Diposkan pada Author, Chapter, Family, Fanfiction, fantastic818, Genre, SCHOOL LIFE, Se Hun, Type

You’re My Destiny (Sequel Of Because The Painting) Part 1

you're my destiny

Main Cast :

Oh Sehun

Han Seul Rin

Xi Luhan

etc.

Genre : Romance, School Life

Rating : PG 15

Hai,, ada debut FF baru nih..Mian posternya jueleeeeek banget,, Author baru belajar bikin poster soalnya.. Tulisan yang di BOLD itu artinya Flashback ya.. Oke deh,, happy reading ya !

Because The Painting

Author pov.

“Sehun~ah, ini gimana caranya ?” Tanya Seul pada Sehun yang sedari tadi mengacuhkannya. Sehun memalingkan wajahnya kearah lain. Oh, siapa yang tak sakit hati jika orang yang kita sukai nge-PHP-in kita.. Yup ! Sehunpun begitu,, ia tak mau menganggu hubungan Seul dengan Luhan sekarang. Ia mengira bahwa Luhan dan Seul sudah pacaran padahal…. Luhan mengungkapkan perasaannya ke Seul saja tidak pernah apalagi pacaran.

“Sehun~ah, kau kenapa sih ?” Tanya Seul yang mulai geram. Tapi lagi-lagi Sehun mengacuhkannya, “Oh ayolah Oh Sehun, jangan kekanak-kanakkan. Arrachi ?” Ucap Seul sambil merangkul lengan Sehun. Sehunpun membalikkan wajahnya dengan sinis “Aku ? Kekanak-kanakkan ? Yang benar saja, yang kekanak-kanakkan itu kau atau aku sih ?” Tanyanya dengan nada yang sinis juga. Seul melepas rangkulannya lalu menatap namja namja yang berdiri disampingnya itu, “Kau kenapa sih ? Semenjak seminggu yang lalu kau berubah drastis, kau berubah Sehun~ah” Ucapnya. Tak ada jawaban,,

‘Kriiiinggg’

Bel masukpun berbunyi, Seul merapikan buku-bukunya dan memasukkannya kedalam tasnya kemudian melangkah pergi. Sehun menatap punggung gadis itu yang mulai menghilang dari penglihatannya, rasa sakit didadanya sungguh tak tertahankan.

‘Tesss’

Sehun menangis, baru kali ini ia menangis karena seorang gadis. Ya tuhan, ada apa dengannya ? Mengapa ia jadi lemah hanya karena bertemu gadis itu ? Gadis yang membuat semangat hidupnya berkobar-kobar setelah meninggalnya ibunya. Ia menatap langit dengan wajah sendu, kemudian menutup matanya perlahan, merasakan hembusan angin yang membuat pikirannya tenang.

‘Tesss’

Lagi-lagi air mata itu jatuh, Sehun tak tahan untuk menahan beban di pikiran dan batinnya selama ini. Ia menangis, tanpa henti. Memori bersama ibunyapun terputar kembali olehnya,

~~~~~

“Sehun~ah, hari ini mau makan apa ?” Tanya wanita paruh baya yang masih terlihat cantik diumurnya yang hampir menginjak kepala tiga.

“Aku mau makan Jjangmyeon buatan Eomma yang paliiiing enak sedunia” Jawab namja yang berumur 5 tahun, Sehun. Eommanya tersenyum senang, kemudian mengelus kepala Sehun halus “Ne, Eomma akan membuat Jjangmyeon ternenak buat Sehun ne ?” Ucap Eommanya, Sehupun mengangguk yang membuat rambut setengah mangkoknya bergoyang-goyang lucu.

“Eomma, eomma” Panggil Sehun, Eommanya yang tengah merebus mie menoleh kearah Sehun sambil tersenyum.

“Ne, Sehun~ah ?” Tanya sang Eomma, Sehun menunduk, ia takut membicarakan hal itu. Eommanya tampak khawatir kemudian menunduk untuk mensejajarkan wajahnya dengan Sehun.

“Ne, waeyo Sehun~ah ?” Tanya Eommanya lembut, sangaaaat lembut bahkan lembutnya kapas kalah dari lembutnya sifat Eommanya Sehun *Apaan deh bahasanya*.

“Eumm, Eomma” ucap Sehun grogi, ia menggigit bibir bawahnya, pipinya yang tirus berwarna putih berubah drastis menjadi warna merah. Apa Sehun sedang malu ? Batin Eommanya,

“Eomma,, aku punya teman baru di kelas. Namanya Seul” Ucap Sehun yang mulai berani menatap wajah Eommanya “Ne, lalu ?” Tanya sang Eomma.

“Dia cantik ah tidak, dia tidak suka jika dibilang cantik. Dia manis, sangaaaat manis bahkan manisnya coklat melebihi kemanisannya” Lanjut Sehun, oke kali ini Eommanya tak berkutip. Sepertinya ia mulai tertarik dengan berita Sehun.

“Karena nama kami hampir mirip, teman-temanku memanggil kami dengan sebutan Se Couple. Lalu…” Lanjut Sehun terputus, Eommanya mengernyitkan alisnya untuk menunggu lanjutan cerita Sehun.

“Eomma..” Ucap Sehun, Eommanya melihatnya sambil tersenyum lalu menjawab “Ne, waeyo Sehun~ah ?” Tanyanya.

Sehun menghembuskan napasnya kemudian menjawab “Eomma, sudah 3 menit. Mienya bisa lembek”. “Astaga !! Jjangmyeon Sehun !!!’ Teriak sang Eomma kalang kabut.

