Oh Sehun…….

author : @ismimeey
tittle : Oh Sehun….
gendre : romance-family
length : drabble 2000+ words
cast :
Sehun
Luhan
Kim Ryumi
and more

************************************

anyeonghasseyo reader-deul, aku kembali lagi dengan ff drabble yang mengangkat unsur keluarga dan percintaan (?) seperti biasa ff ini sangat ringan, se-ringan bulu hidung kris (?) *abaikan-__-
sebenernya ff ini adalah ff kilat, idenya sih udah lama tapi baru semalem aku ngetiknya dan cuma 2 jam doang, jadi maklumin aja kalo jadinya cuma gini-gini aja, ya namanya juga ff kilat ._.

ff ini juga mungkin sebagai bentuk kompensasi aku karena belum bisa ngelanjutin yang my overprotective boy dikarenakan inspirasi ku lagi ngambek dan bikin aku susah nulis, rencananya sih buat part ff itu yang selanjutnya bakal ada konflik, tapi aku masih bingung. tapi aku akan berusaha membujuk inspirasi aku biar mau mampir lagi diotak u,u so aku harap reader-deul bisa bersabar…

and happy reading^^
************************

Sehun adalah adik kesayangan Luhan, selamanya akan selalu begitu.

“kau..Oh Sehun, tetaplah menjadi dongsaeng ku yang manis. Aku akan selalu menyayangimu,”

*******
Pria jangkung bernama Oh Sehun itu tidak bisa tenang ditempatnya. Ia terus mondar-mandir didepan pintu seraya menggumam penuh kekesalan. Bahkan ajakan ibunya untuk makan malam ia hiraukan. Sehun sebal kepada Luhan, kakaknya yang sangat ia sayangi dan juga menyayanginya, setidaknya itu yang selalu Luhan katakan kepada Sehun sebelum menyelimuti Sehun saat tidur.

Tapi soal Sehun menyayangi Luhan itu adalah fakta, Sehun menyayangi Luhan lebih dari apapun di dunia ini karena Luhan adalah kakaknya satu-satunya yang ia miliki.
Sehun bahkan tidak bisa makan jika tidak ada Luhan yang duduk disampingnya, Sehun tidak bisa tidur jika
Luhan tidak datang ke kamarnya walaupun hanya sekedar untuk menyelimutinya saja, Sehun tidak bisa tenang belajar disekolah jika Luhan tidak mengantarnya ataupun menjemputnya.
Dan Sehun merasa jika Luhan sedikit berubah, ia bahkan sering melewatkan makan malam bersama Sehun dan kedua orang tua mereka, Luhan sering beralasan saat mengantar atau menjemput Sehun, Luhan juga sering lupa menyelimuti Sehun dimalam hari.

Sehun tidak bisa membiarkan ini, ia tidak mau kehilangan semua perhatian yang dulu selalu ia dapatkan dari Luhan, ia tidak mau Luhan melupakannya, ia tidak mau posisinya sebagai orang yang disayangi Luhan tergantikan.

*************

“nuguya?”

Sehun berkata dengan nada dingin pada gadis yang sedang duduk dihadapannya, gadis itu duduk tepat disamping Luhan. Tempatnya duduk selama ini dan kini tergantikan oleh gadis berambut cokelat itu.

Gadis itu tersenyum begitu lembut dengan kedua matanya yang Nampak hanya segaris ketika ia tersenyum namun memberikan kesan ramah dan juga hangat. Sehun tidak menyangka jika gadis ini bisa berkali lipat mempesona saat ia tersenyum. Tapi tentu saja, Sehun masih tidak menyukainya. Sehun membenci gadis yang telah merenggut posisinya.

“aku kim Ryumi”

“ah Ryumi-ya makan yang banyak, kami sangat senang akhirnya Luhan membawa teman wanitanya kemari. Kau tahu? Selama ini ia selalu bersama Sehun kesana-kemari, aku bahkan tidak pernah melihatnya menggandeng perempuan,”

Ibunya bahkan memasak hidangan special yang begitu banyak dan lengkap hanya karena gadis bernama Ryumi, fakta bahwa keluarganya sangat senang akan kehadiran Ryumi membuat Sehun semakin membencinya.

“ah, terimakasih banyak ahjumma” Ryumi menjawab dengan senyuman manisnya. Ia melirik Luhan yang Nampak merona dengan kepalanya yang tertunduk.

