One Sided Love

 Gambar

Title : One Sided Love

Genre : Romance, Teenage, School-Life

Author : @jonginshii

Rate : AU

Cast : 

– Kwon Chaeyeon

– Park Chanyeol

Summary :

“Bahkan hanya dengan memandangmu dari jauh itu sudah lebih dari cukup untukku. Terlebih lagi melihatmu tersenyum, ah tidak, melihatmu lewat dihadapanku pun aku merasa sudah sangat beruntung.”

***

Maaf kalau ff ini absurd kacau dan segala macam bentuk yang tidak menyenangkan. exo milik Tuhan dan orang tuanya, tapi FF ini pure bikinan eyke. Maaf kalau ada kesamaan cerita, tapi sungguh ini karangan author yang mulai agak setengah sadar. Ff ini terinspirasi dari lagunya Lee Hi yang One Sided Love 😀 Maaf kalau typo berserakan 😀 happy reading

***

Pagi yang cerah untuk jiwa yang cerah. Hiruk pikuk suasana pagi di sebuah sekolah swasta yang berada di Busan, Cheongdam High School, cukup membuat sebagian murid yang menyukai ketenangan merasa bising.

Seorang namja membuka lokernya dan mengambil beberapa buku yang diperlukannya. Sebuah kotak berwarna putih tiba-tiba terjatuh saat ia mengangkat salah satu buku. Namja itu pun berjongkok dan mengamati kotak itu dengan seksama. “Ige mwoya?” gumamnya begitu pelan. Perlahan dibukanya kotak itu. Sontak saja namja itu tersenyum.

“Babo-ya. Zaman sudah semakin maju, kenapa masih ada yang melakukan hal seperti ini. Haha.” Ucap namja itu kemudian bangkit berdiri, menyimpan kotak itu lalu mengunci pintu lokernya dan beranjak pergi.

Seperginya namja itu seorang gadis keluar dari persembunyiannya di samping loker yang letaknya paling ujung. Gadis itu mengamati punggung namja yang semakin lama semakin menjauh. “Kau beruntung sekali, masih ada orang yang menyukaimu meskipun menunjukkannya dengan cara yang kuno. Haha.” Gadis itu tertawa kecil. Rupanya dia mendengar semua yang diucapkan namja itu.

***

You don’t know if I love you.

Of course you don’t know, cause I just tell my heart

You even don’t hear when I scream that I love you repeatedly

Of course you don’t hear that, cause I’m just scream in my heart

 

“Chanyeol-ssi, bisakah kau yang menggantikan aku untuk piket hari ini? Aku merasa tidak enak badan. Dan aku akan ke dokter. Apa kau keberatan?”

“Anniya. Pergilah ke dokter. Aku akan menggantikan tugas piket.” Sahut namja itu ramah

“Ehm, gomawoyo Chanyeol-ssi.” Ucapnya lagi dan membungkukkan sedikit badannya

“Ya Kwon Chaeyeon, berhentilah bersikap sesopan itu padaku. Kau pikir aku ini pejabat?” Chanyeol menjitak kepala lawan bicaranya yang bernama Chaeyeon itu pelan. Gadis itu hanya mendesis dan mengusap kepalanya.

“Arra arra. Kau ini! Aku sedang sakit, tidak pantas kau menjitakku seperti itu PARK CHANYEOL!!” balas gadis itu dan berteriak saat menyerukan nama Chanyeol

“Aish jinjja, sakit saja kau masih bisa berteriak. Cepatlah ke dokter, sebelum aku menjitakmu lebih dari ini.” Ucap Chanyeol dan berlalu meninggalkan Chaeyeon sendiri di Ruang OSIS.

Chaeyeon tersenyum kecil dan merapikan tasnya. Kemudian segera pergi ke dokter karena supirnya sudah menunggunya di depan gerbang sekolah.

***

Chaeyeon melangkah gontai melewati sepanjang koridor sekolah yang sudah sepi dengan earphone yang terpasang rapi di kedua sisi telinganya. Tidak ada satu orang pun yang berpapasan dengannya. Karena bel pulang sudah berbunyi 15 menit yang lalu.

Penyakitnya sangat sulit untuk disembuhkan

Kemungkinan untuk hidupnya hanya beberapa bulan lagi

Penyakit itu telah menyerang hampir seluruh sel otaknya

Chaeyeon menghentikan langkahnya tepat di depan gerbang sekolah. Ya, gadis berperawakan tinggi dengan wajah yang begitu photogenic, seperti biasa menunggu jemputannya.

“Excuse me.” Tegur seseorang namun tidak diindahkan olehnya. Karena music yang terputar dibalik earphonenya berhasil membuatnya menjadi orang tuli. Tidak menyerah karena memanggil berulang tidak direspon, orang itu pun menepuk bahu kiri Chaeyeon, sontak saja Chaeyeon melepaskan earphonenya dan memandang orang yang menepuk bahunya.

“Wae Chanyeol-ah?” tanyanya lembut dengan tatapan mata yang begitu indah.

“Menunggu supirmu datang menjemput?”

“Ne. Nah dia sudah datang. Sampai bertemu besok, Chanyeol-ah.”

“Kenapa dia jadi pendiam seperti itu?” gumam Chanyeol dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal

***

Chanyeol duduk di meja paling pojok dan langsung berhadapan dengan kaca di sebuah café yang letaknya tak jauh dari Cheongdam High School. Namja tinggi dan berlesung pipi itu menyesap caffucino latte sambil mengutak-atik ponselnya. Sesaat pandangannya teralih melihat keluar melalui kaca yang tembus pandang.

