Stay Alive With Her (PROLOG)

stay-alive

DO NOT READ FOR SILENT READER!!!

SO PLEASE COMMENT!!!

Title                                       : Stay Alive With Him [PROLOG]

Main Cast                            : Oh Sehun

                                                : Jung Soojung

                                                : Kang Minhyuk

Other Cast                          : Kim jongin

                                                : Lee Shinhye (OC)

                                                : Park chanyeol

                                                : Kang Sera (OC)

                                                : ( and other cast is coming soon)

Genre                                   : Romance, School Life

Length                                  : Chaptered

Prolog

Apa yang kau lakukan? Ada apa denganmu?

Pertanyaan itu menggema di dalam kepala gadis bernama lengkap Jung Soojung. Berputar riuh tanpa henti. Di saat yang sama, ia tak bisa mengalihkan tatapan matanya dari pemandangan yang tersaji di hadapannya. Segala hal yang ada di sekelilingnya terlihat buram. Ia sungguh tak percaya kenyataan seperti inilah yang harus dihadapannya.

Soojung menarik nafas panjang berkali-kali, mencoba meredakan debar di dadanya yang mengentak-entak dan membuatnya kesulitan mengisi paru-parunya. Satu tangannya terangkat untuk mencari pegangan pada bingkai pintu yang persis berada di sebelahnya. Soojung limbung sesaat. Ini benar-benar terlalu menyesakkan.

Dengan perlahan, ia menatap laki-laki itu. Laki-laki yang sedang berusaha mengenakan jaket hitamnya dengan sikap yang terlihat tak peduli. Sama sekali tak ada ketakutan ataupun kepanikan. Meski apa yang dilakukannya berada di bawah tatapan mata Soojung yang terlihat tak menyangka dengan apa yang telah di lakukan oleh laki-laki tu. Dengan santai. Laki-laki itu menyelesaikan apa yang seharusnya diselesaikannya sedari tadi. Keberanian diri laki-laki itu terlihat begitu tinggi.

“Maafkan aku! Ini demi kebaikanmu.” Gumam lelaki itu sambil meraih pistol yang tergeletak di lantai persis dibawah kakinya yang kemudian di masukkan benda itu kedalam tas ransel yang berada di sampingnya.

Sedikitpun gadis itu tak mengeluarkan sepatah kata membalas pernyataan lelaki itu. Kalimat yang diucapkan laki-laki itu bagaikan lelucon yang menurutnya tak lucu sekalipun. Bagaiman bisa dia mengucakan kata  maaf setelah apa yang telah ia lakukan kepada seorang pemuda yang saat ini tergeletak tak berdaya dengan bersimpah darah di bagian kepalanya.  Dan yang paing membuat gadis itu semakin tak mengerti saat laki-laki itu mengatakan jika semua yang di lakukan itu semata-mata hanya demi kebaikannya. Apa yang telah membuat laki-laki yang ia cintai itu sampai bertindak kejam seperti itu? Kemana lelaki lembut dan juga penyayang yang selama ini ia tunjukkan?

Soojung menolehkan kepalanya kembali pada laki-laki yang ini berdiri menghadap ke jendela kaca dengan botol air mineral berada di genggaman tangannya. Lelaki itu terlihat sama, penampilannya sama sekali tak berubah, masih sama seperti ketika gadis itu bertemu dengan laki-laki yang saat ini begitu berbeda dengan ia yang dulu.

Kemana perginya laki-laki lembut itu?

“Aku berusaha untuk melindungimu. Jadi, aku berharapa kau bisa mengerti apa yang telah aku lakukan hari ini!”

“Tapi kau tak seharusnya melakukan itu, Sehun-ah!”

“Apa aku harus melihatmu di nodai oleh laki-laki bajingan itu, baru aku akan menghabisinya? Tidak Soojung-ah! Kau begitu berarti bagiku. Dan aku tak ingin siapapun untuk menyentuhmu sedikitpun”

Tegas lelaki bernama Sehun itu seraya memutar badannya menghadap Soojung. Di saat yang sama Soojung berusaha menahan air matanya agar tak terjatuh. Ia membenarkan perkataan Sehun, tapi dengan cara yang di lakukannya saat itu sangatlah di luar batas kemanusiaan.

Membunuh..,

Apa dengan cara itu, semua masalah akan terselesaikan?

Tidak..,

Sehun. Lelaki lembut itu terlihat seperti serigala buas yang kelaparan saat membunuh pemuda itu dengan keji. Mengingat hal itu, membuat gadis itu terpejam dan akhirnya cairan bening mengalir di pelupuk mata hitamnya. Jika saja sore itu ia tak mengiyakan permintaan guru Kim yang sedikit aneh untuk menyuruhnya bertandang ke apartemen tempat tinggal  guru tersebut dengan dalih menyerahkan hasil ujian para siswa padanya. Semua ia alami hari ini tak akan pernah terjadi. Seharusnya ia sedikit bisa bermain dengan logika sebelum mengiyakan permintaan guru Kim waktu itu.

Dan apa jadinya jika Sehun tak mengangkat panggilan Soojung yang saat itu berteriak minta tolong padanya saat guru Kim berusaha memperkosanya. Mungkin saja saat ini gadis itu tak akan bisa merencakan masa depannya kelak.

“Ini bukan pertama kalinya aku melihatmu betindak keji, Sehun-ah”

Hati gadis itu semakin berteriak histeris. Berharap apa yang selama ini yang ia lihat hanyalah sebuah lelucon belaka dan semoga ini hanyalah sebuah mimpi buruk yang nantinya ia akan terbangun dari mimpi itu. Sehun, orang yang begitu ia cintai memiliki jiwa psyco yang begitu mengerikan baginya, tetapi rasa cintanya berhasil menutupi ketakutannya pada lelaki itu. Saat dimana matanya dengan tak sengaja melihat Sehun dengan keji memukul seorang pemuda yang sebelumnya sempat mengganggu Soojung . dan di hari berikutnya ia juga melihat Sehun memukuli teman sekolahnya. Yang juga selalu mengganggunya di sekolah.

