Chapter 6 : My Smart Boy

msmartboy

Tittle : My Smart Boy

Author : rinaizawa / @hellosidney92

Cast : Byun Baek Hyun & Lee Ye Bin

##

Ye Bin POV

 

Baek Hyun pergi meninggalkan ku begitu saja. Wajahnya terlihat kesal. Aku tahu ini akan menjadi resikonya. Mau tidak mau aku harus menghadapinya. Aku hanya ingin yang terbaik untuk namja itu dan ia tidak selalu bergantung denganku. Jika ia terus seperti ini maka ia tidak akan pernah bisa berhasil.

Mataku melirik ke arah jam yang melingkar ditanganku. Kami baru belajar 30 menit yang lalu. Aku khawatir. Akankah ia akan belajar dengan sendiri nantinya? Mengingat sikapnya tadi aku kurang yakin. Ayolah Ye Bin-a. Percayalah, Baek Hyun pasti bisa belajar tanpamu. Aku berusaha menyemangati diriku sendiri. Ya. Aku berharap seperti itu.

#

Sesampainya dirumah, aku masih saja memikirkan Baek Hyun. Hatiku tidak tenang rasanya. Kuputuskan untuk mengirimkan sebuah pesan singkat untuknya.

 

Ye Bin Lee

Eoddiga? Kau sudah pulang? Baek Hyun-ah. Mianhae. Jeongmal mianhae.

 

Aku berharap ia membalasnya dengan cepat.

 

##

 

Ye Bin Lee

Eoddiga? Kau sudah pulang? Baek Hyun-ah. Mianhae. Jeongmal mianhae.

 

Baek Hyun menatap layar ponselnya datar. Lalu meletakkan kembali didekat tempat tidurnya. Ia menyelimuti tubuhnya hingga menutupi leher dan menatap kearah luar jendela. Ia mengabaikan sms Ye Bin. Padahal ia tidak bermaksud melakukan itu semua. Hanya saja hatinya masih terlalu kesal untuk berkomunikasi dengan Ye Bin.

‘Aku tidak akan pernah bisa mengabaikan mu. Untuk saat ini, kau telah membuat kecewa. Aku berharap kau selamanya disisiku makanya aku tidak bisa menerima jika kau mengundurkan diriku. Mianhae, aku belum bisa mengalahkan emosiku.’

Namja muda itu memejam matanya erat. Ia tidak tahu sampai kapan bisa mengabaikan yeojachingunya. Yang jelas, ia tidak ingin selamanya seperti ini. Baek Hyun memandang ponselnya yang tiba – tiba bercahaya. Ada panggilan masuk. Dari Ye Bin. Segera ia menutupi tubuhnya dengan selimut dan mengabaikan telfon dari Ye Bin.

##

“Ye Bin-a ireona! Ppali!” Hyunwoo membangunkan Ye Bin dengan suara yang lumayan keras. Karena sudah hampir 06:30 adik kesayangannya tidak kunjung bangun. Tidak biasanya yeoja itu bangun telat. Meskipun sekolah dimulai pukul 08:00, tetap saja Ye Bin tidak ingin bangun telat. Menurutnya, jika ia bangun telat maka segala sesuatu yang ia kerjakan tidak sempurna dan terlalu terburu – buru.

“Eunggh.” Ye Bin masih sempat mengusap matanya yang terkena sinar matahari.

“Ya! Ini sudah jam 06:30. Apa kau ingin telat kesekolah?!”

“Mwoya?!!”

Ye Bin tidak peduli dengan jawaban Hyunwoo. Ia langusng meloncat dari tempat tidur menuju kamar mandi. Bahkan ia lupa membereskan tempat tidurnya. Hyunwoo menggeleng melihat kelakuan yeoja itu.

Sementara didalam kamar mandi, Ye Bin uring –uringan kenapa ia bisa telat bangun. Ia memikirkan apa yang ia lakukan hingga bisa seperti ini. Tiba – tiba ia teringat bahwa semalam ia menunggu balasan sms dari Baek Hyun sambil sesekali menelfon namja itu. Buru – buru Ye Bin menyelesaikan mandinya dengan cepat. Ia ingin mengecek apakah Baek Hyun membalas pesannya.

