My Overprotective Boy Chapter 4 [first problem]

author : @ismimeey
Tittle : My Overprotective Boy (first problem) [Chapter 4]
gendre : Romance-comedy
length : Chaptered
Cast :
– Kai
– Park Minhyo
– Yoon Sohee
– and others

cuap-cuap author :

anyeonghasseo, apa kabar receh??? aku comeback lagi nih dengan ff yang satu ini, mian kalo lanjutnya lamaaaaaaaaaaaaaa banget. notebook ku rusak, layarnya cuma keliatan setengah doang dan ditengah semua kesengsaraan itu aku ngelanjutin ff ini. ya walaupun mata harus ekstra melotot buat ngeliatin tulisan yang kecil-kecil benget di ‘half-LCD’ ku itu, ini beneran loh bukan alibi bukan alasan, jadi harap receh semua memakluminya ya. dan kemungkinan part selanjutnya akan kembali ngaret sampe nb ku direparasi.

dan jeongmal gomawo kepada agnes sahabat ku yang selalu nyemangatin aku buat bikin ff dan terimakasih buanyaak buat safitri a.k.a apih yang udah download-in exo ST, Thank u guys :*

-0 My Overprotective Boy 0-
large
HE IS MY OVERPROTECTIVE BOY BUT WHATEVER HE IS I LOVE HIM.

**************************************************

“tidak Minhyo, kau tidak boleh kekanakan seperti ini. Ini bukan salah Kai oppa ataupun Sohee, aku seharusnya lebih mengerti posisi Kai oppa”

Before ->

Kai pun mengantarkan Minhyo pulang, seperti biasa pria itu mengantarkan Minhyo dengan berjalan kaki bersama menuju halte bus. Menurut Kai berjalan kaki bersama itu romantic dan tentu saja waktunya bersama Minhyo akan lebih lama.
Kai mengaitkan jari-jarinya dengan jari-jari mungin Minhyo, gadis itu menoleh dan mendapati Kai tengah tersenyum manis. Hal sesederhana itu saja mampu membuat dada Minhyo menghangat.

“oppa, kau akan tetap menghubungi ku kan sesibuk apapun?” Tanya Minhyo, ada nada penuh harapan disana.

“ne, tentu saja. Mana bisa aku hidup dengan baik tanpa mendengar suara mu barang sedetik saja,” jawab Kai Cheesy diakhiri kekehannya.

Minhyo merapatkan tubuhnya ke Kai dengan mendekap erat lengan pria itu, Kai pun otomatis menghentikan langkahnya lantas mereka saling menatap.

Minhyo menatap Kai dengan aegyo terimutnya, “janji?”

Kai lagi-lagi tertawa kecil, pria itu mengacak poni Minhyo dengan gemas.

“ne, dan jangan melakukan aegyo sering-sering, kau membuatku ingin menciummu, kau tahu?” jawab Kai lagi-lagi membuat dada Minhyo menghangat.
Pipi gadis itu pun memerah. Ia segera melepaskan tautannya dilengan Kai dan berdeham canggung,

“yak, Chanyeol bisa membunuh mu jika kau mencium ku.”

Kai mengangkat ahunya acuh, “well, dia tidak akan tahu. Disini tidak ada siapapun.” Jawab Kai asal.

Minhyo kali ini langsung beralih menatap Kai dengan pandangan yang memicing. Ia menunjuk hidung Kai,

“kau.. akan ku adukan pada Chanyeol,” ancam Minhyo yang justru lagi-lagi membuat Kai tertawa geli.

Dengan tiba-tiba Kai merangkul bahu Minhyo, menggesekkan hidungnya pada sisi rambut Minhyo dengan gemas,

“setidaknya aku akan menghabisimu saat kau lulus nanti,” ucap Kai asal.
Sontak saja Minhyo membelalakan matanya, “yak apa maksud oppa?” Tanya Minhyo was-was.

Kai menggeleng, masih dengan senyum gelinya “nanti juga kau tahu”

“Minhyo terdiam, dia masih memikirkan arti kata ‘menghabisi’ yang Kai maksud.

“kajja..”

Minhyo pun pasrah ketika tubuhnya kembali diseret oleh Kai. Memutuskan untuk memikirkan kata ‘menghabisi’ itu nanti.

-0 My Overprotective Boy 0-

“oppa mau apa?” Tanya Minhyo bingung saat Kai ikut naik ke dalam bus yang akan membawanya pulang.

