Your Promise

Gambar

Tittle : Your Promise

Author : Keiko Keii

Length : One Shoot

Rating : PG-15

Genre : Hurt, sad ending

Main Cast : 

– Xi Luhan

– Park Min Young

Other cast :

– Park Eun Bin (Eomma Min Young)

 

l l Your Promise l l

 

“Ketika kebersamaan itu tak ku temui lagi.

Ketika kau pergi meninggalkanku, tanpa sempat aku menemuimu.

Ketika aku kehilangan semuanya.

Kecuali, janjimu, oppa…”

 

l l Your Promise l l

 

Author Pov

 

Disinilah dia sekarang. Termenung menatap laut itu dengan ekspresi yang sulit untuk diartikan. Entah apa yang kini tengah menggerayangi pikirannya.

Drrrttt drrrtttt

Ponselnya bergetar, tanda ada sebuah pesan yang masuk. Yeoja itu melirik sekilas nama yang tertera di layar ponselnya, sedetik kemudian ia menjauhkan ponsel itu dari dirinya. Yeoja itu tidak ingin diganggu siapapun saat ini.

 

l l Your Promise l l

 

“Youngie-ah…” yeoja itu menoleh.

eomma menghampirinya yang sedang terduduk dikasur, sambil menatapnya khawatir. Sudah hampir seminggu Min Young  selalu seperti ini. Ia selalu melamun semenjak kejadian itu.

“Gwencanha?” Tanya Eun Bin, ia sangat khawatir pada kondisi anaknya saat ini.

Min Young mengangguk sambil tersenyum, menyembunyikan kesedihan yang amat dalam dihatinya. Meski ini sakit, namun ia tak ingin menunjukkannya kepada eomma nya.

“Kau selalu seperti ini selama seminggu, kau terus melamun, kau seperti mayat hidup nak…..” Eun Bin menatap anaknya ragu. “ragamu memang ada namun nyawamu seakan tak berada disini, eomma  khawatir melihat keadaanmu”

Lala terhenyak mendengar perkataan eomma nya. Ia lalu menatap eomma yang sudah duduk di sampingnya. Ia tak kuat lagi. Ia tak kuat lagi jika harus memendam ini sendirian.

Perlahan, kedua mata Min Young  mulai berarir, lalu sedetik kemudian ia sudah menangis.

Eun Bin segera memeluk anaknya yang sudah menangis semakin keras, “Youngie-ah, ceritakanlah pada eomma, jangan kau pendam sendirian anakku…”

Min Young mendongak untuk menatap eomma nya. Eun Bin melonggarkan pelukannya dan balas menatap Min Young.

“Eomma Wae? Waeyo? Kenapa Luhan oppa tidak menceritakannya padaku” Ucapnya sambil terisak, “kenapa Luhan oppa meninggalkanku eomma? Dia sudah berjanji takkan melakukannya”

Eun Bin mengerti, kini ia sangat mengerti apa yang tengah dirasakan anaknya.

Xi Luhan. Anak itu memang sangat dekat dengan Min Young. Min Young yang sebenarnya adalah seorang anak tunggal, merasa memiliki seorang oppa  sejak bertemu dengannya.

Luhan, yang mengubah Min Young dari yeoja pendiam menjadi yeoja periang. Yang membuat yeoja itu selalu tersenyum bila berada di dekatnya.

Namun sekarang, semenjak kejadian itu Min Young kembali menjadi Min Young yang dulu. Ia hanya melamun di kamarnya. Seakan kehilangan gairah untuk kembali ceria seperti semula.

“Eomma tau nak, eomma tau apa yang kau rasakan…”

Eun Bin mengusap puncak kepala Min Young perlahan. Sementara Min Young masih terus terisak dalam pelukannya.

 

l l Your Promise l l

 

“Luhan oppa…” panggil yeoja itu itu pelan.

Luhan menoleh kebelakang dan mendapati yeoja itu tengah tersenyum riang ke arahnya, “Mwo? Kau mau menjahiliku lagi ya?” Tanya Luhan sambil mendelik curiga.

“Ani….” Jawab Yeoja itu enteng.

