Don’t Go

Title : Don’t Go (Oneshoot)

Author : Kim Sooki

Leght : Oneshoot

Rating : PG –  15

Genre : Romance, Sad

Main Cast :

Kris Wu – Jessica Jung

Other Cast :

Im Yoona

A/N : Hai aku pake tokoh Kris-Jessica lho *bangga. Baiklah happy reading !

 sad

“Jessica, apa kau masih marah?” tanya Kris pelan.

“Menurutmu?” ucap Jessica ketus. Kris menghela nafas panjang, “Ayolah Jessica, kau sudah dewasa. Jangan ngambek,” rayu Kris. Jessica semakin menggembungkan pipinya.

“Kau tau Kris, aku benar-benar tidak mau kesana. Kau terlalu memaksaku,” omel Jessica. Kris menatap yeojachingunya dengan sedih.

“Baiklah jika kau tidak mau, aku pergi dulu. Jika kau berubah pikiran, datanglah ke taman itu. Lalu hubungi aku. Maka aku akan kesana secepatnya,” . Kris berlalu pergi dan menutup dengan keras.

Jessica hanya mengehela nafas, dia sudah berpacaran dengan Kris selama 5 tahun. Tetapi, Kris selalu tidak mengerti dirinya. Kris pernah berjanji padanya, saat usia hubungan mereka 5 tahun maka Kris akan melamarnya.  Saat ini adalah anniv 5 tahun hubugan mereka, tetapi Kris tidak juga melamarnya.

Jessica merasa Kris tidak akan melamarnya bahkan sampai 10 tahun lagi. Karena laki-laki itu terlalu sibuk bekerja. Ia menjadi gelisah akan kesetiaan namjachingunya itu. Hari ini Kris sebenarnya mengajaknya ke sebuah taman di pinggiran kota Seoul yang dikenal dengan keindahan tatanan taman itu. Sebenarnya Jessica ingin kesana tetapi gengsinya pada Kris karena marah pada ajakannya untuk kesana akhirnya ia mengurungkan niatnya untuk pergi.

“Jessica? Kau bertengkar lagi dengan Kris?”  ucapan Yoona membuyarkan lamunan Jessica. “Eoh?” Jessica menatapnya bingung. Yoona tersenyum dan mendekati Jessica, “Kau bertengkar lagi dengannya?” jelas Yoona sekali lagi.

“Karena ia mengajakku ke taman,” jawab Jessica pendek. Yoona tertawa renyah, “Haha, kau marah padanya karena ia mengajakmu ke taman? Aneh sekali.”

“Sebenarnya bukan karena itu, ini adalah hari annivku bersamanya selama 5 tahun. Dulu, ia pernah berjanji padaku akan melamarku saat anniv ke-5 tahun. Tetapi, sejak tadi ia tidak melamarku,” keluh Jessica dengan menggembungkan pipinya yang tembam.

Yoona terdiam lalu tersenyum cerah,  “Mungkin ia ingin memberimu kejutan? Kenapa kau tidak mencoba ke taman itu?” . Jessica terdiam, lalu menggeleng pelan, “Aku tidak yakin dia memberi kejutan, ia buka tipe orang seperti itu Yoona-ah” .

Yoona menghela nafas, “Yasudah, lebih baik kau urus pasien tadi, jangan hanya melamun” hibur Yoona. Jessica tersenyum lemah.

-&-

“Yoboseyo?” Jessica mengangkat ponselnya.

“Jes, aku Kris. Kemarilah, ke taman ini. Aku ingin memberitahumu sesuatu. Penting” ucap Kris diseberang

“Apa yang lebih penting pekerjaanmu atau aku, Kris?” tanya Jessica sarkatis. Lalu gadis itu segera mematikan ponselnya. Ia benar-benar dongkol dengan kelakuan Kris yang tidak menepati janjinya.

Yoona hanya menggelengkan kepala, “Jessica, ikut aku” . Tangan Jessica ditarik pelan menuju mobil Yoona.

Yoona segera menstater mobilnya dan menuju taman yang dimaksud Jessica tadi.

“Ucapkan semua keluh kesahmu padanya. Jangan egois” Yoona menurunkan Jessica dan berlalu pergi.

Jessica hanya menetapa kepergian mobil Yoona dengan bingung. Jessica hanya menghela nafas dan berjalan menuju taman. Taman itu begitu sepi, hanya ada lampion berwarna huning berbentuk hati. Jessica menemukan sebuah pohon yang menunjukkan arah.

