Can You Hear My Heart

Gambar

Tittle    : Can You Hear My Heart

Genre : liat sendiri deh ._.v

Length : Oneshoot

Rating : General

Scriptwriter : OPI

Main cast : Park Yuri (OC), Oh Sehun

Suport Cast : Im Yoona, Kris, Minah

WARNING : TYPO BERTEBARAN DIMANA-MANA!

 

Annyeong, thor comeback nih, aku belum pernah bikin ff yang bergenre seperti ini, jadi mohon dimaklumi dan dikasih RCL ya😀 oh iya, tau film Can You Hear My Heart kan? Tau ostnya ga? Yang ada di iklannya di indosiar. Nah aku sangat menyarankan banget baca ff ini sambil denger lagu itu. Aku suka banget lagu itu, kya… biar feelnya dapet denger lagu itu aja😀 ost “Can You Hear My Heart, Kim Jae Suk – I Can Only Hear You” selamat baca😀

 

 

 

 

 

 

 

Hari senin adalah hari yang dibenci oleh hampir seluruh anak sekolah, namun tidak bagi seorang gadis imut bernama Park Yuri. Ia selalu bersemangat jika saatnya pergi ke sekolah. Sebenarnya dia bukanlah orang yang pintar dan mempunyai banyak kegiatan di sekolah, tetapi dia mempunyai alasan tersendiri yang membuatnya sangat suka berada di sekolah tersebut.

 

Yuri berjalan sambil tersenyum dan menyapa setiap orang yang ia lewati. Yuri memang terkenal karena keramahannya. Banyak juga wanita yang iri karena kecantikan dan kekayaan Yuri, namun yang paling semua orang suka dari Yuri adalah sifatnya yang ceria dan selalu membuat keadaan menjadi lebih menyenangkan.

 

Tetapi jika ada yang suka pasti ada yang tidak suka juga betul kan? Ya, ada seorang namja yang sangat tidak menyukai Yuri karena ia terlalu berisik dan merepotkan. Terlebih Yuri adalah teman sekelas namja itu, dan hal tersebut membuat namja itu semakin membenci sikap Yuri yang ia anggap menyebalkan. Namja itu tidak suka akan keramaian, oleh karena itu ia selalu pergi ke atap sekolah setiap kali jam istirahat.

 

Baru saja namja itu melangkahkan kaki di depan kelasnya ia sudah menunjukkan wajah coolnya. Sebenarnya wajahnya memang sudah cool, hanya saja kali ini wajahnya terlihat tidak bersahabat. Bagaimana tidak, baru saja ia sampai ia sudah diteriaki oleh fans fantik yang ia benci.

 

“Annyeong Sehuni… apa kabar hari ini? apa saja yang kau lakukan selama liburan kemarin?” Tanya Yuri sambil berjalan menghampiri Sehun. Namun Sehun tidak mempedulikan Yuri dan terus berjalan menuju bangkunya di pojok kelas. Yuri terus membuntuti Sehun dan duduk di depannya.

 

“Hunni aku sangat merindukanmu… kau tau sehari saja aku tidak melihatmu rasanya seperti sudah berpisah selama berabad abad.” Perkataan Yuri yang terbilang keras  sontak membuat seluruh murid di kelas itu tertawa. Ini sudah menjadi hal biasa bagi seluruh murid di SOPA, Yuri selalu mengekori Sehun setiap hari, namun seperti biasa Sehun selalu diam dan berwajah kesal jika berada di dekat Yuri.

 

“Aku membawakan bekal untukmu, kau mau makan bersamaku kan Hunni?” Yuri terus mengguncang-guncangkan tangan Sehun, hingga kesabaran Sehun habis.

 

BRRRAAKKKK….

 

Seluruh penghuni kelas menjadi hening seketika dan memperhatikan Sehun. Ia menggebrak meja dengan sangat keras. Yuri terlihat sangat kaget atas kelakuan Sehun, tak biasanya Sehun  semarah itu pada Yuri.

 

“Berhentilah menggangguku PARK YURI! Kau menyebalkan sekali kau tahu itu?” bentak Sehun sambil menatap tajam pada Yuri. Yuri membelalakan matanya melihat Sehun yang sedang berdiri.

 

Yuri tersenyum manis lalu bertepuk tangan kegirangan , hal itu mmbuat semua orang yang melihatnya akan berfikir bahwa ia sudah gila. Sehunpun ikutan bingung dengan respon Yuri yang sangat aneh.

