Unpredictable Winter

Gambar

[ Title ]

Unpredictable Winter

 

[ Author]

Didoots

 

[ Length]

Oneshoot

 

[ Genre ]

Romace

 

[ Rating ]

PG-17

 

[ Main cast ]

Oh Sehun as Sehun (EXO)

Cho Sora

 

[ Disclaimer ]

Sorry for the typo! Namanya juga manusia tidak ada yang tidak mempunyai salah mohon dimaafkan, dan kesamaan tokoh atau alur cerita itu adalah hal yang tidak saya ketahui yang mengetahui hanya readers dan Tuhan.

FF ini sudah pernah dipublish, jika melihat FF ini ditempat lain itu bukan plagiator. Tapi jika melihat ff ini dengan berbeda nama author mungkin itu adalah plagiator.

 

This Fanfiction Pour mine!

 

PLAGIATOR!! HATERS AND SIDERS? GO AWAY!!!

 

– Happy Reading Guys! –

 

 

Sora POV

Aku sedang menyusuri pagi hari ku ini dengan senyuman. Seperti biasa aku berangkat ke sekolah menggunakan bus, aku berjalan dihalte lalu menunggu bus yang setiap 8 menit sekali akan lewat.

Aku duduk di bangku yang tersedia di halte, hanya aku disini, benar memang hanya ada aku di halte ini karna jam menunjukan jam yang tidak masuk akal untuk ukuran seorang siswi yang masih bersekolah berangkat dijam yang pagi buta seperti ini. Tapi aku sangat menyukai berangkat kesekolah pagi-pagi karena aku bisa melihat matahari bersinar dan tentu agar bus tidak penuh.

Aku masih dengan setia menunggu bus ku itu, tapi kini aku tidak sendiri seorang namja baru saja duduk disampingku sambil membaca buku. Aku kenal namja ini tapi aku hanya sekedar kenal namanya, karna aku bisa melihat namanya dari nametag yang dia gunakan. Dan kebetulah dia adalah sunbaeku.

Aku tidak pernah menyapanya,atau sekedar memberi senyuman padanya, dia lebih asik membaca bukunya itu dibanding melihat lingkungan sekitanya, itu menurut pandanganku. Menurut penglihatanku, banyak yeoja yang menaiki bus dan jika mereka melihat sunbae itu mereka akan memuji keimutan wajahnya dan tentu aku membenarkan juga pendapat dari para yeoja-yeoja itu.

Bus ku datang aku berdiri lalu masuk ke dalam bus, seperti biasa aku akan memilih tempat didekat jendela, karena pemandangan akan terlihat indah. Saat sampai tujuan, aku mengendarkan pandanganku keseluruh dalam bus, sunbae yang bersamaku di halte tadi tengah bersender didekat jendela sambil tertidur pulas, aku tidak tega jika melihatnya. Aku bukan orang jahat yang hanya memperhatikan tapi tidak membangunkannya.

Author POV

“hm sunbae-nim, ireona palliwa” Sora menguncang-guncangkan tubuh namja itu dengan lembut.

“sunbae-nim ireona” Sora masih berteriak sambil mengguncang tubuh namja yang tidak meresponnya itu. Sora mendengus kesal.

Akhirnya dengan perjuangan yang kuat Sehun bangun dari alam mimpinya itu, dia segera megusap matanya menggunakan punggung tangannya, Dia mencoba mengembalikan nyawanya yang tadi sedang terbang dialam mimpi itu. Dia mencari orang yang membangunkannya dari tidur singkatnya itu, tapi orang itu telah menghilang. Tapi setelah itu ia tersenyum bahagia.

Saat Sehun bangun Sora langsung turun dari bus dia berjalan menyusuri gerbang sekolah yang jaraknya dengan halte lumayan jauh. Butiran-butiran salju tengah turun, Sora mengangkat tangannya mencoba mengambil butiran halus itu. Sora memang mencintai salju, menurutnya salju adalah sesuatu yang unik salju berbentuk putih lembut tapi dia itu adalah air.

Dibelakang Sora, kini Sehun tengah berjalan mengikuti setiap langkah yang Sora ambil. Dia sedikit binggung melihat yeoja didepannya yang sedang menagkap butiran salju, ‘seperti anak-anak saja’ gumannnya dalam hati. tapi Sehun tersenyum setelah berbicara itu.

**

Bel telah berbunyi Sora dengan cepat membersekan buku dan barang-barangnya yang masih berserakan dimejanya itu, setelah dipikiranya rapih dia segera keluar kelas. Sora sedang menyusuri koridor, dan dia melewati lapangan indoor mata ekornya menangkap sunbae yang dia bangunkan tadi pagi.

