Posted in Baek Hyun, Chan Yeol, Chapter, Comedy, Fantasy, friendship, leejieun93, Romance, Suho

What should I do with this girl? [Chapter 5]

What

Title                 :  What should I do with this girl? [Chapter 5]

Author            : Park  Hana

Cast                : Kim Joon myun , Park Chorong, Byun Baekhyun, Jung Eunji.

Other cast      : Find by your self

Genre             :  Comedy romance, friendship, supranatural.

Length           : Chapter

Rating              : PG-15

Warning         : Typo dimana-dimana dan jangan copy paste tanpa seijin saya terlebih dulu.

Summary       : Ini Cerita tentang dua orang yang bersahabat baik sejak kecil, kadang mereka terlihat seperti musuh yang saling membenci. Tapi kadang mereka terlihat seperti sepasang kekasih yang saling menyukai. Dan cerita tentang seorang perempuan yang mempunyai kemampuan suprantural yang berubah menjadi sesaeng fans seorang lelaki, bahkan meminta lelaki itu menciumnya.

Chapter 1| Chapter 2 | Chapter 3 | Chapter 4

Chapter 5

Dua orang perempuan saat ini tengah bersembunyi di belakang semak-semak seraya memperhatikan beberapa orang yang tengah bermain basket, namun sasaran mereka bukan orang-orang yang sedang bermain basket melainkan seseorang yang sedang duduk dipinggir lapang basket yang sedang membaca buku.

Dua orang perempuan tersebut tak lain adalah Chorong dan Eunji sedangkan lelaki yang tengah membaca itu adalah Joon myun.

“Aigoo Eonni aku merasa kita ini seperti sesaeng fan saja” ucap Eunji

Chorong hanya terkekeh kecil kearah Eunji dan tanpa mereka tahu saat ini di belakang mereka berdiri seorang lelaki yang sedang mendengarkan obrolan mereka.

‘Bukankah dia tampan?” tanya Chorong.

“Ah Eonni, mataku kan sedikit minus jadi aku tak jelas melihatnya tanpa kaca mataku” jawab Eunji.

Ehem

Saat mendengar suara orang berdehem dibelakang, Eunji langsung menoleh kearah belakang sedangkan Chorong tak memperdulikannya seakan tak mendengar apapun.

Orang itu kini tengah menatap mereka seraya melipat tangannya didada. Bahkan sebuah senyuman juga terukir dibibir orang itu dan hal tersebut membuat Eunji menelan ludahnya.

Eunji langsung menepuk bahu Chorong, namun yang bersangkutan malah tetap focus pada Joonmyun.

“Park Chorong-ssi sedang apa kau disini?” tanya orang itu

Chorong segera menoleh saat namanya dipanggil, dan kini kedua matanya membelakak saat melihat orang yang tengah berdiri didepannya saat ini yang tak lain adalah Minho.

“Kalian berdua ikut aku” ujar Minho

Dengan pasrah Chorong maupun Eunji kini menguruti kemauan Minho. Ternyata minho mengajak Chorong dan Eunji menemui Joon myun dan mengadukan bahwa mereka tengah mengintip Joon myun.

Mendengar perkataan Minho, Eunji langsung mengelak bahwa mereka tak berniat mengintip Joon myun namun mereka sedang melihat pertandingan basket, tapi Minho tak sedikitpun percaya pada kata-kata Eunji sehingga terjadilah percekcokan antara Minho dan Eunji sedangkan Chorong hanya terdiam sedari tadi dengan wajah menunduk.

Joonmyun menyadari ada yang aneh dengan Chorong karena sedari tadi Chorong hanya menundukan kepalanya dengan tangan yang gemetaran. Joon myun pun yakin bahwa ada suatu hal yang terjadi pada Chorong.

Chorong  memegang tangan Eunji dan langsung mengajak Eunji untuk pulang, namun  minho malah menghentikannya karena bagaimana pun urusan mereka belum selesai pikirnya.

Merasa kasihan dengan Chorong akhirnya Joon myun menyuruh minho membiarkan Eunji dan Chorong pergi. Chorong segera menatap Joon myun sebentar dengan tatapan yang seperti mengatakan terima kasih. Setelah itu mereka pun langsung pergi dari sana.

Setelah Eunji dan Chorong pergi, kini Joonmyun mendapat protes dari Minho karena melepaskan kedua gadis yang tertangkap basah mengintipnya. Joon myun berdalih bahwa mungkin saja mereka benar-benar sedang melihat pertandingan basket. Mendengar perkataan temannya itu benar-benar membuat Minho sampai menggelengkan kepalanya karena betapa baiknya temannya itu.

“Aigoo kau memang lelaki yang sangat baik. Tapi kalau aku tahu bahwa aku di intip oleh kedua gadis maka aku akan mendesak mereka mengaku lalu menjadi dekat dengan kedua gadis itu.”

Joon myun pun  menatap minho kemudian tersenyum seraya menepuk bahu Minho pelan.

“Lakukanklah kalau kau mau!” ujar Joon myun dengan tenangnya lalu meneruskan membaca buku.

Tak lama kemudian sebuah pesan masuk ke ponsel Joonmyun.

