya berambut pirang. Tiba-tiba beberapa siswa lagi mendatangi siswa berambut pirang itu dan menjauhkannya dari Jongin.

“Sehun apa yang kau lakukan?” ucap namja berambut coklat kemerahan

“Kau pikir apa ?” sahut namja pemilik nama Sehun

“Kau tak perlu mempermasalahkan hal sepele dengannya, Oh Sehun”

“Memangnya kenapa ? Kau takut ? Dan masalahku itu bukanlah hal sepele!” ujar Sehun dengan nada setengah berteriak dan beranjak dari sana

Namja yang tadi kudengar dipanggil Sehun menabrakku hingga menumpahkan jus yang baru saja kuminum ke lantai bahkan tak mengucapkan kata maaf dari bibirnya itu “Maafkan Sehun” ucap namja dengan rambut coklat tua dan tubuh yang tidak seberapa tinggi jika dibandingkan dengan Sehun “Bukan kau yang seharusnya meminta maaf, Yixing” ucap namja dibelakangnya. Aku semakin bingung sebenarnya mereka itu apa ? Sekongkolan ? Atau semacam geng ? Hal ini harus masuk dalam list pertanyaanku pada Krystal

********

“Apa yang kau lakukan di cafetaria tadi?”  ucap namja dengan tinggi sekitar 189cm membuat ruangan itu menjadi hening seketika. Semua mata menatap kearah seorang namja yang berpenampilan urakan, Kim Jongin atau sebut saja Kai

“Aku tidak melakukan apapun” jawab Kai santai sambil menaikkan kakinya keatas meja. Kemeja Kai pun menjadi sasaran kekesalan namja bernametag ‘Wu Yifan’ namun sebelum hitungan 1 detik namja itu telah lenyap dari pandangan semua orang.

Get that boy” perintahnya kepada 4 siswa lain yang ada disana. Mereka pun segera berpencar mencari namja itu. Namun tetap saja mereka selalu kalah cepat dengan Kai

Jenny sedang duduk di taman belakang sekolah yang sangatlah luas ketika tiba-tiba seseorang duduk disampingnya tanpa mengucapkan apapun “What are you doing here ?” tanya Kai pada Jenny namun Jenny tidak menanggapinya dan tetap membaca novel yang dia pegang. Kai mengambil novel itu dari tangan Jenny membuat Jenny menoleh dan hampir saja bibir mereka bersentuhan. Jenny langsung bangkit dari sana meninggalkan Kai namun lagi-lagi kejadian yang seperti tadi pagi terulang kembali. Kini Kai sudah berdiri tepat di depannya dengan seringaian kecil persis seperti tadi pagi “Kau itu sebenarnya apa?”

“Aku? Haha tentu saja aku manusia”

“Tapi kau aneh” Kai menunjukkan seringaian lagi dan kali ini dia memajukan wajahnya mendekat dengan wajah Jenny namun tiba-tiba gerakannya terhenti, dia tidak dapat maju lebih dekat lagi “Wanna kiss this girl, huh?

None of your business, Luhan” Jenny menatap Luhan dan Kai bergantian. Mata Luhan menatap tajam kearah Kai “Kim Jongin!” Tiba-tiba 4 orang siswa menghampiri Kai, mereka pun ikut menatap Luhan intens. Luhan langsung menarik tangan Jenny pergi dari sana

“Lepaskan aku!” ucap Jenny ketika mereka sudah berada jauh dari Kai dan teman-temannya. Tanpa sebuah penentangan, Luhan melepaskan tangan Jenny dan meninggalkannya “YA! Kau mau kemana?” teriak Jenny yang tidak dianggap oleh Luhan. Jenny menoleh kebelakangnya dan mendapati dia diantar kembali ke pintu gerbang asramanya “Rupanya namja itu baik” batin Jenny sambil tersenyum

Jenny menutup pintu kamarnya dan telah mendapati Krystal yang sedang membaca majalah di tempat tidurnya “Kemana saja kau?” tanya Krystal begitu Jenny duduk di atas tempat tidur “Aku habis dari taman” Krystal menatap wajah Jenny dengan tatapan menyelidik “Ke taman? Tapi kenapa wajahmu berseri-seri seperti itu?”

