Posted in Baek Hyun, Chan Yeol, Chapter, exofanworldfreelance, Fanfiction, Fantasy, Freelance, Kris, Lu Han, Romance, Sad Romance, SCHOOL LIFE, Series

GUARDIAN ANGEL

Gambar

Tittle : GUARDIAN ANGEL

 

Author : @putrislsaput

 

Main Cast :

 

  • Xi Luhan [EXO]
  • Kris [EXO]
  • Park Chanyeol [EXO]
  • Byun Baekhyun [EXO]
  • Park Chan Min a.k.a Park Ji Yeon [T-ARA]
  • Han Min Kyung a.k.a Jung Soo Jung [FX]

 

Length : Chapter

 

Genre : Fantasy, Romance, Sad, Thiller, School Life

 

Rate : PG – 12

 

 

 

 

ƸχǾ

 

 

 

 

Mungkin ini adalah kehidupan tersembunyi. Kehidupan yang menurut manusia tak pernah ada dan mustahil untuk ada. Kehidupan tersembunyi layaknya seperti yang tertulis pada dongeng anak-anak. Kulit putih pucat, rambut didominankan oleh cokelat bergradasi merah, mata yang merah menyala, dan bahkan sayap. Itulah kenyataannya. Semua itu bukan hanya dongeng melainkan sebuah kehidupan dimana kaum Herrscher berada. Kaum yang memiliki akal yang sama dengan manusia. Kaum yang juga memiliki fisik yang sama dengan manusia. Hanya saja, Kaum Herrscher jauh lebih kuat dibandingkan mereka penghuni bumi. Entah kekuatan itu digunakan untuk kebaikan atau kejahatan namun yang pasti terjadi pada setiap makhluk kaum Herrscher ialah apabila mereka memiliki niat negatif maka keegoisannya akan mengalir otomatis dalam darahnya.

 

Keegoisan itulah yang membuat semua ini terjadi!

 

Keegoisan itulah yang memulai penderitaan padaku!

 

 

 

 

 

996 YEARS AGO

 

 

 

 

 

©Someone PoV ©

 

 

“Kumohon untuk kali ini saja, turutilah perintah dariku. Kau harus pergi jauh dari dunia ini Chan Mi ah. Aku sedang tidak memberikanmu perintah sebagai seorang raja kepada rakyatnya namun aku memberikanmu perintah sebagai seorang kakak yang tak ingin kehilangan adiknya. Kuharap kau mengerti dengan keputusanku saat ini”

 

“Aku bilang tidak bisa! Jika aku pergi bagaimana denganmu!! Apa kau kira aku setega itu membiarkanmu disini dan melawan makhluk bajingan itu sendiri?! Hah! Itu mustahil”

 

“Aku tahu apa yang kau rasakan. Aku juga tak ingin pergi jauh darimu” Aku melangkahkan kakiku menuju jendela besar yang dikerangkai oleh beberapa besi dan melihat keadaan diluar sana. “Memang mustahil jika aku selamat dari keadaan mengerikan ini namun hal ini juga mustahil jika kau berada disini dan membiarkan Herrscher berada ditangan makhluk itu”

 

“Ma…Maksudmu? Jangan bilang jika ….”

 

“Itu benar dan sudah menjadi takdirmu untuk merebut Herrscher darinya. Ayah yang menceritakan padaku dahulu saat Ibu mengandungmu. Ia berkata bahwa suatu kegelapan akan menyelimuti kita berdua dan hanya kau yang dapat meneranginya”

 

“Tapi itu gila! Bagaimana mungkin aku bisa mengalahkannya??? Bahkan bertengkar saja aku tak bisa! Kau lihatkan? Selama ini kau yang selalu melindungiku, kau yang selalu menjadi perisai bagiku tapi kenapa sekarang aku yang…”

 

“Kau bisa Chan Mi ah, Kau lebih kuat darinya, dariku, dari ibu bahkan dari penguasa Herrscher yang tak lain adalah ayah. Asalkan kau turun ke bumi dan selalu menjaga kalung ini untuk tetap berada dilehermu”

 

 

Sejenak aku merogoh saku mantelku dan mengambil sebuah kotak permata kecil. Sebuah kotak yang lebih tepatnya adalah sebuah kunci kehidupan dunia Herrsher.

