You’re My Destiny Part 2

you're my destiny

You’re My Destiny Part 2

Author : Fantastic818

Cast :

Oh Sehun

Han Seul Rin

Kim Hyemun

Xi Luhan

Genre : School life, romance, sad (just little), etc

Rating : PG 13

Lenght : Chapter

Part 1

“Seonsangnim !” Panggil Sehun, Im Saem melihatnya kemudian bertanya “Ada apa Sehun~ah ?”. “Biarkan anak baru itu duduk disampingku lalu Seul pindah disamping Jong In” Jawab Sehun, Seul terkaget melihatnya, “Apa maksudmu Sehun~ah ?”

~~~~~~

Seul sedang menatap Sehun yang tengah sibuk mendengarkan penjelasan dari Im Seonsangnim. Di samping Sehun ada Kim Hyemun, siswi baru di kelasnya yang baru saja duduk di samping Sehun sekitar 20  menit yang lalu.

Seul pov.

Sehun kenapa sih ? Kok dia dari tadi nyuekkin aku terus ?

“Seul Rin~ah” Panggil seseorang, akupun menoleh kearahnya. Ah, ternyata Kai “Waeyo ?” Tanyaku, ia hanya menggeleng “Kau ada masalah dengan Sehun ? Tumben kalian tidak teguran”Tanyanya, akupun menggeleng “Entahlah, aku tak tahu. Baru kali ini aku melihatnya seperti itu sejak Ibunya meninggal” Ucapku, Kai tampak kaget “Hei, bukankah setiap hari Sehun selalu dingin kecuali denganmu” Ucapnya, akupun tertawa garing “Haha, kau aneh. Baru kali ini Sehun seperti ini..”

‘Kriing’

“.. Kurasa pembicaraan kita harus dijeda dulu. Aku pergi dulu ne, Kai~ya” Pamitku lalu pergi.

Aku mendekati Sehun untuk mengajaknya ke atap, “Sehu-“ “Hyemun~ah, kajja kita pergi !” Ucap Sehun yang keluar kelas sambil menarik tangan Hyemun.

“Sehun~ah !” Panggilku sambil mengejarnya, “Sehun~ah !” Akupun berhasil menyentuh tangannya. Ia berhenti, akupun tersenyum senang

‘Brakk’

Tubuhku didorongnya hingga terbentur ke dinding, “Akh” Rintihku, punggungku terasa nyeri.

Banyak orang yang mengerubungiku, mereka mengkhawatirkan keadaanku.

“Seul Rin~ah !” Samar-samar aku mendengar suara teriakan seseorang. Kemudian….

Author pov.

‘Brakk’

Sehun menghempaskan tubuh Seul,

“Akh” Rintih Seul , Sehun terkaget dengan apa yang dilakukannya. Ingin rasanya ia untuk menolong gadis itu saat itu, bagaimana bisa namja menyakiti gadis yang ia cintai ?

“Seul Rin~ah !” Suara Luhan membuat Sehun menghentikan langkahnya untuk menolong Seul Rin, nyalinya ciut, ia benar-benar pengecut.

Luhan menggendong Seul ke UKS, “Permisi, aku mau lewat” Ucap Luhan pada orang-orang yang menghalangi jalannya.

Sehun sontak langsung berlari ke suatu tempat, tempat dimana ia menenangkan diri.

~~~~~~

“Seul~ah ! Mianhae ! Jeongmal mianhae !” Teriak Sehun diatap sekolahnya, ia menangis karena telah menyakiti gadis yang ia cintai.

“Sehun~ssi” Panggil seseorang yang sepertinya ia kenal, Kim Hyemun.

“Mau apa kau kesini ?” Tanya Sehun ketus, Hyemun semakin mendekat. “Jangan mendekat atau kau tak akan kuteman” Suruh Sehun, sontak Hyemunpun berhenti “Aku tak punya teman, makanya aku mendekatimu karena aku ingin berteman. Apa itu salah ?” Tanya gadis itu. “Tentu, kau yeoja sedangkan aku namja” Ucap Sehun, Hyemun tersenyum miring “Kau tahu ? Kau dan Seul Rin bersahabat, bukankah ia juga yeoja. Kurasa itu juga salah”. “Kau, berhenti menggangguku. Aku dan Seul Rin hanya bersahabat, bukan berteman” ucap Sehun membela diri, “So, bukankah kalian juga berteman pada awalnya ?”. Pertanyaan Hyemun membuat Sehun terdiam, benar juga katanya.

“Kau benar-benar tak mengenaliku ?” Tanya Hyemun tiba-tiba, Sehun sontak menatao gadis itu tajam, “Maksudmu ? Aku saja baru bertemu denganmu saat ini” Sehun terheran.

