Because Dream…

Because Dream…

Beautiful Autumn Scenery Wallpapers 112

Author : Fantastic818

Cast :

Oh Sehun

Han Seul Rin

Xi Luhan

Han Rara

etc.

Genre   : School Life, Romance, etc.

Disclaimer : Ini FFku, murni dari pikiran dan imajinasi saya sendiri. Jangan plagiat ! Semua cast milik mereka sendiri (Kecuali Seul yang merupakan milik Author)

 

FF ini pernah dipublish Di Blog Pribadi ,, jadi kalau pernah membaca FF yang sama silahkan lihat nama Authornya dulu jangan asal nuduh plagiat dan bagi readers jangan PLAGIAT ya,,

Author pov.

Seorang namja sedang berlari, dibelakangnya terdapat sekumpulan pria berbaju hitam yang mengejarnya.

“Oh Sehun ! Jangan lari kau !” Teriak seorang namja yang berada diposisi paling depan yang sepertinya Bos dari kumpulan namja itu, Sehun –Namja yang dikejar- pun semakin ketakutan, keringatnya mulai bercucuran. “Seseorang, kumohon tolong aku” Gumam Sehun.

‘Brakk’

Ia tersandung batu yang cukup besar yang membuatnya tersungkur. Sekumpulan namja yang mengejarnyapun tersenyum senang, “Sudah kubilang jangan lari, lihat sekarang kau malah tertangkap” Ucap sang Bos sambil tertawa bahagia, lama-kelamaan Sehun mulai dapat melihat sosok namja itu. “Luhan hyung ?” Gumamnya, ia tak yakin namja yang didepannya ini adalah hyungnya yang ia sayangi. “Waeyo ? Kau kaget Sehun~ah ?” Tanya Luhan dingin, Sehunpun terdiam. “Kau tahu, aku iri padamu. Semua yang ingin aku miliki dapat kau miliki, asalkan jangan yeoja yang kucintai Sehun~ah. Aku sudah tersiksa dengan semua ini, kau mengambil semuanya ! Sekarang, aku tak akan mengijinkanmu hidup !” Teriak Luhan, kemarahannya mulai berkobar-kobar, rasa sakitnya sudah tak dapat ditahan lagi. Luhan mulai mengayunkan pisaunya ke arah wajah Sehun.

“Berhenti !” Teriak seorang yeoja yang menghentikan aktifitas Luhan, “Oppa, aku tak menyangka kau seperti ini” Ucap yeoja itu, karena keadaan sedang gelap, Sehun tak dapat melihat wajah yeoja itu dengan jelas. “Saranghaeyo” Ucap Luhan pada yeoja itu, “Oppa bilang oppa mencintaiku ? Tapi oppa membiarkan hatiku sakit, jika oppa membunuhnya itu sama saja oppa membunuhku oppa. Kumohon jangan bunuh Sehun, oppa” Ucap gadis itu lirih, Luhan terdiam. Gadis itu mendekati Sehun dan memeluknya, “Oppa, kajja kita pergi !” Ajak yeoja itu, Sehunpun menyetujuinya.

‘Sreekk’