“aish eomma, memalukan sekali.” Desis Luhan menatap ibunya tidak suka.

Sementara itu perempuan yang telah melahirkannya dan Sehun hanya tersenyum geli melihat tingkah putra sulung nya yang Nampak seperti remaja belasan tahun yang baru pernah jatuh cinta. Padahal usia Luhan sudah menginjak angka 24 tahun ini. Tapi mungkin memang benar jika ia baru pernah jatuh cinta dan Ryumi adalah cinta pertamanya.

“panggil aku eomma juga, seperti Luhan memanggilku, arraseo?”

Untuk sesaat Ryumi terkaget ditempatnya, namun ia berhasil mengendalikan ekspresi kagetnya dan mengangguk ragu, “n-ne, eomma,”

“aigoo, kalian benar-benar lucu sekali. Appa, lihat mereka. Aku jadi ingat masa lalu kita,”

Ayahnya tertawa mendengar ucapan sang istri. Ia juga merasa lega akhirnya putra sulung nya berhasil mengencani gadis yang sangat manis seperti Ryumi.

Sehun muak! Ia benar-benar tidak tahan berada didekat Ryumi. Dengan kasar ia membanting sumpit makannya.

“aku kenyang!”

Sehun berdiri dan menggeser bangku tempatnya duduk barusan dengan kasar. Dengan langkahnya yang besar-besar Sehun naik ke kamarnya. Mengabaikan seruan Luhan yang menyuruhnya untuk makan.

Tanpa sadar bahu Ryumi merosot, ia bukannya tidak faham jika Sehun tidak menyukai keberadaannya. Ia bisa melihat itu dari tatapan tidak suka yang Sehun tunjukkan hanya padanya dan juga nada bicara yang sungguh dingin. Ryumi menghela napas, mungkin dengan berjalannya waktu Sehun bisa menerimanya.

**********************************

Sehun melihat Luhan yang sedang merapikan kemeja putih yang ia pakai. Pria itu Nampak begitu rapi malam ini. Sehun sangat tahu jika hyung nya itu pasti ingin menemui gadis itu. Gadis yang membuatnya muak.

Ia tidak boleh membiarkan Luhan bertemu Ryumi malam ini, ia harus mencegah Luhan untuk pergi.

“aish.. appoyo, sakit sekali”

Dengan tiba-tiba Sehun berguling diatas karpet saat Luhan hendak melewatinya. Pria itu memegangi perutnya dan menunjukkan ekspresi kesakitan.

Luhan buru-buru menghampiri Sehun, ia menatap Sehun cemas.

“astaga, kau kenapa?”

Luhan membimbing Sehun untuk kembali berdiri dengan perasaan khawatir yang luar biasa. Ia menuntun Sehun untuk duduk.

“hyung, sakit sekali. Auwww..” Sehun terus memegangi perutnya dan meringis kesakitan.

“kau kenapa? Kenapa bisa begini? Jinjja, ottoke??”

Luhan mondar-mandir dihadapan Sehun yang masih meringis kesakitan. Luhan ikutan meringis juga melihat wajah Sehun yang benar-benar menyiksanya. Orangtuanya sedang berkunjung kerumah nenek mereka. Dan selama ini Luhan tidak pernah menangani orang yang sedang sakit perut seperti Sehun.

“molla hyung, perut ku tiba-tiba sakit sekali.” Jawab Sehun terbata-bata.

“kidaryeo..” ucap Luhan, ia mengusap rambut Sehun sebelum menelpon seseorang.

8*********************

“Ottoke?”

Tanya Luhan kepada Ryumi yang baru saja keluar dari kamar Sehun.

“tidak apa-apa, sakitnya akan segera hilang setelah dia meminum obat itu. Sehun juga sudah berhenti merintih kesakitan seperti tadi.” Jawab Ryumi. Ia mengusap lengan Luhan, mencoba menenangkan kekasihnya yang sangat panic ini.

Luhan menghela napas lega, ia meraih tangan Ryumi yang bergerak lembut mengusap lengannya. Meraih tangan lembut Ryumi lantas mengecupnya sayang, “gomawo, aku benar-benar khawatir jika terjadi sesuatu pada Sehun,”

Ryumi mengangguk dan tersenyum manis serta menenangkan, seperti biasanya.

“cha, aku akan memasak bubur untuk nya,”

Luhan mengangguk dan melepaskan tangan Ryumi yang masih dalam genggamannya. Ia senang Ryumi masih mau membantu Sehun yang jelas-jelas tidak menyambutnya dengan baik.