“Berseri-seri? Ahh tidak kau salah lihat saja”

“Aku tidak salah lihat, ayo ceritakan kau bertemu dengan siapa”

“Hmm.. Xi Luhan”

“Luhan? Dia yang membuatmu begini? Kau tidak jatuh cinta padanya bukan?”

“Tentu saja tidak, lagipula ada satu hal yang ingin aku tanyakan. Sebenarnya Luhan dan Jongin itu siapa? Ah dan Sehun juga kenapa mereka tampaknya bersikap semena-mena”

“Kau tidak tau? Mereka itu anggota dari Dragon Team dan Wolf Team” Jenny menggaruk kepalanya yang tak gatal karena bingung dengan penjelasan Krystal

“Begini, di sekolah ini ada 2 tim namanya Dragon Team dan Wolf Team yang melegenda di sekolah ini karena di tiap 3 angkatan selalu ada tim ini, masing-masing tim memiliki 6 anggota. Seluruh anggotanya katanya memiliki kekuatan supernatural yang tidak dimiliki orang seperti kita namun mereka tidak bersatu malah mereka berseteru. Kekuatan Dragon Team lebih mengarah ke elemen panas sedangkan Wolf Team mengarah ke elemen dingin. Bacalah buku ini” Krystal menyerahkan sebuah buku berwarna coklat. Disana terdapat foto anggota Dragon Team dan Wolf Team di angkatan ini

wu-yi-fan

“Ini ketua Dragon Team, Wu Yifan. Dia lahir di Canada. Akrab dipanggil Kris. Tingginya mencapai 189cm. Kekuatannya adalah flight dan dia punya naga api yang tersembunyi di belakang sekolah ini. Berhati-hatilah dengan dia karena dia tak mudah memaafkan kesalahan seseorang”

byun-baek-hyun

“Yang ini adalah Byun Baekhyun. Dia sebenarnya tidak sombong seperti anggota lainnya, dia mudah tersenyum. Dia pandai hapkido juga bermain piano. Kekuatannya adalah light mungkin menurutmu light akan sangat membantu tapi ternyata itu juga dapat membunuh”

park-chan-yeol

“Berikutnya dia adalah Park Chanyeol. Dia adalah seorang playboy. Dengan tinggi yang semampai dan rayuan yang jitu dia mampu mendapatkan gadis semudah membalikkan tangan. Kekuatannya adalah flame atau api. Api itu tidak akan mengganggumu kecuali kau membuatnya marah dan kuperingatkan dia punya phoenix yang tersembunyi entah dimana”

kim-jong-dae

“Yang satu ini si jenius dari Dragon Team, Kim Jongdae atau panggil saja Chen. Dia adalah anggota yang terpintar, dia berhasil membuat karya ilmiah sendiri dan selalu mendapat rank 1 seangkatannya. Kekuatannya adalah lightning. Dia tak sebaik tampilan luarnya. Dia sering memberikan tatapannya yang seperti kilat pada orang lain”

do-kyung-soo

“Dia Do Kyungsoo. Dia sama seperti Baekhyun, ramah terhadap orang lain namun jangan pernah menyepelekannya. Jika dia marah dia dapat menghancurkan lantai pijakanmu karena kekuatannya adalah earth. Tetapi selain itu dia meraih prestasi di bidang tarik suara”

kim-jong-in

“Namja yang satu ini adalah sang pelanggar aturan. Dia selalu saja melanggar peraturan sekolah setiap harinya selain itu dia juga sering mendekati berbagai yeoja hanya untuk kesenangan namun dia hebat dalam hal tari. Selain itu dia juga bekerja sebagai model jadi pasti kau tidak asing dengan wajahnya. Dia mungkin terlihat innocent tapi jika seringaiannya muncul kau tidak menemukan wajah innocent nya lagi. Kekuatannya adalah teleportation

xi-lu-han

“Yang satu ini aku yakin kau sudah kenal, Dia adalah Xi Luhan pemimpin dari Wolf Team dan dia jugalah yang berhasil membuatmu berseri-seri. Dia dikenal sebagai Prince di sekolah ini. Kudengar dia anak dari orangtua yang broken home itulah sebabnya kenapa dia bersikap dingin padahal dia itu sebenarnya anak yang baik menurutku. Oh ya, kekuatannya adalah telekinesis mampu mengendalikan apapun hanya dengan pikiran”