 

 

“Jagalah karena jika kalung ini hancur maka dirimu, Herrscher, dan bahkan aku akan hancur”

 

 

 

© End Someone PoV ©

 

 

 

 

 

ƸχǾ

 

 

 

 

 

© Park Chan Mi PoV ©

 

 

Aku menelan salivaku saat raja yang hanya lebih tua dua tahun dari umurku mengalungkan sebuah kalung sambil berkata bahwa nasib Herrscer berada pada kalung ini.

 

 

Aku tak peduli jika aku hancur namun jika kakakku hancur? Tentu saja aku tak mau hal itu terjadi! Kakak satu satunya keluargaku bagaimana bisa aku membuat hidupnya hancur?!

 

 

 

AAAAARRRGGHHHHHH!!!!!

 

 

“AAAAARGHHH…. KAAAAK TOLONGGG AAAAKKHHH SAKIIIITTT”

 

 

Sial! Apa yang terjadi padaku! Kenapa begitu sakit??

 

 

Aku terjatuh kelantai tua diruangan ini sambil menahan sakit di punggungku. Sungguh ini benar benar menyakitkan! Rasanya seperti ada sebuah pisau yang menyayat punggungku dari dalam!!!

 

 

“Tunggulah sebentar lagi Chan Mi”

 

“Sebenarnya apa yang terjadi padaku?? Kenapa sakit sekali?? Seperti ada sesuatu yang tumbuh…..”

 

 

ASTAGA!! Jangan bilang kalau ini… Aku langsung bergerak mencari sebuah kaca untuk memastikan bahwa hal itu benar benar terjadi padaku. Dan benar saja saat itu juga aku melihatnya berada dipunggungku.

 

 

“Sa… Sayap ini” Aku menatap kakakku tak percaya. Sama sekali tak percaya. Ya walaupun aku tahu sayap bukan hal yang aneh jika dimiliki kaum Herrscher tapi bagaimana bisa sayap putihku ini lebih besar dari yang dimiliki Raja?! Bahkan ku rasa sayap ayah tidak sebesar ini.

 

“Sayap itu menyimbolkan bahwa kau lebih kuat dari siapapun. Maka dari itu, janganlah kau tunjukan sayapmu itu kesiapapun selama kau berada dibumi karena itu akan membongkar identitasmu yang sebenarnya”

 

 

Aku menunduk perlahan. “Apa itu artinya aku tetap akan turun kebumi?”

 

“Ya. Maafkan aku”

 

“Tapi aku tetap bisa bertemu denganmu kan?”

 

 

Kakakku tersenyum kecil lalu menggenggam bahuku pelan. “Park Chan Min, walaupun itu mustahil namun aku akan berusaha sekuat tenaga untuk hidup agar dapat bertemu denganmu. Kau harus yakin, kau pasti bisa mengalahkannya nanti. Disana, di bumi akan ada seseorang yang dapat membantumu walaupun aku tak tahu sampai saat ini siapa dia namun yang pasti dia memiliki kekuatan juga sepertiku. Kau akan aman disana dengannya”

 

 

 

© End Park Chan Min PoV ©

 

 

 

 

 

ƸχǾ

 

 

 

 

 

© Author PoV ©

 

 

Api berada dimana mana. Makhluk makhluk aneh yang bersatu dalam pertempuran ini membuat kita teringat pada film Narnia. Dan makhluk bersayap yang memiliki aura hitam kegelapan itulah yang mengatur ini semua. Dialah yang membuat Park Chan Min dan kakaknya harus berpisah.

 

 

“HENTIKAN SEMUA INI WU YI FAN!!! KAU SUDAH KETERLALUAN!!!!” Seseorang dengan sayap putih terbang menghampiri makhluk yang memiliki sayap hitam satu satunya di dunia ini.

 

“Hahahaha!!!! Kau keluar juga ternyata. Raja Park Chan Yeol” Sebuah smirk keluar dari bibir simetris makhluk itu. Senyuman yang menandakan sebuah keadaan yang menyeramkan akan terjadi.