“mengantar mu tentu saja, apalagi memangnya?” jawab Kai santai lantas kembali menyeret tubuh Minhyo untuk duduk dikursi paling belakang.

Ini sudah jam 10 malam dan kebetulan penumpang di bus ini sangatlah sepi. Hanya ada beberapa orang didalam bus tersebut.

Kai menaikkan syalnya ketika melewati seorang ahjumma yang terus sja memperhatikannya saat dia dan Minhyo berjalan melewati ahjumma tersebut. walaupun hanya seorang ahjumma tetap saja akan sangat berbahaya jika Kai, lead-dancer exo ketahuan berkeliaran diluar bersama seorang gadis.

Kai dan Minhyo pun akhirnya duduk dikursi paling belakang.

“oppa, aku bisa pulang sendiri seperti biasa kok. Kau tidak perlu repot-repot begini,” ujar Minhyo

“aku hanya ingin memastikan jika kau selamat sampai rumah,”

“cih.. biasanya juga tidak begitu,” gumam Minhyo tapi ternyata masih terdengan oleh Kai.

“mwoya? Kau tidak senang aku menemani mu, atau jangan-jangan kau masih ada janjian dengan teman laki-laki mu itu. Huh?” ucap Kai sengit. Entah mengapa sejak kejadian –Minhyo ketahuan pergi berdua dengan Jino membuatnya semakin overprotective akan kekasihnya.

“ck, lagi-lagi sifat –tukang menuduhmu keluar” Minhyo memutar bola matanya.

“who knows ‘kan?”

“astaga harus berapa kali aku mengatakannya, aku hanya mencintai mu oppa, tidak ada sedikitpun niat untuk melirik pria lain. Kecuali jika oppa selalu curiga pada ku seperti ini,” ucap Minhyo jengah.

Kai membelalakan matanya begitu mendengan kalimat terakhir dari ucapan gadisnya barusan.

“jadi maksud mu kau akan melirik pria lain, begitu. Oh yang benar saja!!”

“jika kau benar-benar melakukannya aku tidak akan ragu untuk menciummu sampai kau kehabisan napas.” Ancam Kai seraya menatap Minhyo dengan tatapan atanya yang tajam.

“ancaman macam apa itu,” jawab Minhyo agak kesal.
Ia pun menggeser tubuhnya jadi agak menjauh dari Kai yang kebetulan duduk disamping jendela bus.

“kau tau ‘kan aku tidak pernah main-main dengan ucapan ku. Dan –oh mendekatlah kemari, kenapa kau duduk sangat jauh. Apa Kau tidak ingin berdekatan dengan ku, hm?”

Minhyo menghela napasnya lantas kembali menggeser tempat duduknya, segera saja Kai merangkul bahu Minhyo erat.

“hyo-ya..” ujar Kai pelan.

Minhyo pun mendongak –masih dalam dekapan pria itu.
“berjanjilah kau akan selalu berada disisi ku apapun yang akan terjadi. Jika suatu saat terjadi sesuatu yang buruk, aku mohon tetaplah berada dipihak ku dan percaya padaku.” Ujar Kai yang kali ini terdengar sangat serius.
Minhyo mengangguk, membuat Kai tersenyum manis.

-0 My Overprotective boy 0-

Minhyo merenung dikamarnya, ia benar-benar merindukan Kai. Minhyo bahkan tidak bertemu dengan Kai selama 1 minggu terakhir. Paling Minhyo hanya melihat Kai di Tv, dan itu tidak cukup untuk mengobati rasa rindunya.
Ia menggengam ponselnya, selama 1 minggu hanya Minhyo yang mengirimi Kai pesan tanpa mendapat balasan dari kekasihnya itu. Minhyo memang mencoba untuk mengerti akan posisi Kai, tapi ia juga tidak bisa menampik rasa sesak yang serasa mencengkram dadanya. Kai berjanji akan menhubunginya sesibuk apapun dia, tapi…

Ini hanya permulaan saja, dan Minhyo harus menguatkan dirinya. Ia tidak boleh egois, ia tidak boleh kekanakan.
Minhyo mengusap pipinya yang tiba-tiba sudah basah, ia bahkan tidak menyadari kapan zat bening itu menetes dan membasahi pipinya. Ntahlah.. ia hanya sangat merindukan Kai. Dia bahkan belum mendengar suara kekasihnya selama 1 minggu belakangan.