From: Sesaeng fan

Gomawoyo My Suho

Disimpan kembali ponsel miliknya, kemudian setelah itu dia menghela napas panjang seraya tersenyum tipis.

***

Sesampainya dirumah kali ini Chorong harus dikesalkan dengan Madam Choi yang sudah duduk manis sembari menunggunya.

“Bukankah sudah aku katakan bahwa aku tak akan menerima tawaran anda” ujar Chorong dingin seraya berjalan menuju kamarnya.

Madam Choi tersenyum, namun dalam senyumnya terlihat sangat misterius. Dia sekali lagi mengatakan bahwa dia akan memberikan Chorong satu kesempatan, namun Chorong segera mengatakan bahwa sebentar lagi kelebihannya akan hilang oleh karena itu dia tidak mau menerima tawaran madam Choi. Chorong lantas menyuruh madam Choi untuk segera perg dar rumahnya dengan nada sinis.

Umma Chorong terus meminta maaf pada Madam Choi yang akan pergi dari sana dan hal itu membuat chorong merasa kesal. dia meras ibunya sudah merendahkan harga dirinya sendiri karena melakukan hal itu.

Kali ini Umma Chorong pun kembali memarahinya.

“kau benar-benar akan melaukan hal ini hah? kenapa kau terus egois dan memikirkan dirimu sendiri hah? bukankah aku tidak memintamu selamanya menjadi asistennya, aku hanya menintamu menjdi asistennya hanya sampai semua hutang kita terbayar dan setelah itu appamu bisa berumpul lagi lalu kita tidak akan di kejar oleh para rentenir itu!”

Chorong menatap ummanya dengan wajah sedih serta mata berkaca-kaca.

“Apa umma tidak berpikir tentangku juga? Aku takut melihat mereka semua, aku takut berbicara dengan mereka bahkan saat aku berada di dekat madam Choi rasanya dadaku sesak. Aku tak mau bertemu lagi dengannya kenapa umma tak mengerti perasaanku!”

Chorong mengatakan hal tersebut dengan air mata yang mulai berjatuhan dari matanya. Melihat Chorong menangis benar-benar membuat Ummanya diliputi rasa bersalah.

Saat dia akan memegang pipi Chorong untuk menghampus air matanya, Chorong malah menepis tangan ibunya itu kemudian pergi dari sana.

***

Dikamarnya saat ini Baekhyun tengah mondar-mandir karena sejak tadi pagi dia tidak melihat batang hidung Eunji, bahkan saat dia meminta Eunji menemuinya diruang music Eunji malah tak datang padahal dia menunggu disana cukup lama. Belum lagi Eunji yang tak mengangkat panggilan telepon Baekhyun serta tak kunjung membalas pesan yang Baekhyun kirim.

Baekhyun menghampiri tempat tidurnya kemudian berbaring disana. Dia  lantas mengambil sesuatu dari saku celananya dan itu adalah jepit rambut berwarna merah yang kemarin dia beli.

“Kemana gadis jahat itu? padahal tadi siang aku ingin memberikan ini untuknya!”

“Kenapa kau tak datangi dia kerumahnya!”

Tiba-tiba umma Baekhyun sudah berada di pintu dan tengah melipat kedua tangannya di dada. Baekhyun segera bangun dan menatap ummanya itu.

“Haruskan aku kesana?” tanya Baekhyun pada ummanya.

Umma Baekhyun berjalan mendekati Baekhyun kemudian duduk di kasur Baekhyun.

“Kau ini kenapa?tak biasanya kau seperti ini. Apa kau menyukainya? “

Mendengar perkataan ummanya barusan Baekhyunpun langsung mengelak dan mengatakan bahwa  dia hanya khawatir pada Eunji.

Karena takut ummanya terus mengatakan hal yang aneh akhirnya Baekhyun pun berinisiatif untuk mendatangi Eunji di rumahnya.

Sesampainya dirumah Eunji, Baekhyun langsung menghampiri Eunjo yang tengah belajar ditemani ummanya.  Baekhyun duduk di sebelah ummanya Eunji kemudian menatap Eunjo serta ummanya bergantian.

Eunjo dan ummanya yang menyadari tatapan Baekhyun yang mengarah pada merekapun langsung balik menatap Baekhyun seakan bertanya kenapa kau menatapku seperti itu.

“Kalau hyung kesini mencari noona, maka segera urungkan niat itu karena sepulang sekolah jiwa monster noona muncul kembali, jadi saat ini dia sedang memperbaiki pintu!”

Baekhyun menyipitkan matanya mendengar perkataan Eunjo, namun umma Eunji langsung mengatakan bahwa ada sedikit insiden terjadi sehingga mengakibatkan pintu kamarku dan Eunji appa rusak.

“Apa Eunji yang merusak pintu itu?”

Tebak Baekhyun dan langsung mendapatkan anggukan dari semua orang yang ada disana termasuk Tuan Jung yang sedari tadi sedang asik menonton Televisi. Baekhyun kemudian bertanya kembali dimana Eunji saat ini karena dia ingin berbicara pada Eunji tapi Eunjo langsung melarang Baekhyun dengan alasan keselamatan Baekhyun akan terancam.

Mendengar Eunjo yang mengejek kakaknya sendiri umma Eunji pun langsung menggetok kepala anak bungsunya itu.

