What should I do with this girl? [Chapter 6]

What

 

Title                 :  What should I do with this girl? [Chapter 6]

Author            : Park  Hana

Cast                : Kim Joon myun , Park Chorong, Byun Baekhyun, Jung Eunji.

Other cast      : Find by your self

Genre             :  Comedy romance, friendship, supranatural.

Length           : Chapter

Rating             : PG-15

Warning         : Typo dimana-dimana dan jangan copy paste tanpa seijin saya terlebih dulu.

Summary       : Ini Cerita tentang dua orang yang bersahabat baik sejak kecil, kadang mereka terlihat seperti musuh yang saling membenci. Tapi kadang mereka terlihat seperti sepasang kekasih yang saling menyukai. Dan cerita tentang seorang perempuan yang mempunyai kemampuan suprantural yang berubah menjadi sesaeng fans seorang lelaki, bahkan meminta lelaki itu menciumnya.

Chapter 1| Chapter 2 | Chapter 3 | Chapter 4  | Chapter 5

Chapter 6

Bukankah rasa cinta itu datang ketika mata dan hati kita menangkap sebuah sinyal yang mengakibatkan sebuah  getaran dalam diri. Dan apabila cinta itu sudah menerpa diri seseorang maka hanya wajah orang yang kita cintailah yang akan selalu muncul, bahkan kita akan selalu bersyukur jika kita bisa selalu berada didekat orang yang kita cinta.

Chorong memperhatikan Joon myun yang tengah duduk di kursi yang berada dibawah pohon yang tak jauh dari pohon tempat dia berada saat ini.

Merasa ada yang memperhatikannya, Joonmyun pun mengalihkan pandangannya dari ipad yang tengah dia pegang saat ini.

Joon myun tersenyum kemudian melambaikan tanganya seakan memberi tanda agar Chorong menghampirinya.  Chorong tidak langsung pergi, namun malah menunjukkan dirinya sendiri  seraya meyakinkan apa benar dirinya yang di tunjuk oleh Joon myun.

Setelah Joon myun mengangguk yang menandakan bahwa benar dia yang di pannggil, dengan perasaan senang akhirnya Chorong menghampiri Joon myun lalu duduk di pinggirnya.

“Park Chorong-ssi kau benar-benar selalu berada dimanapun aku berada!” ledek Joon myun.

Chorong terkekeh kecil kemudian mengarahkan kedua ibu jari pada dirinya sendiri seraya berkata  bahwa dia adalah Fans Joon myun.

“Aigoo kau begitu lucu”

Joon myun mengcak-ngacak rambut Chorong dan berhasil membuat Chorong tersenyum bahagia dengan jantung yang terus berdebar. Tak lama kemudian Joon myun mulai tersadar  bahwa dia menyentuh Chorong dan dengan segera menarik tangannya  lalu mengalihkan pandangannya kearah lain setelah itu berdehem sangat keras dengan canggungnya.

Greb~~

Chorong menggenggam sebelah tangan Joon myun yang tadi di gunakan untuk mengacak-ngacak rambutya dan kini tatapan terkejutlah yang diperlihatkan Joon myun saat menatap Chorong.

Tiba-tiba saja Chorong mengarahkan tangan Joon myun menuju pucuk kepalanya, kemudian mengusapkan tangan tersebut di kepalanya. Hal yang dilakukan Chorong itu  benar-benar merubah ekspresi wajah Joon myun yang semula terkejut menjadi tersenyum tipis.

Joon myun kini meletakan ipad yang sedari tadi dia pegang, lalu setelah itu dia mengusap kepala Chorong menggunkan kedua tangannya. Kini keduanya pun saling tersenyum satu sama lain.

“Aku tak tahu dari mana gadis ini berasal, tapi semenjak dia selalu menatapku dengan mata yang bersih dan polos aku jadi menyukai tatapannya terhadapku” batin Joon myun.

“Lelaki ini, bagaimana aku bisa begitu menyukai sorot matanya? Seolah-olah tak ada yang harus aku takutkan jika aku menatap matanya”.

“Lelaki ini… “

“Perempuan ini. . .”

“Apa yang harus aku lakukan padanya?” batin Chorong dan Joon myun bersamaan.

***

Saat ini Joon myun dan Chorong tengah berjalan bersama. Joon myun pun mulai bertanya kenapa Chorong begitu terobsesi padanya dan Chorong menjawab bukankah selama ini dia sudah memberi tahunya.

Joon myun mengira bahwa selama ini perkataan Chorong itu hanya candaan belaka.

“Saat aku mendengar suaramu entah kenapa rasa sakitku mulai menghilang”

“Rasa sakit?” ulang Joonmyun

“ Aku yakin kau tak akan percaya dengan apa yang akan aku katakan, tapi aku benar-benar  bisa melihat hantu dan mendengar isi hati orang lain”

Joon myun menunjukan ekpresi tak percaya saat mendengar ucapan Chorong barusan.

“Tapi entah kenapa saat aku bertemu denganmu dan menatap matamu. . .”

