I AM YOUR MAID (Chapter 10 B)

Tittle: I AM YOUR MAID (Chapter 10 B)

JUIJ

Author: Dindong L.Kim (@adinda_elements)

Main Cast :

–         XI LUHAN

–         SHIN NAOMI (OC)

Support Cast :

–         OH SEHOON

– PARK JIYEON

– CHOI JIN RI

–         Akan bertambah sesuai chapternya

Genre: Romance (Maybe),Friendships, Comedy (Maybe), Gaje (Pasti)

Ratting: PG 15

Length: Chaptered

Disclaimer:

THIS FF IS MADE BY DINDONG L.KIM😀 all cast hanya saya pinjam untuk dijadikan pemeran di FF ini.PLAGIATOR ?? JUST GO AWAY ^_^ AND SILENT READERS ?? IT’S OK, BECAUSE OF YOU,MAYBE I CAN’T CONTINUE TO WRITE THIS FF ^_^ ALUR IS PURE MINE🙂

Dindong Notes :

Sorry for typos ^_^

And Long Update ^_^

Warning : Typo bertebaran🙂

Preview Last Chapter :

Semua buku yang Naomi pegang jatuh berserakan dan tanpa menunggu lama, Naomipun memungut semua bukunya. Setelah semua bukunya bersih, Naomipun berdiri dan langsung meminta maaf kepada orang yang sudah ia tabrak.

“maaf. Maaf, aku tidak sengaja” Naomi membungkuk berulang – ulang, kemudian ia kembali berlari.

“YA!!” Naomi berhenti kemudian ia berbalik dan ia melihat pria itu. Berdiri layaknya bos yang hendak memarahi Naomi.

Naomi mulai ketakutan, sampai – sampai telapak tangannya sudah penuh dengan air keringatnya sendiri. Untuk meneguk air ludahnya sendiripun Naomi sudah tak mampu. Pria itu tersenyum sinis, kemudian ia berjalan mendekati Naomi.

Naomipun tak mau kalah, semakin dekat jaraknya dengan pria itu maka semakin jauh ancang – ancang yang diambilnya untuk berlari.

“jangan harap kau bisa lari dariku” ucap pria itu dan Naomi sudah tak dapat melakukan apa – apa. Setiap organ yang ada ditubuhnya terasa kaku.

“k—kau ??”

Chapter 1 |2 | 3| 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9A | 9B | 10A

^^ Chapter 10B ^^

“Bagaimana bisa ?? secepat itukah ??” Naomi bertanya dan Luhan hanya mengeluarkan smirknya.

“kau pikir aku wanita, eoh ?? untuk mandi dan bersiap – siap saja butuh waktu berjam-jam” Naomi mengerucutkan bibirnya kesal. Luhan benar- benar telah berubah sekarang. Dulu dia dingin dan sekarang ia menjadi sangat menyebalkan. Oh, dan untuk perumpamaan Naomi yang seperti ketakutan kemarin hanya sebagai rasa penyaluran atas terkejutnya Naomi gara – gara melihat Luhan yang secara tiba – tiba sudah berada di depannya. Maaf kalau sudah membuat kalian penasaran *Bow*

“jadi, apa maksudmu mengatakan kalau aku tidak bisa lari darimu, eoh ?? aku hanya ingin pergi kuliah, apa itu salah ??” Luhanpun berekspresi sok terkejut ketika mendengar tuturan Naomi. Ok, dari tadi malam Naomi memang tidak pernah bersikap formal dengannya. Hei, Luhan adalah bosnya disini, sedangkan Naomi hanya pembantu.

“ah~ aku hanya ingin menyapa. Apa itu salah ??” luhan malah balik bertanya.

“cara menyapa yang aneh” Naomi meledek seraya mengeluarkan wajah jeleknya.

“terima kasih” Luhan membalas dengan senyuman. Naomi menghela nafasnya, kemudian ia kembali menyusuri jalan setapak menuju halte Bus.

“YA!! Kau pergi bersama siapa ??” Luhan bertanya namun Naomi hanya bersikap pura – pura tak mendengar. “Aish, anak ini” rutuk luhan dan langsung berlari mengejar Naomi.

‘astaga’ Naomi terkejut ketika mendapati luhan telah berada disampingnya. ‘aku tak menyangka. Tubuh sekurus itu bisa berlari dengan cepat’ ejek Naomi dalam hatinya masih dengan tatapan tidak percaya yang ia hujami kepada luhan.

“apa yang kau lakukan ? bukankah kau ada kelas pagi ini ??” Naomi bertanya, namun luhan tak menjawab. ‘kita impas sekarang’ gumam luhan dalam hati seraya menyeringai kearah Naomi yang tampak kesal karena pertanyaannya tidak di gubris oleh Luhan.

