Chapter 3 : My Smart Boy

msmartboy

Tittle : My Smart Boy

Author : rinaizawa / @hellosydney92

Cast : Byun Baek Hyun & Lee Ye Bin

##

Sedari tadi aku hanya berguling di tempat tidur. Pikiranku masih tertuju pada Ye Bin. Bagaimana keadaannya sekarang? Apa ia pulang bersama Sehun? Argh .. Semuanya membuatku pusing.

“Kau belum tidur.?” Seseorang masuk kekamarku. Siapa lagi kalau bukan Chanyeol. Aku hanya menggeleng.

“Kenapa? Memikirkan Ye Bin?” Tebaknya.

“Ne. Tadi ia meminta menumpang denganku karena tadi hujan deras dan aku …” Kutarik nafas dalam-dalam untuk melanjutkannya. “Menolaknya …dengan ketus.” Ujar ku pelan.

“Kenapa? Kasar sekali kau padanya.” Tanya Chanyeol kesal.

Aku menceritakan semua kejadian yang ku lihat antara Ye Bin dan Sehun. Chanyeol pun manggut-manggut mendengar ceritaku. Apa bisa aku meminta bantuan kepadanya?

“Sepertinya kau salah paham Baekhyun-a.” Ia tersenyum mysterius. Apa maksudnya?

“Maksudmu?”

“Lebih baik kau meminta maaf padanya dan mendengar penjelasannya besok.” Ia langsung pergi meninggalkanku yang masih bingung dengan pernyataannya itu.

#

Sepertinya aku harus mengikuti kata-kata Chanyeol, meminta maaf pada Ye Bin. Tapi, semenjak aku di sekolah, aku tidak melihat Ye Bin hari ini. Kemana dia?

Lebih baik aku belajar sedikit untuk ulangan nanti. Semoga hasilnya bagus dan aku bisa memperlihatkannya pada Ye Bin.

#

Jung songsaenim pun masuk dan mulai menyuruh para siswa mempersiapkan kertas selembar. Soal pun di tulis dan aku segera menyalin dan mencari jawabannya.

“Apa kau bisa menjawabnya?” Bisik Chanyeol. Aku hanya diam dan fokus pada pelajaran.

Ulangan pun selesai. Jung sonsaenim segera mengumpulkan lembar jawaban kami. Ku rentangkan sedikit tangan-tanganku untuk merilekskan pikiranku.

“Soal-soal matematika tadi menyusahkan. Andai saja aku sekelas dengan Miyoung, pasti aku bisa menyontek.” Gumam Chanyeol.

“Kau ini. Makanya belajar.”

“Mentang-mentang kau di ajari Ye Bin.”

Ye Bin?? Ohya, aku belum menemui Ye Bin. Aku harus berterima kasih dan minta maaf padanya. Lebih baik, selepas Jung songsaenim, aku mencarinya kekelas.

##

Aku berjalan menuju kelas Ye Bin. Sepanjang perjalanan, aku tidak melihat Ye Bin yang lalu lalang. Kemana yeoja itu? Saat aku ingin masuk kekelasnya, tak sengaja aku berpas-pasan dengan Sehun. Heum .. Lebih baik aku menanyakannya saja. Toh, kemarin ia pulang bersama Ye Bin.

“Baekhyun-a .. Ada apa?” Sehun menyapa ku duluan.

“Apa kau melihat Ye Bin?” Tanyaku.

“Ye Bin? Bukankah dia sakit?” Jawab Sehun yang membuatku shock. Mwo? Sakit?

“Aku tidak tahu.”

“Kau tidak tahu? Kemarin sore kan kau bersama dia.” Sehun sedikit menyelidikku.

“Bukankah kau pulang bersamanya?” Tanyaku hati-hati.

“Pulang bersamanya.? Tentu saja tidak.”

Jangan-jangan ia pulang jalan kaki tanpa payung dan kebasahan? Pasti itu penyebab ia sakit. Aigoo .. Jeongmal mianhae Ye Bin-a ..

“Ani. Kau tahu dimana rumah Ye Bin?” Tanyaku.

Sehun mengangguk. Ia pun memberikan sebuah alamat rumah yaitu rumah Ye Bin.

##

“Hey Baekhyun-a ..! Ppali ambil kertas ulanganmu. Jung songsaenim sudah memeriksanya.” Perintah Chanyeol.

“Mwo? Secepat itu??” Aku langsung berlari menuju kerumunan siswa yang sedang mengambil hasil ulangannya.