Chorong menggantungkan kata-katanya dan langsung menatap Joonmyun intens.

“Aku? kenapa?” tanya Joon myun

“kenapa aku tak bisa membaca pikiranmu? Saat aku melihat hantu aku akan ketakutan dan saat aku membaca pikiran orang-orang otakku rasanya terasa penat. Tapi saat aku bertemu denganmu semuanya menjadi lebih tenang. Aku merasa ketakutan pada hantu lebih berkurang dan saat aku bersamamu aku merasa lebih tenang karena aku tak bisa membaca pikiranmu”

“Ini tak bisa dipercaya!” ujar Joonmyun meragukan.

Joonmyun benar-benar tak percaya dengan apa yang dikatakan Chorong karena bagaimana bisa ada seseorang yang bisa melihat hantu dan membaca pikiran orang lain. ini bukan di drama kan pikirnya.

Chorong kemudian mengajak Jon myun membuktikan bahwa dia benar. Chorong lantas menghadang seseorang yang tidak mereka kenal yang merupakan seorang siswi sekolah menengah atas.

Joon myun semula bingung mau apa Chorong, tapi setelah Chorong menyebutkan nama dari orang tersebut, alamat rumah, nomor sepatu, makanan kesukaan, nama pacar dan nomor ponsel orang tersebut membuat Joon myun serta orang yang tak dikenal itu tercengang.

‘Hei jangan bilang siapa-siapa atau kau akan mati karena kau akan mengutukmu” ancam Chorong.

“Aku ini seorang yang bisa menggunkan sihir jadi jangan berani-berani padaku”

Mendengar ancaman Chorong, orang tersebut hanya bisa mengangguk dengan wajah ketakutan kemudian setelah itu dia pergi dengan setengah berlari, sedangkan Chorong tertawa dalam hatinya karena bagaimana bisa gadis tadi takut pada ancaman  Chorong barusan.

Chorong menatap Joonmyun seakan bertanya apa kau puas sedangkan Joonmyun hanya terdiam dengan mulut menganga karena masih tak percaya hal semacam tadi ada didunia ini.

Tin tin~

Sebuah mobil mewah berhenti begitu saja membuat Joon myun maupun Chorong mengalihkan pandngan pada mobil mewah tersebut, dan saat jendela kaca mobil tersebut terbuka munculah sosok wanita cantik dan modis yang adalah hara.

“Joon myun-ah sedang apa kau?”

“Eo sanbae!” sahut Joon myun

Hara langsung turun dari mobil kemudian menghampiri Joonmyun dan menghiraukan Chorong yang ada di pinggir Joon myun,  bahkan kini hara mulai mengaleng lengan Joon myun lalu mengajak Joon myun pergi yang membuat Chorong menatap tak suka pada Hara.

Ingin rasanya Chorong  menarik Joon myun pergi dari sana saat itu juga. Joon myun yang menyadari sekaligus tak enak pada Chorong segera melepaskan kalengan lengan Hara dari lengannya.

“Eo Sanbae kenalkan ini park Chorong”

Hara mengalihkan pandangannya pada Chorong dengan tatapan tak suka sekaligus merendahkan.

Chorong yang bisa membaca pikiran Hara saat ini pun semakin kesal karena Hara menyebutnya kampungan.

“Go Hara-Ssi kalau kau ingin mengataiku katakan saja didepanku, Jangan hanya berani berbicara dalam hatimu saja!”

Betapa terkejutnya Hara saat mendengar  apa yang dia pikirkan bisa di tebak oleh Chorong. Hara juga berpikir apakah Chorong monster karena dia tahu apa yang sedang Hara pikirkan.

“Hya Aku bukan monster!”

Chorong menghentakkan kakinya kemudian pergi dari sana dengan perasaan kesal.

“Chorong-Ssi”

Panggil Joon myun dan hendak mengejar Chorong, namun Hara malah menahannya dan mengatakan bahwa dia takut dengan Chorong. Dia merasa Chorong itu gadis aneh karena tahu semua isi hatinya.

Joon myun bingung apa yang harus dia lakukan, jika dia mengejar Chorong dia pasti akan merasa bersalah pada Hara yang bagaimanapun adalah temannya, belum lagi wajah Hara yang seperti ketakutan saat ini membuat Joon myun semakin tak bisa meninggalkan Hara.

***

Malam itu Eunji tengah mengadakan piyama party dengan ummanya Baekhyun. Mereka memakai piyama bergambar panda serta topi dan sandal berbentuk kepala panda tak lupa juga kacamata yang selalu mereka gunakan.

Mereka benar-benar tampak seperti kembaran yang sedang menikmati waktu senggang berdua yaitu duduk bersila dengan sekotak popcorn besar di tangan umma Baekhyun. Dan saat ini mereka tengah menonton drama The heirs yang sedang booming di korea.

Baekhyun yang ssedari tadi duduk di pinggir mereka hanya bisa mengusap dadanya sesering mungkin saat ummanya serta Eunji berteriak karena kim Tan dan Choi young Do.