Setibanya di halte Bus, Naomi berdiri di ujung trotoar supaya bisa masuk ke dalam Bus terlebih dahulu. Tanpa disangka, luhanpun juga mengambil tempat yang berada di samping Naomi. Naomi melirik kearah luhan. Melihat Naomi yang melihat kearahnya, luhanpun balas menatap Naomi dengan tatapan dinginnya. “wae ??” tanyanya dan Naomi menggeleng.

“CKIITT” buspun datang.  Tanpa berbasa – basi, naomipun masuk ke dalam bus begitupula dengan luhan. Di dalam bus, Naomi langsung saja duduk di kursi yang berada di belakang supir begitupula dengan luhan.

“apa yang kau lakukan ?? kenapa kau mengikutiku ??” rutuk Naomi bersamaan dengan jalannya bus.

“lihat ke depan. Butuh waktu lama untuk mencapai Woollim University” Naomi menghela nafasnya kemudian ia memalingkan wajahnya ke depan. Luhan yang melihat sikap patuh naomipun hanya menyunggingkan senyum setannya.

20 menit berlalu, Naomi dan luhan masih saja berada dalam keadaan diam.

“YA!! Kenapa kau ha–” ucapan luhan terpotong karena mendapati kepala Naomi yang sudah jatuh keatas pundaknya.

“dia tertidur ? diatas bus ?” luhan bertanya kepada dirinya sendiri namun di detik selanjutnya tangannya reflek bergerak mengelus puncak kepala Naomi. Sewaktu mengelus puncak kepala Naomi, luhan kembali mengingat waktunya bersama tiffany.

“kalian berbeda” luhan kembali bergumam ketika sekelebat memorynya dengan tiffany benar – benar sudah terangkai di otaknya.

“eungh” Naomi melenguh, membuat luhan terkejut dan berhenti mengelus puncak kepalanya. Dengan cepat, luhanpun menyingkirkan kepala Naomi yang hinggap di bahunya dan itu sukses membuat Naomi terbangun dari tidurnya.

“kau tertidur” rutuk luhan yang kembali dengan aksen dinginnya. Naomi mengernyit, matanya masih setengah terbuka begitupula dengan tingkat kesadarannya yang belum mencapai 100%.

-I AM YOUR MAID-

“terima kasih” ucap Naomi seraya membungkukkan sedikit badannya. Supir buspun membalasnya dengan sedikit anggukan. Tidak beberapa lama kemudian, pintu buspun tertutup dan benda besar nan panjang itu kembali berjalan.

“sungguh melelahkan” rutuk luhan seraya mengeratkan tasnya. Naomi yang mendengar rutukan luhan hanya mengernyit dan langsung berjalan menuju universitasnya.

Setibanya di gerbang Woollim University, Naomi memberhentikan dirinya kemuadian Ia melihat ponselnya. ‘Minrae belum sadarkan diri ?’ gumamnya dan kembali memasukkan ponselnya ke dalam tas. Ketika hendak melanjutkan perjalanannya, Naomi tersentak kaget ketika mendapati sebuah tepukan di atas kepalanya. Iapun menengadah untuk mengetahui siapa yang telah menepuk kepalanya.

“seperti biasa. Disini kita tidak saling mengenal” ucap luhan dengan wajah datarnya dan kemudian ia kembali berjalan menuju gedung utama Woollim University. Naomi hanya dapat tercengang melihat sikap luhan yang kembali dingin.

“aneh” ejeknya dan langsung berjalan menuju gedung utama Woollim University.

-I AM YOUR MAID-

“Menyenangkan sekali bisa bertemu dengan mahasiswa disiplin seperti kalian. terima kasih atas perhatiannya” pamit dosen Kyu dan langsung keluar dari kelasnya. Naomi yang masih memiliki kelaspun juga ikut keluar dari kelas tersebut, bermaksud untuk pergi ke lokernya. Menukar buku – buku pelajaran dosen Kyu dengan buku pelajaran yang lain.

“aigo, perutku” rintih Naomi ketika mendapati perutnya terkena rasa sakit yang mendadak. Tanpa pikir panjang, naomipun langsung berlari ke toilet. Setibanya di toilet wanita, Naomi langsung saja memasuki pintu toilet yang kebetulan terbuka.

“kau tau ? Kim Minrae tidak masuk hari ini” Naomi mendengar itu. Sebenarnya rasa sakit yang perutnya alami sudah tuntas. Hanya saja, Naomi belum mau keluar dari toilet itu. Tepatnya, ia merasa tertarik dengan ucapan gadis itu.

