What should I do with this girl? [Chapter 7]

 

What

Title                 :  What should I do with this girl? [Chapter 7]

Author            : Park  Hana

Cast                : Kim Joon myun , Park Chorong, Byun Baekhyun, Jung Eunji.

Other cast    : Find by your self

Genre             :  Comedy romance, friendship, supranatural.

Length           : Chapter

Rating            : PG-15

Warning       : Typo dimana-dimana dan jangan copy paste tanpa seijin saya terlebih dulu.

Summary       : Ini Cerita tentang dua orang yang bersahabat baik sejak kecil, kadang mereka terlihat seperti musuh yang saling membenci. Tapi kadang mereka terlihat seperti sepasang kekasih yang saling menyukai. Dan cerita tentang seorang perempuan yang mempunyai kemampuan suprantural yang berubah menjadi sesaeng fans seorang lelaki, bahkan meminta lelaki itu menciumnya.

Chapter 1| Chapter 2 | Chapter 3 | Chapter 4  | Chapter 5 |  Chapter 6

Chapter 7

Langkah Baekhyun pagi itu terasa begitu berat, dia terus memikirkan apa yang terjadi pada Eunji dan kenapa sikap Eunji berubah seperti sekarang.

Baekhyun  berjalan dibelakang Eunji tanpa mengejar Eunji yang sedari tadi terus berjalan didepannya.

Ingin sekali rasanya Baekhyun mengejarnya dan menanyakan apa yang sebenarnya terjadi, namun entah kenapa langkahnya terasa berat karena dia sudah tahu pasti Eunji takkan mengatakan yang sebenarnya.

Didepan, Eunji hanya terus berjalan tanpa mengatakan apapun. Dia tengah memikirkan ucapan Chorong yang menyuruhnya untuk mengatakan hal yang sebenarnya pada Baekhyun, tapi entah kenapa hal itu benar-benar terasa sangat berat baginya.

Di bis juga sama, Eunji hanya terdiam dan tak sekalipun membuka mulutnya sedangkan Baekhyun hanya bisa memperhatikan Eunji yang bersikap sangat tidak biasa itu.

***

Kedua mata Chorong menyipit saat Baekhyun tiba-tiba duduk di depannya seraya menatapnya tajam.

Chorong tersenyum penuh arti ketika mengetahui apa maksud Baekhyun yang tiba-tiba duduk di depannya.

“Yang aku tahu Eunji sedang menyukai seseorang!”

Dahi Baekhyun mengkerut mendengar ucapan Chorong dan hal itu semakin menarik untuk chorong.

“Aku tidak tahu siapa orangnya, namun tampaknya mereka semakin dekat”

Tanpa berkata apapun, Baekhyun berdiri kemudian dia pergi dari sana. Chorong saat ini hanya bisa tersenyum puas karena berhasil menjahili Baekhyun.

Ternyata saat ini Baekhyun berjalan menuju kelas Eunji, dia mendekati jendela kelas Eunji dan melihat apa yang sedang Eunji lakukan saat ini didalam kelasnya.

Eunji duduk terdiam dengan sebelah tangan yang menahan dagunya, lalu pandangan dia arahkan ke langit yang terlihat dari jendela kelasnya.

Baekhyun menghela napasnya berat lalu berniat pergi, namun dia malah dikagetkan oleh Chorong yang tiba-tiba saja sudah berada didepannya.

“Ayo kita bicara!” ajak Chorong

***

Chorong memberikan sebotol cola pada Baekhyun dan dengan senyum tipis Baekhyun mengambil cola pemberian chorong tersebut.

Mereka saat ini tengah duduk di tangga depan lapangan sekolah mereka.  Tak ada yang keluar sedikitpun dari mulut mereka kecuali suara kaleng cola yang Baekhyun ketuk-ketuk menggunakan jari-jarinya.

“Aku menyukaimu!” ucap Chorong tiba-tiba sesaat setelah meneguk cola miliknya.

Baekhyun yang sedari tadi terdiampun mulai mengalihkan pandangannya. Dia langsung menatap Chorong  dengan tatapan tidak mempercayai ucapan Chorong barusan.

Chorong mengalihkan pandangannya pada Baekhyun kemudian menatapnya seraya tersenyum tipis.

“Seseorang sangat mudah mengatakan sesuatu yang berlainan dengan hatinya dan itulah yang terjadi. Berbohong itu sangat mudah dibandingkan dengan berkata jujur dan itulah yang barusan aku lakukan. Bukankah mengatakan aku menyukaimu sangat mudah karena aku tidak menyukaimu!”

Baekhyun menyipitkan matanya karena tak mengerti dengan apa yang chorong katakan. Chorong sendiri mengerti bahwa Baekhyun tak mengerti apa arti perkataannya barusan, dia pun hanya tersenyum.

Dia kini mulai berdiri. Chorong memegang bahu Baekhyun seraya menatapnya dengan tatapan penuh arti.

“Pikirkan baik-baik  apa yang aku katakan barusan!”

Setelah mengatakan hal barusan seraya menepuk bahu Baekhyun, Chorongpun  bergegas pergi sedangkan Baekhyun  tampak berpikir. Dia memikirkan apa yang Chorong maksud barusan.

***

“Jung Eunji hei Jung Eunji!”