“Wahh .. Baekhyun, sungguh aku tak menyangka. Kau mendapat nilai tertinggi kali ini.” Puji Niel. Ku raih lembaran kertas ulanganku. Tertulis 95. 95?? Nilai ini sangat tinggi!! Baru kali ini aku mendapat nilai setinggi itu.

“Berterimakasihlah kepada Ye Bin.” Chanyeol menepuk pundakku.

“Tentu saja.” Ujarku semangat.

#

Akhirnya aku tiba di rumah Ye Bin. Sebuah rumah yang bercat abu-abu. Ku langkahkan kakiku untuk masuk ke dalam. Apa Ye Bin akan marah jika aku mengunjunginya? Huhh .. Entahlah. Ku beranikan diriku untuk mengetuk pintu rumah ini.

Pintu pun terbuka. Ada seorang namja yang mmebukanya. Sepertinya itu kakak Ye Bin.

“Siapa?” Tanyanya.

“Aku teman sekolahnya Ye Bin. Apakah Ye Bin ada?”

Pria muda itu memandangku dari atas hingga kebawah. “Masuklah. Dia ada di kamar.” Perintahnya.

“Baiklah.”

“Aku mau pergi dulu. Tolong jaga Ye Bin .” Pintanya. Aku hanya mengangguk.

Aku pun masuk kedalam dan mencari kamar Ye Bin. Sepertinya ini kamarnya. Kuketuk pintunya dengan pelan. Semoga saja aku tidak mendapat amukan atau sejenisnya dari dia atas kejadian kemarin.

“Siapa?”

-Ye Bin POV-

Saat ini aku sedang bersantai sambil mendengar kan lagu. Tiba-tiba saja aku teringat dengan Baekhyun. Bagaimana keadaannya? Apalagi hari ini dia ulangan. Apa ia bisa menjawabnya.

“Siapa?” Tanyaku sambil membuka pintu.

Seorang namja berdiri dengan tegap di hadapanku. Senyumnya yang khas terlihat jelas di wajahnya. Aku masih kaget dan tak percaya. Ternyata dia datang kemari. Untuk apa?

“Kau ..”

“Gomawo.” Potongnya cepat. Tiba-tiba saja ia memelukku dan membuatku semakin kaget. Apa ini semua mimpi?

“Gomawo Ye Bin-a .” Ia melepas pelukannya dan menyerahkan selembar kertas kepadaku. Kertas apa ini?

 

Byun Baekhyun

XII – C

95

Apa? 95? Dia mendapat ulangan 95? Ku tatap wajahnya yang tersenyum bahagia. Tak ku sangka, usaha ku selama ini membuahkan hasil yang begitu cepat. Akhirnya kau kembali ke sifat lamamu Baekhyun.

“Chukkae.” Dengan refleks aku tak sengaja memeluknya. Aku pun melepasnya dan menundukkan wajahku karena malu. Pasti mukaku sudah memerah.

“Ini semua berkatmu Ye Bin-a. Aku minta maaf karena telah membentakmu dan membiarkanmu pulang kehujanan kemarin hingga sampai sakit. Maafkan aku.”

Ia menunduk dengan rasa penuh penyesalan. Sebenarnya aku masih kesal dan kecewa. Tapi entah kenapa rasa kasihanku lebih besar dari rasa kesalku.

“Tidak apa.”Aku menepuk bahunya pelan. “Sebenarnya kau salah paham Baekhyun-a ..” Ku ceritakan semua kejadian kemarin agar ia tidak salah paham lagi. Ekspresinya berubah dari yang semula. Seolah-olah ia tak percaya dengan ceritaku. Aish. Sepertinya ia benar-benar salah paham. Pasti ia fikir kalau aku dan Sehun sedang ‘berciuman’.

“Benarkah itu?” Tanyanya tak percaya.

“Tentu saja. Mana mungkin aku melakukan hal seperti ‘itu’.” Jawabku santai. Aku berjalan kembali ke tempat tidurku dan menyandarkan punggungku di kepala tempat tidur.

“Mianhae.” Ujarnya lagi. Aigooo .. Sudah berapa kali ia mengatakan maaf? Sebegitukah rasa penyesalannya?

“Sudahlah ~ jangan mengucapkan kata itu lagi.” Aku memaling ke arah jendela. Ku rasakan ia berjalan mendekatiku. Entah kenapa jantungku sedari tadi berdegup lebih cepat dari biasanya. Huh .. Tenang Ye Bin .. Tenang.

