HOLY

Author : baekhyuan

Main cast : Byun Baekhyun, Yoon Bounju (OC)

Support Cast : Jung Sena

Genre : Married Life, Mystery

Disclaimer: The idea is mine, Don’t be plagiator. Have fun with my fanfiction. Happy Reading.

Summarry:’ Bagaimana kau mau lepas darinya, kalau kau masih saja takut untuk menjauh?’

Cover-Holy-1 (2)_s뻵£¼

“Bounju hari ini setelah jam kuliahmu habis,  kau harus segera pulang.”

“memangnya ada apa mom?”

“Akan ada tamu dan itu sahabat mommy. Kau pasti mengenalnya, jadi kita harus menyambutnya.”

“oh.”

“Ingat jangan pulang telat.”

“Aku mengerti mom.”

Bounju langsung menyambar tas beserta buku kalkulus dan beberapa lembar kertas yang isinya semua mendominasi angka. Kemudian dia langsung melesat dengan mobil pribadi yang diberikan kedua orangtuanya saat dia berusia 17 tahun.  Menuju Myongji University. Dan sampainya dikelas Bounju langsung beringsut duduk di tempatnya biasa disamping Jung Sena dan mulai mendengarkan dosennya dengan penuh semangat sampai jam kuliah selesai.

 

“Bounju bisa temani aku membeli beberapa perlengkapan praktik? Kau tau kan dosen seperti apa Shinjae-saem itu? Bisa- bisa aku direbus kalau tidak mengumpulkan tugas itu.”

“Bukankah deadline-nya masih seminggu lagi?”

“Kau benar. Tapi hey, aku kan butuh waktu dan berfikir untuk mengerjakannya. Tidak sepertimu yang memiliki otak seperti Einsten.”

“Kau berlebihan Jung Sena. Baiklah. Ayo, tunggu apa lagi.”

Sena menyunggingkan bibirnya lebar-lebar dan menyusul langkah Bounju dengan setengah berlari, karna gadis itu sudah meninggalkannya jauh sebelum dia berucap “ya”.

“Bounju tunggu aku. Yak! Pelankan langkahmu.”

“Cepat, kalau aku sudah menutup pintu mobil aku tidak jadi menemanimu.”

“Yak.”

Dan siang menjelang sore dihabiskan Bounju dan Sena untuk mencari bahan praktikum. Bounju melupakan suatu hal,  ya dia merasa melupakan sesuatu yang penting. Saat menuju deretan rumus cara cepat menghitung kalkulus tangan Bounju yang awalnya bergerak menyapu semua buku itu terhenti dan mengerjapkan matanya berulang kali, dia ingat kalau tadi mommy-nya mengingatkan supaya dia tidak pulang telat karna ada sesuatu hal yang akan dibicarakan bersama tamu.

Baiklah salahkan kecerobohannya karna lupa membawa Handphone disaat genting seperti ini. Bounju mengedarkan pandangannya dan beralih ke meja kasir dimana Sena telah mambayar semua barang yang dicarinya.

“Sena, apakah sudah selesai?”

“Sudah. “

“Baik, ayo kita pulang.”

Tanpa banyak bicara lagi Bounju langsung menarik tangan Sena berjalan dengan langkah cepat sampai Sena tidak dapat mengimbanginya dan sampai depan mobilnya, Bounju langsung melempar badan Sena beserta belanjaannya kearah jok mobil dan mengantarkan teman satu-satunya itu pulang.

——————————

 

“Aku pul-”

Bounji menghentikan langkahnya dan menatap kaget dengan keadaan ruang tamunya, dirumah itu tidak hanya Mommy, daddy dan kakaknya-Yoon Bora- tetapi ada sebuah keluarga yang ikut menatap kearahnya.

“Yoon Bounju kenapa baru pulang? Tadi kan Mommy sudah menyuruhmu supaya tidak pulang telat.”

I’m so sorry mom. Tadi aku menemani Sena untuk mencari bahan praktikum.”

“tidak apa apa, yang penting sekarang Bounju sudah datang kan Jihyo-ya.”

Kepala Bounju Reflek melihat ke orang yang barusan berbicara dan memanggil nama ibunya.