 

“Hahahahahaha…. Akhirnya kau mau berbicara banyak denganku juga tuan Oh. Hahaha…” Yuri terus tertawa, sementara Sehun masih tertegun dengan sikap Yuri. Yuri tak berhenti tertawa, hingga akhirnya Sehun memutuskan pergi keluar, yang penting ia tidak melihat gadis aneh ini lagi fikirnya.

 

Sehun terduduk di taman belakang sekolah yang sepi sambil memijat  pelipisnya. Ia memejamkan mata sambil menghirup udara yang segar. Sehun memilih membolos dibanding harus melihat Yuri di kelas.

 

Hanya terdengar suara teriakan-teriakan murid yang sedang mengikuti  pelajaran olahraga. Tiba-tiba ada sesuatu yang dingin yang menyentuh permukaan kulit wajahnya. Sehun membuka matanya dan melihat orang yang memberikan minuman itu.

 

“Ige, minumlah. Sepertinya kau sedang menangung beban yang amat sangat berat?” ucap Yeoja itu. Sehun lalu tersenyum manis pada yeoja itu, senyum yang tidak pernah ia berikan pada siapapun kecuali ibunya dan YEOJACHINGUNYA, Im Yoona.

 

“Duduklah dan temani aku, aku sangat lelah hari ini.” Sehun menarik lengan Yoona hingga kini mereka duduk bersebelahan. Sehun membaringkan tubuhnya pada paha Yoona, sedaangkan Yoona mengelus-elus kepala Sehun sambil tersenyum.

 

“Kau mau menceritakannya padaku chagi?” Sehun menghela nafas dan mencoba menceritakan masalahnya pada Yoona.

 

“Aku bisa gila jika terus berdekatan dengan gadis menyebalkan itu. Ia sangat berisik dan selalu menggangguku. Aissshh….” Ucapnya sambil memijat pelipisnya.

 

“Uljima… dia kan menyukaimu, tapi  gadis itu sepertinya tidak pantang menyerah ya?  Padahal ia sudah tahu bahwa kau sudah mempunyai yeojachingu. Dasar yeoja barbar.” Ucap Yoona dengan ketus. Sehun tersenyum mendengar perkataan Yoon, ia merasa lucu saat melihat Yoona cemburu.

 

“Kau cemburu eoh? Hahaha… ah…aku harap ia bisa hilang dari hidupku selamanya.” Yoona tersenyum mendengar ocehan namjachingunya ini. Sehun selalu menjadi dirinya sendiri jika bersama Yoona. Yoona adalah salah satu gadis popular di sekolahnya karena kecantikan juga kepintarannya. Namun ia juga dikenal sebagai seorang Playgirl, namun hal itu sudah menjadi masalalu sejak ia berpacaran dengan Sehun.

 

“Ya, aku harap dia juga bisa segera pergi dari hidupmu selamanya.” Bisik Yoona sambil tersenyum. Sehunpun bangkit dari tidurnya dan mensejajarkan wajahnya dengan wajah Yoona dan memegang pundaknya.

 

“Entahlah, aku merasa ia akan segera pergi dari hidupku selamanya. Hehehe…” Yoona langsung memencet hidung Sehun karena gemas.

 

“Issshh kau ini. ya semoga saja.”

 

Chuu…

 

Sehun mencium bibir Yoona dengan lembut, dan merekapun tersenyum di sela-sela kegiatan mereka.

 

Tanpa mereka sadari ada seseorang yang terus memperhatikan kegiatan mereka dari tadi. Tubuhnya bergetar, dan perlahan badannya jatuh ke tanah seirama dengan airmatanya.

 

“Semengganggunyakah aku hingga kau ingin aku pergi dari hidupmu? Oh Sehun?” bisik Yuri sambil menanggis di bawah pohon Peach yang aga jauh dari tempat Sehun berada.

 

AUTHOR POV END-

 

YURI POV

 

“Semengganggunyakah aku hingga kau ingin aku pergi dari hidupmu? Oh Sehun?” ucapku sambil menanggis di bawah pohon Peach yang aga jauh dari tempat Sehun berada.

 

Aku selalu mendekati Sehun hanya karena aku mencintainya, aku selalu berusaha menjadi gadis yang lebih baik supaya Sehun mau melihatku. Aku memberikan semua cintaku lewat perhatianku padanya. Tapi aku sungguh tidak menyangka bahwa Sehun merasa tidak nyaman saat berada di dekatku. Apakah aku harus melepasnya? Aku tahu ia sudah mempunyai yeojachingu, tapi bolehkah aku masih berharap padanya?

