You Don’t Know Love

Author: Oh Dult/@xoexo12

Length: Oneshoot

Genre: Romance,  Angst, Drama

Rating: PG17+

Main cast : Park Chanyeol, Kim Jeorin

Disclaimer: FF ini murni hasil dari imajinasi author.

Author’s note: Udah lihat mv nya k.will yg you don’t know love?semua pasti udah lihat, abis liat itu aku kepikiran mau buat ver. fanfictionnya, terus itu aku bikinnya tengah malem -_-, di mv nya chanyeol imut banget disitu ><. Keseluruhan ceritanya memang hampir sama dengan cerita yg ada pada mv nya, tapi ada yg ku ubah sedikit dan ku tambah beberapa adegan/? di bagian endingnya. Maaf kalau konfliknya ga ada atau ceritanya tidak jelas dan maaf  jg kalau ceritanya tidak menarik dan membosankan. Happy reading!

capture-20140108-094234

“Dimana letak kesalahanku?apa aku kurang baik selama ini?”

“Bukan itu yang kumaksud.”

“Lalu kenapa aku harus menerima nya?ini milikmu dan ini pemberian dariku, jangan kembalikan barang ini padaku.”

“Kau terlalu baik, sangat baik..” Gadis itu mengusap kasar air matanya, ia tak tahan dengan semua ini.

“Aku takut menyakitimu.., kau terlalu baik padaku, kau tak pernah marah bahkan kesal padaku.”

“Karena aku mencintaimu, Jeorin.”Jawab pria itu meremas kedua pundak gadis itu, menatap tajam ke arah manik mata berwarna kecoklatan tersebut.

“Aku tak ingin menyakitimu.”Lanjutnya.

Gadis itu mendorongnya pelan, berusaha untuk menjauhi pria itu. Ia memandang cincin di jari manisnya, betapa kagetnya pria itu melihat ia melepaskan cincin itu kemudian memberikan kepada nya.

“Ambil dan lepaskan aku.”Lirih nya menarik kedua tangan pria itu, memberikan cincin tersebut kembali.

Gadis itu pergi, ia berjalan pelan meninggalkan pria tersebut, selama kakinya melangkah ia hanya sekali menoleh ke belakang sekedar mengecek raut wajah pria itu, dan betapa sedihnya, pria itu menunjukan ekspresi kecewa.

“Kim Jeorin..”

Pria itu memandang punggungnya yang semakin hilang dari pandangannya, lantas ia membuang cincin tersebut ke tanah dan meninggalkannya begitu saja.

————–

Di pagi yang cerah, seorang pria masih bergelut dengan mimpinya, ia kelihatan lelah, sangat lelah.

Semalaman ia tidak bisa tidur memikirkan gadis itu. Semalam ia menangisi gadis itu, kecewa dan marah dengan nya. Ia duduk di atas lantai yang dingin dan bersandar pada dinding rumahnya yang berwarna putih. Ia menekan dadanya berulang kali, rasanya sakit.

Meluapkan semua emosinya dengan tangisan, tak peduli dengan jati dirinya yang sebagai lelaki, semua pria pasti pernah menangis kan?jadi masa bodoh pikirnya.

Ia membuka matanya perlahan, hal yang dilakukannya pertama kali adalah mengecek ponselnya. Ia merubah posisi terbaringnya menjadi duduk, menyalakan ponselnya, tangannya terus bergerak hingga ia berhenti pada kontak ponselnya, ia melihat nama gadis itu tertera disana. Ingin sekali ia menekan tombol call, bertanya bagaimana kabar nya, apa yang dilakukannya hari ini. Ia ingin sekali menghubungi gadis tersebut.

Namun percuma, semua itu hanya khayalan sematanya. Ia berjalan gontai menuju kamar mandi, menyalakan shower untuk membersihkan dirinya. Rasanya segar sekali.

Setelah mengganti pakaiannya dengan kemeja berwarna biru, ia berjalan menuju wastafel, terlihat pantulan dirinya yang sedikit berantakan.

Ia mengacak rambutnya pelan, kemudian mengambil pasta dan sikat gigi, menyikat giginya hingga sebersih mungkin.

Setelah membersihkan mulut dan mencuci wajahnya, ia berjalan lagi menuju dapur, tangannya mengambil sepotong roti lalu memanggangnya.

Ia menggigit roti itu sambil membawa gelas berisi susu putih yang telah ia buat sebelum ia memanggang roti tersebut.

Ia membawanya ke ruang tengah, kemudian menaruhnya di atas meja depan sofa yang ia duduki. Pria itu, Chanyeol baru menggigit sepotong ia langsung meletakkannya di atas gelas. Bosan harus melakukan apa, ia mencoba mengusir kebosanannya dengan menepuk-nepuk bantal sofa. Kekanakan sekali, ia merasa hidupnya sangat membosankan semenjak gadis itu memilih pergi dari kehidupannya.