‘Drrrrtt… Drrrrttt…’

Minhyo tersentak begitu ponselnya bergetar, dalam hati ia sangat berharap jika itu adalah Kai.
Dengan segera Minhyo melihat ponselnya, bahunya langsung merosot begitu belihat nama ‘Sehun’ yang tertera dilayar ponselnya, bukan Kai.

“yeoboseo..” sambut Minhyo dengan nada ceria, ia tidak mungkin mengadukan hal seperti ini pada Sehun.

“yak Minhyo apa kabar? Apa kau baik-baik saja”
Minhyo terkekeh mendengar suara cemas Sehun, “nde, aku baik-baik saja. Bagaimana keadaan mu dan member yang lainnya?”

“hmm.. kami semua baik-baik saja, hanya sedikit lelah karena jadwal yang begitu padat. Kau tidak usah cemas, Kai juga baik-baik saja. Ia benar-benar bekerja keras,” jelas Sehun, pun tanpa Minhyo cerita Sehun sudah sangat mengertinya.

Minhyo tertawa kecil, “nde, gomawo Sehun-ah, sampaikan salam ku pada member lainnya. Dan kau, jangan lupa makan. Terlalu banyak bubble tea juga tidak baik untuk tubuh mu,”
Minhyo bisa mendengar suara tawa Sehun, “nde, arraseo eomma.”

“yak! Sejak kapan aku mau mempunyai anak seperti mu” balas Minhyo dengan nada mengejek. Gadis itu merangkak keranjangnya dan memposisikan dirinya senyaman mungkin diatas kasur.

“kapan kau akan berhenti menyebalkan,eoh?”

Minhyo bisa menebak jika Sehun sedang memutar bolamatanya.

Gadis itu mengigiti bibir bawahnya, ragu untuk kembali bersuara.

“Apa kalian benar-benar baik-baik saja disana?”

Sehun Nampak menghela napasnya mendengar pertanyaan putus-putus dari Minhyo. Ia sangat mengerti jika gadis ini benar-benar khawatir akan keadaan Kai.

“ne, aku kan sudah bilang tadi. Kami baik-baik saja, Kai juga Nampak sangat sehat yah..walaupun kulitnya tidak juga membaik –maksudku ia masih Kai si kulit gelap. Kau tidak usah khawatir, kami menjaganya dengan baik disini kkk~~”

Setidaknya Sehun bisa kembali memunculkan senyuman Minhyo, ya gadis itu tersenyum tipis mendengar ucapan Sehun.

“ah iya, bagaimana kabar orangtuamu? Apa mereka baik-baik saja? Ah, sudah lama sekali aku tidak kesana.” Sambung Sehun mengenang, dulu ia memang sangat sering main ke rumah Minhyo bersama Jino, Sehun paling suka menghabiskan persediaan kue ibu Minhyo di akhir pekan. Karena mereka memang biasa main ke rumah Minhyo pada akhir pekan. Beda dengan Sehun, Jino lebih suka memberi makan ikan-ikan kesayangan ayah Minhyo. Dan Minhyo akan segera marah-marah kepada Sehun ataupun Jino karena mereka tidak mau menemaninya bermain boneka Barbie dan ken. Hell! Anak laki-laki mana yang mau diajak main boneka? Well, tapi toh baik Jino maupun Sehun akhirnya mau menemani Minhyo bermain boneka, ya mereka juga masih ingin indra pendengaran mereka baik-baik saja. Minhyo memang akan berteriak serta menangis kencang jika Sehun dan Jino mengabaikannya.

Sehun tertawa kecil mengingatnya.

“ne, eomma menanyakan mu waktu itu.” Jawab Minhyo. Gadis itu berjalan kerah jendela kamarnya dan membuka jendela itu, udara dingin pun langsung menyerbu wajahnya seketika itu juga.

“jinjjayo? haruskah aku kesana mala mini?” ujar Sehun cepat.

“mwo? Memangnya kalian tidak ada jadwal lagi?”

“hm.. kurasa aku bisa meluangkan waktu ku 2 jam hari ini. Otte? Lagipula aku rindu masakan eomma mu.” Sehun berkata diakhiri kekehan kecilnya.

Minhyo mengangguk, tapi sedetik kemudian ia sadar jika Sehun tidak akan melihat anggukannya dan kembali bersuara,
“ne, eomma pasti akan sangat senang. Tapi kau tidak usah memakasakan diri, aku tahu jadwal kalian pasti sangat padat. Lebih baik kau gunakan waktumu untuk istirahat,” sela Minhyo.