“Umma kenapa kau selalu memukul kepalaku?” protes Eunjo

Umma Eunji tak mendengarkan protes Eunjo karena dia kini tengah menyuruh Baekhyun menemui Eunji.

***

Air mata kembali menetes dari mata Chorong, dia benar-benar sedih dan marah pada ummanya. Dia selalu berpikir kenapa dia harus mengalami semua ini, dia juga ingin hidup normal.

Seraya menangis Chorong terus berjalan menyusuri jalanan tanpa tahu kakinya akan membawanya kemana.

Dia kemudian menghentikan langkahnya saat berada didepan sebuah pintu yang ada di sebuah apartemen dan ternyata  itu adalah apartemen Joon myun.

Chorong berdiri disana tanpa mengetuk atau menghubungi Joon myun. Dia kemudian duduk menyender di tembok sebelah pintu dan tiba-tiba saja hantu ahjussi datang.

Hantu ahjussi duduk di pinggir Chorong kemudian bertanya dia kenapa terlihat sesedih itu bahkan sampai menangis.

“Apa lelaki tampan itu menolakmu?” tanya hantu ahjussi

Chorong segera menggeleng dan mengatakan bahwa dia tidak mau mengatakan kenapa dia menangis pada hantu ahjussi karena mereka tidak sedekat itu untuk saling bercerita, namun hantu ahjussi mengatakan bahwa dia kemarin bercerita pada Chorong tentang masalah hidupnya meskipun mereka baru kenal.

Chorong bersikeras tak mau mengatakan kenapa dia menangis pada hantu ahjussi, Hantu ahjussi hanya bisa mengangkat kedua bahunya kemudian mengatakan bahwa Chorong keras kepala.

Didalam rumah, Joonmyun yang sedang mengerjakan tugas miliknya tiba-tiba teringat pada ekspresi wajah Chorong yang terlihat aneh tadi siang. Dia pun kini berinisiatip untuk menelepon Chorong dan menanyakan apa yang terjadi, namun pada saat akan menekan tombol call tiba-tiba Joonmyun menyimpan kembali ponselnya. Dia berpikir bahwa tidak ada gunanya dia menelepon chorong karena hal itu akan semakin membuat Chorong menempel padanya.

Sebuah pesan kemudian masuk ke ponsel joon myun yang ternyata dari Chorong. Joon myun segera membaca pesan dari chorong yang mengatakan bahwa dia membutuhkan Joon myun.

Joon myun pun segera menelepon Chorong dan menanyakan apa yang terjadi.

“Apa sesuatu terjadi?” tanya Joon myun dengan canggung.

Chorong tak kunjung menjawab karena yang terdengar hanya suara tangisan Chorong. Entah kenapa saat ini tersirat rasa khawatir di hati Joon myun yang dia sendiri tidak tahu kenapa bisa dia merasakan hal itu padahal dia belum mengenal Chorong.

“Chorong-ssi” panggil Joon myun

“Ah mianhae , aku terharu sekaligus bahagia kau meneleponku dan menanyakan apa aku baik-baik saja. Terimakasih Banyak”

Joon myun terdiam mendengar perkataan Chorong, Kemudian dia mengatakan bahwa hanya dengan mengetahui bahwa Joon myun mengkhawatirkannya itu sudah cukup baginya.

“Saat aku mendengar suaramu entah kenapa rasa sakitku mulai menghilang dan terima kasih banyak. Maaf aku harus menutup teleponnya karena ini sudah malam. Tidurlah dengan nyenyak dan jangan pergi keluar karena diluar udara sangat dingin”

‘Ne, arraseoyo”

Plip

Chorong memutuskan sambungan teleponnya sedangkan saat ini Joon myun masih terdiam karena dia bingung pada dirinya sendiri.

Diluar rumah Joon myun saat ini Chorong sedang terduduk masih menangis, dia menundukan kepalanya lalu memeluk kakinya.

“Aku ingin melihat wajahnya tapi aku tak mau dia melihatku seperti ini! aku benar-benar ingin melihatnya. Apa yang harus aku lakukan?”

***

Meskipun dengan perasaan was-was saat ini Baekhyun tengah berjalan menuju kamar kedua orang tua Eunji. Kini bisa dia lihat Eunji yang tengah membenarkan pintu kamar kedua orang tuanya itu.

“Aigoo padahal ini bukan bulan purnama tapi kenapa jiwa monstermu muncul begitu?” gurau Baekhyun.

Tak ada sahutan sedikitpun dari Eunji karena dia hanya focus pada pegangan pintunya dan sesekali memalu gagang pintu mencoba mengepaskan nya.

Baekhyun sedikit takut saat Eunji memukulkan palunya karena terlintas di pikiran Baekhyun saat ini Eunji mulai melemparkan palu tersebut pada wajahnya dan hal itu membuat bulu kuduk Baekhyun merinding.

“Hya Eunji-ya kenapa kau tak datang tadi siang? Aku menunggumu lama. Kau ini menyebalkan!”

“Byun Baekhyun kau membuatku tak konsentrasi, Jadi sebelum aku melempar palu milikku kearah wajahmu sebaiknya kau pergi!” ujar Eunji seraya menatap Baekhyun dingin.