“Eommonim lihat betapa kerennya Woo bin oppa. Aigoo aku ingin sekali memeluknya” ujar Eunji.

“Hya! Young do itu tidak manis sama sekali, coba lihat Kim Tan dia itu tipeku. Tapi sayang aku harus mendapatkan lelaki berhati batu seperti appanya Baekhyun”

Sembari mengatakan hal barusan umma Baekhyun menunjukan wajah lemas dan hal itu membuat Baekhyun geli dengan sikap ummanya yang menurutnya sangat tidak wajar untuk orang seumuran ummanya.

“Aigoo eommonim woo bin oppa itu punya tatapan mematikan dan bisa membuat hatiku meleleh”

Eunji sedikit menitik beratkan pada kata meleleh dan itu membuat Baekhyun berdecak.

“Aishhh kalian ini berlebihan sekali. Meleleh? Apa kau pikir es krim bisa meleleh? Wanita itu benar-benar. . “

Pluk!

Belum selesai Baekhyun berbicara, Eunji sudah melempari Baekhyun menggunakan sendalnya dan alhasil wajah Baekhyunlah yang terkena sehingga membuatnya menghentikan kata-katanya.

Karena perlakuan Eunji barusan, Baekhyun langsung menatap Eunji dengan tatapan kesal begitu juga Eunji yang menatap Baekhyun dengan tatapan yang sama.

“Ya baik aku akan pergi!Puas kalian hah?” pekik Baekhyun.

Setelah Baekhyun pergi, umma Baekhyun dan Eunji pun ber high five dan kini tak ada lagi yang akan mengganggu mereka, pikir mrerka berdua.

***

Baekhyun duduk di sova dengan kasar sampai membuat keluarga Jung yang ada disana langsung mengarahkan pandangannya pada Baekhyun sambil melirik satu sama lain sesekali.

“Tampaknya dia diusir lagi oleh Eunji dan ummanya!”

Bisik tuan Jung pada istrinya yang langsung mendapat anggukan dari istrinya itu. Eunjo yang sedari tadi disana hanya terdiam seakan sudah tahu apa yang terjadi dan sudah dipastikan bahwa malam ini dia harus tidur dengan menggunakan penutup telinga lagi  karena Baekhyun yang tidur dikamarnya.

“Aigoo, kenapa di sekitarku banyak sekali orang-orang berisik dan tidak bisa memberikan ketenangan hanya sebentar saja!”

Baekhyun mendelik pada Eunjo dan langsung menatap eunjo seraya mengangguk seakan membenarkan ucapan eunjo barusan.

“Benar apa yang kau katakan Eunjo-ya, banyak sekali orang yang berisik di sekitarku juga”

“Ya dan kau salah satunya Byun Baekhyun hyung!” ucap Eunjo tanpa menatap Baekhyun sedikitpun.

Seketika itu juga Baekhyun terdiam, dan beberapa detik kemudian dia menatap Eunjo dengan wajah sedih.

“Hya Jung eunjo!” pekik Nyonya Jung pada anak bungsunya itu

Saat namanya dipanggil, Eunjo langsung bersiap-siap untuk melarikan diri karena dia yakin kali ini dia pasti mendapat setidaknya satu jitakan dikepala dari sang umma.

***

Dirumahnya, Chorong saat ini tengah duduk di atas kasur seraya memeluk kakinya sendiri. Hantu halmoni yang saat itu ada disana hanya tersenyum melihat Chorong yang tampak bahagia.

“Tampaknya kau benar-benar menyukai lelaki itu?”

Chorong mengatakan bahwa dia tidak tahu pasti apa yang dia rasakan itu boleh disebut rasa suka. Dia hanya merasa begitu nyaman jika didekat lelaki bernama Kim Joon myun tersebut. Saat dia berada didekat Joon myun dia merasa sangat tenang, dunianya yang selalu berisik oleh pikiran-pikiran orang dan oleh hantu-hantu yang selalu muncul tiba-tiba saja menjadi lebih tenang. Dia tidak bisa mendengar apapun jika didekat Joon myun dan tidak merasa takut  pada hantu-hantu yang berkeliaran jika didekat Joon myun.

Mendengar penuturan Chorong tersebut, hantu halmoni pun  tersenyum. Dia ingin sekali mengusap rambut Chorong seperti seorang nenek yang sangat bahagia saat mendengar cucu nya bahagia, namun sayang dia tidak bisa melakukannya.

***

Tumpukan buku-buku di atas meja membuat Joon myun yang melihatnya langsung saja menghela napas karena dia baru sadar bahwa banyak sekali yang harus dia pelajari.

Saat kebingungan buku mana dulu yang harus di baca, tiba-tiba saja pikirannya tertuju pada Chorong. Dia ingat bahwa tadi siang dia membiarkan Chorong pergi tanpa bisa mengejarnya gara-gara Hara.