“ya ya aku tahu.. yasudah aku tutup dulu. Tunggu aku dan bilang pada eomma mu masakan sesuatu yang enak”

Bersamaan dengan itu Sehun menutup sambungan telpon mereka. Minhyo tersenyum begitu membayangkan wajah eommanya nanti saat bertemu Sehun, saat masih belum menjadi artis saja Sehun sudah tampan apalagi setelah menjadi seorang artis, pria itu makin berkali lipat tampannya dan ia khawatir eommanya akan tertular fangirl diluar sana yang akan berteriak histeris sambil menangis saat bertemu Sehun.

****************************

Senyum masih saja terlihat diwajah tampan Oh Sehun, setelah menelpon Minhyo pria itu segera bersiap-siap.

Sehun menyambar handuk putihnya lantas melenggang keluar kamar, bisa ia lihat rata-rata member exo sudah tepar ditempat mereka masing-masing. Matanya menangkap Kai yang tengah tertidur disofa ruang tengah bersama Baekhyun,
Chen dan Chanyeol dengan tv yang masih menyala.

Sehun geleng-geleng kepala lantas mematikan tv yang masih menyala itu. Ia menatap Kai yang wajahnya tertutupi oleh lengannya sendiri. Kai memang benar-benar latihan keras, dia latihan dari siang sampai malam, pantas saja Kai terlihat begitu lelap.
Lantas ia kembali ke niatnya semula. Yaitu mandi dan berkunjung ke rumah Minho.

-0 My Overprotective boy 0-

Esoknya, Disuatu ruangan yang cukup besar dan dilengkapi oleh kaca super lebar yang biasa diperuntukkan untuk latihan dance, para member exo Nampak tengah sibuk mengatur napas mereka yang agak terengah-engah.
Maklum saja, mereka memang baru saja selesai latihan dance.

“aku mau kekantin, perut ku lapar sekali,” ucap Chen yang di ikuti oleh Baekhyun, Lay dan Luhan.

Sementara itu sisanya masih sibuk meregangkan otot mereka yang masih terasa pegal setelah latihan koreo siang itu.

Dan tiba-tiba saja lagu growl mereka menggema diruangan dance tersebut, dan ternyata suara itu bersumber dari handphone Sehun. Pria itu Nampak menyingkir dan tak lama setelah itu ia pergi meninggalkan ruangan dance tanpa berkata apapun.

“ah aku juga akan menyusul Chen dan yang lainnya, kai-ya apa kau tidak lapar?” Tanya Chanyeol yang sudah berdiri dan bersiap meninggalkan ruangan dance bersama member lainnya kecuali Kai,

“nanti saja hyung, aku masih ingin melanjutkan latihan,” jawab Kai, pria itu kembali bersiap menyalakan music untuk kembali latihan.

“Kai kau sudah bekerja sangat keras, jangan memaksakan dirimu. Pergilah ke kantin setelah ini, kau juga harus menjaga kesehatan mu. Kesehatan itu nomor 1 Kai,” nasihat Chanyeol, ia menggeleng tidak percaya melihat usaha Kai yang begitu keras untuk menambah kemampuan menarinya, padahal menurut Chanyeol kemampuan dance Kai sudah sangat diatas rata-rata. Tapi pria itu nampaknya belum puas dengan kemampuannya.

“ne hyung, arraseo.” Jawab Kai, dengan itu Chanyeol dan member lainnya pun mulai melangkah meninggalkan ruangan latihan untuk mengganjal perut mereka yang sudah sangat keroncongan.
Saat member lain tidak ada, tubuh Kai merosot. Dia memegangi tumit dan punggungnya yang sedari tadi terus berdenyut nyeri. Ia tidak tahu apa yang salah dengan tubuhnya itu, terkadang rasa nyeri itu tiba-tiba datang dan jujur hal itu cukup membuatnya khawatir, tapi tentu saja Kai tidak ingin ada yang mengetahui hal ini selain dia.