Ye Bin tersenyum kecut. Tak ada satupun balasan dari Baek Hyun. Bahkan namja itu tidak menelfonnya. Ye Bin merasa tidak semangat hari ini. Ia berpikir apakah Baek Hyun akan mengabaikannya disekolah nanti?

“Hei. Kenapa kau tidak bersemangat hari ini?” Hyunwoo menyodor segelas susu hangat untuk Ye Bin.

“Gomawo oppa.” Ye Bin meraih dan langsung meminumnya sekali teguk. “Entahlah.”

“Apa ini ada hubungannya dengan siswa privatmu itu?” selidik Hyunwoo.

“Hem.”

“Apa yang terjadi memangnya?”

Ye Bin bercerita apa yang terjadi kemarin termasuk keinginannya untuk berhenti menjadi guru privat Baek Hyun. Ia yakin Hyunwoo memiliki solusi untuk permasalahannya.

“Aku mengerti.” Hyunwoo tersenyum penuh misteri. “Tenanglah. Kau tidak usah khawatir. Ini tidak akan berlangsung lama. Namun kau harus bersabar menghadapi resikonya nanti.” Ye Bin menatap Hyunwoo bingung.

“Maksudmu?”

“Kajja habiskan sarapanmu.” Ujar Hyunwoo.

“Oppa!”

##

Baek Hyun menyusuri koridor dengan langkah santai. Wajahnya tidak secerah kemarin. Masih ada rasa kesal dihatinya akan Ye Bin yang berhenti menjadi guru privatnya. Sebenarnya Baek Hyun tidak tahu kenapa ia bisa sekesal ini. Ia bingung saja ketika yeoja itu  berkata kemarin.

“Byun Baek Hyun.”

Ia tahu suara siapa itu. Orang yang baru saja terlintas dipikirannya tadi. Lee Ye Bin. Baek Hyun sengaja tidak menoleh atau mencari dimana yeoja itu. Ia berjalan terus dan menatap lurus ke depan.

Kini ia tiba dikelasnya. Ia sedikit menoleh untuk melihat apakah Ye Bin masih berada disana atau tidak. Untung yeoja itu sudah pergi ke kelasnya. Baek Hyun segera meletakkan tasnya dibangku dan duduk diatas meja.

“Baek. Kau tahu? Akan ada siswa baru dikelas kita.” Ujar Chan Yeol yang duduk dihadapannya.

“Lalu?”

“Kau kenapa huh? Sensitif sekali. Seperti yeoja – yeoja tiap bulannya.” Cerocos Chan Yeol.

“Jadi aku harus melakukan apa? Membuat party? Atau mengajaknya ke rumahku?” tanya Baek Hyun polos.

“Terserah.”

“Kim sonsaengnim datang!”

Seluruh siswa sibuk kembali ketempat duduknya masing –masing sehingga menimbulkan suara yang lumayan bising. Kim sonsaengnim pun memasuki kelas dengan seorang siswa baru seperti yang dikatakan Chan Yeol tadi.

“Annyeonghaseyo sonsaengnim.”

“Annyeong. Baiklah sebelum kita memulai kelas hari ini, kalian kedatangan teman baru. Silahkan perkenalkan namamu nak.”

Yeoja itu mengangguk mengerti. “Annyeonghaseyo. Naneun Han In Na imnida. Bangapseumnida.”

Seluruh siswa bertepuk tangan menyambut kedatangan In Na. Baek Hyun  menoleh kearah yeoja itu dan merasa familiar dengan wajahnya.

‘Kalau aku tidak salah dia kan gadis yang kutemui dengan Ye Bin.’

“In Na silahkan duduk dibelakang Baek Hyun.”

“Nde sonsaengnim.” Ia berjalan menuju kursi kosong yang ada dibelakang Baek Hyun.