“Jongmal? lalu apa yang kau sembunyikan dibalik kedua tanganmu itu?”

Yeoja itu gelagapan medapat pertanyaan telak yang dijatuhkan kepadanya.

“A..aniyo..tidak ada apa-apa kok…” jawabnya gugup.

Luhan semakin curiga, ia tahu betul kalau yeoja ini sudah berbicara dengan gugup begitu, itu tandanya ia sedang menyembunyikan sesuatu.

“Gotjimal, coba ku lihat…”

Perlahan Luhan menghampiri gadis itu, lalu mencoba memeriksa tangan yang yeoja itu simpan dibalik punggungnya.

Min Young  reflek menghalanginya, namun tiba-tiba…

“Kyaaaaaaa…” teriak Luhan kencang.

Min Young itu tertawa terbahak-bahak melihat Luhan yang menjerit ketakutan. Ia tahu betul bahwa Luhan sangat takut pada serangga.

“Park Min Young….” Teriak Luhan sebal.

Min Young menjulurkan lidahnya merasa menang. Lalu ia lari terbirit-birit saat melihat Luhan sudah berlari hendak menangkapnya.

“Kyaaaa, oppa berhentilah mengejarku….” Teriak Min Young ditengah larinya.

Luhan mengeluarkan smirk nya, “Ani, aku takkan berhenti sampai berhasil menangkapmu…” ujar Luhan. Dan…

Hoppppp

Dengan sekali sentakan, Luhan berhasil merengkuh tubuh kecil itu ke dalam pelukannya.

“Ya! Kau sudah tertangkap sekarang…rasakan ini”

Luhan mulai menggelitiki Min Young, Luhan tahu betul kalau yeoja ini takkan tahan jika sudah ia gelitiki seperti sekarang.

“oppa ampun…..” Min Young menangkupkan kedua tangannya. Lalu memasang puppy eyes kebanggaannya.

Akhirnya, Luhan menyerah. Ia menghentikan aksi gelitikannya di tubuh yeoja itu. 

Min Young menghempaskan tubuhnya diatas rumput itu, ia membaringkan tubuhnya, lelah.

“Makanya, jangan macam-macam denganku..” Luhan menempatkan posisinya di samping Min Young, namun ia duduk.

“Habis, oppa juga selalu menjahiliku kan? Apa salahnya jika sekarang aku balas dendam…” Min Young melirik Luhan yang tengah menengadahkan wajahnya menatap langit biru cerah di atas wajah mereka.

“Youngie-ah…” panggil Luhan pelan.

“Mwo?”

“Bagaimana jika aku tidak ada disampingmu?”

DEG!

Pertanyaan itu, untuk apa ia menanyakan hal seperti itu?

Min Young hanya diam, tak tahu harus menjawab apa. Ia hanya memejamkan matanya, merasakan semilir angin yang menerpa tubuhnya lembut.

Tanpa ia sadari, Luhan terus memandang wajahnya.

Kenapa kau tidak menjawabnya? Aku butuh jawabanmu.

Lalu Min Young membuka matanya, Luhan spontan segera memalingkan pandangannya.

“Mollayo…” jawabnya pelan.

Luhan menghembuskan nafasnya sejenak, lalu ia terdiam. Entah apa yang harus ia katakan pada yeoja  di depannya. Ia tak mungkin memberi tahu semuanya.

“Oppa,Wae geuresso?  kenapa Oppa  menanyakan hal seperti itu?” Tanya Min Young.

“Ah! Tidak, aku hanya ingin bertanya saja, hehehe…”

“Keunde, oppa tidak akan meninggalkanku kan?”

Kini giliran Luhan yang tak bias menjawab, sementara Min Young masih setia menunggu jawaban yang keluar dari mulutnya.

“Oppa…” panggil Min Young.

“Hm….” Luhan hanya berdehem menimpali panggilan itu.

“Oppa tidak akan meninggalkanku kan?” Tanya Min Young lagi. Ia butuh jawaban dari Luhan. Entah kenapa, perasaannya mulai tak enak sejak Luhan menanyakan hal tadi padanya.

“Tentu saja tidak…” Luhan mengelus puncak kepala Min Young lembut.