Baekhyun terus saja memanggil Eunji yang berjalan didepannya  dengan suara yang nyaring. Dia tak harus khawatir dengan orang-orang karena mereka saat ini tengah berada dijalan menuju rumah mereka yang terdiri dari rumah-rumah dengan tembok tinggi.

Baekhyun terus memanggil Eunji, namun taka dasahutan sama sekali dari Eunji yang membuat dia menjadi sedikit kesal pada sikap Eunji.

Baekhyun segera mengejar Eunji lalu menarik tangan Eunji.

Mereka tengah saling menatap saat ini. Eunji menatap Baekhyun dengan tatapan datar kembali, sedangkan Baekhyun menatap Eunji dengan tatapan yang seakan menginginkan penjelasan dari sikap Eunji pada nya.

Eunji mencoba melepaskan genggaman Baekhyun dari lengannya, namun Baekhyun malah menggenggamnya semakin kuat.

‘Hya ada apa denganmu?” tanya Baekhyun

Eunji tak menjawab apapun, dia hanya terus mencoba melepaskan genggaman tangan Baekhyun dari lengannya.

“Jung Eunji ada apa denganmu? Kenapa kau seperti ini? apa aku punya salah padamu hah?”

“Ah atau ini karena lelaki yang sedang dekat denganmu? Apa kau takut dia menjauhimu karena aku?”

Eunji menyipitkan matanya karena Ucapan Baekhyun yang tidak dia mengerti sama sekali. Baekhyunpun melepaskan genggaman tangannya di lengan Eunji lalu menatap Eunji dengan tatapan kesal.

“Baiklah lakukan semaumu!”  pekik Baekhyun lalu meneruskan jalannya dengan perasaan kesal.

Tanpa dia tahu, saat ini Eunji masih terdiam ditempat tadi dengan pandangan mata mengarah pada Baekhyun serta mata berkaca-kaca.

“Nappeun!” gumannya pelan.

Dengan kesal Eunji pun  mengejar Baekhyun lalu melakukan hal yang sama dengan yang Baekhyun lakukan tadi. Eunji menarik lengan Baekhyun agar Baekhyun menghentikan langkahnya dan menatapnya.

Eunji lantas melepaskan genggaman tangannya di lengan Baekhyun, kemudian menatap Baekhyun lekat.

“Kau ingin tahu aku kenapa?” tanya Eunji

Baekhyun melipat tangannya didada, dia lantas tersenyum tipis seraya mengangguk.

Eunji melangkahkan kakinya agar bisa lebih mendekati Baekhyun. mata mereka berdua pun bertemu.

“Baekhyun-ah jebal jangan biarkan aku melakukan ini!”

Mata Eunji mulai berkaca-kaca kembali. Baekhyun mengerutkan dahinya melihat ekspresi Eunji.

“Eunji-ya wae?” tanya Baekhyun khawatir seraya memegang kedua bahu Eunji.

Tanpa menjawab pertanyaan Baekhyun, Eunji langsung memegang kedua pipi Baekhyun lalu setelah itu dia mencium bibir Baekhyun seraya berguman pelan mengatakan mianhae yang bisa didengar oleh Baekhyun.

Denyut jantung keduanya mulai berpacu sangat kencang layaknya mereka tengah menaiki sebuah roller coster.

Ciuman yang terjadi selama dua detik itu berhasil membuat Baekhyun membelalakkan kedua matanya tanpa bisa melakukan apapun. Dia hanya terdiam tanpa menolak ataupun membalsa ciuman Eunji.

“Aku selalu berharap tidak mengatakan ini karena ini begitu sulit untukku tapi untuk sekarang kau ingin mengatakan bahwa aku menyukaimu. Setelah aku mengatakan ini aku harap aku bisa melupakan semuanya dan menjadi sahabatmu lagi tanpa ada beban. Jadi jangan pernah lagi berpikir terbebani karena eommonim menyukaiku, kau bebas memilih wanita yang kau suka.”

Setelah selesai mengungkapkan perasaannya, Eunjipun pergi dengan perasaan tenang. Dia memegangi dadanya kali ini karena jantungnya terus saja berdenyut sangat cepat.

“Maafkan aku Baekhyun-ah tapi aku benar-benar terbebani dengan perasaanku selama ini. maafkan aku” batin Eunji sambil melangkah pergi.

Sementara Eunji terus berjalan semakin menjauhi tempat Baekhyun berdiri, Baekhyun hanya masih seperti tadi terdiam tanpa mengatakan apapun. Dia tampaknya masih terkejut dengan ciuman serta pengakuan dari Eunji tentang perasaannya.

“Gadis itu. .apa yang harus aku lakukan padanya setelah dia melakukan hal barusan?” guman Baekhyun pelan.

***

Chorong duduk menunggu Joon myun di tempat biasa yaitu taman dekat apartemen Joon myun.

Udara dingin membuat dia berkali-kali harus meniup kedua tangannya yang terasa membeku agar sedikit terasa hangat.

Blushhh~

“Aigoo gadis ini memang benar-benar gigih, tapi apa kau tak malu terus menempel seperti ini pada lelaki itu?”

Chorong menatap hantu halmoni yang saat ini sedang duduk dipinggirnya, dia tersenyum pada hantu halmoni lalu menggelangkan kepalanya.

Hantu halmoni sedikit terkejut karena tak biasanya Chorong menatapnya dengan tersenyum.

“Karena halmoni selama ini selalu mendengarkan ceritaku dengan baik, maka aku berjanji  akan mendengarkan semua hal yang ingin halmoni ceritakan. Apapun itu katakanlah padaku!”