Joon myun pun berinisiatif untuk menghubungi Chorong dan menanyakan apa dia marah karena Joon myun tak mengejarnya.

Dia mengambil ponsel miliknya yang berada di sebelah tumpukkan buku tersebut. Dia hendak menekan call pada nomor Chorong, namun tiba-tiba saja dia tak jadi melakukannya dan dahinya pun kini mengkerut.

“Kenapa aku harus menanayakan apa dia marah atau tidak? Kenapa aku sebegitu pedulinya pada gadis itu?”

Dia menyimpan ponselnya kembali di meja, kemudian mulai mengambil salah satu buku untuk dia baca.

5 detik berlalu wajah Joon myun masih terlihat biasa.

10 detik berlalu dia mulai mengerucutkan mulutnya.

20 detik sudah kini Joon myun menghela napasnya panjang. Dia kemudian melirik ponselnya yang berada diatas meja

“Aniya , andwae Kim Joon myun, focus! Focus!”

Joon myun menggeleng-gelengkan kepalanya dan setelah itu dia melanjutkan membaca buku lagi.

30 detik kini telah berlalu, Joon myun  menghentikan kegiatan membacanya lagi. Ekor matanya kini tertuju pada ponsel miliknya yang berada di atas meja. Mulut Joon myun pun kembali mengerucut.

“Tumben sekali dia tidak menghubungiku? Biasanya dia kan menghubungiku !”

Joon myun terdiam karena kenapa sekarang dia malah mengharapkan Chorong menghubunginya dan dia pikir itu benar-benar lucu.

Ponselnya kemudian berbunyi, membuat Joon myun begitu antusias menebak bahwa itu adalah Chorong, namun kekecewaan kini mendarat pada dirinya karena ternyata yang meneleponnya bukan Chorong melainkan Hara.

Wajah Joon myun berubah drastic dari bersemangat menjadi lemas, bahkan dia menjawab telepon Hara dengan nada lemas pula.

***

Eunji menghela napasnya saat melihat seorang Pria yang adalah Minho kini berdiri didepan gerbang sekolahnya.

Sejujurnya, Eunji malu jika harus bertemu Minho lagi akibat insiden salah paham dia pada Sulli.

Dengan kepala menunduk Eunjipun berjalan dan berharap bahwa Minho tak akan menyadari keberadaannya.

Greb~

Di pegangnya lengan Eunji oleh Minho kini yang membuat Eunji terkejut dan langsung mengarahkan pandanganya pada Minho.

Eunji menatap Minho dengan tatapan seakan mengatakan agar Minho segera melepaskan genggamannya pada lengan miliknya.

“Aku tidak dekat dengan sulli, jadi aku tak tahu dia ada dimana” ucap Eunji

Minho menyipitkan matanya yang dilanjutkan dengan seulas senyuman manis yang terukir di bibirnya.

“Aku kesini bukan mencari Sulli, tapi mencarimu!”

Eunji mendelik pada Minho dengan tatapan yng sulit diartikan sedangkan Minho terus tersenyum pada Eunji, tak bisa Eunji ungkiri bahwa oppanya sulli sangat tampan. Wajah Kecil dan matanya yang besar seakan menjadi daya tarik tersendiri bagi Minho.

“Bagaimana kalau aku antarkan kau pulang?”

Eunji teridam tak menjawab, namun tiba-tiba saja tanpa persetujuannya Minho menarik tangannya menuju mobil milik minho.

Minho juga membukakan pintu mobil untuk Eunji. Eunji sedikit terharu oleh perlakuan Minho tersebut karena belum pernah ada yang melakukan hal tersebut padanya.

Setelah mereka berdua memasuki mobil, Eunji terlihat canggung sedangkan Minho terlihat senang dan tak berhenti mengukir senyum.

Tanpa mereka sadar kini di jok belakang duduk seorang wanita yang selalu mengikuti Minho. Wanita itu menatap sedih kearah Minho. Wanita itu menggerakkan tangannya  kearah Minho, namun dia mengurungkan niatnya secara tiba-tiba. Pandangan wanita itu kemudian mengarah pada pemandangan di luar mobil.

***

Dengan mata menyipit Baekhyun mendekati ummanya yang sedang duduk seraya melipat tangannya didada, belum lagi foto-foto yang berserakan di atas meja yang berada didepan ummanya saat ini.

Baekhyun menyimpan tasnya kemudian mendekati ummanya untuk menanyakan apa yang terjadi. Baekhyun memperhatikan foto-foto yang berserakan diatas meja, kemudian dahinya mulai mengekerut.

Baekhyun mengambil salah satu foto lalu menatapnya. Didalam foto itu terdapat seorang lelaki dan perempuan yang dimana sang lelaki tengah memegang lengan sang perempuan sedangkan sang perempuan tengah menatap lelaki tersebut dengan tatapan terkejut.  Lelaki itu adalah Minho dan sang perempuan tak lain adalah Eunji, tampaknya tadi siang sepulang sekolah umma Baekhyun mendatangi sekolahan Eunji kemudian mengambil foto Eunji dan Minho secara diam-diam.