Aliran darah membasahi tubuh Sehun, gadis itu terhuyung dan akhirnya jatuh ke pelukan Sehun. Air mata keduanya mengalir deras, “Op…pa ul…ji…ma. Ul…jima, ak…aku sayang op..pa” Ucap yeoja itu lirih.

~~~~~

“Hosh hosh” Sehun mengatur napasnya yang tak teratur, ia memegangi dadanya yang berdetak kencang. “Mimpi itu datang lagi, ada apa sih dengan mimpi itu. Mengapa selalu menghantuiku ?” Gumamnya.

Tiba-tiba datanglah seorang namja yang mirip dengannya, “Kau kenapa Sehun~ah ?” Tanya Luhan khawatir, Sehun menggeleng lemah. “Apa mimpi itu datang lagi ?” Tanya Luhan. Ya, Luhan memang mengetahui mimpi buruk Sehun yang ada hubungannya dengannya. Sehun menjawabnya dengan anggukan. Luhan menghela napasnya berat, “Kalau begitu lupakan saja, besok kita ada test” Ucap Luhan, entah mengapa Sehun hanya menurutinya.

-Keesokkan Harinya-

“Hyung, aku masuk dulu” Pamit Sehun, Luhan mengangguk dan merekapun berpisah.

Sehun duduk dikursinya sambil melihat kearah jendela, tak lama kemudian seorang yeoja menghampirinya,

“Oppa, ayo kita jalan-jalan” Ajak Rara sambil memegang tangan Sehun. Sehun menghempaskan tangannya sambil membentak “Jangan pernah kau menggangguku Han Rara ! Aku muak denganmu” “Waeyo oppa ? Mengapa oppa muak denganku ?” Tanya Rara lirih, “Pikirkan apa salahmu kemudian renungkanlah” Ucap Sehun lalu meninggalkannya pergi.

Sehun berjalan tak tentu arah, ia berjalan dengan langkah terburu-buru. Hatinya sesak, ia teringat saat ia melihat Rara –Mantan yeojacingunya- berciuman dengan sahabatnya sendiri, Byun Baekhyun. Maka dari itu, sikapnya mulai dingin kepada semua orang kecuali Hyungnya, Luhan. Baginya, Luhan adalah Hyung terbaik meskipun mereka bukan kakak adik, mereka hanya sepupuan.

‘Braakk’

“Awww, appo~yo”

Sehun menabrak seseorang, ia melihat yeoja yang berambut kepang dan berkacamata. Entah mengapa, Sehun sontak menolong gadis itu. Sehun meraih tangannya dan mencoba menarik tangan yeoja itu agar berdiri, “Gomawo” Ucap yeoja itu, Sehun tersenyum dan menjawab “Ne, cheonma”.

“Eum, aku pergi dulu ne ? Aku mau mengurusi berkas-berkasku, annyeong” Pamit yeoja itu, ia mulai berjalan menjauhi Sehun namun “Changkaman ! Biar kuantar, mau tidak ?” Tawar Sehun namun yeoja itu tersenyum sambil menggeleng, “Gwenchana, Eonniku sudah memberitahukanku dimana letak ruang guru. Oh iya, namaku Han Seul Rin, kau bisa memanggilku Seul” Ucap Seul sambil mengulurkan tangannya, Sehun meraihnya dan menggenggamnya ‘Hangat’ Batin Sehun, “Aku Oh Sehun, kau bisa memanggilku Sehun” Balas Sehun, Seul melepas genggaman tangan Sehun lalu tersenyum, “Semoga kita dapat bertemu lagi ne Sehun~ssi” Ucap Seul lalu pergi meninggalkan Sehun sendirian.

“Ada apa denganku ? Mengapa dadaku berdegup kencang ?” Gumam Sehun sambil memegang dadanya, “Ah, sudahlah. Lebih baik aku ke kelas, bukankah hari ini ada test matematika” Ucapnya sambil pergi menuju kelasnya.

-Di Kelas-

“Sehun~ah, kau darimana saja eoh ?” Tanya Rara khawatir, “Tak ada urusannya denganmu” Jawab Sehun dingin, ia berjalan menuju bangkunya yang disamping kanannya kosong, yup ! Sehun duduk sendirian, dia tak mau ada seorangpun yang duduk disampingnya.

“Sehun~ah, kau masih marah padaku ?” Tanya Rara yang menduduki kursi disamping Sehun, Sehun membelakan matanya, “Sudah kubilang, tak ada seorangpun yang boleh duduk disini !” Bentak Sehun pada gadis itu, Rara merasa ketakutan, matanya berkaca-kaca dan hampir mengeluarkan air matanya.