Hantu halmoni terlihat senang mendengar perkataan Chorong barusan karena selama ini Chorong tidak pernah mau perduli dengan apapun. Yang dia tahu hanya cara agar menghilangkan kelebihannya, tapi saat ini hantu halmoni seakan melihat orang yang berbeda. Chorong Yang baru yang terasa lebih hangat dibanding biasanya.

“Eo Halmoni bolehkan aku tahu bagaimana Halmoni meninggal?”

Pertanyaan Chorong yang tiba-tiba menanyakan hal barusan membuat Wajah hantu halmoni langsung berubah. Chorong menyadari perubahan ekpresi wajah hantu halmoni dan dia tahu bahwa hantu halmoni pasti tidak ingin membahasnya saat ini.

“Park Chorong”

Tiba-tiba saja Joon myun yang sedari tadi dia tunggu tengah mengampirinya seraya berlari pelan. Melihat Joon myun datang, Hantu halmoni pun langsung menghilang.

Chorong yang mengetahui Joon myun sedang menghampirinya kemudian tersenyum seraya melambaikan tangannya kearah Joon myun.

“Apa kau sudah lama menunggu?” tanya Joon myun

Chorong menggeleng lalu mengatakan bahwa itu tidak masalah walaupun dia harus menunggu Joon myun lama, karena dia senang saat menunggu Joon myun.

“Bertemu denganmu membuat jantungku berdetak kencang dan aku suka saat jantungku berdetak kencang seperti ini”

Joon myun meledek bahwa Chorong ternyata sangat pandai merayu laki-laki, sedangkan Chorong malah tersenyum kearah Joon myun mendengar ucapan Joon myun tersebut.

“Apa kau sudah makan?” tanya Joon myun

Chorong menggeleng karena memang dia belum makan sama sekali, lalu Chorong mengatakan bahwa sepulang sekolah dia langsung datang kesana jadi dia tidak makan bahkan dia masih memakai pakaian seragamnya.

Joon myun tersenyum, kemudian meraih tangan Chorong dan menariknya. Chorong menatap heran tangannya yang di pegang Joon myun dan hal itu malah membuat Joon myun kebingungan ada apa dengan Chorong.

Sadar kalau dia memegang tangan Chorong, Joon myun pun dengan canggung melepas tangan Chorong kemudian meminta maaf pada Chorong.

“Ayo makan di-rumah-ku” ajak Joon myun dengan terbata dan terlihat canggung.

Karena merasa canggung akhirnya Joon myun berjalan duluan, namun baru beberapa langkah dia malah dikejutkan oleh Chorong yang tiba-tiba saja memeluknya dari belakang.

“Sebelumnya tak pernah ada lelaki yang memegang tanganku seperti tadi kecuali appaku. Aku sangat bahagia  karena kau yang kedua. Gomawoyo my Suho!”

Chorong tersenyum bahagia dan begitupun Joon myun yang seketika itu langsung mengukir sebuah senyum tipis dibibirnya.

“Haruskah aku mengatakan ini?” tanya Chorong

“apa?” sahut Joon myun

“Aku menyukaimu!”

“Bukankah kau sudah mengatakannya lebih dari seratus kali”

“Benarkah sebanyak itu?” tanya Chorong polos  dan langsung membuat Joon myun terkekeh.

***

Chorong menatap bahagia makanan didepannya, padahal itu bukan makanan mewah Hotel bintang lima melainkan hanya sebuah ramen yang baru saja di buatkan oleh Joon myun untuk nya.

Joon myun kemudian menyindir bahwa ternyata Chorong bukan hanya terobsesi padanya tapi juga pada makanan.

Chorong menyangkal dengan mengatakan bahwa dia tidak percaya kalau Joon myun membuatkannya makanan, hal itu benar-benar membuatnya sangat bahagia. Dia megatakan ini seperti seorang fans yang di perhatikan oleh idolanya.

Joon myun terkekeh karena Chorong terus mengatakan bahwa dia adalah fan dirinya.

“Nona Park Chorong ingatalah bahwa aku tidak hanya memberimu makan, tapi juga membiarkanmu memasuki rumahku”

Chorong mengangguk seraya memakan ramen yang diberikan Joon myun.

“Tenang saja ingatanku kuat, saking kuatnya ingatanku aku bahkan masih ingat betapa berantakannya rumahmu waktu pert. . . “

Chorong segera menghentikan perkataannya saat menyadari bahwa dia terlalu jauh berbicara, sedangkan Joonmyun menyipitkan matanya mendengar ucapan Chorong barusan.

Chorong menatap Joon myun yang saat ini tengah menatapnya yang seakan menginginkan penjelasan. Beberapa detik kemudian dia pun menelan ludahnya sendiri seakan menyadari kebodohannya yang terlalu banyak berbicara.

Joon myun kini sudah siap mendengarkan penjelesan Chorong dengan menyilangkan tangannya didada.

‘Ah bagaimana ini aku terlalu banyak berbicara, bagaimana aku bisa katakan kalau waktu itu aku memasuki rumahnya bahkan sampai dua kali. Kalau dia marah ini akan jadi amsalah besar. Ah kenapa aku tidak bisa membaca pikirannya, kalau aku bsia membaca pikirannya ini akan jadi mudah mengetahui dia marah atau tidak” Keluh Chorong dalam hatinya.