“benarkah ? baguslah kalau begitu” mata Naomi terbelalak kaget ketika mendengar jawaban gadis lainnya. ‘apa maksudnya ?’ Naomi bergumam.

“kau sungguh licik Sulli-ah”

“aku tidak licik, hanya saja gadis tidak tau diri itu perlu di hukum” kesabaran naomipun telah habis dan ia memutuskan untuk keluar dari tempat persembunyiannya. Kemudian ia mulai mengintrogasi dua orang gadis yang sudah bergunjing (?) tentang Minrae.

“Astaga. Jiyeon ??” Naomi terkejut ketika mendapati ada jiyeon di depan wastafel bersama seorang gadis lainnya yang Naomi yakini bernama sulli. Jiyeon yang mendengar suara naomipun memalingkan wajahnya kearah Naomi.

“kau siapa ??” sulli bertanya seraya menunjukkan tatapan tidak sukanya.

“kau tenang saja sulli. Dia bukan siapa – siapa” jiyeon mengingatkan dengan cara meremehkan Naomi. Suasana di dalam toiletpun menjadi mengerikan. Ketiga gadis itu sama – sama mengeluarkan hawa yang tidak enak.

“maaf. Tapi aku tak perlu pertanyaan itu. Yang aku butuhkan adalah, apa maksudmu mengatakan minrae sebagai gadis tidak tau diri yang perlu dihukum ??” Tanya Naomi dengan memberikan beberapa penekanan terhadap kalimatnya.

“kau tau ? dia sudah merebut chanyeol dariku” mata Naomi terbelalak kaget ketika mendapati jawaban yang diberikan sulli sungguh sangat tidak masuk akal. Merebut ? hey, Minrae tidak pernah merebut chanyeol. Chanyeol sendiri yang mengejar – ngejar minrae.

“kau salah” Naomi membela

“kau salah. Kau salah” jiyeon mengulangi perkataan Naomi dengan nada mengejek. Naomipun mulai geram dengan sikap jiyeon yang mengolok – oloknya.

“omong kosong dengan pembelaanmu” jiyeon melemparkan bekas tisunya tepat ke wajah Naomi. Naomi hanya menerimanya. Kadar kesabarannya masih berada di areal was – was.

“kenapa kau membela minrae ?? apa dia membayarmu ?” Tanya sulli dengan wajah polos yang ia rekayasa. Jiyeonpun hanya menyunggingkan sedikit bibirnya. Bermaksud untuk meremehkan Naomi.

“tidak. Aku hanya ingin tau. Apakah kau dalang di balik terkuncinya minrae di dalam toilet ??”

“bukan urusanmu” sulli menjawab dengan entengnya membuat Naomi mulai muak dengan sikapnya yang suka meremehkan itu.

‘tenang Naomi, minrae sudah selamat. Turunkan emosimu’ gumam Naomi di dalam hati seraya mengelus dadanya.

“oohh~ apa kau sedang menahan emosi ??” lanjut sulli lagi.

“maaf, kalau aku sudah mengganggu kalian” Naomi sedikit menundukkan kepalanya kepada sulli dan jiyeon. Kemudian iapun mulai berjalan ke luar toilet.

“Naomi” panggil jiyeon dan naomipun berhenti. Namun ia tidak berbalik.

“jangan ganggu luhan sunbae. Dia milikku” lanjut jiyeon dan Naomi hanya menghela sedikit nafasnya.

“oh, satu lagi. Tolong katakan pada gadis murahan itu untuk menjauhi chanyeolku. Jujur saja, ia sangat tidak pantas kalau bergandengan tangan dengan chanyeolku” sulli malah semakin menambah hawa sekitar menjadi panas. Mendengar kata murahan, naomipun berbalik dan kembali mendekati kedua gadis itu.

‘PLAK’ satu tamparan telah ia berikan kepada sulli. Emosinya sudah tidak terbendung lagi sekarang.

“beraninya kau ??” ucap sulli shock ketika mendapati naomi baru saja mendaratkan sebuah tamparan di pipinya.

“jangan katakan minrae murahan atau kau ingin aku menamparmu lagi, eoh ??” bentak Naomi dan itu sukses membuat nyali jiyeon dan sulli menciut.

‘sebaiknya kita pergi’ jiyeon berbisik ditelinga sulli. Sullipun mengangguk, kemudian mereka berdua keluar dari toilet tersebut.

“kau ingat. Balasanku akan lebih kejam dari apa yang telah kau perbuat” ancam sulli sebelum keluar dari toilet.