“Lihatlah dia begitu tampan, wajahnya kecil, matanya besar dan dia juga tinggi!”

Baekhyun berdecak kesal mendengar penuturan ummanya tentang Minho. Dia lantas menaruh foto yang dia pegang diatas meja kembali namun dengan kasar.

Kini tatapannya dia arahkan pada ummanya seakan ingin mendapat penjelasan dari mana ummanya mendapat semua foto-foto tersebut.

“Semalam lelaki itu mengirimi Eunji pesan dan umma yang membacanya. Dia bilang ingin lebih dekat dengan Eunji dan umma tak mau itu terjadi. bagaimanapun umma takkan membiarkan lelaki manapun mendekati Eunji”

Baekhyun mendengus kesal mendengar perkataan ummanya barusan.

“Lalu apa peduli umma kalau lelaki itu mau lebih dekat dengan Eunji? Umma bahkan bukan ummanya, lalu kenapa umma begitu peduli dan tak membiarkan lelaki itu mendekati Eunji? Berhentilah melakukan hal bodoh seperti ini!”

“Hya kenapa kau mengatakan hal ini pada ummamu hah? aku berharap kau dan Eunji berpacaran. Kenapa kau tak mau mengerti perasaan ku?”

Baekhyun terdiam tak menjawab apapun, dia mulai melangkahkan kakinya untuk pegi dari sana, namun setelah beberapa langkah dia menghentikan jalannya kemudian mengatakan bahwa sebaiknya ummanya menghentikan pikiran-pikiran aneh tentang dia dan Eunji.

“Apa umma tahu, wanita yang paling aku hindari untuk jadi pacar adalah Eunji karena umma terlalu terobsesi padanya!”

Umma Baekhyun berdecak kesal mendengar perkataan Baekhyun barusan, sedangkan tanpa Baekhyun dan ummanya  sadari saat ini ternyata Eunji sedang berada di depan pintu rumah Baekhyun bahkan sedari tadi dia mendengarkan percakapan Baekhyun dan ummanya.

Setelah sampai dikamarnya, Baekhyun segera membaringkan tubuhnya di tempat tidur kemudian menatap langit-langit kamarnya.

“Dia memang tampan, matanya besar, tubuhnya tinggi. . . “

Pandanganya kini dia arahkan pada foto dirinya juga Eunji yang berada di atas meja belajar. Baekhyunpun tersenyum paksa kemudian menghela napasnya berat.

“Ya, mungkin akan lebih baik jika dia dengan lelaki lain!”

***

Udara dingin tidak menyusutkan niat Chorong untuk menemui Joon myun siang itu. dengan langkah bersemangat, Chorong menuju apartemen Joon myun dan seperti baisa  dia akan duduk menunggu Joonmyun di taman dekat apartemen Joon myun.

Diusap-usapkan terus kedua telapak tanganya yang terasa seperti membeku, udara hari itu memang sangat dingin karena semalam salju mulai turun dan membuat seisi kota menjadi lebih dingin lagi.

Dia mengambil suatu yang terlihat seperti gantungan ponsel yang berbentuk buku dan terbuat dari kayu. Chorong tersenyum melihat gantungan ponsel tersebut yang dia minta Eunji buatkan untuk dia berikan pada Joon myun.

Sudah sekitar 30 menit Chorong menunggu, namun tak ada tanda-tanda Joon myun datang yang membuat dia khawatir dan bahkan berpikir bahwa Joon myun tidak akan datang. kini malah terlintas dipikiran Chorong, Hara tengah menahan Joon myun dan hal itu membuat Chorong terlihat sedih.

***

Begitu turun dari mobil miliknya, Joon myun pun segera berlari menuju taman didekat apartemennya untuk menemui Chorong karena Chorong member tahu bahwa dia akan menunggu Joon myun disana untuk memberikan sesuatu.

Setelah sampai di taman, dia langsung mengarahkan pandangannya kesemua arah seperti sedang mencari seseorang. Napasnya tesenggal-senggal akibat berlari barusan, dan diapun memutuskan untuk duduk di kursi yang baisa Chorong duduki untuk menunggu Joon myun.

Joon myun mencari ponselnya  untuk menelepon Chorong, namun sial karena dia tidak mendapati ponselnya dimanapun. Joon myun barun sadar kalau tas miliknya tertinggal di dalam mobil. Dengan kesal diapun berdiri dan segera beranjak dari sana untuk mendapatkan ponselnya.

Setelah sampai di parkiran dan mendapatkan ponselnya kembali, Joon myunpun segera menguhubungi Chorong  dan menanyakan dimana dia sekarang.

Saat Joon myun menghubunginya ponsel Chorong tiba-tiba tak bisa dihubungi. Berkali-kali Joon myun meneleponnya, namun sama saja ponsel Chorong tetap tidak bisa dihubungi.