 

“JELASKAN APA MAU MU!! KENAPA KAU MENYERANG RAKYATKU!! HAH!! “

 

“APA?? RAKYATMU?? PERSETAN HAHAHA MEREKA SEMUA DALAM SEKEJAP AKAN MENJADI RAKYAT YANG MENYEMBAHKU BAHKAN ADIKMU AKAN SEGERA KUMILIKI”

 

“HAHAHA ADIKKU?? ITU TIDAK AKAN TERJADI KRIS. AKU LEBIH BAIK MEMBUNUHNYA DARI PADA MENYERAHKANNYA PADAMU”

 

“AH APAKAH DISINI SEDANG ADA SYUTING DRAMA? AHAHA AKTINGMU SANGAT BAGUS TEMAN LAMAKU. KAU KIRA AKU TIDAK TAHU KEMANA KAU MENGIRIMKAN ADIKMU ITU??!”

 

 

Park Chan Yeol menggenggam erat pedang yang berada ditangannya kini. Iya tahu cepat atau lambat Kris akan mengetahui keberadaan Chan Min karena ia yakin seseorang seperti Kris tidak akan diam saja jika salah satu dari anggota keluarganya menghilang.

 

 

“BAJINGAN KAUUUU….!!!!!”

 

 

Raja mengayunkan pedangnya sekuat tenaga ke arah kepala Kris namun dengan reflek Kris menangkisnya dan menahan pedang sang Raja dengan pedangnya.

 

 

“KAU MARAH PADAKU HAH?! MARAHLAH PADA TAKDIR!! TAKDIR YANG MEMBUAT KITA SEMUA SEPERTI INI!! TAKDIRLAH YANG AKAN MEMBUAT ADIK KESAYANGANMU ITU TERBUNUH DI TANGANKU HAHAHA”

 

 

 

 

 

ƸχǾ

 

 

 

 

 

Serangan bertubi-tubi dilayangkan ke Park Chan Yeol. Begitu juga dengan Chan Yeol yang tidak akan membiarkan Kris membunuhnya dan adiknya. Luka dan darah sudah terlihat di kedua makhluk Herrscher ini. Terlihat keduanya yang sudah lelah dengan semuanya. Namun itu semua telah berakhir. Salah satu dari mereka sudah mati.

 

 

“HHHH… KAU MATI DITANGANKU CHAN YEOL”

 

“HH HHH… AKU MUNGKIN SAJA MATI DITANGANMU. TAPI…. HHHHHH… KAU… KAU JUGA AKAN MATI DITANGAN ADIKKU!!!”

 

“HAH YANG BENAR SAJA!! LELUCON YANG BAGUS RAJA. OH MAKSUDKU MANTAN RAJA. ADIKMU? AKU BAHKAN BISA MEMBUNUHMU DAN AYAHMU, BAGAIMANA BISA AKU MATI DITANGAN ADIKMU? ADIKMU YANG LEMAH ITU? TAK AKAN AHAHAHA”

 

 

“Sayangnya takdir berkata lain Kris..”.Ujar Park Chan Yeol dengan pelannya sambil menatap tajam mata Kris.

 

 

“APA KAU BILANG???”

 

 

“KAU AKAN MATI KRIS!!!!”

 

 

“KAU YANG MATIIII!!!!”

 

 

Di iringi dengan teriakan Kris yang menggelenggar, sebuah pedang menancap ke jantung Chan Yeol seketika itu juga. Ya. Itu benar. Kini Park Chan Yeol sudah gugur. Kini Herrscher telah jatuh ketangan makhluk yang membuat kekacauan pada istana sang Raja tersebut.

 

 

 

 

 

ƸχǾ

 

 

 

 

 

®®®®®®®®®2014®®®®®®®®®

 

 

SEOUL CITY

 

 

 

09:00 KST

 

 

 

 

Ckrik…

 

 

 

Ckrik…

 

 

 

Ckrik…

 

 

 

 

“One take again, Luhan pertahankan posemu dan.. Ah Baekhyun keluarkan bajumu sedikit. Nah.. Tahan.. Hana Dul…”

 

 

 

Ckrik…

 

 

 

 

“Kerja yang bagus, Luhan”

 

“Kau juga” Laki laki remaja yang bernama Luhan tersenyum manis kepada rekan kerjanya yang sekaligus sahabatnya. Ya. Sahabat. Sahabat yang saling menyimpan rahasia. Mungkin karena ia merasa Baekhyun agak terlalu tertutup padanya tapi biarlah. Bukannya memang begitu? Luhan bahkan merasa bahwa ia juga tak pernah cerita apapun yang baginya penting pada Baekhyun.