—————–

Di tempat lain, gadis itu, Jeorin juga melakukan hal yang sama dengan Chanyeol. Pagi-pagi ia sudah membuka ponselnya, dan nama Chanyeol tertera disana, sama halnya dengan pria itu Jeorin ingin menghubunginya, menganggu tidur pria itu, mengucapkan selamat pagi dan berbincang sedikit dengannya.

Tetap saja,baginya mustahil karena ia bukanlah siapa-siapa nya pria itu lagi. Matanya tersirat kelelahan yang mendalam, semalam ia menangisi pria itu, ia merutuki kebodohonnya semalam.

Ia bingung, sebenarnya alasan apa yang membuatnya seperti itu, meminta Chanyeol melepaskannya. Entahlah, semua itu terjadi begitu saja.

Jeorin bangkit menuju kamar mandi, membersihkan dirinya lalu mengganti sweaternya dengan kemeja putih, tubuhnya kelihatan pas sekali dengan kemeja itu. Ia berjalan mengitari kamarnya sambil menggosok giginya dengan sikat gigi. Ia menatap kamarnya yang berantakan, pakaian dimana-mana, sepertinya ia harus membersihkan rumahnya hari ini.

Setelah itu, ia mengambil dua potong roti di dapur lalu memangganya hingga suara alat pemanggang itu terdengar ditelinganya lalu menggigitnya seperti yang Chanyeol lakukan..

——————

Chanyeol mengamati setiap foto didepan matanya, di foto itu gadis itu begitu cantik dan lucu.

Tiba-tiba ia teringat sesuatu, ia membuka lemari pakaiannya satu persatu, ia membuang pakaiannya asal, tak peduli pakaiannya yang lain berserakan sampai ia menemukan barang yang dicarinya sedari tadi.

Baju pemberian Jeorin, Chanyeol masih menyimpannya, ia masih mengingat kapan Jeorin yang berkunjung ke rumahnya lalu memberikan barang ini untuknya. Chanyeol tersenyum kala mengingatnya, nampaknya pemberian gadis itu sangat berharga di mata Chanyeol.

Chanyeol mengambil sebuah box yang ia simpan di lemarinya lalu mengisinya dengan baju itu dan pigora dengan foto Jeorin disana.

—————-

Kamarnya sudah rapi, Jeorin tersenyum lega melihat kamarnya yang tidak berantakan seperti tadi.

Matanya menjelajah ke seluruh ruangannya, matanya berhenti pada satu tempat. Dan matanya tertuju pada foto-foto Chanyeol yang tergantung disana, ia meneliti setiap foto tersebut, benar-benar konyol dan menawan pikirnya sambil terkekeh geli. Ia mengambil salah satu foto tersebut, mengusapnya pelan lalu mencium foto itu gemas.

Ia menemukan sebuah kertas yang sepertinya berisi beberapa kata, entah apa itu Jeorin tidak mengetahuinya. Bibirnya tertarik ke atas membaca satu persatu sederetan kalimat di kertas itu.

Kertas itu, ia yang menulisnya. Ia ingat kapan ia membuatkannya untuk Chanyeol, betapa lucunya Chanyeol yang merasa penasaran dan terus mencoba mengambil kertas itu dari tangan Jeorin. Kalau tidak salah ia pernah membuat dua, satu untuk disimpannya dan satunya lagi untuk Chanyeol. Semoga saja kertas itu masih ada pada pria itu…

——————–

Chanyeol menemukan kotak kecil berisi beberapa kertas, dilihatnya satu persatu, senyumnya mengembang saat ia membaca sebuah kertas dengan tulisan ‘dari Jeorin untuk Chanyeol’. Ia membacanya sampai tulisan-tulisan itu habis , senyumnya semakin mengembang kala mengingat waktu itu Jeorin begitu manis memberikan kertas ini untuknya.

Chanyeol kembali menggeledah seisi ruangan, kini ia menemukan sepasang sepatu yang sedikit berdebu, dibersihkannya dengan hati-hati dengan senyum yang masih mengembang. Kemudian dimasukannya ke dalam box bersamaan dengan kertas tadi, ia masukkan ke dalam sana.

—————–

Jeorin memasukkan kertas itu dan juga foto Chanyeol ke dalam box yang ditemukannya di bawah ranjang tidurnya.

Merasa ada yang kurang, Jeorin kembali mengitari ruangannya. Sebuah kotak panjang menarik matanya, lantas ia membukanya dan menemukan sepasang sepatu yang sama dengan milik Chanyeol.

Ia memperhatikan sepatu itu sejenak lalu memasukannya ke dalam box.

“Aku rasa sudah cukup.”Gumamnya menutup box itu, namun sekali lagi Jeorin merasa ada yang kurang. Astaga bunga itu. Aku hampir melupakannya, batin Jeorin kini memperhatikan bunga yang ada sudah layu itu ditangannya dengan ekspresi yang sulit dijelaskan.

Ia memandang jari manisnya. Jeorin menghela nafasnya berat. Cincin itu, cincin pemberian Chanyeol sudah tidak ada di jari manisnya lagi.