Selepas perginya jiyeon dan sulli, naomipun mencuci wajahnya dengan air yang ada di wastafel. Kemudian ia menatap pantulan dirinya yang ada di depan cermin. “apakah aku jahat ??” ia bertanya kepada dirinya sendiri.

-I AM YOUR MAID-

“gadis itu gila” rutuk sulli seraya menggosok – gosokkan tisu di atas bekas tamparan Naomi.

“kau tenang saja. Dia akan mendapatkan balasan berpuluh – puluh kali lipat” mendengar ucapan jiyeon, sulli menghentikan aktifitasnya. Kemudian ia menatap jiyeon dengan tatapan yang menginginkan penjelasan. Jiyeon yang mengerti maksud dari tatapan sullipun hanya menyunggingkan sedikit senyumnya.

“kau ingat ayahmu ? itu adalah senjata kita” ucap jiyeon dan sullipun langsung mengerti dengan maksudnya. Senyum bak setanpun tercantum di wajah manis sulli.

“kau memang pintar” puji sulli dan langsung mengambil ponselnya.

‘dengan begini tidak akan ada lagi yang mengganggu hubunganku dan luhan’ gumam jiyeon di dalam hatinya seraya bersedekap dada. Tak lupa, senyum yang mengerikan juga ikut tampil di wajah cantik jiyeon.

-I AM YOUR MAID-

“Jadi, kalau atmosfer kita menghilang maka—” penjelasan dosen Parkpun terhenti ketika mendengar beberapa ketukan di pintunya. “cepatlah. masih banyak materi yang harus kujelaskan” rutuk dosen park kepada gadis yang telah mengganggu waktu mengajarnya.

“maaf, apa Shin Naomi berada di kelas ini ??” Tanya gadis yang mengetuk pintu. Dosen parkpun bertanya kepada seluruh mahasiswa yang ada di kelasnya. Dengan ragu, Naomi mengangkat tangannya.

“naomi, kau dipanggil ke ruang kepala yayasan” ucap gadis itu dan langsung pergi dari kelas dosen park. Naomi yang merasa ada hal yang tidak baik akan menjumpainya, langsung saja membersihkan semua bukunya dan memasukkan ke dalam tasnya.

“maafkan aku sudah mengganggu” ujar Naomi sebelum pergi meninggalkan kelas. Dosen park hanya menggeleng dan kembali menjelaskan materinya.

-Shin Naomi Point Of View-

‘TOK TOK’ kuketuk pintu ruang kepala yayasan dengan ragu – ragu dan kemudian, sebuah suara pria paruh baya menyuruhku untuk masuk. Akupun masuk dan tampaklah seorang pria yang sudah berumur diatas 50-an duduk di singgasananya.

“duduklah” perintah pria itu seraya menunjuk kursi yang ada di depan meja kerjanya.

“maaf, tapi kenapa saya di panggil pak ??” tanyaku dengan sehalus mungkin dan ia memberiku sebuah surat yang sudah di masukkan ke dalam amplop. Aku penasaran dengan surat itu dan langsung membukanya.

Kata demi katapun kubaca hingga akhirnya berbentuk beberapa paragraph dan mataku terbelalak kaget ketika mendapati tujuan dari surat tersebut. Tanpa terasa, air matakupun telah menetes.

“apa yang kulakukan ??” lirihku kepada pria paruh baya itu seraya menghapus air mataku yang telah jatuh.

“kau tau Choi Jin Ri ??” aku mengernyit dan langsung menggeleng.

“ah~ aku lupa. Maksudku apa kau mengenal sulli ??” ucap pria itu dan akupun mulai berpikir. Sulli ?? oh, bukankah dia gadis yang kutampar di toilet tadi ? astaga…

“kau sudah terbukti melakukan kekerasan fisik terhadapnya dan dengan sangat terpaksa aku harus memberikanmu hukuman, yaitu skorsing selama 2 bulan” ucapnya dengan santai dan jujur saja itu membuatku sangat terpukul.

“tapi, ujian tengah semester akan berlangsung 1 bulan lagi. Kalau aku melewatkannya, bukankah semester ini aku akan gagal ??” tanyaku dan pria paruh baya itu menggeleng pelan. Apa maksudnya ?

“maaf, aku tidak bisa berbuat apa – apa”

“tidakkah ada cara lain agar aku bisa lepas dari skorsing ini ??”

“ada. Tapi aku tak yakin 100% dengan cara ini” balasnya dengan wajah memelas.

“apa itu ?”

“buatlah sulli mencabut tuntutannya”

Baiklah, meminta sulli untuk mencabut tuntutannya ? kurasa itu adalah hal terburuk yang akan kulakukan. Akupun membungkuk singkat kepada kepala yayasan dan langsung meninggalkan ruangannya.