“Sehun~ah, kau boleh marah padaku tapi kumohon jangan membenciku ne ? Aku tahu aku salah Sehun~ah, mianhae Sehun~ah, mianhae” Ucap Rara lirih, Sehun mendengus “Pergi ! Jangan pasang aktingmu yang tidak bermutu itu, aku membencinya !” Bentak Sehun lagi, murid-murid yang berada di dalam kelas merasa ngeri melihat wajah Sehun yang sudah marah itu, mereka tahu kalau Sehun marah pasti ada sebabnya dan itu adalah Rara. Dari awal, semuanya tak setuju dengan hubungan Sehun dengan Rara karena sifat Rara yang licik dan sombong, dia tidak pantas bersanding dengan Sehun yang merupakan Super Star di sekolahnya.

“Sehun~ah, mi-“ “Annyeong semuanya, hari ini kita kedatangan murid baru. Yak ! Han Rara mengapa kau disana ?” Teriak Seo Seongsangnim tak percaya, Rarapun berjalan gontai menuju bangkunya –Yang asli-.

“Baiklah, Saem lanjutkan. Yeoja ini sangat pintar, sebenarnya dia masih SMP sih. Sekolahnya di Cheongdam Middle School, kalian tahu kan ?” Tanya Saem dan dijawab anggukan oleh para murid. “Baiklah, ayo masuk” Perintah Seo Saem halus.

Seorang yeoja masuk lalu menundukkan kepalanya sopan, “Annyeong haseyo, Han Seul Rin inmida. Kalian bisa manggilku Seul” Ucap Seul sambil membungkukkan badannya 90 derajat.

Sehun melihat kearah Seul, ia tersenyum. “Seul~ah, kau boleh duduk disamping Sehun. Saem yakin pasti kau tahu karena hanya tempat duduk disampingnya yang kosong” Jelas Seo saem, Seul mengangguk “Ne, gomawo Saem” Ucapnya lalu berjalan kearah bangku disamping Sehun. Seul tersenyum pada Sehun dan begitu pula sebaliknya.

“Mereka cocok ya ?” Bisik seorang murid, “Iya, Seul sepertinya gadis yang lembut. Tidak seperti nenek sihir itu” Balas teman sebangkunya sambil menggerakkan matanya ke arah Rara, “Iya, lihat tuh ! Seul sama Sehun sama-sama tersenyum, so sweet banget” Ucap murid yang pertama dan dibalas anggukan oleh temannya.

Rara mendengar bisikan kedua orang itupun menghentakkan tangannya diatas meja, “Yak ! Seul ! Pergi kau !” Teriak Rara, Seul tampak bingung. “Jangan sok polos deh, lebih baik kau pergi dan urusanpun selesai” Lanjut Rara, “Harusnya kau yang pergi Rara !” Bentak Sehun melindungi Seul, semua murid terkagum, baru kali ini Sehun melindungi seorang yeoja meskipun Rara mantan yeojacingunya tapi ia tak bernah melindungi Rara sekalipun.

“Berhenti ! Han Rara sudah cukup kau membuat masalah, pergi kau dari kelasku !” Teriak Seo Saem kesal melihat murid didiknya yang tak bermoral ini. Rara semakin kesal, ia berjalan keluar meninggalkan kelasnya.

“Seul~ah, mianhae. Dia -Rara- memang selalu seperti itu saat di kelas” Ucap Seo Saem sambil menundukkan kepalanya.

“Dia memang selalu membuat masalah seperti yang diucapkan Saem barusan” Ucap Sehun menenangkan Seul, Seul mengangguk lalu tersenyum

-Pulang Sekolah-

“Seul~ah, mau pulang denganku ?” Ajak Sehun, Seul terdiam “Aku ada janji dengan seseorang, mianhae Sehun~ah” Jawab Seul dengan raut wajah menyesal. “Ah, gwenchana. Kalau begitu, annyeong” Pamit Sehun dan akhirnya pergi.