 

Aku mencintainya, dia adalah cinta pertamaku, ia selalu membuat hidupku berwarna dan menyenangkan. Aku selalu mengikutinya kemanapun ia pergi, aku bahkan sudah membuang jauh-jauh rasa Maluku dan menyetakan cintaku pada Sehun berkali-kali. Namun ia selalu menolakku. Wajahnya selalu terlihat suram jika melihatku, berbeda sekali jika ia melihat Yoona.

 

Bisakah aku mendapatkan cintamu? Bisakah kau memberikan senyum itu padaku? Bila tidak bisa, bolehkah aku menjadi kekasihmu sehari saja Oh Sehun?

 

Aku terus menangis di bawah pohon peach ini. Merasakan remuknya hatiku, bukan hanya karena ia berciuman dengan yeojachingunya, namun karena ia berkata bahwa ia ingin aku pergi dari kehidupannya selamanya.

 

Sebegitu mengganggunyakah aku Oh sehun?”  hal it uterus terngiang di kepalaku, dan hal itu membuat badanku semakin lemah dan terasa sakit.

 

Haruskah aku berhenti berharap dan melepaskanmu?

 

YURI POV END-

 

AUTHOR POV

 

Sehun berjalan menyusuri koridor sekolah sambil terus tersenyum, ia terus teringat dengan kejaadian barusan bersama Yoona. Langkah Sehun berhenti ketika ia mendengar suara nyanyian yang lembut dengan iringan piano yang indah. Sehun terus mencari sumber suara tersebut, hingga sampailah ia di depan ruang music yang pintunya tertutup. Sehun memejamkan matanya dan menikmati alunan lagu inidah itu.

 

“Indah sekali suaranya, begitupun dengan permainan pianonya.” Bisik Sehun dalam hatinya.

 

DEG

 

Sehun merasa tidak asing dengan suara ini, namun hatinya menjadi bergetar mendengar suara yeoja ini. Ia seakan bisa merasakan pedihnya hati orang yang sedang menyani ini.

 

ne nuneul bogo malheyo

dwidora uljin marayo

honjasoman apahessotdon

geude gyote ijen nega itjana

Lihatku beritahuku, Tak berpaling dan menangis

Engkau menyakiti dirimu, ini engkau miliki ku disisi

 

nunmuri gyesok chaoreulttemyon

goge dolliji malgo

nege an-gyoso ne pum gadeukhi

urodo dwendago

Ketika air mata mengalir, jangan pernah berpaling

Datanglah ke pelukan ku dan menangis di pelukanku

 

“Penjiwaan yang sangat baik.” Sehun terus memejamkan matanya meresapi alunan lagu tersebut.

 

saranghanda malhedo

bogo sipda malhedo

geude maeumeul nan deureul su obso

jom do gakkai do dagawa

ne nun bogo malhejwo

geude sarangdo

jonbu deullil suga itdorok

Ku bilang aku cinta, ku bilang aku rindu

Kau tidak bisa mendengar hatiku

Lebih dekatlah kepadaku, beritahu diriku

Sehingga aku mendengar semua cintamu

 

AUTHOR POV END-

 

YURI POV

 

Aku merasa sangat kacau hari ini, dan aku pergi ke ruang music untuk bermain piano dan menumpahkan segala keluh kesahku. Karena hanya dengan cara itu aku bisa merasa lebih baik.

 

ne gameun du nun sairo

geudega utgo inneyo eum

nunmureul heulligo itjiman

bunmyonghage hengbokhan useumijyo

Saat mataku tertutup, engkau teruslah tertawa

Kau meneteskan air mata tapi itu tertawa bahagia

 

“Jika aku pergi dari hidupmu selamanya apakah kau akan bahagia? ataukah kau akan menangisiku? Aku rasa pilihan pertama yang akan terjadi. Begitukan Oh Sehun?” lirihku dalam hati.

 

han bondo ijeun jogi obsotjyo

uri majimak sun-gan

gaseum tojil deut apahan kkeute

unmyongi dwen saram

Ku takkan lupa untuk sekali, saat kita bersama

Kaulah takdirku saat aku merasa sakit ini

 

”Aku tidak akan pernah lupa saat pertama kali kita bertemu, dan entah mengapa ada sesuatu yang asing hinggap di dalam hatiku. Mungkin aku jatuh cinta padamu saat awal pertama kita bertemu. Kau yang membuatku bertahan melawan semua sakit yang kurasa. Kau selalu menjadi obat bagi segala rasa sakitku, aku berharap kaulah takdirku Oh Sehun.”

