I CHOOSE YOU

Gambar

Title : I CHOOSE YOU

Cast : oh sehun , choi rara , xi lu han

support cast : im yoona

Genre : school life , romance

Rating : G

Author : @aishadewi

Summary : first I know you I choose you

 

piiiip piiiiip piiiip piiip

“siapa yang sms pagi-pagi begini” keluhku . namaku choi rara aku mahasiswi salah satu universitas ternama di seoul dan pagi ini aku terbangun karena sms yang masuk pagi ini

4 message from sehun
-message 1 : wake up raraaaaaaa
-message 2 : wake up yaaaa!
-message 3 : ya! choi rara where are you
-message 4 : rara ayo bangun kita harus ke kampus jam 8 ini ayo cepat bangun

“omo! aku lupa jam berapa sekarang hari ini ada matakuliah pagi “

jam menunjukan pukul 07.30 . segera aku menelefon sehun untuk pergi bersama karena jika aku pergi sendiri pasti aku akan telat

“halo sehun-ah kamu dimana ?” kataku tergesa-gesa saat menelefon sehun

“aku didepan rumahmu ayo kita pergi sekarang sebelum telat aku sudah menunggumu dari jam 7 pagi kajja!”

“ah , ne tunggu aku bersiap-siap sebentar lagi aku akan turun ne “

segera kututup telefon tanpa mendengar kata-kata sehun

5 minutes later

“eomma aku pergi sehun sudah menunggu diluar annyeong”

“ne , hati – hati dan jangan lupa ini bawa sarapan rotimu dan jangan lupa sehun juga dikasih”

“ne , eomma”

segera aku membuka pintu rumah dan menemuka sesosok namja yang mempunyai tinggi badan yang proporsional , berkulit putih dan dia teman terdekatku oh sehun

“sehun-ah mianhae kajja”

segera sehun membuka pintu mobilnya untuku dan sesegera mungkin aku masuk karena waktu terus berjalan dan jam sudah menunjukan pukul 07.40 . aku segera membuka roti tadi yang di bekal eomma untuku dan sehun karena aku tidak punya waktu untuk sarapan

“sehun-ah ini roti dari eomma ku kau belum sarapan kan ayo makanlah nanti kau kelaparan dikelas ” kataku pada sehun

” simpan saja aku tidak bisa memakannya sekarang susah aku sedang nyetir gini” jawab sehun

” tapi kau belum sarapan kan aku tau kebiasaanmu “

” ya sudah kamu yang suapi aku karena aku tidak bisa megang roti itu”

“he?? ne arraseo nih aaaa…. ” terpaksaa aku menyuapi sehun karena dia tidak bisa memegang roti ini sambil menyetir

***
jam 07.55 kami tiba dikampus aku dan sehun bergegas masuk kelas saat kami berlari menuju kelas sehun menggengan tanganku

“kajja sebelum dosennya datang “

menjadi bahan obrolan anak-anak yang ada di kampus sudah biasa untuku karena mereka sering melihat aku dan sehun bersama sampai beredar gosip bahwa aku dan sehun pacaran lah tapi itu sudah terdengar biasa untuku

“selamat pagi rara-ya lagi-lagi kau datang ke kelas berlari-lari bersama sehun , sini duduk aku sudah mempersiapkan bangku untukmu dan sehun” kata yoona

dia sahabatku di kampus dia sangat tahu sifatku dan dia yang selalu mendengar curhatku .
dan ternyata hari itu dosennya tidak hadir membuat aku dan sehun frustasi karena kita sudah buru-buru dari rumah .