Seul mengayuh sepedanya menuju sebuah tempat bernama ‘Han Byul Laundry’ . Ia memasuki tempat itu dan disambut oleh seorang yeoja, “Annyeong Seul~ah, makan dulu ne ? Setelah itu istirahat” Ucap yeoja itu, “Ani Ajjumha, aku sudah makan. Baju yang akan diantar ketempat Luhan oppa mana ?” Tanya Seul, Ajjumhanya mencari-cari baju yang dicari lalu memberikannya pada Seul. “Ini, bagaimana sekolahmu ? Apa kau bertemu Eonnimu ?” Tanya Ajjumhanya, Seul mengangguk “Kami bahkan sekelas, ia tadi marah padaku gara-gara aku sebangku dengan seorang namja” Jawab Seul sambil mengganti pakaiannya diruang ganti. “Namja ? Nugu ? Tampankah ?” Tanya ajjumhanya antusias, “Ne, wajahnya mirip dengan Luhan oppa. Namun tetap saja mereka berbeda” Jawab Seul, “Jinjja ? Wah, persainganmu makin ketat dengan Rara, Seul~ah” Ucap Ajjumhanya.

‘Sreekk’

Gorden dan pintu ruang ganti terbuka, “Ajjumha, kau tahu tidak ?” Tanya Seul, “Tidak, kau bahkan belum memberitahu Ajjumha” Jawab Ajjumhanya dengan nada bercanda, “Tadi malam aku bermimpi bahwa aku dibunuh didepan seorang namja yang bernama Oh Sehun itu” Cerita Seul panjang lebar, “Jinjja ? Mimpi hanya bunga tidur, jangan dipikirkan” Ucap Ajjumhanya, “Hmm, arraseo. Aku pergi dulu ne, Ajjumha. Annyeong !” Pamit Seul, Ajjumhanya melambaikan tangannya melepas kepergian Seul.

“Semoga kau selamat sampai rumah, Seul~ah” Gumam Ajjumhanya

-Rumah Luhan-

‘Ting Nong’

Bel rumah Luhan berbunyi, tak lama kemudian Luhan keluar dan membukakan pintu untuknya.

“Gomawo, masuklah Seul~ah” Ajak Luhan dan Seulpun menurutinya, “Eh ada tamu, lho Seul ?” Tanya Sehun heran mengapa ada Seul disana, “Ne, Sehun~ah. Aku mengantar cucian Luhan oppa” Jelas Seul, Sehun menggangguk mengerti. “Lho, kalian sudah saling kenal ?” Tanya Luhan heran, Double Se itupun mengangguk, “Bagaimana bisa ?” Tanyanya lagi, “Aku sekelas dengan Sehun” Jawab Seul, “Ne, dia juga teman sebangkuku” Lanjut Sehun. “Ah, syukurlah kau punya teman Sehun~ah, aku khawatir karena kau tidak punya teman” Ucap Luhan yang disertai canda tawa dari SeulHun.

-Beberapa jam kemudian-

“Aighoo, sudah larut. Aku pulang dulu Oppa, Sehun~ah” Pamit Seul lalu pergi.

“Hyung kenal Seul sejak kapan ?” Tanya Sehun heran, “Dia yeoja yang kusukai Sehun~ah, sejak setahun yang lalu aku melihatnya di Laundry langgananku” Jawab Luhan sambil tersenyum, dada Sehun mulai sesak. ‘Jangan sampai aku dan hyung berkelahi karena Seul, jangan sampai’ Batin Sehun.

-Beberapa hari kemudian-

Seul mulai akrab dengan Sehun, bahkan ia mulai ada rasa dengan namja itu begitupun Sehun yang memiliki perasaan yang sama dengannya.

Saat itu, mereka pulang bersama. Saat keadaan mulai sepi, Sehun menggenggam tangan Seul lalu mentap Seul “Seul~ah, maukah kau menjadi yeojacinguku ?” Tanya Sehun, Seul terkaget namun ia juga senang, kemudian ia mengangguk, “Jinjja ? Gomawo Seul~ah” kemudian merekapun berpelukan.

Dari kejauhan, terdapat seseorang yang mengepalkan tangannya kesal. “Kau tak boleh dibiarkan” Gumam orang itu.

-Di Perjalanan-

“Seul~ah, oppa kesana sebentar ne. Ada Luhan hyung disana ?” Pamit Sehun, Seul mengangguk.

Seul yang sendirian merasakan bulu kuduknya merinding, tiba-tiba

‘Sreekk’

Sebuah pisau hampir melukai wajahnya, ia melihat seseorang didepannya. “Cih, kenapa kau tidak mati huh ?” Ucap orang itu, Seul terkaget mendengar suaranya “Eo..eonni ?”Gumamnya, “Pintar juga kau, pergi sekarang juga atau kau akan enyah dari dunia ini ?”Ucap Rara, Eonninya. “Ma… Maksud Eonni ? Aku tak mengerti” Jawabnya takut karena didepannya terdapat pisau kecil yang lumayan tajam.

