My Overprotective Boy chapter 3

Tittle : My Overprotective Boy Chapter 3
author : @Ismimeey
gendre : comedy-romance (maybe)
length : captered
cast :
– Kai
– Park Minhyo
– Yoo Hee Mi
-Chpi Jino
– All exo member

HE IS MY OVERPROTECTIVE BOY, BUT WHATEVER HE IS, I LOVE HIM.

-0 My Overprotective Boy 0-

“oppa memang selalu jahat, membatasi pergaulan ku, mengurungku dengan semua peraturan konyol mu, memaksaku untuk mengunci hatiku hanya untuk oppa, tapi tidak apa-apa, aku tetap akan mencintai mu sampai kau merasa bosan untuk mencintai ku.” Ucap Minhyo diakhiri kekehannya.

“aku tidak akan pernah bosan untuk mencintai mu. Jadi mau tidak mau kau harus terbiasa dengan sikap jahat ku :p “

-0 My Overprotective Boy 0-

Hari sabtu malam, waktunya para pasangan untuk berkencan dan menghabiskan waktu untuk berdua. Tapi hal itu tidak berlaku bagi Minhyo yang mempunyai kekasih seorang idol. Kai bukan hanya miliknya, tapi pria itu juga milik semua fansnya. Jadi ya begini resikonya mengencani idol, kau akan sangat sulit menemukan waktu untuk berkencan seperti pasangan lain.

Dan disaat-saat seperti ini gadis itu lebih memilih bergelung dibalik selimut tebalnya sembari memainkan handphone-nya. Minhyo mengerang kesal saat mengecek akun SNS nya. Ini sih namanya pembajakan! Sejak ia memberitahu kan passwordnya pada Kai, pria itu makin seenaknya menggunakan akun SNS Minhyo, atau mungkin dia sudah menganggap bahwa akun itu milik bersama?

Ini sudah ke sekian kalinya Minhyo mendapati status di akun SNS-nya yang berisi pujian untuk pria berkulit eksotis itu.

Seperti, “kyaaaaaaaaaaaa…Kai oppa kenapa kau makin tampan saja setiap hari?’

Atau, ‘ck, kenapa tuhan sangat tidak adil dengan tidak memberikan satu cacat pun pada Kai oppa,ah pria itu benar-benar sempurna bagi ku’

Dan Kai juga mengupload fotonya sendiri di akun Minhyo, diikuti dengan tulisan yang seolah-olah menunjukkan bahwa Minhyo sangat mengidolakan Kai.

Seluruh dunia juga tahu jika Minhyo adalah fans nya Baekhyun, satu-satunya bias di exo hanyalah Baekhyun.

Minhyo merenggut kesal dan mencoba menghubungi Kai, tepat didering kedua pria itu mengangkatnya.

“apa yang kau lakukan dengan SNS-ku ? apa oppa sedang mencoba membajaknya? Itu termasuk tindak criminal, kau tahu?”

Langsung saja Minhyo membombardir Kai dengan omelannya, membuat pria diseberang sana mengernyit seraya mengusap telinganya yang terasa nyeri karena jeritan gadisnya.

“lagipula yang aku tulis di akun SNS mu semuany fakta, apa yang harus dipermasalahkan?” jawab Kai enteng.

Minhyo memutar bola matanya, kenapa ia harus mencintai pria dengan tingkat kepercayaan diri yang sangat abnormal ini?

“tidak! Ini tidak boleh berlanjut lagi, oppa hanya boleh melihat akun SNS ku tanpa harus menulis status atau mengupload semua foto-foto mu itu. Titik!!!” titah Minhyo kesal.

“kenapa? Kau mau menulis status tentang pria lain,huh?”

Minhyo kali ini menghela napasnya. Demi tuhan, kapan sih Kim Jongin berhenti dengan segala sikap cemburu tidak jelasnya?

“aniya.. bukannya begitu. Apa kau tidak melihat komentar teman-teman ku disetiap foto mu? Hah, mata ku saja sampai perih Karena membacanya.” Aku Minhyo terang-terangan. Selain tidak nyaman ia juga merasa kesal dengan teman-temannya yang selalu mengomentari foto Kai dengan komentar ala fangirl.