Jessica mengikutinya, setelah mengikutinya ia menemukan arah yang lain, sampai ia melewati jembatan yang berhias bunga-bunga yang ditata dengan indah.

Jessica melihat ada sebuah meja makan, dan seorang bayangan laki-laki bediri tegap menatap langit. Jessica yakin itu adalah Kris. Ya, Kris.

“Kris?” sapa Jessica. Laki-laki itu membalikkan badannya, Kris terlihat beda, laki-laki itu terlihat segar dengan setelan jas putih yang ia kenakan. Sangat tampan.

“Jessica? Kau sudah datang? Duduklah,” Kris menarik sebuah kursi untuk mempersilahkan Jessica duduk. Jessica hanya mengangguk, “Gomawo,”.

“Jes?” panggil Kris yang berdiri di belakangnya.

“Ne?”

“Kau marah padaku?”

“Tadi memang iya, sekarang tidak. Taman ini indah sekali,”

“Tentu saja, aku menatanya khusus hari ini. Kau tau hari ini hari apa?”

“Hari anniv kita, bukan?”

“Tepat sekali,”

“Kris, apakah kau ingat janjimu?”

“Janji apa? Apa aku pernah berjanji sesuatu padamu?”

Jessica bangkit dan menghampiri Kris, “Kau melupakannya? Kau berjanji padaku…” belum selesai Jessica berbicara air matanya tumpah sudah. Ia benar-benar berfikir bahwa Kris ingat. Ia berfikir laki-laki itu membuat kejutan untuknya, ia salah. Ia salah besar.

“Jessica, Ireona” Kris mengusap pelan air mata yang tumpah dari pelupuk Jessica. “Aku tidak akan melupakan janjiku Jessica, aku tau bukankah hari ini aku harus melamarmu dihadapan orang tuamu?” jelas Kris.

“Ne, kenapa kau pura-pura lupa?”

“Aku tidak lupa Jessica, aku hanya ingin bilang padamu. Kita tidak akan bisa bersama lagi.” Jessica terdiam air matanya semakin deras.

“Maksudmu? Kau dan aku pisah?”

“Bukan, aku dan kau tinggal di dunia yang berbeda sekarang. Kau tidak akan bertemu denganku lagi, kau tau maksudku? Kita tidak akan bertemu setiap hari. Tetapi hatiku hanya untukmu Sica-ya”

Ponsel Jessica berdering kencang, “Yoboseyo?”

“Jes, Kris…”

“Waeyo? Ada apa dengan Kris?” Jessica menatap Kris yang tersenyum padanya.

“Dia kecelakaan, dan tidak bisa diselamatkan ia kehabisan darah, dan…”

Pyarr.

Ponsel Jessica terjatuh begitu saja, ‘Tidak mungkin,’ pikir Jessica. Gadis itu mendekati Kris, gadis itu membelai Kris dengan pelan dan menatap Kris dengan sendu.

“Kau masih disini kan Kris?” . Kris menggeleng lemah dengan tersenyum menenangkan, “Mianhaeyo Jessica, aku tidak bisa berada disini lebih lama.  Kurasa aku harus pergi,”

Jessica terduduk dengan menangis, “Kajima Kris, kajima” serak Jessica.

Kris berjongkok dihadapan Jessica, menatap gadisnya yang menangis. Kris mengeluarkan kotak beludru berwarna biru gelap dan mebukanya dihadapan Jessica.

“Jes, simpanlah ini. Ingatlah aku selalu. Menikahlah dengan yang lain.” Guman Kris. Kris menaruh kotak beludru itu didalam genggaman Jessica. Jessica semakin menangis, “Aku hanya mau bersamamu, Kris. Kumohon jangan pergi, maafkan aku.” Ucap Jessica pilu.

Kris tersenyum dan bangkit, laki-laki itu membantu Jessica bangun. Kris menatap Jessica dan menghapus air mata gadis itu, “Ireona Sica-ya, Saranghae” Kris mengucapkan itu dengan mengecup pelan dahi yeojachingunya.

Tiba-tiba dengan perlahan bayangan Kris hilang dihadapan Jessica. Laki-laki itu menghilang dengan membawa hati Jessica. Kris telah pergi. Untuk selamanya.

 

Ottokhe raeaders? Tiba-tiba ide ini muncul lho. Wow, tumben aku pake pasangan ini. Heheh mian kalau jelak. RCL please ^^

 

7 thoughts on “Don’t Go

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s