U & I and You

Gambar

Title: U & I and You

Author: HipHop88

Genre: romance, drama, marriage life

Main cast: Kim Jong In (EXO), Byun Baekhyun (EXO), Kesha Kim (OC), Zhang Yixing (EXO), Park Ryu Jin (OC), Huang Zi Tao (EXO), Wu Yi Fan (EXO), find by yourself

Summary: kukira aku pergi ke Seoul untuk melanjutkan sekolah menengah atasku. Nyatanya, aku pergi ke Seoul untuk sesuatu yang sangat kuno dan menjijikan

Author’s note: ABSURD! TYPO!

***

‘pesawat Garuda Indonesia telah mendarat dengan mulus dari Indonesia ke Korea Selatan’

*Kesha’s POV*

Anyeong haseyo, Kesha Kim imnida. Aku baru saja turun dari pesawat dan akan menggunakan taxi untuk pergi ke Seoul. Memang, jauh dari Incheon ke Seoul. Aku disini untuk melanjutkan Sekolah Menengah Atasku. Aku tak tahu mengapa eomma menyuruhku untuk melanjutkan Sekolah Menengah Atas di Seoul. Jika aku bertanya, jawabannya pasti seperti ini ‘carilah suasana baru dengan pergi keluar negeri’ selalu itu jawabannya. Padahal kan, tidak usah jauh-jauh ke Seoul. Toh, di Singapura juga bisa! Aish, lama-lama aku gendok memikirkannya. Lebih baik, aku mencari taxi untuk pergi ke Seoul.

“ahjushi, chogi tolong antarkan aku kepada alamat ini. Aku orang baru di Kore Selatan” ucapku pada salah satu supir taxi disini. Aku pergi ke Seoul sendirian. Alasannya? ‘kau harus mandiri, kesha. Jangan kekanak-kanakan seperti ini terus’ kekanak-kanakan? No way! Aku bukanlah perempuan yang manja! Kekanak-kanakan?! Bahkan, aku mencoba memberitahu eomma untuk menyetop pemberian barbie-nya yang selalu muncul satu bulan sekali.

Aku memandangi dari kota ke kota di Korea Selatan ini. Aku memandanginya dari kaca tranparan yang menjadi penghalang angin yang berlebihan masuk ke mobil ini. Tak terasa, aku sudah sampai pada alamat yang dituju. Aku pun sebera memberi beberapa lembar won pada supir taxi itu. Setelah berterimakasih, aku pun melanjutkan jalanku dari depan apartementku menuju apartementku. Karena belum tahu jalan, aku sempat tersasar beberapa kali dan, disini aku sekarang. Di gang sempit dan gelap di saping apartementku

“hai, gadis kecil. Siapa namamu?” tanya seorang namja menghentikan langkah kakiku. Aku merasa bahwa sekujur tubuhku merinding. Aku memberanikan membalikan diri dan mendapati seorang najma dengan tubuh yang cukup tinggi. Aku membalikan lagi tubuhku untuk menghindar darinya dan mendapati 2 namja disini.

‘oh no, apa yang harus aku lakukan?!’ ucapku dalam hati. Mereka mendekatiku dan aku terus mundur dan mundur. Namun apadaya? Badanku bersentuhan dengan tembok. Namja itu mendekatkan wajahnya dengan wajahku. Sampai hidung kami hampir bersentuhan, ia menggeser mukanya mendekati telingaku.

“Kim JongIn imnida. Senang berkenalan denganmu” ucap namja yang bernama JongIn itu. Aku segera mendorong tubuhnya dan alhasil, tubuhnya jatuh. Aku segera menyeret koperku pergi.