kim-min-seok

“Namanya adalah Kim Minseok namun akrab dipanggil Xiumin. Dia sama seperti Luhan, berasal dari keluarga yang broken home namun Xiumin dikenal lebih mudah akrab dengan teman-teman sekelasnya kecuali anggota Dragon Team tentunya. Dia handal dalam hal renang. Dia sudah sering menjuarai perlombaan itu. Kekuatannya adalah frost yaitu dapat membekukan sesuatu”

kim-joon-myeon

“Ini Kim Joonmyeon, dia adalah sang wajah malaikat itu dia sebabnya dia diberi panggilan Suho yang artinya ‘guardian’ dia adalah anak dari pengusaha besar di Korea Selatan. Wajah tampan dan baik hati belum cukup untuk menggambarkan dirinya. Dia menjabat sebagai Ketua OSIS di sekolah jadi kau pasti akan sering melihatnya. Kekuatannya adalah water dia dapat mengendalikan air”

zhang-yi-xing

“Zhang Yixing panggilannya Lay dari luar mungkin dia terlihat dingin tetapi sebenarnya dia sangat baik hati dia pun tak segan untuk meminta maaf padahal bukan dia lah yang seharusnya minta maaf. Kekuatannya adalah heal, menyembuhkan seseorang yang terluka”

huang-zi-tao

“Sang wushu panda, Huang Zitao. Berasal dari China dan kurang pandai berbahasa Korea. Seperti julukannya dia pandai melakukan wushu karena dia memang dilatih untuk belajar itu di China. Dia sering bermain-main dengan waktu karena memang itulah kemampuannya yaitu time control dapat menghentikan waktu bahkan memutar kembali waktu”

oh-se-hun

The last, anak dari CEO sebuah entertainment besar di Korea, Oh Sehun. Dibalik wajah dan kelakuannya yang dingin sebenarnya dia baik hanya saja karena dia pernah bermasalah dengan Kai dia berubah drastis menjadi ice prince bahkan kudengar mereka sering berkelahi di sekolah dan membuatnya mulai dijuluki pelanggar aturan sama seperti Kai. Kekuatan yang dia miliki adalah wind

“Masing-masing dari mereka punya simbol kekuatannya sendiri. Kau mungkin dapat menemukannya dalam bentuk kalung atau mungkin semacamnya tapi sebenarnya mereka punya tanda di tubuh mereka yang tidak dapat orang biasa lihat” Jenny mengangguk mengerti atas penjelasan panjang lebar dari Krystal.

Hari sudah menjelang malam. Krystal dan Jenny pun memutuskan untuk melanjutkan tugas mereka masing-masing. Krystal menata kamar mereka dan merapikan seragam yang akan ia kenakan besok sementara Jenny menyalin catatan setumpuk yang baru saja diberikan gurunya untuk mengejar ketertinggalannya di sekolah

*********

Sudah 2 jam lamanya sejak dia memulai menyalin catatan-catatan itu namun tak kunjung selesai juga dan kepalanya sudah penat akibat tulisan-tulisan mungil itu. Jenny pun memutuskan untuk mencatat diluar asrama sambil mencari udara segar. Taman sekolah lah yang menjadi sasarannya tetapi disana dia menemukan seseorang yang tengah duduk di kursi taman. Berpura-pura tak melihat orang itu, Jenny duduk di sampingnya setidaknya supaya dia tak duduk sendirian. Awalnya dia berpikir kalau orang itu akan memberikan tanggapan karena dia duduk di sebelahnya tanpa bicara apa-apa namun ternyata orang itu hanya diam dan membiarkannya duduk disana. Jenny menoleh sedikit demi sedikit kearah orang itu. dia mengenali orang itu namun dia hanya tetap diam tanpa suara

“Ternyata dia tidur” pikir Jenny. Tiba-tiba orang itu terbangun dan menatap Jenny lekat-lekat dari samping “Siapa yang kau bilang tidur ?” ucapnya namun dengan cepat Jenny melanjutkan catatannya. Tangan Jenny terhenti. Ya, dia tak dapat menggerakkan tangannya untuk menulis “Xi Luhan! Stop it!