Bukannya pergi, Baekhyun malah melipat tangannya di pinggang kemudian melotot pada Eunji karena tidak terima diusir seperti itu.

“Hya kau kenapa? Apa aku melakukan kesalahan padamu. Aku hanya ingin tanya kenapa kau tak datang saat aku menyuruhmu ke ruang music. Aku menung. . ”

“HYA APA KAU TAK MENGERTI BAHASA MANUSIA HAH? kau itu terlalu banyak berbicara dan apa kau tahu aku muak dengan semua ocehanmu!”

Baekhyun berdecak kesal

“Hya aku bertanya dengan baik-baik tapi kenapa kau malah meneriakiku dan mengusirku.  Apa aku berbuat salah padamu?”

Eunji menatap Baekhyun dengan tatapan yang sulit diartikan oleh Baekhyun kemudian menghela napasnya.

‘Aku sedang PMS!” jawabnya singkat

“Kenapa kau tak datang saat aku menyuruhmu di ruang music. Apa kau tahu aku menunggumu di ruang music lama!” ulang Baekhyun namun kini dengan nada yang sedikit melembut.

“Aku bahkan tidak menyuruhmu menungguku!”  jawab Eunji ketus

Baekhyun tak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar dari mulut Eunji. Kali ini Baekhyun benar-benar kesal pada Eunji, lalu dia pun teringat pada laki-laki yang dikatakan Luhan tempo hari.

“Kemana saja kau sepulang sekolah? Aku mencarimu tapi kau tidak ada?”

Eunji menatap Baekhyun dengan tatapan tak suka karena terus menanyainya bahkan dia berpikir Baekhyun sedang mengintrogasinya.

“Aku ada urusan” jawab Eunji singkat

“Apa urusan itu dengan yang seorang mahasiswa kedokteran yang bernama Kim Joon myun ?”

Eunji membulatkan matanya karena tak percaya bahwa Baekhyun tahu soal Joonmyun, namun beberapa detik kemudian Eunji kembali mengubah ekspresi wajahnya menjadi seperti semula.

“Kau ini bahkan bukan kakakku  dan juga bukan pacarku, tapi kenapa kau mengintrogasiku seperti ini ?”

Baekhyun berdecak kesal mendengar perkataan Eunji barusan dan tanpa berkata apapun lagi dia pun pergi dari sana, namun saat dia hendak melewati tangga dia melihat tuan jung, nyoya Jung serta Eunjo yang tengah mengintip mereka.

Keluarga Jung yang merasa ketahuan pun hanya bisa tersenyum kikuk kemudian bubar tanpa sepatah katapun, sedangkan Baekhyun pergi dengan perasaan kesal.

“Besok juga mereka akan baikkan” ucap tuan Jung yakin.

“Mereka selalu seperti itu!” sahut umma Eunji.

“Kenapa aku harus ikut-ikutan mengintip? Hal ini benar-benar  menurunkan harga diriku”

Pletak~

Umma Eunji langsung memukul Eunjo setelah mendengar protes anak bungsunya barusan.

***

Brugh~

Baekhyun membanting pintu rumahnya saat masuk sampai  membuat Ummanya yang tengah meminum kopi seraya menatap laptopnya terkejut.

“Hya Byun Baek kau akan merusak pintu jika membantingnya seperti itu!” ucap umamnya

Entah tak mau mendengar atau memang tak mendengar perkataan ummanya barusan, Baekhyun hanya berjalan lurus tanpa mengatakan apapun.

Melihat ekspresi Baekhyun yang seperti sekarang membuat Umma Baekhyun penasaran apa yang terjadi pada anaknya itu. Dia kemudian mengambil ponselnya lalu menelepon umma Eunji untuk menanyakan apa yang terjadi.

Sementara ummanya tengah berbicara dengan umma Eunji, Baekhyun yang baru saja sampai  dikamarnya langsung  menghampiri meja belajarnya kemudian memebuka laci dan memasukan jepit rambut  yang tadinya akan dia berikan pada Eunji. Dia melempar jepit rambut tersebut kemudian menutup lacinya dengan kasar juga, Setelah itu dia menuju tempat tidurnya untuk membaringkan tubuhnya seraya mendinginkan otaknya yang terasa sangat panas.

***

Chorong berjalan menuju kamar Joon myun,  Setelah sampai di kamar Joon myun dia menghampiri Joonmyun yang tengah tertidur lelap.

Chorong berlutut di depan kasur Joon myun seraya menatap Joon myun yang tengah tertidur pulas. Sebuah senyuman sedikit terukir dibibirnya.

Dia lantas mulai menggerakkan tangannya menuju wajah Joon myun tapi entah kenapa dia malah menghentikan kegiatannya itu sebelum tangannya sampai di wajah Joon myun.

“Kau tampaknya sangat menyukai pria tampan ini!” ucap Hantu ahjussi

Chorong menempelkan jari dimulutnya seakan memberi tahu hantu ahjussi untuk tidak berbicara. Hantu ahjussi yang mengerti pun langsung menghilang setelah itu.

Sudah sekitar satu jam Chorong berada disana menatap Joon myun dan waktu saat ini sudah menunjukan pukul 3 pagi. Chorong lantas berdiri kemudian pergi dari sana.

