Truly, You Are My Love (Chapter 2)

Gambar

Tittle              : Truly, You Are My Love (Chapter 2)

Author           : Jung Hye Ah

Length           : Chaptered

Genre             : Romance, school life, friendship, family

Main cast      : Choi Hye Jin (OC)

Park Chanyeol

                         Kim Jong In a.k.a Kai

                        Lee Hyo Ah (OC)

Support cast : Byun Baekhyun

                        Choi Siwon

                        Choi Yoon Ah

                        Akan bertambah sesuai chapternya

Ratting          : PG 15

Disclaimer    : Anyeong chingu, perkenalkan aku pendatang baru di sini. Hehe… FF ini murni hasil pemikiranku. Kalau para castnya sih udah pasti milik orang tua dan managementnya. J WARNING !!! TYPO bertebaran,, harap dimaklumi. ^^ Happy reading chingu n please don’t be silent reader. J

Chapter 2

Hyejin POV

Jadi bangku ini sudah ada pemiliknya. Akupun berdiri dengan malas.

“Hye jin ssi, kau duduk di sini saja” sahut seorang yeoja yang berada di barisan sebelah.  Ia menunjuk bangku yang berada tepat di sebelah bangku orang yang bernama Kai yang hampir kududuki tadi. Bangku yang berada tepat di belakang yeoja itu.

“Ne”

“Perkenalkan aku lee ahreum, kalau kau butuh bantuan jangan segan mengatakannya padaku”

“Ne, kamsahamnida ahreum ssi”

Ahreum hanya menjawab dengan tersenyum, lalu kembali membalikkan badan ke depan bersiap mengikuti pelajaran hari ini.

_ _ _

Author POV

Baekhyun berjalan santai ke rumah hye jin dan langsung naik ke kamar hye jin yang berada di lantai dua rumah tersebut.

“Hye jin-a, apa kau di dalam?”

“Ne, apa itu kau baekhyunnie? Masuklah, pintunya tidak dikunci”

Baekhyun membuka pintu kamar. Ia melihat hye jin yang asyik dengan komputernya.

“Kau sedang apa?”

“Aku sedang melihat fotoku bersama teman-teman di sekolahku dulu, aku sangat merindukan mereka” terlukis raut sedih di wajah hye jin.

“Sudahlah hye jin-a, jangan bersedih seperti itu, lihat wajahmu menjadi semakin jelek”

“YA Byun Baekhyun, berani sekali kau mengataiku jelek” teriak hye jin.

“Hahahaha, mianhe aku hanya bercanda, kenapa kau galak sekali eoh?”

 

Hye jin memandangi baekhyun dengan wajah kesalnya.

“Kau jangan memandangku seperti itu saeng, aku ke sini kan untuk mengajakmu jalan-jalan”

“Jeongmal? Aku mau,, aku mau. Kau tau saja kalau aku sedang merasa bosan. Kita mau ke mana oppa?” sahut hye jin sambil ber puppy eyes ria.

“Ck, dasar , tadi baru saja kau membentakku, sekarang kau sedang mencoba bersikap manis padaku eoh?”

“Ya, cepat jawab pertanyaanku, kita mau pergi ke mana?”

Baekhyun hanya bisa menarik nafas dalam menghadapi sifat ketus sepupunya itu.

“Kita akan ke pantai”

“Pantai??  Johaeyo” Mata hye jin berbinar-binar membayangkan ia akan bermain dan menikmati pemandangan di pantai.

“Kenapa kau masih di sini? Cepat keluar, aku ingin ganti baju”

“Ck, tidak bisakah kau bersikap lebih sopan sedikit nona Choi Hye Jin?” Baekhyun berjalan menuju pintu sambil geleng-geleng kepala. ‘Kenapa aku bisa dapat sepupu segalak dia?’ gumam baekhyun.

 

15 menit kemudian…

 

“Aku sudah siap” hye jin turun dari kamarnya.

“Eomma, aku dan baekhyun pergi dulu ya”

“Bibi, kami permisi” sambung baekhyun.

“Ne, hati- hati di jalan ya, dan jangan pulang terlalu malam” sahut eomma hye jin.