Joon myun merasa bersalah karena memang dia terlambat menemui Chorong karena dia  harus pergi kerumah sakit dulu menemui ayahnya. Akhirnya Joon myun mencoba mengirimi Chorong pesan.

To: Sesaeng fans

Apa kau marah? Maaf aku terlambat, aku harus pergi kerumah sakit. Jika kau membaca pesan ini segera hubungi aku.

Selesai mengirimi Chorong pesan, Joon myun pun langsung menuju apartemennya.

Saat sampai di apartemennya, Joon myun harus dikejutkan oleh seorang perempuan yang tegah duduk dengan  kepala menunduk. Joon myun pun tersenyum saat mengenali siapa perempuan itu yang tak lain adalah Chorong atau kata lain gadis yang sejak tadi dia cari. Perlahan Joon myun mulai berjongkok didepan  Chorong yang tampaknya tengah tertidur.

Seulas senyum kini terukir di bibir Joon myun.

“Ternyata dia disini!” ujar Joon myun pelan.

“Bagaimana dia bisa tertidur di luar rumah seorang lelaki seperti ini? perempuan jenis apa dia ini?” tambah Joon myun.

Kini dengan perlahan-lahan Joon myun mulai bergeser kesebelah Chorong. Dia memegang dagu Chorong dengan hati-hati agar tak membangunkannya lalu mengarahkan kepala Chorong agar bersender di bahu miliknya.

Tiba-tiba saja kini Joon myun mengusap lehernya sendiri dan merasa ada yang aneh padanya, karena bagaimana bisa dia melakukan hal seperti yang dia lakukan sekarang.

“Jangan –jangan perempuan ini punya sihir seperti apa yang dia katakan?” gumannya seraya tersenyum tipis.

Pikiran-pikiran aneh tentang Chorong kini mulai berputar dikepala Joon myun, namun pikiran aneh itu bukannya membuat Joon myun takut pada Chorong tapi malah membuat Joon myun geli memikirkannya.

Belum lama berada disana, Joon myun sudah merasakan kedinginan. Dilihatnya kini tangan Chorong dan dengan ragu-ragu tangannya mulai bergerak menuju tangan Chorong yang berada diatas lututnya yang melipat.

Tinggal sedikit lagi dia bisa menyentuh tangan Chorong, namun dia kembali menarik tangannya kemudian menggelengkan kepalanya.

“Aigoo apa aku gila melakukan ini?” gumannya kebingungan

“Tapi baru sebentar disini saja aku sudah merasa kedinginan, apalagi gadis aneh ini. ah lebih baik aku pastikan kalau dia masih hidup atau pingsan. Dan lagi bukankah aku ini  dokter, jadi bagaimana kalau dia tiba-tiba sakit atau sekarat? belum lagi inikan rumahku, aku pasti dituntut oleh pengadilan”

Joon myun mulai mengoceh didalam hatinya sendiri dan tanpa dia tahu kalau saat ini Chorong sedang tersenyum dalam tidurnya yang seakan menandakan bahwa saat ini dia sedang bermimpi indah.

***

Chorong membuka kedua matanya kemudian menguap. Dia merasa sangat nyenyak tertidur. Namun ada yang sedikit yang aneh karena dia merasa kepalanya menyender pada sesuatu.

Di arahkan kini pandangannya pada seseroang yang sedang berada disebelahnya, dan sebuah senyuman terukir saat dia menyadari bahwa orang di sebelahnya adalah Joon myun.

Chorong teripu malu seraya menatap Joon myun  yang tampakanya sedang tertidur lelap.

“Lelaki tampan itu tidur disana karena kau! saat dia datang dan melihatmu tidur bagai orang mati, dia langsung duduk di sebelahmu dan menyenderkan kepalamu di bahunya”

Tiba-tiba saja hantu ahjussi sudah berada di sana dan menjelaskan kenapa Joon myun bisa disana.

Chorong terharu mendengar ucapan Hantu ahjussi, dengan mata berbinar kini Chorong mulai menggerakkan tangannya menuju wajah Joon myun.

Tanpa menyentuh wajah Joon myun, Chorong menunjuk dahi, hidung dan bibir Joon myun berurutan. Dan kini dia sudah sampai di dada Joon myun, dia tersenyum tipis seraya menjulurkan lidahnya karena senang.

Chorong kemudian meniru apa yang Joon myun lakukan yaitu menyenderkan kepala Joon myun di bahunya.

“Ah aku tak bisa melihat pemandangan seperti ini” ujar hantu ahjussi yang kemudian menghilang.

Joon myun mengerjap-ngerjapkan matanya merasakan ada yang memegang kepalanya.

“Ah kau sudah bangun?” tanya Chorong yang mengetahui Joon myun terbangun.

Joon myun tersenyum tipis, namun saat sadar bahwa kepalanya menyender di bahu Chorong dia pun langsung menegapkan badannya kemudian berdehem.