” omo! dosennya tidak ada pleeease aku meninggalkan sarapanku karena takut kesiangan dan sekarang aku sudah buru – buru dosennya tidak ada ” keluhku

” apa kamu belum kenyang tadi di mobil kau sudah makan roti ” kata sehun padaku

” sehun itu belum cukup untuku ” keluhku lagi

” dasar kau ini “

saat aku melihat suasana kelas yang masih dibilang cukup sepi aku menemukan sosok namja duduk dikursi tengah ruang kelas dan yang lebih jelas lagi aku tidak pernah melihat namja itu sebelumnya

” yoon kau kenal namja itu ?” bisiku pada yoona

” ah dia xi lu han dia mahasiswa pindahan disini dia dari cina ” jawab yoona

” a, arraseo “

***
hari ini memang satu mata kuliah dan itu pagi mana dosennya tidak ada membuatku bete sekali saat aku keluar kelas aku sempat bertatapan dengan xiu luhan tapi dia sangat jutek padaku entah perasaanku saja.

“yoon hari ini kau langsung pulang? ” tanyaku pada yoona

” sepertinya iya aku harus menemani ibuku mengurus cafe “

yoona memang memiliki cafe di daerah seoul ini dan cafenya memang sangat terkenal aku sering kesana bersama sehun untuk sekedar minum kopi dan mengerjakan tugas

” ah ne arraseo hati – hati yoon”

” ne , bye rara sehun”

setelah melihat yoona berbalik dan menjauh dari aku dan sehun tiba – tiba sehun menarik tangan ku

” kajja kita juga pergi “

“ya ! kita mau kemana aku ingin pulang masih ada tugas rumah yang harus kuselesaikan dan kamarku masih berantakan “

” kamu ini benar – benar ya selalu kamar berantakan tapi aku sudah terbiasa mendengarnya , ayo kita pergi antar aku membeli buku “

” ya! aku ga mau aku mau pulang saja kau pergi sendiri saja “

” tidak aku gamau ayo kamu ikut denganku ” tangan sehun yang masih memegangku dan membawaku masuk ke mobilnya

***
akhirnya sampai juga di salah satu toko buku yang sehun maksud segera aku turun dan merapihkan bajuku yang kusut karena duduk tadi . aku mengikuti sehun yang mencari-cari novel awalnya aku mengikuti dia terus tapi lama-lama aku bosan karena dia sangat fokus saat memilih-milih novel akhirnya aku berjalan-jalan ke tempat novel yang kusukai

saat aku berjalan kesebuah rak novel aku bertemu sosok namja yang ku kenal ternyata itu luhan kebetulan sekali aku bertemu dengannya disini

“a , luhan-ssi annyeong “

“annyeonghaseyo” jawab luhan singkat

” kau sendirian ? “

” ne “

mendegar jawabannya singkat membuatku semakin yakin dia berbeda sekali padaku . apa yang salah padaku padahal aku baru hari ini mengenalnya

“kalau begitu aku pergi kesana dulu ya “

” ne “

kelakuannya memang sangat menyebalkan apa maksudnya dengan memperlihatkan tampang juteknya membuatku semakin bete berada disini . akhirnya aku keluar dari toko buku tersebut dan duduk menunggu sehun keluar dari dalam sana.

” sehun lama sekali ” gerutuku

tiba-tiba pipiku terasa dingin seperti ada yang menempel di pipiku , ternyata saat aku berbalik sehun menempelkan minuman orange jus untuku .

” gomawo “

” ne , mianhae aku sangat lama di dalam “

” ne , arraseo apa buku yang kamu cari sudah kau dapatkan ?”

” sudah ini , ada apa dengan wajahmu ? kau lagi bete ?”

” aniyo , aku tidak apa-apa “

” hahah hey choi ra ra aku mengenalmu kamu berbohong padaku “

” iya aku bete tadi “

” wae ?”