“jadi kau cemburu?” goda Kai dengan kekehannya.

“ani, aku hanya tidak nyaman dengan notifikasi akun SNS ku yang
membuat handphone ku sangat berisik.” Jawab Minhyo santai, padahal wajahnya sudah memerah sekarang. Untung saja Kai tidak melihatnya.

“intinya berhentilah membual di akun ku dengan status-status yang oppa buat. Oppa hanya boleh memantau apa yang aku lakukan di SNS tanpa harus merecoki akun ku,” sambung Minhyo panjang lebar langsung ke inti pembicaraannya.

“ck, kita akan membahasnya nanti, sekarang aku harus bersiap-siap. Kau jaga dirimu baik-baik dan jangan coba-coba melirik pria lain atau mencoba memikirkan pria lain, aku tutup dulu. Anyeong,”

Minhyo menatap sebal handphone yang tadi ia gunakan untuk menelpon Kai. Pria itu bahkan belum menyutujui apa yang Minhyo minta barusan, sekarang malah Minhyo berpikir untuk membuat akun SNS baru tanpa sepengetahuan Kai, tapi tentu saja itu hanya sebatas niat liarnya saja. Minhyo juga harus berpikir ulang akan hal itu jika tidak ingin Kai kembali merajuk.

-0 My Overprotective Boy 0-

Exo. Mereka baru saja akan tampil disuatu acara, sepertinya jadwal mereka akan kembali padat seperti sebelumnya setelah masa-masa santai mereka. Dari pagi hingga malam hari seperti sekarang exo masih disibukkan dengan sugudang jadwal yang harus mereka jalani.

“10 menit lagi”

Seseorang berteriak kearah ruang make-up exo. Semua member Nampak sedang mempersiapkan penampilan mereka sebaik mungkin. Kris masih sibuk dengan rambutnya, sedangkan luhan tengah memakai segala aksesoris yang diperlu kan, Dio Nampak sedang melakukan pemanasan untuk suaranya, baekhyun juga sibuk mengancingi pakaiannya, sementara itu Chanyeol hanya berdiam diri seraya menyaksikan para member dengan segala kesibukannya saat ini, diantara semua member hanya dia yang paling terlihat santai.

“mana ponselmu? Manager hyung akan segera meyimpannya”

Terdengar suara Chen yang sedang menagih ponsel Sehun, magnae yang satu itu memang tidak pernah lepas dari gadget kesayangannya.

Saat kai ingin melangkah mendekati Chen dengan niat untuk menyerahkan ponselnya secara tiba-tiba benda pipih berwarna hitam itu bergetar, Kai mengernyit begitu melihat nama Minhyo disana.

Tapi kemudian pria itu tersenyum dan kembali menarik langkahnya, ia menunda niatnya untuk menyerahkan ponsel nya kepada Chen.

Begitu Kai menempelkan ponselnya di telinga pria itu kembali mengernyit dan sesegera mungkin menjauhkan ponselnya dari telinga.
Minhyo menyambutnya dengan omelan bernada tingginya.

Tapi kemudian Kai tersenyum kecil begitu Minhyo selesai mengomel.

Ah, gadisnya sedang protes karena aksi pembajakannya diakun SNS Minhyo.

“lagipula yang aku tulis di akun SNS mu semuanya fakta, apa yang harus dipermasalahkan?” jawab Kai enteng. Ia bisa menebak jika Minhyo sedang memutar bola matanya saat ini.

“tidak! Ini tidak boleh berlanjut lagi, oppa hanya boleh melihat akun SNS ku tanpa harus menulis status atau mengupload semua foto-foto mu itu. Titik!!!”

Kai kembali mendengar omelan Minhyo, kenapa gadis ini harus se-berlebihan ini hanya karena status-status yang ia buat? Lagipula status yang Kai tulis di akun SNS Minhyo semuanya berisi hal baik dan benar-benar sesuai fakta. Bukankah aku memang tampan dan mempesona? Batin Kai.

Kai jadi curiga, apa jangan-jangan Minhyo ingin menulis sesuatu yang meyebalkan dengan memuji pria lain di statusnya. Ia ingat betul status terakhir yang gadis itu tulis sebelum ia mengambil alih akun SNS gadis itu.

