Histoire D’amour

Histoire D’amour

 

Author: Amy Lee

Title : Histoire D’amour

Cast : Lee Eun Hwa (OC), Park Chanyeol (EXO)

Genre : Romance, School Life , Comedy (maybe)

Rating : PG-17

Length : >2000 wc

Note : Huy~ aku author baru loh! *gak nanya* ini ff pertamaku yang di post disini, biasanya sih gak pernah ngepost dimana-mana-_- alias ini ff pertama yang aku buat, jadi mohon maaf kalo ff abal ini aneh bin ajaib ya. Oke kenapa jadi curhat. Yuk langsung aja.

SELAMAT MEMBACAAAA;)

 

Park Chanyeol…

Mengapa aku bisa menyukai Park Chanyeol? Bahkan aku sendiri bingung menjawabnya. Bagaimana bisa namja tinggi kurus yang terkenal idiot itu, yang tidak pernah bisa tidak heboh, kerjaannya selalu tebar pesona, tidak pernah datang tepat waktu, selalu memamerkan deretan gigi rapih dan putihnya ‘menurut penglihatanku, selalu membuat lawakan yang tentunya lucu hingga membuat setiap orang terpingkal-pingkal itu terbukti ketika dia membuat lelucon, Baekhyun teman sebangkunya sampai berguling-guling di lantai entah apa yang membuatnya seperti itu. Walaupun dia bisa dikatakan idiot, tapi jangan salah dia selalu masuk dalam peringkat 10 besar di kelas. Meski pelajaran Bahasa Inggris bukan andalannya. Tapi sungguh aneh bukan.

 

Apa mungkin aku menyukainya karena dia tampan? Oh tidak bahkan Myungsoo dari kelas 2-2 lebih tampan darinya. Karena dia pintar? Haha Kyungsoo lebih pintar darinya. Apa karena dia kurus? Ya ampun bahkan Sehun lebih kurus darinya. Dan aku pikir alasan yang terakhir tidak masuk akal.

Lalu apa mungkin aku menyukainya karena dia mempunyai senyuman mematikan yang pasti membuat setiap gadis di dunia akan mencair bahkan meleleh karena senyumannya itu. Atau suara bass baritonenya yang jarang dimiliki seorang pria. Atau mungkin karena dia mahir dalam ngerap, beat box dan pintar bermain gitar yang membuatnya semakin arghhhh aku tidak bisa mendeskripsikan ini. Atau bisa juga tingkah lakunya yang membuat siapa saja bisa terhibur. Atau karena dia unik ‘menurutku‘ beda dari yang lain. Umm mungkin itu semua bisa menjadi alasanku, ya mungkin saja.

Mungkin kalian bingung kenapa aku begitu mengetahuinya sampai sejauh itu. Jelas saja aku dan Chanyeol sudah sekelas dari kelas 1 SMA dan sekarang aku duduk dibangku kelas 2 SMA. Dan dari kelas 1 pun aku memendam perasaan suka atau mungkin cinta padanya. Bahkan kedua sahabat perempuanku tidak mengetahui ini. Aku takut kalau mereka meledekku dan berakhir Chanyeol mengetahui semuanya. Aku belum siap. Mungkin suatu hari nanti aku mulai siap dan akan mengatakan perasaanku kepada Chanyeol. Well, aku punya acting yang bagus bukan. Bertindak seolah tidak terjadi apa-apa dengan perasaanku terhadap Chanyeol.

***

Aku melihat pantulan diriku di cermin kamarku, hari ini aku siap untuk sekolah. Aku sudah menggunakan kemeja putih beserta jas coklat, rok kotak-kotak berwarna coklat diatas lutut, kaos kaki pendek dan sepatu converse bewarna hitam. Tak lupa ku poleskan bedak tipis dan lipgloss warna pink yang natural untuk melengkapi penampilanku, dan rambutku yang coklat emas ku urai bebas. Tak lupa juga aku menyemprotkan parfum aroma strawberry kesukaanku. Simple and Perfect. Dua, ah tiga kata yang keluar dari benakku.

