Posted in exofanworldfreelance, Hurt/Comfort, One Shoot, Oneshot, SCHOOL LIFE

My Little Secret

Author: Ren9890

Cast: Shin Hye Mi (OC), Oh Sehun, Xi Luhan, Kim Eun Hwa, Choi Sulli

Genre: Hurt, School Life, Sad

Length: One Shoot

pict

Hyemi pov

Shin Hye Mi, nama itu seharusnya tidak diberikan padaku. Aku bukan gadis yang cantik, yang memiliki mata yang indah juga jari yang lentik. Aku hanya gadis biasa yang sedang menjalani masa remajaku sama seperti remaja pada umumnya. Hanya saja aku bukan remaja yang senang menghabiskan waktu untuk berbelanja, mungkin perpustakaan lebih cocok untukku. Tolong jangan dibayangkan aku ini anak yang terlalu terobsesi pada buku tebal atau buku sastra, disana aku hanya mengambil komik dan menggambarnya. Jika sudah selesai, aku akan berjalan menuju jendela perpustakaan yang besar dan memandang taman yang terletak tepat lurus didepan mataku. Ada seseorang yang sering aku perhatikan belakangan ini, sunbae yang selalu bermain bola di taman itu setiap sore. Ya sore ini pun dia sedang disana, memainkan bola sepaknya sambil bercanda bersama seorang gadis. Banyak gossip beredar mereka sudah sejak lama berpacaran. Aku bahkan sering melihat mereka pulang sekolah bersama. 3 bulan aku mengagumi sunbae itu, baru 3 bulan jauh dari 3 tahun kedekatan mereka berdua. Menyukai seseorang yang bahkan belum kau kenal, bukankah itu menyusahkan. Tak pernah berbincang bersama, hanya dengan melihatnya tersenyum meski bukan untukku mengapa itu membuatku senang melihatnya?

 

Seoul high school

“hyemi, kau sudah dengar? Tempat duduk untuk ujian kelas kita akan diacak dengan kelas 3”  pagi pagi seperti ini sahabatku kim eun hwa pasti sibuk sendiri

“benarkah? Lalu kenapa?” tanyaku

“apa kau tak berharap sebangku dengan sehun sunbae?”

“aku tak berharap terlalu jauh”

“bagaimana kalau kita ambil undian diruang guru sekarang?”

“baiklah”

Aku dan eunhwa berjalan beriringan ke ruang guru. Disana sudah ramai oleh lautan murid yang hendak mengambil undian yang sama seperti kami berdua.

“kenapa kita tak ambil undian terakhir? Ini merepotkan eunhwa”

“mana bisa begitu, hey  hyemi aku sudah mengincar bangku yang ada di samping luhan sunbae kau tau?”

“mana mungkin aku tau itu eunhwa, aku tidak bisa telepati-_- ”

Sepuluh, dua puluh, tiga puluh menit kami menunggu, akhirnya aku mendapatkannya

“bangku nomor 7 ruang 4” kataku malas

“bangku nomor 8 ruang 4”

sepertinya suaranya tidak asing lagi, suara ini kan..

aku berbalik dan melihat siapa yang bicara barusan, sehun sunbae

aku berjalan gontai ke ruang kelas. Ini menyenangkan bisa sebangku dengan sehun sunbae tapi aku lebih khawatir, apa yang harus ku lakukan?

“eunhwa kau duduk dimana besok?”

“bangku 25 ruang 5”

“bagaimana dengan luhan sunbae?”

“bangku 26, dia disampingku” jawab eunhwa sambil tersenyum

“yah itu bagus eunhwa, doamu terkabul”

Teng teng teng

“eunhwa aku pulang duluan”

“baiklah hati hati”

-00-

Hyemi berlari keluar sekolah ketika melihat oppanya sudah berada di luar gerbang sekolah. Ia sudah berjanji tidak akan mampir ketempat lain dan segera pulang kerumah. Hari ini appa dan eommanya tiba dari London, jadi dia harus mempersiapkan diri dan menjemput orang tuanya ke bandara.

“hyemi”

“ya oppa?”

“apa ada namja yang kau sukai?”

“itu..”