“jadi, apa pilihanmu ??” aku tersentak kaget ketika mendapati sulli dan jiyeon sudah berada di luar ruangan kepala yayasan. Sulli menatapku dengan tatapan mencemoohnya begitupula dengan jiyeon.

“kau mau mencabut tuntutanmu ?”

“tentu saja, asal kau melakukan 2 syarat yang kuinginkan” lanjutnya seraya bersedekap dada.

“apa itu ??”

“tidak baik berbicara di depan umum. Aku ingin privasi. Ayo~” ajaknya dan berjalan mendahuluiku menuju atap gedung utama Woollim University.

Setibanya diatap..

“katakan apa yang kau inginkan” ujarku yang sudah tidak sabar. Gadis ini sangat hobby mengulur – ulur waktu.

“pertama, buat chanyeol putus dari minrae” what ? membuat minrae putus dengan chanyeol ? hei, itu bukan kuasaku.

“hei, kau jangan terkejut dulu. Syarat kedua lebih fantastis lagi” potong jiyeon antusias seraya menyikut lengan sulli.

“apa yang kedua ?”

“jauhi luhan” lanjut sulli dan untuk kedua kalinya aku dibuat tercengang oleh sulli. Jujur saja, baru kali ini aku mendapatkan syarat yang sangat sulit.

“aku tau itu berat. Pikirkanlah. Nilai atau orang yang kau sayang” ujar jiyeon dan langsung pergi bersama sulli. Aku terhenyak. Kedua pilihan itu sungguh gila.

Tanpa terasa, air mataku pun kembali turun. “eomma~” lirihku di sela – sela tangisanku.

-Someone Point Of View-

“eomma” aku mendengar lirihannya. Jujur saja, kedua gadis tadi sangat mengerikan. Andai aku bisa membantunya. Tapi apa yang bisa kulakukan ?? aku tidak tau pangkal masalah mereka.

‘BRAK’ aku terbelalak kaget ketika pintu menuju atap tertutup dengan dentuman yang keras. Gadis itu telah pergi. Akupun berdiri dan ikut pergi dari atap.

‘Dia lemah dan itu yang kucari’ gumamku seraya menyunggingkan sedikit senyum setanku.

-Author Point Of View-

Setelah insiden terkena skorsing tadi, Naomi merasa seperti kehilangan semangatnya untuk kuliah dan ia memutuskan untuk langsung pulang ke rumah, lebih tepatnya rumah luhan.

Setibanya di rumah luhan, Naomi melihat sehun yang sedang menonton tv. Karena mood yang sedang tidak bagus, Naomi langsung saja naik kelantai dua.

“kau sudah pulang ?” pertanyaan sehun membuat Naomi berhenti dari jalannya. Ia berbalik menatap sehun dengan tatapan sendunya.

“kau kenapa ??” sehun kembali bertanya seraya berjalan mendekat kearah Naomi.

“boleh aku memelukmu ??” Tanya Naomi seraya menyeka air matanya yang ternyata masih mengalir. Sehun mengangguk dan mulai membentangkan tangannya. Tanpa basa – basi lagi, Naomi langsung memeluk badan tirus sehun.

“HIKS HIKS HIKS” isak Naomi seraya mengeratkan pelukannya kepada sehun.

“kau kenapa ??” Tanya sehun dengan wajah khawatirnya seraya mengelus punggung Naomi.

“aku tidak apa – apa” naomipun melepaskan pelukannya, kemudian ia kembali membersihkan bekas air matanya.

“aku keatas. Terima kasih” Naomi mengangguk sedikit dan langsung berlari kekamarnya. Sehun yang merasa ada yang aneh pada naomipun hanya menatap Naomi dengan tatapan anehnya.

“mungkin dia butuh waktu sendiri” sehun berbicara kepada dirinya sendiri dan langsung melompat keatas sofa yang berada di depan tv.

-I AM YOUR MAID-

‘DRRT DRRT’ ponsel Naomi bergetar pertanda kalau ada orang yang menelfonnya. Naomi yang baru selesai mandipun langsung mengangkat telfon tersebut.

“Yeoboseyo ?”

“Yeoboseyo, Naomi. Ini ahjumma”

“Ahjumma, aku sangat merindukanmu. Bagaimana kabar Ahjumma ??”

“aku juga merindukanmu. Kabarku baik – baik saja. Bagaimana dengan luhan ??”

“tenang saja Ahjumma. Sekarang dia sudah berada di bawah kendaliku”

“Geurae ?? syukurlah”

“kapan Ahjumma pulang ??”