‘sebenarnya apa yang dia pikirkan? Apa kurangnya Jino? Dasar menyebalkan’

Itulah status terakhir yang Minhyo tulis. Apa kurangnya Jino? Apa gadis itu baru saja mengatakan jika pria menyebalkan bernama Jino itu sempurna tanpa ada kurangnya sedikit pun?

“kenapa? Kau mau menulis status tentang pria lain,huh?” Kai menaikan alisnya dengan tatapan memicing.

“aniya.. bukannya begitu. Apa kau tidak melihat komentar teman-teman ku disetiap foto mu? Hah, mata ku saja sampai perih Karena membacanya.”

Senyum Kai langsung muncul begitu mendengar jawaban Minhyo, gadis itu bahkan berkata dengan nada kesalnya yang sangat jelas terdengar oleh Kai.

“jadi kau cemburu?” Ujar Kai dengan nada menggoda dan diakhiri dengan kekehannya

“ani, aku hanya tidak nyaman dengan notifikasi akun SNS ku yang membuat handphone ku sangat berisik.”

Kai benar-benar tidak bisa menahan senyumnya kali ini. Bahkan Minhyo menjawab dengan sedikit tersendat-tersendat, menandakan jika gadis itu tengah gugup

“intinya berhentilah membual di akun ku dengan status-status yang oppa buat. Oppa hanya boleh memantau apa yang aku lakukan di SNS tanpa harus merecoki akun ku,” sambung Minhyo panjang lebar langsung ke inti pembicaraannya.

“Kai kita akan tampil 3 menit lagi, kemarikan ponselmu.”

Kai menatap Chen malas, pria itu baru saja menginterupsi kegiatannya menggoda kekasihnya yang sedang menelponnya saat ini. Kai hanya memberikan isyarat dengan anggukan kepala kepada Chen.

“ck, kita akan membahasnya nanti, sekarang aku harus bersiap-siap. Kau jaga dirimu baik-baik dan jangan coba-coba melirik pria lain atau mencoba memikirkan pria lain, aku tutup dulu. Anyeong,”
Kai segera menutup panggilannya bersama Minhyo lantas memberikan ponselnya kepada Chen.

“Minhyo??” Tanya Chen.

“ne..” jawab Kai singkat.

Chen menunjukkan smirknya “sebenarnya Minhyo itu pacarmu atau tahanan mu? Jika aku jadi Minhyo aku akan mati-matian mencari cara agar bisa kabur darimu, sayangnya gadis itu bahkan terlalu polos untuk memberontak,”

Kai terbelalak mendengar ucapan Chen yang benar-benar menyindirnya secara terang-terangan, ia baru saja akan membalas ucapan Chen jika saja ini bukan waktu mereka untuk tampil

-0 My Overprotective Boy 0-

Minhyo turun dari kamarnya, ia baru saja ingin makan malam bersama keluarganya.

“waaah, eomma benar-benar tahu seleraku,” ujar Minhyo dengan mata berbinar.

Ibunya hanya tersenyum manis seraya mempersiapkan piring untuk suaminya, ia senang jika putrinya menyukai apa yang ia masak untuknya.

“oh iya, kemana teman mu Sehun dan Jino, sudah lama mereka tidak main kemari. Hmmm si tinggi Chanyeol juga jarang kemari lagi” Ucap ibu Minhyo.

Gadis itu langsung saja tersedak oleh makanan yang tengah ia kunyah, “aish, pelan-pelan makan nya,” ibunya menyodorkan segelas air putih untuk Minhyo.

Minhyo menepuk-nepuk dadanya untuk mengurangi rasa sesak dan sakit karena tersedak barusan.

“mereka.. mereka sibuk eomma.” Jawab Minhyo seadanya. Ia hanya tidak menyangka jika eommanya masih ingat dengan dua teman masa kecilnya itu, pengecualian untuk Jino karena sekarang pun mereka masih berteman. Sedangkan Sehun berpisah dengannya dan Jino sejak SMP.