 

 

“LUHAAAAN OPPAAAAAA”

 

 

 

Luhan dan Baekhyun melihat perempuan dengan dandanan modis bersepatu hak tinggi berjalan cepat kearah mereka. Lebih tepatnya kearah Luhan, sang pujaan hatinya.

 

 

“Astaga!! Han Min Kyung datang, Baekhyun ah tolong bilang aku tak ada ya”

 

“Percuma saja haha. Kau ini bagaimana sih, dia kan sudah melihatmu lagian nih ya kalau dilihat-lihat Min Kyung sudah pantas menjadi istri yang teladan bagimu kok”

 

“Ih, Terima kasih Byun Baek Hyun! Jika kau mau, ambil saja. Aku pergi dulu”

 

“Ya! OPPAAA, KAU MAU KEMANAA????” Melihat Luhan yang sudah bersiap siap pergi menjauh, Min Kyung langsung membuka sepatu hak pinknya dan dilemparkannya ke arah pundak Luhan.

 

 

“WAAAAH DAEBAK, BUAHAHAHAHAHA HAN MIN KYUNG LEMPARANMU MEMANG YANG TERBAIK BUAHAHAHAHAHA”

 

“AISHH!! Min Kyung! Jangan membuatku malu! Dan kau… Berhentilah tertawa atau ku sumpel mulutmu” Luhan memandang sinis kearah Baekhyun yang sedang tertawa puas.

 

 

Baekhyun memungut sepatu Min Kyung dan memukulkannya kemeja “Aigoo.. Kau beruntung sekali, Luhan ssi. Kalau saja senjata ini kena kepalamu itu pasti udah ….”

 

“Byun Baek…” Luhan menatap tajam Baekhyun kembali.

 

“Hahaha Ampun ampun, lagian, Min Kyung, kau beli dimana sih ini sepatu? Aku mau dong, siapa tau ampuh kalo buat mukul seseorang”

 

“Mukul siapa? Aku lagi? Haaah???” Tak tahan dengan semuanya, Luhan langsung menjewer temannya itu dan satu tangannya lagi digunakan untuk menjewer Minkyung.

 

 

“Oppa aaah Oppaaa, Appooo!!! Kenapa aku juga dijewer Oppaaa!!!!”

 

“Apa boleh buat kan sepatumu tak bisa kujewer ya jadi pemiliknya yang aku jewer”

 

 

 

AAAAAARGHHHH….

 

 

 

Ya!!

 

 

Byun Baek Hyun!!!!

 

 

Han Min Kyuuung!!!!!

 

 

 

Entah atmosfir apa yang terbentuk namun yang pasti saat ini keadaan telah membuat mereka tertawa lepas sambil berlari-larian. Luhan mulai mengejar teman-temannya itu saat Baekhyun meninju perutnya dan Minkyung menggigit tangannya. Walaupun ada perasaan kesal namun itu lah persahabatan unik mereka.

 

 

 

 

© End Author PoV ©

 

 

 

 

ƸχǾ

 

 

 

 

 

© Luhan PoV ©

 

 

 

HHHH…. HHHHH….. HH…. TOLONG.. TOLONG AKUUU…

 

 

Suara itu lagi..

 

 

Darimana suara itu berasal?

 

Kenapa aku merasakan dekat dengan suaranya?

 

 

Aku berlari kedalam hutan. Jauh kedalam hutan. Entah aku tak mengerti kenapa aku berada di hutan segelap ini. Entah aku pun juga tak mengerti kenapa kakiku melangkah mencari suara itu seakan ingin tau siapa yang berteriak.

 

 

“KAU DIMANAAA? JAWABLAH, AKU AKAN MENO ……. long mu…”

 

 

Aku terhenti sejenak melihat seorang perempuan dengan gaun putih berlumuran darah di bahu dan sayap putih yang telihat lusuh.

 

 

A.. Apa itu??