Karena takut Joon myun marah, akhirnya Chorong hanya tersenyum seraya mengatakan bahwa dia kadang selalu asal berbicara dan meminta Joon myun tak menghiraukan kata-katanya barusan. Chorong pun malah menawari Joon myun ramen.

Joonmyun tak percaya begitu saja dengan ucapan Chorong karena dia tahu kalau saat ini Chorong berbohong. Tiba-tiba saja Joon myun mengambil ramen yang sedang Chorong makan yang membuat Chorong menatap dengan tatapan kaget.

“Kenapa kau mengambil ramenku?” tanya Chorong.

Joon myun menatap Chorong dengan tatapan yang dibuat seolah-olah sedang kesal.

‘Mwo? Ramenmu? Ini ramen milikku!” ujar Joon myun

Setelah mengambil ramen, Joon myun juga mengambil sumpit yang dipegang chorong.

“Hya kenapa sumpitku juga kau ambil?” protes Chorong.

“Ini Sumpitku!” ujar Joon myun

Joon myun kini mulai memakan ramen yang tadi dirampas dari Chorong, sedangkan Chorong menatap kesal kearah Joon myun.

“Kenapa kau menatapku seperti itu?” tanya Joon myun

“Apa kau marah?” tambahnya lagi seakan sedang menggoda Chorong.

“Aniya, aku mau pulang!”

Chorong berdiri, lalu mengambil tas miliknya dan pergi dari rumah Joon myun.

“Hya bukankah kau fanku kenapa kau marah?” teriak Joon myun

“Aku tidak marah. Aku hanya sedikit merasa kesal padamu, ini wajar jika fans marah pada idolanya. Aku pergi dan jangan cari aku!” sahut Chorong sambil berjalan menuju pintu keluar.

“Bukankah kau yang selalu mencariku!” balas Joon myun

Chorong yang hendak membuka pintu hanya bisa menghentakkan kakinya mendengar perkataan Joon myun yang memang benar bahwa selama ini dialah yang selalu mencari Joon myun.

“Baiklah kalau begitu aku putuskan akan membuntutimu terus”

Joon myun terkekeh dari dalam setelah mendengar gebrakan pintu rumahnya yang di banting Chorong. Dia benar-benar tak menyangka bahwa berbicara dengan chorong akan semenyenangkan ini.

“Aku rasa dia memang punya sihir, bagaimana bisa aku seperti ini?”

Setelah mengatakan hal itu, Joon myun pun kembali memakan kembali ramen yang sudah mulai dingin itu.

***

Baekhyun dan Eunji tengah terdiam didalam kamar mereka masing-masing. Baekhyun duduk di meja belajarnya seraya memegang frame foto dia bersama Eunji, sedangkan Eunji tengah duduk di balkom lantai atas seraya menatap salju yang berjatuhan dari langit.

“Noona masuklah, diluar sangat dingin! Kalau noona terus seperti itu maka pasti akan terkena flu”

Mendengar perkataan adiknya, Eunji pun menatap Eunjo lalu tersenyum tipis pada Eunjo.

“Mau bersandar di bahuku dan bercerita?” tawar Eunjo.

Bukannya menjawab, Eunji malah terdiam dengan mata yang berkaca-kaca mendengarkan tawaran adiknya itu. Dia tak menyangka bahwa  adiknya sangat dewasa meskipun masih berumur 11 tahun.

Melihat mata noonanya berkaca-kaca membuat Eunjo merasa kebingungan. Dia lantas bertanya apa ada yang salah dengan yang dia katakan barusan. Eunji menggeleng kemudian berjalan menghampiri Eunjo dan memeluknya.

“Terima kasih karena menjadi adikku” ujar Eunji

Eunjo menghela napasnya, setelah itu dia menepuk-nepuk bahu Eunji pelan seraya tersenyum.

“Ya memang seharusnya noona bersyukur mempunyai adik sepertiku!”

Eunji melepaskan pelukannya kemudian menatap Eunjo dengan wajah tak percaya dengan apa yang baru dia dengar.

Kini mereka berdua saling menatap, namun tak beberapa lama kemudian mereka berdua tertawa bersama.

***

Chorong tengah berdiri didepan pintu kelas Eunji sambil melipat kedua tangannya didada. Eunji menatap Chorong dengan datar seakan tak ada yang terjadi, tapi beda dengan Chorong yang seakan menginginkan penjelasan dari Eunji dari apa yang sudah dia lihat pagi ini, yaitu Eunji yang datang kesekolah dengan diantar oleh Minho.

Saat Eunji akan memasuki kelas, Chorong malah merentengkan tangannya menutupi jalan Eunji sehingga Eunji tidak bisa memasuki kelas.

Hal yang dilakukan Chorong membuat Eunji menatapnya dengan penuh pertanyaan, namun tidak dengan chorong yang sekarang bisa mndnegar suara hati Eunji yang mengatakan apa yang Chorong inginkan darinya.

“Bukankah sudah aku peringatkan untuk tidak mendekati Oppanya sulli, tapi kenapa malah keluar dari mobilnya barusan? Kenapa bisa dia mengantarmu?”

Eunji menghela napasnya saat mengetahui itu alasan Chorong menghadangnya. Dia tersenyum paksa kemudian menatap Chorong.

“Oppa itu datang kerumahku dan menjemputku! Aku pikir tidak baik jika aku menolak ajakannya padahal dia sudah datang kerumah!”