“ah jinjja? Aku melihat jika teman mu Oh Sehun itu sudah menjadi artis. Ah dia tumbuh menjadi anak yang sangat tampan. Wajahnya sering sekali muncul di tv” Sahut eomma nya lagi.

“ne, ajak lah dia main kesini sekali-kali, eomma mu sepertinya ingin sekali bertemu degannya,” kali ini ayahnya ikut menimpali.

Membawa Sehun kerumah? Itu pasti sangat mustahil, dia bukan Sehun yang dulu, yang mempunyai banyak waktu untuk sekedar menemaninya bermain boneka ken dan Barbie, sekarang Sehun sudah bertransformasi menjadi seorang bintang yang mempunyai segudang kesibukan.

Drrrtttt…drtttt..

Ditengah lamunannya, Minhyo disadarkan oleh getaran handphone-nya. Ia segera mengecek ponselnya tersebut. ada 1 pesan dari Jino.

‘ bisakah kau menemui ku?’

Itulah isi pesan Jino. Minhyo menghela napasnya, jika sudah begini ia tahu pasti terjadi sesuatu dengan Jino dan Hee Mi.
Minhyo tidak membalas pesan Jino, gadis itu hanya menghabiskan makan malamnya secepat mungkin dan bergegas menemui Jino.

.
.
.
.
.
.

“wae?”

Jino menoleh, ia bisa melihat Minhyo sudah datang dengan jaket biru serta beanie putih. Minhyo duduk disamping Jino. Mereka berada diluar kedai ice cream ahjumma Ahn, tepatnya disebuah bench yang berada disudut kedai ice cream itu.

Minhyo bisa melihat ada sebuah kotak berwana hijau, sepertinya itu merupakan kotak kado.

“dia menolaknya…” desis Jino, ia menatap ujung sepatunya dengan tatapan yang sarat akan kekecewaan. Ia tetap saja tidak bisa mengabaikan Jino karena kejadian beberapa hari yang lalu dan menyebabkan Kai marah padanya. Jino benar-benar membutuhkan seseorang yang bisa ia jadikan tempat pengaduan yang nyaman.

Minhyo tidak menjawab apa-apa, ia meraih kotak hijau yang berada disamping Jino lantas membukanya dengan lancang. Didalamnya terdapat sebuah sepatu olahraga yang waktu itu mereka beli. Dan Hee Mi menolaknya? Menolak sepatu itu?

Minhyo mendengus geram, apa Hee Mi tidak bisa melihat ketulusan Jino? Gadis itu benar-benar keterlaluan.

Dia menoleh kearah Jino, menatap pria itu tajam. “kau juga! Kubilang berhentilah menyukai gadis itu dan carilah wanita yang lebih baik darinya! Apa yang kau harapkan dari Hee Mi? aku bosan melihat wajah kecewa mu itu. Silahkan saja terus menyukai Hee Mi, tapi jangan pernah panggil aku lagi jika kau kembali dikecewakan oleh nya!!” Minhyo berteriak marah. Kenapa kedua sahabatnya itu selalu membuatnya pusing seperti ini? Yang satu terlalu bodoh karena cinta yang satu lagi bahkan tidak pernah menghargai perasaan si ‘bodoh’ yang baru pernah jatuh cinta.

“aku pergi” ujar Minhyo dengan nada datar.

Ia berbalik badan dan melangkahkan kakinya dengan langkahnya yang besar-besar. Sementara itu Jino masih termenung ditempatnya, ia sedang mencoba mencerna ucapan Minhyo yang kali ini benar-benar mengenai perasaannya.

Ditengah langkahnya meninggalkan pria bodoh bernama Jino, handphone Minhyo kembali bergetar. Gadis itu mengerang kesal, siapa sih yang menghubunginya disaat ia sedang keal begini? Orang tersebut benar-benar tidak tahu waktu.

“WAE?????”

Langsung saja Minhyo menyambut orang yang menelponnya dengan suara tingginya, ia bahkan tidak melihat dulu siapa yang menelponnya.

“yak! Kenapa kau malah marah-marah, aku bahkan belum mengucapkan hallo”

Minhyo membulatkan matanya begitu ia mendengar suara pria yang sangat ia kenal. Kai. Astaga apa yang baru saja dia lakukan?