” tadi aku bertemu luhan-ssi di dalam aku kan hanya menyapa dan bertanya padanya tapi dia menanggapinya dengan dingin padaku padahal aku tidak melakukan apa-apa “

” ya , choi rara hanya karena itu kamu sedih ? ya sudahlah ga usah dipikirin kan masih ada aku yang mikirin kamu dan perhatian sama kamu ” ucap sehun sambil megusap-usap kepalaku

sontak aku kaget dengan kata-kata sehun itu apa maksud kata-kata sehun itu apa dia… ah tidak mungkin kita kan berteman dari dulu dan tidak mungkin itu terjadi

” ya sehun-ah pabbo kau pikir gombalanmu itu bisa menghiburku ” candaku pada sehun

raut wajah sehun memang sempat berubah tapi tiba-tiba dia tersenyum padaku

” tapi sekarang kau bisa tersenyum kan haha kajja kita pulang “

***
sesampainya dirumah aku langsung membereskan kamarku yang berantakan dan saat aku melihat jendela yang mengarah pada beranda rumah ku aku melihat sehun yang sedang memandang langit malam itu . aku memperhatikan namja itu cukup lama dan tiba-tiba

” rara-ya ayo makan malam cepat” suara eomma mengagetkanku saat itu

” ne eomma “

malam itu menjadi malam yang panjang karena kamarku

***
esok paginya seperti biasa aku pergi bersama sahabat baikku sehun dan yang mengagetkannya dia membawakanku roti untuk sarapan

” ini aku tau kau tidak sarapan eomma ku membuatkannya untuku dan untukmu “

” a, gomawo sehun-ah “

***
sesampainya di kelas seperti biasa aku selalu bercerita pada yoona apa yang aku alami kemarin dan yoona tertawa mendegar apa yang aku ceritakan karena memang setelah aku pikir konyol juga aku bete hanya karena luhan anak baru yang sangat dingin padaku padahal kan disini masih banyak teman yang lain .

“hari ini saya akan bagi kalian menjadi beberapa kelompok untuk membuat makalah” pengumuman dari dosen

“aku harap aku sekelompok dengan sehun dan yoona ” sahutku dalam hati

“satu kelompok hanya terdiri dari 3 orang dan kelompok akan saya tempel didepan ruang kelas setelah mata kuliah ini berakhir”

akhirnya mata kuliah ini berakhir aku segera berlari untuk mencari tahun siapa kelompoku tapi sangat susah untuk melihanya . kuurungkan niatku untuk melihat nya tiba-tiba yoona berlari mendekatiku

“rara kau sekelompok dengan luhan dan sehun ” ucap yoona tergesa-gesa

” omonaa!! apa maksudnya ini aku sekelompok dengan luhan juga ” raut mukaku berubah sedih

” eotthoke yoona “

” sudahlah tidak apa-apa aku kan sekelompok dengan mu ” seru sehun yang dari tadi menundukan kepalanya diatas meja entah dia tidur atau apalah itu

“iya tapi kan ini tugas kelompok dan kita harus saling kerja sama sehun-ah”

” sudahlah rara aku yakin nanti luhan tidak akan dingin lagi padamu ” ucap yoona menenangkanku

***
jadwal kampus hari ini akhirnya beres saat aku membereskan buku-buku dan memasukannya ke dalam tas tiba-tiba ada yang menepuk bahuku dan ternyata itu luhan

” a , annyeong rara-ssi kita sekelompok kan ?”

kaget ya itu yang aku rasakan luhan tiba-tiba mengajaku berbicara

” ne , kita sekelompok luhan-ssi mohon kerjasamanya “

” mi … mianhae yang kemaren aku sangat dingin padamu itu karena aku belum begitu lancar berbahasa korea aku takut menyinggung orang dengan kata-kataku makanya aku sangat dingin ” ucap luhan perlahan-lahan menggunakan bahasa korea

sekarang aku tau kenapa luhan sangat dingin padaku dia belum lancar berbahasa korea dan aku bersalah telah berpikir negatif terhadapnya

” arraseo , gwenchana aku yang seharusnya meminta maaf karena aku tidak tau kalau kau belum lancar berbahasa korea “

” ne , gamshamida rara-ssi “

” rara kajja kita pergi untuk buat makalah ” seru sehun dari depan kelas

” ne , tunggu sebentar ” teriakku

” luhan-ssi bagaimana kalau kita mengerjakan makalah tersebut ?”