Hari ini adalah hari senin dimana SM High School memulai aktivitas yang seperti biasanya.

 

Eh tunggu itu Jinri kan? Apa yang sedang dilakukannya dengan Chanyeol? Dan kenapa ketika mulut Jinri bercuap-cuap, Chanyeol seperti mencatat sesuatu di ponselnya. Apa Chanyeol meminta nomor Jinri? Apa Chanyeol menyukai Jinri? Rentetan pertanyaan itu keluar begitu saja dari benakku.

Aku pun langsung meninggalkan koridor sekolah dan langsung menuju kelasku 2-1. Aku tidak tahan melihat sahabatku sendiri berduaan dengan Chanyeolku. Eh? Chanyeolku? Apa-apaan kau Eun Hwa dia itu bukan milikmu. Bukan milikmu. Catat itu.

Bahkan mengobrol saja kau tidak pernah, ah lebih tepatnya aku yang selalu menghindar karena tidak sanggup bertatapan dengannya. Aneh bukan, menyukai seseorang sedekat ini tapi terasa menyukai seseorang di beda kota, beda pulau, beda negara, beda benua, beda alam. Oke ini berlebihan.

 

Selama pelajaran Cho seonsaengnim berlangsung aku sama sekali tidak memperhatikan apa yang ia bicarakan. Pikiranku dipenuhi oleh Chanyeol dan Jinri saat di koridor sekolah tadi. Aku sangat penasaran dengan apa yang mereka bicarakan.

 

Dirumah pun aku masih saja memikirkan yang tadi. Tapi lamunan ku buyar saat ponselku berbunyi menandakan ada pesan masuk.

“CHANYEOL?” ucapku teriak. Saking terkejutnya, mataku melotot kaget, mulutku menganga, dan kedua alisku terangkat.

 

Detik itu juga aku membekap mulutku dengan tangan kananku, dan segera turun dari kasur. Lalu aku melompat-lompat kegirangan dengan ekspresi yang aku juga tidak mengerti. Hey siapa yang tidak senang pujaan hatimu meng-sms mu duluan. Mungkin ini terlihat berlebihan, tapi siapa peduli rasanya aku ingin meloncat-loncat terus. Tapi itu tidak mungkin. Bagi siapa yang melihatku sekarang pasti akan bergidik ngeri. Ah siapa peduli.

 

Tentu saja aku punya nomor ponselnya tapi bagaimana bisa dia punya nomer ponselku?

Sangking lama berekspresi ria, aku sampai lupa membuka smsnya. Langsung saja ku dudukkan diriku di pinggiran kasur dan kubuka sms tersebut lalu kubaca dalam hati isi smsnya.

 

‘Hai. Ini nomor Eun hwa kan?‘

 

Bagaimana ini aku harus menjawab apa??

‘Ne benar. Ini Chanyeol ya?‘ ah tidak nanti aku dikira sudah menyimpan nomornya, walaupun memang kenyataannya seperti itu.

 

‘Iya. Ini siapa?‘ mungkin ini lebih baik.

Send.

 

Ponselku berbunyi kembali.

‘ini Chanyeol teman sekelasmu‘

Aku memasang wajah berseri-seri tentu saja tanpa diberitahu pun aku sudah tau bahwa ini Chanyeol.

 

‘Oh kau, ada apa?‘

Send.

 

Tak terasa darahku berdesir aneh, jantungku memompa lebih cepat seakan mau keluar dari tempatnya.

Tak perlu menunggu lama, ponselku sudah berbunyi lagi.

 

‘Aku hanya ingin bersmsan denganmu. Boleh kan?‘

 

‘Kau pikir sedari tadi kita sedang apa? Haha kau lucu sekali‘

Send.

 

Oh tuhan aku sedang tidak bermimpi bukan? Chanyeol? Chanyeol? Chanyeol? Ya tentu saja Chanyeol. Namja idiot itu, pujaan hatiku. Aku bersmsannya dengannya? Hah aku tidak percaya….