Sora menghentikan langkahnya, dia menatap Sehun yang sedang mengeshoot bola basket ke ringnya. Sora begitu terpesona dengan permainan Sehun, sebenarnya Sora ingin sekali bisa bermain basket hanya saja ekskul basket sekolah ini hanya untuk orang yang terkenal dan cantik atau tampan. Jadi Sora mengurungkan niatnya itu untuk masuk kedalam ekskul basket.

Saat dia sadar dengan lamunannya Sora kembali berjalan tapi langkahnya terhenti lagi ketika melihat sebuah dompet yang tergeletak dilantai. Sora segera megambil dompet itu, lalu mencoba mencari pemilik dompet ini. Saat tau pemilik dompet itu, hati dan otak Sora beragurmentasi hebat.

Identitas pemilik dompet itu adalah Oh Sehun dengan sebuah foto yang terdapat di dompet itu. Sora hanya binggung apa yang dia harus lakukan, apakah dia harus ke lapangan basket itu atau dia menunggu Sehun keluar, tapi jika Sora menunggu Sehun dia akan pulang larut malam. Akhirnya keputusan Sora adalah menunggu Sehun keluar.

Sudah sekitar 25 menit Sora duduk di bangku halte, dia tau Sehun akan pulang menggunakan bus jadi Sora mencoba menunggu Sehun disana. Dingin, ya itulah yang Sora rasakan padahal dia telah menggunakan jaket entah kenapa dia tetap merasa dingin. Tapi dia menguatkan diri untuk niat baiknya. Akhirnya sosok yang dia tunggu menampakan batang hidungnya, selengkungan senyum terukir di bibir Sora. Ketika Sora ingin memberikan dompet itu tiba-tiba saja rasa gugup menjalar disekujur tubuh Sora. Tubuhnya berkeringat ada rasa takut yang menjalar disekitar tubuhnya. Dia kembali menguatkan dirinya.

“Sehun Sunbae-nim…” sapa Sora ragu.

Sehun menoleh lalu mengangkat kepalanya seperti memberikan isyarat bahwa dia menganggapi perkataan Sora.

“apakah ini dompemu?” Sora memberikan dompet Sehun dengan ragu.

“ah ne, kau menemukannya dimana?” tanyannya antusias.

“tadi aku menemukannya di depan lapangan indoor sunbae-nim” Sehun menganggukan-agukan kepalanya mengerti.

“ah kamsahamnida” Sehun memberikan senyuman andalannya sambil membungkukan tubuhnya. Dan hal itu dibalas dengan hal yang sama oleh Sora.

“apakah kau disini menungguku? Bukanya kau harusnya sudah pulang?” pertanyaan itu sontak membuat Sora menunduk malu. Sehun pun tersenyum melihat tingkah malu Sora.

“ah, ne aku memang menunggu Sunbae-nim disini karena menurutku jika sunbae-nim pulang tidak ada dompet bagaimana bisa pulang” Jelas Sora.

“ah arraseo, oh iya perkenalkan naneun Oh Sehun Imnida aku kelas 3A” Sehun memberikan jabatan tangannya kepada Sora dan Sora memberikan uluran tangan Sehun. ‘dingin sekali tangan yeoja ini’ batin Sehun.

“Na Cho Sora Imnida aku kelas 2B” Jelas Sora sambil memberikan senyumannya itu.

“tanganmu dingin sekali” Ucap Sehun, dan Sora hanya menganggukan kepalanya. Setelah itu Sehun menarik tangan Sora lalu menggengamnya. Sora hanya dapat mengagakan mulutnya karna perlakuan Sehun yang terlalu tiba-tiba ini.

Tangan Sehun sekarang tengah sibuk mengesek tangan Sora yang beradu dengan tangan Sehun dan hal itu menimbulkan rasa hangat di sekujur tangan Sora. Setelah itu Sehun langsung mendekap Sora kedalam pelukannya dan dia mengeratkan pelukannya pada Sora. Sora merasa nyaman dan hangat tidak ada rasa canggung dihatinya.

“sudah lebih baik?” Tanya Sehun. Sora mengangguk didalam pelukan Sehun.

Tiba-tiba ponsel Sehun berbunyi otomatis Sehun melepas pelukan yang terasa hangat itu. Sora hanya memberikan senyum kikuknya saat Sehun memberi isyarat untuk menunggunya. Saat Sehun Selesai hanya ada kesunyian menyelimuti mereka.