 

Apa mungkin bidadari?

 

 

Kudekati perlahan tempat dimana gadis itu terduduk lesu. Walaupun wajahnya ditundukan, namun cahaya cahaya dari kunang kunang yang mengitarinya membuatnya lebih bersinar dan menganggumkan. Kuulurkan tanganku dan membantunya berdiri. Aku tak tahu apa yang merasukiku hingga membuatku memeluknya. Memeluknya sangat erat walaupun kulitnya sedingin es batu dan darahnya yang mulai mengenai lengan kemeja putihku.

 

 

“Lepaskan! Jangan memelukku lebih lama!! BAHAYAA!!!!”

 

 

 

AAARRGHHHH……..!!!!!!

 

 

 

 

ƸχǾ

 

 

 

 

 

Aku membuka mataku dan melihat kesekitar.

 

 

Bukan hutan?

 

 

Apakah ini mimpi?

 

 

Atau tadi yang mimpi?

 

 

Tapi suara gadis itu…..

 

 

Aku langsung berlari ke arah kaca besar lalu membuka kaos bergaris-garis hitamku yang saat ini kukenakan. Punggungku..

 

“Tak ada luka.. Bukannya tadi aku tertusuk anak panah? Gadis itu… Apa aku bermimpi?” Kutatap bayangan pantulan yang kini berada di hadapanku. Terdiam dengan tatapan memandang sebuah tatoan permanen berbentuk mahkota.

 

“Ah sudahlah.. Itu hanya mimpi”

 

 

 

© End Luhan PoV ©

 

 

 

 

ƸχǾ

 

 

 

 

BYUNG MOON HIGH SCHOOL

 

 

10:30 KST

 

 

© Author PoV ©

 

 

 

Suasana kantin yang sepi kini telah ramai saat bel istirahat dibunyikan. Kita bisa melihat Luhan memasuki kekantin diikuti Min Kyung yang bergelendot di tangannya dengan semua mata yang menatap kagum kearah mereka.

 

“Wah beruntung sekali ya Min Kyung, bisa dekat-dekatan terus sama Luhan Oppa”

 

“Andai aku jadi Min Kyung”

 

“Luhan Oppa ganteng sekali”

 

“Baekhyun Oppa juga ganteng”

 

Luhan menengok sebentar ke arah suara yang sibuk memujinya hingga membuat suara tersebut diam seribu bahasa.Diam membeku karena mendapat tatapan dari idolanya. Luhan memang terbiasa dengan keadaan seperti ini namun yang membuatnya penasaran hingga menengok kearah suara ialah saat ia mendengar salah seorang memanggil Baek Hyun.

 

 

“Oppa, buka mulutnya. Aaaaaa” Minkyung menusuk potongan melon dengan garpunya dan bersiap mengantarkannya kedalam mulut Luhan sampai akhirnya ditolak oleh Luhan.

 

“Kau saja, aku sudah punya dipiringku”

 

“Tapi kan..”

 

“Kau harus makan buah biar lebih pintar”

 

“Ah begitu ternyata. Aku senang kau perhatian sekali padaku. Baiklah akan kumakan”

 

 

Luhan tersenyum kecil saat melihat Minkyung memakan melon tersebut dengan lahap padahal baru sedetik yang lalu dia bersikeras memberikannya kepada Luhan.

 

 

“Ah ya Minkyung ah, Kau tidak melihat Baekhyun? Aku tak melihatnya tadi selama di kelas”

 

“Aku juga.. Apa dia tidak masuk karena ada schedule?”

 

“Kau lupa aku dan dia rekan kerja? Kalau dia ada schedule berarti aku juga”

 

“Ah iya aku lupa hehehe mungkin dia kecapean kemaren pemotretan sampai malam denganmu”

 

“Mungkin juga, yaudah lanjutkan makananmu dan habiskan. Awas kalau kau berikan laukmu ke piringku, terutama Kimchinya”

 

“Tapi aku kan tidak suka Kimchi”

 

 

Melihat Minkyung yang cemberut karena dipaksa untuk makan Kimchi, Luhan segera menaruh sebagian Kimchi dari piringnya kepiring Minkyung.

