Chapter 2 : My Smart Boy

msmartboy

Tittle : My Smart Boy

Author : rinaizawa / @hellosydney92

Cast : Byun Baek Hyun & Lee Ye Bin

##

~ Previous ..

Setelah mandi dan berpakaian, Ye Bin memutuskan untuk memeriksa tugas Baekhyun tadi. Ia mengambil buku Baekhyun yang masih ada di dalam tasnya. Ia mengecheck semua jawaban Baekhyun. Sungguh ia tak percaya, dari 6 soal yang diberikan hanya 2 yang benar diisi Baekhyun.

“Sebenarnya apa yang dipikir namja ini??” Ujar Ye Bin pada dirinya sendiri. Ia memutuskan untuk menelfon Baekhyun. Tapi ia tidak mempunyai nomor ponselnya. Tiba-tiba saja Ye Bin teringat kepada Chanyeol. Ia pun meminta nomor Baekhyun kepada Chanyeol karena ia tahu Chanyeol adalah teman dekat Baekhyun.

##

Baekhyun membuka matanya dengan malas. Tubuhnya sedikit menggeliat. Sebuah deringan ponsel sukses membuatnya terbangun. Ia pun mengangkat telfonnya.

“Halo.”

“Aku Lee Ye Bin.”

“Siapa?”

“Kau tidak mendengarkannya hah?! Aku Lee Ye Bin.”

“Ye Bin?!? Ada apa kau menelfonku? Dan darimana kau mendapat nomerku?”

“Bukan urusanmu darimana aku mendapat nomormu. Aku hanya ingin mengoreksi tugasmu. Kenapa hitungan mu 2×3 sama dengan 5? Apa kau tidak bisa perkalian? Lalu kenapa 6+3-3 sama dengan 3? Benar-benar aneh sekali hitunganmu.”

“Ya ! Sudah untung aku bisa menjawabnya.”

“Untung kata mu? Itu bukan untung. Tapi nasib karena kau hanya bisa menjawab 2 soal.”

“Baguslah kalau 2 soal.”

“Ya! Kenapa kau senang ketika betul 2? Seharusnya kau malu. Kau rugi saja wajahmu tampan, tapi otakmu! Huh!”

“Kau iklas tidak mengajarku? Jika tidak, lebih baik mengundurkan diri saja.”

“Tidak. Aku tidak akan mundur sebelum kau bisa berhasil dalam belajar.”

“Haah ~Terserah kau saja.”

Ye Bin merebahkan tubuhnya di kasur. Ia memejamkan matanya dan mengingat pembicaraan di telefon barusan. Baekhyun menganggapnya remeh? Sepertinya begitu. Tapi, seorang Byun Baekhyun belum melihat tekad seorang Lee Ye Bin. kita lihat saja nanti bagaimana hasilnya.

##

Seperti biasa, setiap pulang sekolah Ye Bin menuju kelas Baekhyun untuk mengajarnya. Walaupun mereka setingkat, kelas mereka berbeda. Ye Bin membereskan bukunya dan memasukkannya kedalam tas.

“Ye Bin-a .” Panggil seseorang.

“Oh kau Sehun. Ada apa?” Balas Ye Bin saat melihat orang yang memanggilnya.

“Mau pulang bersama?” Tawar Sehun.

“Maaf aku harus mengajar Baekhyun terlebih dahulu.” Tolak Ye Bin halus.

“Oo. Jadi kau yang mengajarnya sekarang?” Tanya Sehun.

“Iya.” Ye Bin hanya tersenyum.

“Yasudah. Aku duluan dulu. Sampai jumpa.” Sehun tersenyum.

“Kembali.”

##

-Baekhyun POV-

Setelah ia menjelaskan materinya, ia memberiku 3 buah soal. Lebih sedikit dari yang kemarin. Namun soal ini sangatlah sulit bagiku. Aigoo .. Bagaimana ini? Apa aku harus bertanya padanya? Ku lirik ia sedang serius membaca novel. Aku jadi tidak enak menganggunya.

“Ada apa?” Tanyanya tanpa mengalihkan pandangannya dari novel. Aissh !

“Tidak.” Jawabku singkat. Ia meletakkan novelnya lalu menghampiriku. Kenapa jantungku berpacu lebih kencang? Jangan-jangan aku menyukainya?