Akhirnya mereka kembali dengan pikiran masing-masing tapi mata Sora diam-diam melirik kearah Sehun lalu dia tersenyum malu-malu. Bus yang akan dinaiki Sehun dan Sora kini tiba, tapi tumben sekali bus ini ramai, hal itu bisa dilihat betapa penuhnya orang didalam, tanpa pikir panjang Sora masuk kedalam bus diikuti oleh Sehun dibelakangnya.

Awalnya Sora tidak ingin menaiki bus itu hanya saja waktu sudah menunjukan pukul 7 bisa-bisa kedua orang tuanya khawatir dengan Sora. Tangan Sora mulai dia kibaskan layaknya sebuah kipas. Panas? sungguh panas dan penuhnya bus ini. Sora hanya bisa menahan nafasnya karna disekelilingnya banyak bau yang tidak Sora inginkan.

Sora melihat kearah Sehun, begitulah mungkin namja dingin apakah dimana-mana akan bersikap seperti itu. Sehun hanya memandangi jalan tanpa memberikan ekspresi apa-apa. Telingannya dipasangkan earphone dan dia sedikit bersenandung dan ditangannya sudah terpapah sebuah novel yang mugkin sedang Sehun baca.

Sehun yang merasa ada yang memperhatikannya mulai menoleh kearah sang pemilik mata. Sehun menatapnya binggung, Sora pun sepertinya tidak menyadari bahwa Sehun sedari tadi telah menyadari bahwa kedua mata Sora memperhatikan Sehun.

Sehun melambaikan tangannya didepan Sora. Saat sadar dengan aktivitasnya, Sora menjadi salah tingkah pipinya merona karena tertangkap basah sedang memperhatikan Sehun.

“ada apa? dari tadi aku perhatikan kau memperhatikan aku terus? Apakah aku setampan itu?” Ucap Sehun sambil memberikan senyum manisnya. Dan tentu Sehun menatap Sora dengan tatapan yang membuat seorang yeoja akan meleleh layaknya lilin jika mendapatkan senyuman Sehun seperti itu.

DEG…..DEG….DEG

Seperti itulah jantung Sora saat Sehun berkata seperti itu, Sora sedikit binggung dengan jantungnya yang tiba-tiba berdetak cepat itu, ‘apakah aku menyukainya?’ batin Sora. ingin rasanya dia turun untuk menghindari tatapan Sehun itu, tapi apa daya pasti Sehun akan curiga jika Sora turun bukan dihalte yang biasa mereka bertemu.

“hyakk! Kau malah diam lagi!” Omel Sehun karna ucapannya belum di gubris oleh Sora.

“ah Mianhae Sehun sunbae-nim, aku hanya binggung kenapa sunbae-nim sepertinya menikmati panas dan sempitnya bus ini” Bohong Sora.

“mwo? kau mau tahu? Mendekatlah..” Sehun sedikit menarik tangan Sora mendekat padanya.

Dengan bodohnya Sora menuruti permintaan Sehun untuk mendekat, semakin mendekat dan nafas Sehun dapat terasa di telingan Sora, terasa geli dan hangat. Tiba-tiba benda putih yang biasa disebut earphone dipasangkan oleh Sehun ditelinga Sora.

Sora yang terkejut langsung menoleh kearah Sehun dengan tatapan binggung, cukup lama Sora menatap Sehun sampai akhirnya CHU. Tiba-tiba saja bus yang ditumpangi Sehun dan Sora berhenti tiba-tiba dan hal itu membuat insiden yang membuat Sora menyemburkan merah dipipinya.

Sora merasakan sesuatu yang tipis dan lembut menyentuh bibirnya itu, dan tangan seseorang tengah melingkar di pinggul Sora untuk membantu menahan tubuh Sora agar tidak jatuh didalam bus.

Setelah insiden itu Sehun dan Sora saling menatap, 1 menit, 2 menit,sampai 5menit mereka masih menatap dan sibuk oleh pikiran masing-masing atau bisa dibilang pikiran mereka memikirkan insiden yang baru saja mereka alami.

Saat sadar Sehun segera melepas tangannya yang melingkar dipinggul Sora, dan Sora pun langsung mengalihkan pandangannya sambil mengatur nafasnya karna terlalu gugup menatap Sehun.

Selama perjalanan berlangsung mereka hanya diam dan kembali disibukan oleh aktivitas masing-masing, Sehun kembali sibuk dengan novelnya dan Sora sibuk dengan pikirannya. ‘apakah tadi itu bibir Sehun, apakah tadi aku…..’ Sora memukul kepalanya berkali-kali karna menurutnya otaknya sedang tidak beres dia berpikiran yang tidak-tidak. Sora berpikir apakah tadi dia benar merasakan bibir Sehun walau hanya mengecup.