“Ne” sahut hye jin dan baekhyun bersamaan.

“Kajja” ajak baekhyun.

_ _ _

Sesampainya di pantai hye jin langsung berlari ke bibir pantai. “Baekhyunnie, tempat ini indah sekali” ucap hye jin setengah berteriak.

“Tentu saja, sejak di Junior High School aku sudah sering ke sini bersama teman-temanku”

“Jinjja? Lalu apa yang kau lakukan?”

“Kami bermain dengan ombak”

“Permainan macam apa itu? Aku tidak pernah mendengarnya?”

“Kau mau mencobanya? Kemarilah” Baekhyun mengajak hye jin sedikit memasuki air laut. Setelah berada di kedalaman air laut yang mencapai lutut, baekhyun mengajak hye jin berhenti. Ia pun menggenggam tangan hye jin.

“Kau siap-siap ya. Satu.. dua .. tiga.. Yoohoo” baekhyun berlari sambil menarik tangan hyejin untuk menghindari kejaran ombak yang sedang bergulung di tepi pantai.

“Wah, ini sangat menyenangkan, ayo kita ulangi”  ucap hye jin. Akhirnya mereka melanjutkan permainan mereka tersebut. Beberapa saat kemudian mereka berdua merasa letih dan memutuskan untuk berhenti.

“Hye jin-a aku letih. Kita berhenti dulu ne?”

“Baiklah” hye jin dan baekhyun berjalan kea rah bangku yang ada di dekat pantai. Mereka duduk sambil melepas lelah setelah bermain. Tiba-tiba ponsel hye jin berdering. Di sana tertulis nama penelpon yang merupakan sahabat hye jin yaitu hyo ah. Hye jin menerima panggilan itu.

Hye jin-a apa kabar?” hyo ah memulai pembicaraannya.

“Baik, kau apa kabar cerewet?”

Aku juga baik nona ketus, kau sedang apa?

“Aku baru saja bermain ombak bersama sepupuku hyo ah. Kau harus mencobanya sendiri. Ini sangat menyenangkan”

Jinjja? Sepertinya benar-benar menyenangkan. Aku juga mau bermain ombak. Tapi bagaimana caranya aku ke sana. Aku tidak bisa meninggalkan sekolah. Apa aku bolos saja ya? Tapi appa pasti appa akan memarahiku. Atau aku minta kepada appa mengajakku ke sana saat liburan nanti? Menurutmu bagaimana hye?

“Huft, hyo ah sepertinya kemampuan cerewetmu itu semakin hari semakin terasah saja. Aku tak bisa mengingat apa yang kau bilang barusan karena kau tidak berhenti berbicara. Setidaknya berilah jeda sedikit agar aku bisa memahami kata-katamu”

Mianhe hye, tapi untuk yang satu itu sepertinya agak sulit. Hehe …”

“ Ya sudahlah. Oh ya, apa kau mengetahui kabar tentang Luhan oppa? Aku sudah sering menghubunginya, tapi dia tidak pernah menjawab panggilanku”

“Masalah itu… itu… aku juga tidak mengetahuinya hye. Satu bulan belakangan sejak kau pindah aku jarang bertemu dengannya”

“Benarkah? Sayang sekali” terdengar nada kecewa dari kalimat hye jin.

“Hye, sekarang aku ingin menemani eomma keluar, telponnya aku tutup ya. annyeong”

“Ne, annyeong hyo ah”

 

Hyo Ah POV

“Hye jin-a apa kabar?”

“…”

“Aku juga baik nona ketus, kau sedang apa?”

“…”

“Jinjja? Sepertinya benar-benar menyenangkan. Aku juga mau bermain ombak. Tapi bagaimana caranya aku ke sana. Aku tidak bisa meninggalkan sekolah. Apa aku bolos saja ya? Tapi appa pasti appa akan memarahiku. Atau aku minta kepada appa mengajakku ke sana saat liburan nanti? Menurutmu bagaimana hye?

“…”

“Mianhe hye, tapi untuk yang satu itu sepertinya agak sulit. Hehe …”

“ …”

Masalah itu… itu… aku juga tidak mengetahuinya hye. Satu bulan belakangan sejak kau pindah aku jarang bertemu dengannya ‘Aku ragu menjawab pertanyaan hye jin yang satu ini. Mengapa dia harus menanyakan tentang Luhan oppa?’ gumamku dalam hati.