“Ah mianhae aku ketiduran” ujar Joon myun sambil mengusap tenguknya

Chorong tersenyum geli melihat tingkah Joon myun saat ini kemudian dia menyikut Joon myun menggunakan sikunya pelan. Chorong sengaja melakukan hal itu karena melihat kecanggungan di wajah Joon myun.

Joon myun menatap Chorong kaget saat Chorong menyikutnya. Chorong juga kini menatap Joon myung dengan tatapan yang seakan mengatakan ada apa.

Beberapa detik kemudian mereka malah tertawa satu sama lain sehingga menghilangkan suasana canggung yang sedari tadi dirasakan Joon myun.

***

“Siapa kau sebenarnya? apa benar kau punya sihir?”

Chorong terkekeh mendengar pertanyaan Joon myun barusan.

“Aku? aku ini manusia yang kurang beruntung karena bisa melihat hantu dan mendengar pikiran orang lain”

“Kenapa kau menyebut dirimu tidak beruntung? Aku rasa bisa melihat hantu dan mendengar pikiran orang itu hebat!”

“Duniaku sangat brisik dan juga sangat menakutkan. Aku bahkan selalu disebut monster oleh teman-temanku”

“Jadi itu alsanmu marah ketika Hara noona menyebutmu monster?”

Chorong mengagguk mengiyakan kemudian dia menceritakan bagaimana brisiknya dunianya karena pikiran-pikiran orang lain, jadi dia lebih memilih menundukkan wajahnya saat berjalan.

“Pertama kali aku bsia melihat hantu dan mendengar pikiran orang adalah saat tahun pertama aku memasuki Junior high School sekitar umurku 13 tahun. Aku melihat hantu-hantu itu dirumah, disekolah, di jalanan dan dimanapun. Aku jadi takut keluar rumah bahkan aku sampai tak mau bertemu orang-orang. Aku hanya diam dikamarku dibawah selimut, kedua orang tuaku khawatir padaku lalu membawaku ke psikiater.”

“Lalu bagaimana selanjutnya?” Tanya Joon myun penasaran.

“Psikiater memberitahu agar aku dirawat di rumah sakit jiwa. Kedua orang tuaku tidak setuju karena aku bilang kalau aku tidak gila. Aku begini karena melihat hantu dan membaca pikiran orang. Setelah umma tahu, dia jadi terobsesi padaku dan menginginkanku jadi paranormal. Dia benar-benar gila, apa dia tidak tahu betapa menderitanya aku bahkan sampai aku tidak berani pergi sekolah, sampai-sampai aku harus mengulang sekolah tahun berikutnya.”

Joon myun merasa kasihan pada Chorong setelah mendengar cerita Chorong. Kemudian Joon myun bertanya kenapa Chorong meminta Joon myun menciumnya saat pertama bertemu dengannya. Chorong mengatakan bahwa Hantu neneknya datang ke mimpinya, kemudian mengatakan kalau dia ingin kelebihannya itu hilang maka aku harus mencium orang yang tidak bisa aku baca pikirannya.

“Dan kau percaya itu?”

Chorong menghela napasnya lalu mengatakan kalau semula dia tidak percaya karena selama ini tidak ada orang yang tidak bisa dia baca pikirannya, namun saat dia bertemu Joon myun pikirannya berubah dan dia berpikir tidak ada salahnya kalau dia mencoba.

Kini tiba-tiba saja Chorong teringat pada benda yang ingin dia berikan pada Joon myun. Chorong lantas mengambil benda tersebut di saku bajunya lalu memberikannya pada Joon myun.

“Ini seerti sebuah buku?” ujar Joon myun

Chorong mengangguk mengiyakan. Dia mengatakan bahwa Joon myun tampak menyukai buku jadi dia meminta Eunji membuatkannya.

“Ini untuk di gantung di ponselmu. Itu hadiah dari fans mu yaitu aku!”

Joonmyun terkekeh karena lagi-lagi Chorong menyebut dirinya sebagai fans Joon myun.

‘Gomawoyo my fans” ucap Joon myun.

***

Dengan senyum sumringah pagi itu Chorong berjalan menuju sekolahnya. Ekspresi bahagia Chorong benar-benar berbanding terbalik dengan ekspresi Eunji yang saat ini tengah berjalan menuju sekolahnya dengan wajah datar dan itu tidak biasanya.

Baekhyun yang memang berangkat bersamanya pun merasa ada yang aneh dengan Eunji karena tidak biasanya Eunji terdiam seperti itu.

“Hei Jung Eunji dari tadi aku berbicara padamu, tapi kenapa kau tak mendengarkan ucapanku?”

Eunji melirik Baekhyun sebentar

“Eo begitukah?” jawab Eunji masih dengan ekpresi datarnya.

Melihat Chorong, Eunjipun langsung berlari menghampiri Chorong tanpa mengatakan apapun lagi pada Baekhyun. Baekhyun merasa perasaannya kali ini benar bahwa Eunji sedikit aneh pagi itu.

“Apa dia marah padaku? tapi kalau dia marah ekspresinya takkan datar seperti itu!” guman Baekhyun kebingungan.