~~~~~~

Sehun tekekeh saat mengingat kejadian itu, ia baru sadar bahwa ternyata Seul hampir mirip dengan ibunya. Mereka sama-sama ceroboh, namun kecerobohan itulah yang membuat kedua orang itu memiliki daya tarik tersendiri. Wajah Eommanya Sehun dengan Seul saja hampir mirip, mereka sama-sama berpipi tembem dan bermata Foxy. Ia jadi teringat saat pertama kali bertemu dengan Seul.

~~~~~

“Eomma, jangan lama-lama ya ? Sehun takut sendirian” Ucap Sehun, ia duduk dibangku sebuah taman lalu Eommanya berjongkok didepannya “Eomma tidak akan lama, Sehun~ah. Hanya sebentar, Eomma janji” Ucap Eommanya meyakinkan Sehun dengan mengaitkan jari kelingking Sehun ke jari kelingkingnya. “Lihat, Eomma sudah berjanji kan ?”  Tanya Eommanya, Sehun terdiam sambil menatap kaitan jari tersebut. Tak lama kemudian ia mengangguk lemah, “Kalau begitu tunggu ne Sehun~ah. Jangan kemana-mana, arraseo ?” Pesan Eommanya lalu pergi dari hadapan Sehun.

Sehun mendesah berat, kemudian melihat sekelilingnya. Ada yang berjalan-jalan bersama Eommanya, ada juga yang berjalan-jalan dengan kedua orang tuanya, ada juga yang membeli kapas besar berwarna pink yang kelihatannya manis itu (Read. Permen Kapas). Sehun melihat gadis kecil yang sepertinya seumuran dengannya yang sedang membawa permen pink itu lalu melahapnya perlahan. Tunggu, ada yang janggal dari gadis itu, mengapa ia jalan sendirian ? Apa ia tak di khawatirkan oleh keluarganya ? Atau jangan-jangan dia tak punya orang tua ? Tapi, ia masih memiliki Appa yang sangat sayang padanya. Atau jangan-jangan keluarganya tak peduli padanya ? Pertanyaan yang bertubi-tubi itu menghujani Sehun. Iapun merasa tak tahan kemudian memanggil gadis itu.

“Seul~ah !” Teriak Sehun, gadis yang bernama Seul menoleh kekanan-kekiri tapi nihil Seul tak juga melihat Sehun.

Sehun mendesah berat kemudian berteriak lagi “Yak ! Seul~ah”. Tapi lagi-lagi Seul tak melihatnya, Sehun mendesah berat kemudian turun untuk memanggil Seul tapi ia kembali naik ke bangkunya, ia teringat pesan sang Eomma.

“Kalau begitu tunggu ne Sehun~ah. Jangan kemana-mana, arraseo ?”

Akhirnya Sehun merenung, ia melihat batu di sampingnya –yang entah datang darimana-. Seolah batu itu berkata “Gunakan aku untuk memanggil temanmu itu”, Sehunpun mengangguk kemudian mengambil batu itu. Ia layangkan batu itu kearah Seul yang masih celingak-celinguk mencari orang yang melihatnya.

‘BRUUKK’

Batu itu jatuh tepat didepan Seul, Seul melihat batu itu dengan takjub kemudian melihat arah darimana batu itu dilempar. Terlihatlah sosok Sehun yang sedang melambai-lambaikan tangannya, kemudian Seul menghampiri Sehun.

“Kau yang memanggilku Sehun~ah ?” Tanya Seul lembut, Sehun mengangguk. Seul naik ke bangku tersebut dan duduk disamping Sehun.

“Ada apa kau memanggilku dengan cara yang aneh seperti itu ?” Tanyanya heran, Sehun menatapnya kemudian menggeleng. “Aku… Tidak boleh kemana-kemana, itulah pesan Eommaku” Jawab Sehun yang sedang menunduk.

“Hahahaaha,, kau lucu Sehun~ah” Seul tertawa sambil memakan permen kapasnya, Sehun mendengus “Lucu ? Memangnya aku kenapa ? Kau kupanggil juga tak menoleh” Jawabnya kesal. Seul menghentikan tawanya kemudian menjawab “Maksud Eommamu bukan berarti kau tidak boleh kemana-mana Sehun~ah, tapi kau jangan pergi jauh-jauh dari sini. Kau sangat polos Sehun~ah”. Sehun mendengus “ Arraseo, aku tahu aku bodoh” Ucapnya asal, Seul menyodorkan permen kapasnya yang masih sisa separuh, Sehun mengambilnya sedikit kemudian mengemutnya “Huaaa, manis sekali” Gumamnya bahagia, Seul tersenyum “Sama sepertimu Sehun~ah, kau manis bahkan melebihi manisnya permen ini. Kau polos Sehun~ah, kau tidak bodoh. Nan Choahae SweetHun~ah” ucap Seul, Sehun menatapnya sambil mengernyitkan alisnya. “SweetHun ?” Seul mengangguk, “SweetHun, Sehun yang manis”.

