DAMN! I LOVE HER

Gambar

 

TITLE : DAMN! I LOVE HER (Chapter 2)

 

CAST : – OH SEHUN

          – KIM NANA

          – CHOI YEONJU

          – PARK JIHYE

 

AUTHOR : WENNYESS

LENGTH : CHAPTERED

RATING : PG-15

GENRE : SCHOOL LIFE, ROMANCE

 

 

 

CHAPTER 2

prev chapter

“Nana-ya”

seseorang memanggilku. ya kurasa aku tahu siapa pemilik suara itu. mati, kalau dia tau aku sedang sakit bagaimana?

“eoh, sehun-a” aku membalas panggilannya dengan senyuman

“kenapa dengan wajahmu? apa kau sakit?” sehun menempelkan telapak tangannya di dahiku.

“ya kim nana, kau demam! kau main hujan lagi ya kemarin? aku antar kau pulang sekarang ya, kau harus banyak istirahat”

“tidak usah, hahaha. aku baik-baik saja sehun-a”

“tapi tetap sa-“

“ssstt, arasseo arasseo aku akan beristirahat dikelas, kau masuklah ke kelasmu”

“dikelas lagi tidak ada guru”

“jinjja? kalau gitu kau harus temani aku dikelas!” seperti biasa, nana sangat suka memaksa sehun, walau sehun tau nana hanya bercanda.

“arasseo”

 

-at classroom-

 

“ya nana kenapa kau bisa sakit?”

“uri sehunie mulai bawel sekarang, hahaha. aku hanya demam biasa kok”

“apanya yang bi-“

“sehun-a, aku punya sesuatu untukmu”

nana mengeluarkan buku gambar dari lacinya lalu memperlihatkan gambar wajah sehun yang ia gambar

“jjan!”

“ini aku? apa aku terlihat seburuk ini?”

“mwo?! ya! oh sehun, berikan gambar itu padaku, biar aku robek”

“hahaha aniya nana, gambar ini sangat bagus, nanti kalau sudah jadi, berikan ini padaku”

“shireo, aku menggambarnya dengan susah payah dan kau dengan mudahnya memintaku untuk memberimu gambar itu. bukankah kau bilang gambar ini jelek?”

“aku hanya bercanda, kau ini gampang sekali ditipu” sehun mengacak pelan rambut nana

“jinjja neo!” nana mencubit pelan lengan sehun

“aku akan melanjutkan gambar ini, dan kau jangan ribut ya”

“eo” sehun menjawab singkat sambil mengeluarkan hpnya, ia mulai sibuk dengan dunianya sendiri

 

Nana pov

tunggu dulu… kepalaku terasa pusing lagi, pandanganku… pandanganku kabur.

dan.. dilembaran gambaran wajah sehun, sudah terdapat 3 tetes darah. apa ini? darah?! aku mimisan?!

aku langsung menutup hidungku agar sehun tidak melihatnya.

“sehun-a, aku ke wc dulu ya” aku bangun dari kursiku dan berlari secepat mungkin ke toilet, berharap bahwa sehun tidak mengetahuinya.

aku mencuci hidungku yang penuh dengan darah, kepalaku masih terasa sangat pusing, apakah aku harus memberitahu sehun kali ini?

 

Sehun pov

“kenapa anak itu larinya cepat seka- eh? ini kan pensilnya nana?” sehun memungut pensil nana yang terjatuh dilantai lalu menaruhnya kembali keatas buku gambar nana. dan…. apa itu? darah? nana mimisan?!

aku berlari sekecencang mungkin mengejar nana, yang ada dipikiranku saat ini hanyalah nana, aku tidak peduli bagaimana orang menatapku heran gara-gara berlari sekencang ini. begitu sampai di wc aku belum melihat anak itu, kemana di-

“nana-ya!” sehun lalu berlari ke arah nana. namun nana sudah mulai kehilangan kesadarannya, dengan sigap sehun langsung menangkap tubuh nana ke pelukanku. “hampir saja” kata sehun dalam hati

“nana ya! kau baik-baik saja?!”

“aku tidak kuat lagi” nana hanya mengucapkan kata itu dalam pelukan sehun

aku langsung menggendongnya dan membaringkannya ke tempat tidur UKS. pikiranku kacacu sekali, aku melihat wajah nana yang sangat pucat, ditambah beberapa bekas darah disekitar hidungnya. aku membersihkannya dengan perlahan agar ia tidak terbangun.