“oh, kau tinggal disini gadis kecil! Senang berteman denganmu!” ucap namja itu dengan seringai kecil menghiasi bibirnya. Aku bahkan tidak berteman dengannya. Pembohong, huh! Aku segera menaiki lift dan pergi ke lantai 6 untuk menemui kamar apartementku yang bernomor 0612. Aku segera mengeuarkan baju-bajuku dan mengeluarkan sticky note dengan tulisan:

 

 

 

Aku segera menghempaskan tubuhku kepada ranjangku dan berharap esok akan datang dengan cerah. Aku segera menutup mataku dan lama-lama, aku sudah berada di alam mimpi

*esoknya*

Aku bangun lebih pagi hari ini. Aku tak mau datang terlambat pada hari pertamaku sekolah. Lantaran apartementku dekat dengan sekolah, aku hanya tinggal memakai sepeda untuk mencapai sekolah. Aku pun telah memakai baju yang akan menjadi seragam sekolahku beberapa tahun kedepan. Aku fikir ini sangat MINIM ya, MINIM bagaimana tidak?! Biasanya aku memakai rok dibawah lutut. Sekarang? Oh.. mungkin rok ini berada 10 cm diatas lututku. Aku sangat benci semua yang berbau sexy dan minim. Uh.. menjijikan.

Tidak mau ambil pusing, aku lebih baik segera memakan sebuah roti dan susu putih yang sudah dengan rapih tersaji dari tadi. Aku memakannya dengan sedikit tergesa-gesa. Bagaimana tidak? Waktu untuk mengurus kepindahan sekolah kurang lebih 30 menit. Sekolah mulai jam 07.15. dan sekarang? Sekarang pukul 06.50! aku segera keluar dari apartement tak lupa menguncinya dan menggowes sepedaku ini.

Aku sudah sampai disekolah ini, tempat dimana aku belajar selama 2 tahun kedepan. Aku segera pergi ke ruang kepala sekolah untuk meminta kelas dan informasi lebih lanjut. Aku pun telah sampai di ruang kepala sekolah. Kini, ada seorang yeoja dan seorang namja yang cukup berumur menyapaku dengan hangat. Aku pun membalas yeoja dan namja itu dengan membungkukan badanku 45°

“anyeong haseyo, Kesha Kim imnida” ucapku kepada namja dan yeoja itu

“oh, kau murid pindahan dari Indonesia itu ya?, sini ayo duduk. Ini gurumu. Namanya Park Hyo Jin” ucap namja itu yang kupikir adalah kepala sekolah

“anyeong Kesha-ah, Park Hyo Jin imnida. Sini, aku bantu kau menyelesaikan administrasinya” ucap HyoJin saem. Setelah cukup lama berada di ruang kepala sekolah, Hyo Jin saem mengantarku ke kelas yang akan aku tempati. Kelasnya adalah XI-5. Aku bingung, dari kelas-kelas yang lain yang bermurid kurang lebih 25 murid, disini hanya ada 14 murid. Ketika aku bertanya, Hyo Jin saem hanya menjawab ‘nanti juga, kau tahu sendiri Kesha-ah’ aku hanya menganggukan kepalaku. Nah, disini aku sekarang. Di XI-5 aku segera memasuki ruangan itu. Aku membelakan mataku melihat banyak sekali yang bermain-main. Ternyata, tak jauh seperti di Indonesia. Disini juga banyak yang bermain-main.

“sttt!!! Diam semua! Kali ini, kita mendapat murid baru bernama Kesha Kim dari Indonesia. Silahkan perkenalkan dirimu, Kesha” ucap Hyo Jin saem padaku. Semua murid membalik melihat  padaku kecuali 2 namja yang dari tadi menghadap belakang.

“anyeong haseyo, Kesha Kim imnida. Senang berkenalan dengan kalian. Aku harap, kalian bisa memperlakukanku dengan baik. Maafkan aku jika bahasaku kurang baik” ucapku sambil membungkuk 45°. 2 namja yang dari tadi menghadap padaku tetapi mengobrol dengan 2 orang yang membelakangiku, sedikit berbisik. 2 namja yang membelakangiku pun berbalik padaku. Aku membelakan mataku melihat orang itu adalah namja yang kemarin aku temui di gang sempit dan gelap itu. Namja yang berada di sebelah namja itu pun segera pindah kebelakang seolah memberikanku tempat untuk duduk dengan namja yang bernama Kim Jong.. Kin?, ah untuk apa aku mengingatnya?