“Yang mana tidak kau mengerti?” Tanyanya.

“Aku mengerti kok.” Elakku.

“Jangan bohong.” Ia menatapku sambil tersenyum sinis.

“Baik. Baik. Aku tidak mengerti semuanya.” Jawabku kesal.

Ia tertawa mendengar jawabanku. Aissh Byun Baekhyun ! Kau membuat dirimu malu di hadapannya.

“Sudahlah. Tidak usah malu. Aku akan mengajarmu sampai kau mengerti. Sekarang perhatikan ini baik-baik.” Ujarnya.

Ia mengajarku dengan lembut. Berbeda dengan Ahreum, Sora, Jiyeon, dan lain-lain. Ia sungguh benar-benar mengajarku. Benar kata Chanyeol, yeoja ini cantik nan pintar. Siapa pun pasti ingin memilikinya.

“Sudah mengerti?” Tanyanya membuyarkan lamunanku.

“Ah –Iya.” Jawabku tergagap.

Ia mengerinyitkan dahinya. “Sungguh”

“Iya. Sudah sana pergi.” Ku suruh ia menjauh dariku. Ia hanya terkekeh pelan. Aku pun fokus kembali pada soal itu.

##

Ahh ~ akhirnya selesai juga. Ku lihat dia masih fokus pada novelnya. Aku pun berjalan mendekatinya dan memberikan bukuku.

“Oh? Sudah siap?” Tanyanya.

“Sudah.” Jawabku kembali ketempat dudukku.

“Baiklah. Akan kuperiksa sekarang.” Ia memamerkan senyumnya yang hampir membuat jantungku berhenti berdetak. Yeoja ini sangat lah cantik, apalagi ketika tersenyum. Aigoo… Sepertinya kata-kata Chanyeol telah merasuki pikiranku.

Hening. Tidak ada pembicaraan antara aku dengannya. Ia masih sibuk memeriksa bukuku. Sedangkan aku hanya memainkan penaku yang sedari tadi ku pegang.

“Bagus.” Ujarnya kini di hadapanku.

“Maksudmu?”

“Lihat saja sendiri.” Ia menyerahkan buku ku. Akupun membukanya. Apa? Aku benar semua? Benarkah ini? Bukan mimpikan? Sangat jarang seorang Byun Baekhyun bisa benar semua dalam pelajaran matematika. Sejarah apa ini?? Semenjak duduk dari kelas 10 baru kali ini aku mendapat 100! Terima kasih Tuhan. Ini semua berkat-Mu dan –Ye Bin tentunya.

“Terimakasih Ye Bin.” Refleks aku memeluknya karena kegirangan. Aku pun melepaskannya dan menggosok leherku karena malu. Ia terlihat sedikit shock. Aigoo !!

“Maaf.” Aku sedikit menunduk.

“Tidak apa. Sebenarnya soal seperti ini sangat mudah. Tergantung juga kalau kau mau mengerjakannya bersungguh-sungguh. Kau bisa kan?” Aku mengangguk.

“Masih perlu ku ajari matematika lagi?” Tawarnya.

“Heum. Nanti saja kalau ada ulangan. Kau mau mengajariku?” Tanyaku hati-hati.

“Iya. Tentu saja. Itu memang menjadi tugasku.” Jawabnya. Syukurlah.

“Baiklah. Aku pulang dulu. Besok kita belajar tentang fisika ya. Sampai jumpa.” Ia membungkuk sesaat kepadaku lalu berjalan mendahuluiku. Benar-benar sopan.

“Sampai jumpa kembali.”

##

-Ye Bin POV-

“Aku pulang.” Ucapku saat memasuki rumah. Sepi. Sepertinya Hyunwoo sudah pergi. Tapi kemana? Lebih baik aku kekamar saja. Mandi, belajar sebentar, lalu istirahat. Baiklah, bathroom I’m coming

Akhirnya selesai juga. Setelah memanjakan tubuhku dengan air selama satu jam. Sebenarnya ini hampir membuat ku kedinginan, tapi karena cuaca kebetulan sedang panas, jadi ini cuma terasa seperti biasa bagiku. Ahh .. Nasib beruntung memang sedang berpihak padaku.

