The Pain of Letter

the pain of letter

FF by: Mingi Kumiko | Editor: Classievip21

Genre: Romance, school life, friendship

Cast: Seo You Kyung, Park Chan Yeol

Rating: Teen

Length: Oneshot

Summary:

Bagi kebanyakan gadis, mengungkapkan perasaan kepada lelaki yang mereka sukai sangatlah sulit. Butuh keberanian besar untuk menerima jawaban yang akan diutarakan dari lelaki yang disukai.

Seo You Kyung, salah satu gadis yang dengan berani mengungkapkan perasaannya melalui sepucuk surat. Tapi bukannya balasan perasaan yang didapatkannya, ia malah dicerca oleh siswa sesekolahan.

Bagaimana cara Youkyung untuk menghadapi ejekan teman-temannya?

Dan akan kah ia mendapatkan balasan atas perasaannya?

.

.

Pria itu sudah ada tepat di depan matanya, menerka-nerka apa yang akan dikatakan seorang gadis dengan wajah dan raut bingungnya. Ia mengerutkan dahinya pertanda heran sekaligus penasaran.

“Jadi, apa yang sebenarnya ingin kau katakan padaku? Kenapa sedari tadi terus saja diam dan menunduk?” tanyanya.

Hmmm, Chanyeol-ah… Aku hanya ingin memberikan ini!” gadis itu membenamkan wajahnya sangat dalam, kemudian menyerahkan secarik amplop berwarna terang yang masih tersegel rapat. Setelah itu ia langsung lari terbirit-birit meninggalkan Chanyeol.

“Apakah ini… surat cinta?” batin Chanyeol sambil membolak-balik amplop tersebut. Ia pun mengantonginya ke dalam saku celana dan bergegas pergi menuju kelas untuk mengetahui isi amplop tersebut.

Sesampainya di kelas, Chanyeol pun duduk dan mengeluarkan amplop pemberian Youkyung tadi.

Hai, Chanyeol…

Awalnya aku ragu untuk mengatakan semua ini, tapi sepertinya akan lebih baik jika aku terus terang saja.

Aku menyukaimu sejak awal tahun ajaran baru. Hingga kita menjadi teman sekelas, bagiku itu adalah sesuatu yang sangat menyenangkan.

Aku hanya ingin kau tahu tentang ini. Dan aku berharap, tindakanku tak akan merubah apapun.

Terima kasih, Chanyeol-ah

 

Seo You Kyung

Surat yang ditulis dengan sangat manis dan rapi itu membuat Chanyeol tersenyum sendiri. Tak pernah ia sangka sebelumnya, Youkyung, gadis pendiam dan suka bergaya tomboy, serta lumayan pintar itu ternyata menyukainya.

HAP!

Seseorang berhasil merebut kertas itu dari tangan Chanyeol.

YA, KEMBALIKAN!!!” bentak Chanyeol kepada temannya yang jahil itu.

Aiiih… surat cinta rupanya, ya?” goda Jaehwan sambil mengibas-ngibaskan surat tersebut.

“Dari… Youkyung? Cieeee!!!” seru Jaehwan lagi, dan ia pun langsung kabur dengan membawa surat itu.

“Jaehwan, jangan lari kau!!” pekik Chanyeol dan bergegas mengejar Jaehwan yang sudah jauh berlari.

***

“Jadi, kau benar sudah mengungkapkan perasaanmu pada Chanyeol?” tanya Mina sembari berjalan bersama Youkyung dan Chanmi untuk menuju kantin.

“Tidak kuungkapkan juga, aku hanya memberinya surat kemudian langsung pergi. Entahlah, sepertinya dia acuh begitu. Aku jadi pesimis,” tukas Youkyung.

“Tidak apa-apa, You… Daripada tidak diungkapkan. Mengungkapkan cinta itu memang harus berani menanggung resiko. Semangat!” seru Chanmi sambil mengepalkan tangannya pada Youkyung.

“Terima kasih ya…”

Di tengah jalan menuju kantin, mereka melewati papan mading yang tengah dikerumuni banyak murid. “Eh, itu ada apa ya?” heran Mina.

“Pasti sesuatu yang menarik! Ayo, kita lihat!” tandas Chanmi.

“Sebentar dulu ya, aku ingin ke kamar mandi. Nanti aku menyusul!” kata Youkyung.

“Oke, kalau sudah langsung ke mading saja, kami menunggumu di situ.”

“Oke…”

Mina dan Chanmi berdesak-desakan dengan siswa lain untuk tahu artikel apa yang membuat papan mading begitu ramai.