Stop what?” Jenny geram karena Luhan pura-pura tidak tau “Biarkan tanganku bergerak!!” ucap Jenny berteriak dan kebetulan kepala asrama perempuan sedang lewat. Luhan langsung membungkam mulut Jenny dan menyuruhnya bersembunyi di balik tembok. Luhan melepas tangannya dari mulut Jenny “Are you crazy? Kau bisa membuat kita kena hukuman untuk membersihkan sekolah ini, kau tau?” Jenny menggeleng “Tapi bukankah itu bukan pekerjaan berat untukmu kau kan bisa mengendalikan benda jadi kau bisa saja menggerakan sapu untuk membersihkannya sendiri” Kalimat yang Jenny lontarkan sukses membuat Luhan menoyor kepala Jenny “Not that easy, stupid. Guru akan mengawasi kita dan tentu hal itu tak diperbolehkan”

“Lagipula murid baru sepertimu tau apa tentang kekuatanku?” ucap Luhan ketus pada Jenny

“Aku sudah tau tentang Team mu itu”

“Jadi kau sudah tau tentang kekuatanku tapi bahkan kau belum membaca buku peraturan sekolah? Betapa menyedihkannya dirimu” Jenny bangkit dari kursi dan menghentakkan kakinya di tanah “Kau tau kau menyebalkan Xi Luhan. Kucabut kata-kataku tadi siang yang mengatakan dirimu itu baik” Jenny tersadar apa yang baru saja dia katakan. Dia memukuli mulutnya pelan dan bergumam sendiri namun terlambat Luhan sudah mendengar kalimat itu dan dia yakin kalau Luhan akan semakin besar kepala.

Jenny pun dengan kesal melangkah pergi dari sana, Luhan yang tersenyum penuh kemenangan membiarkan Jenny pergi begitu saja menuju lorong yang sudah gelap. Setelah berjalan cukup jauh tiba-tiba “Ehm..” Ada suara yang berasal dari punggung Jenny. Tubuh Jenny seketika dia merinding, dia tau itu bukanlah hantu melainkan seorang guru yang siap memberikan hukuman padanya. Taeyeon saem menyalakan senter dan menyorotkannya ke Jenny “Darimana saja kau?” Jenny mengangkat buku catatannya “Aku habis mencatat sekaligus mencari udara segar” Tubuh Jenny masih gemetar ketakutan menunggu jawaban guru ini “Hei kau yang disana! Ayo kesini” Taeyeon saem menjewer telinga Luhan ketika dia sudah berjalan mendekat

“Apa kau berduaan dengannya malam-malam begini?” Jenny dengan sigap menggelengkan kepalanya disusul dengan ucapan dingin dari Luhan “Aniya, untuk apa aku berduaan dengan gadis bodoh ini” Seketika Jenny membulatkan matanya dan mengarahkannya pada Luhan tetapi tentu saja namja itu tak melihatnya karena keadaan sekitar agak gelap hanya ada penerangan senter “Besok pagi temui aku di kantor” ucap Taeyeon saem kemudian pergi memeriksa murid lain

“Ini semua karenamu murid baru” ujar Luhan dingin kemudian pergi dari sana tanpa menunggu sepatah kata dari Jenny

Dengan lemas Jenny masuk ke kamarnya dan langsung menjatuhkan dirinya ke atas tempat tidur. Teman sekamarnya ternyata sudah tertidur pulas “Kalau begini jadinya lebih baik aku tidak keluar” sesal Jenny dan akhirnya dia terlelap

*********

Kringgg.. Alarm di kamarnya telah berbunyi namun Jenny masih enggan bangun. Krystal menggoyang-goyangkan tubuh Jenny dengan kencang agar membuatnya bangun dan pergi mandi “Yaaa Jenny bangunn ini sudah pagi kau akan telattt!” teriak Krystal tepat di samping teling Jenny “Arrayo aku akan bangunn” Jenny dengan malas masuk ke kamar mandi. Hari ini adalah hari yang paling tidak ia inginkan. Dia akan diberi hukuman dengan Xi Luhan? Mungkin murid yeoja lain mau dihukum bersamanya namun tidak denganku. Dia terus saja mengataiku bodoh memangnya aku apa? Bahkan orang tuaku sendiri belum pernah mengeluarkan kata-kata bodoh padaku