Ingin rasanya aku memakan ponselku sekarang. Tapi tidak lucu jika nanti ada berita.

“Seorang gadis tewas karena menelan ponselnya sendiri. Ia tewas dengan wajah yang berseri-seri dan dengan posisi sedang tersenyum.“ Sangat tidak lucu bukan.

 

‘Hahaha terima kasih~ tapi sepertinya kau yang lebih lucu ;)‘

 

Chanyeol si tukang heboh itu, ternyata bisa menggombal juga. Mungkin ia belajar dari Baekhyun yang terkenal dengan julukan ‘Raja Gombal‘. Ya kuakui aku sempat terbang karena smsnya. Darahku kembali berdesir aneh, hatiku berdebar-debar tak karuan. Senyuman pun tak bisa lepas dariku.

 

‘Tentu saja, aku kan sudah lucu dari lahir :p‘

Send.

Aku merutuki diriku sendiri yang sangat narsis ini. Jangan salahkan aku tapi memang itu faktanya.

 

‘Iya aku percaya, kelihatan kok😉 kau belum tidur? Ini kan sudah malam‘

 

Ahhhh dia jago sekali membuat orang terbang. Bukan. Bukan terbang dalam arti sebenarnya.

T-t-tunggu dia menanyakanku sudah tidur apa belum, ah aku terbang lagiiiiii.

 

‘Belum mengantuk, kau sendiri?‘

Send.

Aku terkekeh pelan melihat balasanku sendiri. Bahkan ini sudah jam 10, dan biasanya aku sudah bergelut di mimpi indahku. Tapi demi Chanyeol, aku menahan rasa kantukku.

 

‘Insomnia. Aku tidak bisa tidur -_-‘

 

‘Kenapa memang?’

Send.

 

‘Karena kau tidak bisa hilang dari pikiranku hahaha ^^‘

 

Wajahku memerah seketika karena gombalannya itu. Hahhhhh aku tidak bisa bernapas dengan baik. Lama-lama bibirku akan robek jika tersenyum-senyum seperti ini terus.

 

‘Aku serius Chanyeol‘

Send.

 

‘Aku juga serius. Kau memang tidak bisa hilang dari pikiranku, makanya aku tidak bisa tidur :D‘

 

Tarik napas buaaaang. Tarik napas buaaaang. Eomma tolong aku!

 

‘Kalau begitu hilangkan aku dari pikiranmu‘

Send.

 

‘Tidak bisa kau sudah permanent berada di otakku‘

 

Jebal. Eomma tolong anakmu ini!

 

Tak terasa waktu pun semakin larut, mataku sudah tidak bisa diajak berkompromi lagi. Ingin rasanya aku bersmsan dengan Chanyeol sampai pagi. Tapi tidak mungkin karena besok aku harus sekolah.

Tak ingin membuatnya menunggu, segera ku ketik balasan untuknya.

 

‘Chanyeol aku ngantuk. Aku tidur duluan ya!‘

Send.

Jawaban yang meleset sangat jauh dari topik yang dibicarakan.

 

‘Oke tidur sana :p Good night Eun Hwa, jaljayo ne^^’

 

‘Bye good night Chanyeol, jangan meridukanku! Kkkk~‘

Send.

Balasku narsis-_-

 

Ya ampun mataku semakin berat. Mataku sudah tak berbentuk sempurna lagi -_-

 

Pertahananku runtuh. Aku pun tergeletak dengan cantiknya -_- di kasur Queen Sizeku, dan tanpa menunggu balasan dari Chanyeol. Aku pun siap ke alam mimpi yang sudah menungguku sedari tadi.

 

Benar saja Eun Hwa biasa tidur jam 9 dan ini sudah jam 11 malam. Lebih baik ia tidur daripada besok kesiangan dan berakhir tidak diperbolehkan masuk gerbang sekolah. Dan itu artinya ia tidak bisa bertemu Chanyeol.

