Truly, You Are My Love

Gambar

 

Tittle              : Truly, You Are My Love

Author           : Jung Hye Ah

Length           : Chaptered

Genre             : Romance, school life, friendship, family

Main cast      : Choi Hye Jin (OC)

Park Chanyeol

                         Kim Jong In a.k.a Kai

                        Lee Hyo Ah (OC)

Support cast : Byun Baekhyun

                        Choi Siwon

                        Choi Yoon Ah

                        Akan bertambah sesuai chapternya

Ratting          : PG 15

Note   : Anyeong chingu, perkenalkan aku pendatang baru di sini. Hehe… FF ini murni hasil pemikiranku. Kalau para castnya sih udah pasti milik orang tua dan managementnya. J WARNING !!! TYPO bertebaran,, harap dimaklumi. ^^ Happy reading chingu n please don’t be silent reader. J

 

Chapter 1

 

Author POV

MWO?????

“Shirheo appa, aku tidak mau pindah ke Busan!” hye jin menatap appanya dengan tatapan tidak suka.  “Tenanglah chagiya, mari kita bicarakan masalah ini dengan tenang dan baik-baik ” Yoon Ah mencoba menenangkan anak semata wayangnya itu.

“Pokoknya aku tidak mau pindah, kalau mau appa dan eomma pindah saja, aku akan tetap tinggal di sini”.

“Geurae, kalau itu yang kau inginkan, kau tinggal saja sendiri di kota Seoul ini, kau hanya akan berakhir tidur di bawah jembatan dan tak akan pernah mendapatkan kehidupan yang sewajarnya lagi” bentak Siwon kepada anaknya. Ia sudah tidak bisa menahan amarahnya lagi dan segera berjalan keluar rumah sambil membanting pintu.

Hye jin segera berjalan menuju kamarnya dengan wajah yang kesal. Ia langsung menghempaskan badannya ke kasur. Beberapa saat kemudian eommanya masuk ke kamar, ia duduk di tepi kasur hyejin.

“hye jin-a~”

“eomma~”  hye jin bangun dan memeluk eommanya.

“eomma, apa kita benar-benar harus pindah?”

Yoon ah terdiam sejenak, ia menatap manik mata anaknya dalam- dalam. Ia merasa sedih melihat anaknya seperti itu, namun ia tidak memiliki pilihan apapun selain mengikuti pilihan suaminya. Ia merasa memang itulah pilihan terbaik yang harus diambil keluarganya saat ini, mengingat kondisi keuangan keluarganya yang sudah semakin memburuk sejak perusahaan tempat suaminya bekerja selama ini mengalami kebangkrutan. Dan yang lebih menyedihkan lagi, akibat kebangkrutan perusahaan tersebut terpaksa gulung tikar dan secara otomatis membuat suaminya kehilangan pekerjaan.

 “hye jin-a, eomma harap kau mau mengerti dengan keadaan keluarga kita, kita tidak bisa hidup di sini lagi” hye jin hanya menunduk dan terdiam.

“di Busan nanti kita akan tinggal di rumah peninggalan nenek, appa juga akan bekerja di perusahaan Byun ahjussi”

“tapi eomma, bagaimana kalau nanti di sana aku tidak bisa mendapatkan teman?”

“kau tidak perlu cemas, pasti di sana banyak yang ingin berteman dengan anak eomma yang manis ini” Yoon Ah tersenyum manis pada anaknya. “Lagipula nanti kau akan bersekolah di sekolah yang sama dengan sepupumu Byun Baekhyun, kau tau kan dia anak yang sangat periang, pasti kau akan betah di sana”.

Hye jin menatap eommanya, ia pun tersenyum “baiklah eomma, aku mau pindah ke Busan”. Akhirnya hye jin mengalah, ia menghilangkan sifat keras kepalanya karena ia merasa kasihan melihat eomma dan appanya. Bagaimanapun juga mereka adalah orang tua Hye jin dan pastinya mereka selalu merencanakan yang terbaik untuk Hye jin.

“Hye jin-a, saat kondisi keuangan keluarga kita nanti membaik, eomma dan appa berjanji akan mengabulkan apapun yang kau inginkan ” Yoon ah mengelus kepala anaknya dengan sayang.