” ok , baiklah “

” kajja ” aku pergi keluar kelas dengan luhan dan bertemu sehun

” sehun-ah kajja , dimana kita akan mengerjakannya ? “

sehun hanya diam dan melihatku

” sehuuuuuuuuuuuuuuuuun ” aku menggerakan bahunya agar dia tidak melamun

” ah , ne kajja dirumahku saja “

***
didalam mobil suasana sangat hening tidak ada satu pun diantara kami bertiga yang berbicara akhirnya aku membuka topik pembicaraan yang pertama

” luhan-ssi apa ini pertama kalinya kau ke korea ?”

” ani , aku dulu tinggal di korea sampai umurku 7 tahun dan setelah itu aku kembali ke cina “

” jadi kamu asli korea ? “

” ani , kedua orang tua ku cina tapi aku dilahirkan di korea “

“sampai ” tiba-tiba sehun memotong pembicaraan ku dengan luhan karena memang kita sudah sampai di rumah sehun yang secara tidak langsung seblahnya adalah rumah ku

***
” ayo masuk ” jawab sehun ketus

” kemana paman dan eomma mu sehun-ah ? ” tanyaku pada sehun

” mereka pergi ke jeju beberapa hari yang lalu ” singkat sehun

aneh melihat tingkah laku sehun yang tiba-tiba seperti orang bete. kita mengerjakan makalah dari mulai jam 02.00 sampai jam 05.00 dan aku tak menyangka makalah itu setengah beres

” sepertinya aku harus segera pulang terimakasih suguhannya sehun-ssi “

” ne “

” terimakasih rara-ssi annyeong “

” annyeong luhan-ssi hati-hati ” aku melambaikan tangan pada luhan yang sudah memunggungi aku dan sehun

” ya! sehun-ah kenapa kau bete padaku ?”

” aniyo “

” kau seperti bukan sehun yang biasanya ada apa denganmu ? “

” tidak aku tidak apa-apa “

” pabbo ya” aku mencubit pipi sehun dan akhrinya raut wajahnya berubah walaupun itu berubah kesakitan karena kucubit

” ya! apa yang kau lakukan sakit tahu “

” habis aku heran kau kenapa makanya aku cubit kamu ” saat aku akan mencubit untuk kedua kalinya dia menggenggam pergelangan tangaku dan medekatkan wajahnya ke wajahku hingga beberapa senti

” apa kau tidak mengeri rara aku cemburu melihatmu mengobrol dengan luhan walaupun kamu hanya mengobrol biasa aku tidak suka itu dari saat kamu bercerita sikap dingin luhan aku sudah tidak menyukai itu ” muka sehun memerah dan dia langsung membuang muka

” ma….. maksudmu kau cemburu kalau kita tidak akan berteman setelah aku berteman dengan luhan ?”

” ya!!!!! pabboya !!!! aku mau mandi dulu kalau kau mau pulang tutup pintunya ” sehun pergi ke kamarnya untuk mandi yang akhirnya kau kembali ke rumahku

***
esok pagi aku pergi dengan sehun dan saat sampai di kampus aku bertemu luhan
“annyeong rara-ssi , sehun-ssi “

“annyeong luhan-ssi ” jawanku pada sapaan luhan

“ayo kita kekelas bersama ” ajak luhan

kami jalan bertiga dan kami bertiga menjadi tontonan satu kampus
lagi-lagi aku pasti akan dijadikan bahan gosip dikampus
sesampainya dikelas aku duduk diantaraa sehun dan luhan karena duduk bersama kelompoknya , ada suasana apa ini kenapa suram sekali disini melihat sehun yang membuang muka terus padaku sedangkan luhan yang selalu tersenyum padaku

” rara-ssi apa aku boleh memanggilmu rara ? ” tanya luhan padaku

” a, terserah padamu luhan-ssi “

” panggil saja luhan “

” ne “

suasana memang semakin suram setelah melihat ekspresi sehun yang menjadi murung apa yang terjadi padanya

” sehun-ah ?”