“omoo, mianhae oppa. Aku tidak tahu jika kau yang menelpon,” kali ini nada suara Minhyo benar-benar berubah, lembut dan halus.

“ada apa, sepertinya kau sedang kesal?”

“aniya..bukan apa-apa, ada apa oppa menelpon ku? Apa oppa sudah
tidak ada jadwal?”

“ini baru selesai, datanglah ke dorm. Ada sesuatu yang ingin aku biacarakan.”

-0 My Overprotective boy 0-

Minhyo sudah sampai didepan gedung yang merupakan dorm exo. Dorm exo sebenarnya adalah sebuah apartemen luas yang dikhususkan untuk artis-artis dari agensi yang sama. Ia menghela napasnya dan mulai melangkah memasuki gedung itu.

Minhyo sudah sampai didepan lift yang akan membawanya ke dorm exo, gadis itu menekan tombol yang akan membuat lift itu terbuka. Ia melebarkan matanya begitu pintu lift itu terbuka, disana ada

Baekhyun yang sedang berpelukan dengan seorang gadis, Minhyo tidak melihat wajah gadis itu karena posisinya yang memunggungi Minhyo. Baekhyun juga Nampak terkejut, ia dan Minhyo membeku ditempatnya.

Minhyo bahkan berhenti dengan satu kakinya yang sudah melangkah. Gadis itu mengerjapkan matanya saat pintu lift kembali menutup.
Ia menggeleng tidak percaya. Apa yang baru saja ia lihat? Baekhyun yang notabene adalah biasnya berpelukan dengan seorang wanita???

———————————–

“ANDWAEEEEEEEEEEEEEEEEEEE!!!!!!!!!!!!!!!!”

Minhyo berteriak begitu ia sampai didorm exo, tidak peduli jika para member akan terganggu. Member exo tidak ada diruang tengah, berarti mungkin mereka sedang menyantap late dinner-nya didapur. Langsung saja Minhyo melesat kearah dapur, benar saja semua member memang sedang berkumpul disana, kecuali Baekhyun.
Member exo menatap Minhyo dengan ekspresi bingung mereka.

“andwae!!!! Andwae!!! Ini tidak boleh terjadi,” ucap Minhyo. Ia mengepalkan tangannya dan menyerocos tidak jelas.

“ada apa Minhyo? Kenapa kau datang dan langsung berteriak seperti orang gila?” sela Dio dengan tatapan anehnya yang ia tujukan ke Minhyo.

Gadis itu kemudian menatap member exo satu persatu,

“huwaaaaaaaaaaaaaaaa…. Aku mau pindah bias saja!!!!!!!!!!” tangis Minhyo pun pecah. Gadis itu menangis dengan suara kencang, tapi air matanya tidak menetes sedikit pun. Gadis itu mendekat kearah

Kai yang sedang duduk salah satu kursi didepan meja makan. Minhyo
berdiri tepat dihadapan Kai dan masih menangis dengan suara kencangnya. Sehun sudah mengantisipasi dengan menyumpal telinganya dengan headset, sedangkan Chanyeol dan Dio sudah menutup telinganya rapat-rapat seraya memandang gadis itu sebal.

Kai berdiri dan mengusap rambut Minhyo lembut, ia menatap Minhyo khawatir, “ada apa? Apa Baekhyun hyung melakukan sesuatu padamu?” Tanya Kai.

Minhyo hanya terus menangis tanpa menjawab apapun, lalu secara tiba-tiba ia menghambur ke dada Kai, memeluk kekasihnya erat. “aku ingin pindah bias.. hiks… aku tidak mau menjadi fans nya lagi” ujar Minhyo dipelukan Kai.

Kai hanya melongo dan terus mengusap rambut gadisnya. Sementara itu para member hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan Minhyo. Mereka pun beranjak meninggalkan pasangan aneh itu dan membiarkan mereka untuk berdua.

Kai melepaskan pelukan Minhyo lantas mengusap pipi gadisnya walaupun hanya ada setetes air mata yang membekas, gadis itu sepertinya tidak benar-benar menangis -__-

“sebenarnya ada apa?” Tanya Kai dengan suara lembut. Pria itu menuntun Minhyo untuk duduk di salah satu bangku.