 

 

“Harus dimakan oke? Biar kau tambah dewasa”

 

“Tapi aku kan sudah sexy. Omo.. Jangan bilang aku kurang sexy dimatamu?”

 

 

Luhan membelalakan matanya saat mendengar jawaban Minkyung yang sambil membusungkan dadanya. Astaga. Bodoh. Apa yang dia lakukan?!!

 

 

“Aish.. Ya! Apa yang kau lakukan? Berhenti, nanti dilihat yang lain. Bukan itu maksudku. Dewasa dalam arti positif bukan dalam arti kutip, bodoh -_-“

 

 

 

© End Author PoV ©

 

 

 

 

ƸχǾ

 

 

 

 

23:45 KST

 

GYEO DDONG STREET

 

 

 

© Luhan PoV ©

 

 

Kemana sih anak itu?

 

Kenapa tidak ada dirumahnya?

 

 

Aku menendang kaleng minuman yang ada didekat kakiku. Dan….. Goal! Kaleng itu masuk ketong sampah.

 

 

“Wah.. Ternyata kemampuan sepak bolaku masih ada hahaha”

 

 

Dingin sekali

 

Aku menghembuskan nafas keudara yang langsung terlihat seperti asap. Aku memang suka musim salju tapi aku tak suka jika dinginnya musim ini terlalu menyengat.

 

 

“Aku makan dahulu sajalah”

 

 

Kutelusuri jalanan sepi menuju jalan raya diseberang sana. Jalanan sepi yang hanya terdiri dari lampu-lampu yang redup dan beberapa tong sampah Kulewati salah satu gang dimana terdapat pintu yang terhubung dengan tepi hutan. Pintu yang selalu terkunci dan tertuliskan dilarang masuk.

 

 

“To… long… To… long”

 

 

Suara itu….

 

 

Kakiku tertahan saat mendengar suara itu. Tidak. Jangan sekarang. Jangan ikuti suaranya. Kaki kumohon. Terlambat. Aku telah membalikkan badan ke arah gang tersebut. Cahaya kunang-kunang? Kulihat banyak sekali kunang-kunang di dalam gang ini. Dan kulihat juga pintu yang kini….

 

 

Pintunya terbuka?!

 

 

Aku memberanikan diri menyusuri gang ini. Ini bukan mimpi. Ini sebuah kenyataan. Kini kulihat cahaya kunang-kunang tersebut mulai mengitari tubuhku dan…… tubuhnya.

 

 

Astaga….

 

 

 

 

 

Gadis itu…..

 

 

 

 

 

ƸχǾ

 

 

 

 

“To…long….lahhh a….ku”

 

 

 

© End Luhan PoV ©

 

 

 

ƸχǾ TO BE CONTINUED ƸχǾ

 

 

 

Aaaah akhirnya selesai juga ‘0’)/ Walaupun ini My First Fanfiction tapi semoga seru dan diterima di kalian yaa ._. Commentnya sangat ditunggu.

감사함니다. ㅇㅅㅇ ㅋㅋㅋ…

Iklan

Penulis:

Tidak bisa Online seharian karena hidup di dunia pesantren. harap maklum

9 thoughts on “GUARDIAN ANGEL

  1. sumpah thor.. ini seru banget ga boong!!! cepet dilanjutin ya thorr… udah penasaran banget nih soalnya!! 🙂

  2. Jdi ini ceritanya chanyeol cmn numpang lewat d part1? Gpp deh..
    hmmm, bgs bgs bgs.. ntah lah aku nggak terlalu seneng tpi lumayan negangin. Apa gara2 mood nya lagi jelek(?) Aku jga gtw #lupakan.

    Ok deh, aku gtw lgi tpi klo aku bilang, ini good (y)
    ^-^

  3. Aseli, ,seru seru seru,
    jln crtanya mnrik, gender nya brbda dr yg biasanya, g mlulu romance, tp ada kya fiksi2 nya (ialaaah nmanya jg fanfic, ya psti fiksi lah 😐
    )
    hehe
    cepetan dlnjut ya,
    q pnsrn bgt m lnjtn nya,
    tuk first FF, sgt sgt sgt sgt sgt sgt sgt DAEBAAAAAK !
    Trus smangat ! 😉
    gomawo… 🙂

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s