Ya, semenjak Hyejin berada di tingkat 1 Junior High School ia memang sangat ingin kuliah di luar negeri. Ia selalu menceritakan keinginannya yang menggebu-gebu itu kepada kedua orang tuanya.

 

Flashback

“Appa, kalau sudah besar nanti aku ingin kuliah di Oxford University”

“Tentu chagiya, asal kau belajar dengan rajin dan mendapatkan nilai yang memuaskan, appa akan mengabulkan permintaanmu”

“Kkokjongma appa (jangan khawatir, appa) , Appa kan sudah lihat sendiri nilai-nilaiku yang memuaskan. Aku mendapatkan juara umum di sekolah dan nilai mata pelajaran Bahasa Inggrisku juga 98”. Hye jin berkata sambil menepuk-nepuk dadanya bangga.

 

“wah, kalian sedang membicarakan apa? Sepertinya serius sekali?”

“eomma, appa berjanji padaku akan menguliahkanku di Oxford University?”

“benarkah? Eomma juga sangat senang mendengarnya. Tampaknya anak eomma sudah merencanakan masa depannya dengan sangat matang”.

 

“Ngomong-ngomong, apakah kau juga telah merencanakan untuk menikah dengan orang Inggris hye jin-a? hahaha”

“Appa  jangan berkata yang tidak-tidak. Aku kan masih kecil. Appa miwo. ”

“Sudahlah Hye jin-a, appamu hanya bercanda. Yeobo, jangan menggoda Hye jin lagi. Kalau dia sudah merajuk aku akan susah untuk menghiburnya”.

“Hye jin-a, jangan marah, appa kan hanya bercanda. Kemarilah, appa ingin memelukmu”.

“Nde appa, aku tidak marah karena aku sangat mencintai appa dan eomma. Saranghae..”

“Nado saranghae” jawab kedua orang tua Hye jin bersamaan.

Flashback end

 

@Seoul International High School

Hye Jin POV

Saat ini aku sedang duduk dengan sahabatku di kantin sekolah. Aku memberitahunya bahwa seminggu lagi aku akan pindah sekolah ke Busan.

 

“Jadi kau akan benar- benar pindah hye jin-a?”

“Nde hyo ah, aku tidak mungkin mempertahankan keegoisanku, appa dan eomma akan sedih dengan sikapku yang keras kepala itu”

“Arasseo hye, tapi nanti setelah kau pindah sekolah jangan lupakan aku ne??”

“Tentu, tidak mungkin aku melupakan sahabat yang sudah menemaniku selama 5 tahun ini. Kecuali kalau aku terkena amnesia mendadak. Hehe. >-<”

“Kau ada- ada saja hye jin-a. Pasti nanti aku sangat merindukanmu saat kau tak ada di sini”

“Nado. Aku juga pasti akan sangat merindukan sahabat yang cerewet sepertimu hyo ah. Hahaha… “

“Kau jangan mengejekku hye, walaupun aku ini cerewet aku masih memiliki sisi positif. Kau tak lihat aku ini sangat manis? Di mana lagi kau akan menemukan seorang sahabat yang manis sepertiku. ”

“Nde, aku setuju denganmu, kau memang sangat manis” aku memperlihatkan senyumanku yang paling manis pada hyo ah.

“Gomawo. Dan jangan lupa, kau harus sering-sering meneleponku. Kau harus menceritakan kehidupanmu di lingkungan barumu nanti, mulai dari tetanggamu, sekolahmu, teman-teman sekelasmu, guru-gurumu, dan….”

“Kau mulai lagi hyo ah”

“Ups, mianhe aku tidak bisa menahan mulutku ini untuk berhenti berbicara. Hehe..”

Aku hanya tersenyum menatap hyo ah. Kami pun mulai menyantap makanan yang terhidang dan mulai dingin di atas meja. Beberapa saat kemudian, seorang namja berwajah imut datang menghampiri kami.

“Hye jin-a, apa kau benar-benar akan pindah sekolah?”