“Bangapta Baek Hyun-ssi.”

“Ye.”

Baek Hyun tidak terlalu memperdulikan In Na. Ia masih saja berpikir mengapa Ye Bin berhenti menjadi gurunya. Sampai saat ini ia masih belum menerima alasan Ye Bin sendiri.

##

 

Ye Bin POV

 

Hari ini hari pertamaku mengajari Kai. Ada yang sedikit berbeda dari sebelumnya. Mungkin karena biasanya aku selalu mengajari Baek Hyun. Haaa ~ Ngomong – ngomong soal Baek Hyun. Kurasa ia benar – benar kesal. Buktinya saja, sejak kemarin ia terus saja mengabaikanku. Entahlah. Aku masih bingung. Mungkin ia tidak bisa menerima alasanku.

Aku membereskan seluruh peralatan sekolahku dan bergegas menuju kelas namja itu. Sama seperti sebelumnya. Biasanya aku yang selalu ke kelas Baek Hyun. Saat aku hendak mengambil tas, aku melihat ia sudah berdiri dipintu kelasku. Wajahnya sedikit tidak bersemangat. Jangan –jangan ia tidak ingin belajar denganku?

“Oh Jongin –ssi? Aku pikir aku yang akan ke kelasmu.” Ujarku sekedar basa – basi.

“Park sonsaengnim menyuruhku untuk menemuimu.” Ia mulai masuk kedalam kelas.

“Ah ye. Kajja kita mulai sekarang saja.”

Ia mulai mengeluarkan buku – bukunya. Tidak banyak. Aku pun memakluminya. Mungkin ia tidak ingin langsung mempelajari semuanya. Aku mulai menjelaskan sedikit tentang – tentang teori untuk membuatnya lebih paham. Setelah ku kira cukup, segera kuberikan beberapa soal untuk ia kerjakan.

Suara deheman dari luar membuatku dan Kai serentak menoleh kesumber suara. Astaga. Itu Baek Hyun. Ia memandang kami dengan tatapan sinis. Aku yakin ia mulai berpikiran hal yang tidak –tidak.

“Baek Hyun.” Panggilku.

“Jadi ini alasanmu berhenti menjadi guru privatku?!” tanyanya dengan nada yang tinggi.

“Ini tidak seperti yang kau fikirkan.” Aku jadi bingung harus menjelaskan bagaimana dengannya. Apa yang harus kulakukan? Ia tidak memperdulikan kata – kataku. Lantas ia langsung berlalu begitu saja. Kenapa ia setega itu? Aku ingin menangis. Namun aku sadar kalau saat ini aku sedang belajar bersama Jongin.

“Mianhae. Kajja kita lanjutkan lagi.” Ajakku.

“Sunbaenim. Aku tidak tahu apa masalahmu dengan namja itu. Yang jelas aku tidak ingin kau tidak fokus mengajarku. Aku tidak memaksa, jika kau merasa keberatan kau boleh tidak mengajariku.” Penuturan dari Kai membuatku semakin bingung.

“Maksudmu?”

“Aku rasa sudah cukup.” Ia menyerahkan bukunya padaku. “Aku pulang.” Lanjutnya sebelum pergi meninggalkanku sendiri.

“Kim Jongin!” Ye Bin menatap Kai sendu.

 

##

 

Baek Hyun POV

 

Rasa kesalku kembali memuncak setelah mengetahui Ye Bin menjadi guru privat Kai. Jadi ini alasannya berhenti menjad guru privatku? Astaga aku tidak menyangka Ye Bin setega ini. Tiba – tiba terdengar suara ketukan pintu kamarku yang kuyakin itu pasti Chan Yeol. Tanpa menunggu jawabanku, ia langsung membuka pintu dan masuk begitu saja. Padahal aku belum mengizinkannya.

“Baek Hyun-ah. Ku dengar Ye Bin berhenti menjadi guru pirvatmu.” Chanyeol kembali membuat moodku buruk. Kenapa ia selalu menanya hal yang berkaitan dengan Ye Bin? Dan dari mana ia tahu itu semua?