Setelah selesai berpakaian, aku beralih ke bukuku. Tiba-tiba saja pikiranku kembali saat Baekhyun memelukku tadi. Aigoo ~ kenapa kejadian ini teringat lagi? Kenapa jantungku berdetak lebih kencang saat Baekhyun memelukku? Apa jangan-jangan aku menyukai Baekhyun? Tidak! Tidak Ye Bin-a ! Sadarlah, mana mungkin Baekhyun menyukai yeoja sepertimu. Huh !

##

-Baekhyun POV-

Sudah hampir sebulan aku berguru  alias belajar bersama Ye Bin. Dan syukurlah nilai-nilaiku akhir-akhir ini meningkat. Bahkan Park sonsaengnim sangat bangga kepadaku, bukan kepadaku, tapi kepada Ye Bin yang mampu mengajarku sampai kembali ke sifat ku yang dulu. Ahh ~ Andai saja aku pura-pura tidak makin pandai, mungkin aku bisa lebih lama dengan Ye Bin. Entah kenapa semenjak pertemuan pertama itu, aku langsung menaruh hati  padanya. Ia berbeda dengan yeoja lain yang pernah ku temui. Setiap bertemu dengannya tanganku menjadi dingin, lidahku seakan-akan sulit untuk berbicara, bahkan menatapnya saja hampir membuatku terdiam seperti patung.

“Byun Baekhyun ! Kenapa kau melamun?!” Suara itu mengagetkan ku saja. Hampir saja jantungku melompat karena teriakannya. Aish! Chanyeol, Awas saja kau !!

“Apa urusanmu ?” Balasku.

“Urusanku? Jelas saja urusanku. Kau tahu, sejak kau melamun tadi semua orang membicarakan kalau kau seperti orang idiot tahu!” Ujar Chanyeol kesal.

“Apa? Idiot? Apa mereka tidak tahu kalau aku sekarang sudah pintar?” Seenaknya saja mereka berkata seperti itu.

“Siapa yang menyuruhmu melamun? Kau tahu, tadi Ye Bin tertawa kecil saat melihat tingkahmu tadi.” Terang Chanyeol yang membuat pipiku menjadi merah.

“Benarkah? Ia pasti menertawakanku.” Ku tutupi wajahku dengan kedua telapak tanganku.

“Aku sudah bilang ia tertawa melihatmu!” Chanyeol mengalihkan pandangannya. Tak lama kemudian Jung songsaengnim pun masuk. Beliau adalah guru matematika. Walaupun ia yeoja, guru yang bernama lengkap Jodie Jung ini kalau marah akan mengeluarkan jurusnya dan membuat semua siswa harus berlindung . Oleh karena itu, selama pelajaran Jung songsaenim berlangsung, siswa dilarang membuat kericuhan dan melirik kiri kanan.

“Selamat pagi.” Ujarnya lembut. Kalau moodnya sedang baik, seperti inilah dia.

“Selamat pagi.” Balas kami kompak.

“Baiklah semuanya, hari ini kita akan belajar tentang eksponen dan besoknya kita akan ulangan bab 5.” Terangnya.

Apa?  Ulangan? Berarti aku harus meminta Ye Bin untuk mengajarku hari ini.

##

-Author Pov-

Ye Bin mengemaskan bukunya sembari menunggu Baekhyun. Hari ini ia akan mengajar Baekhyun di kelasnya. Ia sudah mengirimkan sebuah pesan untuk menyuruh Baekhyun kekelasnya dan untung saja Baekhyun tidak menolaknya.

“Kau mengajar lagi Ye Bin-a?” Tanya Sehun yang sedang membereskan bukunya.

“Iya. Kenapa??” Ye Bin masih saja mengemaskan buku-bukunya.

“Padahal aku ingin mengajakmu karaokean bersama In Na. Oiya, aku lupa memberi tahu kalau In Na sudah balik ke korea kemarin. Tapi ia hanya seminggu disini.” Jelas Sehun.

“Apa? In Na? Jung In Na?” Tanya Ye Bin histeris. Ya, Ye Bin tak menyangka kalau teman lamanya itu kembali ke korea walaupun sebentar. Dulu mereka -Sehun, In Na, Ye Bin- kemanapun selalu pergi bertiga. Namun semenjak In Na pindah ke Jepang, kini tinggal Sehun dan Ye Bin yang kemanapun berdua. Walau sekarang sudah jarang.