-0 My Overprotective Boy 0-

Sementara itu, dilain tempat, seorang gadis bernama Park Minhyo tengah menaruh gulungan telur yang sudah ia buat sedemikian rupa menyerupai bentuk mata, Minhyo tersenyum melihat bekal kreasinya yang sudah ia buat dengan se-cute mungkin, tentu saja gais itu ingin memberikan bekal yang telah Ia buatnya itu unutk Kai, tadi Chanyeol memberitahunya bahwa jadwal exo hari ini adalah latihan di SM Building.
Minhyo membenarkan dress krem selututnya sebelum ia bersiap meninggalkan rumahnya, rencananya Minhyo akan memberikan hadia sepatu untuk Kai, siapa tahu Kai jadi makin semangat latihan tapi juga tidak melupakannya dan selalu mengingat Minhyo ketika Kai memakai sepatu Itu.
Minhyo tersenyum lebar setelah tali tasnya tergantung sempurna di bahu kirinya, tas yang berisi bekal dan sepatu hadiahnya untuk Kai.

—————————————————-
“maaf, bahkan gadis sebelumnya mengaku berpacaran dengan Kyuhyun, dan gadis sebelum-sebelumnya lagi mengaku sudah bertunangan dengan Kris,” jelas security yang berjaga didepan SM building.
Minhyo mendengus kesal, ia benar-benar tidak berbohong saat mengatakan bahwa dia adalah sepupu dari Park Chanyeol, member Group terbaru keluaran SM yng tengah mendulang berbagai macam prestasi tahun-tahun ini.

“tapi aku memang benar sepupunya Park Chanyeol, bahkan aku punya nomornya!!” seru Minhyo kesal karena si penjaga tetap bersikukuh tidak mengijinkannya masuk, walaupun ia sudah beribu kali mengatakan bahw ia adalah sepupu Park Chanyeol.

“cih… aku juga punya nomor Kai oppa,” Minhyo menoleh begitu melihat seorang wnita yang berseragam seperti siswi JHS (SMP) tengah menyodorkan ponselnya serasa memasang wajah sombong dan mengejek pada Minhyo.

“apa kau yakin itu benar-benar nomor Chanyeol oppa? Aku bahkan rela menguras seluruh uang tabungan ku untuk nomor Kai oppa, pasti hanya orang-orang tertentu saja yang bisa mendapatkan nomor oppadeul, kau.. jangan terlalu banyak membual!”

Minhyo mengernyit begitu mendengar kalimat yang tidak enak didengarnya, dan gadis SMP itu masih menatapnya dengan senyuman mengejek, diikuti tawa yang juga terdengar mengejek dari teman-temannya yang bergerombol bersama gadis bermulut tajam itu.

Minhyo menggeleng tidak percaya, astaga kenapa fans exo begitu mengerikan seperti itu?.

“aishh..” Minhyo menggeram kesal lantas keluar dari kerumunan anak SMP yang terlihat begitu menyeramkan.

Ia memutuskan untuk menelpon Sehun, entahlah hanya pria itu yang ada dipikirannya saat ini.
Minhyo tersenyum lega setelah mengakhiri obrolannya dengan Oh Sehun, pria itu akan memastikan jika Minhyo bisa masuk kedalam SM building.

“yak! Kau.kemarilah..”

Tiba-tiba penjaga tadi memanggil Minhyo setelah meletakkan kembali ‘walkie-talkie’nya.

Minhyo tersenyum miring pada gadis yang bermulut tajam tadi. Merasa puas setelah melihat ekspresi melongo dari gadis itu serta teman-temannya.
Minhyo pun berjalan dengan senyuman lebarnya. Ia melihat Sehun yang tengah berdri didekat pintu masuk SM Building, begitu melihat kehadiran Minhyo pria itu langsung menyambutnya dengan sebuah senyuman manis.

“hah.. aku tidak menyangka fans kalian begitu mengerikan..” ujar Minhyo seraya mengedikan bahunya,
Sehun tertawa kecil, “tapi kau baik-baik saja,” Sehun meneliti Minyo dari atas sampai bawah, membuat gadis itu sedikit risih.

“kajja..” ajak Sehun, ia kemudian berjalan dihadapan Minhyo yang berjalan mengekorinya.
Mata Minhyo terus bekeliling mengamati bangunan yang menjadi sarang idola berjuta gadis diluar sana. Ini bahkan kali pertmanya memasuki SM Building, memang tidak sembarang orang bisa masuk kesini, hanya orang-orang tertentu yang memiliki ‘akses’.