Soojung hanya bisa diam dan berusaha melupakan apa yang telah ia lihat selama ini. Berpikir positif, itulah yang ia tanamkan hingga saat ini di benaknya. Niat untuk bertanya atau hanya sekedar memberitahukan tindakan yang selama ini ia lakukan itu adalah salah, tak kunjung ia realisasikan. Ketakutan akan lelaki itu marah padanya membuat ia mengurungkan niatnya.

“Semua yang aku lakukan adalah untuk kebaikanmu, Soojung-ah”

“Apa dengan cara begitu, aku akan senang? Kebaikan untukku yang seperti apa yang kau maksud? Asal kau tahu saja, Sehun-ah! Apa yang telah kau lakukan selama ini, bukanlah demi kebaikanku. Apa yang telah kau lakukan telah membuat hidupku kesepian. Semua orang takut padaku karena kau, semua orang tak ingin berteman denganku itu karena kau, perlakuan mereka yang sering membullyku itu juga karena kau Sehun-ah!”

“Aku mencintai dirimu karena sikap lembut dan juga penyayang darimu. Aku tak membutuhkan sikap berlebihan darimu. Aku menyukai sikap apa adanya yang ada pada dirimu, Sehun-ah. Aku tak ingin kau mendapatkan masalah besar”

Lelaki itu terkekeh. Di tatapnya gadis yang berada persis di depannya dengan tatapan penuh kepedihan. Botol mineral yang sedari tadi berada di genggamannya itu terlihat melayang melewati  sisi kanan kepala Soojung dan menghantam dinding yang ada di belakang tubuh gadis itu. Suara kaca lemari yang berada di belakang Soojung terdengar. Keping pecahannya berserakan di lantai. Tersebar di sekeliling kaki gadis itu yang mendadak goyah.

Gadis  itu terpana. Cairan bening menetes di kedua mata lelaki itu. Terlihat luka samar membias di mata sehitam malam itu. Keperihan dan juga kesakitan tertangkap oleh mata coklat milik soojung. Apa yang selama ini ia pendam? Hati gadis itu terenyuh seketika. Tetapi sejurus kemudian rasa takut menghantui dirinya manakala tubuh lalaki itu meringsek maju kea rah Soojung.

Senyum menakutkan terpancar di bibir tipis lelaki itu. Perlahan gadis itu melangkah mundur sehingga badan gadis itu membentur lemari di yang berada di belakangnya. Suara pecahan kaca terdengar saat langkah pijakan kaki itu menginjak pecahan kaca tersebut yang semakin mendekat ke arah Soojung.

Gadis itu terkunci saat kedua tangan kekar lelaki itu bertumpu di sisi kiri dan kanan tubuh Soojung. Derus nafas Sehun menyapu bersih permukaan kulit wajah gadis itu manakala ia berkata “Kau sama sekali tak mengerti diriku”

Kedua mata itu bertemu. Merasakan kepedihan yang di rasakan oleh keduanya. Berharap apa yang ada di dalam sana dapat menyembuhkan perasaan yang saat ini begitu sakit dan terasa perih. Hembusan nafas lelaki itu semakin terasa manakala wajah Sehun semakin mendekat ke arah Soojung, hingga jarak di antara keduanya semakin menyempit. Di saat yang sama detak jantung gadis itu berdetak tak beraturan berbeda dari sebelumnya. Rasa takut, cemas, khawatir sirna begitu saja saat sentuhan hangat mendarat di bibir merahnya. Sentuhan lembut dari bibir lelaki itu, mampu mematahkan gambaran keji yang ia lihat dari lelaki itu. Mata gadis itu terpejam merasakan ketenangan yang menjalar di hatinya. Ciuman yang di berikan lelaki itu mengisyaratkan bahwa apa yang di lihatnya selama ini tak akan pernah lagi dilihatnya. Tanpa di sadari hati mereka menangis, dan cairan bening  terurai di kedua matanya.

Annyeong Author bawa FF baru nih hehehehe

Bukannya lanjutin FF LOVE EYES malah buat FF baru lagi -__- tpi klo ga gtu ide ff ini bakalan hilang klo ga di tulis di atas kertas #hadeeeeeh

DO NOT READ FOR SILENT READER!!!

SO PLEASE COMMENT!!!

29 thoughts on “Stay Alive With Her (PROLOG)

  1. Demi apa aku ngerasain jg gmna perasaan soo jung
    Udah cinta mati sm sehun
    Tp takut sm sifatnya
    Tp gk bisa dan gak mau pergi dr hidup sehun
    Huweeee T_T

    Seru bgt thor🙂
    Penasaran

  2. Ping-balik: The Sun Flower // Part 2 |

  3. Ping-balik: The Sun Flower // Part 2 | EXO Fanfiction World

  4. wah udhn z ini tc ,??
    pendeeeeeeek…tp dimklumilah nmanya jg prolog..🙂
    tp seru thor, dr pyologada udh mnarik, g nyngka Sehungthu iiih… serem jg ch…
    q lnjt bca ya, semangat thor…😉

  5. Ping-balik: The Sun Flower – (The last prologue//Stay Alive With Her) Part-01 |

  6. Ping-balik: The Sun Flower – (The last prologue//Stay Alive With Her) Part-01 | EXO Fanfiction World

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s