“Biasa saja ekspresimu itu.” Sehun memakai ranselnya.

“Aku ingin sekali kita seperti dulu.” Rengek Ye Bin.

“Bagaimana nanti malam saja?” Tawar Sehun.

“Malam ya?” Ye Bin yerlihat berpikir. “Baiklah. Nanti malam saja.” Ye Bin mengangguk senang.

Tiba-tiba saja angin berhembus sekali namun kencang. Membuat debu masuk ke mata Ye Bin.

“Eungh.” Ye Bin merasa matanya kemasukkan sesuatu.

“Kau tidak apa?” Tanya Sehun khawatir.

“Mataku .. Bisa kau tiupkan sebentar Sehun-a? Ini terasa perih.” Ujar Ye Bin dengan mata terpejam.

“Baiklah.” Sehun mendekatkan wajahnya dengan Ye Bin dan meniup matanya. Dan disaat itu pula Baekhyun datang dan melihat kejadian itu berpikir kalau Ye Bin dan Sehun sedang berciuman. Hatinya terasa sakit. Ia pun hendak berbalik, namun sebuah suara mencegahnya.

“Baekhyun-ah ..”

Baekhyun POV-

Kali ini Ye Bin menyuruhku untuk kekelasnya karena ia ingin sekali-kali di kelasnya. Aku pun bersiap-siap membereskan bukuku. Dan aku juga sudah mengatakan kalau aku besok ada ulangan. Aku jadi tidak sabar untuk belajar bersama Ye Bin.

##

“Baiklah.”

Sebentar, itu bukannya suara Sehun? Apakah ia sedang bersama Ye Bin? ku langkahkan kakiku untuk masuk kekelas mereka. Astaga! Pemandangan apa yang barusan aku lihat? Mereka ber–ciuman? Apa mereka berpacaran?

Hatiku sedikit sakit melihat mereka seperti itu. Sabar Byun Baekhyun. Sabar. Lebih baik aku pergi saja dari sini.

“Baekhyun-ah..”

Seseorang menghentikan langkahku. Siapa lagi kalau bukan Ye Bin.

“Maaf kalau aku menganggu kalian.” Ujarku dingin tanpa menoleh sedikitpun.

“Tidak. Kau tidak menganggu. Tadi –”

“Sudahlah.” Potongku cepat.

“Aku pamit dulu ya. Silahkan kalian mulai belajar. Annyeong.” Sehun mendadak pergi meninggalkan Ye Bin dan aku.

“Sehun-ah ..” Panggil Ye Bin. Sehun pun menoleh. “Terima kasih.”

Aku hanya bisa menahan sedikit rasa kecewa di hatiku mendengarnya. “Sama – sama .” Sehun kembali melanjutkan perjalanannya.

“Baekhyun. Mari– kita belajar. Kau besok ulangankan?” Tanyanya takut. Aku hanya mengangguk malas.

##

Selama aku mengerjakan tugas yang diberikannya, tak ada satupun di antara kami yang berbicara. Biasanya kalau tidak dia pasti aku yang memulai pembicaraan. Tapi semenjak kejadian tadi, aku jadi malas membuka suaraku. Ku serahkan tugasku padanya lalu ku ambil tas dan bergegas untuk segera pulang. Aku lagi tidak mood saat ini.

“Kau mau kemana?” Tanyanya.

“Pulang.”

Tiba-tiba hujan turun dengan derasnya. Untung saja aku membawa mobil hari ini. Kalau tidak mungkin aku akan kebasahan jika pulang dengan motor. Ku lirik sekilas, ia sudah selesai memeriksa punyaku dan membereskan bukunya.

“Ini bukumu. Hanya salah satu. Tapi sudah aku perbaiki kok. Semoga besok tidak ada yang salah ya.” ia menyerahkan bukuku. Ia tersenyum padaku.

“Iya.” Balasku dingin.

“Baekhyun-ah .” Panggilnya lagi.

“Hem.”

“Aku–Aku — Boleh menumpang denganmu tidak? Ini hujan deras. Aku lupa membawa payung.” Pintanya.

“Suruh saja Sehun menjemputmu.” Tolakku ketus. Sebenarnya aku tidak tega menolak permintaannya. Tapi emosi ku yang menyuruh untuk menolaknya. Maaf Ye Bin-a. Sungguh aku minta maaf.