“Permisi, permisi…” ucap mereka berdua sambil terus merangsek ke depan. Saat sudah ada di hadapan papan mading, mereka berdua terkejut bukan kepalang,

“Ini…” ucap Mina gemetaran.

“Hey semua, ada apa ini?” tiba-tiba Youkyung datang sambil tersenyum dan belum menyadari tatapan geli para siswa yang melihatnya. Mereka pun memberi jalan bagi Youkyung, agar ia bisa melihat papan mading dengan jelas.

“Ramai-ramai begini, pasti ada yang menar–” perkataannya terputus setelah ia menoleh dan didapati surat cintanya untuk Chanyeol terpajang di papan mading.

“Hey, Youkyung… Kau hebat sekali ya!” celoteh Jaehwan.

“Kukira kau itu tomboy, tapi bisa menulis surat cinta juga rupanya, sungguh luar biasa!” timpal Baekhyun dan disambut gelak tawa oleh seluruh murid.

Terlihat di sana, Chanyeol hanya diam dan menunduk. Ia merasa tak enak dengan Youkyung. Tapi apa boleh buat, ia kehilangan jejak ketika mengejar Jaehwan yang berlari kala itu.

“Aku dengar kamu mau memberi Chanyeol oleh-oleh dari pelatihanmu?” sindir Jaehwan lagi. Dada Youkyung mendadak sesak, matanya berkaca-kaca, dan ingin menangis.

“Hahahahaha…” terdengar tertawa renyah dari banyak orang di sekitarnya. Bibir Youkyung gemetaran dan lidahnya kelu, tak bisa mengucapkan barang sepatah kata pun.

“Hey, kasian Youkyung, tahu!” bentak Chanmi yang tak terima sahabatnya diperlakukan semena-mena.

“Eh, hahahahaha… Ini memang bukan aku yang seperti biasanya. Ah, aku sedang sial hari ini!” perkataan dari Youkyung itu mengejutkan semua orang, termasuk Chanyeol. Ia terus saja merutuki dirinya sendiri dan memukul dahinya dengan pergelangan tangan.

Ia pun berjalan menghampiri papan mading, kemudian mencabut surat yang tertempel di sana. “Kalau kalian ingin lihat harus bayar!” timpalnya lagi kemudian pergi dengan santainya.

“You… Kyung? Kenapa… dia bisa bersikap seperti itu?” heran Chanmi dengan menahan bulir-bulir air mata jatuh dari pelupuk matanya.

“Dia tersenyum, padahal kondisinya sedang tidak memungkinkan untuk tersenyum…” lanjut Chanmi, akhirnya air mata jatuh juga membasahi pipinya.

“Hey, kenapa kamu malah menangis?” tegur Mina.

“Kau juga, tahu!” sahut Chanmi.

“HUUUAAA!!! KENAPA KITA BISA PUNYA TEMAN SEKUAT ITU YA?” dan akhirnya mereka menangis bersama-sama.

***

Youkyung menyeruput secangkir teh pemberian Qian sonsaengnim, konselor paling terkenal di sekolahnya. Beliau telah mendengar tentang kejadian di papan mading tadi, karena ingin tahu keadaan Youkyung, jadi beliau memanggilnya.

“Salahku juga, pasti mereka kaget. Karena tak biasanya aku seperti itu.” ucap Youkyung.

“Tidak apa-apa kalau kau ingin menangis… Kau pasti merasa sakit hati.” ucap Qian sonsaengnim.

“Eh? Tapi toh, sudah terjadi.” balas Youkyung.

“Kau itu kuat. Kuat itu… pasti sakit, ‘kan?” mendadak saja, air mata mengalir di pipi Qian sonsaengnim. Youkyung terkejut dan heran, apa yang sebenarnya terjadi pada konselor paling populer di sekolahnya itu?

“Seburuk apapun nasibku, aku tidak akan pernah menyalahkan orang lain. Aku selalu berpikir semua kesalahan adalah dari diriku, jadi aku bisa memperbaiki diri.”

“Semuanya menertawakanmu. Ya, menertawakan Seo You Kyung.”

“Menertawakanku?”

“Kasihan sekali, kau menjadi bahan tertawaan semua orang. Tapi kau tetap kuat dan memaksakan diri, padahal keadaanmu sekarang juga menyakitkan.”

Apakah aku… sehina itu?

.

.

Di perjalanan pulang, Youkyung terus saja menunduk dan menapaki langkah-langkahnya yang berat.

Bodoh! Sudah jelas-jelas Chanyeol tak akan peduli padamu, kenapa kau masih bersikukuh untuk mengungkapkan perasaanmu? Sial! umpatnya dalam hati sambil menendang batu-batu kerikil di hadapannya.