“Nde luhan oppa”

Ya, dia adalah Xi Luhan, namja yang sudah menjadi kekasihku selama 1 tahun belakangan ini. Aku berkenalan dengannya saat aku berada di tingkat 1 dan ia berada di tingkat 2. Yap benar, dia adalah sunbaeku.

“Kenapa kau tak memberitahuku?” Tanya Luhan oppa.

“Aku baru berencana memberitahumu sepulang sekolah nanti oppa, tapi sepertinya kau sudah mengetahuinya duluan”. Suasana saat ini tiba-tiba menjadi sangat kaku.

“Hye, aku sudah selesai makan, aku ke kelas duluan ya” Hyo ah berdiri dan meninggalkan aku dan Luhan oppa yang masih sibuk dengan pikiran masing-masing.

Akhirnya Luhan oppa mulai berbicara, “Hye jin-a, apa kau akan benar-benar meninggalkanku?” Luhan mulai memasang wajah sedihnya dan itu membuatku merasa berat untuk meninggalkannya.

“Oppa, jangan bersikap seperti ini, ini bukan akhir dari semuanya kan, kita masih bisa mempertahankan hubungan kita, aku akan sesering mungkin meneleponmu”.

“Jadi maksudmu, long distance relationship?”

“ya, bisa dibilang begitu”

Luhan mengambil nafas panjang kemudian berkata, “ Molla hye jin-a, aku tidak tau apa aku bisa melakukannya. Aku sudah terbiasa melihatmu setiap hari. Lagipula jika kita berdua berada pada jarak yang jauh aku tidak tau hal apa yang nanti akan menghampiri aku dan juga kau”.

“Maksud oppa?”

“Aku tidak yakin bisa menjaga hatiku untukmu hye jin a~”

Aku pun tersentak. Hatiku merasa sakit mendengar ucapan Luhan oppa. Dia baru saja menyatakan  ia tidak bisa menjaga hatinya untukku? Aku sungguh tidak percaya dengan apa yang ia ucapkan.

Setelah terdiam beberapa saat, akhirnya aku memutuskan untuk berbicara.

“Baiklah oppa, jika memang pada akhirnya oppa telah menemukan takdir oppa dan ternyata orang itu bukan aku, aku…, aku….”

Aku tidak siap untuk mengucapkannya. Tapi harus bagaimana lagi, aku tidak mempunyai pilihan lain.

“Aku akan melepaskan oppa”

Akhirnya kalimat itu keluar juga dari mulutku. Saat ini rasanya aku ingin menangis. Tapi bukan Choi Hye Jin namanya jika terlihat lemah di depan orang lain meskipun itu adalah namjachinguku sendiri. Aku memang tidak pernah menangis di depan siapapun. Aku hanya akan menangis di saat aku sendiri, karena aku tidak suka dianggap lemah oleh orang lain.

Aku pun berdiri. Sebelum pergi, aku sempat tersenyum kepada Luhan oppa. “Jangan terlalu merasa terbebani oppa” ucapku. Aku menyentuh bahu Luhan oppa sekilas dan beranjak pergi menuju kelas.

_ _ _

 

 

@Hye jin’s room

“Huuaaa… kenapa jadi seperti ini?”

Sesampainya di rumah aku menangis sekuat-kuatnya. Untung saja appa dan eomma tidak ada di rumah. Mereka sedang berada di Busan,  mempersiapkan segala hal sebelum aku pindah ke rumah baruku dan tentunya juga mengurus kepindahanku ke sekolah yang baru.

Sejujurnya aku masih tidak percaya pada peristiwa yang kualami di sekolah tadi. Aku berharap ini semua hanya mimpi.

Aku masih saja terisak di kamarku. Lama-kelamaan aku merasa lelah dan mengantuk, dan akhirnya aku tertidur setelah lelah menangis.

 

1 minggu kemudian

Author POV

“Apa kau sudah siap hye jin?” Tanya appa kepada hye jin.

“Ne appa”

Hari ini adalah hari di mana hye jin dan keluarganya akan pindah ke Busan. Sebelum pergi Hyejin  membuka ponselnya dan mengetik pesan kepada sahabatnya Hyo ah.