” mwo ? “

” kau kenapa ? “

” aniyo “

aku tidak mengerti yang ada dipikiran sehun kenapa dia ini apa aku melakukan kesalahan

“rara ? apa hari ini kamu ada kegiatan ? “

” ada hari ini kita harus membereskan makalah supaya cepat beres aku tidak mau menundanya lebih lama”

” bagaimana jika mengerjakan makalahnya dirumah ku ? “

” apa tidak akan apa – apa ? “

” tidak apa apa eomma ku pasti akan senang “

” maaf untuk hari ini aku tidak bisa ikut membuat makalah aku ada kesibukan ” sela sehun

” kamu mau kemana sehun-ah ? ” tanyaku

” ada urusan yang harus ku bereskan dirumah “

“ah ne arraseo biar aku dan luhan yang mengerjakannya “

sehun tidak menggubris kata-kataku dia hanya membuang muka padaku

***
dirumah luhan

rumah yang unik karena memang ayah luhan arsitek jadi ayah luhanlah yang mendesain rumah ini sepenuhnya . tiba-tiba datang seorang perempuan yang terlihat dari posturnya adalah eommanya luhan

” eomma kenalkan ini rara dan rara ini eommaku “

” annyeonghaseyo choi rara imnida “

” ne , aku sudah mengetahui mu dari anaku luhan dia bercerita banyak tentangmu dari awal dia masuk universitas itu “

“eomma!” teriak luhan yang terlihat malu

” he ? hehe” aku hanya bisa tertawa

3 jam sudah kita menyelesaikan makalah

” akhirnyaaaaa makalah ini selasai ” ucapku senang

” iya cepat sekali ya ” ucap luhan padaku

tiba-tiba terdengar bunyi telefon dari handphone ku dan mucul tulisan di layar handphone ku nama sehun

” ah , luhan tunggu sebentar aku angkat telefon dulu ” kataku pada luhan sambil berjalan menuju teras rumahnya

” ne ” jawab luhan yang terlihat penasaran dari wajahnya

” Yeoboseyo “

” Eodi ?? ” jawab sehun dari kejauhan sana yang terdengar bbur-buru

” aku dirumah luhan kami baru saja menyelesaikan makalah “

” oh , baiklah tunggu disana biar aku yang menjemputmu “

” eh ? tidak usah aku bisa pulang sendiri selesaikan saja dulu urusanmu tidak usah menjemputku “

” tidak pokonya kau tunggu aku disana “

sebelum aku sempat mengucapkan kata-kata sehun sudah menutup telefonnnya , sebenarnya kenapa dia hari ini seperti bukan sehun yang biasa nya.

” siapa yang menelefonmu ? ” tanya luhan tiba-tiba membuyarkan lamunanku

” oh ini sehun tadi dia bilang akan menjemputku “

” oh begitu bagaimana kalau aku yang mengantarmu pulang ini sudah cukup sore sepertinya sehun juga akan lama menjemputmu ” tawar luhan padaku

” ah tidak usah aku bisa pulang sendiri ” jawabku pada luhan sambil membereskan tasku

” tidak kau tunggu disini aku ambil kunci mobilku dulu ” tangan luhan yang memagang tanganku membuatku kaku dan sangat kaget

” a, ne “

beberapa menit kemudian luhan keluar dari kamarnya dan dengan stylenya yang berubah aku terkejut dia hanya memakai kaos polos dan jelana jeans serta jaket bermotif garis tapi aku bisa terkejut melihat penampilannya

” kajja “

saat luhan membuka pintu rumahnya ada yang membuatku lebih kaget ternyata itu sehun yang sudah menungguku didepan rumah luhan

” ayo kita pergi ” ucap sehun sambil membuka pintu mobil dan memalingkan mukanya dariku