 

***

 

Pagi harinya Eun Hwa menggeliat tanda terbangun dari tidurnya. Ia pun langsung bersiap-siap mandi dan merapikan dirinya untuk sekolah.

 

Setelah siap tak lupa ia mengecek ponselnya, mungkin saja ada pesan dari Chanyeol.

Dan benar saja ada 2 pesan dari Chanyeol.

Pertama pesan yang tadi malam ia tak baca, ‘Tentu saja aku akan merindukanmu haha’

 

“Omo! Chanyeol membuatku terbang lagiiii” ucapku sambil melompat-lompat kegirangan.

 

Kedua pesan yang baru saja dikirimnya 10 menit yang lalu,

‘Good Morning Eun Hwa, have a nice day😉 jangan lupa untuk sarapan ya!’

 

Ughhhhh…

Lagi-lagi hatiku bergetar hebat karena ulahnya.

 

’Good morning Chanyeol, have a nice day too😉 ne, kau juga jangan lupa untuk sarapan :p’

 

***

Kelas berakhir.

Aku pun bergerak untuk memasukkan buku-buku ke dalam tasku.

 

Segera ku gendong tasku dan melangkah cepat keluar kelas lalu menuju gerbang sekolah.

 

Hari ini aku tidak melihat Chanyeol sama sekali, rasanya belum lengkap jika belum melihat wajah konyolnya itu.

 

“Hey, mau pulang bersama?“

 

Seperti ada yang berbicara denganku, lalu aku pun menoleh ke belakang. Benar saja setelah aku menoleh ke belakang terlihatlah wajah Chanyeol dengan menampilkan senyuman mautnya.

‘Ugh dia tampan sekali jika dilihat dari dekat!‘ ucapku dalam hati tentunya.

 

“H-hah? K-k-kau berbicara dengan ku?“ Jawabku terbata, aku merutuki diriku sendiri mengapa disaat seperti ini aku sangat gugup.

 

Dan aku baru sadar, ini adalah percakapan pertama kita secara langsung! Mataku bertemu dengan matanya, aku mendengar langsung suara bass baritonenya itu! Ughhh.

 

“Tentu saja dengan siapa lagi kalo bukan kau, lagipula disini hanya ada kita berdua“ Jawabnya dengan cengiran lebar yang menurutku tampan…

 

“Bolehkah?“ Balasku.

 

“Tentu saja. Ayo naik motorku“ Jawabnya sambil menyerahkan helm untukku.

 

Aku pun naik ke motornya. Tak terasa darahku berdesir aneh, jantungku memompa lebih cepat dari biasanya seakan mau keluar dari tempatnya. Bagaimana ini? Aku gugup sekali.

 

“Pegang pinggangku! Aku tidak mau kau terjatuh“ Ucapnya sambil mengambil tanganku dan menaruh di pinggangnya.

 

“Oh n-n-ne“ Ucapku dengan terbata lagi.

 

Tidak bisakah dia membiarkanku bernapas dengan baik sebentar saja?

 

Selama perjalanan, tanpa sadar aku memeluk pinggangnya dengan erat. Aku merasakan suasana yang hangat dan nyaman berada di dekatnya.

 

 

“Kau sudah bangun?“ Ucap Chanyeol.

 

Hah? Dimana ini? Ini bukan rumahku dan bukan juga kamarku. Tunggu, ini seperti di Sungai Han. Sepertinya aku ketiduran, aku lupa kalau aku ini si Ratu Tidur. Aku bisa tidur dimana saja asal itu nyaman dan dengan waktu yang singkat pula.

 

“Kau tadi tertidur, pundakku nyaman ya sampai kau bisa tertidur pulas seperti itu? Aku sampai tidak tega membangunkanmu. Di persimpangan aku menanyakan dimana rumahmu tapi kau tidak membalas pertanyaanku, ternyata kau tertidur. Jadi daripada bingung, aku membawamu kesini maaf ya tidak apa-apa kan?“ Ucap Chanyeol dengan senyum yang tak luput dari wajahnya.