“Ah baiklah. Mari kita mulai acara makan malamnya, sebelum itu Bounju perkenalkan ini Nyonya  dan Tuan Byun lalu ini Byun baekhyun anak kedua dari keluarga Byun.”

“Annyeong Haseyo Yoon Bounju imnida. Senang berkenalan denganmu Nyonya, Tuan dan-“

“Baekhyun. Namanya Baekhyun Bounju-ah apa kau tidak ingat?”

Bounju menggeleng pelan dan menundukan kepalanya berusaha mengingat sesuatu tapi nihil semuanya hitam dan ketika dia berusaha lebih dalam yang ada hanya kenangan tentang masa lalunya yang baru baru ini kembali menghantuinya, Bounju menggelengkan kepala dan memejamkan matanya berusaha mengusir bayangan buruk tersebut dari pikirannya.

“Ah gwenchana lagipula itu sudah lama sekali, ketika kalian masih benar – benar kecil. Jadi, wajar saja kalau kau lupa.”

Nyonya Byun tersenyum tulus dan itu membuat Bounju ikut membalas senyumannya.

“Baiklah.Ayo menuju ruang makan,”

Suara Mr. Yoon memecahkan keheningan.

 

Meja makan itu tampak sangat hening dan kaku. Hanya ada suara sentuhan piring dan sendok-garpu, sebelum Mr. Yoon  beranjak dari makannya dan menatap Bounju. Bounju yang tidak tau apa apa hanya dapat mengerutkan keningnya bingung.

“Baik langsung saja, ada hal penting yang ingin kami bicarakan mengenai dirimu dan Baekhyun, Bounju.”

Kerutan di dahi Bounju semakin banyak saat dia menyadari akan ada sesuatu yang terjadi.

“Jadi kami sudah sepakat akan menjodohkanmu dengan Baekhyun.”

Suara Mr. Yoon  terngiang di telinga Bounju, dia meletakan kembali garpunya dan menatap marah kearah ayahnya yang paling dia sayangi itu.

“Apa maksudnya dad?”

“Jadi kami ingin mengikat tali persaudaraan dengan menjodohkan kalian sayang.”

“Apa bisnis?”

“Tidak sayang, ini murni permintaan mendiang nenekmu dulu.”

Dilihatnya Baekhyun yang tetap tenang dengan berita itu dan terus memakan makananya dengan tampang datar, sama sekali tidak terpengaruh dengan ucapan Mr. Yoon. Bounju menghentakan sendok garpunya dan menatap tajam ayah beserta ibunya.

“Maaf mom, Dad aku tidak mau dan tidak bisa.”

Bounju berdiri dan meninggalkan ruang makan, dia tidak habis fikir kenapa orang tuanya ingin menjodohkannya? Apa dia ingin kejadian dulu terulang lagi?

“cih dasar tidak sopan.”

Desis baekhyun dengan sangat pelan dan mungkin hanya di dengar ibunya yang notaben-nya di sampingnya karna saat itu Baekhyun langsung mendapat Death Glare dari wanita yang sudah melahirkannya tersebut.

“Aku mengerti kalau Bounju sangat shock mendengar berita ini.”

“Aku minta maaf Baekjo atas kelakuan putriku tadi, kau benar mungkin dia masih terbayang traumanya.”

Alis Baekhyun berjengit dia diam-diam mendengarkan pembicaraan ayahnya dengan Mr. Yoon. Trauma? Hey gadis tidak sopan itu memangnya kenapa? Baekhyun mengangkat bahunya dan mengacuhkan pikirannya, ‘Untuk apa aku perduli toh bukan urusanku.’

“Ahjusshi, memang ada apa dengannya?”

Tapi sekeras apapun dia mencoba menyangkal, kenyataannya dia tetap penasaran. Pandangan Mr. Yoon  beralih dan menatap Baekhyun.

“Dia mengalami masa lalu yang buruk tentang suatu hubungan, Baekhyun.”

“Aku akan pergi ke kamar Bounju untuk melihat keadaannya.”

Bora  menundukan kepalanya dan pergi dari meja makan, setelah itu tidak ada suara apapun kecuali sentuhan piring dan sendok-garpu dari ruangan itu.

——————————

 

“Tidak bisa mom. Tidak bisa,”

“lalu mau sampai kapan? Selamanya kau tidak akan  memliki pendamping hidup kalau kau masih terus mengingat masa lalu Bounju.”

