The Dark Rose

Gambar

|| Author : Deerexo ||

|| Title : The Dark Rose ||

|| Rated : WARNING! PG-17 ||

|| Main Cast : EXO’s Byun Baek Hyun and Kim Hye Ra OC ||

|| Minor Casts : EXO and SM Family ||

||Theme : School Life, Family problem, Hate-Love, Romance ||

|| Credit Poster : IRA at HSG||

|| Disclaimer : The characters are belong to God and theirselves. I only have the storyline and don’t copy-paste or remake it. ||

Semuanya terjadi begitu saja. Insiden memalukan yang terjadi antara Byun Baek Hyun, lelaki pintar dengan segudang prestasi dan sifat sopan tanpa cela dengan seorang Kim Hye Ra, gadis sombong nan arogan yang menempati urutan pertama gadis paling mengerikan di sekolah.

Ini kesalahan Hyera sendiri.

Dan semenjak itu Baek Hyun masuk ke kehidupannya dan mengacaukan segalanya.

“Berhenti membuatku gila, Byun Baek Hyun!”

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pologue

Aku tak peduli hidupku. Hidup ini benar-benar tak pantas untuk ku nikmati. Aku lebih memilih untuk mati meregang nyawa daripada harus hidup seperti ini. Ku akui setidaknya aku memiliki banyak harta untuk aku hamburkan dan aku punya wajah yang cukup menarik perhatian laki-laki. Setidaknya aku cukup puas dengan itu.

Namaku Kim Hyera. 17 tahun dengan profil keluarga yang sama sekali tak penting. Aku merasa tak punya keluarga dimanapun. Keluargaku hanya uang dan penderitaan. Tak ada ibu tak ada ayah karena menurutku ibu hanya seseorang yang melahirkanku ke dunia ini tak lebih.

Oh. Kenapa?

Ibuku tak pernah ada di rumah kecuali 3 hal. Karena lelah dan beristirahat, karena ada rapat yang diadakan di rumah dan yang terakhir untuk bertengkar dengan ayahku. Begitupun sebaliknya, ayahku hanya berpikir bagaimana menghidupiku dengan uang yang didapatnya sebagai Direktur Utama sebuah perusahaan Furniture.

Kehidupanku di rumah hampir sama dengan kehidupanku di sekolah. Aku tak punya teman. Mereka semua menjauhiku karena menurut mereka aku adalah orang sombong yang tak segan berbicara tajam. Itu benar. Aku memang seperti itu tapi aku sungguh tak peduli.

Lihatlah, sekarang saja mereka sedang membicarakanku tanpa menurunkan volume suara yang mereka buat.

“Mengajak Hyera? Ke pesta itu? Kau gila!”

“Aku tak sudi jika dia menjadi pusat perhatian nantinya”

Cih. Gadis-gadis menyedihkan.

Aku bertingkah seolah-olah tak mendengar apa yang mereka bicarakan lagipula aku duduk di bangku pojok kanan deretan belakang sementara mereka di depan.

“Aku tahu dia mendengarnya tapi dia bertingkah seolah-olah dia tak mendengar apapun!”

Betul sekali.

“Aku benar-benar membenci Kim Hyera.”

Terimakasih banyak.

Sebenarnya aku ingin tertawa mendengar mereka semua membicarakanku seperti itu. Apa mereka tidak lapar? Jam makan siang sudah hampir berakhir dan mereka sibuk menyindir dan membicarakanku. Mereka pasti akan kelaparan saat pelajaran Fisika.

Bel masuk berbunyi dan gadis-gadis menyedihkan itu langsung berpisah dengan cepat menghambur ke meja masing-masing.

Tak lama kemudian Hwang seosangnim memasuki kelas lengkap dengan buku tebal di pangkuannya.

Uh. Aku benar-benar tak suka pelajaran ini. Otakku sangat lamban jika menyangkut dengan perhitungan dan rumus.

“Kita ulangan mendadak. Tutup buku kalian!”

Rasanya aku ingin mati saja atau setidaknya pergi menghilang ke planet manapun.

***

BYUN BAEK HYUN sengaja duduk di bangku taman sekolah yang terletak di samping pintu gerbang. Dia baru saja selesai mengikuti Olimpiade Fisika dan memilih bersantai disini daripada harus pulang ke apartemennya.