” tunggu biar aku yang mengantarnya ” tiba-tiba luhan berbicara pada sehun

” tidak, tidak begini saja sebaiknya aku pulang sendiri kalian kembali saja kerumah masing-masing ya ” ucapku segera takut ada pertengkaran diantara mereka

sehun yang tadi akan naik mobil duluan tiba-tiba mendekatiku dan menarik tanganku dan memasukan ku ke mobil tanpa berkata-kata begitu juga luhan yang terlihat sangat kaku seperti perang dingin sama sehun. keheningan memang terasa didalam mobil aku tidak tau harus membuka topik pembicaraan apa yang akhirnya kami hanya terdiam.

***
sesampainya dirumah aku rebahkan tubuhku pada kasur kesayanganku dan tiba-tiba terdengar bunyi ponsel dan tertera nama luhan . ada apa luhan menelefonku malam-malam begini

“Yeoboseyo “

” Yeoboseyo rara ? apa kau sudah sampai dirumah ? maaf aku tadi tidak jadi mengantarmu pulang “

” ah ne tidak apa-apa “

” hmm , rara apa besok kau ada kegiatan sepulang kampus ?”

“ani , sepertinya sih tidak ada ada apa ?”

” bagaimana kalau kau mengantarku minum kopi di cafe besok sepulang kampus ?”

” hmmm boleh juga eh bagaimana kalo cafe sahabat ku itu terkenal sangat enak “

” ide bagus besok sepulang kampus ya jangan lupa “

” ne “

setelah kututup telefon luhan aku melihat sesosok namja di beranda tumah tetangga yang tidak lain tidak bukan adalah sehun telihat dari mukanya dia seperti sedang sedih ada apa dengannya sebenarnya . tapi daripada aku bergulat dengan pikiran ku sendiri lebih baik aku tidur karena aku harus bangun pagi besok.

***
“hoaaaaaaaaaaam ” aku masih menguap karena sangat mengantuk

” tidurlah dulu nanti setelah sampai aku akan membangunkamu ” ucap sehun

” ah ne gomawoyo “

sesampainya dikampus sehun membangunkanku dengan wajah yang memang tidak biasanya dia sangat dingin padaku apa dia bukan sehun apa sifat luhan saat pertama bertemu denganku menular pada sehun.

” halo sehun-ssi , rara ” sapa luhan pagi ini dengan senyumannya yang khas

” annyeong luhan ” jawabku seperti biasa sehun tidak pernah mau melihat luhan

” hari ini jadi kan ? ” tanya luhan padaku

” ne “

” oke “

sampai dikelas tiba-tiba sehun memberikan handphonenya yang disitu sudah ada tulisan

“kau mau pergi kemana sama luhan ?”

aku kembalikan handphonenya tanpa membalas apa yang dia tanya disitu

” kau ingin bertanya padaku tidak usah seperti itu kita duduk sebelahan tinggal kamu tanya saja kenapa harus lewat yang seperti itu aneh “

” ya! yasudah lah kamu mau kemana sama luhan ?”

” aku akan pergi ke cafe katanya ia ingin minum kopi tapi tidak ada teman sepertinya “

” oh ” jawab sehun sangat ketus padaku

***
“rara ayo ! ” luhan berteriak di pintu kelas

dan aku segera membereskan buku-buku ku saat aku akan pergi menyusul luha tiba-tiba tanganku ditarik oleh sehun dan aku jatuh kembali duduk dibangkuku.

” jangan pergi tetaplah disini “

” ya ! sehun-ah kau mengagetkaku aku sudah punya janji dengan luhan aku tidak mau menjadi orang yang gampang ingkar janji “

” aku tidak ingin kau pergi bersama luhan tetaplah disini “

” tidak aku harus pergi annyeong sehun-ah hati-hati kau pulangnya “

aku meninggalkan sehun tanpa menegok lagi apa reaksinya setelah aku pergi meninggalkannya

***
sampailah kita di cafe milik yoona sahabatku . cafe ini tidak terlalu besar dan minimalis ala rumah belanda aku sangat suka model cafe seperti ini . aku dan sehun memilih tempat diteras dan kami berbincang-bincang banyak , tertawa .