“Bahkan kau sangat tahu alasannya, tapi kenapa masih memaksaku mom? Aku hanya tidak mau ada korban lagi seperti dulu.”

“Tidak akan untuk kali ini, kau kan sudah melakukan segala hal untuk menghilangkan ‘dia’ dari hidupmu, sayang.”

“ Tapi mom, tadi malam dia muncul dimimpiku lagi setelah lama aku tidak mengingatnya. Sekarang memori kejadian itu berputar kembali di fikiranku akibat kejadian makan malam kemarin. Mom dia tidak ingin aku dekat dengan siapapun kecuali Sena.”

Mrs. Yoon membatu begitupula Bounju yang hanya dapat menyunggingkan senyum getir mengingat betapa malangnya hidupnya.

“Mom, aku tidak mau Bekhyun atau siapapun nanti jadi korban gara-gara aku. Itu sebabnya sampai saat ini aku hanya punya teman satu dan itu Sena.”

“Aku tidak mau tau pokoknya lusa pernikahanmu tetap akan berjalan Yoon Bounju.”

Setelah mengatakan kalimat itu Mrs. Yoon  segera meninggalkan Bounju yang masih menunduk dan mengepalkan tangannya.

——————————

 

Dihari pernikahannya  Bounju kabur, dia berlari dan meninggalkan note ‘aku benar-benar tidak bisa mom, maafkan aku.’ Di meja belajarnya.

Dan saat Bounju melangkahkan kakinya menuju Cafe untuk bertemu Sena, tangan Bounju ditarik oleh seseorang dan diseret masuk kedalam mobil. Saat pintu ditutup dia menolehkan kearah belakang mobil dan menemukan Sena duduk disitu dengan ekspresi kawatir.

“ada apa Sena? Siapa yang menyeretku dan untuk apa kita disini?”

Jok disamping Bounju sudah terisi oleh seseorang dan dia terbelak kaget saat melihat siapa orang yang tadi menyeretnya. Mobil itu perlahan bergerak maju dan meninggalkan Cafe.

“Jadi Kau? Turunkan aku sekarang.”

“Tidak sebelum sampai.” Tidak ada nada maupun intonasi dari suara pria itu datar, flat dengan raut wajar yang sama.

“Kau mau membawaku kemana? Cepat turunkan aku.”

Tidak ada jawaban dari Baekhyun dan Bounjo langsung menolehkan kepalanya kebelakang dan meminta penjelasan dari sahabatnya itu. Seingat-nya tadi saat dia kabur dia meminta Sena merahasiakan tempat pertemuan mereka. Lalu kenapa hadir baekhyun yang menyeretnya dan membawanya pergi? Apa jangan-jangan ini menuju pernikahan.

“Kita mau kemana Jung Sena?”

“Pernikahanmu Bounju.”

“Apa? Kau, turunkan aku sekarang. Aku tidak menginginkan pernikahan ini.”

“Hentikan mobilnya dan turunkan aku. Aku bilang.”

“YAK. Apa kau ini tuli?!”

Baekhyun menghentikan mobilnya secara mendadak dan memandang sinis kearah Bounju. Sedangkan Bounju menutup telinganya saat suara aspal dan gesekan ban yang nyaring itu memasuki indra pendengarannya.

“Apa kau gila? Apa kau mau membunuhku dan Sena?”

“Kau pikir aku mau menerima pernikahan ini dengan gadis cerewet sepertimu?”

“apa kau bilang?”

“ini juga paksaan orang tuaku kalau kau mau tau.”

“Baekhyun tidak akan jadi korban Bounju-ah. Kalian menjalani hubungan ini tanpa cinta, jadi ‘dia’ tidak akan marah, kecuali kalau-“

“Sena ‘dia’ belum pergi. Sejak lusa kemarin aku kembali mimpi buruk.”

“hey, mungkin kau hanya parnoid ditambah traumamu dimasa lalu itu, percayalah ini jalan keluarmu untuk keluar dari ‘dia.’ Aku melihat aura cerah saat kalian berdampingan itu berarti tidak akan ada korban lagi Bounju. Justru kalau kau membatalkan pernikahan ini, Holy akan terus mengincarmu.”

