Posted in Chapter, EXO Planet, EXO-K, Fanfiction, Freelance, Genre, Romance, SCHOOL LIFE, Se Hun, Series, Type

DAMN! I LOVE HER [Chapter 1]

PicsArt_1388890071522

TITLE : DAMN! I LOVE HER

CAST : – OH SEHUN
– KIM NANA
– CHOI YEONJU
– PARK JIHYE

AUTHOR : WENNYESS
LENGTH : CHAPTERED
RATING : PG-15
GENRE : SCHOOL LIFE, ROMANCE

CHAPTER 1

================================================================================
SUMMARY:

Hai, namaku Oh Sehun. Aku bersekolah di Gyeonggi High School, saat ini aku duduk dikelas XI-B. Aku sudah mempunyai yeojachingu, namanya Kim nana.
Aku sudah mengejarnya dari pertama kali kita berada dikelas X. Dia berbeda dari gadis yang lain. Tubuhnya mungil dan tidak begitu tinggi, hanya sebatasleherku saja. Rambutnya panjang, ia memiliki mata dan bibir yang sangat indah. Bisa dibilang… Aku sangat mencintainya

Halo namaku Kim Nana. Aku bersekolah di Gyeonggi High School tepat dikelas XI-A. Aku mempunyai namjachingu yang sangat kusayangi^^. Namanya Oh Sehun
dia tinggi, berkharisma, dewasa, dan yang paling penting, dia sangat sabar menghadapiku. Aku merasa sangat nyaman ketika berada didekatnya.

Aku Park Jihye, di FF ini aku tidak langsung muncul di episode pertama. Oh iya, aku teman kelasnya Sehun, aku menyukai Sehun sudah begitu lama.
Namun setelah mengetahui bahwa ia telah berpacaran dengan wanita lain, aku mencoba untuk melupakannya, namun sangat susah. Sehun seharusnya
menjadi milikku, namun kurasa Nana lah yang merebutnya dariku. Sungguh aku membencinya!

Halo namaku Choi Yeonju. aku sahabat dekatnya nana, kami telah berteman baik sejak SMP, aku bahkan tahu semua masalah dia. Nana adalah murid yang
pandai dikelasku. Tidak rugi aku duduk dengannya. Meskipun ia adalah anak yang pintar, ia tidak pernah pelit membagikan jawaban kepadaku dan kepada
murid-murid lain, hahaha..
-school-

waktu menunjukkan pukul 06.50, itu artinya 10 menit lagi bel sekolah akan berbunyi. Seluruh murid sibuk berlomba-lomba memasuki gerbang, tentu saja
diikuti dengan muka-muka yang ‘malas’

“eoh?” bukankah itu sehun? tanya nana dalam hati
“Sehun-a!” nana berteriak dengan riangnya, lalu berlari kearah Sehun.
“Good morning, nam-ching!” sapa nana jahil.
“eoh? nana-ya” sapa sehun begitu melihat nana sudah berdiri disampingnya
“ya! oh sehun! kenapa ekspresimu selalu saja datar ketika melihatku?!”

ya begitulah nana, terkadang dia menjadi sangat bawel, namun aku tidak pernah risih, itu malah membuatnya semakin lucu, batin sehun.

“uri nana pagi-pagi sudah bawel. terus kau mau aku bagaimana?” sehun menjawabnya datar
“setidaknya kau harusnya tersenyum saat melihatku. aku bahkan jarang sekali melihatmu tersenyum padaku, apakah begitu susahnya?” celoteh nana
sambil berjalan memasuki sekolah
“arasseo kalau begitu kita ulangi ya” sehun membalas celotehan nana dengan maksud jahil.
“wah! kim nana” akting sehun dengan pura-pura kaget, “annyeong yeo-ching” katanya diikuti sebuah senyum paksa.
“aigoo, sudahlah sehun-ssi, kau jadi terlihat menjijikkan. lain kali bersikap seperti biasa saja”
“dasar anak ini” sehun tertawa kecil mendegar kata-kata nana barusan.
“Sehun-a, aku masuk kelas duluan ya. kau harus belajar yang rajin, awas kalau kau bolos lagi!” ceramah nana dengan tatapan sinis
“ya kim nana berhenti menatapku seperti itu. arasseo, kau masuk duluan sana”