“Yaksok?” Tanya Lala.

“Yaksokhe…”

Mereka berduapun menautkan jari kelingking mereka, Lalu tersenyum riang setelahnya.

“Youngie-ah…” panggil Luhan.

Min Young merubah posisinya menjadi duduk, lalu menatap Luhan sambil tersenyum, “Mwo oppa?”

“Hm…aku punya satu permintaan….” Ucap Luhan ragu.

“Permintaan apa?”

“Ke..keunde, kau janji tidak akan marah ya…”

Min Young tersenyum lagi kearah Luhan, “Ne, aku janji…”

“Bo…bolehkan aku… me…menciummu…?”

DEG

Min Young membulatkan matanya tak percaya. Sementara Luhan segera memalingkan wajahnya dari Min Young dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

Luhan bergerutu dalam hatinya, ‘Aish, bagaimana bisa aku mengucapkan ini pada Min Young. Min Young pasti marah padaku sekarang. Arrrggghhh, Luhan Pabo’

“Ke…keunde Youngie-ah, kalau kau tidak mau aku…..”

Belum sempat Luhan menyelesaikan perkataannya Min Young segera memotong, “Ne, kau boleh menciumku oppa….” Ucapnya mantap.

“Kau yakin?” ucap Luhan ragu, Ia menatap kedua manic mata Min Young mencoba mencari keraguan disana, namun hasilnya nihil. Min Young malah tersenyum ke arahnya.

Luhan menangkupkan kedua tangannya di wajah Min Young, perlahan tapi pasti Luhan mendekatkan wajahnya kea rah Min Young.

Min Young hanya terdiam. Ia bisa merasakan nafas Luhan menerpa wajahnya. Jantungnya  berdetak tak karuan, sampai ia takut Luhan bisa mendengar debar jantungnya yang terlampau keras menurutnya.

Wajah Luhan semakin mendekat. Min Young bisa melihat Luhan menutup matanya, dan…

CUP

Bibir Luhan telah mendarat(?) sempurna di bibir Min Young. Awalnya Min Young masih membulatkan matanya tak percaya, namun perlahan ia juga menutup matanya.

Luhan hanya menempelkan bibirnya, tidak lebih. Ia melakukan ini bukan karena nafsu, ia hanya ingin Min Young mengetahui apa yang ia rasakan.

‘Mianhae Youngie-ah…’ ucap Luhan dalam hati.

 

l l Your Promise l l

 

“Youngie-ah…Youngie-ah…” panggil eomma sambil teriak.

“waeyo eomma?” Tanya Min Young. Ia menatap bingung wajah eomma yang menatapnya panic.

“Luhan….”

DEG!

Ada apa dengan Luhan oppa?

“waeyo eomma? Luhan oppa kenapa?” sekarang giliran Min Young yang panic. Entah kenapa perasaannya mulai tak enak.

“Dia…dia….”

Min Young terus menunggunya dengan sabar, Oh Tuhan jangan sampai terjadi hal yang buruk pada Luhan.

“Dia….meninggal….”

 

DEG!

 

Apa? Apa maksud semua ini? Ini mimpi kan?

“eomma gotjimal, eomma jangan bercanda. Ini tidak lucu…” sanggah Min Young.

Eomma hanya menatapnya sedih.

“eomma katakan padaku ini semua bohong… ini semua hanya lelucon kan? Ayo lah eomma, Luhan oppa, Luhan oppa nggak mungkin……”

Min Young terjatuh lemas, ia seakan tak kuat menopang beban tubuhnya sendiri.

“Youngie-ah…”

Eomma merengkuh tubuh Min Young ke dalam pelukannya. Tangis itu mulai pecah, Min Young tak dapat lagi menahannya.

“Andwe, OPPA!!!!!!!…..”

Teriak Min Young, sebelum akhirnya ia terjatuh pingsan.

 

l l Your Promise l l

 

“Youngie-ah, kau harus bisa menerimanya sayang…” eomma mengelus puncak kepala Min Young.

Min Young hanya terisak. Bagaimana bisa Luhan meninggalkannya seminggu sebelumnya ia berjanji untuk tidak meninggalkan Min Young. Setelah seminggu sebelumnya Luhan merebut ciuman pertamanya.