Hey siapa Holy? Sebenarnya apa sih yang mereka bicarakan?  Diam-diam Baekhyun menyimak pembicaraan mereka.

Bounju menundukan kepalanya. Dia percaya ucapan Sena. Sahabatnya itu bukan orang biasa dia sixth sense. Segala ucapannya untuk kebaikan Bounju, gadis disamping Baekhyun itu tidak ingin kembali mengulang kesalahannya yang mengacuhkan omongan Sena yang dulu ia pikir hanya omong kosong. Baekhyun kembali melanjutkan mobilnya.

——————————

 

Kalimat sakral itu telah terucap oleh keduanya, diakhiri dengan Baekhyun yang mencium dahi Bounju sebagai formalitas agar tamu tidak kecewa. Dan setelah pesta berakhir lazimnya  pengantin pulang bersama tapi tidak dengan mereka. Karna Bounju tidak membawa satu helai pakaian pun selain baju yang dia pakai kabur tadi dan gaun pengantin yang dia pakai sekarang. Bounju pulang bersama orang tuanya dan baekhyun menuju apartement-nya yang sebentar lagi akan diisi oleh penghuni baru. Dia benci harus mengakui sebentar lagi hidupnya akan diusik. Apartement-nya akan memliki dua penghuni dia dan Bounju. Selama ini Baekhyun tinggal sendiri dan memutuskan membeli Apartement agar hidupnya tidak diganggu siapapun, dia bukan Anti-social hanya saja dia tidak suka waktu belajarnya diganggu dan barang – barangnya disentuh orang lain.

Baekhyun kuliah dalam jurusan kedokeran di Myongji University sedangkan Bounju jurusan matematika esp Kalkulus. Sungguh kebetulan mereka kuliah di University yang sama.

Baekhyun mengangkat Hanphonenya yang terus saja berdering saat dia mandi tadi, baru 5 menit baekhyun sampe di Apartementnya dan sekarang nama Eomma terpampang jelas di layar handphonenya.

“Ada apa?”

“Baekhyun apa di Apartement mu masih ada koleksi robotmu itu?”

“Ya, eomma.”

“singkirkan.”

Mwoya?”

“aku bilang singkirkan segala jenis robot, sebelum Bounju datang  Byun Baekhyun.”

“Tidak bisa eomma. Tidak mungkin aku membuangnya.”

“Aku tidak menyuruhmu membuangnya, aku menyuruhmu menyembunyikan itu semua dan jangan sampai Bounju melihat satupun robot-robotmu.”

Telpon terputus dan baekhyun melempar Handphonenya asal ketempat tidurnya kemudian berjalan menuju ruang tamu.

“belum apa-apa dia sudah menyusahkanku. Membuatku harus menyembunyikan robot-robot ini dari tempatnya, cih memang dia siapa.”

Baekhyun memindahkan semua koleksi robotnya ke kamarnya. Apartement ini memliki 2 kamar dan dia sama sekali tidak berniat memakai satu kamar untuk mereka berdua, apalagi gadis itu. Dan untuk koleksi robot, hey dia laki-laki kan? Wajar kalau dia maniac-robot. Salahkan Bounju yang entah kenapa membuat eomma-nya memaksa agar dia menyembunyikan robot-robot ini dari hadapan gadis itu.

Apartement Baekhyun berbunyi.

‘Pasti gadis itu sudah datang.’

Baekhyun membuka pintunya dan menatap datar Bounju yang kesusahan mengangkat barang-barangnya dengan 2 koper besar itu. Kemudian dengan santainya Baekhyun pergi menuju kamarnya.

“Yak, dasar pria dingin. Masa iya aku harus memohon untuk meminta bantuannya? Lebih baik badanku pegal semua daripada harus melakukan itu.”

Bounju bergumam jengkel melihat kelakuan baekhyun. Kemudian dia sadar akan satu hal, Apartement ini bersih untuk ukuran laki-laki. dia mengedarkan pandangannya dan fokus pada Baekhyun yang menuju sebuah kamar kemudian dia teringat satu hal. Dimana dia akan tidur? Ada berapa kamar di apartement ini? Apa dia akan sekamar dengan baekhyun? Maldo andwe.

“Kau tidur dikamar sebelahku. Jangan berfikir kita satu kamar.”