Tidak seperti dorm exo yang penjagaannya tidak seketat SM Bulilding ini, Minhyo bersyukur, setidaknya menjadi sepupu Park Chanyeol tidak terlalu buruk. Berjuta gadis diluar sana mengimpikan untuk masuk kedalam SM Building dan sekarang Minhyo sudah menginjakan kakinya dilantai SM Building yang super megah ini.
Setelah keluar dari lift, Minhyo kembali mengedarkan pandangannya. Disini ada banyak sekali pintu-pintu bertuliskan nama-nama boyband atau girlband keluaran SM, Minhyo berdecak kagum begitu menyadari betapa suksesnya pria bernama Lee SooMan itu.

“disini…” ujar Sehun menunjuk sebuah pintu yang bertuliskan ‘EXO’, ia bisa menebak kalau itu adalah ruangan latihan exo. Tiba-tiba saja dadanya berdebar, sebentar lagi setelah pintu itu dibuka ia akan kembali bertemu dengan pria yang sangat ia rindukan, siapa lagi kalau bukan kim jongin-nya itu.

“biar aku saja yang buka,” cegah Minhyo saat Sehun hendak memutar knob pintu itu. Minhyo benar-benar tidak sabar melihat kekasihnya, ia tidak bisa membayangkan bagaimana reaksi Kai setelah melihatnya, ditambah lagi bekal yang sudah susah payah ia buat. Minhyo bahkan harus bangun pagi-pagi sekali demi menyiapkan semuanya, dan ia tidak sabar menunjukkan ‘master pice’ nya itu kepada Kai.

“annyeongha—“

Minhyo tiba-tiba saja membeku dengan setengah tubuhnya yang baru saja masuk kedalam ruangan latihan exo. Dan saat itu juga serasa ada sesuatu yang memukul dadanya, membuat dadanya sesak luar biasa.
Sehun menyerobot masuk, pria itu memasang tampang datarnya lantas menarik tangan Minhyo masuk.
Minhyo masih membeku, dalam otaknya masih terekam jelas adegan Kai yang disuapi oleh perempuan yang ia ketahui bernama Yoon Sohee.

“annyeonghasseo, Sohee imnida,”

Gadis bernama Sohee itu menyimpan kotak makannya lantas berdiri dan membungkuk dihadapan Sehun serta Minhyo. Sohee menatap Minhyo dengan pandangan penuh tanda tanyanya.

“ah, dia Park Minhyo. Sepupu Chanyeol hyung,” jelas Sehun begitu menyadari jika Minhyo masih membeku dengan tampang datarnya.

“ah begitu ya, tadi aku sedang makan siang bersama Kai oppa, jika kalian mau kalian boleh bergabung bersama kami. Member yang lain masih dikantin dan aku menemukan Kai oppa disini sendirian, ya jadi aku memutuskan untuk menemaninya,” ujar Sohee terdengar seperti sedang menjelaskan, terselip nada ceria disana. Dan hal itu membuat dada Minhyo makin sesak, ia bahkan rasanya sulit sekali untuk menghirup oksigen disekitarnya.

Sehun menyenggol lengan Minhyo, membuat gadis itu tersadar dari keterkejutannya. Minhyo tersenyum canggung,
“ah senang berkenalan dengan mu Sohee-ssi, aku.a-aku ada perlu dengan Chanyeol, kurasa aku akan mencarinya saja,” ucap Minhyo kaku, dengan ekor matanya ia melirik Kai yag masih terdiam ditempatnya. Hening beberapa saat karena tidak ada yang kunjung bicara lagi.

“woaaa.. uri Minhyo bagaimana bisa kau kesini? Wow ada Sohee juga,”

Tiba-tiba saja suara itu memecah keheningan diruangan latihan exo, Luhan datang dengan senyum polosnya yang sangat menggemaskan.
Bersamaan dengan datangnya Luhan member yang lain mengekori dibelakangnya, mereka sempat saling tatap-menatap begitu menyadari suasana diruangan ini. Ada Sehun denga tatapan cemasnya yang sudah pasti ditujukkan untuk Minhyo, dan gadis itu hanya menatap sembarang arah dengan gelisah, selanjutnya ada Yoon Sohee yang memasang tampang cerianya dan terakhir Kai yang tidak berekspresi apa-apa.

“ne, annyeonghasseo.” Sapa Minhyo tidak seperti biasanya, tidak ada suara teriakan yang memekakan telinga. Gadis itu malah memasang senyum yang sangat ia buat-buat.

“ah Chanyeol, aku ingin bicara dengan mu.” Ujar Minhyo begitu ia menemukan sosok Chanyeol yang baru saja datang bersama Baekhyun.