Sora dan Sehun turun dari bus, setelah turun Sora langsung menuju tempat duduk di halte, dia mencoba mengatur nafasnya karna terlalu dikit oksigen di dalam bus tadi. Sehun pun ikut duduk dibangku halte mengikuti apa yang sedang Sora lakukan.

“rumahmu dimana?” Tanya Sehun tiba-tiba.

“rumahku diperkarangan Goyangi Resident” jelas Sora.

“jinjjayo? Rumaku diperkarangan Apeujong Resident..” Sora hanya memberikan senyumnya sambil mengangguk mengerti.

Tiba-tiba Sehun berdiri lalu menarik tangan Sora, hal itu membuat Sora kaget dan hanya diam ditempatnya. Sehun yang kesal karna Sora hanya diam lalu menggendongnya ala brindal style. Segera Sora meronta-ronta tapi hal itu tidak digubris sama sekali oleh Sehun.

“YAK Sehun Sunbae-nim apa yang kau lakukaan” Teriak Sora sambil memukul pelan dada Sehun.

“tadi kau hanya diam saja, jadi aku memuntuskan mengendongmu” Sehun menjulurkan lidahnya kearah Sora, dan hal itu membuat Sora membuang mukannya dan melipat tangannya didadanya.

“baiklah, baiklah” Sehun mulai membantu Sora berdiri, sebenarnya dihati kecil Sora dia masih ingin digendong oleh Sehun.

Mereka berjalan beriringan mereka diam tanpa berbicara apa-pun. Merasa bosan akhirnya Sehun mulai berpikir untuk mencari topik pembicaraanya. Lalu dia tersenyum jahil sekarang.

“Sora-ya….” Sapa Sehun, dan Sora menatapnya dengan binggung.

“waeyo Sehun Sunbae-nim?” Jawab Sora.

“hm mianhae….” Sora mengerutkan dahinya binggung kenapa Sehun meminta maaf padanya.

“minta maaf untuk apa?”

“e-e,..e tentang…aduh  bagaimana ya” tiba-tiba lidah Sehun menjadi kelu, niatnya dia ingin membuat Sora pipinya menjadi merona mengingat kejadian di bus tadi.

“tentang bibir kita yang bersentuhan tadi…” akhirnya bibir Sehun pun meluncurkan kalimat itu, dan dia langsung menatap Sora dan binggo! Sehun tersenyum puas melihat pipi Sora yang merah merona.

“ah, ne ,ne gwenchanayo..” Ucap Sora sambil menundukan kepalanya.

“kau tahu? Bibirmu sangat manis..” Goda Sehun sambil memberikan smirk nakalnya. Dan muka Sora kembali memerah.

“kau ini lucu sekali jika pipimu merona seperti itu” tangan Sehun bergerak mengelus puncak rambut Sora.

Sora hanya diam, bibirnya terasa sangat beku mendengar pekataan Sehun. Apa lagi kini tangan Sehun mulai berani mengelus rambutnya itu. Jantung Sora bedegub sangat cepat seperti tengah berlari.

“Sehun Sunbae-nim sepertinya aku duluan, jalljayo..” Ujar Sora tiba-tiba.

“ah ne, hati-hati ne? Sampai bertemu besok Sora-ya” Sehun tersenyum manis kearah Sora sambil memberikan lambaian lembut kearah Sora. Dan Sora pun melalukan hal yang sama kearah Sehun.

Disepanjang jalan Sora kembali tersenyum malu-malu mengingat kejadian di bus yang terasa singkat tapi sangat berkenang itu. dan Sora berlari kecil kearah rumahnya dengan hati yang terngah berbunga-bunga.

**

Sehun POV

Senyumku belum pudar semenjak berpisah dengan Sora, akhirnya aku bisa berdekatan dengannya. Selama beberapa bulan ini aku memang suka memperhatikannya, aku mencaritahu namanya dan rumahnya aku tahu apa saja yang dia suka, apa yang dia tidak suka. Bisa dibilang mungkin aku adalah penggemar rahasiannya.

Aku sengaja selalu berangkat pagi, padahal hal itu adalah hal yang sangat susah aku lakukan, tapi semenjak bertemu dengannya dan melihat wajah polosnya yang manis itu. aku suka melakukan hal yang dulu aku tidak suka.

Contohnya aku sangat susah bangun pagi, tapi saat melihatnya aku tersenyum dan bersemangat kesekolah. Aku suka bolos kesekolah tapi ketika melihatnya sangat rajin kesekolah aku termotivasi untuk selalu kesekolah agar dapat melihatnya. Hanya saja aku takut untuk mendekatinya, untuk sekedar berbasa-basi saja aku tidak berani.