——————

“Sepertinya tidak ada yang kurang, semuanya sudah kumasukkan.”Gumam Chanyeol sambil menutup box tersebut.

Chanyeol sadar, kalau ada yang ia lupakan, hal terpenting itu, barang itu. Chanyeol menggeledah semua laci, ia lupa menaruh barang itu dimana. Bodoh. Umpatnya dalam hati.

Chanyeol membuka laci yang terakhir, ia tersenyum lebar melihat sebuah foto dan cincin disana, ia mengambil cincin tersebut lalu memasangkannya di jari kelingkingnya. Ia senang bisa menemukan cincin itu, cincin itu sangat berharga untuknya.

—————

Chanyeol keluar dari rumah, dengan payung di tangannya dan tangan satunya lagi membawa box. Cuaca sedikit mendung, hujannya tidak terlalu deras hanya sedikit gerimis.

Ia datang ke tempat itu lagi, dimana ia dan Jeorin berpisah. Rasanya sakit sekali, mengingatnya lagi akan membuatmu merasakan sesak yang luar biasa.

Chanyeol menaruh box itu di dekat pohon besar, ia mengamati sekitarnya, seingatnya ia membuang cincin milik Jeorin disekitar situ.

Ia segera mencari cincin tersebut, tak peduli dengan tangannya yang akan kotor nanti.

Dan dapat!

Chanyeol berhasil menemukannya, ia sangat bahagia bisa menemukan cincin milik Jeorin.

“Chanyeol?”

Suara yang sangat familiar ditelinganya, apakah ini kenyataan? Suara itu, ia sangat merindukannya.

Chanyeol berbalik, betapa terkejutnya ia melihat Jeorin berdiri dihadapannya sambil membawa payung dan box yang sama dengannya.

Chanyeol tersenyum dalam hati.

‘Semuanya sama, kau dan aku.’

Chanyeol menghampiri Jeorin yang mematung. Gadis itu seakan tersihir dengan tatapan Chanyeol, pria itu yang membuatnya seperti ini. Ia membalas senyum Chanyeol yang begitu lembut kepadanya.

Ada perasaan hangat dalam dirinya, begitu nyaman dan letupan itu kembali datang. Seolah beribu-ribu kupu-kupu berterbangan di perutnya Membuat gadis itu ingin berteriak namun tidak bisa.

Chanyeol mengambil box yang dipegang Jeorin lalu menaruhnya disebelah boxnya itu, ia membuka box milik nya, ia mengambil bunga itu, bunga kesukaan mereka berdua. Begitu indah di mata mereka, mereka berdua sama-sama menyukai warna bunga tersebut, biru. Ia memasangkan cincin milik Jeorin pada bunga tersebut.

Chanyeol berdiri kembali menghampiri Jeorin, ia mengulurkan tangannya yang memegang bunga tersebut kepada Jeorin.

Cincin itu jatuh begitu saja dari kelopak bunga ke atas tangannya, Jeorin tersenyum sangat manis, cincin itu ternyata masih ada. Ia menerima bunga itu dengan hati yang berbunga-bunga.

Chanyeol memasangkan cincin itu di jari manis Jeorin, kemudian menarik Jeorin untuk memeluknya.

Jeorin membuang payung yang dipegangnya, mendekati pria itu dan memeluknya erat. Ia sangat merindukan pelukan Chanyeol yang begitu hangat.

“Sekeras apapun aku berusaha melupakanmu, bayang-bayangmu akan tetap menghantuiku, cincin ini, kertas itu, dan sebagainya, melihat itu semuanya membuatku semakin mencintaimu.”Bisiknya di telinga Jeorin.

Jeorin sedikit memundurkan badannya untuk melihat pria itu namun masih dengan posisi berpelukan.

Jeorin menatap kedua bola mata Chanyeol lekat-lekat, nada bicara pria itu dan siratan matanya kelihatan serius. Tak ada kebohongan disana.

“Maafkan aku yang begitu egois, karena hal sepele kita menjadi seperti ini, karenaku kita saling menjauhi satu sama lain, aku benar-benar merasa bersalah de-”

Chanyeol membungkam gadis itu dengan bibirnya. Ia melumat bibir nya dengan penuh perasaan, tidak ada paksaan disana yang ada hanyalah cinta. Jeorin pun membalas nya, ia menikmati apapun yang dilakukan Chanyeol kepadanya.

“Kim Jeorin, aku mencintaimu…”Ucap Chanyeol menempelkan keningnya pada kening Jeorin. Jeorin dapat merasakan deru nafas Chanyeol pada wajahnya. Pipinya merona.

“Aku juga, aku sangat mencintaimu, Park Chanyeol.” Keduanya saling lempar senyum dan tertawa. Akhirnya mereka menjadi pasangan kekasih lagi dan Chanyeol pun kembali melanjutkan kegiatannya, yaitu mencium gadis itu.

 

 

-End-

 

10 thoughts on “You Don’t Know Love

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s