Sementara itu didalam kamar Sehun merenggut kesal. Usahanya pura-pura sakit benar-benar gagal. Luhan memang tidak jadi bertemu Ryumi, tapi ia telah membuat gadis itu malah mendatanginya.

“ck, awas kau!”

***************************

Ntah sudah berapa kali Ryumi menghela napasnya hari ini. Ia tidak tahu kenapa Oh Sehun tampak begitu tidak menyukainya dan selalu mencoba menggagalkan kencannya bersama Luhan.

Sebulan yang lalu Sehun mengeluh sakit perut, dan membuat makan malam yang telah ia buat susah payah harus berakhir di tempat sampah karena tidak termakan. Ryumi bahkan sampai mengikuti kursus memasak hanya untuk makan malam special nya bersama Luhan yang tiba-tiba saja batal karena adik Luhan yang mendadak sakit perut. Ryumi memang kecewa, tapi Sehun jauh lebih penting daripada itu.
Dan selanjutnya Sehun bilang ia ingin ditemani Luhan belajar karena besoknya Sehun ada ulangan matematika, dan dengan kehadiran kakaknya Sehun berdalih jika ia semakin bersemangat belajar pelajaran yang menakutkan baginya. Ryumi pun mengalah, ia kembali membatalkan kencannya dengan Luhan, tentu saja nilai ulangan Sehun lebih penting daripada kencan mereka. Ryumi berpikir, ia dan Luhan masih punya banyak waktu untuk berkencan.

Namun untuk pembatalan kencan yang selanjutnya Ryumi mulai menyadari, Oh Sehun menyeret Luhan ke mall tidak benar-benar untuk membeli kado sebagai hadiah untuk temannya yang akan ulang tahun. Tapi Sehun ingin menggagalkan lagi acara kencannya dengan Luhan. Dan dia berhasil.
Seperti saat ini, Sehun memaksa ikut. Ia bahkan merengek kepada Luhan untuk membiarkannya ikut acara kencannya bersama Ryumi. Tentu saja Luhan paling tidak bisa menolak jika Dongsaeng satu-satunya itu sudah merengek.

Dan sekarang Ryumi mulai bertanya-tanya sebenarnya siapa yang berkencan? Karena sedari tadi Sehun terus memegangi lengan Hyung nya sementara Ryumi berjalan dibelakang mereka.

“bagaimana jika kita makan dulu?” Ryumi bersuara setelah sekian lama ia membisu.

Luhan menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap Ryumi, “kau lapar?”

“Noona, tapi filmnya akan segera dimulai. Sebaiknya kita makan setelah menonton filmnya,” sergah Sehun sebelum Ryumi menjawab.

“kajja hyung”

Tanpa menunggu jawaban dari Ryumi, Sehun menarik tangan Luhan. Luhan menoleh kearah Ryumi yang berjalan mengikutinya dengan langkah pelan, Ryumi tersenyum, menandakan bahwa dirinya baik-baik saja.

*************************

Ryumi dan Sehun duduk bersebelahan dalam diam. Setelah menonton film dan makan, mereka memutuskan untuk jalan-jalan sebentar ditaman terdekat. Dan Luhan sedang pergi membeli 3 gelas bubble tea untuk mereka.

“Sehun-ah,” panggil Ryumi setelah ia berkutat dengan pikirannya.
Sehun tidak menyahut, ia hanya melirik Ryumi dengan tatapan datarnya.

“aku tahu kau tidak menyukai ku selama ini,”

Sehun terkekeh mendengar ucapan Ryumi, “baguslah jika kau menyadarinya.”

Ryumi terbelalak, ia benar-benar tidak menyangka Sehun akan se-dingin dan se-kasar ini padanya. Ryumi kembali menghela napasnya, ia balas menatap Sehun yang juga tengah menatapnya.
Berbeda dengan tatapan penuh ketidak sukaan dari Sehun, Ryumi justru menunjukkan tatapan lembut dan hangatnya.

“tapi sampai sekarang aku tidak mengerti apa yang membuatmu tidak menyukai ku, apa menurutmu aku tidak pantas untuk Luhan? Apa aku pernah berbuat salah atau berkata hal yang menyakiti mu? Apapun itu aku minta maaf”

Sehun mengangkat ujung bibirnya, “apa kau benar-benar ingin tahu alasan ku tidak menyukai mu selama ini?” Sehun menoleh, ia menatap Ryumi tajam.