Chorong lantas memegang kedua bahu Eunji dan menatapnya secara intens.

“Eunji-ya jauhi dia, aku mohon!”

“Wae? Kenapa eonni selalu menyuruhku menjauhinya? Aku ingin tahu alsannya. Dan lagi bagaimana aku melakukan hal yang bahkan aku tidak tahu alasannya. Itu sangat tidak adil untuknya.”

Perlahan Chorong melepaskan pegangannya di bahu Eunji saat mendengar suara hati Eunji lagi.

Menyukai seseorang itu tidak mudah, apalagi melupakannya. Jika aku tidak bisa dengan orang yang aku sukai, apa tidak terasa jahat jika aku juga menjauhi orang yang menyukaiku

Eunji meneruskan langkahnya memasuki kelas begitu Chorong melepaskan peganganya di bahu miliknya.

“Eunji-ya bukankah lebih jahat jika kau menggunakan orang yang menyukaimu hanya untuk melampiaskan kemarahanmu atas rasa sakitmu!” ucap Chorong pelan namun ternyata masih bisa didengar oleh Eunji.

Sesampainya di bangkunya, Eunji langsung membanting tas miliknya diatas meja kemudian dia sendiri duduk setelah itu menelungkupkan  wajahnya.

Sementara Eunji terlihat begitu sedih, saat ini Chorong malah tengah mendatangi Baekhyun yang sedang duduk manis di bangkunya sambil memainkan ponsel miliknya.

Baekhyun sedikit mendelik pada Chorong yang duduk didepannya, namun dia tak menyapa Chorong sedikitpun. Dia hanya terdiam seakan Chorong tak ada disana.

“Byun Baekhyun kenapa kau seperti itu?”

Sekali lagi Baekhyun mendelik pada Chorong, namun beberapa detik kemudian dia menggelengkan kepalanya seperti dia tidak ingin menanggapi ucapan Chorong.

Chorong tersentak ketika menatap mata Baekhyun dan mengetahui soal ciuman yang Eunji berikan pada Baekhyun sebagai ungkapan perasaan Eunji pada nya.

“Kenapa orang-orang begitu sulit untuk mengungkapakn perasaan mereka yang sebenarnya pada orang yang mereka suka. Apa sesulit itu mengungkapkan perasaan? Orang-orang memang rumit. Apa yang harus mereka takutkan dengan mengungkapkan perasaan mereka?”

Chorong terus mengoceh, namun tak sedikitpun Baekhyun tergoyahkan. Dia hanya diam. Baekhyun benar-benar rmengacuhkan semua yang Chorong katakan, namun hal itu tak membuat Chorong kesal sedikitpun pada Baekhyun karena tujuan utama Chorong bukanlah Tanggapan Baekhyun di dalam perkataan melainkan tanggapan hati Baekhyun yang sejujurnya yang Chorong lihat dari mata Baekhyun.

Setelah puas dan mengetahui apa yang ada dalam hati Baekhyun, chorongpun berdiri. kini  dengan senyum tipis diapun menuju tempat duduknya.

“Seperti itulah terus maka kau akan menyesal!” ujar Chorong pelan.

Di senderkan kini badannya di punggung kursi miliknya, kemudian dia teringat pada Minho yang terus mendekati Eunji, tak bisa dia elakan kalau saat ini dia merasa khawatir pada Eunji.

Chorong kembali teringat bagaimana tangan bergetar hebat saat  dia berusaha menegakkan kepala agar bisa melihat wanita yang selalu mengikuti Minho dengan jelas dan seksama.

Tiba-tiba saja kini jantungnya mulai berdebar kencang dan keringat dingin juga mulai bercucucuran kembali dari dahinya saat dia teringat sosok wanita yang ada di mimpinya.

“Maldo Andwae!” ujarnya dengan mata membulat.

***

Di Halte bis saat akan menunggu bis, Eunji bertemu Baekhyun yang akan pulang juga. Tidak ada sapaan yang terucap dari keduanya. Chanyeol yang bersama Baekhyun hanya bisa menatap keduanya bergantian dengan wajah kebingungan. Ingin sekali dia bertanya apa yang terjadi, tapi dengan sipat monster Eunji dan sipat cerewet Baekhyun Chanyeolpun mengurungkan niatnya karena itu tak kan baik bagi keselamatan telinganya.

Baekhyun dan Eunji berdiri bersebelahan di dalam bis. Sekali lagi mereka hanya terdiam tak mengatakan apapun layaknya orang asing yang tidak saling mengenal. Chanyeol yang masih berada bersama mereka akhirnya merasakan frustasi karena keduanya, bahkan  sedari tadi juga Baekhyun tak berbicara sedikitpun padanya.

“Tahu seperti ini, tadi aku pulang mengatar sulli” gumannya pelan seraya menghela napasnya panjang.

***

Alunan music mengalun dari earphone yang dipasang di telinga Joon myun dan Chorong secara bersebelahan, hal tersebut membuat mereka terdiam menghayati setiap nada yang terdengar. Belum lagi mereka saat ini tengah duduk di bawah rak buku perpustakaan.

Sesekali Joon myun melirik kearah Chorong yang tampak sedang memikirkan sesuatu.

“Apa ada yang sedang kau pikirkan?” tanya Joon myun

Chorong menyenderkan kepalanya di bahu Joon myun, namun pandangan Chorong terus saja mengarah kearah depannya.