“Youkyung sunbae!” terdengar seorang junior yang memanggil namanya. Ia pun berbalik dan mencari dari mana sumber suara.

“Kau rupanya… Soojung-ah?” balas Youkyung ramah.

“Youkyung sunbae, bagaimana keadaanmu? Kau keren sekali tadi!” seru Soojung.

“Keren? Maksudmu?”

“Kalau aku jadi Youkyung sunbae, sudah pasti aku akan sangat sedih dan menangis seharian. Kemudian esoknya tidak masuk sekolah. Kalau perlu, aku pindah sekolah saja!”

“Lupakan saja! Itu adalah hal bodoh yang tak perlu diingat,”

Malamnya…

Kalau aku jadi Youkyung sunbae, sudah pasti aku akan sangat sedih dan menangis seharian. Kemudian esoknya tidak masuk sekolah. Kalau perlu, aku pindah sekolah saja!

Kata-kata Soojung tadi siang benar-benar masih melekat di memorinya. Ia tahu betul, Soojung sama sekali tak ada niatan untuk membuatnya sakit hati dengan ucapannya tadi, malahan, Soojung terlihat sangat kagum dengan apa yang telah ia lakukan.

Tapi, memang apa yang telah dikatakan Soojung adalah hal yang semestinya ia lakukan. Kenapa ia terlalu kuat dan membuat kawan-kawan, bahkan konselor di sekolahnya sedih? Kenapa ia tak bisa merasakan pula apa yang teman-temannya rasakan?

Mungkin karena aku sudah terbiasa seperti itu.

Chanyeol mengabaikanku, dan terkadang juga seakan meremehkanku.

Jika dibandingkan dengan lukaku karena Chanyeol di masa lalu, ini tidak ada apa-apanya.

Bukankah ini yang sedari dulu kuinginkan? Semua orang mengetahui kalau aku sangat menyukai Chanyeol.

Tetaplah menjadi kuat, Seo You Kyung!

 

Di sisi lain…

Eh, hahahahaha… Ini memang bukan aku yang biasanya. Ah, aku sedang sial hari ini!

Tawa renyah disertai air mata yang terbendung di pelupuk mata itu benar-benar mengacaukan pikiran Chanyeol.

Jika dia suka padaku, kenapa dia tertawa seperti itu?

Chanyeol mendengus frustasi sambil mengacak-acak rambutnya. Hingga sekarang ini, ia masih merasa menjadi pria paling jahat di dunia karena telah membiarkan Jaehwan mempermalukan Youkyung di hadapan banyak orang.

***

Youkyung berjalan ke arah kelas seperti biasanya. Ia menyadari bahwa sedari tadi teman-temannya menahan tawa ketika melihatnya, bahkan ada yang seakan melempar tatapan jijik ke arahnya.

Jangan pikirkan mereka, masih banyak teman yang mau menerimamu setelah kejadian kemarin, You! Youkyung berusaha mensugesti dirinya sendiri.

“You!!!” terdengar suara Chanmi memanggil namanya. Ia pun berbalik dan menyapa balik Chanmi. “Syukurlah kau masuk hari ini!” seru Chanmi.

“Kau pikir aku selemah itu apa?” Balas Youkyung.

“Ya sudah, ayo ke kelas!”

Saat sedang berjalan, tak sengaja mereka berpapasan dengan Chanyeol. Youkyung dan Chanmi yang sadar akan hal itu pun terkejut.

Bagaimana reaksi You setelah ini?

Apa yang harus aku lakukan?

Mereka bertiga berhenti, dan sekarang saling berhadapan. Jantung Youkyung berpacu kencang, “Hai…” dengan refleks sapaan terucap dari bibirnya. Seketika suasana menjadi sangat canggung. Chanmi pun ikut panik sendiri.

“Hai juga…” balas Chanyeol sambil tersenyum simpul dan mengangkat tangannya.

“Kami duluan, ya…” ucap Youkyung.

“Oke!”

Youkyung melanjutkan jalannya menuju kelas. “You, entahlah apa yang harus kukatakan. Tapi, apa kau senang?” celetuk Chanmi.

“Biasa saja.” jawab Youkyung datar.

“Apa kamu tidak suka lagi sama Chanyeol?” tanya Chanmi.

“Masih suka, kok! Hanya tak terlalu kupikirkan saja,”

“Tadi Chanyeol aneh sekali, cih!”

“Sudahlah, biarkan saja… Sudah menjadi haknya kalau tidak mau mempedulikan perasaanku.”

.

.