“mungkin akhir bulan ini ^^ oh iya, katakan kepada luhan kalau ada kejutan untuknya ketika aku pulang”

“Oh ?? arra”

“Naomi, aku ada urusan. Aku tinggal, ya ?? jaga luhan baik-baik, annyeong ^^”

“Annyeong ^^”

‘BIP’ naomipun mematikan sambungan telefon. Ia kembali melanjutkan aktifitas mengeringkan rambutnya yang masih basah. Suasana hatinya sudah agak membaik sekarang, walaupun masalah yang menghimpit dirinya sendiri belum terpecahkan jalan keluarnya.

Ketika sedang asik mengeringkan rambutnya, ponsel Naomi kembali berdering.

“Yeoboseyo”

“kekamarku sekarang” ‘BIP’ sambungan telefonpun terputus secara sepihak dan kali ini bukan Naomi yang memutuskan melainkan pihak penelepon. Naomi memanyunkan sedikit bibirnya dan langsung beranjak pergi menuju kamar luhan.

-I AM YOUR MAID-

“KENAPA KAU LAMA SEKALI ?” Bentak luhan seraya menendang meja kecil yang ada di depan sofanya. Naomi yang melihat luhan mengamuk tidak jadi merajuk. Ternyata suasana hati luhan lebih buruk dari pada hatinya sendiri.

“k—kenapa kau membentakku ??” Tanya Naomi dengan suara terbata seraya menundukkan kepalanya. Sungguh, ia sedang tidak ingin melihat wajah luhan yang memerah karena marah.

“moodku sedang buruk sekarang, cepat sediakan air panas. Aku ingin mandi” perintah luhan dengan bentakan dan naomipun buru – buru pergi ke kamar mandi yang ada di kamar luhan dan langsung menyalakan air panas pada kran air luhan. (bingung weh~)

“air panasnya sudah siap. Apa ada hal lain yang tuan perlukan ?” tawar Naomi dengan badan yang sudah bergetar. Sungguh, ia sangat ketakutan sekarang sampai – sampai untuk memanggil luhan dengan namanya sendiri ia sudah tidak mampu. Makanya ia kembali menggunakan kata tuan.

“duduk di sofa ini sampai aku selesai mandi” luhan melunak dan langsung menyambar handuknya. Naomi yang melihat luhan melunak hanya menghembuskan sedikit nafas leganya. Kemudian, iapun duduk diatas sofa yang luhan perintahkan.

“kenapa dia ? apa harinya sangat buruk sampai – sampai harus membentakku ?” ujar Naomi seraya menyenderkan kepalanya di senderan sofa single nan nyaman tersebut. Beberapa menit kemudian, naomipun mulai mengantuk.

‘dia mandi seperti wanita’ gerutu Naomi dan beberapa saat kemudian ia mulai kehilangan kesadaran.

-I AM YOUR MAID-

“apa yang fany pikirkan ? kenapa dia mengembalikan gelang pemberianku ??” gerutu luhan yang baru keluar dari kamar mandi. Dengan rambut yang masih basah, luhan mengambil sebuah gelang berwarna merah muda yang bermotif hati dari atas tempat tidurnya. Kemudian ia menatap gelang itu dengan tatapan sendunya.

“aku tak mengerti dengan jalan pikirannya” ucap luhan lagi dan langsung merebahkan dirinya diatas tempat tidurnya. Seraya melihat gelang cantik itu, luhan melirik sekilas kearah sampingnya. Tempat dimana Naomi tertidur. Luhan yang melihat naomipun terkejut. Ia benar – benar lupa dengan perintahnya yang menyuruh Naomi untuk menunggunya di sofa itu.

Melihat Naomi yang pulas tertidur, luhanpun bangkit dari posisi tidurnya dan langsung menghampiri Naomi.

“kau cantik” kata itu sukses meluncur dari bibir seksi luhan. Luhan yang baru menyadari apa yang ia katakanpun membekam mulutnya dengan cepat. ‘apa yang baru kau katakan, eoh ?’ Tanya luhan kepada dirinya sendiri.

Melihat wajah tidur Naomi dari dekat, membuat sebuah senyum manis terekah di wajah imut luhan namun di detik berikutnya senyum luhan luntur. Dan hanya meninggalkan sebuah wajah dingin nan menakutkan.

“YA!! Kenapa kau tidur ??” bentak luhan seraya menendang kaki Naomi. Naomi yang sedang bermimpi indahpun terbangun dikarenakan merasa sakit di pergelangan kakinya. Ketika ia membuka mata, sebuah pemandangan yang jarang terlihat di tangkap oleh matanya.