Bounju terhenyak darimana Baekhyun tau dia baru saja menanyakan pertanyaan yang dijawab lelaki itu? Setalah mengucapkan itu dengan nada sinisnya Baekhyun menutup pintu kamarnya.

“Dan jangan coba-coba berisik maupun mengusik kehidupanku. Arrachi.”

Nada itu benar benar sinis dan serius, Bounju memutar bola matanya dan beralih kepintu sebelah kamar Baekhyun. Lebih baik sekarang dia tidur dan mengistirahatkan semua tubuhnya. Bounju membuka pintu kamar tersebut dan beringsut kearah kasur. Dia melihat sesuatu yang membuat dia membeku. Benda yang seperti dimimpinya.

“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA”

Bounju teriak dan memundurkan langkahnya menuju pintu, berniat keluar. Tapi tangannya lemas dan hanya bisa menutup kedua mata dan teliganya seraya terus teriak dan mengucapkan berbagai hal.

“Pergi tolong jangan ganggu aku. Aku mohon. Aku lelah.”

Baekhyun mendengar teriakan itu dan beranjak dari duduknya yang sedari tadi dia fokus dengan bukunya. See? baru 10 menit gadis itu disini tapi dia sudah mengusik ketenangannya. Lagipula untuk apa dia teriak? Baekhyun melangkahkan kakinya malas ke kamar sebelahnya kali ini Bounju harus diberi peringatan keras.

“Sudah kubilang jangan beri-“ Baekhyun menggantunggkan ucapannya saat melihat keadaan Bounju yang begitu kacau. Terlihat sangat panik dan ketakukan, Bounju masih memegang erat kedua telinganya dan menutup matanya.

“Hey ada ap-“

Baekhyun membeku tidak dapat melanjutkan kata katanya saat tiba-tiba Bounju memeluknya. Dia tidak seperti Bounju yang biasanya, saat ini dia begitu ketakutan. Apa yang membuat gadis ini seperti ini. Bounju memeluk erat Baekhyun mengalungkan tangannya keleher laki-laki itu dan menundukan kepalanya. Dia benar benar ketakutan saat ini. Mimpi-mimpi buruknya….

“Kenapa?”

Setelah jangka panjang Baekhyun akhirnya bisa mengeluarkan suaranya, dia bukan tipe laki-laki yang sering bersama wanita dia lebih memilih sendiri daripada harus hidup dengan wanita yang membuat ketenangannya  terganggu. Jadi, wajar saja kalau Baekhyun membeku saat Bounju tiba – tiba saja memeluknya kan?

“i-itu. Dia,”

Bounju menunjuk kearah tempat tidur dan Baekhyun mengikuti tangan gadis itu. Baekhyun mengerutkan kening saat pandangannya tertuju pada sebuah robot, seingatnya semua koleksi robotnya sudah dipindahkan ke kamarnya. Lagipula robot itu terlihat asing dimatanya.

“Robot?”

“Bukan robot biasa, di-dia Holy.”

Holy? Nama itu tidak asing ditelinganya, Baekhyun mendengarnya saat  Sena dan Bounju berbicara di mobil tadi.

“itu hanya robot.”

“Bukan.”

Baekhyun mengangkat tubuh Bounju, memapah pundak gadis itu dan menuntunnya untuk keluar dari kamar tersebut. Baekhyun menuntun Bounju menuju dapur, sementara Bounju menggenggam erat tangan Baekhyun.

Saat Baekhyun beranjak, Bounju kembali memegang tangan Baekhyun .

“Kumohon jangan tinggalkan aku sendiri. Holy akan menemuiku kalau aku sendiri.”

“Aku hanya mau mengambil minum untukmu agar kau tenang.”

Bounju menggeleng lemah dan menurunkan bahunya, dia menggigit bibirnya agar matanya tidak mengeluarkan air mata. Bounju bukan gadis lemah yang bisa mengeluarkan air mata kapanpun. Dia lebih memilih menumpahkan air mata itu sendiri daripada harus dilihat orang lain. Dia benci dikasihani.

“Baiklah aku akan disini.”

Bounju menatap baekhyun dengan pandangan kosong dan melepaskan tautan tangan mereka, saat itu baekhyun merasakan perasaan aneh, dia  berharap kalau Bounju tidak melepaskan tautan tangan mereka.

‘Yak. Ada apa denganmu byun baekhyun.’