***

Disekolah, Eunji yang berpapasan dengan Baekhyun dan Chanyeol di koridor hanya terdiam tak saling menyapa dan hal itu benar-benar membuat Chanyeol kebingungan.

“Apa kalian bertengkar lagi?” tanya Chanyeol penasaran.

Bukannya menjawab pertanyaan Chaneyol saat ini Baekhyun tapi malah memelototi Chanyeol yang membuat Chanyeol langsung menutup mulutnya.

Dengan wajah kesal Eunji menghampiri Chorong yang sedang melayani klien barunya. Setelah Kliennya pergi, Chorongpun langsung mendelik pada Eunji.

“Hei Jung Eunji karena kau sahabatku jadi aku akan memberikan potongan harga sebesar 50% untuk konsultasi ” ucap Chorong.

“Mweo? Eonni bagaimana bisa kau mengatakan hal itu padaku?”

“Bukankah kau kesini untuk menanyakan.. “

Eunji langsung membekam mulut Chorong menggunakan kedua tangannya sebelum Chorong sempat menyelesaikan kata-katanya.

“Hya hajima”

Eunji melepaskan tangannya di mulut Chorong dan langsung berpamitan pergi kekelasnya setelah mengetahui Baekhyun yang memasuki kelas sedangkan Chorong tengah tersenyum karena tingkah Eunji yang menurutnya sangat manis, namun dia langsung mengubah wajahnya menjadi datar kembali ketika Baekhyun tiba-tiba menghampirinya.

“10000 won untuk konsultasi dan solusinya” ujar Chorong datar.

Baekhyun berdecak kemudian kembali ke bangkunya tanpa mengatakan apapun pada Chorong, sedangkan chorong hanya mengangkat kedua bahunya.

***

Sepulang sekolah, Eunji yang akan keluar gerbang tiba-tiba harus dikagetkan oleh Minho yang sudah berada didepan gerbang sekolahnya.

Dia bingung apa yang harus dia lakukan karena Eunji pikir Minho kesini untuk mencarinya dan Chorong.

“Haissh itu pria yang kemarin!” ucap Eunji kaget.

“Mau apa dia kesini? Apa dia ingin menangkapku dan Chorong eonni?” tebak eunji sok tahu.

Karena pikiran sok tahu Eunji akhirnya dia menutup wajahnya menggunakan syal yang saat ini dia gunakan. Dia menaikan syal tersebut sehingga menutupi mulut dan hidungnya, maksud dia melakukan hal itu adalah agar Minho tidak mengenali wajahnya.

Eunji kini berjalan menuju gerbang sekolah dengan keyakinan tinggi bahwa Minho takkan mengenalinya. Namun, tiba-tib

Entah itu hari sial Eunji atau apa, karena saat ini hal yang paling dia hindari terjadi. Minho sudah berada didepannya dan tengah menghadangnya.

“Permisi. .” sapa Minho

Eunji mencoba tak menenangkandirinya agar tak mengakibatkan kecurigaan did diri Minho, namun entah ini memang hari sial Eunji karena tiba-tiba saja minho menatap Enji dengan tatapan tak biasa.

“Oppa~”

Pangilan itu membuat Minho mengalihkan pandangannya kemudian tersenyum. Dan seorang perempuan kini menghampiri mereka.

Perempuan itu tak lain adalah sulli dan hal itu membuat Eunji terkejut.

“Apa oppa sudah lama menunggu?” tanya sulli

Minho lantas mencubit pipi sulli seraya mengatakan bahwa itu tidak apa-apa menunggu lama untuk princessnya.

Eunji berdecak kesal mendengar percakapan dua orang disebelahnya dan saat ini tiba-tiba dia teringat pada Baekhyun yang langsung membuat Eunji mendelik pada sulli.

“Haishhh perempuan ini selalu tersenyum bagai malaikat tapi ternyata, lihat lah Byun Baek perempuan yang kau sukai ternyata seperti ini!”

Eunji terus mengoceh didalam hatinya tanpa dia tahu saat ini Minho maupun sulli sudah mengalihkan perhatian mereka pada dirinya.

“Sanbae, Eunji sanbae!” Panggil Sulli

“WAE?” Pekik Eunji

Sulli sempat kaget mendengar Eunji yang berteriak padanya. Minho yang merasa adiknya dibentak pun akhirnya berteriak juga Pada Eunji.

Karena geram akhirnya Eunji melonggarkan syalnya yang membuat Minho membulatkan matanya karena ternyata gadis didepannya saat ini adalah gadis yang kemarin mengintip temannya.

“Hya kau gadis pengintip itu!” pikik Minho

Eunji membelalakkan matanya ketika mendengar Minho memanggilnya gadis pengintip.

“Hya aku bukan pengintip dan kau. . .“

Eunji menunjuk sulli.

“Bukankah Baekhyun kemarin mengungkapakan cintanya padamu. Kalaupun kau menolaknya seharusnya kau tak bermesraan dengan lelaki lain disini. Pikirkanlah bagaimana perasaan Baekhyun”

Sulli dan Minho tak mengerti apa yang sedang Eunji bicarakan. Mereka pun kini saling menatap satu sama lain kemudian menggelengkan kepala mereka bersamaan.

“Hei kenapa namaku disebut-sebut?”