“Mina-ya, tadi aku lihat Chanyeol dan Youkyung masih saling menyapa, loh!” celetuk Chanmi.

“Oh ya? Lalu bagaimana?” balas Mina ingin tahu.

Hmmm, gimana ya? Pokoknya seperti tidak terjadi apa-apa sebelumnya gitu, deh!”

“Jadi menurutmu, apa Chanyeol punya perasaan yang sama dengan Youkyung?”

“Aku juga tidak tahu. Soalnya, mereka sama-sama canggung begitu!”

Huhh! Aku masih kesal sama Chanyeol karena kemarin. Setidaknya dia membela Youkyung, kek! Masa dalam situasi seperti itu ia masih tidak tahu apa yang harusnya dilakukan?!”

BRAKK!

“Hayooo… Ngomongin apa?” Youkyung menggebrakk meja dan sontak membuat kedua sahabat karibnya itu terkejut, “Tidak sedang bicara apa-apa, kok!” jawab Chanmi.

“Bohong… aku tahu, kalian merasa marah sama Chanyeol karena kejadian kemarin, ‘kan?”

“Iya, iya… Kami mengaku. Habis, dia memang sangat menyebalkan!” rutuk Mina.

“Kalian ini kenapa, sih? Sudah kuberitahu berkali-kali, jangan ungkit-ungkit masalah itu! Aku kan sudah bilang, ini semua sudah resiko. Berani sayang, berani sakit!”

Yak, wonder Woman kita mulai lagi…” oceh Chanmi.

“Semoga kau mendapatkan sesuatu yang manis setelah sibuk berkutat dengan rasa sakitmu, You!!” seru Mina menyemangati.

“Ya, amin… Terima kasih doanya.”

***

Hari Rabu sepulang sekolah, sudah menjadi rutinitas bagi Youkyung untuk mengikuti extra kulikuler basket. Di mana ia didapuk menjadi kapten tim disitu. Keringat bercucuran di dahinya, setelah ia berlatih begitu keras hari ini. Youkyung bergegas menuju ruang ganti.

Selepas berganti pakaian, ia pun segera pulang. Saat di depan gerbang sekolah, ia mendapati seseorang berperawakan tinggi besar yang memunggunginya.

Kok mirip Chanyeol? Tapi… ngapain jam segini Chanyeol ada di sekolah? batin Youkyung. Akhirnya ia putuskan untuk menyapa orang tersebut, memastikan tepat atau tidak.

“Chanyeol-ah?”

Yang dipanggil pun berbalik. Ternyata benar, itu Chanyeol.

“You?” Chanyeol menyapa balik Youkyung dengan panggilan yang tak biasa. Panggilan yang seharusnya hanya digunakan oleh Chanmi dan Mina.

“Kok masih di sini?” tanya Youkyung.

“Aku ingin mengajakmu pulang bersama. Kebetulan aku juga baru selesai ekskul, nih!” jawab Chanyeol. Kemudian dengan gerakan cepat ia langsung menggandeng Youkyung dan mengajaknya jalan bersama.

“Hey, Chanyeol-ah! Lepaskan tanganku!” omel Youkyung.

“Kenapa? Hanya bergandengan tangan, kok! Santai saja,” Chanyeol tak menghiraukan Youkyung, yang ada ia malah tetap menggandengnya sampai halte bus.

Semuanya berawal ketika Youkyung memberikannya surat cinta di hari itu. Tiba-tiba saja muncul rasa simpati yang menghasilkan empati, menjadi peduli, dan berujung pada ketertarikannya pada gadis manis dan tomboy bernama Youkyung tersebut.

“You… sepertinya, karena keberanianmu menyatakan perasaanmu melalui surat, aku jadi mulai suka padamu,” ucap Chanyeol sembari menunggu bis lewat.

“Itu… jangan terlalu dipikirkan! Dan, jangan memaksakan dirimu untuk membalas perasaanku. Asal kau tahu, itu sudah cukup bagiku, kok!”

“Aku bersungguh-sungguh. Bisakah, kita lebih serius lagi?”

“I… iya…” dengan terbata-bata Youkyung menjawab sambil menunduk malu.

– END –

Cerita ini terinspirasi pas aku nonton Black Rock Shooter episode 6🙂

Jangan lupa komentar habis baca ya…

27 thoughts on “The Pain of Letter

  1. wah end ya?
    mskipun d Awal2 ckup berat, nyesek, n nyakitin buat Youkyung, tp d ending td s’engga nya rsa skit You sdkit trobati…
    ff nya ckup ringen bt dbca, g trllu kompleks,
    q suka…
    terus brkrya ya…🙂

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s