“Jadi Holy itu siapa?”

“Dia robot.”

“Tadi kau bilang bukan.”

“kau lihat sendiri kan tadi, dia robot.”

“Sepertinya kau sudah baikan, aku ingin tidur. “

Fine. aku akan menceritakannya, tapi bukan sekarang dan bukan dimana Holy berada.”

Baekhyun mengangguk mengerti kemudian dia memilih diam dan sibuk memandangi Bounju, Kalau diperhatikan  Bounju ini cantik, sangat malah. Wajahnya yang oriental-mata sipit membentuk eyesmile dan hidung yang mancung juga bibir yang kecil dan tipis, ditambah rambut coklatnya yang panjang- Bounju memang sangat cantik. Tunggu dulu, kenapa Baekhyun memerhatikannya sampai se-detail itu? Sebenarnya ada apa dengan tubuh Baekhyun? Sejak melihat wajah ketakutan Bounju tadi,  pandangan dia terhadap gadis itu berubah, dia sendiri tidak mengerti. Ini pertama kalinya seorang Byun Baekhyun yang dingin dan tidak mau merepotkan dirinya untuk berhubungan dengan gadis dan sekarang dia malah memiliki keinginan kuat untuk melindungi gadis yang tadinya dia kira Arogan dan egois-karna terlalu kekanakan kabur diacara pengantin- ternyata terlalu rapuh saat melihat sebuah robot yang Bounju bilang Holy itu? Mata mereka bertemu, kemudian Bounji tersenyum hangat, dari sorot matanya dia mungkin ingin  mengungkapkan ‘terima kasih karena sudah mau menemaniku.’ Tapi terlalu gengsi untuk mengatakannya. Biar saja toh sepertinya Baekhyun mengerti dan mengalihkan tatapannya kearah lain karena saat melihat senyum gadis itu hatinya kembali berdesir. Ini bukan Baekhyun yang biasanya.

“Apa kau sudah baik – baik saja?”

“Belum, tapi aku sudah lebih tenang sekarang.”

“baiklah, aku ambilkan minum. Kau tunggu disini.”

Bounju mengangguk dan terseyum simpul lagi kepada Baekhyun. Baekhyun mungkin tidak lama tapi karna Bounju yang sekarang sangat kelelahan dia hanya seringkali menguap dan akhirnya kepalanya jatuh diatas meja makan. Dan saat baekhyun kembali dia terdiam memandangin wajah ketakutan gadis itu. Dia mengkerutkan keningnya saat melihat Bounju bergumam dan berusaha menyatukan matanya sehingga dahinya begitu mengkerut. Baekhyun meletakan gelas berisi air yang dia bawa tadi ke meja, dan telunjuknya beralih ke tengah dahi Bounju dan membuat kerutan itu hilang, Bounju terlihat lebih tenang dan kelihatan sangat nyenyak, Baekhyun melihat kearah jam, 12 AM. Sudah waktunya dia tidur lagipula matanya sudah benar-benar berat. Lalu bagaimana dengan Bounju? Apa dia tega meninggalkannya sendiri disini setelah dia melihat Bounju ketakutan setengah mati. Tidak, Baekhyun memang laki-laki dingin tapi dia tidak akan mungkin setega itu melepas tanggung jawabnya. Hey, biar bagaimanpun Bounju sudah resmi menjadi istrinya kan? Entah kenapa hal itu membuat Baekhyun memunculkan smirk diwajahnya, Dia meletakan kepalanya diatas meja-dihadapan Bounju-  dan memperhatikan wajah gadis itu secara intens, lalu matanya tiba-tiba terasa sangat berat dan akhirnya Baekhyun terlelap dengan posisi wajah yang tepat dihadapan Bounju dan tangan yang saling mengenggam. Tidakkah kalian lihat ini awal yang baik untuk pernikahan mereka?

 

END/TBC?

 

Haiiii, hahaha gimana ffnya? Aku hanya manusia biasa jadi maafkan kalau typo. Aku gaktau mau ngomong apalagi, makasih udah baca.

76 thoughts on “HOLY

  1. baru nemu ni cerita kyak gini. kpan lanjutnya ya ceptan dunks… aneh sih q rasa tapi seru ceritanya. baekhyun dokter? waaaaw

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s