Tba-tiba saja orang yang dibicarakan atau Baekhyun datang menghampiri mereka. Sulli tersenyum saat melihat Baekhyun, namun bukan pada Baekhyun melainkan pada orang disebelahnya yang mempunyai tubuh tinggi dengan telinga seperti peri yang tak lain adalah Chanyeol.

Melihat Baekhyun yang datang, Eunji pun langsung menggenggam tangan Baekhyun yang membuat Baekhyun heran dengan tingkah Eunji saat itu.

“Ayo kita pulang, karena aku merasa kesal disini!”

Eunji mengatakan hal barusan seraya menatap tak suka pada sulli dan langsung mendapat protes dari Minho maupun Chanyeol.

“Hya kenapa kau menatap adikku seperti itu?”

“Hya kenapa kau menatap pacarku seperti itu?”

Ucap Minho dan Chanyeol bersamaan yang langsung membuat Eunji menyipitkan matanya.

“Adik? Pacar?” pekik Eunji seraya menunjuk Minho maupun Chanyeol begantian.

Kini Chanyeol merangkul bahu Sulli sedangkan Minho yang mengetahui Chanyeol merangkul bahu sulli langsung menyingkirkan tangan Chanyeol dari bahu adiknya itu kemudian dia yang merangkul sullinseraya mendorong bahu Chanyeol pelan.

“Iya dia adikku, dasar gadis pengintip!” ujar Minho menekankan pada kata gadis pengintip.

Eunji menatap satu persatu orang disana dan setelah itu menundukkan kepalanya  kemudian membungkuk.

“Annyeong, aku pulang duluan”

Eunji langsung pergi  saat itu karena tak kuat menahan malu. Dia pun kini mulai mengutuk dirinya sendiri karena hal memalukan tadi. Baekhyun yang melihat Eunji pergi langsung mengejar Eunji setelah sebelumnya berpamitan pada Minho, sulli dan Chanyeol.

“Gyeowo” guman minho seraya tersenyum.

Sedangkan saat ini Chanyeol tegah berdumel dalam hatinya karena Minho yang terus merangkul sulli.

***

Baekhyun berhasil mengejar Eunji dan kini dia sudah berjalan di pinggir Eunji. Dia tersenyum karena tingkah Eunji tadi tapi tidak dengan Eunji yang benar-benar malu dengan apa yang dia perbuat.

“Hya jung Eunji jadi itu alasanmu marah padaku?” tanya Baekhyun

“Aniya” jawab Eunji singkat.

“JADI JUNG EUNJI MARAH KARENA MENGIRA AKU MENYUKAI SULLI WOW INI DAEBAK!” Ucap Baekhyun dengan sedikit berteriak.

“Hei apa kau menyukaiku?” tambah Baekhyun.

Eunji menghentikan langkahnya dan langsung menatap Baekhyun dengan tatapan kesal.

“Apa aku terlihat menyukaimu hah?Berhentilah mengatakan omong kosong”

Eunji hendak melanjutkan langkahnya, namun dengan cepat Baekhyun menghentikannya dengan memegang lengan Eunji dan hal itu membuat Eunji menatap Baekhyun seakan mengatakan apa lagi sekarang.

Baekhyun melepas gengganganya di lengan Eunji dan membuat Eunji menghadapnya yang langsung membuat mata Eunji menyipit. Baekhyun kini tengah mengambil sesuatu dari kantong celananya dan itu adalah jepit rambut.

Eunji kaget saat melihat jepit rambut yang ada ditangan Baekhyun saat ini karena itu adalah jepit rambut yang sama dengan yang dia lihat pada sulli.

“Bukankah jepit dan kotak itu ada pada sulli?”

Baekhyun memakaikan jepit rambut itu di rambut Eunji seraya mengatakan bahwa dia dan Chanyeol membeli jepitan yang sama.

“Chanyeol ingin mengungkapkan cintanya dan jika diterima dia ingin memberikan hadiah pada sulli sebagai tanda dia menerima cinta chanyeol jadi dia memintaku agar kau  membuatkan kotak yang bagus sebagai tempat hadiah itu. semula dia ingin meminta sendiri padamu, tapi karena sikap monstermu dia jadi mengurungkan niatnya”

“Ah bukankah wajahmu terlihat lebih manusiawi dengan jepit itu?” tambah Baekhyun.

Kini tanpa mengucapkan sepatah katapun Eunji langsung pergi yang kemudian dikejar oleh Baekhyun.

“Hya Jung Eunji apa kau cemburu hah?” goda Baekhyun.

“Ah aku ini memang tampan dan aku yakin kau tidak bisa menghindari kharismaku yang luar biasa” tambah Baekhyun dengan bangganya.

Tak ada sahutan sedikitpun dari Eunji yang membuat sebuah ide jahil terlintas kembali di otak Baekhyun saat itu.

Baekhyun menarik tangan Eunji kemudian mencium pipi Eunji yang membuat Eunji membelalakan kedua matanya. Melihat  ekspresi wajah Eunji saat ini membuat Baekhyun terkekeh lalu dia pun berlari karena beberapa detik lagi dia yakin Eunji pasti berteriak padanya.

Benar saja kini tatapan kesal terlihat di mata Eunji.

“HYA BYUN BAEKHYUN APA KAU MAU MATI HAH?” pekik Eunji yang kemudian berlari mengejar Baekhyun.