Ryumi diam, ia tidak menjawab apa-apa. Rasanya hatinya benar-benar terpukul mendengar nada bicara Sehun yang penuh dengan kebencian, apa seburuk itu aku dimatanya? Batin Ryumi.

“kau…. Aku tidak mengerti apa yang Hyung-ku lihat dari mu sampai-sampai kau berhasil merebut semuanya dari ku. Terutama perhatian Hyung ku, setelah berpacaran dengan mu Luhan hyung jadi lebih sering menjemputmu daripada aku. Dia juga tampaknya lebih suka makan malam bersamamu diluar daripada menghabiskan makan malamnya dirumah bersama ku, appa, dan eomma seperti biasanya. Dia bahkan jarang menyelimuti ku lagi karena menelpon mu hingga larut malam, apa kau pikir aku tidak mendengar percakapan memuakkan kalian ditelepon? Kau benar-benar mengacaukan hidupku, kau merebut Hyung yang kumiliki satu-satunya didunia ini, hyung bilang dia menyayangi ku, tapi dia tampak lebih bahagia saat bersamamu. Aku benci itu semua!!! AKU MEMBENCIMU KIM RYUMI!!!”

Setelah mengatakan itu Sehun segera pergi dari tempatnya dengan wajahnya yang memerah karena amarahnya barusan. Sedangkan Ryumi hanya menunduk, tanpa terasa pipinya sudah basah. Zat bening itu terus mengalir tanpa ia perintahkan, membuat aliran air mata dipipinya.

Gadis itu benar-benar tidak bermaksud merebut semua perhatian Luhan. Jika tahu begitu, Ryumi akan menolak ajakan makan malam Luhan. Ryumi akan menyuruh Luhan untuk tidak menelponnya saat malam hari, lagipula Ryumi juga masih bisa naik bus sepulang kuliah. Ia akan melakukan itu semua demi Sehun, tapi itu semua sudah terlambat, Oh Sehun benar-benar membencinya. Adik dari pria yang ia cintai membencinya, membenci Ryumi.

Dan Luhan melihat itu semua………

******************************
“kau belum tidur?”

Luhan menghampiri Sehun yang tengah berbaring sambil membaca buku.
Sehun tersenyum melihat kedatangan Luhan, ia kembali menegakkan tubuhnya dan menyandarkan punggung lebarnya ke headbad kasur.

“tumben hyung datang kekamar ku malam-malam,” ucap Sehun yang terdengar seperti sebuah sindiran.

Luhan terenyum tipis, ia duduk disamping Sehun. Pria itu mengamati wajah adiknya, lalu mengusap rambut Sehun lembut.
“suatu saat kau pasti akan mengerti bagaimana rasanya,”

Sehun mengernyit, ia tidak mengerti sama sekali maksud dari ucapan Luhan.

Luhan Nampak menghela napasnya sebelum berbicara, “apa kau tahu apa yang membuat ku menyukai Ryumi?” Tanya Luhan lembut. Ekspresi Sehun langsung berubah begitu mendengar nama itu.

“kau tahu? Dia benar-benar menyayangi ku, bukan hanya aku saja. Dia juga menyayangi orang-orang yang juga aku sayang. Kau ingat saat kau sakit perut waktu itu? Sebenarnya saat itu aku berencana makan malam bersama Ryumi, tapi itu semua batal karena aku lebih mengkhawatirkan mu. Dan Ryumi tidak marah, dia malah membantuku merawatmu. Kau tahu? Dia sudah kursus memasak selama 2 bulan hanya demi makan malam itu, dan semuanya harus batal. Ryumi cerita padaku, ia begitu iri padaku karena mempunyai seorang adik seperti mu. Adik yang sangat menyayangi kakaknya. Ryumi memang anak tunggal dan sangat mengimpikan seorang adik laki-laki, ia bahkan sangat senang saat aku mengatakan akan mengajaknya bertemu dengan mu saat makan malam waktu itu.”