-Ye Bin POV-

Tak kusangka ia menolakku seperti ini. Sepertinya ia benar-benar marah padaku. Tapi ia salah paham atas kejadian tadi. Aku berusaha untuk tersenyum sambil menahan airmataku.

“Yasudah. Tidak apa.” Kataku seraya tersenyum getir. Ia pun melangkah memasuki mobilnya yang kemudian melaju dengan sedikit cepat. Aku hanya bisa menatapnya dengan perasaan kecewa. Dengan terpaksa aku pulang tanpa menggunakan payung. Airmataku sudah tercampur dengan air hujan. Aku sudah membuat Byun Baekhyun salah paham. Andai saja aku bisa menjelaskannya, mungkin ia tidak akan seperti ini padaku.

##

Ku ketuk pintu rumahku dengan kondisi lemah. Kini aku benar-benar tidak sanggup untuk berdiri. Kepala ku pusing, tubuhku menggigil karena seragamku basah kuyup. Untung saja aku bisa menahan sakitku sampai dirumah.

“Ye Bin-a ..”

Oppa.”

Pandangan ku seketika itu menjadi gelap.

– Author POV-

Ye Bin terjatuh di pelukan Hyunwoo. Ia meletakkan telapak tangannya di kening Ye Bin. Terasa panas. Ia pun bergegas membawa Ye Bin kekamarnya.

Hyunwoo meletakkan handuk hangat di kepala Ye Bin. Ia terlihat sedikit panik. Bahkan ia sempat mengabari orang tua mereka yang saat ini sedang dinas di Jepang.

“Mianhae .. Jeongmal Mianhae ..” Ye Bin menggumam dengan mata terpejam.

“Ye Bin-a. Kau kenapa? Kenapa pulang dengan basah kuyup?” Tanya Hyunwoo cemas. Namun Ye Bin masih saja tertidur. Hyunwoo pun memutuskan untuk memasak bubur untuk Ye Bin.

***

-Ye Bin POV-

Ku buka mataku perlahan-lahan dan ku amati ruangan di sekelilingku. Ruangan yang tidak asing lagi bagiku. Kenapa aku bisa disini? Ku coba mengingat kembali kejadian tadi. Ohya! Tadi aku pulang dalam keadaan basah kuyup dan saat aku tiba dirumah pandanganku tiba-tiba menjadi gelap.

“Kau sudah sadar Ye Bin-a.?” Tanya Hyunwoo oppa cemas.

” Aku kenapa?”

“Kau tadi pingsan. Kenapa kau pulang dengan basah kuyup? Apa kau tidak bisa menumpang dengan temanmu yang kau ajari private itu?” Kata-kata Hyunwoo membuatku kembali teringat Baekhyun. Ahh ~ andai saja angin itu tidak berhembus, mungkin saat ini aku baik-baik saja dengannya.

“Panasmu belum turun. Istirahatlah dan makan bubur ini. Besok kau tidak boleh sekolah. Ohiya, oppa juga sudah menelfon appa dan eomma. Katanya mereka akan pulang dalam minggu ini.” Kini Hyunwoo oppa berlalu. Ku ambil semangkuk bubur itu dan menyuapi ke mulutku sendiri. Ku lirik jarum jam di dinding menunjukkan pukul setengah delapan malam. Bukankah aku akan karaokean bersama In Na dan Sehun? Ku ambil ponselku yang di letakkan di meja samping tempat tidurku. Terdapat 10 panggilan tidak terjawab dari Sehun. Aku pun menelfonnya kembali dan bilang kalau aku tidak bisa ikut dengan mereka.

“Halo,”

“Ya! Kemana saja kau? Kenapa baru sekarang kau menelfon? Apa kau lupa?”

“Mianhae Sehun. Aku sedang tidak enak badan. Bagaimana kalau karaokenya lain kali saja? Ku mohon.”

” Bagaimana ya ? Masalahnya aku sedang karaokean dengan In Na.”

“Ya kalian seenaknya saja tanpa ku !”

“Habisnya salahmu sendiri. Hahaha. Tenang saja besok kami akan pergi bersamamu. Makanya kau cepat sembuh.”

“Baiklah.”

“Yasudah. Dahh.”

##

To be continuee

62 thoughts on “Chapter 2 : My Smart Boy

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s