***

Eunji memasuki kamarnya dan langsung menyender dipintu. Dia kini menjatuhkan tasnya begitu saja setelah itu dia berjongkok disana.

Sebuah senyuman pun terukir di bibir Eunji saat ini saat dia memegang pipinya yang tadi di cium oleh Baekhyun

“Kenapa dia selalu seperti itu? bukankah sudah aku katakan jangan mencium pipiku lagi!”

Dret~

Sebuah pesan masuk di ponsel Eunji dan Eunji mengira kalau itu dari Baekhyun, namun ternyata bukan karena setelah dia buka itu adalah pesan dari Minho.

From: XXX

Hai gadis pengintip ini dengan oppa nya sulli. Karena kau kabur begitu saja membuatku tak bisa memperkenalkan diriku. Namaku Choi Minho, senang berkenalan denganmu.

“Apa-apaan orang ini?” guman Eunji seraya mengeyipitkan matanya.

Disisi lain Baekhyun yang baru pulang juga langsung menghampiri ummanya kemudian memeluk serta mencium pipi ummanya.

Hal itu membuat Nyonya Byun bertanya-tanya kenapa lagi putranya itu.

‘Wuah tampaknya uri Baekhyun sedang bahagia” ucap ummanya

“Bukankah aku selalu bahagia?”

Mendengar ucapan Baekhyun membuat ummanya langsung mencibir dengan mentakan bahwa bukankah semalam setelah pulang dari rumah Eunji, Baekhyun membanting pintu dengan sangat keras.

Baekhyun tampak berpikir tentang itu namun setelah beberapa detik kemudian dia langsung mengatakan bahwa dia tidak ingat apapun tentang apa yang dia lakukan semalam yang langsung saja membuat ummanya tertawa.

***

Seorang gadis berseragam duduk begitu saja di depan seorang pria yang tengah membaca buku. Gadis itu yang tak lain adalah Chorong kini tengah menatap lelaki didepannya dengan kedua tangan yang menahan wajahnya.

Sesekali Chorong tersenyum yang membuat pria itu atau Joon myun pun sesekali mengalihkan pandangannya dari buku yang tengah dia baca.

“Park Chorong haksaeng, anda benar-benar menempel padaku seperti permen karet!”

Chorong menanggapi ucapan Joon myun barusan hanya dengan senyuman yang membuat Joon myun menghela napasnya.

Tiba-tiba kini Joonmyun menghentikan kegiatan membaca bukunya kemudian melipat tangannya di dada seraya mengalihkan tatapannya pada Chorong.

“Wae?” tanya Chorong

“Apa yang harus aku lakukan padamu?”

Chorong membenarkan duduknya dan kini dia mengikuti gaya  Joon myun yaitu melipat tangannya didada.

“Apa juga yang harus aku lakukan padamu?”

Joon myun tersenyum dan kini dia kembali mengambil buku yang dia letakan tadi kemudian melanjutkan membacanya.

“Kau akan bosan jika menungguku membaca karena aku akan lama disini, setelah itu aku ada kelas sore”

Chorong lantas berdiri seraya mengatakan bahwa  hari ini dia sudah melihat wajah dan Mata Joon myun oleh karea itu dia akan pergi karena dia tidak ingin mengganggu Joon myun membaca buku. Chorong membungkuk pada Joon myun kemudian pergi.

Sebuah helaan kini terdenga dari Joon myun

“Tidak mau menggangguku? Lalu selama ini dia selalu muncul didepanku, bukankah itu juga mengganggu” ucap Joon myun seraya tersenyum

***

Dengan bersemangat Minho membuka pesan masuk di ponselnya. Dia tersenyum membaca pesan yang asalnya dari Eunji tersebut.

Minho tampak berpikir kata-kata apa yang akan dia ketik untuk membalas pesan dari Eunji. Kebahagiaan di wajah  Minho saat ini sungguh kontras dengan ekpresi wajah seornag perempuan yang saat ini sedang berdiri didebelahnya.

Perempuan itu menatap Minho dengan wajas sedih seakan tak menyukai Kebahagian yang sedang Minho perlihatkan saat ini. dan kini tetesan tetesan darah keluar dari mata perempuan tersebut.

Kedua tangan perempuan itu mulai bergerak hendak menyentuh Minho, namun terdengar suara Sulli dari luar yang memanggil Minho yang membuat perempuan itu kaget kemudian menghilang.

Sulli yang saat ini sudah berada di kamar Minho merasakan bulu kuduknya merinding, tapi bukan kali ini saja dia merasakan hal itu karena perasaan itu selalu muncul jika dia memasuki kamar Minho.

“Hya kenapa kau melamaun sambil memegang lehermu?”  tanya Minho yang membuat sulli tersadar dari lamunannya.

Sulli yang tersadar dari lamunannya kemudian mengatakan bahwa setiap kali dia memasuki kamar Minho dia selalu merasakan hawa dingin serta bulu kuduknya selalu berdiri.

Mendengar ucapan Adiknya itu sontak saja membuat Minho tertawa dan langsung mengatakan bahwa itu efek Sulli selalu menonton film horror, dan itu mengakibatkan fantasy tentang hantu-hantu itu berkeliaran di kepalanya.