Jenny POV

Aku melangkah dengan berat hati menuju kantor Taeyeon saem tapi tetap saja aku sampai dengan cepat menuju ruangan yang aku tuju. Aku meraih kenop pintunya dan begitu juga dengan namja itu, Luhan. Aku segera melepas tanganku dan dia meneruskan membuka pintunya tanpa menoleh padaku

“Ah, kalian disini pada akhirnya”

“Saem akan menghukum kami?” tanyaku. Kulihat Luhan menertawai Jenny dalam diam

“Tentu saja Jen, memangnya kau pikir aku memanggil kalian kesini untuk memberi kalian hadiah atas pelanggaran kalian?” Aku pun bungkam dan Taeyeon saem langsung memberitahu hukuman apa yang akan aku jalani bersama ketua serigala ini

“Bersihkan lantai sekolah ini sampai bersih” Hanya satu kalimat yang sukses membuat aku membulatkan mataku. Aku belum pernah disuruh membersihkan lantai sebelumnya. Luhan berjalan lebih dulu dan aku membuntutinya dibelakang menuju ruang perkakas pembersih sekolah

“Jangan ikuti aku seperti itu!” ucap Luhan lalu menarikku berdiri disampingnya “Jangan membuatku malu di hadapan Dragon Team, got it? ” Aku mengangguk menuruti perintahnya dan terus berjalan di sampingnya

Bel sekolah berbunyi. Anak-anak memasuki kelasnya masing-masing dan inilah waktunya aku menjalankan hukumanku “Pegang ini” ucap Luhan sambil menyerahkan ember dan pel padaku sementara dia meraih ember dan pel lainnya

“Haha lihatlah siapa yang menjadi pembantu di sekolah ini” ujar namja yang kurasa adalah Kris, ketua Dragon Team. Dia menujukan kalimat itu untuk Luhan. Dapat kulihat raut wajah Luhan yang semakin bertambah kesal atas perlakuan yang dia terima

I’m not the cleaning service” jawab Luhan dengan penekanan pada setiap katanya

But, you’re the cleaning service for a day Haha” ucap Kris dengan tawa mengejek lalu pergi meninggalkan kami berdua. Luhan tampak sangat marah bahkan dia membawa barangnya dengan kasar “It’s all your fault” omel Luhan begitu melewatiku

Aku mengelap peluh yang turun membasahi wajahku. Sesekali aku melihat kearah Luhan yang serius mengerjakan hukumannya tanpa mengelap peluh yang sudah membasahi wajahnya “Kau tak akan menyelesaikan pekerjaanmu jika kau terus memperhatikanku” ucap Luhan yang membuatku tersadar dan kembali bekerja

*********

Aku dan Luhan beristirahat di sebuah kursi. Luhan memberikanku sebuah minuman kaleng yang baru saja dia beli di cafetaria “Gomawo” ucapku. Luhan hanya memberikan anggukan singkat lalu meneguk hampir setengah kaleng minuman itu

“Kita masih harus membersihkan bagian sana” ucap Luhan sambil menunjuk bagian lorong sebelah timur. Aku pun meraih pel dan berdiri “Kalau begitu kita selesaikan supaya lebih cepat selesai” Aku berjalan kesana sendirian. Luhan masih duduk dan menghabiskan minumannya baru menghampiriku yang sudah mulai mengepel. Aku menggeser ember dengan kakiku sementara tanganku tetap menggerakkan pel ke kanan dan ke kiri. Aku bekerja secepat mungkin agar cepat selesai. Namun tidak kusangka ternyata ada air yang tumpah jadi aku hampir terpleset kalau saja Luhan tidak menarik tanganku

“Kau harus lebih hati-hati” ucap Luhan

Dia menarik tubuhku lebih mendekat dengan tubuhnya. Dia masih menahan punggungku dan aku merasa jantungku berdebar-debar setiap dekat dengannya. Apa aku jatuh cinta dengan sang ketua serigala ini ?

“Ternyata kau cantik juga, stupid

To Be Continued

first FF yang bergenre fantasy gini, gimana menurut kalian ? bagus atau jelek ? terlalu singkatkah ceritanya ? kekeke semoga kalian puas ya sama ceritanya don’t forget commentnya, author tunggu okee😉

148 thoughts on “Gang of Hanjin High School (Chapter 1)

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s