“Kesha, silahkan duduk disebelah Jong In” ucap Hyo Jin saem. Ah, matta. Namannya Kim Jong In bukan Kim Jong Kin. Aku segera duduk disebelah Jong In dan menaruh tasku dibawah

“sekarang, pelajaran seni. Silahkan pergi ke ruang seni” ucap Hyo Jin saem pada kami semua

“senang bertemu denganmu kembali, gadis kecil” ucap Jong In

“aku punya nama! Namaku Kesha! Jangan asal bicara!” ucapku sambil marah pada Jong In

“mianhae, kajja” ucap Jong In sambil mengambil tanganku agar bisa bisa bergandengan denganku. Saat aku hendak melepaskan taganku, dia tetap menggenggam tanganku. Saat aku berjalan dengannya, 3 namja itu mengikuti kami dari belakang. ‘ini adalah geng’ ucapku dalam hati.

Kami telah sampai di ruang seni. Betapa terkejutnya aku melihat materi kali ini adalah dance. Ah, ini kan kesukaanku. Aku melihat semuanya berganti baju. Aku tidak berganti baju karena aku tidak tahu kalau materi kali ini dance atau lebih singkatnya, karena aku adalah murid baru. Aku melihat namja berkacamata bulat tebal memberiku baju.

“ini untukmu. Pakailah” ucapnya

“gomawo” ucapku. Jong In yang meliat itu langsung mendorong namja itu hingga terjatuh

“Jong In! apa yang kau lakukan?!”ucapku sambil bangkit dari tempat duduk

“ahni, ini sudah biasa” ucap namja berkacamata itu sambil menyengir ala kuda.

“cepat lah pakai baju  yang Byu Baekhyun berikan padamu” ucap Jong In dengan muka sinis

“Ah,,, dan 1 lagi. Jangan pernah panggil aku sebagai Jong In. panggil aku sebagai Kai” ucapnya

“wae?” tanyaku pada Kai

“ahni. Cepat, ganti bajumu” ucap Kai. Aku pun segera pergi keruang ganti. Uh, bajunya pun sangat terbuka begini. Aku memakai tank top berwarna hitam dengan celana pendek jins. Aku pun mengikat rambutku. Aku keluar dan sesaat menjadi pusat perhatian disini. Aku melihat pakaian mereka, sama saja denganku

“wae?” tanyaku pada mereka

“ahni, baby. Mereka hanya iri dengan kecantikanmu” ucap Kai sambil menarik pinggangku

“ya! Jangan panggil aku baby! Panggil aku Kesha!” ucapku sambil memukul tangan Kai

“ne. mianhae baby” ucap Kai. Aish! Dia bahkan  tetap memanggilku sebagai baby

“oh, kau murid baru itu ya? Materi kali ini adalah dance coba kau hanya perlu menekukkan lututmu dan Kai mengitarimu dengan nge-dance” ucap saem yang tidak kuketahui namanya itu

“ah, namaku Kim Dong Gi” ucap Dong Gi saem. Aku pun pergi kedepan dan Kai pun mengikutiku. Tanganku ditahan oleh seorang yeoja. Ia membisikan sesuatu padaku