“Hem.”

“Wah. Itu artinya kalian tidak putuskan?”

Deg!

 

Putus? Apa maksudnya? Selama ini tidak terlintas dipikiranku untuk memutuskan Ye Bin. Kenapa Chan Yeol bertanya seperti itu?

“Oh ayolah. Apakah selama ini kalian berpacaran atas nama privat itu?”

“Ya!”

Chanyeol semakin memanasiku. Siapa bilang aku berpacaran atas nama privat itu? Aku menyukai Ye Bin karena ia selalu apa adanya tidak berlebihan seperti yeoja – yeoja lainnya. Ia juga baik dan dewasa. Tapi untuk saat ini ia tidak baik denganku. Ia memilih mengajari Kim Jong In alias Kai daripada aku yang kekasihnya ini.

“Mungkin dia punya alasan tersendiri.” Sambung Chan Yeol.

“Eo. Alasan untuk mengajari seorang namja bernama Kim Jong In!” aku menekan kalimat nama Kai.

“Mwo? Kim Jong In?!”

“Keluarlah. Aku ingin beristirahat.” Sengaja aku menyuruh ia keluar karena tidak ingin membahas hal itu lebih dalam.

“Baek, besok kita ulangan Jung sonsaengnim.” Ah. Hampir saja aku lupa. Namun entah kenapa aku tidak memiliki niat untuk belajar. Biarlah. Toh, aku sudah belajar sedikit dengan Ye Bin kemarin.

“Aku tahu.”

Terdengar suara decakan dari Chan Yeol sebelum ia keluar dari kamarku. Aku menghela nafas gusar. Pikiranku melayang saat  mengingat Ye Bin mengajariku dulu. Ia masuk dengan sikap yang dingin, namun perlahan ia menjadi baik dan sangat ramah. Bahkan saat aku tidak bisa mengerjakan tugas ia tidak pernah mengatakan aku bodoh. Ia terus mengajariku dengan sabar hingga aku bisa. Haaa … Lee Ye Bin. Kenapa kau tega berhenti menjadi guru privatku? Aku masih butuh alasan yang jelas agar kau bisa meyakinkanku.

 

##

“Eo. Kami akan menjemputmu. Bersiap – siaplah.”

Se Hun menutup telfonnya lalu menoleh ke arah In Na yang sibuk memakai sepatunya. Lantas ia duduk disebelah yeoja itu dan ikut memakai sepatu.

“Kata Ye Bin ia akan bersiap – siap sekarang. “ ujar Se Hun.

“Arra.” In Na selesai memakaikan sepatunya. Tiba –tiba ia ingin menanyakan sesuatu kepada Se Hun. “Se Hun-ah. Kau kenal dengan Baek Hyun?”

Alis Se Hun tertaut. “Tentu saja aku kenal. Wae?”

“Kau dekat dengannya?” tanya In Na lagi.

“Tidak terlalu dekat.” Se Hun menjawab sekenanya agar In Na tidak bertanya lagi.

“Dia namjachingu nya Ye Bin?”

“Kenapa kau terus menanyakan tentang Baek Hyun?”

“Ani. A- Aku hanya ingin tahu saja. Kajja.” In Na sedikit gugup ketika Se Hun bertanya seperti itu.

‘Aku curiga denganmu.’

 

#

Kini mereka berdua, ditambah dengan Ye Bin sedang mengelilingi sebuah pusat perbelanjaan terbesar di kota Seoul. Ketiganya sedang bingung menentukan tempat tujuan mereka. Berhubung mereka semua belum ada yang makan malam, maka ketiganya memutuskan untuk ke sebuah restoran. Setelah memesan makan, mereka pun berbincang –bincang sambil menunggu pesanannya datang.

“In Na-ya. Kau dikelas berapa?” tanyaYe Bin.