“tidak apa, jika kau sudah memilikinya ceritakan padaku, aku akan mendengarkanmu”

“ne, arraseo oppa”

Esok harinya hyemi mengikat rambutnya dengan pita ungu, mengenakan seragamnya dengan rapi, memandang cermin sambil melihat bayangan dirinya sendiri, kemudian menarik nafas panjang

Katakan sekarang atau tidak sama sekali, batinnya

 

Seoul high school

Hyemi duduk dibangku no 7 diruang 4 pagi ini. Teman sebangkunya belum tiba, sehun memang jarang bisa tiba sepagi Hyemi. Namun, entah sehun tidur lebih awal atau ia menyalakan alarm nya terlalu keras, ia tiba tepat saat Hyemi meletakkan tas nya di kursi. Hening Hyemi benar benar bingung harus mengatakan dari mana. Tiba tiba

“annyeonghaseyo sehun imnida” sapa namja dihadapan hyemi itu

“a annyeonghaseyo hyemi, shin hye mi imnida”

Hyemi berfikir sejenak, apa yang akan dia lakukan

Katakan sekarang juga Hyemi, atau tidak selamanya, pikir Hyemi

“sunbae, aku ingin mengatakan sesuatu” perasaan hyemi sudah tak bisa dibendung lagi

“nde? Katakan saja”

“aku sudah sejak lama menyukaimu” Hyemi mengatakannya sambil memandangi lantai, ia malu dan sedikit menyesal menyatakannya

“jinja? Tapi aku”

“iya aku tau, sulli sunbae jauh lebih cantik” jawab hyemi sambil memaksakan untuk tersenyum

“mianhae”

“…”

Tanpa sadar Hyemi meneteskan air mata, ia berlari keluar ruangan dan pergi meninggalkan sehun yang termenung mendengar pernyataan hyemi. Setelah merasa tenang, Hyemi kembali menuju ruang 4. Disana sehun melihat Hyemi dengan khawatir. Hyemi duduk disamping sehun. Tak ada kata kata yang terucap. Sehun berfikir untuk memberi tau hyemi semuanya.

“sebenarnya sulli itu saudara sepupuku”

“jinjayo? Mengapa bisa kau” hyemi tidak percaya dengan apa yang didengarnya

“aku menyukainya sejak kami kecil”

“ia sejak kecil sudah sakit parah”

“tapi dia selalu ceria dan terlihat melupakan rasa sakitnya”

“aku kira aku hanya menyayanginya sebagai saudara, ternyata aku melebihi batas yang seharusnya”

“sunbae jangan lanjutkan..” hyemi menggigit bibir bawahnya untuk menahan tangisnya

“aku benar benar ingin memilikinya”

Hyemi benar benar terpukul dengan semua yang ia dengar

“tolong jangan katakan pada siapapun, hyemi aku percaya padamu”

“nde arraseo sunbae”

Ini benar benar menyedihkan, aku tak pernah berharap mendapat kisah cinta yang dramatis, cukup kisah cinta yang berakhir bahagia, batin Hyemi

-00-

Sehun pov

Aku melihat layar ponselku. 28 Maret? Bukankah besok hari ulang tahun Sulli? Kado apa yang harus kubeli? Aku benar benar tidak tau apa yang disukai anak perempuan. Mungkin aku harus mengirim pesan pada Luhan.

To : luhan

Hei luhan, apa kau tau benda apa yang disukai anak perempuan?

To : sehun

Perempuan suka bunga dan boneka, berikan saja benda itu pada sulli. Ia akan menyukainya

To : luhan

Aku sudah memberinya tahun lalu-_-” , ia tidak suka boneka

To : sehun

Mengapa kau tak coba menanyakannya pada teman perempuanmu?

Iya ide itu cukup bagus, aku akan mengajak Hyemi mencari kado yang cocok untuk Sulli. Kira kira apa dia tak keberatan membantuku?

To : hyemi

Hyemi, apa sepulang sekolah nanti kau ada waktu? Bisakah kau membantuku sebentar?

Aku mengirimkan pesan padanya, tak lama kemudian ada pesan masuk

“Tentu aku akan membantumu sunbae ^^ aku akan ke gerbang sekolah pukul 2 siang, temui aku disana”

Pukul berapa sekarang? Aku melihat jam tanganku, 20 menit menuju pukul 2. Sebaiknya aku pergi ke kantin dan membeli makanan ringan dulu.

-00-

Hyemi pov

Perasaan buruk seperti ini sungguh menyebalkan, bahkan pelajaran bahasa inggris yang kusukai terasa memuakkan. Kenapa cinta sepihak diawali bahagia dan diakhiri dengan kesedihan? Banyak orang yang mengalami cinta yang sama sepertiku dan berkata “aku sudah cukup bahagia melihat orang yang kucintai bahagia walaupun bukan denganku” apa aku bisa bahagia juga jika sehun sunbae benar bersama sulli sunbae?

Drrtt ..drrt..

Ponselku, ada pesan dari siapa?

 

From : sehun sunbae

Hyemi, apa sepulang sekolah nanti kau ada waktu? Bisakah kau membantuku sebentar?

 

Sunbae ingin meminta bantuanku? Apa ia akan menyuruhku membuatkan surat cinta untuk sulli sunbae?