“Ah mungkin saja” sahut sulli

***

Chorong berjalan disebuah lorong yang hanya lampu-lampu yang nyalanya agak redup. Kini dia bertanya-tanya dalam hatinya dimana dia berada saat ini.

Karena kebingungan, akhirnya Chorong berjalan mengikuti alur Lorong tersebut. Dia terus berjalan dan saat ini dia melihat ujung dari lorong tersebut yang merupakan sebuah ruangan yang terlihat seperti gudang dengan banyak kursi yang menumpuk.

Ada yang menarik perhatiannya saat ini, yaitu seorang gadis yang tengah duduk disebuah kursi kayu dengan kepala menunduk. Chorong terus berjalan memastikan apa yang dia lihat itu apa benar-benar  nyata atau hanya khayalan.

Tiba-tiba seorang gadis lain muncul dari pinggir ruangan itu kemudian berjalan kearah belakang gadis yang tengah terduduk di kursi. Perlahan tanga gadis itu memegang kepala gadis yang tengah terduduk itu seakan dia ingin memperlihatkan wajah gadis tersebut.

Chorong menyipitkan kedua matanya karena tak mengerti dengan apa yang akan dilakukan oleh gadis tersebut pada gadis yang sednag duduk itu.

Kedua mata Chorong membelalak seketika saat melihat wajah gadis yang sedang duduk itu.

‘Eunji” kaget Chorong.

Sebuah  alunan piano kini mulai terdengar, namun alunan piano tersebut terdengar sangat menyedihkan dan menakutkan di telinga chorong.

Chorong berusaha tak memperdulikan alunan piano tersebut dan mulai berlari untuk menghampiri Eunji, namun tiba-tiba saja sbuah pintu menutup ruangan tersebut yang membuat Chorong bertambah panik.

Dia pun kini mulai berteriak memanggil manggil nama Eunji seraya mengetuk-ngetuk pintu tersebut.

Alunan piano yang semakin mengeras pun semakin menambah kepanikannya, dia bingung apa yang harus dia lakukan. Chorong menggoyang-goyangkan knop pintu, namun pintu tersebut seakan terkunci.

“Kya~~~~”

Sebuah teriakan kini terdengar dari dalam ruangan yang membuat kedua mata Chorong membulat.

“Eunji~~”

Chorong terbangun dari tidurnya dengan badan yang di penuhi keringat serta napas yang tersenggal-senggal.

“Mimpi buruk?”

Tanya hantu halmoni yang saat itu sedang berada di pinggir jendela dengan jendela kamar Chorong yang masih terbuka.

Hantu halmoni berjalan menghampiri Chorong kemudian duduk di dekatnya.

“Aku takut” ucap Chorong seraya memegangi dadanya.

“Kenapa kau sering sekali mimpi buruk? Bagaimana bisa ada gadis sepertimu?”

Hantu halmoni terus mengoceh, bahkan dia saat ini membahas tentang Chorong yag tidak menutup jendela kamarnya dulu sebelum dia tidur, namun Chorong sepertinya tak perduli dengan semua ocehan hantu halmoni karena saat ini pikirannya benar-benar tertuju pada perempuan yang tadi dia lihat di mimpinya.

“Siapa perempuan itu dan kenapa ada Eunji disana?”

Merasa tak dihiraukan chorong, hantu halmonipun merasa kesal kemudian menghilang.

TBC

Hai-hai ^_^)/ siapa yang nunggu chap 5????

Hayo giman nih chapter 5 nya panjangkan???hhe

Oh ya di part kemarin banyak yang tanya apa bener itu yang ngasih jepit sama kotak itu baek? Dan di part 5 ini jawabannya aku kasihkan.^^V

Oh ya kemarin juga ada beberapa reader yang bisa nebak tentang ini, wuah jangan-jangan ada yang bisa baca pikiran kaya chorong ^^

Pokoknya terima kasih banyak buat semua readerku yang baca, comment, like, kritik sam ngash saran *muah flying kiss deh buat kalian semua.

Saya juga minta maaf kalau ada banyak kekurangan dalam cerita maupun penulisan karena saya buat ini hanya untuk hiburan semata^^.

 

 

Iklan

Penulis:

kpop jjang!!!!!

160 thoughts on “What should I do with this girl? [Chapter 5]

  1. wah pacarnya minho yg udah meninggal pengen ngelakuin hal buruk sama eunji kali tuh ya maksud mimpi chorong?? minho suka sama eunji? baekhyun sama eunji sama2 suka tapi belom sadar aja kali yak ckck lanjut baca dulu deh hehe

  2. Minho ska sma Eunji? Hntu yg nguntit Minho tuh mantan YC Minho yg uda death yye? Ciee Baek yg uda baikan ama Eunji. Kasian si Chorong, mmpi brukny bebener buruk. Smoga Eunji ga d apa2in ama hntu yg nguntit Minho. /ngmong ap sih gw? Berbelit bgt. Ga jelas -_-/
    Next thor (y)

  3. kayanya hantu yg ngikutin minho itu mantan pacarnya deh @.@ sama minho smsan sama Eunji aja dia sampe nangis darah Q.Q tapi keren tp couple eunbaek seru banget >_< setiap cerita lanjutannya keren

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s