“…”

Dari jawabannya aku tahu bahwa ia merasa kecewa tidak mendapatkan kabar dari orang  yang diharapkan. Aku pun merasa menjadi sedikit canggung berbicara dengan hye jin. Akhirnya aku mencoba mencari alasan untuk mengakhiri percakapan ini.

“Hye, sekarang aku ingin menemani eomma keluar, telponnya aku tutup ya. annyeong”

“…”

Hye jin-a, apa yang harus kulakukan padamu. Tidak mungkin aku mengatakan yang sejujurnya bahwa Luhan oppa sekarang sedang dekat dengan gadis yang sekelas dengannya. Eottokhae hye?

 

Author POV

“Hye jin-a, sudah sore, bagaimana kalau kita pulang sekarang?”

“Baiklah”

“Tapi sebelumnya kau temani aku dulu ke toko buku. Ada buku yang sangat ingin kubeli. Kau mau kan?”

“Ok, sir” jawab hye jin dengan intonasi suara yang imut.

“Haha.. kau lucu sekali. Kalau begitu ayo kita pergi sekarang”

Baekhyun dan hye jin berjalan ke toko buku. Beberapa menit kemudian mereka sampai ke tempat yang dituju. Letak toko buku tersebut tidak jauh dari pantai tempat mereka bermain.

“Baekhyunnie, aku tunggu di luar saja ya. Aku akan duduk di halte itu” tunjuk hye jin mengarah pada halte yang berada tidak jauh dari toko buku.

“Wae? Sebaiknya kau masuk saja, mana tau ada buku yang menarik hatimu”

“Tidak perlu baekhyunnie, aku sedang tidak mood untuk melihat-lihat buku”

“Baiklah kalau begitu” baekhyun masuk ke toko buku dan hye jin duduk di halte yang ditunjuknya tadi. Ia mengambil headseatnya dari dalam tas dan memasangkannya ke ponsel. Hye jin mulai bersenandung kecil mengikuti alunan musik dari mp3 di ponselnya. Tanpa ia sadari ada seorang namja yang sedang memperhatikannya dari seberang jalan.

Beberapa saat kemudian ia menatap lurus ke depan. Tak sengaja ia mendapati seorang namja yang seperti sedang memperhatikannya dari halte yang ada di seberang jalan. “Mwoya? Apa dia sedang melihatku?” Tiba-tiba teman namja tersebut datang dengan setengah berlari. Mereka berbicara sebentar dan kemudian beranjak pergi meninggalkan tempat tersebut.

 

Kai POV

Saat ini aku sedang duduk di halte sambil menunggu sahabatku chanyeol. Hari ini chanyeol memintaku menemaninya mengunjungi makam ibunya. Aku melihat seorang gadis yang berjalan dengan seorang laki-laki menuju toko buku yang ada di seberang jalan. Setelah berbincang sebentar, laki-laki itu masuk ke dalam toko buku dan gadis yang bersamanya duduk di halte yang berseberangan dengan aku. Entah kenapa aku merasa tertarik untuk memperhatikannya. Beberapa saat kemudian ia mulai asyik dengan kegiatannya.  Selang beberapa saat ia mengangkat kepalanya dan menatap lurus padaku. Aku sangat terkejut. Kenapa jantungku berdetak sangat cepat saat mata kami bertemu? Dan harus kuakui dia memang gadis yang manis. Tiba-tiba chanyeol datang dengan setengah berlari.

“Kai, maaf aku terlambat. Hhh..hhh..” ucap Chanyeol sambil menarik nafas cepat.

“Kwaenchanha, kita pergi sekarang?”

“Ne, kajja”

 

 

Author POV

“Eomma, kami pulang. Huft hari ini sungguh melelahkan.”

Hye jin masuk diikuti Baekhyun yang tersenyum ramah kepada Yoon Ah.

“Kalian sudah pulang? Pas sekali, eomma juga baru selesai memasak ”.

“Ne, bibi ” sahut Baekhyun.