“baiklah anak anak pelajaran hari ini cukup sampai disini, silahkan pulang dengan hati hati”

Akhirnya pelajaran usai. Aku harus beri tau oppa, hari ini aku tak pulang dengannya.

“yoboseyo oppa”

“yoboseyo, waeyo hyemi?”

“hari ini aku akan pulang dengan sunbaeku, jadi oppa tidak perlu menjemput”

“nugu? Namja? Yaoja?”

“namja”

“yak, hyemi pabo mana bisa kau pulang dengan namja yang oppa saja belum mengenalnya”

“oppa.. tolonglah satu kali saja, ini kesempatanku yang terakhir kalinya”

“terakhir kali?”

“iya sebelum sunbae itu menjadi milik orang lain”

“huh, hyemi kau menyukainya?”

“iya tapi sunbae itu menyukai orang lain. Aku akan menceritakannya jika sudah tiba dirumah”

“baiklah hati hati”

Aku segera berlari menuju gerbang sekolah, sehun sunbae sudah menunggu disana. Ia tersenyum kearahku sambil melambaikan tangannya. Ia benar benar keren, memakai jaket abu abu, memasukkan satu tangan kedalam saku celana sambil mendengarkan lagu yang mungkin disukainya menggunakan earphone. Mungkin aku murid yang beruntung bisa pergi bersama dengannya dan mendapat tatapan iri murid lain.

“kajja, kita pergi ke mall dan bersenang senang” ajak sehun

“mall? Bukankah sunbae ingin aku membantu?”

“iya, aku butuh pendapatmu untuk membeli hadiah”

“oh begitu, apa sulli sunbae ulang tahun besok”

“iya, tapi sayangnya aku tidak tau barang apa yang disukai yaoja”

Kami berdua menuju ke mall yang berada tidak jauh dari sekolah. Disana aku menjadi pusat perhatian saat bersama sunbae.

“hei lihat, anak sma itu cocok sekali ya, dia terlihat tampan”

“iya, yaojachingu nya juga manis, aku iri”

Apa? Yaojachingu? Aku? Itu sih tidak mungkin-_-

“hyemi kau kenapa?”

“oh oh aku? Aku tak apa apa kok sunbae”

“begitu ya”

Jangan sampai sunbae mendengar apa yang diucapkan ahjumma tadi

-00-

Sehun pov

Hyemi kenapa melamun? Apa ia memikirkan apa yang dikatakan ahjumma itu? Ah tak mungkin hyemi memikirkan itu sehun, kau terlalu percaya diri sekarang-_-.

“hyemi benda apa yang kau inginkan saat ulang tahun?”

“kalau aku benda yang diberikan oleh orang yang kucintai dengan tulus”

Apa maksudnya benda yang diberikan olehku?

“hanya itu? Tak ada yang lain?”

“iya hanya itu”

“bagaimana jika ia tak memberimu hadiah?”

“cukup melihat senyumannya di pagi hari saja itu sudah cukup”

Deg. Mengapa aku sedikit berdebar? Oh sehun ini bukan saatnya kau bimbang. Sulli adalah orang yang kau cintai hingga akhir.

“hanya senyumnya?”

“ne, tapi aku bersyukur sekarang ia mengajakku mencari kado untuk orang yang dicintainya”

Hei shin hyemi tolong jangan tersenyum seperti itu. Aku jadi merasa bersalah padamu. Seharusnya aku membeli kado untuk sulli sendiri saja.

“sehun oppa, lihat kalung ini baguskan?”

“oppa?”

“mianhae maksudku sunbae”

“gwencana panggil oppa saja”

“baiklah” hyemi tersenyum dengan manis padaku, benar benar manis.

“coba aku lihat” kalung itu berbentuk biola dengan ukiran cantik bertulis kan for my love

“iya ini cantik”

“aku suka..”

Jika suatu hari ada seorang namja yang mencintaimu dengan tulus dan mengalungkan kalung di lehermu , percayalah itu pasti bukan aku.

“kau bisa menambahkan inisial pada kalung ini jika kau mau” kata pelayan toko itu

“benarkah? Sayang sekali aku tak berminat membeli kalung ini”

“oppa aku mau ke tolet dulu, aku titip tas milikku ya ” kata hyemi

“baiklah hati hati”

Hyemi sudah pergi kan? Mungkin aku akan memberi nya ucapan terima kasih

“maaf, aku berubah pikiran, aku akan membelinya”

“apa mau diberi inisial”

“iya tulisan ‘shn’ ”

“baik, tunggu sebentar saya ambilkan barangnya”

“ini kalungnya, kamsahamnida”

-00-

Hyemi pov

Aku segera menuju toko es krim yang ada disamping tempat kalung tadi dijual. Sehun oppa sudah menunggu sambil menyantap es krim yang ada dihadapannya.