Minhyo masih mengatur napasnya, bayangan Baekhyun yang sedang memeluk wanita masih terus terngiang dibenaknya.

“aku melihat Baekhyun memeluk seorang wanita di lift, kenapa dia jahat sekali oppa? Aku bahkan tidak pernah bermesraan dengan mu didepan umum, setidaknya aku melakukannya didalam mobil atau didorm atau diruangan tertutup lainnya dan di tempat yang pasti tidak ada orang yang bisa memergoki kita, sekalipun kau berada diluar bersama ku kau pasti memakai penyamaran yang membuatmu terlihat seperti orang aneh. Aku sebisa mungkin menjaga perasaan fans mu diluar sana. Sebagai wanita biasa yang hidup ditengah hallyu wave aku pasti juga mempunyai seorang idola dan hobi ber-fangirling, aku juga tahu bagaimana sakitnya saat idola mu tidak bisa menjaga sikapnya dan dengan seenaknya bermesraan didepan umum. Astaga aku benar-benar merasa dikhianati. Untung aku yang melihatnya? Bagaimana jika ada fans Baekhyun oppa yang lain yang melihat hal itu?”

Kai terdiam beberapa saat, dia sedang mencoba mencerna curhatan Minhyo yang sangat panjang. Gadis ini benar-benar menakjubkan, ia bahkan bisa berbicara sepanjang itu tanpa tersendat-sendat.
Kai menggeleng tak percaya, ia tersenyum kecil begitu sadar sepenuhnya akan ucapan Minhyo. Gadis itu benar-benar memperhatikannya, ia merasa benar-benar beruntung bisa memiliki Minhyo.

Setidaknya gadis itu tidak pernah egois dengan mengajaknya kencan diluar, ya Minhyo tidak pernah melakukan itu. Paling mereka bertemu karena Kai yang terkadang menjemputnya disekolah atau Minhyo sendiri yang datang ke dorm. Minhyo tidak pernah merengek meminta berkencan seperti pasangan normal lainnya. Ia benar-benar mengerti akan posisi Kai yang notabene adalah seorang idola yang dan diperhatikan oleh sejuta pasang mata, apapun gerak-geriknya selalu diincar oleh para media.

Minhyo mendongak, menatap Kai yang hanya tersenyum padanya,

“oppa.. aku mau jadi fans mu saja. Setidaknya aku tidak akan pernah merasa terkhianati. Bukan kah hanya aku yang akan oppa peluk? Dan hanya aku yang mendapatkan ciuman serta cinta dari oppa? Aku benar-benar akan mengundurkan diri dari fans clubnya Baekhyun oppa.” Ucap Minhyo polos.

Kai tertawa lebar mendengar ucapan polos kekasihnya,ia mengacak rambut Minhyo gemas, “aish..keasih ku ini menggemaskan sekali. Aku sangat senang mendapat satu fans lagi yang seperti mu.” Jawab Kai serius.

Minhyo tersenyum dan memukul-mukul kepalanya beberapa kali, “aku sudah menyingkirkan Baekhyun oppa dari pikiran ku,” ujar Minhyo setelah selesai memukul-mukul kepalanya.

Ntahlah, saat bersama Minhyo pria itu tidak bisa menahan lengkungan dibibirnya. Ia bahkan tidak ingat kapan ia melengkungkan bibirnya keatas, rasanya bibirnya selalu otomatis tersenyum jika ada Minhyo disisinya.

“oh iya, katanya ada sesuatu yang akan oppa bicarakan. Apa itu?” Tanya Minyo kemudian.

Kai mengambil tempat duduk dihadapan Minhyo, pria itu Nampak menghela napasnya.

“mulai lusa kami akan kembali disibukkan dengan segudang jadwal lagi. Dan itu artinya kita tidak bisa sering bertemu seperti ini,” jelas Kai, ada nada sedih yang terdengar jelas disetiap katanya.

“jinjja ? apa exo akan melakukan comeback lagi?” Tanya Minhyo mencoba sebisa mungkin menutupi rasa sedihnya , ia menatap Kai dengan wajah cerianya.