“Apa perjalanan kalian tadi menyenagkan?”

“Sangat menyenangkan eomma. Bacon jelek ini berhasil membuat rasa bosanku hilang””

“Hye jin-a, apa kau tidak bisa memberikan gelar yang sedikit terhormat padaku? ”

Hye jin berlagak pura-pura tidak mendengar dan malah asyik memasukkan lauk ke piringnya.

“Sudah, jangan bertengkar lagi, kalian berdua cobalah bersikap lebih dewasa. Terutama kau Hye jin-a.” Yoon ah berusaha menengahi.

“Nega wae?”

“Tentu saja sudah sewajarnya kau bersikap dewasa chagi, umurmu sudah 16 tahun, lagipula Baekhyun itu lebih tua 1 tahun darimu. Bukankah seharusnya kau memanggilnya oppa?”

“Apa harus aku memanggilnya seperti itu eomma? Wajahnya saja terlihat lebih imut daripada aku. Dia lebih cocok menjadi dongsaengku eomma. Hihi..”

Baekhyun yang duduk berhadapan dengan hye jin itupun langsung memberikan tatapan mematikannya. “YA, neo…”

Belum sempat Baekhyun menyelesaikan kalimatnya, hye jin langsung mengambil langkah seribu dan berlari menuju kamarnya, menghindari amukan Baekhyun.

 

_ _ _

 

“Hye jin-a ireona. Ini sudah pagi, cepat bersiap-siap ke sekolah”.

Hye jin menyingkap selimut yang menutupi kepalanya. “Ne, eomma.” Mengetahui anaknya sudah bangun, Yoon ah langsung turun ke dapur untuk mempersiapkan makanan untuk suami dan anaknya.

Sementara itu hye jin di kamar sedang menggerutu menyadari kesalahannya yang tidur terlalu larut sehingga pagi ini matanya terasa berat untuk dibuka. Ya, tadi malam hye jin keasyikan menonton kaset drama yang baru dibelinya. Setelah menonton beberapa episode, ia baru menyadari bahwa jam di dinding sudah menunjukkan pukul 02.00 dini hari.

“Hoam,, aku masih mengantuk” hye jin berjalan dengan setengah hati, mengambil handuk dan langsung mandi. Setelah merasa rapi, ia langsung turun menuju ruang makan. “Morning eomma, appa” sapa hye jin pada orang tuanya saat ia sudah sampai di meja makan. “Morning my dear” sahut appa hye jin sementara eommanya hanya membalas dengan senyuman.

_ _ _

Hye jin sampai di sekolah 20 menit sebelum bel masuk berbunyi. ”Sepertinya aku masih punya waktu untuk tidur” Ia merebahkan kepalanya ke atas meja dan melanjutkan aksi(?) tidurnya.

_ _ _

 

“Kai, kau masuk hari ini?” Tanya Chanyeol pada sahabatnya yang baru datang.

“Ne, aku sedang bosan di rumah” Kai duduk di bangkunya. Tiba-tiba ada suatu pemandangan yang sangat menarik hatinya yang membuatnya mulai memperhatikan gadis yang sedang tertidur pulas di bangku sebelah.

“Siapa dia?” Kai bertanya sambil mengarahkan kepalanya pada gadis tersebut.

“Oh, dia anak baru pindahan dari Seoul. Baru masuk sekitar satu bulan yang lalu. Namanya Choi Hye Jin. Wah, sepertinya kau benar-benar sudah lama absen Kai. Kau sudah banyak ketinggalan berita”.

Kai hanya mengangguk- angguk mendengar penjelasan Chanyeol. ‘Jadi namanya Choi Hye Jin’ gumamnya dalam hati. Kai pun tersenyum sambil menatap hye jin yang masih terbang di alam mimpinya.

_ _ _

Hye Jin POV

“Mwoya?” Aku terbangun karena suara berisik di sekelilingku. Kulihat seisi kelas sedang berbicara sambil setengah berbisik satu sama lain. Kulirik jam tangan yang melingkar manis di pergelangan tangan kiriku. Masih 5 menit sebelum bel masuk. Kupikir tadi  saem sudah datang dan membuat para siswa ini sibuk mempersiapkan alat-alat tulis mereka sehingga membuat keadaan berisik. Arrgh, mereka mengganggu tidurku. Kuarahkan pandanganku ke bangku yang berada di depan. Ternyata Ahreum sudah datang. Kuayunkan tanganku ke pundak Ahreum bermaksud memanggilnya. Dia pun menoleh padaku.