“XII C. Aku ingin sekelas dengan kalian seperti dulu.” Jawab In Na. Mendengar kelas XII C, Ye Bin teringat dengan Baek Hyun. Artinya, In Na sekelas dengan namja itu.

“Salah sendiri kau terlambat masuk.” Cibir Se Hun.

“Yang penting kita sudah satu sekolah.” Balas In Na.

“Sudahlah. Kenapa kalian selalu bertengkar?” gerutu Ye Bin kesal.

“Kami sudah lama tidak bertengkar.” Se Hun menyikut lengan In Na.

“Kalau begitu, setelah makan bagaimana kita karaoke?”

“Ayo!!”

 

##

Sudah seharian ini Ye Bin tidak fokus dengan pelajarannya. Ia terus saja memikirkan Baek Hyun yang hari ini mengikuti ulangan dengan Jung sonsaengnim. Ia berharap semalam namja itu ada belajar dan bisa menjawabnya dengan baik. Walau ia sedikit pesimis akan hal itu.

“Ye Bin – a?” panggil Se Hun.

“Ne?”

“Kenapa kau terlihat gelisah?” tanya Se Hun.

“Aniyo. Apa aku terlihat seperti itu?” Ye Bin menepuk kedua pipinya pelan.

“Hem.” Namja itu mengangguk. “Ngomong – ngomong, kau tidak curiga dengan In Na yang tiba – tiba menetap di Seoul?”

“Maksudmu?” Ye Bin tidak mengerti pertanyaan Se Hun.

“Apa waktu itu kau sudah ketemu In Na sebelumnya?”

“Sudah. Waktu itu aku sedang bersama dengan Baek Hyun. Wae?” tanya Ye Bin bingung.

“Ani. Kajja kita pulang.” Se Hun tidak menjawab alasannya bertanya seperti itu. Ia tidak ingin memperlihatkan kecurigaannya dengan In Na didepan Ye Bin.

“Mianhae. Aku harus mengajar Kai.” Tolak Ye Bin.

“Kai? Maksudmu Kim Jong In?” Se Hun sedikit kaget.

“Ne. Dia privat denganku sekarang.” Ye Bin tersenyum.

“Jangan – jangan kau tidak mengajari Baek Hyun lagi?” Ye Bin mengangguk.

“Ya sudah. Aku duluan saja. Annyeong.” Pamit Se Hun.

“Annyeong.”

 

##

“Baek Hyun!” panggil Chanyeol keras. Sedari tadi Baek Hyun tidak mendengar panggilannya. Maka, namja itu terpaksa memanggil Baek Hyun dengan keras.

“Mwo?!” balas Baek Hyun sinis.

“Kau mau kemana?” tanya Chan Yeol.

“Bukan urusanmu!”

“Ya! Kenapa kau seperti ini? Nilai mu buruk sekali. Kau lihat?” Chanyeol menampakkan kertas itu dihadapan Baek Hyun.

“Kau peduli?”

 

##

 

To be continue

37 thoughts on “Chapter 6 : My Smart Boy

  1. Ohookkk.. Makin Rumit aje konfliknye
    Ada Kai-lah, In Na-lah
    Guenya mana thor? Kok gue gadimasukin?
    *oke gue maklumi aja
    Next yo.. In Na, ngapa lu harus datang?? Kenapa lu ga mati aja sekalian *saoloh ini do’a ato nyumpahin??
    Keep writing ya

  2. Kyaknya bener deh in ha suka sana baekhyun , , waduuhhh nilai ulangan baekhyun jeblok lagi tuhhh ,, kai suka sama ye bin gaaa ?? ?? Lanjut thor tp jgan trlalu pendek , d part ini trlalu pendek :p

  3. Waduhhh.. pendek bgt, thor.. itu Inna duka sm Baekhyun yaa?? Issshh.. sebel jadinyaa!
    Itu nilai Baekhyun jadi jelek. Semoga disuruh privat sama Yebin lagi^^
    Cepet dilanjut, thor! Hwaiting yoo!^^

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s