“ne, kami akan mempersiapkan untuk come back exo dibulan desember nanti,” jelas Kai lagi.

“dan kemungkinan akan sulit sekali bagiku untuk menghubungi mu. Tapi tentu saja kau harus tetap mengabari ku 4 kali sehari, arraseo?”

Minhyo mengangguk, “tenang saja, berpacaran dengan mu selama 6 bulan terakhir membuat ku terbiasa akan hal ini.” Minhyo berlaga menepuk-nepuk dadanya dengan ekspresi angkuh. Ia ingin meyakinkan
Kai jika dirinya akan baik-baik saja.

“maka dari itu, tinggal lah disini lebih lama,” pinta Kai, pria itu menggenggam tangan Minhyo yang serasa sangat pas ditangannya.

“ne, apapun untuk nae jongin,” jawab Minhyo menunjukkan cengiran lebarnya.
Senyum Kai kembali muncul, ia mencubit gemas pipi Minhyo yang berwarna kemerahan itu.

“gomawo hyo-ya, kau membuatku merasa seperti pria yang paling beruntung karena bisa memilikimu,” ucap Kai pelan, ia mengusap pipi Minhyo yang tadi dicubitnya dengan lembut.

“ekheeemmm..”

Kai kontan saja langsung menjauhkan tangannya dari pipi Minhyo, mereka menoleh dan mendapati Dio sedang berjalan menuju arah mereka.

“maaf mengganggu kegiatan kalian, aku hanya ingin mengambil jus ku,” Dio berjalan kearah kulkas yang tepat berada dibelakang Minhyo.

Dio tidak habis pikir, pasangan ini masih terus bertahan bersama. Yang satu mempunyai sifat buruk dengan kadar cemburunya yang tidak wajar, dan yang satu lagi bahkan terlalu bodoh untuk mengatakan semua yang ia rasakan secara gamblang. Jangan salah, Dio bahkan pernah melihat Minhyo menangis dipelukan Sehun karena teaser video Wolf drama version, dimana ada adegan Kai mencium pipi model wanitanya. Tapi Dio berani menebak jika sampai sekarang pria egois itu tidak tahu akan hal ini, jelas saja! Ia selalu disibukkan dengan perasaan cemburunya yang tidak jelas.

-0 My Overprotective Boy 0-

“kenapa kau tidak pulang-pulang? Ini bahkan sudah jam 10 malam,”
Chanyeol tiba-tiba saja datang, menginterupsi Kai dan Minhyo yang sedang menghabiskan waktunya berdua disofa ruang tengah.

Minhyo berhenti mengusap rambut Kai, pria itu memang tengah bersandar dipangkuan Minhyo.

“memangnya kenapa? Bilang saja kau tidak suka aku disini”, jawab Minhyo sinis.

Kai pun otomatis kembali menegakkan kembali tubuhnya, ia juga ikutan menatap Chanyeol tidak suka. Merasa terganggu dengan pria yang tingginya keterlaluan itu.

Chanyeol dengan sengaja merengsek maju dan duduk ditengah-tengah Minhyo dan Kai. Berduaan saja dengan posisi seperti itu sangat bahaya menurut Chanyeol, dan mereka berdua masih pada tahap berpacaran, jadi tidak boleh lebih dari pegangan tangan saja.

“ya! Anak kecil dengarkan lah sepupu mu sekali saja. Kalian itu masih pacaran, jadi tidak baik jika hanya berduaan saja,” jawab Chanyeol enteng, dia menyilangkan tangannya didepan dada dengan memasang tampang seperti seorang ayah yang tengah menasehati anaknya.

“pertama, aku bukan anak kecil, well 1 tahun lagi aku akan lulus. Yang kedua, kau pikir apa yang aku lakukan dengan Kai oppa? Apa kau menganggap sepupu mu ini seperti wanita murahan yang begitu gampangnya dirayu, walaupun aku sangat mencintai Kaio oppa, tetap saja aku juga masih punya harga diri yang tinggi. Dan yang terakhir, bisakah kau menyingkir?”