pelajaran pertama adalah pelajaran Lee saem, apa lagi kalau bukan pelajaran yang dibenci oleh murid-murid disekolah ini, ya… matematika.
selama pelajaran berlangsung, semua murid hanya menatap Lee saem dengan pandangan ‘blank’. Nana dan yeonju juga begitu, namun kali ini mereka
mempunyai hal lain untuk dikerjakan. nana mengeluarkan buku gambarnya lalu melanjutkan gambarannya yang belum sepenuhnya jadi.
“Nana-ya, lihat ekspresi teman-teman kita. apa sebegitu suramnya kah mereka semua?”
“sudahlah jangan diperhatikan, nanti kau ikut ketularan lagi” nana tertawa kecil
“kau ini.. eh, itu sehun?” tanya yeonju selagi melihat orang yang digambar nana
“eung. yeonju-ya apa kau tidak bosan?” ucap nana namun tetap memusatkan pandangannya ke gambar tersebut
“tentu saja aku bosan, apa kau tidak lihat apa yang kulakukan daritadi?”
“daebak, ya! choi yeonju, apa kau membawa kulkas minimu kesekolah? darimana asalnya semua makanan ini” nana kaget melihat yeonju sibuk mengunyah
snack yang ia bawa
“aku ini food-machine(?)”
“apa masih ada snack yang kau sisakan untukku yeonju-ya?”
“aish anak ini” kelih yeonju seakan-akan ingin memukul nana.
“ini, makannya hati-hati ya! jangan sampai ketahuan”
“hahaha, gomawo yeonju”
KRINGGGG~

waktu istirahat tiba juga. dikantin begitu banyak orang yang sedang mengantri makanan, untung saja nana dan yeonju sudah datang lebih awal
jadi mereka tak perlu menungu lama. setelah mengambil jatah(?) makanan, nana dan yeonju merncari tempat duduk yang masih kosong. Seraya mencari
kursi kosong, nana melihat sehun yang sedang melahap makanannya, diikuti dengan candaan teman-temannya.
“nana-ya, ayo sini” yeonju yang akhirnya mendapat bangku kosong langsung memanggil nana
“akhirnya dapat juga, mau cari bangku aja susah banget”
“hahaha, makan yang banyak nana!”
“kau juga yeonju!”
namun sebelum menyantap makanannya, nana mengeluarkan ponselnya lalu mengetikkan sesuatu.

Sehun pov
aku merasakan hp ku bergetar, ku ambil hpku dari kantong lalu membuka pesan yang baru saja masuk

from: Kim Nana
makan yang banyak, sehun-a^^

“anak ini” kata sehun dalam hati, tanpa sadar ia mengukir senyum setelah membaca pesan tersebut

to: Kim Nana
kau juga nana, balas sehun
‘nana-ya, temani aku ke salon ya” yeonju membuka mulut disela-sela mereka makan
“kapan?”
“sebentar. aku ingin memotong poniku”
“hmm. arasseo”

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~`

“eottae? poni baruku” yeonju sangat senang melihat poni barunya itu
“mwoya.. tidak ada yang berbeda dari ponimu itu -_-”
“baboya, dasar kau ini! hahaha.. oh iya, kai akan menjemputku sebentar lagi. kau mau ikut?”
“kai itu pacar barumu yang dulu sering kau ceritakan padaku kan? ah tidak usah, kalian pergilah berdua”
“tapi kau pulang bagaimana? diluar lagi hujan deras”
“hujan?” nana melihat ke jendela, benar.. hujan deras. bagaimana ini?
“ah itu dia kai, ayo nana kita akan mengantarmu pulang!”
“tidak usah, aku sudah mengirim pesan pada oppaku, sebentar lagi ia akan datang menjemputku. kau pulang saja duluan” nana terpaksa berbohong untuk
menghindari tawaran sahabatnya itu. tidak mungkin ia akan menganggu orang pacaran kan.
“jinjja? arasseo, aku pergi ya”
“hati-hati yeonju-ya”