 

Nana pov

aku membuka mataku dan melihat ruangan yang kukenal, ah ini UKS, aku pasti pingsan. dan… sehun? ia tertidur disebelahku sambil mengenggam tanganku. anak ini pasti kelelahan menungguku. “mianhae sudah membuatmu khawatir” eku melepaskan tanganku dari genggamannya lalu mengelus pelan kepalanya. “gomawo, aku tidak tahu bagaimana jadinya kalau tidak ada kau”

 

==================================================================================

setelah merasa baikan, sehun mengantar nana kembali ke kelasnya

“apa kau tak apa kutinggal?” sehun bertanya sebelum nana memasuki ruang kelasnya

“eo, aku sudah merasa baikan” nana tersenyum

“arasseo, kalau ada apa-apa kau segeralah ke UKS lalu hubungi aku”

“arasseo. aku masuk  duluan” nana melambaikan kecil tangannya kepada sehun, dan sehun hanya mengangguk. nana berbalik lalu berjalan memasuki ruang kelasnya. tapi kemudian langkahnya berhenti, ia kembali berbalik ke arah sehun

“sehun-a”

“eo?”

“gomawo” nana mengucapkan kata itu perlahan diikuti dengan sebuah senyuman

sehun mengerti apa yang dikatakan nana barusan, ia mengangguk lalu berjalan meninggalkan nana.

“nana-ya! kau baik-baik saja? kenapa kau tid-” yeonju sepertinya begitu khawatir melihat kondisi temannya ini

“sstt, aku baik-baik saja yeonju-ya”

“apa ini?” nana mengeluarkan sesuatu dari lacinya. “cokelat? dan sebuah note bertuliskan ‘semoga harimu menyenangkan kim nana^^’, siapa yang memberiku ini?”

“daebak kim nana, ternyata secret admirermu lagi? wah banyak sekali laki-laki yang terpikat olehmu, kau sungguh hebat!” yeonju antusias melihat cokelat dan note tersebut

“ah apaan kau ini, aku sudah mempunyai sehun”

“eh apa jangan-jangan itu dari sehun?”

“sehun bukan pria yang seromantis ini yeonju-ya, dan juga tulisannya tidak sebagus ini hahaha. ini kau ambil saja cokelatnya, aku hanya akan mengambil note ini”

“jinjja?! ah gomawo nana-ya!!”

 

pada break time hari ini, nana dan yeonju memutuskan untuk makan bersama sehun dan kai.

“sehunie, apa kau tahu tadi nana me- aw!” omongan yeonju berhenti karena kakinya diinjak seseorang, begitu ia melihat ke nana, nana sudah menatapinya dengan tatapan sinis ala kim nana.

“me- aw? me apa?” sehun penasaran dengan kelanjutan omongan yeonju

“me.. meng anu.. ah memberikan ku jawaban ketika ulangan tadi”

“jinjja? apa kau yakin jawabanya betul?”

“ya! apa kau meremehkanku sekarang oh sehun?!”

“tidak, hanya-“

“kau ini… lanjutkan makanmu oh sehun!”

“ne kim nana-ssi” sehun membalas jahil ucapan nana tadi, dia hanya bisa tersenyum melihat tingkah laku nana

“setahu aku dikelas kalian tadi gurunya sedang sakit, kenapa bisa ulangan?” kai membuka suara

“KAIIIIII!!!!!!!!” teriak nana dan yeonju dalam hati. untung sehun tidak menggubris perkataan kai barusan, jadi kami tidak ketahuan sedang membohonginya.  sungguh, kenapa yeonju mau mempunyai namching yang blank seperti kai.

“eh besok kan hari sabtu, gimana kalau kita berempat pergi jalan-jalan?” tanya yeonju dengan semangat

“ide bagus, tapi kita mau kemana?” kai juga terlihat semangat dengan ajakan yeonju

“taman bermain? pantai? gunung? apa saja”

“aku lebih memilih ke pantai” kai mengusulkan pendapat

“aku juga” kali ini nana membuka suara

“geurae? kalau gitu kita ke pantai saja”

“tapi aku lebih suka ke taman bermain”

“ya oh sehun, semuanya memilih ke pantai, sudahlah kau mengalah saja sehun-ssi” nana menyenggol tangan sehun dengan maksud jahil

“ah kau ini yeoja-chinguku apa bukan sih? kau bahkan tidak pernah membelaku” sehun menyeloteh namun tiba-tiba terdiam ketika melihat tatapan sinis nana yang seolah berkata ‘kau mau bertengkar denganku?’, “ne kayaknya ke pantai lebih bagus” kata sehun pasrah

 

=================================================================================

malam harinya nana sibuk memikirkan baju apa yang akan ia pakai besok, lalu tiba-tiba hpnya berbunyi, nana membuka pesan tersebut

 

from: Oh Sehun

“kau sudah tidur?”

 

“belum, kau kenapa belum tidur?” balasku

“entahlah, aku hanya ingin berbicara denganmu”

“kau merindukanku? kkk”

“kita baru ketemu disekolah tadi nana-ya, aku tidak selebay itu, kkk”

“jinjja? kau tidak merindukanku?”

“ah wae? kau tidak percaya?”

“tidak, kau betul-betul tidak merindukanku?”