“Kadang orang-orang selalu memilih memendam perasaan mereka dibanding mengungkapkan perasaan mereka. Apa sebegitu susahnya mengungkapkan rasa suka pada seseorang?”

Joon myun mengehela napas kemudian ikut menyenderkan kepalanya di kepala Chorong yang menyender di bahunya.

“Banyak hal yang harus dipikirkan jika memutuskan mengungkapkan perasaan pada seseorang. Mengungkapkan itu mudah tapi memikirkan apa yang akan terjadi setelahnya, itulah yang sulit!”

Menanggapi ucapan Joon myun barusan, Chorong pun bertanya apakah Joon myun pernah mengungkapkan perasaannya pada seorang perempuan.

Kini Joon myun tampak berpikir dan tak beberapa lama dia tersenyum tipis seraya mengatakan bahwa dia pernah melakukan hal itu di masa lalu.

Chorong bertanya siapa gadis itu, dimana rumahnya dan apa dia cantik. Hal tersebut pun berhasil membuat Joon myun terkekeh karena dia merasa kalau Chorong sedang cemburu.

“Apa kau yakin ingin tahu dia siapa?” tanya Joon myun.

Chorong berdehem untuk meyakinkan Joon myun bahwa dia benar-benar ingin tahu perempuan seperti apa yang bsia membuat Joon myun jatuh cinta.

“Dia perempuan yang membuat aku ingin menjadi seorang penyanyi!”

Karena kaget mendengar ucapan Joon myun, Chorong pun mulai menatap Joon myun dengan tatapan tak percaya.

Joon myun lantas bercerita bahwa dulu saat  di high school dia mendengar seseorang menyanyi dengan suara yang sangat indah. Dia begitu penasaran sampai akhirnya dia mengintip keruangan tersebut. Saat dia memasuki ruangan itu, dia sangat terpesona pada seseorang yang tengah menyanyi yang tampak bagaikan seorang bidadari dimatanya.

“Dia sanbae disekolahku, dia begitu baik dan cantik. Aku selalu diam-diam melihatnya berlatih bernyanyi. Dia selalu mewakili sekolah dalam perlombaan menyanyi, bahkan dia juga berhasil memasuki perlombaan internasional. Dia bagaikan bidadari saat menyanyi”

Joon myun mengehentikan ceritanya saat menyadari kalau Chorong tengah antusias mendengarkan cerita Joon myun.

“kenapa tak dilanjutkan?” tanya Chorong.

“Eo baiklah aku akan lanjutkan!”

Joon myun melanjutkan ceritanya sambil terus memperhatikan Chorong yang terlihat mendengarkan dengan baik cerita Joon myun. Tersirat sedikit pertanyaan di hati Joon myun saat ini, yaitu apa Chorong tidak merasakan apapun saat Joon myun bercerita tentang wanita yang di sukainya.

“Kemana dia sekarang?”

“Dia sudah meninggal karena bunuh diri!”

Chorong begitu terkejut mendengar hal itu. Dia bahkan langsung menutup mulutnya menggunakan kedua tangannya.

Joon myun kemudian mengatakan bahwa semenjak mendengarkan suara gadis itu, muncul keinginan di hatinya untuk bisa bernyanyi sebagus gadis pujaannya itu. Dan semenjak gadis itu meninggal, Joon myun berlatih keras. Dia ingin menjadi penyanyi dan mengirimkan nyanyiannya agar bisa didengar gadis tersebut di atas sana.

“Lalu kenapa kau malah sekolah kedokteran?”

Joon myun menatap Chorong dan kini terlihat di wajah Joon myun kalau dia enggan bercerita lebih lanjut. Chorong ingin sekali tahu jawaban dari pertanyaannya, namun Joon myun seperti menghindar dan malah mengajak Chorong makan ramen lagi dirumahnya.

Joon myun membereskan barang-barangnya, lalu berdiri seraya menarik tangan chorong untuk pergi sedangkan Chorong merasa kecewa karena Joon myun tak melanjutkan ceritanya. kali ini Chorong kembali berpikir bahwa andai saja dia bisa membaca pikiran Joon myun. Baru kali ini dia merasa sangat ingin membaca pikiran orang, hal itu sangat berbeda dengan apa yang selalu dia rasakan selama ini yaitu menghilangkan kemampuannya itu.

***

Saat menuju apartemen Joon myun, mereka bertemu dengan Minho. Sekali lagi chorong menundukkan wajahnya ketika Minho berada didekatnya. Joon myun pun bisa merasakan kalau tangan Chorong yang sedang dia pegang bergetar. Dia sedikit melirik pada Chorong, namun Minho langsung meledek mereka berdua yang membuat Joon myun kebingungan dan langsung melepaskan pegangan tangan mereka.

Sementara Minho tengah meminta penjelasan tentang hubungan Joon myun dan Chorong pada Joon myun, Chorong malah tengah tertunduk ketakutan. Dia tidak bisa mengangkat kepalanya karena gadis yang selalu mengikuti Minho.

Gadis itu tampak tengah menatap Chorong dengan tatapan sedih seraya berguman menyuruh Chorong pergi dan jangan mengganggu nya.

“Aigoo Joon myun-ah lain kali kita lakukan double date. Kalian berdua dan aku serta Eunji”

Mendengar nama Eunji disebut, Chorong langsung mengangkat kepalanya karena terkejut. Dia menatap Minho sebentar, namun beberapa detik kemudian dia membuang muka kembali. Dia tak sanggup melihat wajah mengerikan perempuan yang selalu mengikuti Minho tersebut.