“hyemi apa kau suka cokelat? Ini aku memesan es krim cokelat untukmu”

Tentu apapun yang kau berikan padaku aku akan menyukainya.

“ne, aku suka. Apa oppa sudah dapat kado untuk sulli sunbae?”

“tentu saja sudah, setelah kita selesai makan, aku akan mengantarmu pulang”

“baiklah”

Kami berdua sudah selesai makan, ia mengantarku pulang ke rumah dengan selamat. Aku segera menuju kamar dan menata buku yang akan kubawa esok pagi. Namun ketika mengeluarkan isi ask u, ada sebuah kotak kecil diantara buku pelajaran. Aku membukanya, sebuah kalung yang aku inginkan benar benar ada ditanganku bahkan ada inisial pada kalung itu. ‘shn’ apa ini sehun oppa berikan untukku? Tiba tiba ponselku berbunyi.

From : sehun sunbae

Hyemin aku memberikan kalung itu untukmu, apa kau suka? Inisial ‘shn’ itu adalah margamu, shin.

Apa benar ‘shn’ itu shin? Itu akan lebih cocok jika ‘shn’ itu sehun. Sudah lah aku akan selalu memakai kalungnya.

-00-

Seoul high school

Pagi yang cerah, tak sengaja hyemi berpapasan dengan sehun dan sulli. Sehun tersenyum padanya, hyemi membalas senyumannya sambil menahan rasa sakit ketika melihat sehun menggandeng tangan sulli dan pergi meninggalkannya.

Pelajaran pertama hari ini adalah olahraga, seluruh murid harus berlari mengelilingi luar sekolah, mengikuti jalur yang sudah ditetapkan guru olahraga mereka. Hyemi berlari dengan semangat, cukup jauh jarak yang sudah ditempuhnya. Ia mengusap keringat dan sadar bahwa kalungnya terjatuh di jalan tempat nya tadi menyeberang. ia melihat mobil berkecepatan tinggi hendak menginjak kalung itu, dan tanpa sadar hyemi berlari mengambil kalungnya. Namun, hyemi tertabrak mobil itu dan dilarikan ke rumah sakit terdekat.

-00-

Sehun pov

“pengumuman hari ini salah satu murid sekolah ini , shin hye mi kelas x. telah beristirahat dengan tenang karena kecelakaan yang dialaminya tadi pada jam pertama, kepada siswa yang hendak mengantarkan ke pemakaman harap segera ke kantor guru”

Aku segera berlari meninggalkan kelas dan menuju ruang guru. Aku meminta izin untuk mengantar kepergian hyemi. Setelah itu aku mengajak sulli dan segera pergi ke tempat pemakaman. Setelah tiba, aku meletakkan bunga duka sambil menahan tangis.

“siapa dia?” Tanya sulli

“seseorang yang mencintaiku tanpa meminta balasan”

“dia yaoja yang baik”

“aku tau itu”

Aku berjalan menjauh dari sulli , kemudian berdiri disamping seseorang.

“kau tau, adikku bahkan merelakan pergi lebih dulu meninggalkanku hanya untuk sebuah kalung yang terjatuh di tempat penyebrangan” kata seorang namja yang ternyata oppa hyemi

“benarkah? Apa hyung bisa memberikan kalung itu padaku? Aku ingin melihatnya”                                  namja itu memberikan kalung hyemi padaku, ternyata benar kalung yang aku berikan padanya kemarin malam.

“adikku mencintai seseorang tapi cintanya sepihak”

“bahkan ia menemani namja itu membeli kado untuk yaojachingunya yang hari ini berulang tahun, tapi apakah namja itu tau hari ini hyemi juga berulang tahun?”

“dia benar benar mencintai namja itu”

Aku menitikkan air mata mendengarnya. Mengapa hyemi melakukannya? Ini sangat menyedihkan mengetahui ia meninggal di hari ulang tahunnya

“bahkan sebelum menutup mata ia ingin aku menyampaikan pada namja itu bahwa hyemi berterima kasih atas waktu setengah hari yang diberikan untuknya, itu adalah hadiah ulang tahun yang diberikan tuhan satu hari sebelum hari ulang tahunnya dan ia ingin namja itu menjaga yaoja yang dicintai nya selamanya” jelas hyung itu.

Aku berjalan kearah sulli dan memeluknya, menangis sejadi jadinya.

“kau tau yaoja itu menginginkan aku menjagamu selamanya”

 

-END-

Iklan

19 thoughts on “My Little Secret

  1. yakkkk saya benci sad ending T^T parah ish Sehun.
    kenapa harus sama Sulli ? gak rela gak relaaa !!

    coba aja Hyemi nya gak meninggal, aih gara-gara kalung doang -__-”
    nyesel lu Hun seumur hidup !!! 😥

    keep writing!

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s