“KYAAA >.< PAKAI BAJUMU” teriak Naomi seraya melempar luhan dengan bantal yang ada di pangkuannya. Luhanpun melirik ke badannya dan benar, ternyata ia belum memakai baju. Pantas saja Naomi berteriak. ‘untung saja aku sudah memakai celana’ ucap luhan dalam hati.

“jangan mengintip” perintah luhan yang sedang memilah baju. Naomi mengerucutkan bibirnya dan langsung menutup matanya dengan kedua telapak tangannya.

“sudah ??” Tanya Naomi yang masih menutupi matanya dengan telapak tangan.

“ya ya, sudah aman” jawab luhan dan naomipun membuka menjauhkan telapak tangannya dari wajahnya.

“aigo~ ternyata badanmu benar – benar seperti triplek (?)” ejek Naomi dan luhanpun sukses menjatuhkan sebuah pukulan hangat di kepala Naomi.

“jangan berbicara lagi atau bibirmu akan habis kumakan” ujar luhan seraya menatap tajam kearah Naomi.

‘What ?’ Naomi menutup bibirnya rapat – rapat dengan kedua telapak tangannya. Luhan yang melihat itu hanya terkekeh pelan.

“keluarlah. Aku sedang dalam mood yang tidak baik sekarang” ucap luhan seraya mengibas – ngibaskan tangannya untuk menyuruh Naomi keluar dari kamarnya.

“moodmu sedang buruk ??” Tanya Naomi yang hendak keluar dari kamar luhan. Luhan menjawab dengan menatap Naomi tajam.

“bagus. Kalau begitu aku akan membuat moodmu menjadi baik” ucap Naomi dan luhan mengernyitkan dahinya.

“apa yang bisa kau lakukan ??”

“ayo, ikut aku” ajak Naomi seraya menarik pergelangan tangan luhan. Luhanpun pasrah dengan apa yang Naomi lakukan padanya sekarang.

-I AM YOUR MAID-

“Ahjussi, aku ingin 2 cup besar ice cream. Satu rasa coklat dan satu lagi rasa strawberry” pinta Naomi kepada seorang ahjussi penjual ice cream. Dengan cekatan, ahjussi itu mengambilkan pesanan Naomi dan tanpa menunggu lama, naomipun mendapatkan ice cream yang ia inginkan. Setelah membayar, Naomi langsung berjalan kearah luhan yang ia suruh duduk di kursi taman.

“ini” luhan mengernyit ketika Naomi memberikannya satu cup ice cream rasa strawberry.

“apa ? makanlah. Kebanyakan orang mengatakan kalau ice cream bisa membuat moodmu membaik” tutur Naomi seraya menjilat ice cream rasa coklatnya dan langsung mendudukkan dirinya di samping luhan.

“aku tau. Tapi kenapa strawberry ?? kau pikir aku baekhyun??” rutuk luhan seraya menatap Naomi dengan tatapan sebalnya.

“kenapa ?? kebanyakan orang mengatakan kalau—-” luhan menempelkan ice creamnya tepat dibibir Naomi agar gadis itu tidak berbicara hal yang tidak penting lagi.

“jangan banyak bicara” ancam luhan dan langsung menjauhkan ice creamnya dari wajah Naomi. Kemudian, ia juga mulai menjilati ice cream strawberrynya. Naomi yang melihat itu hanya terkekeh dan kembali asik dengan ice creamnya.

Pada saat mereka berdua sedang asik memakan ice cream masing – masing. Tiba – tiba sebuah tangisan memecah keadaan hening yang sempat mereka ciptakan. Luhan dan naomipun saling tatap. Arti tatapan mereka juga sama, yaitu ‘siapa yang menangis ?’

Karena penasaran, mereka berduapun berdiri dari kursi taman dan mengintip kebelakang pohon yang kebetulan berada tepat di belakang mereka. Dan disanalah, mereka menemukan seorang anak laki – laki sedang menangis dengan kencangnya. Naomi yang melihat anak kecil itupun langsung berjalan mendekat kearahnya.

“Ya! diamlah” ucap Naomi dengan lembut seraya mengelus puncak kepala anak itu. Luhan yang melihat Naomi menjongkok agar dapat menyamai tinggi anak itupun juga ikut menjongkok.

“HUAAAA~” bukannya mereda, tangisan anak itu malah semakin kencang.

“ini. makanlah” luhan memberikan ice creamnya kepada anak kecil itu dan tanpa disangka, anak kecil itu diam setelah menerima ice cream yang luhan berikan.

“Ooo~ kau ternyata suka anak kecil, eoh ??” Naomi menggoda luhan seraya mencolek lengan luhan. Luhan yang merasa risih dengan sikap naomipun langsung menatap tajam Naomi.