Taman itu cukup luas dan menghadap ke jalan yang akan dilalui murid-murid untuk masuk atau keluar sekolah. Menurut Baek Hyun ini sangat menyenangkan. Setidaknya dia bisa melihat teman-temannya keluar kemudian memanggil mereka dan mengobrol seru.

Tangan kanan Baek Hyun mengenggam sebuah buku Bahasa Inggris dan masih ada 2 buku lagi yang tersusun rapi di sebelahnya. Baek Hyun sangat suka membaca buku, tapi jangan kategorikan dia sebagai anak culun yang tertindas. Tidak, Baek Hyun tidak seperti itu.

Kalau lebih spesifik lagi Baek Hyun adalah si cerdas yang sopan dan ramah terhadap orang lain.

Dengan IQ 200 dan penampilan di atas rata-rata itu wanita mana yang tak histeris melihatnya?

Oke. Berlebihan.

Baek Hyun melirik arlojinya. 5 menit lagi bel pulang akan berbunyi dan Baek Hyun sedang menunggu Kim Jong Dae untuk membahas Olimpiade Kimia yang akan Jong Dae ikuti besok. Membicarakan hal berbau pelajaran membuat Baek Hyun sangat bersemangat.

Bel berbunyi.

Semua murid berhambur keluar sekaligus. Kebanyakan dari mereka pergi berdua dan sendiri untuk pulang. Mata Baek Hyun menyipit mencari dimana Jong Dae berada.

“Kim Jong Dae!” panggilnya begitu melihat lelaki berkacamata itu muncul.

Jong Dae yang sedang berjalan menoleh dan melihat Baek Hyun melambai-lambaikan tangannya.

“Baek Hyun? Bukankah kau harusnya mengikuti Olimpiade Fisika sekarang?”

Tentu saja Jong Dae bingung mengapa Baek Hyun bisa disini.

Akhirnya mereka berdua duduk di bangku taman dan membicarakan bagaimana olimpiade yang Baek Hyun ikuti. Baek Hyun sangat bersemangat ketika membeberkan bagaimana dirinya berhasil menyelesaikan soal olimpiade itu dalam waktu 1 jam. Jong Dae memukul bahu Baek Hyun pelan dan berkata bahwa Baek Hyun kelewat percaya diri.

Pandangan Baek Hyun tak sengaja melihat seorang gadis yang baru saja keluar dari sekolah. Gadis itu menggunakan rok seragamnya lebih pendek dibandingkan siswi lainnya. Gadis itu melepas almamaternya dan lebih memilih menggunakan blazer coklat. Rambut coklatnya dibiarkan tergerai dengan asal-asalan.

Baek Hyun mengerutkan dahi melihat penampilan gadis mengerikan itu.

“Jong Dae. Kau tahu siapa gadis itu?” Baek Hyun mengedikkan kepala dan menunjuk dengan dagunya.

Jong Dae mengikuti arah pandang Baek Hyun lalu tertawa ketika melihat siapa orang yang dimaksud Baek Hyun.

“Dia Kim Hyera. Satu kelas denganku. Kau pasti berfikir bahwa dia gadis aneh dengan penampilan seperti itu?”

“Benar sekali.”

“Itu memang sifatnya..” Jong Dae merendahkan suaranya “Dia gadis kaya yang sombong. Dia tak punya teman.”

Baek Hyun menatap Jong Dae tak percaya. Gadis itu tak punya teman? Seburuk apa sifatnya sampai dia tak punya teman seperti itu? Memikirkan Baek Hyun tak punya teman di sekolah seperti Hyera membuatnya bergidik.

Baek Hyun melihat gadis itu menundukkan kepalanya sehingga dia tak melihat bagaimana raut wajahnya. Apakah dia jelek?

Saat itu juga Hyera mengangkat wajahnya dan Baek Hyun mengerjap kaget ketika melihat ada bulir air mata yang mengalir melewati pipinya. Dan raut wajah itu kelihatannya sendu sekali. Kemudian Hyera berlari ke luar gerbang dengan isakan yang cukup jelas terdengar ke tempat Baek Hyun duduk.

“Kenapa dengannya?” Baek Hyun bertanya.

“Biarkan saja. Dia memang tidak jelas.” jawab Jong Dae.