 

saranghanda malhedo

bogo sipda malhedo

geude maeumeul nan deureul su obso

jom do gakkai do dagawa

ne nun bogo malhejwo

himdeun sesangdo soroman isseumyon

chon-gukgatdago wo

Ku bilang aku cinta, ku bilang aku rindu

Kau tidak bisa mendengar hatiku

Lebih dekatlah kepadaku, beritahu diriku

Didunia ini, jika bersama, kan seperti surga

 

“Bisakah kau mendengar semua isi hatiku ? AKU MENCINTAIMU, mendekatlah padaku agar kau tahu betapa aku mencintaimu. Kau adalah surgaku Oh Sehun.”

 

ijen geude desin apeulge

i son jolde nochi aneulge

yongwonhi geude gyote isseulge

Ku kan menyakiti dirimu, ku tak melepaskan tanganmu

Tuk Selamanya, ku kan disisimu

 

”Aku tidak akan pernah melepasmu karena kau adalah cintaku. Aku mencintaimu selalu, dan aku akan ada di sampingmu selamanya Oh Sehun.”

 

saranghanda malhamyon

bogo sipda malhamyon

geude maeumeul nan deureul su isso

jom do gakkai do dagaga

an-gyojugo sipeun mal

ne sarang geude

negen geudemani deullyoyo

Ku bilang aku cinta, ku bilang aku rindu

Kau tidak bisa mendengar hatiku

Lebih dekatlah kepadaku, ke dalam pelukanku

Engkau cintaku … ku hanya mendengar dirimu

(Kim Jae Suk – I Can Only Hear You)

 

“Entah sudah kesekian kalinya aku mengatakan aku mencintaimu, tapi mengapa kau selalu tidak mempedulikanku? Bisakah kau lebih mendekat supaya bisa mendengar isi hatiku? Bolehkah kau memelukku untuk yang pertama dan terakhir? Aku mencintaimu. Sampai aku mati, hanya kau yang selalu aku cintai. Saranghae Oh Sehun.”

 

Aku terdiam sejenak dan menghapus airmataku yang terus berjatuhan. Setelah aku merasa lebih baik aku mulai berjalan keluar ruangan ini, karena sebentar lagi ruangan ini akan dipakai. Ketika aku baru membuka pintu,….

 

“OH SEHUN?”

 

YURI POV END-

 

SEHUN POV

 

Lagunya berhenti, tanpa terasa aku menjatuhkan beberapa tetes air mata.

 

“Ah lagunya sangat indah, hingga aku mengeluarkan air mata. Daebak…”

 

Aku berencana masuk ke dalam ruangan tersebut dan bertemu dengan yeoja yang menyanyikan lagu tadi. Belum sempat aku membukanya, pintunya sudah terbuka terlebih dahulu.

 

“OH SEHUN?” teriaknya kaget. Akupun sama terkejutnya dengan dia.

 

“PARK YURI?” tanyaku, aku masih tidak menyangka bahwa yeoja menyebalkan ini bisa bernyanyi seindah tadi. Namun aku merasa ada yang aneh dengan dirinya, matanya sembab dan bengkak, sepertinya dia habis menangis? Tapi aku tidak peduli.

 

“Apa yang kau lakukan disini?” tanyanya dengan senyum yang tak pernah lepas dari wajah manisnya. Eh tunggu, manis? Oh ayolah apa yang kufikirkan?

 

“Hanya lewat saja.” Aku beranjak pergi dari tempat itu, namun tangannya menahan tanganku terlebih dulu. Aku berbalik dan melihatnya, entahlah apa yang akan ia lakukan, ia hanya menunduk dan sesekali mencuri pandang padaku.

 

“BIsakah…bisakah kau menjadi kekasihku sehari saja?” tanyanya.

 

MWO? Dia menembakku lagi? ini sungguh gila! Namun entahlah, aku merasa ada yang berbeda dengan pernyataannya kali ini, ia bertanya “bisakah?” biasanya dia berkata “maukah?”  ah entahlah…

 

“Aku rasa kau sudah tahu jawabannya.” jawabku ketus dan beranjak pergi. Yuri kembali menarik tanganku lebih kuat,  Ia menatapku dengan tatapan sendu dan memohon, dia aneh sekari hari ini.