Nana pov
bagaimana ini? oppa kan belum pulang jam segini, dia biasanya pulang kantor jam 11 malam karena jadwal yang padat. mungkin aku akan menunggu
saja disini, hujannya pasti akan reda sebentar lagi. namun setelah satu jam lebih menunggu, hujannya tak kunjung reda, malah bertambah deras.
“maaf nyonya, kami sudah mau tutup” salah satu pegawai salon berbicara pada nana
“ah, maaf” nana melihat jamnya, mwo?! sudah jam 9 malam?! apa aku jalan kaki saja? rumahku tidak jauh dari sini, mungkin sekitar 5-10
menit berjalan. ah tidak mungkin, jangan bercanda kim nana! apa kau lupa setiap kepalamu terkena air hujan, besoknya pasti kau akan demam.
“tidak apalah, kali ini saja. toh sampai rumah aku akan meminum teh hangat untuk menghangatkan badanku” kali ini nana nekad, ia berjalan
dibawah hujan deras yang sudah membasahinya.

namun tidak sampai 5 menit ia berjalan, hpnya bergetar. Oh Sehun?! kenapa dia menelponku malam-malam begini? bisa mati aku kalau dia tau
aku sedang kehujanan.

“sehun-a, waegeurae?”
“kau dimana nana?”
“ne? eoh.. a.. aku lagi d..di luar” karena cuacanya sangat dingin, ditambah lagi nana sudah basah diguyur hujan, membuat suara nana gemetaran(?)
karena menggigil
“suaramu kenapa? kau baik-baik saja?”
“ne. aku akan menelponmu kalau aku sudah sampai rumah” mian sehun-a, aku terpaksa berbohong.
“arasseo, hati-hati ya”

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~“

“nana-ya ada apa dengan wajahmu? apa kau sakit? yeonju memeriksa dahi nana apa ia demam atau tidak.
“kau demam nana, apa kau bermain hujan kemarin? hah?” yeonju menyeloteh khawatir
“gwaenchana yeonjuya, kemarin aku lupa menutup jendela kamarku, jadinya besok pagi aku menggigil setengah mati” nana mencari alasan untuk
menenangkan sahabatnya itu, walau dengan alasan yang sedikit tidak masuk akal
“tapi sebentar lagi pelajaran olahraga akan dimulai, kalau kau mengikutinya kau bisa pingsan!!” yeonju mulai lebay -_-
“tidak apa-apa yeonju! serius. kajja kita ke lapangan!”
seperti biasa sebelum olahraga dimulai, semua murid harus mengelilingi lapangan sebanyak 5x, lalu melakukan pemanasan. namun baru 3x berlari
keliling lapangan, nana merasakan kepalanya sangat pusing dan pandangannya kabur juga.
“kurasa harusnya aku mengikuti saran yeonju tadi” nana berkata dalam hati
“saem, bolehkan aku izin untuk hati ini? kepalaku sangat pusing”
“tentu saja nana, kau pergi istirahat yang banyak ya di UKS”
“ne gomawo saem”

nana pov
aku berjalan ke kelas, ya.. aku tidak berencana untuk beristirahat di UKS, jadi aku memutuskan untuk beristirahat dikelas saja.
“Nana-ya”
seseorang memanggilku. ya kurasa aku tahu siapa pemilik suara itu. mati, kalau dia tau aku sedang sakit bagaimana?
“eoh, sehun-a”

#TBC

Iklan

Penulis:

Tidak bisa Online seharian karena hidup di dunia pesantren. harap maklum

16 thoughts on “DAMN! I LOVE HER [Chapter 1]

  1. Aku baru baca ini -__- haha
    Duh itu Jihye bakalan kaya gimana ya?
    Disini belum ada konflik nya… aku lanjut ke chapter selanjutnyaaa ;3

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s