“Aku harus pergi!” pamit Chorong

Chorong membungkuk pada Minho maupun Joon myun kemudian langsung pergi. Joon myun benar-benar penasaran apa yang terjadi pada Chorong, karena dia selalu merasa ada hal yang tidak biasa saat Chorong bertemu Minho. Joon myun juga menyadari perubahan raut wajah Chorong ketika Minho ada didekatnya.

“kenapa kau tak mengejarnya?” tanya Minho pada Joonmyun.

“Eo!” sahut Joon myun yang seakan tidak focus karena pikirannya tengah memikirkan  Sikap Chorong yang aneh.

***

Malam hari yang sangat dingin dengan salju yang turun memenuhi jalanan, beberapa orang memilih untuk diam didalam rumah dan ada juga yang menikmati pemandangan bersalju tersebut dari jendela rumahnya. Itu juga yang tengah di lakukan Chorong dikamarnya saat ini.

Pikiran Chorong saat ini sangat penuh dengan pertanyaan tentang hantu wanita yang selalu mengikuti Minho. Dia ingin tahu siapa perempuan itu, kenapa mengikuti Minho dan yang paling uatama adalah kenapa dia muncul di mimpinya bersama dengan Eunji.

“Apa sebegitu sayangnya kau pada temanmu itu?”

Hantu halmoni tiba-tiba saja sudah berada di sebelah Chorong. Chorongpun menanggapi pertanyaan hantu halmoni dengan anggukan.

“Dia sangat berarti bagiku. 6 tahun lalu aku bertemu dengannya. Saat aku terduduk sendirian di stasiun kereta dan tengah menangisi hidupku yang sangat menyedihkan dan menakutkan. Dia duduk di sebelahku seraya mengatakan bahwa pasti aku tidak punya teman jadi aku duduk disana, setelah itu dia menyanyi untukku seraya mengatakan lagu itu membuat hatinya hangat. Setelah hari itu aku selalu ingin sekali bertemu dengannya lagi dan takdir mempertemukanku lagi setelah 3 tahun,  di sekolah ku yang sekarang.”

Hantu halmoni tersenyum mendengar cerita Chorong, dia benar-benar seperti menemukan Chorong yang selama ini tersembunyi, yaitu Chorong yang sebenarnya.

“Saat aku bersedih, Eunji selalu memelukku lalu mengatakan bahwa Tuhan benar-benar menyayangiku oleh karena itu dia memberiku kemampuan ini.”

Hantu halmoni menggerakkan tangannya menuju wajah Chorong seakan dia ingin memegang wajah Chorong, namun tetap saja dia tidak bisa memegang wajah Chorong. Hal itu tidak membuat Hantu halmoni bersedih karena dia malah tersenyum kearah Chorong seraya mengatakan bahwa yang dikatakan oleh Eunji benar.

Chorong menyadari bahwa kemampuannya membuatnya bertemu hantu halmoni. Dia pun kini kembali teringat saat pertama kali bertemu hantu halmoni yang tengah berdiri didepan sebuah toko music dan tengah menatap piano yang ada didalam sana.

***

Diapartemennya, Joon myun tampak tengah mondar-mandir seraya memikrkan sesuatu. Beberapa kali juga dia mengecek ponselnya untuk memastikan apa Chorong mengiriminya pesan, namun sedari tadi siang Chorong tak kunjung menghubunginya.

Joon myun masih penasaran kenapa Chorong selalu bersikap aneh jika didekat Minho. Kini Sebuah pikiran anehpun melintas di pikiran Joon myun.

Dia berpikir apa mungkin Chorong menyukai Minho dan dirinya di gunakan untuk alat agar bisa dekat dengan Minho. Beberapa detik kemudian dia menggelengkan kepalanya seraya berguman bahwa Chorong tidak mungkin melakukan hal itu.

Berkali-kali dia duduk di sova namun tak lama duduk dia pun berdiri kembali, lalu setelah itu duduk lagi dan begitu seterusnya.

Dia mendesah karena tak ada yang bisa dia lakukan saat ini. Dia juga berpikir bahwa dia mulai gila karena terus memikirkan gadis yang tiba-tiba muncul di kehidupannya itu.

“Gadis itu sepertinya benar-benar mempunyai ilmu sihir, bagaimna ini? Apa aku harus pergi menemui seorang cenayang?”

Joon myun terus mengoceh sendirian tanpa henti dan tanpa dia sadari hal itu membuat dia tampak bodoh jika ada orang yang melihatnya.

***

“Eommonim~”

Teriakan Eunji dari arah pintu membuat Baekhyun yang saat itu tengah duduk sambil menonton televise derta memakan snack langsung tersedak . Baekhyun terkejut mendengar suara Eunji. Dia tiba-tiba saja ingin kabur dan bersembunyi dari sana.

Dia merasa takut bertemu Eunji, ah bukan takut lebih tepatnya dia malu jika bertemu Eunji. Bahkan di sekolah, sebisa mungkin dia menghindari Eunji karena jika melihat Eunji dia jadi teringat pada ciuman waktu itu. bahkan dia harus berusaha sebisa mungkin menunjukkan wajah datar jika tidak sengaja bertemu Eunji dan itu adalah hal paling sulit baginya.