Chanyeol hanya melongo dengan matanya yang bulat, ia diam saja saat Minhyo menarik lengannya menjauh.
Setelah sampai diluar ruangan itu air mata Minhyo tumpah, gadis itu menangis dihadapan Chanyeol yang masih berdiri dengan tampang kebingungannya.

“ini untuk mu,” Minhyo menyerahkan kantung plastic berisi bekal dan sepatu yang tadinya ingin ia berikan untuk Kai. Tapi sepertinya pria itu sudah tidak membutuhkan bekalnya lagi melihat tadi ia sudah makan siang bersama Sohee.

Chanyeol makin heran, tidak biasanya Minhyo berbaik hati padanya seperti ini. Ia meneriaki nama Minhyo yang langsung berlari ketika Chanyeol menerima kantung plastic tersebut.

Tak lama Sehun keluar dengan tampang cemasnya, ia melihat Chanyeol yang sedang menatap kantung plastic ditangannya dengan tatapan bingung.

“mana Minyo?” Tanya Sehun cepat.

“dia langsung berlari setelah menyerahkan ini padaku, ada apa sebenarnya? “ Tanya Chanyeol yang masih kebingungan, sehun mengabaikan pertanyaan Chanyeol dan bergegas berlari, berharap bisa menemukan Minhyo.

Sementara itu Minhyo yang saat ini sudah berada dihalte bus didekat Sm Building, gadis itu masih sibuk mengusap air matanya yang serasa tidak bisa berhenti keluar dan membuat pipinya basah. Tidak, ini tidak benar. Ia tidak seharusnya begini. Sohee juga tidak tahu jika Kai sudah memiliki kekasih dan gadis itu tidak berhak marah pada Sohee yang tidak tahu apa-apa.

Tapi.. adegan itu terlalu menyakitkan untuknya, melihat Kai dan Sohee saling melemparkan senyum ditambah lagi Sohee yang menyuapi Kai dengan ekspresi cerianya, dan sialnya adegan itu terus berputar-putar dikepalanya, membuat cengkraman didadanya makin terasa menyakitkan.

“tidak Minhyo, kau tidak boleh kekanakan seperti ini. Ini bukan salah Kai oppa ataupun Sohee, aku seharusnya lebih mengerti posisi Kai oppa”

———————————————————-

Sehun tersenyum lega begitu menemukan Minhyo dihalte bus dengan kepalanya yang tertunduk. Ia bahkan harus menutup seluruh tubuhnya dengan pakaian musim dingin dihari yang terik seperti saat ini, bisa gawat jika fans-fansnya menyadari kehadiran Sehun.

Sehun pun berjalan mendekati Minhyo yang masih menunduk sembari sesekali mengusap pipinya.
Sehun langsung menarik tangan Minhyo, membuat gadis itu otomatis berdiri dengan wajah terkejutnya. Tanpa berkata apapun Sehun langsung merengkuh tubuh Minhyo dalam dekapannya.

Mata Minhyo membulat tapi ia tidak berontak sama sekali, malah Minhyo merasa sangat terbantu dengan adanya Sehun.

“Sehun-ah~~ Kai oppa.. ” ucap Minhyo sesenggukan.

“ssttt..uljima” Sehun mengusap rambut Minhyo, entah mengapa hatinya ikut berdenyut nyeri begitu melihat Minhyo
menangis sesenggukan seperti sekarang ini.

-0 My Overprotective Boy 0-

Sementara itu, saat malam datang seluruh member exo sudah berada didalam dorm.
Kai menghela napasnya, sudah berulang kali ia menghubungi Minhyo, tapi nomor gadis itu masih saja tidak aktif. Sebenarnya saat di SM Building tadi Kai hanya bingung dan juga sangat terkejut melihat kedatangan Minhyo, ditambah sikap Sohee yang seperti itu. Mana mungkin ia menolak tawaran makan Sohee, gadis itu sudah susah payah mengantarkan makanan untuknya, dia tidak mungkin mengusir Sohee begitu saja.
Selain merasa bersalah Kai juga merasa agak kesal, kenapa Minhyo harus me-nonaktifkan ponselnya seperti itu? Membuatnya khawatir saja. Ditambah si magnae yang satu itu belum menampakan batang hidungnya sedari tadi. Hal itu membuatnya berpikiran yang tidak-tidak, mungkinkah sehun bersama Minhyo dari tadi?