Kalian tahu kenapa aku selalu membawa buku atau novel? Sebenarnya itu hanya alasanku untuk dapat mencuri-curi pandang dengannya, aku dapat melihatnya dengan puas tanpa dia tahu bahwa aku tengah memperhatikan wajah cantiknya itu

Pagi tadi aku memang sangat lelah jadi aku tertidur dibus, aku tahu siapa yang membangunkaku dia gadisku. Hanya mendegar suaranya saja bisa membuat ku gugup, jadi aku memutuskan untuk tidak bangun saat dia masih ada dihadapanku. Saat aku turun aku melihatnya bermain-main dengan salju, hal itu membuatku semakin mengangguminya saja.

Dan hari ini adalah hari yang tak pernah akan aku lupakan, aku tahu sebenarnya dia belum pulang dan aku memang sengaja menjatuhkan dompetku saat aku melihatnya dari kejauhan beberapa meter. Aku berharap dia yang menemukan dan ternyata perkiraanku tepat sasaran.

Saat aku sedang bermain basket aku tahu bahwa dia memperhatikanku dan hal itu membuat aku sedikit gugup. Setelah selesai bermain basket aku segera mencari Sora kemana dia? kenapa dia tidak ada? Aku pikir dia sudah pulang aku sedikit kecewa saat tidak melihatnya.

Aku berjalan kehalte dan menemukan sosok yang aku sedang cari, hatiku kembali tersenyum saat melihatnya. Aku menghampirinya dengan gayaku yang dingin,sebenarnya itu hanya untuk membuatnya tertarik padaku. Aku merasa sangat aneh melilihat disini, aku berharap dia tengah menungguku untuk memberikan dompetku itu. tapi aku segera menepis pikiranku yang terlalu berharap itu.

“Sehun Sunbae-nim…” sapanya, akhirnya dia membuka mulutnya juga pikirku. Dan akhirnya dia memanggil namaku terasa lembut suaranya ditelingaku. Dia memberikan dompetku, akhirnya rencanaku berhasil pikirku.

 “apakah kau disini menungguku tadi? Bukanya kau harusnya sudah pulang?” tanyaku padanya, dan pipinya memerah dan hal itu membuatku semakin gemas melihat muka imutnya itu.

“ah, ne aku memang menunggu Sunbae-nim disini karna menurutku jika sunbae-nim pulang tidak ada dompet bagaimana bisa pulang” Jelasnya, aku sedikit melayang mendengar perkataannya, diam-diam aku tersenyum tanpa dia sadari.

Saat menjabat tanganya aku merasakan tanganya seperti es batu, dingin sekali aku merasa iba dengannya jadi aku mencoba menghangatkan. Aku menarik tangannya lalu mengelusnya dan menimbulkan kehangatan. Setelah aku pikir dia masih merasakan dingin aku segera memeluknya. Jantungku berdegub cepat, darahku mengalir lebih cepat. Aku merasa sangat bahagia sekarang.

Sesuatu berbunyi dan bergetar disekitar kantung bajuku. Ternnyata Eomma ku yang menelpon. Dan aku mengutuk ponselku itu karna menggangu pekerjaanku ini. saat aku selesai mengangkat telepon aku ingin sekali kembali memeluknya tapi niat itu aku urungkan melihat hal itu akan membuatku malu saja.

Bus pun datang tapi tumben sekali bus sangat padat, awalnya aku ragu ingin masuk karna Sora terlihat ragu untuk masuk. Aku ingin bersamanya dan akan menjagannya, jadi aku akan menunggunya sampai dia naik bus.

Tanpa diduga Sora tetap naik bus yang penuh itu, aku sedikit khawatir melihat banyak ahjussi nakal yang memperhatikannya, aku sengaja mendekatkan tubuhku kepadanya agar pada ajussi itu tidak melihatnya.

Mataku menangkap matanya tengah memperhatikanku, aku sedikit puas melihatnya aku sedikit menggodanya dan hal itu berhasil membuat pipinya yang lucu itu memerah. Aku mendengar penjelasnya kenapa dia menatapku. Aku menerima alasanya tapi hal itu cukup menggajal dihatiku.

“ah Mianhae Sehun sunbae-nim, aku hanya binggung kenapa sunbae-nim sepertinya menikmati panas dan sempitnya bus ini” katanya.

“mwo? kau mau tahu? Mendekatlah..”  aku menyuruhnya medekat kearahku.