“baiklah adik kecil. Noona ingin bertanya, kenapa kau menangis ??” Tanya Naomi

“eomma menghilang” jawabnya polos dengan suara yang imut. Naomipun sempat terkesima ketika mendengar suara anak keil yang imut itu.

“siapa namamu ?” sekarang giliran luhan yang bertanya. Ia bertanya seraya tersenyum manis kearah anak kecil itu.

“Annyeong Hyung. Annyeong Noona. Perkenalkan namaku Jeon Jungkook. Umurku 4 tahun” anak itu memperkenalkan diri dan Naomi benar – benar dibuat gemas olehnya. Luhan yang melihat perkenalan diri anak kecil bernama jungkook itupun mengangguk singkat.

“Annyeong Kookie. Perkenalkan aku Naomi dan pria imut itu bernama luhan” Naomi balas memperkenalkan dirinya bersama luhan. Luhan yang mendengar kata imutpun langsung mengernyit. Berani sekali Naomi mengatakan dia imut. Apa Naomi tidak bisa lihat wajah ini tampan bukan imut. Rutuk luhan dalam hatinya.

“Noona, Hyung. Apa aku bisa bertemu dengan eomma lagi ??” Tanya jungkook seraya memandang luhan dan Naomi secara bergantian.

“aku mau, hanya saja–” Naomi memotong perkataannya dan langsung memandang luhan.

“baiklah. Kita akan mencari eommamu” tutur luhan dan jungkookpun langsung memeluk luhan dan Naomi.

“jadi, kau tau cirri – cirri eommamu ??” Tanya Naomi ketika pelukan jungkook terlepas darinya.

“eomma tinggi, putih dan cantik sama seperti noona” jawab jungkook polos namun itu membuat pipi Naomi merona.

“aigo~ kau bisa saja mengatakan aku cantik” ‘Pletak’ Naomi mendapatkan sebuah jitakan di dahinya. Ia kemudian menatap tajam luhan yang telah menjitaknya.

“jangan berkata yang tidak – tidak atau aku akan—”

“arra arra. Kau mengerikan sekali” rutuk Naomi seraya memanyunkan bibirnya.

“ayo, sebaiknya kita cepat” ucap luhan dan langsung berdiri diikuti oleh Naomi.

“kajja” Naomi mengaitkan tangannya dengan tangan Jungkook. namun ketika Naomi sudah mulai berjalan, jungkook malah diam. Ia sama sekali tidak bergerak.

“kau kenapa ??” Tanya Naomi kepada jungkook

“aku tidak mau jalan. Aku mau di gendong” rengek jungkook seraya beraegyo. Naomi sudah tak tahan dengan sikap jungkook dan iapun mencubit pipi jungkook lembut.

“baiklah. ayo” Naomi menjongkokkan dirinya agar Jungkook dapat mencapainya dan ketika jungkook hendak naik keatas punggung Naomi, luhan menahannya dan di detik berikutnya, luhan mengangkat Jungkook. ia mendudukkan Jungkook di atas bahunya yang lebar itu. Naomi yang melihat sikap manly luhanpun berdecak kagum.

“tadi kau ingin menggendongnya ?? urus dulu badanmu yang kurus itu” ejek luhan dan mulai berjalan. Mendengar ejekan luhan, naomipun mengerucutkan bibirnya.

“YA!! Kalau seperti itu dia bisa jatuh” Naomi berteriak dan langsung berlari kearah luhan dan jungkook. Ketika posisi Naomi sudah sejajar dengan luhan, naomipun memegang tangan kiri jungkook agar posisinya bisa agak seimbang.

“Noona, hyung. Apa kalian pasangan kekasih ??” Tanya jungkook dengan polosnya seraya memakan ice cream yang luhan berikan.

Mendengar pertanyaan jungkook, luhanpun menatap Naomi. Begitupula dengan Naomi.

“Kookie, kami—–”

~ To Be Continued ~

Astaga, saya nulis apaan inih ?? *jedotin pala dengan tembok*

Sumveh -_- Down banged waktu nulis ini part >.<
makanya jadi ancur gini.. mianhae ne ^^

please anticipate with this fiction ^^

Gomawo buat semuanya yang sudah berkomentar di chapter sebelumnya🙂 saya tau ff ini masih banyak kekurangannya tapi kalian masih berbaik hati dengan cara memberikan komentar ^^

Annyeong ^^

See Ya😀

Note : kalian suka part yang mana di chapter ini ??

Me : waktu luhan habis mandi ^^ *ketauan yadongnya*

48 thoughts on “I AM YOUR MAID (Chapter 10 B)

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s