“mati kau jika nge-dance bersama Kai” ucapnya. Anehnya, Dong Gi saem keluar dari ruangan dance itu. Aku pun menggerakan kedua lututku seperti yang ada di salah satu film Korea (Dream High 2). Lagu pun mengiring ia menggerakan tubuhya. Dancenya pun cukup baik. Lagunya adalah EXO – My Lady. Dengan lagunya yang seperti jazz itu, ia menggerakan tubuhnya dan sesekali mendekatkan wajahku dengan wajahnya. Walau sejujurnya aku gugup, aku mencoba Flat Face. Atau seperti ini ” -_- “ Aku sekarang mengerti mengapa yeoja tadi bilang bahwa au akan mati jika nge-dance bersama Kai. Alasannya?, oh dancenya bahkan membuatku jijik. Sexy dance. Ya, sekali lagi itu adalah SEXY DANCE! Oh, sekalipun aku senang dance, aku tak pernah menerapkan sexy dance dalam hidupku. Lagu pun selesai. Pose akhirnya sangat mengerikan. Kau tahu? Mengerikan! Wae? Ia memeluk leherku dan menempatkan dagunya di pundakku. Aku melihat semuanya hanya bisa cengo. Aku yang risih hanya bisa dengan cepat melepaskannya dariku. Tak lama kemudian, Dong Gi saem datang dengan segelas kopi. Astaga! Ia pergi dari ruangan ini hanya untuk segelas kopi! Padahal, jika ia melihat dance Kai tadi, mungkin ia telah memarahi atau bahkan menjewer Kai

“oh, kalian sudah selesai? Sekarang, ikuti gerakan dance ku dengan Kai dan Lay” ucao Dong Gi saem. Aku mengikuti gerakan Dong Gi saem. Dong Gi saem terus melihatku dan kaca. Setelah ia menyelesaikan dancenya, ia menyuruhku kedepan

“wae saem?” tanyaku pada Dong Gi saem

“coba, kau dance free style menggunakan lagu Lee Hi – 1234” ucap Dong Gi saem. Aku pun menggerakan tubuhku dengan dance-dance ku menghadap ke kaca. Jadi aku tidak bisa meliat ekspresi mereka semua. Jika aku tahu, mungkin aku bisa melihat ekspresi mereka yang cengo. Setelah aku menyelesaikan danceku, mereka semua memberiku tepuk tangan. Dong Gi saem pun memberikan tepuk tangan

“aku sudah tahu partner Kai untuk pentas seni tahun ini” ucap Dong Gi saem

“dia adalah Kesha Kim” ucap Dong Gi saem. Aku sontak membelakan mataku

“mwo! Andwe! Tidak bisa!” ucapku pada Dong Gi saem. Dong Gi saem menatapku dengan sedikit memelas

“baiklah..”

“gwenchana, saem. Dia hanya sedikit malu. Ya kan, baby?” ucap Kai memotong pembicaraan Dong Gi saem dan langsung menarik pinggangku

“mwo?! Ah..”

TET TET TET

Bel telah berbunyi. Jika ucapan Dong Gi saem dipotong oleh Kai, kini ucapanku dipotong oleh bel.

“nah, Kai, Kesha aku tunggu kalian disini saat istirahat kedua” ucap Don Gi saem. Aku hanya bisa melongo meratapi nasibku yang sedang diujung tanduk. Untungnya, kami menarikan dance yang tak terlalu sexy. Kata Dong Gi saem. Aku pun segera melangkahkan kakiku keluar dari ruangan ini.

“sepertinya, kita memang berjodoh ya kan Kesha?” tanya Kai. Ia segera merangkulku. Aku pun mengambil pakaianku dan seperti yang lain, lebih baik aku berganti baju di ruangan ganti baju untuk berenang. Karena, tempat itu akan dipakai untuk kelas lain.