Well, sedikit sulit berbicara masalah simpati dan kasih sayang dengan Jong Dae. Baek Hyun tentu saja tahu bahwa Jong Dae merupakan lelaki paling cuek dan arogan yang pernah ia temui.

 Tapi ini tak bisa dibiarkan. Hyera terlihat sangat sedih tadi. Entah mengapa tapi Baek Hyun merasa perlu mengecek keadaannya.

“Jong Dae. Aku pergi dulu” Baek Hyun memasukkan semua bukunya ke dalam tas dan berjalan ke luar gerbang sekolah.

Jong Dae menjingitkan alis namun membiarkan Baek Hyun pergi.

Ada apa dengannya?

***

Malam hari di Seoul terasa sangat dingin bagi Baek Hyun yang sudah menunggu 3 jam lebih dalam mobil dan didepan sebuah bar kecil. Sebenarnya dia tak ingin ada disini namun melihat mobil Hyera yang mengarah kesini tentu saja membuatnya bertanya-tanya.

Gadis ini pergi ke bar?

Awan sudah tertutup gelap sepenuhnya namun tak ada tanda-tanda Hyera akan keluar dari bar kecil itu.

Apa perlu aku masuk?

Baru saja Baek Hyun melangkahkan kakinya ke dalam bar, semua wanita berpakaian minim langsung menatapnya ganas seolah-olah dia adalah daging segar dan mereka adalah singa betina yang kelaparan.

Sontak saja hal itu membuat Baek Hyun mundur dan kembali ke mobilnya yang sengaja ia parkirkan sedikit jauh dari tempat itu.

Sebenarnya dia bisa saja pulang dan menghabiskan waktu dengan membaca buku namun ada sesuatu yang menahannya disini. Dia tak tahu mengapa tapi ketika melihat Hyera tadi sore dengan wajah sendunya membuatnya sedikit prihatin dengan gadis itu.

Pintu bar itu terbuka. Baek Hyun memperhatikannya lebih teliti. Sepatu cats berwarna putih. Kaus kaki hitam selutut. Rok pendek seragam sekolahnya dan blazer coklat. Itu Hyera!

Hyera berjalan tertatih sambil berusaha mencari pegangan untuk berdiri. Dia mabuk? Baek Hyun menggeleng-gelengkan kepalanya tak percaya. Gadis ini benar-benar rusak. Bagaimana dia bisa menyetir jika dia mabuk seperti itu?

“Gadis tidak waras!” Baek Hyun mengumpat ketika melihat Hyera menjadikan seorang lelaki yang melewatinya sebagai pegangan. Tentu saja lelaki itu senang.

Baek Hyun mencengkeram erat setir mobilnya manakala melihat lelaki itu membantu Hyera berdiri dan dengan sengaja memeluk Hyera yang kelihatan sudah tidak bisa ditolong lagi.

Oke. Baek Hyun langsung keluar mobil dengan langkah pasti dan berjalan cepat ke arah Hyera dan lelaki itu. Tanpa sadar tangannya sudah terkepal sejak tadi.

“Lepaskan!”

Lelaki itu memandang Baek Hyun bingung.

“Ayo pergi”

Baek Hyun menarik paksa Hyera dan menyelipkan tangannya ke pinggang gadis itu. Hyera hanya mengerjapkan matanya dan mengikuti Baek Hyun pergi. Otaknya mengalami overwhelming yang berat akibat berliter-liter alkohol yang dia minum selama 3 jam ini.

Kepalanya terasa berat namun yang bisa dia lakukan hanya mengerang tidak jelas. Dia bahkan tidak sadar jika Baek Hyun membawanya ke dalam mobil Baek Hyun bukan mobilnya. Kesadarannya hanya mencapai 10%. Benar-benar parah.

Baek Hyun mendudukan Hyera di kursi penumpang dan memasangkan sabuk pengaman dengan pelan. Bau alkohol tercium jelas dari tubuh Hyera membuat Baek Hyun mengernyit.

Anak cerdas dan berperilaku terpuji seperti Baek Hyun tidak akan pernah menyentuh alkohol sekalipun.

Setelah semuanya selesai, Baek Hyun duduk menempati kursi setir dan membawa Hyera sejauh mungkin dari tempat terkutuk itu.