“Ahreum ssi, kenapa orang-orang di kelas  rebut sekali?”

“Oh itu karena ‘dia’ datang”

“Dia?? Dia siapa?”

“Kim Jong In, namja yang duduk di bangku sebelahmu. Kau tau, dia adalah siswa yang dianggap nakal oleh guru, tentunya bukan dia saja, Chanyeol juga termasuk, mereka berdua berteman akrab. Selain itu mereka juga banyak diidolakan oleh gadis-gadis di sekolah ini. Kau bisa lihat sendiri, mereka berdua tampan. ”

“Arra, sepertinya badboy sedang populer di kalangan gadis saat ini. Tapi kenapa aku merasa tidak pernah melihat Kim Jong In itu sebelumnya di kelas?”

“Sejak awal kau datang dia memang belum pernah masuk. Dia memang seperti itu, masuk sekolah hanya saat dia mau”

“Mwo? Bukankah seharusnya dia sudah dikeluarkan dari sekolah kalau begitu?”

“Seharusnya memang begitu. Tapi dia adalah cucu salah satu donatur tetap di yayasan sekolah kita ini. Sepertinya sekolah sedikit segan untuk mengeluarkannya karena status neneknya itu”.

“Oh, begitu ternyata”

“Selamat pagi anak-anak, sekarang keluarkan buku cetak kalian dan buka halaman 68”  akhirnya suara guru matematika Kwon saem membuat obrolanku dengan Ahreum terhenti.

 

_ _ _

Aku sedang berjalan sendirian keluar dari gerbang sekolah. Suasana sekolah sudah sepi. Sekolah sudah usai sejak satu jam yang lalu. Namun tadi aku memutuskan untuk mengerjakan tugas yang diberikan guru sejarah di perpustakaan  terlebih dahulu.

Saat melewati sebuah gang sempit yang berada sekitar 300 meter dari sekolah, aku mendengar suara gaduh seperti suara orang yang sedang berkelahi. Karena rasa penasaranku yang sangat tinggi akupun mencoba masuk ke dalam gang tersebut. Di sana aku melihat pemandangan yang sangat tidak mengenakkan. Seorang laki-laki yang sudah babak belur dihajar oleh beberapa laki-laki lain.

‘Ckckck.. 5 lawan 1. Sepertinya itu pertarungan yang tidak adil’ kataku dalam hati.

“YA, sudah kubilang jangan ikut campur urusan kami!! Kau ingin berlagak seperti seorang pahlawan eo!!” salah satu dari 5 laki-laki yang berkelompok itu mulai bersuara.

Laki-laki yang sudah terduduk tak berdaya itu malah menyeringai, “apa kalian bangga memeras dari orang-orang lemah seperti itu HAH?? Kalian memang pecundang”

Ucapan laki-laki itu sukses membuatnya mendapatkan pukulan dan tendangan bertubi-tubi dari ke 5 orang yang berdiri mengelilinginya tersebut. Setelah puas menghajar lawannya, ke 5 laki-laki itu pergi begitu saja.

‘Oh Tuhan, mereka berjalan ke arahku. Eottokhe. Aku harus sembunyi.’ Beruntung di sana ada tumpukan kardus yang dapat menutupiku. Beruntung mereka tidak mengetahui keberadaanku. Aku kembali melihat ke arah laki-laki yang dipukuli tadi, dia masih diam di tempat itu. Kulihat sekujur tubuhnya penuh luka-luka. Terlebih lagi di wajahnya. Seketika mataku langsung membulat.

‘Bukankah laki-laki itu….’

 

TBC

 

 Gimana chingu?? Agak sedikit gaje pasti.. hehe

Gomawo buat yang udah baca..

jangan lupa tinggalkan comment, kritik dan sarannya y…

^^

13 thoughts on “Truly, You Are My Love (Chapter 2)

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s