“arasseo arasseo, bogoshipeo. tapi hanya sedikit”

“aish kau ini, tidak apalah sedikit-demi sedikit lama-lama akan menjadi banyak kkkkk”

“kalau kau ada disini, sudah ku jitak kau”

“aku tidak yakin kau setega itu padaku kkk”

 

KRINGG KRINGG

 

“yeoboseyo?”

“ya kim nana, apa kau belum mau tidur juga?” sehun yang sudah capek mengetik memutuskan untuk menelpon nana

“belum, aku belum ngantuk sehun-a, lagipula bagaimana aku bisa tidur kalau kau menelponku”

“arasseo kalau begitu telponnya aku tutup”

“jamkan! ya oh sehun, aku hanya bercanda. kenapa kau se-serius itu padaku?” suara nana mulai terdengar tidak bersemangat

“serius bagaimana maksudmu?”

“sehun-a” kali ini suara nana terdengar serius

“eung?”

“apa kau… apa kau benar-benar mencintaiku?”

“kenapa kau bertanya seperti itu? apa kau mulai tidak percaya padaku?” sehun yang mendengar pertanyaan nana barusan lantas kaget

“aniya, aku selalu percaya kepadamu. hanya.. sering kali, kau terlihat begitu dingin padaku”

“mian” jawabnya singkat

“mian kenapa?”

“aku tahu aku memang tidak sebaik namja-chingu wanita lain, aku bukanlah tipe pria yang mengatakan ‘aku mencintaimu’ setiap hari, aku bukanlah tipe pria yang suka memberi hadiah kejutan pada yeojachingunya, aku bersikap dingin bahkan terhadap yeojachinguku sendiri. mian karena membuatmu merasa seperti itu, tapi asal kau tahu nana, itu caraku mencintaimu. cara yang beda dari pria lain.”

“sehun-a, aku juga bukanlah tipe wanita yang berharap diberi hadiah kejutan kapanpun, dari awal aku sudah tahu bahwa kau berbeda dari pria lain, dan itu yang aku suka dari seorang oh sehun. aku tidak butuh hadiah, aku tidak butuh kata-kata manis. cukup dengan pesan-pesan singkat seperti tadi, cukup dengan perhatian kecil yang kau berikan, cukup dengan selalu berada disampingmu, cukup dengan melihat kearah matamu, aku bisa melihat semuanya, cinta yang begitu hangat darimu, aku bisa merasakannya”

“gomawo nana-ya”

“gomawo?”

“terima kasih sudah mempercayaiku. aku harap kau bisa sabar menghadapi sikap dinginku ini”

“arasseo, mian juga karena tadi aku bertanya pertanyaan yang membuatmu kaget”

“eo. kau masih belum mau tidur juga? kau ini sangat keras kepala”

“arasseo, kau tidur juga ya, awas kalau kau masih bermain game setelah menutup telpon!”

“kau ini, tau sekali. arasseo, aku tutup telponnya”

 

aku tidak menyangka sehun akan mengatakan itu padaku, kata-kata yang begitu….. tulus. sungguh, aku mencintai pria ini.

nana menaruh hpnya di lemari kecil disampingnya, namun begitu ingin menutup mata, hp nana bergetar menandakan ada pesan yang masuk.

oh? ini dari sehun.

 

from: Oh Sehun

coba cek di kantong sebelah kanan tas sekolahmu. aku lupa memberitahumu tadi, ku harap kau menyukainya. selamat malam, Kim Nana.

 

tas? nana dengan sigap mengambil tas sekolahnya dan membuka kantong sebelah kanan lalu melihat sebuah kotak pink yang sangat indah. nana membuka kotak itu dan… kalung yang sangat indah dengan mainan yang berbentuk hati yang menghiasi dan membuat kalung tersebut semakin indah. dan.. dibawah kalung itu ada sebuah note beruliskan “Aku mencintaimu, Kim Nana”. betapa terkejutnya nana, ia tak menyangka bahwa perhatian sehun lebih dalam dari yang ia pikirkan. nana lalu mengambil hpnya lalu mengetik sebuah sms untuk sehun.

 

TO: Oh Sehun

Sehun-a, kalung ini sangat indah!! terima kasih banyak, akan kurawat kalung ini baik-baik^^ kau tidurlah sana. selamat malam! aku mencintaimu, Oh Sehun.

 

“send” kata nana dalam hati.

sehun yang telah membaca pesan dari nana barusan tersenyum, “baguslah kalau kau menyukainya” kata sehun dalam hati.

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

 

sehun pov

setelah selesai pelajaran Eli saem, bel akhirnya berbunyi. namun sebelum aku berjalan keluar kelas tiba-tiba salah satu teman kelas nana berlari ke arah laki-laki dikelasku yang sedang berkumpul.

“yaaa! yedeura! kim nana!”

apa? dia menyebutkan nama nana? aku menghentikan langkahku lalu kembali duduk ke kursiku, ada apa mereka menyebutkan nama nana?

 

9 thoughts on “DAMN! I LOVE HER

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s