“Ck, jangan pura-pura bodoh ! Kau sengaja menerima Sehun karena balas dendam denganku karena dulu aku berhubungan dengan Baekhyun, iyakan ?”Bentak Rara. Seul bergidik ngeri “Eonni jangan asal menuduh donk, ak..aku menerima Sehun karena aku mencintainya”Lirih Seul, “Aku tak mau tahu, pokoknya kau harus mati !” Teriak Rara, “Kau sudah mengambil semua yang aku miliki. Kau mengambil Baekhyun, Sehun, lalu apa lagi hah !” Bentak Rara yang mulai frustasi, air matanya mulai berlinang.

Seul merasa kasihan dengan Eonninya yang satu ini, namun pernderitaannya jauh lebih menyakitkan. “Eonni hanya memikirkan namja, Eonni tak pernah memikirkan perasaan Eomma dan Appa. Gara-gara Eonni, Appa dan Eomma tak pernah memerhatikanku. Untung ada Byul Ajjumha, dia selalu menjagaku selama ini, hanya Ajjumha yang mengerti perasaanku. Aku benci Eonni, yang selalu memarahiku saat aku berdekatan dengan namja yang Eonni sukai. Eonni hanya memikirkan namja namja dan namja, ingat keluarga kita Eonn, aku sengasara selama ini Eonn” Lirih Seul sambil menangis, “Aku membantu Ajjumha mengantar pakaian Laundry, aku mencari uang sendiri sedangkan Eonni dengan mudah mendapatkan apa yang Eonni inginkan” Lanjutnya, tangisan Seul makin menjadi-jadi.

“Aku tak peduli !” Bentak Rara, mata Seul langsung menatap pisau ditangan Rara yang mulai mendekati wajahnya. “Selamat, ajalmu telah datang” Ucap Rara sambil tersenyum evil. “Ada kata-kata terakhir ? Atau ucapkan Sehun~ah, kurelakan kau untuk Eon-“ “Berhenti !” Teriak seseorang yang menghentikan aktivitas Rara, “Sehun~ah ?” Gumamnya, “Kau ! Apa yang kau lakukan ?” Tanya Sehun membentak, Rara mendekatinya. “Aku ? Aku ingin membunuh yeojacingumu yang tersayang” Ucap Rara sambil menekan kata-kata yang di underline (Garis bawahi). “Kau, kenapa seperti ini ?” Tanya Sehun takut karena pisau Rara yang kini mendekatinya, “Aku ? Ingin kau” Jawabnya singkat, Sehun bergidik ngeri. “Ah, kau juga membencikukan Oh Sehun ? Mian aku harus membunuhmu juga” Ucap Rara sambil melayangkan pisaunya kearah Sehun namun

‘Dor !’

Sebuah peluru menembus dada Rara, tak lama kemudian badannya terhuyung dan akhirnya terjatuh. “Gomawo hyung” Ucap Sehun sambil memeluk Luhan, “Ne, cheonma. Appa, Rara akan diapakan ?” Tanya Luhan, Appanya tersenyum dan menjawab “Lihat nanti”.

“Oppa, bagaimana bisa ?” Tanya Seul heran “Aku tak ingin kehilangan yeoja seperti yang dimimpiku” Jawab Sehun, “Mimpi ? Aku mimpi kalau aku dibunuh” Ucap Seul tiba-tiba. “Jinjja ? Kalau begitu mimpi itu menjadi petunjuk untukku agar melindungimu” Jelas Sehun yang sok pintar, merekapun tertawa. ‘Hm, mereka melupakan keberadaanku’ Batin Luhan, “Aku pergi dulu ya ? Semoga langgeng” Pamit Luhan dan dijawab anggukan oleh mereka.

‘Thanks my dream. Because you, i can help my girlfriend now’

THE END

14 thoughts on “Because Dream…

  1. keren banget thor

    tapi alurnya kecepetan

    kirain tadi Luhan eh tau2nya yang pengen ngebunuh itu rara

    ( untung bukan kau yang jadi tersangkanya Lu ) ㅋㅋㅋㅋㅋㅋ

    keep writing thor🙂

    mohon berkunjung
    http://stylife99.wordpress.com

    saya readers yang baru nagkring di kegiatan ini 1 bulan yang lalu

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s