“ahni. Kai, dimana tempat ganti baju untuk renang?” tanyaku pada Kai

“nanti, belok kanan. Disana tempatnya” ucap Kai. Aku pun segera mengikutinya belok ke kanan. Saat aku akan masuk, Kai menahanku

“tetapi, untuk laki-laki” ucap Kai

“mwo! Lantas, yang perempuan dimana?” tanyaku

“didalam, sini ikut aku” ucapnya. Ah, ini seperti kamar mandi. Saat kita masuk ke pintu koboy itu, ada penunjuk laki-laki dan perempuannya. Aku pun segera memasuki ruangan yang untuk perempuannya

“kerja bagus, Kesha. Perkenalkan, namaku Park Ryu Jin. Panggil saja aku sebagai Jina” ucap Jina

“ne, Jina” aku segera mengganti bajuku. Setelah selesai berganti baju, aku dan Jina keluar dari tempat ganti baju untuk renang untuk pergi kekelas

“Baby, kajja” ucap Kai sambil merangkulku

“oh, Jina itu Lay ada disana. Ayo, kita pergi bersama kekelas” ucap Kai. Jina pun segera menemui Lay

“lepas! Aku mau sama Jina” ucapku sambil melepas rangkulan Kai. Belum selangkah, aku sudah mendapatkan back hug dari Kai

“hihihi, biasakanlah seperti itu, Kesha. Dia memang seperti itu jika dia jatuh cinta. Terakhir kali, ia jatuh cinta karena Yoon…” ucapan Jina terpotong karena Lay mencubit lengan Jina

“Kai masih sensitif mengenai yeoja itu, chagi” ucap Lay. Oh, mereka berpacaran. Aku kira ia korban pemaksaan seperti aku dan Kai -_-

“ah, ne. mianhae, Kai” ucap Jina

“gwenchana” ucap Kai. Aku bisa meliat perubahan mimik wajah Kai saat mengobrol mengenai yeoja yang bermarga Yoon itu. Kami pun berjalan kekelas. Saat dikelas, aku langsung duduk. Aku belum mengetahui mereka dan ingin mengetahui mereka lebih lanjut.

“Kai, yang dibelakang kita itu siapa?, siapa sama Lay?” tanyaku

“oh, itu namanya Huang Zi Tao. Panggil saja dia Tao. Mukanya memang seram. Tetapi, jika sudah bercanda ia terlihat seperti kuda nil” ucap Kai dengan muka tanpa dosa. Seketika, Tao langsung berbalik dan menatap Kai tajam. Kai hanya bisa menyengir.

“yang dibelakang Tao?” tanyaku lagi

“namanya Wu Yi Fan. Panggil saja Kris. Yang disebelah Kris, itu Jina. Nanti juga Jina ada di belakang kita. Lay baru menembak Jina tadi pagi didepan kelas. Nah, itu Jina. Ia akan pindah tempat duduk” ucap Kai. Aku hanya mengangguk-angguk mengerti. Sesaat, saem pun datang pelajaran apa sekarang?, oh tidak bercanda kan? Sekarang pelajaran bahasa Korea. Aku bisa apa?! ;A;

“kau, yeoja yang disebelah Kai adalah murid baru dari Indonesia itu ya?, kau boleh tidak mengikuti pelajaran selama 1 minggu kedepan. Tetapi, kuharap kau tetap megerti apa yang sedang diajari sekarang” ucap saem itu. Melihat mimik wajahnya, mungkin guru itu adalah guru killer. Tetapi, saat telah berbaur dengan murid, ia terlihat sangat baik. Saem itu adalah saem yang humoris. Aku suka saem seperti itu. Tak lama kemudian, bel berbunyi. Aku pun segera memasukan buku dan siap-siap untuk istirahat

“kajja, baby” ucap Kai sambil merangkulku

“Kai, aku mau bersama Jina! Sana, pergi sama Lay, Tao sama Krus” ucapku

“Krus?, siapa Krus?” tanya Kai padaku

“maksudku Kris” ucapku sambil menahan malu. Aku pun segera berjalan bersama Jina. Keempat namja itu hanya mengikuti kami dari belakang. Saat aku melihat Baekhyun, aku ingin memberikan baju yang ia pinjam. Saat aku hendak mengembalikannya, Kai mengambil bajunya dan memberikan bajunya pada Baekhyun dengan kasar sehingga punggung Baekhyun mengenai locker yang ada disana