Saat Luhan meninggal, Min Young baru tahu bahwa Luhan sudah mengidap penyakit kanker otak sejak lama. Ia berusaha menahan rasa sakit di depan Min Young.

Itulah yang tak dapat ia terima, mengapa Luhan tak memberitahukan penyakitnya? Apa ia senang melihat Min Young seperti sekarang.

“Youngie-ah…” panggil ibu, lalu menyerahkan selembar surat berwarna pink muda.

“Tak itu tidak ada yang tahu sayang, Eomma yakin Luhan juga ingin selalu menjagamu. Namun sepertinya takdir berkata lain……Itu surat untukmu, mian eomma baru memberikannya sekarang, bacalah….”

Eomma menepuk pundak Min Young, lalu berjalan menuju pintu dan membiarkan Min Young sendirian.

Perlahan, Min Young mulai membuka surat itu.

Dear Min Young

Youngie-ah, mungkin saat kau membaca surat ini, oppa sudah tak ada lagi disampingmu.

Mianhae….

Mian, oppa tak memberitahumu. Oppa hanya tak ingin membuatmu sedih. Oppa nggak mau terlihat lemah dan kesakitan di depanmu.

Kau tahu, saat mengetahui kenyataan ini, oppa sangat frustasi, oppa hampir putus asa, itu sebabnya saat itu oppa  pernah tak memberimu kabar selama seminggu.

Luhan memang sempat tak menemui dan member kabar ke Min Young selama seminggu beberapa tahun yang lalu, Ia terlalu takut dan belum bisa menerima kenyataan yang menyakitkan ini.

Keunde, oppa segera sadar. Masih ada yang harus oppa kerjakan, yaitu menjagamu dan membuatmu bahagia meski oppa tahu umur oppa tak akan lama lagi.

Youngie-ah…

Ketahuilah, oppa sangat menyayangimu. Bahkan melebihi rasa sayang oppa terhadap diri oppa sendiri. Mungkin saat ini itu bukan rasa sayang lagi, melaikan rasa cinta dari seorang namja  untuk seorang yeoja cantik sepertimu. J

Saranghaeyo Youngie-ah…

Mian, Oppa hanya bias mengatakan lewat surat ini. Oppa terlalu penakut untuk seorang namja berumur 17tahun ya? Hehehe… Habisnya, oppa takut kalau Min Young tau, Min Young malah akan menjauhi oppa.

Jadi perasaan ini oppa pendam aja deh sendiri, lagipula bisa tetap melihatmu tersenyum pun sudah cukup untuk oppa.

Semoga kau selalu mengingat oppa ya, Jaga dirimu baik-baik. Ingat, jangan pernah melupakan oppa, awas lho…😛

From….

Xi Luhan [Namja sekaligus oppa yang selalu mencintaimu J]

Dan air mata itu kembali menetes deras setelah Min Young selesai membacanya.

“Luhan oppa nomu pabbo, nado, aku juga mencintaimu….” Min Young memeluk surat itu sambil tetap menangis.

 

l l Your Promise l l

 

Disinilah dia sekarang. Termenung menatap laut itu dengan ekspresi yang sulit untuk diartikan. Entah apa yang kini tengah menggerayangi pikirannya.

Drrrttt drrrtttt

Ponselnya bergetar, tanda ada sebuah pesan yang masuk. Yeoja itu melirik sekilas nama yang tertera di layar ponselnya, sedetik kemudian ia menjauhkan ponsel itu dari dirinya. Yeoja itu tidak ingin diganggu siapapun saat ini.

Ia hanya ingin mengingat semuanya dengan baik. Mengingat semua memori dengan namja itu dengan tenang.

“Luhan oppa, neomu bogoshippeo….” Ucapnya sambil menghembuskan nafas perlahan. Ia menutup matanya, mencoba merasakan semilir angin laut yang menerpa wajahnya lembut.

Tanpa ia sadari, sekelebat bayangan datang menghampirinya. Duduk disampingnya sambil tersenyum ke arahnya.

“nado Youngie-ah….”

 

―END―

 

 

7 thoughts on “Your Promise

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s