 

“Aku mohon, jadilah kekasihku sehari saja. Anggaplah ini permintaan pertama dan terakhirku. Dan aku tidak akan mengganggu hidupmu lagi seumur hidup. Percayalah….”

 

Emhh mungkin ini penawaran yang cukup bagus, aku menjadi kekasihnya sehari lalu ia akan pergi selamanya dari hidupku. Hahaha… ide yang sangat bagus. Tapi…

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

“Mengapa hatiku menjadi tertekan?”

 

“Kau gila PARK YURI!” aku membentaknya. Entahlah mengapa tiba-tiba aku membentaknya. Ada apa denganku?”

 

SEHUN POV END-

 

YURI POV

 

“Kau gila PARK YURI!” bentaknya. Apakah sebegitu tidak maunya ia menjadi kekasihku? Walau hanya terakhir kalinya? Aku tidak akan menyerah. Ini adalah kesempatan terakhirku.

 

“Aku mohon…. Sungguh aku tidak akan mengganggumu lagi.” aku terus memohon padanya. Ia terlihat sedang berfikir.

 

“Ba…”

 

“Hunni….”

 

Baru saja Sehun akan memberikan jawabannya padaku, tiba-tiba Yoona memanggil Sehun. Sehun tersenyum dan melambaikan tangan padanya, ahhh rasanya hatiku benar-benar remuk. Saat Sehun mulai menghampiri Yoona di ujung koridor aku menahannya terlebih dahulu.

 

“Jaebal…sekali saja…” pintaku. Ayolah kumohon… aku tidak punya banyak waktu lagi.

 

“YA! LEPASKAN AKU!” Sehun menghempaskan tangannya dan membuat punggungku membentur tembok, aku sama sekali tidak merasa sakit pada punggungku, namun hatiku ini terasa hancur berkeping-keping.

 

Aku merasa sesuatu yang hangat dan anyir singgap di hidungku, Sehun terlihat terkejut melihat darah keluar dari hidungku, akupun sangat terkejut dan langsung berlari menuju toilet. Kulihat Sehun terus menatapku dengan tatapan yang sulit kuartikan.

 

“Ada apa denganku?” tanyaku sambil terus berlari.

 

YURI POV END-

 

AUTHOR POV

 

Sehun melihat darah keluar dari hidung Yuri, padahal ia tidak terlalu keras mendorong Yuri. Kini Sehun terus menatap Yuri yang mulai menjauh darinya. Ada sedikit rasa bersalah, mungkin?

 

“Chagi…” teriakan Yoona membuat Sehun kembali tersadar dan berlari menghampiri gadisnya dengan senyum yang indah.

 

“Kka kita ke kantin..” ajak Yoona sambil menggandeng tangan Sehun.

 

 

#Pulang sekolah

 

Sehun mencari-cari Yoona supaya dapat pulang bersama, namun tiba-tiba Yoona berkata ia sedang ada kerja kelompok dengan temannya dan menyuruh Sehun pulang terlebih dulu.

 

“Ahh lebih baik aku meminjam buku perpustakaan untuk tugasku.” Sehun teringat dengan tugasnya dan berjalan menuju perpustakaan.

 

Sesampainya disana ia sangat terkejut melihat sepasang kekasih sedang berciuman dengan mesra di pojok ruangan.

 

“Cihh menjijikan sekali mereka.” Umpatnya. Ketika mereka melepas ciuman mereka dan memperlihatkan wajah mereka dengan sangat jelas mata Sehun benar-benar sangat terkejut.

 

“Yoona?” ucapnya sedikit lantang sehingga Yoona berbalik menatap Sehun.

 

“Se..se..Sehun? apa yang kau lakukan?”  jawabnya gugup. Sehun langsung berjalan mendekati mereka.

 

“Seharusnya aku yang bertanya begitu!  Apa yang kau lakukan dengan Kris huh?” bentak Sehun.

 

“Hey jangan berteriak pada Yeojaku!” bentak Kris.

 

“Mwo? Yeojamu? Huh…. Im Yoona, mulai detik ini kita PUTUS!” ucap Sehun sambil mengeluarkan Smirknya. Sedangkan Yoona terlihat sangat terkejut melihat Sehun seperti itu padanya.

 

Sehun berjalan menjauh dari tempat itu, sepanjang jalan ia terus memikirkan sesuatu yang mengganjal hatnya.