~~~~~~

Sehun tersenyum saat mengingat kejadian itu. Benar kata Seul, ia memang manis bahkan setelah bertemu Seul ia akan tambah manis. Ia tersadar bahwa jam pelajaran telah dimulai 5 menit yang lalu, ia beranjak dari tempat itu kemudian berjalan menuju kelasnya.

‘BRUKK’

“Ah, mianhae” Ucap Sehun yang tak sengaja menubruk seseorang. “Ah,, aku juga minta maaf. Permisi,,” Gadis itu pamit pergi, Sehun tampak asing dengan gadis itu. Apa mungkin gadis itu adalah siswi baru ? Tanya Sehun dalam hati.

“Ah, sudahlah lupakan” Gumam Sehun lalu pergi dari tempat itu.

~~~~~~

“Sehun~ah, untung saja Im Saem belum masuk. Jika sudah pasti kau sudah dihukum” Ucap Seul lega saat Sehun duduk disampingnya. Sehun tak mengubrisnya dan malah mengacuhkannya, Seul tampak khawatir “Sehun~ah ? Kau kenapa ?” Tanyanya khawatir, tak biasanya Sehun seperti ini. Jangan sampai Sehun menjadi dingin seperti saat ia kehilangan ibunya.

“Sehun~ah kau ke-“

“Pagi anak-anak” Im Saem datang dengan seorang gadis yang membututinya. Mungkin anak baru, Seul yang ucapannya terpotongpun terpaksa menghentikan ucapannya.

“Seonsangnim !” Panggil Sehun, Im Saem melihatnya kemudian bertanya “Ada apa Sehun~ah ?”. “Biarkan anak baru itu duduk disampingku lalu Seul pindah disamping Jong In” Jawab Sehun, Seul terkaget melihatnya, “Apa maksudmu Sehun~ah ?”

-TBC-

“Kau kenapa Rin~ah ?”

“Kau lupa denganku ?”

“Apa kita benar-benar saling mengenal ?”

“Aku tak menyukaimu, jadi jangan dekati aku lagi”

“Kau jahat Sehun~ah”

Gimana-gimana ?? Keren gak ?? Mian buat yang menang kuis belum keluar di part ini. Mungkin di part 2 akan keluar,, gomawo udah baca.. Jangan lupa comment ya,,

Iklan

Penulis:

Bonjour, Annyeong Haseyo, Hai, Hallo.. Fantastic818 here ^^~

54 tanggapan untuk “You’re My Destiny (Sequel Of Because The Painting) Part 1

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s