“Baekhyun, gwechana?” tanyaku sambil memegang pipinya. Kai segera memukul tanganku

“tanganmu hanya untukku baby. Kajja” ucap Kai. Aku melihat banyak yang melihatku mengingat Kai adalah namja yang populer di sekolah ini. Lay, Tao dan Kris juga. Ah, matta Jina juga. Buktinya, saat Jina berjalan banyak namja yang melihat Jina tetapi, ada Lay disampingnya. Sehingga, penglihatan para namja itu terhalang oleh Lay. Kai segera menarik tanganku. Aku mengikuti gerakannya. Walaupun sedikit tak enak pada Baekhyun, tetapi apadaya?, aku hanya bisa mengikuti Kai. Aku pun mengambil nampan dan meminta makanan pada ahjumma disana.

“ah, kau murid baru ya?, senang bertemu denganmu” ucap ahjuma itu dengan senyuman

“ne, ahjuma. Senang bertemu denganmu juga” aku membungkukan badanku 45° dan menggeser nampan tersebut. Aku bingung, dimana aku akan mendapatkan tempat duduk?, karena bangku-bangku sudah penuh

“sini, ikut aku” ucap Kai. Aku pun mengikuti langka-langkah Kai. Begitu juga dengan Jina, Lay, Tao dan Kris. Kai menghampiri bangku didekat kaca. Anehnya, bangku itu penuh. Bukan kosong. Tetapi, seakan magic telah terlahir dari dirinya, para siswa itu berdiri seolah memberikan tempat agar Kai bisa makan. Aku hanya mengerutkan keningku aneh

“ini sudah biasa Kesha-ah” ucap Jina padaku. Aku hanya mengangguk mengerti. Kai DLL adalah namja dan yeoja yang terkenal disini. Tak heran, mengapa mereka seolah memberi tempat untuk Kai. Aku memilih duduk di depan Jina. Tetapi, Jina pindah menjadi di samping Lay. Alhasil? Kai berada didepanku

“baby, makan ini eo? Aaa~~~” ucap Kai sambil menyodorkan sendok padaku. Aku memakannya dan membuat seisi kantin memasang bola matanya ke arah bangku kami –lebih tepatnya padaku. Ketampanan Kai memang bukan rahasia lagi. Aku mengakui bahwa Kai adalah namja yang tampan. Ia memiliki aura yang sangat sexy. Uh, aku benci mengatakannya

“chagi, lihat Kai dan Kesha. Mereka tidak pacaran tetapi bisa mesra begitu. Mengapa kita tidak?” tanya Lay pada Jina sambil sedikit mencibir

“ne, ne arraseo. Aaa~~~” ucap Jina pada Lay. Dengan sigap, Lay langsung melahap sendok itu dengan senyuman dan pipit di pipinya *author nge-fly -_-v

“gomawo chagi..” ucap Lay. Acara makan-makan pun selesai. Aku dan Jina segera bangkit dari bangku dan rencananya mereka akan membantuku untuk melihat sekolah ini. Kami berjalan dan melewati kelas X. saat kedatangan Kai, mereka semua langsung heboh. Ya, bagaimana pun Kai adalah namja yang cukup populer di sekolah ini. Setelah melalui kelas X, kami melewati ruang seni. Disana ada berbagai macam alat musik dan ruang dance yang tadi kami pakai. Setelah itu, kami melewati ruang ganti baju renang dan langsung menghadap ke kolam renang. Aku cukup berbinar melihat kolam renang yang bersih dan kelihatannya nyaman. Setelah puas mengelilingi sekolah, kami kembali ke kelas. Pelajaran hampir dimulai. Tetapi, karena seluruh guru akan rapat untuk pentas seni bulan depan, semua kelas free class. Aku pun pergi bersama Jina. Seluruh anak kelas 10, 11 dan 12 pun tak teratur ada yang sedang bertengkar, ada yang sedang belajar dan ada yang sedang mencari perhatian. Aku, Jina, Kai, Lay, Tao dan Kris pun berjalan sesuai keinginanku dan Jina. Mereka mengekor dari belakang