 

“Mengapa hatiku tidak sakit melihat Yoona yang jelas-jelas menghianatiku?” fikirnya,

 

Sesampainya ia di rumah ia menghempaskan dirinya di ranjangnya yang besar. Ketika ia memejamkan matanya ia teringat akan sosok Yuri yang tersenyum. Caranya tertawa, cemberut, senyumnya yang manis, hingga wajahnya yang sedih karena sering ia tolak.

 

“Mengapa aku memikirkannya? Mungkinkah aku menyukainya? Aisshhh…. Bagaimana bisa aku tidak peka terhadapnya? Baiklah besok aku akan memberikannya kejutan yang special. Tunggulah aku Park Yuri.”

 

Akhirrnya Sehunpun tertidur dengan nyenyak setelah memikirkan kejutan apa yang akan ia berikan pada Yuri besok.

 

END

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

#bohong deng xD lanjut…

 

 

 

 

Keesokan harinya Sehun datang pagi-pagi sekali untuk menyiapkan kejutan pada Yuri, ia baru sadar bahwa ia mencintai Yuri.

 

“Mungkin jika di suatu cerita namja sepertiku akan berakhir dengan penyesalan karena sang yeoja sudah diambil namja lain. Tapi Yuri tidak pernah melihat namja lain selain aku. Hah beruntungnya aku…” ucap Sehun dalam hati sambil terus tersenyum. Namun hingga bel masuk Yuri tak kunjung datang, Sehun mulai berfikir “Mungkinkah ia pindah sekolah untuk menjauhi nya?”

 

Selama jam pelajaran Sehun benar-benar tidak konsentrasi karena memikirkan Yuri. Ketika bel istirahat berbunyi Sehun langsung pergi mencari Minah, ia adalah sahabat Yuri, dan ia yakin Minah pasti tahu dimana Yuri berada.

 

“Minah…Bang Minah!” teriak Sehun pada Minah.

 

Minah menatap Sehun dengan penuh kebencian, sedangkan Sehun terlihat mengkerutkan keningnya ketika melihat wajah Minah yang bengkak.

 

“Emhh apakah kau tahu dimana Yuri?” Tanya Sehun seramah mungkin. Namun Minah malah mencoba untuk pergi. Dengan cekatan Sehun langsung menahan Minah.

 

“APA PEDULIMU HAH?” teriak Minah. Sehun sangat terkejut dengan sikap Minah. Perlahan ia melihat air mata Minah turun membasahi wajahnya.

 

“Aku ingin bertemu dengannya. Tolong bantu aku. Aku mencintainya, kumohon bantu aku bertemu dengannya.” Sehun memelas di hadapan Minah. Minahpun menghela nafas dan airmatanya terlihat berjatuhan semakin deras.

 

“Dia pergi….dia akan pergi siang ini. Seharusnya kau mengatakan itu dari dulu! Mengapa kau sangat bodoh hah?” teriak Minah di tengah isak tangisnya.

 

“Aku memang bodoh, jadi bantulah aku untuk bisa menebus kesalahanku.”

 

Minah tertegun melihat wajah Sehun yang memelas. Jika bukan karena ia adalah orang yang sangat dicintai sahabatnya, mungkin minah sudah mendorong Sehun dari lantai dua ini.

 

“Baiklah, pulang sekolah kau ikut aku.” Ucap Minah dan berlalu melewati Sehun. Sebuah senyuman terlukis di hadapan Sehun saat membayangkan bertemu dengan Yuri. Ia sungguh tidak sabar ingin bertemu dengan Yuri.

 

AUTHOR POV END-

 

SEHUN POV

 

Saat bel pulang sekolah berbunyi aku langsung berlari menuju kelas Minah, aku ingin segera bertemu dengan Yuri.

 

“Ikuti aku.” Ucap Minah. Akupun langsung mengikutinya dari belakang sambil terus tersenyum.

 

=SKIP=

 

“Emh kau yakin kita tidak tersesat?” Tanyaku ketika kami berdiri di pemakaman umum Maria De Piese.

 

“Tentu saja tidak. Cepatlah, kau tidak ingin terlambat kan?” ucap Minah sambil terus berjalan menghampiri segerombolan pelayat yang menggunakan pakaian serba hitam. Akupun mengikutinya dari belakang.

 

Samar-samar aku melihat seorang ahjuma dan ahjusi yang menangis saat sebuah peti mati dimasukan ke dalam liang kubur.