Saat Baekhyun kebingungan mencari jalan keluar dengan gelisahnya. Eunji yang sudah berada disana dengan sebuah bungkusan besar yang ditutupi kertas berwarna coklat hanya bisa menatap Bakehyun yang terlihat seperti orang bodoh sedang berdiri memunggunginya tanpa bergerak sedikitpun seperti patung.

“Eunji-ya!” panggil Umma Baekhyun bahagia seraya menghampiri Eunji.

Umma Baekhyun kemudian melihat kearah bingkisan yang Eunji bawa dan langsung tersenyum cerah.

‘Eunji-ya apa ini?” tanya umma Baekhyun.

Eunji tersenyum, kemudian merobek kertas tersebut. kini terlihatlah apa yang Eunji bawa.

Sebuah foto keluarga Baekhyun yang diambil bulan lalu yang sangat besar beserta frame foto dari kayu yang Eunji buat yang sangat bagus.

Umma Baekhyun begitu terharu dan langsung memeluk Eunji seraya mengucapkan terima kasih pada Eunji.

“Eommonim ini hadiah ulang tahun pernikahan dengan ahjussi. Semoga kalian selalu bahagia dan saling menyukai selamanya. Aku sangat iri pada kalian, semoga kelak aku bisa seperti kalian berdua”

Ucapan Eunji barusan pun mendapat anggukan dari umma Baekhyun. Didalam hati kecilnya, Umma Baekyun benar-benar ingin Eunji menjadi menantunya. Namun dia juga tak bisa memaksakan hati mereka berdua apalagi perkataan Baekhyun waktu itu pasti akan membuat Eunji bersedih jika mendengarnya. Itulah pikiran umma Baekhyun sekarang.

Menyadari bahwa sedari tadi Baekhyun hanya berdiri memunggungi mereka, umma Baekhyun maupun Eunji langsung mengarahkan pandangannya pada Baekhyun.

“Hei Byun baek, sedang apa kau disana?” tanya ummanya.

Baekhyun membalikkan badannya aat itu juga. Dengan  memasang wajah datar diapun mengatakan bahwa dia mau belajar dan dengan kata lain dia berusaha menghiraukan pertanyaan ummanya.

Setelah Baekhyun pergi, umma Baekhyun langsung berdecak kesal karena sikap Baekhyun yang menurutnya sangat tidak menyebalkan itu.

‘haishh anak itu harus aku beri pelajaran” ujar Umma Baekhyun.

Eunji segera memegang tangan umma Baekhyun lalu menggeleng seakan memberikan kode agar dia tidak melakukan apapun pada Baekhyun.

‘Aigoo Eunji-ya bagaimana kau bisa sebaik ini?”

Eumma Baekhyun kemudian memeluk Eunji dan mengusap kepala Eunji penuh rasa sayang. Hal itu membuat Eunji malah bersedih karena dia begitu menyangi umma Baekhyun seperti ummanya sendiri.

Tanpa mereka sadari saat ini Baekhyun yang mengatakan akan kekamarnya malah tengah memperhatikan mereka sambil bersembunyi di balik tembok. Dia menatap ummanya serta Eunji yang tengah berpelukan saat itu. Ada persaan bersalah dihati Baekhyun atas perkataannya tempo hari.

Dia menyadari bahwa ummanya begitu menyayangi Eunji. Saat menatap Eunji dan ummanya, tiba-tiba saja kata-kata Chorong yang mengatakan bahwa dia menyukai Baekhyun terngiang di pikirannya. Baekhyun tersenyum getir ketika menyadari arti perkataan Chorong waktu itu.

“Aku benar-benar bodoh, perasaan itu membuatku bertindak bodoh! Chorong benar mengatakan hal bohong sangat mudah dari pada mengatakan kejujuran. Bahkan aku tidak bisa menatapnya seperti dulu karena kebodohanku. Kenapa penyesalan itu selalu datang di akhir?”

Baekhyun membalikkan badannya lalu dia menyender pada tembok tersebut seraya menundukkan kepalanya seakan menyesali semua yang sudah dia ucapkan.

TBC

Fuihhhh *Elap keringet*

Akhirnya part 7 nya keluar juga walaupun agak lama publishnya, dan di part ini aku masih belum bisa nyeritain tentang si hantu cewe yang deketin Minho. Maaf yah aku masih mau bikin Baekhyun-Eunji- Joonmyun bergalau ria. ^^V

Di next episode deh  aku certain XD. Dan di episode ini kayanya gak ada humornya yah? perusuhnya lagi pada galau *lirik Baekhyun sama Eunji.Hhe

Pokoknya ntar bakal ada cerita tentang hantu perempuan, hantu halmoni dan yang lainnya bakal kebongkar, bahkan kejahatan yang besar bakal terbongkar. lol .hhe *upps keceplosan* ^^V

FF ini kayanya agak panjang deh, kemungkinan aku bakal bikin lebih dari 10 part tapi gakkan lebih dari 15 ko. panjang kan? jadi mohon doa restunya deh. *eh (?)

 

137 thoughts on “What should I do with this girl? [Chapter 7]

  1. Ping-balik: What should I do with this girl? [Chapter 15] | EXO Fanfiction World

  2. Ping-balik: What should I do with this girl? [Chapter 13] | EXO Fanfiction World

  3. Ping-balik: What should I do with this girl? [Chapter 12] | EXO Fanfiction World

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s