“AAA!!! LIHAT ITU ADA EXIS!!! (author ngasal gile -..-)” seru para kaum hawa memekik. Aku dan Jina pun berbalik dan mendapati Kai, Lay, Tao dan Kris sedang direbungi penggemarnya. Jina yang kesal langsung menarik Lay dan pergi bersamanya. Aku mengekor Jina di belakang. Tetapi, tanganku dicengkram oleh Kai dan Kai langsung merangkulku

“ke ruang seni yuk, baby. Kita harus menentukan lagunya dulu” ucap Kai sambil berjalan melewati kelas-kelas. Aku dan Kai menjadi pusat perhatian disini. Aku adalah murid baru. Dan Kai?, namja populer. Saat aku hendak pergi ke ruang seni bersama Kai, ada pemberitahuan bahwa siswa disuruh memasuki kelas masing-masing. Aku dan Kai serentak berbalik menuju arah kelas. Ternyata, guru-guru yang memiliki jadwal mengajar disuruh untuk tetap mengajar. Lantaran, kegaduhan yang tercipta oleh para murid. Akhirnya, aku dan murid-murid yang lain belajar.

*SKIP*

Bel telah berbunyi. Kini, aku dan siswa-siswa yang lain harus pulang. Dikarenakan, para guru  akan melanjutkan rapat yang tadi sempat tertunda. Aku segera menaiki sepeda yang sudah terparkir rapih di tempat penyimpanan sepeda. Aku pun meng-gowes sepeda itu sampai apartementku.

Mataku terbelak melihat ada eomma dan appa ada di apartementku. Aku pun menyambut kedua orangtuaku dengan senyuman -termanis yang pernah ada

“kesha-ah, eomma sangat rindu padamu” ucap eomma sambil memeluku

“ne, eomma. Nado.. aku juga merindukanmu..” ucapku sambil membalas pelukan eomma

“kesha, ayo masuk. Ada hal penting yang akan eomma dan appa bicarakan” ucap eomma sambil melepas pelukan kesha

“wae?, kenapa buru-buru sekali?” tanyaku pada eomma. Eomma hanya mengabaikanku dan langsung pergi ke dalam apartementku

“appa, wae? Sepertinya hal yang sangat serius” ucapku dengan penekanan saat mengatakan sangat karena, bisa dilihat disini mimik wajah appa seperti seorang diretur perushaan yang bertanya-tanya bagaimana cara agar saham usahanya naik

“duduk lah dulu, Kesha. Tidak perlu buru-buru. Tidak sedang dikejar binatang, kok” ucap appa dengan homur yang cukup baik. Aku pun lekas duduk disamping eomma –didepan appa

“Kesha, kau tau kan appa adalah direktur perusahaan sohimbang? (author ngasal yeh -..-)” ucap appa

“ne. wae?” tanyaku

“apakah kau tahu perushaan exhohon? (mohon jangan kecewa)” tanya appa

“ne, aku tau. Wae?” tanyaku dengan nada sedikit mencurigai

“kau akan dijodohkan oleh anak pemilik perusahaan exhohon” ucap appa dengan muka flat face

“MWO?!”

 

ToBeCo..

Gimana?, yang nama-nama perushaan author ngasal gila. Mohon jangan kecewa -_- kira-kira siapa, ya yg dijodohin sama Kesha? Tebak! >< jangan lupa COMMENT!!! Karena, itu SANGAT penting. Ini juga bukan PLAGIAT. Cerita ini muncul dari otak author. Kesamaan?, KEBETULAN

34 thoughts on “U & I and You

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s