 

’Iya sangat nyaman bahkan aku ingin membawa pundakmu pulang untuk menggantikan guling di kamarku‘ ucapku dalam hati.

 

“Ah mianhae Chanyeol, aku memang gampang tertidur hehe. Tidak apa-apa lagipula aku juga bosan dirumah sepertinya Sungai Han pilihan terbaik, sudah lama sekali aku tidak kesini” ‘dan aku sangat senang bisa berdua denganmu‘ tambahku dalam hati.

 

“Hahaha kau lucu sekali sih“ Jawabnya sambil mencubit pipiku.

 

Pipiku yang sudah merah merona semakin merah lagi karena ulahnya. Aku gugup sekali tapi aku juga senang sekali. Ku rasa perasaanku semakin bertambah dari 100% menjadi 1000%. Oke kau berlebihan sekali Eun Hwa.

 

“Eun Hwa-ya aku menyukaimu“ Ucapnya.

 

Hening.

 

Mwo? Apa aku tidak salah dengar? Apa telingaku bermasalah? Apa aku berkhayal?

Aku pun tidak menjawab menunggu Chanyeol berbicara lagi siapa tau memang telingaku sedang bermasalah.

 

“Akhir-akhir ini aku sering memperhatikanmu, kau terus menghantui pikiranku. Bahkan untuk menghilangkanmu dari pikiranku itu sangat susah. Oke ini berlebihan. Yang jelas sepertinya aku menyukaimu ah ani, aku mencintaimu Lee Eun Hwa. Aku tau ini terlalu cepat karena aku baru merasakannya 1 minggu yang lalu, tapi aku tidak mau menunggu lama. Aku takut kau mencintai orang lain, jadi mau kah kau menjadi kekasihku? Aku akan berusaha membuatmu mencintaiku.“ Ucap Chanyeol lantang dengan menatap kedua mataku dengan intens.

 

Aku balas menatap matanya, aku mencari kebohongan lewat matanya. Tapi aku tidak menemukan apa-apa yang ku lihat malah tatapan tulus darinya. Apa dia serius mengatakan ini? Apa dia sedang ikut taruhan atau semacamnya? Tak ingin membuatnya menunggu, aku pun menjawab jawabanku.

 

“Tidak, kau tidak perlu berusaha membuatku mencintaimu. Karena aku sudah merasakannya sejak lama“ Ucapku pelan sambil tersenyum.

 

Dia pun langsung menarikku ke pelukannya. Tanpa kusadari airmataku jatuh begitu saja. Ah cengeng sekali kau Eun Hwa, disaat seperti ini perasaan terharu sekaligus bahagia menyelimutiku. Aku tidak menyangka perasaanku terbalas. Hari ini penantianku terbalaskan, penantianku tidak sia-sia. Bahkan aku kira aku yang akan menyatakan perasaanku duluan tapi ternyata tidak.

 

Lalu Chanyeol melepaskan pelukan kami dan menghapus sisa airmataku, lalu ia mendekatkan wajahku dengan wajahnya sambil menutup mata, dan ia mencium bibirku. Tangan kanannya memegang tengkukku dan tangan kirinya berada di pinggangku. Tidak ada lumatan, hanya kecupan ringan penuh kasih sayang.

 

Oke ini akhir yang baik bukan.

 

END

 

Hai~ eotte? Aneh ya wkwk. Hanya sekedar info cerita ini diambil dari pengalaman pribadi aku tapi gak semuanya-_- Judul FF ini dari bahasa perancis yang artinya kisah cintaku. Hehe gak nyambung kan? Iya biarin. Jangan lupa Comment dan Like yaa;). Aku juga butuh saran kalian jadi jangan lupa isi kolom comment dibawah #maksa xD

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

21 thoughts on “Histoire D’amour

  1. Ah so sweet sekali. Kisah cinta yang indah. Bikin senyum-senyum senddiri bacanya. Apalagi pas digombalin sama Chanyeol hihi.
    Ceritanya udah bagus, cuma kecepetan dan kurang banyak gombalnya aja hihi. Good story 😘

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s