Tanganku sengaja menariknya karna tidak sabar. Saat tubuhnya dekat denganku jantungku rasanya seperti mau copot, aku menahan segala sesuatu yang tengah bergejolah di hatiku ini. aku hanya khawatir Sora akan mendegar detak jantungku.

Aku memasangkan earphone di telinganya, lagu yang tengah diputar adalah Angel – EXO, aku tahu kenapa dia menatapku, mungkin dia binggung. Tapi insiden itu terjadi, insiden yang tak pernah aku duga dan tak pernah aku rencanakan.

Bibirku seperti menyentuh sesuatu, ya itu bibir mungilnya tubuhku bergejolak hebat, hatiku kini sedang berpikir ingin melumat bibirnya tapi segera aku mengurungkan niatku itu. tanganku menahan tubuhnya yang akan amburuk itu.

Kami saling menatap, aku kembali berargumentasi dengan pikiranku, aku hanya menahan nafsuku yang ingin mencium bibirnya itu. tapi segera saat aku sadar sekelilingku mulai memperhatikan keanehan denganku aku melepas tatapan mataku dan tanganku.

Aku segera menyibukan diri dengan membaca novelku, aku kembali meneltralisir tubuhku yang sedang gugup ini. ingin rasanya aku berlari keluar untuk berteriak kesenangan. Akhirnya bus kami sampai, aku dan Sora turun secara bersamaan. Aku seperti melupakan kejadian tadi dan kembali bersikap normal kepadanya itu.

Saat aku mengajaknya untuk jalan dia hanya diam, aku semakin gemas dengan tingkahnya ini jadi aku segera menggendongnya dan dia sepertinya tidak suka lalu dia memajukan bibirnya membuatku lemah dan menurunkannya juga. Kami berjalan beriringan tanpa ada sepatah katapun, aku berpikir cukup keras untuk dapat berbicara dengannya.

“Sora-ya….” sapaku tiba-tiba.

“waeyo Sehun Sunbae-nim?” tanyanya binggung.

“hm mianhae….” sepertinya dia binggung dengan perkataanku kenapa aku meminta maaf padanya.

“minta maaf untuk apa?” tanyanya.

“e-e,..e tentang…aduh  bagaimana ya” tiba-tiba lidahku kelu, aku kembali berpikir ulang untuk menggodannya, aku hanya takut jika aku membahasnya dia akan marah padaku. Tapi akhirnya aku memberanikan diriku.

“tentang bibir kita yang bersentuhan tadi…” ucapku malu-malu, tapi aku segera memalingkan wajahku menatapnya dan pipinya pun memerah.

“ah, ne ,ne gwenchanayo..” Ucap Sora sambil menundukan kepalanya.

“kau tahu? Bibirmu sangat manis..” Goda ku sambil memberikan smirk. Dan muka Sora kembali memerah.

“kau ini lucu sekali jika pipimu merona seperti itu” tanganku mengelus rambutnya.

Saat bertemu persimpangan aku dan dia harus berpisah, ada rasa kecewa bekecamuk dihatiku, tapi aku berpikir bahwa pasti aku akan bertemu dengannya besok. aku kembali tersenyum mengingat kejadian dengannya itu.

**

Author POV

Pulang sekolah Sora sedang menunggu bus dihalte, tiba-tiba Sehun datang dan Sora sedikit gugup jika mengingat insiden kemarin. Sora hanya memandang lurus jalan dihadapanya.

“Sora-ya…” Sapa Sehun. Dan Sora segera mengarahkan wajahnya mengadap sang pemilik suara dengan memberikan senyuman terbaiknya.

“ah annyeong Sehun Sunbae-nim” Sehun mengerutkan dahinya segera dan sedikit berpikir sejenak lalu dia tersenyum penuh arti.

“jangan panggil aku dengan embel-embel Sunbae-nim, panggil aku Oppa, O-p-p-a arrachi?” jelas Sehun.

“ah, ne,ne Sehun Oppa..” Sora agak menekannkan kata dibelakangnya.

“Sora-ya kau mau menemaniku pergi?” tanya Sehun tiba-tiba.

“pergi? Kemana?” Sora mengerutkan dahinya binggung.

“sudah ikut saja” Sehun segera menarik tangan Sora agar segera mengikuti Sehun menaiki bus yang baru saja datang. Sora hanya menurut dan mengekor dibelakang Sehun.

Sekitar 20 Menit Sehun dan Sora telah sampai ditempat yang dimaksud oleh Sehun. Sehun kembali menarik tangan Sora. Diperjalanan Sora hanya bisa mengikuti kemana arah jalan Sehun berjalan.