“ah~ lelahnya…”
Pikiran Kai terusik dengan kedatangan Chanyeol yang tiba-tiba. Ia melirik kantung plastik yang dibawa Chanyeol.

“apa itu hyung?” tanya Kai mendadak penasaran.

“ah iya, itu.. Park Minhyo benar-benar aneh hari ini. Dia memberikan ku kantung plastik ini lalu menangis, cih apa dia tidak ikhlas memberikan ini untuk ku? Bahkan ukuran sepatunya saja tidak pas dengan ukuran kaki ku, lagipula aku juga sudah makan. Jadi bekal yang ia buat belum aku sentuh sama sekali, hmm.. apa mungkin ia salah sasaran?” ujar Chanyeol panjang lebar dengan tampang polosnya yang menggemaskan.

Kai menoleh, segera saja ia mengambil kantung plastik itu dan membongkar isinya. Disana ada kotak berisi sepatu dan satu lagi kotak bekal makanan. Kai mendesah frustasi, tidak salah lagi semua ini pasti untuk nya. Minhyo datang ke SM Building dan susah-susah membuatkan bekal untuk Kai tapi pria itu malah memakan bekal buatan orang lain,

“ck, apa yang sudah aku lakukan?” gumam Kai dalam hati.
Dengan perasaannya yang tidak karuan Kai mencoba mencari Sehun disetiap sudut disetiap sudut dorm.

“Suho hyung, apa kau melihat Sehun?” tanya Kai pada Suho yang tengah mengambil sesuatu didapur.
Suho mendongakkan kepalanya dengan matanya yang melebar, “ah, anak itu baru saja pulang. Mungkin dia sedang mandi.” Jelas Suho.

Tanpa berkata apapun lagi Kai langsung melesat ke kamar Sehun.

“Sehun-ah, kau dimana?” panggil Kai begitu membuka pintu kamar Sehun. Tak ada siapapun disana. Kai berdecak kesal lantas memutuskan untuk kembali keluar.

Langkahnya terhenti ketika bunyi ponsel seseorang mengusik indra pendengarannya, Kai mengedarkan pandangannya mencari asal suara itu. Ditemukannya benda pipih berwarna putih dikasur Sehun.

Dengan ragu Kai melangkah, ia mengedarkan pandangannya sekali lagi, memastikan jika tidak ada siapapun disana.

Dengan lancang Kai meraih ponsel Sehun, ada satu pesan masuk. Tiba-tiba saja rasa penasaran Kai muncul, tangannya serasa sangat gatal ingin membuka pesan tersebut, walaupun ia tahu ini merupakan tindakan yang sangat tidak sopan.

‘one message received by Park Minhyo ‘

Mata Kai semakin membulat begitu melihat nama Minhyo tertera disana.

“jeongmal gomawo Sehun-ah, umma sangat senang kau berkunjung lagi hari ini, dan berkatmu aku jadi kian membaik, gomawo my ken {}”

Entah mengapa Kai merasa oksigen disekitarnya kian menipis, membuat dadanya sesak secara tiba-tiba. My Ken? Bahkan ia yang notabene adalah pacar Minhyo tidak mempunyai panggilan khusus dan gadis itu berani-beraninya memanggil Sehun dengan sebutan semesra itu. Kai juga tidak menyangka hubungan Sehun dan Minhyo sudah sedekat itu, pria itu bahkan sudah bertemu dengan umma Minhyo, dan dilihat dari pesan Minhyo barusan sepertinya umma Minhyo sudah cukup dekat dengan Sehun.

Sengaja menonaktifkan ponselnya saat Kai menelpon dan sekarang malah mengirimi pesan kepada Oh Sehun dengan kata-kata menyebalkan seperti itu, Oh! Rasanya Kai akan meledak sekarang juga.

“Sehun..kau..” geram Kai

TBC

.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Nah nah gimana ffnya? well, ini baru pertama kalinya aku kasih konflik dicerita kaihyo, biar ceritanya ga terlalu flat. semoga aja masih ada yang baca dan masih ada yang suka sama ff ini.

Budayakan komen setelah membaca ya🙂

gomawo😀

93 thoughts on “My Overprotective Boy Chapter 4 [first problem]

  1. Eon.. yampun, lama banget di lanjut nya– udh sampe lumutan nunggu ni ff, ff nya seru kpn di next ya eon? Secepatnya ya eon!

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s