 

DEG

 

Nafasku seakan berhenti ketika melihat sebuah foto gadis cantik sedang tersenyum dihiasi oleh bunga-bunga.

 

“Yu..Yuri?” ucapku lirih tanpa berkedip. Aku benar-benar sangat terkejut. Apa yang sebenarnya terjadi?  Aku terdiam seperti patung selama proses penguburan. Setelah semua selesai, perlahan para pelayat itupun pergi.

 

Aku menghampiri makam yang masih baru tersebut dan melihat ukiran nama di batu nisan tersebut.

 

Park Yuri

14 APRIL 1994

REST IN PEACE

21 AGUSTUS 2013

 

BRUK

 

Aku terjatuh di depan makam Yuri. Kemana semua oksigen? Mengapa aku merasa sulit sekali bernafas? Apa yang terjadi?  Aku merasa ada seseorang yang memegang pundakku. Ia memberikanku sebuah surat berwarna coklat.

 

“Yuri menitipkan ini padaku.” Ucapnya lirih.

 

“Hey Minah, apa-apaan ini? seharusnya aku yang memberi kejutan padanya. Mengapa jadi ia yang memberikan kejutan padaku? Hahahahaha….” Aku tertawa seperti orang gila, airmataku mulai turun. Aku terus tertawa sambil menangis.

 

“Ini kenyataan Oh Sehun. Kau terlalu menyia-nyiakannya. Aku yakin kau benar benar menyesal tuan Oh.” Ucap Minah lalu berangsur pergi meninggalkanku  di depan makam Yuri sambil menangis dan memegang surat terakhir yang Yuri berikan padaku.

 

Aku masih terus menangis, namun karena hembusan angin lembut yang membelai pipiku seakan menyuruhku berhenti menangis akhirnya tangisankupun mereda. Aku terus memperhatikan surat yang ada di tanganku ini. perlahan aku mulai membacanya.

 

Tangisku semakin menjadi ketika membaca surat terakhir Yuri. Ia benar-benar mencintaiku. Aku merasa sangat berdosa sekaligus menyesal karena terlah jahat padanya.

 

“Mianhae Yuri ah…..Saranghaeyo… Jaebal kembalilah padaku. Aku janji tidak akan melukaimu lagi. mianhae….  Jaebal kembalilah….” Aku terus menagis sambil memeluk batu nisan Yuri.

 

WWWUUSSS…..

 

Aku merasa angin lembut itu kembali membelai lembut wajahku dan memberi ketenangan padaku. Samar-samar aku mendengar suara lembut yang tak asing lagi bagiku.

 

“Uljima…Nado Saranghae Oh Sehun.”

 

Itu suara Yuri. Ya, aku sangat yakin itu. aku semaikin terisak dalam tangisku.

 

“Please…Be Mine… walaupun kita berbeda alam, namun aku akan selalu menjadi milikmu, begitupun kebalikannya. Jeongmal saranghae Park Yuri.” Ucapku di tengah tangisanku.

 

END-

 

 

 

 

EPILOG

 

Dear Sehun.

 

Hello my Ice Prince. Apa kabarmu? Aku harap kau baik-baik saja ^_^

Kau ingat, itu kata-kata sapaan yang selalu aku tanyakan padamu setiap kita bertemu. Sungguh  aku hanya ingin kau selalu baik-baik saja.

 

Oh ya, bila kau membaca suratku ini aku yakin aku sudah tenang di surga.

 

Apakah kau menangis? Apakah kau akan menangisiku seperti aku yang selalu menangis karenamu? Ahh aku rasa kau tidak akan menagis betulkan? Kau pasti sangat bahagia karena tidak akan ada yang berteriak dan mengganggumu lagi.

 

Sehunni, aku terkena penyakit Talasemia mayor yang sampai sekarang tidak ada obatnya. Penyakit ini sudah bersarang padaku saat aku berusia 3 bulan. Dan cara supaya aku bisa bertahan hidup adalah dengan cara cuci darah. Sejak aku bai aku sudah melakukan ini. namun karena mahalnya biaya cuci darah, sehingga orang tuaku menjadi sibuk bekerja dan meninggalkanku sendiri.

 

Aku sangat kesepian dan aku sangat takut melihat jarum-jarum besar di rumahsakit itu.  Tapi bagaimanapun juga aku tetap harus melakukan cuci darah supaya aku bisa bertahan hidup. Suatu ketika ummaku mengajakku ke taman bermain, namun ternyata umma membawaku ke rumah sakit untuk cuci darah. Anak kecil memang mudah dibohongi ya? xD

 

Aku sempat berfikir untuk apa aku hidup? Dan aku juga kehilangan semangat untuk hidup. Karena aku sama sekali tidak punya alasan untuk hidup.