Kalian tahu kemana mereka pergi? Mereka pergi ketempat Ice Skating, Sora hanya dapat mengedipkan matanya berkali-kali saat mengetahui dimana dia sekarang. Sehun langsung kekasir dan kembali ke tempat Sora sambil membawa Sepatu Ice Skating.

Mereka mencari tempat duduk agar lebih mudah memakai sepatu mereka, Sehun telah siap memakai sepatunya, tapi berbeda dengan Sora yang masih kesulitan untuk mengenakan sepatunya itu.

Lalu Sehun berjongkok dihadapan Sora dan membantu Sora memakai sepatunya. Sora sedikit terkejut dengan perlakuan Sehun. Tangan kekar Sehun mengikat sepatu Sora dengan bergantian. Setelah terasa siap Sehun berdiri dan mengulurkan tangannya kepada Sora. Dan Sora menerima uluran tangan Sehun dengan hangat.

Sehun berhenti sebentar lalu melepas jaket yang dia kenakan dan mengenakannya pada Sora. Mata Sora membulat karena perlakuan Sehun ini. dan Sehun hanya memberikan senyumnya kearah Sora.

“gomawoyo Oppa” ucap lembut Sora.

“cheonma Sora-ya”

Sehun dan Sora mulai bermain permainan mereka, Sora memang tidak terlalu bisa bermain Ice Skating, jadi Sehun pun membantu Sora dengan sabarnya. Sehun menggengam tangan Sora lembut dan Sora pun menggengam tangan Sehun dengan kencang. Setelah 15 menit Sora sepertinya sudah handal bermain Ice Skatingnya.

Suara musik berputar di permainan arena Ice Skating, Sehun memeggangi pinggul Sora lalu menariknya mendekat, Tangan Sora pun dingenggam.

“mari kita berdansa..” Sehun berbisik lembut ditelinga Sora lalu memberikan senyum nakalnya. Dan Sora terpaksa mengangukan kepalanya mengerti.

Kaki mereka berdua mulai digerakan, Sehun yang mempunyai dasar dance ballet kini mulai membuat tubuh Sora menari layaknya seorang pasangan penari ballet yang sudah handal. Sora hanya mengikuti apa yang Sehun lakukan atau lebih tepat Sora hanya diam dan Sehun yang mengerakan tubuhnya itu tapi lama kelamaan dengan gerakan yang dia sering lihat di televisi Sora mulai menggerakan tubuhnya mengikuti alunan musik dan gerakan Sehun.

Sehun memegang pinggul Sora menggunakan kedua tangannya lalu mengangkat pinggul itu melayang berputar. Tangan Sora memegangi pudak Sehun, saat tubuh Sora diturunkan Sehun segera memeluk Sora dengan lembut sampai akhirnya musikpun berhenti.

“Sehun Oppa! Lihatt!” Sora menujuk kearah atas, salju tengah turun diantara orang-orang yang sedang bermain Ice Skating.

“kau suka salju?” tiba-tiba Sehun berdiri dibelakangnya sambil melingkarkan tangannya di pinggul Sora. Sora hanya bisa tersenyum pasrah dengan perlakuan Sehun. Rasa nyaman lebih mendominasi dibandingkan rasa malunya itu.

Tidak munafik Sora pun mengarahkan tangannya untuk menggengam tangan Sehun yang berada di pinggul Sora. Dan kini nafas Sehun terasa di leher Sora, dan tiba-tiba benda lembut itu kembali menyentuh bagian tubuh Sora. Sehun mengecup lembut leher Sora berkali-kali dan hal itu membuat Sora mengelijang geli.

“Oppa hentikan geli!” Ucap Sora sambil mengelus lembut rambut Sehun yang masih sibuk dengan aktivitasnya itu.

“saranghaeyo baby” Bisik Sehun lembut, dan hal itu membuat Sora terkejut dan memerahkan wajahnya.

Sehun membalikan tubuh Sora menghadap kearahnya lalu menatap Sora dengan lembut. Sora hanya diam memantung karna tatapan Sehun yang membuat tubuhnya melemah itu.

“aku ingin memberikan pengakuan kepadamu” ucap Sehun sambil menggengam tangan Sora.

“mwoya? Pengakuan apa Oppa?” Tanya Sora lembut.