” rara apa yang kau pikirkan tentangku ? “

” maksudmu ? “

“apa yang kamu pikirkan tentangku apa aku ini baik,jahat , menyebalkan atau bagaimana ?”

” kau adalah teman baik luhan aku senang bisa berteman denganmu “

” rara bagaimana jika aku menyukaimu ?”

” he ? hahaha luhan bercandamu sungguh lucu “

” aku serius” tangan luhan tiba-tiba menggenggam tanganku

“mwo ?”

” would you be my girlfriend ?”

aku hanya diam kaget entah sepertinya mukaku benar-benar tidak terkontrol didepan luhan apa yang harus kulakukan

” kenapa kau tiba-tiba seperti ini luhan ?”

” aku sudah memperhatikanmu dari pertama kali aku masuk universitas itu dan aku tertarik padamu “

” tapi …… “

“kau tidak perlu menjawabnya sekarang oke ” potong luhan

***
sesampainya dirumah aku benar-benar berpikir kerasa apa yang harus kujawab apa aku menyukainya ? iya aku menyukainya sebagai temanku tapi tidak ada perasaan lebih . apa yang harus kukatakan oh gosh ini benar-benar membuat kepalaku menjadi sakit.

tok tok tok

“ne masuklah “

ternyata dibalik pintu adalah eomma yang membawakan segelas susu coklat hangat padaku

” wajahmu terlihat kusut jadi eomma bawakan susu ini supaya kau bisa tenang “

eomma memang orang yang paling bisa membaca pikiranku dan aku sangat menyayanginya

” eomma tinggal ya “

” ah eomma tunggu , maukah kau mendenngarkan keluhanku eomma ?”

” tentu saja kau putriku pasti akan kudengarkan keluh kesalmu ada apa nak ?”

aku ceritakan tentang luhan dari pertama kita bertemu hingga akhirnya luhan menembakku

” kalau menurut eomma semua itu hanya kamu yang menjawabnya cinta itu yang merasakan kamu bukan orang lain kamu yang bisa merasakan dimana kamu nyaman sebagai teman dan dimana kamu nyaman seperti dengan pacar kamu yang bisa merasakan itu semua coba rasakan bedanya kamu bersama luhan bersama sehun atau bersama yang lainnya itu akan berbeda nak ” jawaban eomma yang sangat bijak dan benar-benar membuatku senang

” ah , ne eomma gomawo ” jawabku sambil memeluknya

” ne sekarang istirahatlah ya ” eomma mencium ujung kepalaku yang benar-benar bisa membuatku tenang

sebelum aku memasuki alam mimpiku kenapa tiba-tiba aku teringat sehun dia selalu ada di beranda rumahnya menatap bintang atau jendela kamarnya yang tidak memakai penutup jadi aku bisa melihat kegiatan sehun tapi kemana namja itu kenapa aku jadi sangat memikirkannya aku kangen setiap dia berteriak-teriak di beranda rumahnya selalu menjahiliku. apa mungkin yang kusukai sehun?

***
keesokan paginya aku pergi sendiri entah sehun pergi kemana sesampainya dikelas pun aku tidak melihat dia kemana sebenarnya dia.

“rara ?”

“luhan ? kau mengagetkanku “

” mian kenapa kau melamun seperti itu ?”

” tidak aku tidak apa-apa “

” apa kau baik-baik saja ?”

“ne”

saat aku sedang mengobrol dengan luhan aku melihat seorang namja datang dan memasuki kelas yaitu sehun aku senang melihatnya tapi kenapa dia dingin sekali padaku . akhirnya aku mengikutinya kekelas biasanya dia selalu duduk disebelahku tapi kini lain dia duduk disebelah sahabatku yoona walaupun mereka tidak mengobrol tapi ada apa dengan sehun aku tidak mau dia seperti ini padaku aku merindukan dia yang dulu .