 

Ketika aku SMP liverku sudah sangat membengkak sehingga harus diangkat. Kau tahu, hatiku besarnya 3,5 Kg. sangat besar bukan? Hahaha… untunglah aku masih bisa hidup sehingga aku bisa bertemu denganmu Oh Sehun.

 

Aku sangat ingat ketika kau mengulurkan tanganmu dan tersenyum manis padaku saat aku habis dibully oleh teman-temanku. Mungkin sejak saat itu aku mulai jatuh cinta padamu. Kini aku mempunyai alasan untuk bertahan hidup bila malaikat maut menjemputku. Ya, kau adalah alasan mengapa aku ingin terus hidup.

 

Aku ingin melihat senyummu, mendengar suaramu, dan berada di sampingmu. Aku mencoba mencurahkan seluruh rasa cintaku padamu, namun ternyata kau berfikir bahwa aku mengganggumu. Mianhae T.T

 

Akhir-akhir ini penyakitku semakin parah, dan aku jadi semakin sering menjalani cuci darah. Awalnya hanya sebulan sekali, namun kini menjadi 2 hari sekali. Itu sangat melelahkan juga menyakitkan T.T tapi aku terus bertahan supaya dapat melihat senyummu. Kau mau tahu cuci darah itu seperti apa? Tanganmu akan dimasuki jarum yang sangat besar dan diambil darah lalu diganti yang baru. Dan paling cepat itu dilakukan selama 4 jam. Ahh bokongku sangat panas karena terlalu lama duduk. Namun aku teringat kamu, dan akhirnya aku semangat lagi😀

 

 

Hingga pada hari itu aku tahu bagaimana perasaanmu yang sesungguhnya padaku. Kakiku menjadi lemas. Aku mendengar seluruh pembicaraanmu dengan Yoona di taman sekolah. Maaf, bukan maksudku penguping, aku hanya ingin tahu apa yang kalian bicarakan. Hahaha.. sama saja bukan? xD

 

Aku selalu pergi ke ruang music jika aku mempunyai masalah. Aku menyanyikan sebuah lagu untukmu. Aku berharap kau mendengarnya, karena aku ingin kau mengetahui isi hatiku padamu. Disetiap bait aku selalu memanjatkan doa untukmu. Berharap hatimu akan terbuka untukku.

 

Saat aku keluar aku bertemu denganmu, dan aku langsung memintamu untuk menjadi kekasihku sekali saja sebelum malaikat maut datang menjemputku. Entahlah, aku hanya merasa kematianku sudah dekat.

 

Aku sangat berharap kau mau menerima perasaanku, setelah itu aku berjanji akan meninggalkanmu selamanya. Jika saja saat itu kau mau menerimaku, mungik aku akan tetap bertahan hidup karenamu. Namun ternyata kau menolakku lagi. jadi aku benar-benar kehilangan alasanku hidup.

 

Sore harinya saat aku diperiksa oleh dokter, ia berkata ginjalku sudah bengkak dan harus segera di oprasi. Ketika aku masuk ruang oprasi aku sudah menyerah.Aku bertemu dengan malaikat mautku, namun kini aku tidakmempunyai alasan untuk bertahan hidup. Kalaupun aku hidup aku tidak akan bisa bersamamu, yang lebih menyedihkan adalah karena kehadiranku sungguh mengganggumu. Biarlah aku pergi supaya kau bahagia. karena kebahagiaanmu adalah kebahagiaanku juga.

 

Bukankah sekarang hidupmu menjadi tenang karena aku sudah tidak ada? Pasti ia kan?😀. Aku harap kau bahagia dengan pilihanmu Sehun.  Dan aku ingin kau tahu bahwa aku selalu mencintaimu hingga aku mati. Saranghae…

 

Park Yuri

 

End yang bener-bener end xD

 

Otte? Ga dapet feelnya ya? Hehe..mian aku belum pernah buat cerita yang menyedihkan sebelumnya. Hehehe,.. jangan lupa komen biar authornya bisa lebih baik lagi ne? gomawo uda mau RCL. *BOW

 

 

 

 

 

 

 

 

 

11 thoughts on “Can You Hear My Heart

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s