DEG!

Entah mengapa jantungnya berdebar menjadi lebih cepat kali melihat seorang yeoja –yang menjadi objek pandangannya lewat dengan teman-teman sebayanya.

I like you and it’s been a while
All day, I think of you
As I’m walking down the street, listening to music
You suddenly come before my eyes

The movie that my heart is making
Is a special project that only stars you
The title is “My Crush”
And I’m the only audience

Ponsel Chanyeol berhasil mengabadikan foto yeoja itu saat tersenyum. Chanyeol pun ikut tersenyum memandangi objek yang berhasil diabadikannya. Chanyeol pun kembali memandang kearah luar, namun yeoja dan teman-temannya itu sudah tidak ada.

“Mengapa kau begitu pengecut Chanyeol-ah. Memalukan.” Gumamnya dan terus menatap foto yeoja yang berhasil diabadikannya.

***

Dua bulan telah berlalu, hari-hari dijalani Chanyeol seperti biasanya. Bel tanda pelajaran pertama akan segera dimulai pun berbunyi, dengan malas Chanyeol melangkahkan kakinya masuk ke dalam kelas.

Dilihatnya kursi kosong yang ada di depannya. Sudah seminggu terakhir ini kursi itu kosong tak berpenghuni. Kemana dia? Tidak ada kabarnya.

“Sehun-ah, kau tahu mengapa Chaeyeon tidak masuk?”

“Entahlah, tidak ada kabarnya.” Sahut Sehun dan menggidikkan bahunya

Chanyeol terdiam. Entah kemana pikirannya melayang.

***

Chanyeol berdiri di sebuah bukit, di hadapannya terdapat gundukan tanah dan sebuah nisan bertuliskan nama “Kwon Chaeyeon”. Di tangannya sebuah bouquet lily putih terangkai dengan rapi. Dia hanya sendiri disana, sedangkan teman-teman sekelasnya langsung pulang usai pemakaman selesai beberapa saat yang lalu.

“Chanyeol-ah, kau sudah tahu bahwa Chaeyeon—” Sehun menggantungkan kalimatnya

“Apa?” tanya Chanyeol mengernyitkan alisnya

“She suffered from brain cancer, and last night, she passed away peacefully.” Chanyeol membulatkan matanya tidak percaya. “Hari ini pemakamannya. Kita semua akan kesana.”

Chanyeol tersenyum hingga lesung pipinya muncul. “Semoga kau tenang.” Gumamnya

“Apa menurutmu aku begitu bodoh Chaeyeon? Bahkan disaat terakhirmu pun aku masih tidak bisa mengatakan bahwa aku menyukaimu. Ya. Aku menyukaimu sejak awal pertemuan kita berlangsung.”

“Annyeong, aku Kwon Chaeyeon. Senang berkenalan denganmu. Kalau kau memerlukan penghapus, pinjam saja padaku. Karena aku duduk di depanmu. Siapa namamu?”

“Park Chanyeol. Gomawo.”

“Kau gadis yang begitu ceria, baik, cantik, ah aku tidak bisa mendeskripsikan sosokmu di mataku Chaeyeon-ah. Kau pasti tertawa disana melihat kebodohanku. Begitu bodoh bertahun-tahun menutupi perasaanku. Bukan hanya bodoh, aku juga seorang pengecut. Laki-laki macam apa aku ini yang tidak bisa jujur menyatakan perasaannya hanya karena takut menerima penolakan darimu.” Chanyeol menumpukan lututnya di tanah dan meletakkan bouquet lily putih yang sedari tadi digenggamnya.

“Lily putih ini sebagai tanda permintaan maafku. Aku tahu ini tidak cukup. Tapi aku juga tahu bahwa kau sangat menyukai lily putih.” Chanyeol menatap nisan Chaeyeon dengan sendu. Begitu sakit baginya kehilangan orang yang sangat disayanginya selama dua tahun namun hanya bisa dipendamnya. Perlahan Chanyeol mengusap nisan itu. Ingin sekali dia menangis, namun entah kenapa seperti ada sesuatu yang menahannya.

“Baiklah, aku harus pergi sekarang Chaeyeon-ah. Aku yakin, kau pasti tenang disana.” Chanyeol bangkit berdiri

“Na, joha-hae Chaeyeon-ah.” Ucapnya dan tersenyum getir. Aku bisa mengungkapkannya, mengapa tidak dari dulu aku mengatakan ini, batin Chanyeol bergejolak.

“Annyeong.” Ucapnya lagi sebelum meninggalkan tempat itu.

I just need her to be where I can see her
Just as always, with those charming eyes, gestures, words
She just needs to exist, that’s all I need

===FIN===

14 thoughts on “One Sided Love

  1. Yaaah sad ending, ,
    itu ada bgian yg q kurng ngerti, td d awal kn a misterious girl brsmbunyi d ujung dretan loker stlh mnyimpan ssuatu d loker chanyeol, nah skrg knpa mlh chanyeol yg diam2 ska sma c’cwe, , ?
    Apa chanyeol jg g tau lw yg ngsih ssuatu d lokery’ itu a/ cwe yg chanyeol suka ?

    Okeh trus brkrya ya !
    Smangat !

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s