Untunglah jalanan sedikit sepi jadi Baek Hyun bisa menyetir mobilnya sedikit lebih cepat.

“Panas…”

Baek Hyun mendengar Hyera mengerang dengan mata masih terpejam. Hyera melepas sabuk pengaman yang melilit tubuhnya lalu melepas blazer coklat miliknya. Baek Hyun tak habis pikir bagaimana udara sedingin ini bisa panas bagi Hyera?

“Aku ingin minum…”

Hyera membuka matanya perlahan walaupun rasanya sangat berat. Tenggorokannya terbakar seolah-olah ada api yang berkobar di dalamnya tak ayal itu membuatnya sangat haus.

Gadis ini merepotkan.

“MINUM!!”

Kali ini Hyera berteriak kencang membuat Baek Hyun menatap kesal ke arahnya. Baek Hyun mulai menyesali menolong gadis ini. Ternyata sangat merepotkan dan menyebalkan. Hyera adalah gadis tidak jelas. Indeed.

Akhirnya Baek Hyun berhenti didepan sebuah mesin minuman di pinggir jalan. Jalanan itu sangat sepi dan hanya ada dirinya. Ini baru jam 9 malam bagaimana mungkin ada jalanan sesepi ini? Baek Hyun merogoh sakunya dan memasukkan uang ke dalam mesin tersebut. Baek Hyun memilih teh untuk Hyera dan air mineral untuknya.

Baek Hyun membalikkan badannya dan terkejut ketika mendapati Hyera sudah berdiri di luar mobilnya. Gadis ini benar-benar rumit. Kenapa dia bisa keluar mobil? Gadis ini pasti masih dipengaruhi alkohol.

Baek Hyun berjalan mendekati gadis yang sedang menatapnya penuh arti itu.

“Ini. Minumlah” kata Baek Hyun begitu sampai didepan gadis itu. Baek Hyun menyodorkan teh yang dibelinya.

Anehnya Hyera tetap bergeming dan hanya menatap Baek Hyun.

“Ambil. Kau bilang kau haus bukan?”

Dengan sekali gerakan Hyera langsung melingkarkan tangannya ke leher Baek Hyun. Membuat Baek Hyun terkesiap dan tanpa sengaja melepas air mineral dan teh yang dipegangnya. Baek Hyun menelan ludah begitu melihat wajah Hyera sangat dekat dengan wajahnya.

“Kau tampan..” bisik Hyera pelan dan memutar balik posisinya sehingga punggung Baek Hyun menabrak pintu mobil. Terpojok.

“Kau mabuk!” Baek Hyun mencoba melepaskan lengan Hyera yang melingkari lehernya.

Saat Baek Hyun melepaskan lengannya, dengan cepat Hyera mencium bibir Baek Hyun dan kembali melingkarkan lengannya di leher Baek Hyun.

Tidak mungkin!

Baek Hyun tersentak saat mendapati bibir dingin Hyera menekan bibirnya pelan namun kuat. Hyera sendiri sudah memejamkan matanya dan memiringkan kepalanya sedikit. Bibir Hyera terasa sangat lembut bergerak di atas bibir Baek Hyun.

Tidak tidak tidak! Gadis ini mabuk!

Baek Hyun mencoba mengingatkan dirinya sendiri yang hampir saja terbawa suasana akibat ciuman ini. Baek Hyun harus melepaskannya atau dia bisa saja lepas kendali.

Tangan Hyera yang semula berada di leher Baek Hyun kini mulai mengeksplorasi bahu Baek Hyun dan turun ke dada bidang milik Baek Hyun. Hal itu membuat Baek Hyun mengerang dan akhirnya lepas kendali.

Dengan cepat Baek Hyun melingkarkan tangannya di pinggang gadis itu dan membuka bibirnya. Kemudian menekan bibir gadis itu kuat-kuat.

Anak cerdas dan berperilaku terpuji seperti Baek Hyun mungkin tidak akan pernah menyentuh alkohol tapi dia bisa tergoda oleh seorang gadis yang menciumnya bukan?

TBC

 

49 thoughts on “The Dark Rose

  1. bagus thoooor. Baek tertarik deh kayanya sama Hyera kkk
    Astaga, Baeeeek ternyata kamu huhu
    Kereeen kak. Ditunggu next partnyaaa kkk

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s