Luhan menerawang, mengingat sepenggal memorinya bersama Ryumi, “dia sangat senang bertemu dengan mu Hun-ah, dia bilang sifat mu sangat mirip dengan ku. Manja, egois dan kadang menyebalkan. Seminggu yang lalu saat kau berulang tahun, Ryumi membuat kue dengan tangannya sendiri untukmu. Hanya saja ia tidak berani memberikannya langsung padamu, ia juga menitipkan ini padaku,”

Luhan meraih tangan Sehun lantas meletakkan sebuah gantungan kunci ketelapak tangan Sehun, gantungan kunci itu berbentuk gelas bubbtle tea –minuman favorit Sehun.

“aku menyayangi Ryumi, tapi rasa sayangku padamu tidak pernah berkurang Hun-ah. Kau adik ku satu-satunya, harta ku paling berharga setelah eomma dan appa. Adik yang selalu menemaniku, adik yang sangat penurut dan juga menyayangi ku. Bagaimana bisa aku tidak meyayangi mu lagi? Rasa sayang ku padamu tidak akan pernah bisa hilang Hun-ah, sebab kau adalah dongsaeng ku. Dan Ryumi adalah kekasihku, kalian berdua kebahagiaan ku. Aku tidak akan pernah merasa sebahagia ini tanpa salah satu dari kalian, kau dan Ryumi adalah penyempurna hidupku didunia ini. Kalian berdua sangat penting bagiku.”

Sehun terdiam mendengar semua kata-kata Luhan. Ia seakan tertampar keras dengan semua ucapan Luhan yang seakan menyadarkannya.

Ryumi, dia gadis yang sangat baik. Ryumi tidak pernah marah sekalipun ia tahu Sehun sengaja merusak kencannya bersama Luhan. Ryumi mau membuatkan Sehun bekal saat orangtuanya sedang berkunjung kerumah nenek. Ryumi tidak berkomentar apapun saat Sehun mencoba mengalihkan semua perhatian Luhan padanya dan membuat Luhan sibuk dengan Sehun saat Sehun memaksa ikut acara kencan Ryumi dan Luhan. Ia bahkan bertingkah kelewat baik dengan memberikannya hadiah ulang tahun setelah semua ucapan Sehun yang sangat kasar.

“Mianhae hyung..”

Sehun menunduk. Ia benar-benar merasa bersalah dan menyesal selama ini kepada Ryumi.

Tidak heran jika Luhan sangat mencintai Ryumi, hyungnya memang tidak mungkin memilih gadis sembarangan. Pasti ada sesuatu yang gadis lain tidak punya dari Ryumi, yaitu hati malaikatnya. Sekarang Sehun mengerti kenapa kakaknya memilih gadis itu.

“kau..Oh Sehun, tetaplah menjadi dongsaeng ku yang manis. Aku akan selalu menyayangimu,”

Dan sehun adalah adik kesayangan Luhan, selamanya akan selalu begitu.

***************************

Sehun menghampiri Luhan yang tengah menonton film bersama Ryumi diruang tengah.

“ya! Noona, geser sedikit.” Ucap Sehun dengan nada manjanya.

Ryumi tersenyum geli lantas menggeser posisi duduknya. Sehun tersenyum senang dan duduk ditengah-tengah Luhan dan Ryumi.

Setelah ucapan Luhan malam itu, Sehun langsung pergi ke apartemen Ryumi dan meminta maaf pada gadis itu. Sekarang dia bisa menerima Ryumi. Dia malah sangat senang setelah mengenal Ryumi dan merasa hyungnya tidak salah pilih.

“noona aku lapar, eomma belum pulang. Katanya ia sedang belanja” pinta Sehun disertai aegyo-nya.

“mwoya? Kau ingin aku memasak? Ah..aku lelah sekali hunnie..” Ryumi memasang tampang –minta maafnya, membuat Sehun mengerucutkan bibirnya.

“ya! Hyung lihat kekasihmu ini, dia mulai jahat padaku.” Sehun mengadu pada Luhan. Tapi Luhan hanya tertawa dan memberi isyarat pada Ryumi untuk berhenti menggoda Sehun.

“nde, nde aku akan memasakkan sesuatu untuk dongsaengku yang paling manja.”
Ryumi mencubit pipi Sehun sebelum bangkit dari tempat duduknya.

“Noona!!” panggil Sehun, Ryumi menghentikan langkahnya dan menoleh. Ia bisa melihat Sehun tersenyum manis.

“Noona, gomawo telah hadir dikehidupan kami”
.
.
.
.
.
.
.
END

.
.
.

nah.. gimana gimana ff nya? budayakan komen setelah membaca ya

gomawo ^^

36 thoughts on “Oh Sehun…….

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s