Ia meraih tanganku dan memegangnya begitu erat. “Aku kira kau marah besar denganku. Ternyata tidak. Gomawo Ye Bin-a.” Ia mengecup punggung telapak tanganku. apa aku bermimpi? Seseorang tolong cubit aku! Pasti ini semua mimpi. Tapi sepertinya tidak. Seorang Byun Baekhyun mengecup punggung tangan Lee Ye Bin? Pertanda apa ini!?

“Kenapa tanganmu dingin sekali euh?” Celotehnya yang membuatku gugup.

“Aku kan sedang sakit.” Elakku. Ia tersenyum evil.

“Benarkah?” Ia terus menatapku dengan senyum evilnya.

“H-Hem.”

“Bukan karena aku mengecup punggung telapak tanganmu kan?” Tanyanya yang sukses membuatku bungkam. Aigoo .. Bagaimana aku harus menjawabnya?

“Ye Bin-a ..” Panggilnya dengan lembut.

“Ya?” Aku tidak menoleh sedikitpun padanya.

“Ya! Tolong lihat aku!” teriaknya kesal. Aku menoleh dan menatapnya. Sungguh, aku tidak mampu menatapnya. Wajahnya yang tampan mampu menghinoptisku dan membuat jantungku tak karuan.

“Aku –“ Ia menatap mataku lekat-lekat.

“Aku menyukaimu.” Ujarnya lantang. Apa dia bilang? Menyukai ku? Mungkinkah ini hanya khayalan ku semata?

“Karena kau berbeda dengan yeoja lain. Entah kenapa setiap aku mendengar semua perkataanmu, aku serasa seperti robot yang digerakkan oleh sebuah remote control. Dan remote control itu adalah kau. Mungkin kau kesal saat aku tak sengaja menabrakmu waktu itu. Tapi waktu itu aku belum mengenal mu lebih dekat. Sekarang, aku sudah mengenal mu lebih dekat. Jadi kau mau kan?”

Penjelasannya yang barusan membuatku terkesima. Tak kusangka seorang Byun Baekhyun yang dingin dan cuek terhadap sekitarnya mampu berubah seperti ini. Sepertinya aku menyukainya juga.

“Aku — Mau.”

“Kau serius?”

Aku hanya mengangguk. Aku menundukkan wajahku yang sekarang menjadi merah seperti buah tomat.

“Terimakasih untuk semuanya.” Ia langsung memelukku. Sebahagia itukah dia?

“Cheonma —“

“Oppa! Panggil aku oppa.” Potongnya dengan cepat.

“Aish. Baiklah oppa.”

“Ye Bin –a.”

“Ye?”

Chuuu ~

Ia mencium bibirku seklias membuatku kaget setengah mati. Bagaimana tidak? Aku sebelumnya belum pernah berciuman dan tadi itu adalah ciuman pertama ku?! Aaaaa .. !!

Ia tersenyum nakal kepadaku. “Kau ….”

“Kenapa?” Tanyanya dengan wajah innocent.

“Kau mencuri ciuman pertamaku!!!” Teriakku padanya.

“Ah? Sungguh?  Baguslah kalau begitu. Jadi aku adalah namja yang pertama mencium bibirmu itu. Untung saja bukan Sehun yang melakukannya.” Sindirnya membuatku semakin kesal.

“BYUN BAEKHYUN !!!!”

##

End or to be continue ?

A/N : Annyeong readers ^^ Gomawo udah baca ff ini. Kependekkan yah? Mian ini  ff aku yang udah lama bangettt. Baru sekarang aja ngepostnya😀 Sebenarnya ff ini terdiri dari 4 chapter, tapi di chapter pertama ada yang bilang kependekkan. Jadinya aku panjangin dan singkatin jadi 3 chapter😀 Ngomong-ngomong, menurut kalian ff ini ditamatin aja atau dilanjutin? Ada niat sih buat lanjutin cuman masih bingung aja ._. Dan kalau dilanjutin ntar bakal ada cast baru._. Minta sarannya ya readers ^^v

Gamsahamnida ^_^

76 thoughts on “Chapter 3 : My Smart Boy

  1. Pendek thorr :v
    Tapi gapapa ceritanya tetep seru..
    Oke gue pen kasih Tau kalau..
    FF INI IS THE BEST!!
    Gue senyum2 sendiri bacanya :v *Kan gue udh bilang, gue turunannya lay, jadi Maklum kalo rada gila -_-
    Next ya Thor.. CIEEE SOSWIT MASA!!

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s