To: Hyo ah

Hyo ah, aku pergi dulu ne. Aku akan selalu merindukanmu.  Sampai jumpa lagi. ^^

 

From: Hyo ah

Ne, hati-hati di jalan ya, jangan lupa sering-sering menelponku. ^^

 

Setelah membaca pesan Hyo ah, akupun memasukkan ponselku ke dalam tas. Beberapa saat kemudian aku mengeluarkan ponselku kembali. Akupun mencari kontak seseorang yang sangat aku sayangi.

 

To: Luhan Oppa

Oppa, aku pergi dulu. Jaga dirimu baik-baik. Semoga kau selalu bahagia.

 

Akupun menunggu beberapa saat, namun tampaknya tak ada tanda-tanda Luhan oppa akan membalas pesanku. “Mungkin dia sedang sibuk” pikirku.

Akupun memasukkan ponselku ke dalam tas dan mulai mengikuti appa masuk ke dalam mobil.

 

 

@Daejun High School

Hye jin POV

Aku sudah sampai di sekolah baruku. Sekolah ini memang tak sebagus sekolahku saat di Seoul. Tapi sekolah ini cukup bagus dan juga bersih.

“Baekhyunnie, kau bisa menceritakan sedikit tentang sekolah ini?” aku bertanya pada baekhyun yang sedang berjalan di sampingku.

“Sekolah ini termasuk sekolah yang bagus di Busan, walaupun tidak sebagus sekolahmu dulu, tapi di sini juga banyak siswa yang pintar dalam akademik, olahraga, dan lain-lain.”

“Jinjja?”

“Ne, tapi di sini juga ada beberapa siswa yang di cap nakal oleh beberapa guru. Mereka suka sekali berkelahi dan membuat keributan. Kalau tidak salah mereka berasal dari kelas XI D”.

“Oh” jawabku singkat.

“Tunggu sebentar Hye jin-a, bukankah kelasmu juga kelas XI D?”

“Are you serious?” hyejin cepat- cepat membuka dokumen surat kepindahan yang dipegangnya.

“Maldo andwae, aku benar-benar berada di kelas XI D”.

“Tenanglah hyejin-a, kau jangan terlalu cemas, kalau kau memerlukanku, kelasku tepat di samping kelasmu. Aku kelas XI C. Kkokjongma nae dongsaeng” ucap Baekhyun sambil mengacak rambutku. Akupun tersenyum, aku sangat beruntung mempunyai sepupu seperti Byun Baekhyun. Walaupun dia hanya tua 1 tahun dariku, tapi dari kecil dia selalu menyayangiku seperti adik kandungnya sendiri.  Dia juga orang yang sangat ceria sehingga membuatku merasa betah dan tidak bosan bersamanya.

_ _ _

Aku berjalan di belakang Hwang saem yang akan mengantarkanku ke kelas. Hwang saem adalah wali kelas XI D. Hwang saem membuka pintu kelas dan masuk. Ia menyuruhku mengikutinya masuk ke kelas.

“Perhatian anak-anak, hari ini kita kedatangan teman baru dari Seoul, silahkan perkenalkan dirimu”

“Annyeong haseo, choneun Choi Hye Jin imnida, bangapseumnida”.

Aku melihat sekeliling kelas, para siswa sepertinya memperhatikanku dengan serius.

“Baiklah Hye jin, silahkan duduk”

Mataku berkeliling mencari bangku yang kosong dan aku hanya menemukan 2 buah bangku kosong di deretan paling belakang. Dahiku sedikit berkerut, mana mungkin aku duduk di deretan paling belakang, aku tidak suka duduk di barisan belakang.

“Saem, apa tidak ada bangku kosong yang lain selain bangku di deretan belakang?”

“Mianhe hyejin, tapi sepertinya hanya bangku di barisan belakang yang kosong”

Akupun pasrah dan melangkah gontai ke arah bangku yang berada di sudut belakang dekat pintu. Saat aku akan duduk, namja yang berada di depan bangku tersebut berkata padaku.

“Hei, jangan duduk di situ, itu bangku Kai”

TBC

 

 

 

 

 

 

 

 

 

17 thoughts on “Truly, You Are My Love

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s