***

Eunji saat ini tengah duduk dengan kepala menunduk didepan Chorong yang saat ini sedang melipat tangannya didada.

Mereka saat ini tengah berada di kursi penonton  yang berada di aula sekolah yang saat itu tengah kosong.

“Jung Eunji lihat mataku” pinta Chorong

Eunji menggelengkan kepalanya yang menandakan dia tidak mau. Chorong menghela napasnya dan tanpa persetujuan Eunji, diapun mengangkat dagu Eunji kemudian menatap mata Eunji.

Chorong menghela napas panjang setelah itu dia menarik Eunji  dan memeluknya.

“Eunji-ya jujurlah pada dirimu sendiri, kenapa kau menyembunyikan itu. Aku tidak pernah mengatakan ini karena aku tahu kau tak mau aku membahasnya, sekarang katakan padanya bahwa kau menyukainya”

Eunji tidak mengatakan apapun, kini yang terdengar hanya suara isak tangis dari mulut Eunji. Perlahan tangan Chorong pun bergerak kearah pundak Eunji kemudian menepuk-nepuknya pelan.

Chorong melepaskan pelukannya lalu meraih tangan Eunji, dia melepaskan sarung tangan yang Eunji pakai sedari tadi.

‘Lihatlah betapa bodohnya Jung Eunji sampai memalu jarinya sendiri” ujar Chorong saat melihat ibu jari Eunji yang di perban.

Chorong tersenyum kearah Eunji, namun tidak dengan Eunji yang masih terisak.

“Ayo kita ke klinik, kita obati jarimu. Kalau tidak jarimu harus di amputasi” canda Chorong yang ingin mencairkan suasana.

Benar saja kini Eunji berhenti terisak dan mulai tersenyum tipis yang membuat Chorong merasa lebih tenang.

“Apa yang orang katakan tidak selalu berasal dari hatinya. Kadang seseorang akan berbohong atau menutupi sesuatu dengan perkataannya”

Eunji menyipitkan matanya tak mengerti apa yang di maksud Chorong barusan. Tapi itulah enaknya berteman dengan Chorong karena Eunji kadang tidak suka mengatakan apa masalahnya pada orang lain, dan jika dengan Chorong dia tidak perlu mengatakan apapun karena Chorong sudah bisa mengetahuinya dengan membaca pikiran Eunji.

“Eonni apa kau tahu. . “

“Aku tidak mau ikut campur urusan kalian, jadi sebaiknya kau bereskan ini sendiri!”

Eunji mengerucutkan bibirnya mendengar perkataan Chorong barusan dan mengatakan kenapa Chorong tak mau mengatakan padanya. Eunji bertanya lagi apa karena itu gratis jadi Chorong tak mau.

Chorong mengelak dengan mengatakan, bahwa dia memiliki batasan tersendiri tentang membaca pikiran orang.

“Aku tidak ingin mengatakan apa yang sedang seseorang pikirkan pada orang lain karena jika aku melakukan itu, maka aku sudah melanggar privasi mereka. Seseorang kadang lebih memilih berbicara dalam hatinya dibanding mengatakan dengan mulutnya, karena mereka pikir akan lebih baik jika seperti itu”

Eunji mengerti alasan Chorong mengatakan hal tersebut, karena dia tahu benar bagaimana Chorong bekerja sebagai seorang yang membantu orang lain untuk masalah-masalah mereka. Chorong tidak akan mengatakan apa yang sedang dipikirkan orang lain tentang kliennya. Dia hanya memberi saran bagaimana kliennya harus bertindak pada seseorang yang menjadi targetnya.

“Gomawo Eonni” ujar Eunji tiba-tiba.

“Eunji-ya jauhi Oppanya sulli!” ujar Chorong tiba-tiba

Eunji menyipitkan matanya tak mengerti kenapa Chorong melarangnya mendekati Minho.

“Jangan tanya kenapa aku melarangmu dekat dengan Oppanya sulli, cukup ikuti saja apa yang aku katakan”

Eunji hanya terdiam seakan masih tak mengerti ada apa dengan Chorong dan kenapa dia melarang Eunji mendekati Minho, Tapi Eunji yakin Chorong pasti punya alasan sendiri kenapa dia mengatakan hal tersebut.

TBC

Hai-hai akhirnya part 6 selesai juga, jujur part 6 ini btuh perjuangan cz aku males banget ngetiknya. *nyengirkuda*

Selalu aja ada godaan, kan akhir-akhir ini ujan jadi pengennya tidur terus ^^

Makasih buat semua reader yang udah baca sekaligus comment dan suka FF aku ini. aku suka terharu kalau baca comment para reader. TT_TT

Pokoknya peluk serta cium deh buat semua reader.hhe

 

 

 

160 thoughts on “What should I do with this girl? [Chapter 6]

  1. Ping-balik: What should I do with this girl? [Chapter 15] | EXO Fanfiction World

  2. Ping-balik: What should I do with this girl? [Chapter 13] | EXO Fanfiction World

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s