“tentang dompet waktu itu, kau tahu itu rencanaku agar kita dapat berbicara, aku ingin bisa dekat denganmu hanya saja aku terlalu takut untuk mendekatimu, dan aku pikir rencanaku berhasil. Aku sudah menyukaimu semenjak berbulan-bulan yang lalu, aku sengaja datang pagi hanya untuk bisa berangkat bersama denganmu, aku sengaja membawa novel agar aku bisa mencuri pandang denganmu. Kau telah membuatku berbubah menjadi lebih baik dari aku yang dulu. Gomawo Sora-ya, jeongmal saranghae, Saranghaeyo Oh Sora..” Sehun menatap Sora dengan tatapan sungguh-sungguh. Dan mata Sora kini tidak bisa menahan rasa bahagianya saat kalimat-kalimat manis itu keluar dari bibir Sehun. Air mata bahagianya kini tengah membasahi pipi Sora, Sehun yang melihat dengan sigap menghapus air matanya dan mengecup kelopak mata Sora secara bergantian.

“uljjima Sora-ya” Sehun memegang kedua pipi Sora dengan lembut.

“aku hanya terharu mendegar perkataanmu..” Sehun terkekeh mendengar pengakuan Sora.

“aku berkata itu sungguh-sungguh Sora-ya, jadi apakah kau mau menjadi yeojachinguku?” Sehun menunggu jawaban Sora dengan hati was-was dia takut Sora menolaknya. Tapi dia tetap percaya diri bahwa Sora akan menerimanya.

“ne aku mau Oppa” Ucap Sora malu-malu. Sehun yang terlalu bahagia itu segera memeluk tubuh mungil Sora dengan erat,dan Sora pun memeluk Sehun dengan erat seakan dia tidak mau kehilangan orang yang dia sayang.

“bruggg…” itu adalah bunyi tubuh Sora dan Sehun yang terhempas di bawah lantai es.

“yakk Appo” Rintih Sora.

“ah mianhae Sora-ya, aku terlalu bersemangat” ucap Sehun sambil menyeringai.

Sehun memang terlalu bersemangat memeluk Sora sampai akhirnya mereka berdua kehilangan keseimbangan. Mereka berdua tertawa lepas karena kejadian itu. Sehun membantu Sora berdiri lalu dia langsung memeluk erat Sora lagi.

Sehun melepaskan pelukannya lalu menatap Sora intens, dia menatap muka Sora dengan detail. Sehun menompang dagu Sora dengan tangannya, matanya menatap Sora dengan lembut. Semakin lama muka Sehun mendekat kearah wajah Sora, dan kini hidung Sehun dan Sora sudah menempel. Sehun sedikit mengesek-gesekan hidung mereka dengan lembut sambil tersenyum.

Dan kini Sehun semakin mendekat dan bibirnya kini sudah menempel dengan lembut dibibir mungil Sora, Sehun melumat lembut bibir Sora. Sehun melumat bibir Sora bergantian, Sora pun membalas ciuman yang diberikan oleh Sehun dengan penuh cinta bukan nafas. Sora menikmati tiap-tiap lumatan yang diberikan oleh Sehun. Disela-sela permainan mereka Sehun tersenyum puas.

“saranghaeyo Oh Sora..” ucap Sehun lembut sambil mengelus lembut pipi Sora.

“Nado saranghaeyo Oh Sehun..” Sora mengecup lembut punggung tangan Sehun.

Dan mereka kembali berpelukan dengan erat dibawah salju yang masih turun diantara mereka, orang disekeliling mereka hanya bisa tersenyum melihat tontonan romantis dihadapan mereka.

Sehun dan Sora menjalani kehidupan hari-hari mereka bersama dengan bahagia dan saling percaya. Setelah hari itu hubungan Sehun dan Sora sekarang sudah menginjak 3 Tahun. Sehun pun telah berjanji untuk tidak menyakiti Sora ,‘gomawo Sora-ya kau adalah yang terakhir untukku’ ,batin Sehun sambil menatap Sora yang tengah tidur dipudaknya dan mengelusnya lembut.

 

-THE END-

 

Terimakasih untuk para readers yang telah membaca fanfiction ini, maaf jika masih banyak kekurangan jika masih banyak kekuarangan aku akan mencoba memperbaikinya. Sebagai readers yang baik, mohon tinggalkan jejak dengan memberikan komentar tentang fanfiction ini. jika kalian komentar disetiap fanfiction aku, berarti kalian sudah menyumbangkan 1 semangat untuk aku, dan berarti kalian menghargai jerih payah aku yang membuatnya. Oh iya setiap komentar harus baik ya no bashing dan kalo bisa yang membangun^^. Terimakasih sudah mau mendengar celotehan aneh saya. Saranghaeyo chingudeul<3

Kalian Luar Biasa!!!^^

Silakan berkunjung ke web pribadi saya.

http://www.didootsland.wordpress.com

28 thoughts on “Unpredictable Winter

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s