Kai hanya tertawa begitu mendengar jawaban Minhyo yang tampak seperti seorang ahjumma yang sedang ceramah. Sementara itu

Chanyeol hanya melongo, mulutnya terbuka lebar mendengar sepupunya berbicara sepanjang itu.

“astaga..” chanyeol berlagak memegangi kepalanya yang kali ini benar-benar berdenyut nyeri karena gadis disampingnya ini.

“yang pertama, bisakah kau tidak menggunakan nada bicaramu yang sangat melukai telinga unik ku ini? Yang kedua, bersikaplah sopan padaku, aku bahkan lebih tua dari Kai tapi kau tidak pernah memanggil ku oppa, dan yang terakhir aku tidak akan menyingkir.” Balas Chanyeol akhirnya.

Kali ini gantian Kai yang menggeleng, apakah semua orang yang bermarga Park suka sekali berbicara panjang lebar seperti itu?

“cih.. kau bahkan tidak pernah bersikap baik padaku. Untuk apa aku bersikap sopan padamu?”

Well, sepertinya akan terjadi peperangan sengit antara kedua saudara sepupu ini, sebelum hal itu terjadi Kai buru-buru menarik Minhyo untuk berdiri dan mengikutinya.

“yak! Kalian mau kemana? Sudah kubilang dilarang berduaan saja!!!” teriak Chanyeol yang tidak digubris sama sekali oleh Kai ataupun Minhyo.

Kai membawa Minhyo kembali kedapur, “aku haus, bisakah kau membuatkan ku minuman?” Tanya Kai begitu mereka sampai didapur.

“yah..buat saja sendiri, aku capek oppa.”

Minhyo menarik kursi makan dan langusung menyenderkan kepalanya dimeja makan. Kai ikut menarik kursi dihadapam Minhyo. Ia mengamati wajah gadisnya, mata Minhyo terpejam dan ekspresinya sudah kembali normal.

“Baiklah, sepertinya kau benar-benar lelah, aku akan membuat minuman dulu setelah itu aku akan mengantarkan mu pulang,” jawab Kai seraya mengusap rambut Minhyo dengan lembut, Minhyo hanya menganggukan kepalanya saja tanpa menjawab apapun.

Kai membuat dua gelas cappuccino hangat. Setelah selesai ia meletakkan salah satu gelas capuccinonya dihadapan Minhyo yang masih menenggelamkan wajahnya diantara lipatan tangannya diatas meja.

“ini.. minumlah..” ujar Kai lembut.

Minhyo kembali mengangkat kepalanya dan memberikan senyumannya kepada Kai.

“waah.. jeongmal gomawo. Tumben oppa baik,” ucap Minhyo asal dan langsung menyambar cappuccino nya, ia meminum cappuccino nya dengan perlahan.

“hmmm. Enak sekali, daebak!!” puji Minhyo dan kembali meminum capuccinonya.

“memangnya sejak kapan aku jahat padamu -,-“ ujar Kai merasa sedikit tidak terima.

Minhyo meringis, “oppa memang selalu jahat, membatasi pergaulan ku, mengurungku dengan semua peraturan konyol mu, memaksaku untuk mengunci hatiku hanya untuk oppa, tapi tidak apa-apa, aku tetap akan mencintai mu sampai kau merasa bosan untuk mencintai ku.” Ucap Minhyo diakhiri kekehannya.

Kai tersenyum lebar, “aku tidak akan pernah bosan untuk mencintai mu. Jadi mau tidak mau kau harus terbiasa dengan sikap jahat ku :p “

TBC

.
.
.
.
anyeonghasseo readerdeul, maaf ya buat yang udah nunggu lama tapi inilah waktu tercepat ku menyelesaikan part yang satu ini ditengah-tengah kesibukan sekolah yang kembali mendera (?)
intinya aku emang gabisa ngepost cerita 2 hari sekali atau 3 hari sekali. paling cepat ya 1 minggu -,- jadi harap readerdeul memakluminya.

semoga kalian suka sama part yang satu ini, and happy reading ^^

budayakan komen sesudah membaca ya🙂
gomawo ^^

69 thoughts on “My Overprotective Boy chapter 3

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s