****
sepulang kampus tib-tiba luhan menarik tangan ku yang jelas-jelas disitu sehun melihatku dengan ttapan dinginnya

” kita mau kemana “

” aku perlu bicara padamu sebentar rara ditaman belakang “

sesampainya di taman

” ada apa ?”

” bagaimana jawabanmu tentang yang kemarin mungkin aku terlalu terburu-buru tapi aku ingin segera tau tentang jawabanmu “

“hmm………….luhan mianhae aku tidak bisa menerimamu , aku memang menyukaimu tapi sukaku sebagai teman aku menyukai orang lain “

“sehun?” jawaban luhan yang mengagetkanku

” i……iya”

” sudah kuduga tapi yasudah aku tau cinta tidak dipaksakan melainkan dari hati kuharap kau dengan sehun bisa bersama , oh iya kau pulang dengan siapa biar ku antar “

” tidak usah aku ingin pulang sendiri luhan gomawo “

aku pergi meninggalkan luhan dan segera keluar dari kampus aku pergi ke han river disana aku melamun karena aku benar-benar merindukan sehun. terdengar bunyi ponsel ku dan tertera nama sehun

“Yeoboseyo”

” dimana kau eommamu kerumahku mencarimu “

“han river “

” apa yang kau lakukan disana segeralah pulang atau kujemput ?”

“tidak usah ” segera ku tutup telefon itu sehun benar-benar membuatku kesal

jam memang sudah menujukan pukul 08.00 dan aku masih tetap berada di han river kaki ku tidak mau beranjak dari sana entah kenapa. tiba-tiba ada yang memeluku dari belakang dan itu sontak membuatku kaget tapi aku tidak bisa berbuat apa – apa karena dia memelukku kuat . oh tuhan tolong siapa ini lindungilah aku , sehun dimana kamu tolong aku keluhku dalam hati.

” cukup sudah kau membuatku menunggu dan membuatku khawatir ” suara yang kukenal orang yang ingin kutemui

“se…sehun ?”

” kau ini benar-benar pabo mana ada perempuan yang berkeliaran hingga jam segini kamu membuatku mati khawatir “

tanpa berkata-kata aku berdiri dan kupeluk sehun

” ya rara kau kenapa ?”

“ani , sehun-ah kau pabo” aku kesal kenapa sehun tidak mengerti perasaanku dia benar-benar namja pabo

sehun segera mendorongku yang sedang memeluknya

” aku menegerti sudah lama aku ingin berbicara ini padamu tapi mungkin sekarang waktunya would you be my girlfriend ?”

air mata pun jatuh dipipiku tapi ini air mata yang menunjukan aku senang segera kupeluk sehun tanpa harus berkata-kata

” jadi ini jawabannya iya ?”

“iya namja pabo “

“eissss bukan namja pabo tapi sehunie”

dia memang namja yang bisa membuatku kesal , bahagia , selalu menggodaku tapi ya inilah dia oh sehun namjachinguku.

the end

note :

fanfic ini hasil dari imajinasi author dan sahabat author dari mulai alur cerita dan main castnya dan ada sebagian dari cerita itu dari pengalaman hehe jadi dimohon saran dan likenya ya . oh iya fanfic ini juga sudah pernah di post di blog author sendiri bias di cek disini http://aishadewisekartaji.wordpress.com  , dan pernah di post di indo fanfic . gomawo ^_^

 

8 thoughts on “I CHOOSE YOU

  1. Cinta segitiga ?
    Hehe q stuju rara m sehun, alnya mreka udh lama sling kenal,
    buat luhan oppa, kasian jg ch, sama q z dc, ,hehe ngarep
    o ia, kya nya crty’ agk kurang gmn gthu, q agk kurng dpt feely’, tp g p2 sii, tetap semangat tetap brkarya ya thor, q tnggu krya slnjtnya !🙂

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s