“Kau lupa denganku ?” Tanya Hyemun meyakinkan, Sehun semakin bingung “Apa kita pernah berkenalan ? Satu-satunya gadis yang menjadi temanku hanya Seul Rin” Ucap Sehun. Hyemun hanya mendengus, “Huft, baiklah. Lupakan saja”

~~~~~~

“Euhh,, kepalaku sakit” Rintih Seul Rin, Luhan sontak berlari mendekatinya “Gwenchana ? Kau istirahat saja dulu” Ucap Luhan, Seul hanya mengangguk pasrah.

“Oppa, tadi aku kenapa ?” Tanya Seul Rin, Luhan menggeleng “Aku tak tahu, hanya saja tadi aku melihatmu yang dikerubuni oleh orang-orang maka dari itu aku langsung membawamu kesini” Jawab Luhan. Seul hanya tersenyum “Gomawo Oppa”.

Keadaan mulai hening, “Eumm,, Seul~ah” . Seulpun menoleh kearah Luhan, “Ada apa Oppa ?” Tanyanya, Luhan tampak ragu untuk mengucapkannya “Katakan saja Oppa, aku takkan memakanmu” Lanjut Seul. “Tadi saat kau pingsan Sehun tak membantumu dan justru malah bengong. Apa kau ada masalah dengannya ?” Tanya Luhan lembut, Seul yang mendengarnyapun hanya menunduk, “Aku.. Tidak berteguran dengannya,, entahlah aku juga tak tahu apa penyebabnya” Jawab Seul Rin lembut. “Apa ??!! Bagaimana bisa ?” Tanya Luhan kaget, sedangkan Seul hanya mengangkat kedua bahunya tanda tak mengerti. “Aku akan pergi !” Ucap Luhan lalu berlari keluar,, “Oppa ! Jangan ! Akh !” Kepala Seul Rin tampak berkunang-kunang, kakinya juga lemas “Ya tuhan, aku kenapa lagi ?” Gumamnya lirih.

~~~~~

Sehun dan Hyemun sedang berbincang di taman belakang sekolah, walaupun keduanya baru berkenalan tadi pagi tapi tampaknya mereka sudah akrab. Entahlah mengapa bisa begitu,

“Sehun~ah, kau suka bunga apa ?” Tanya Hyemun yang tengah menatap bunga-bunga mawar yang berada di sampingnya. Sehun terkekeh “Aku namja, mana mungkin aku menyukai bunga” Jawabnya, Hyemun menatapnya lalu mengerucutkan bibirnya lucu “Kau tidak asik Sehun~ah”. “Kalau kau suka bungan apa ?” Tanya Sehun yang mulai tertarik dengan topik bunga-bungaan, Hyemun menoleh kearahnya sambil mengernyitkan alisnya “Aku ? Aku suka bunga Mawar, kurasa jika seorang namja yang memberikan bunga Mawar ke seorang yeoja itu benar-benar romantis. Hubungan mereka akan abadi”

‘DEGG’ ‘Kata-kata itu’

Flashback

“Anak-anak, ayo pilih kartu yang bergambar bunga ini lalu carilah pasangan kalian ! Cepat ya !” Perintah Nam Saem pada anak-anak, “Ne, Seonsangnim~” Jawab anak-anak lalu bergantian mengambil kartu.

“Yak kau dapat apa ?”

 “Aku dapat Mawar”

“Aku Melati”

“Masih bagus aku donk Mawar”

“Heh, Melati lebih bagus”

“Tidak ! Bunga kalian jelek, bagusan aku. Aku Sakura”

“Wah, itu bunga yang bagus”

“Tentu saja”

Dibalik percakapan para anak-anak tersebut, seorang namja imut yang kulitnya seputih susu itu terduduk lemas “Ini bunga apa ? Aku tak mengenalnya” Gumam namja itu,

“Sehun~ah, kau dapat bunga Edelweiss kan ? Teman-teman tak ad-“ “Diam !! Aku tidak mendapat bunga Edelweiss” Potong Sehun cepat kemudian meninggalkan gadis yang mengajaknya mengobrol tadi, “Ada apa sih dengannya ?” Tanya gadis itu, “Hmm, entahlah” Lanjutnya sambil mengangkat kedua bahunya.

~~~~~~

“Anak-anak, sudah mendapat pasangan masing-masing ?” Tanya Nam Saem,

“Sudah~” “Aku belum !” Teriak Seul dengan kencangnya.

“Lho ? Bagaimana bisa ? Hari ini hadir semua kan ?” Tanya Nam Saem sambil menghitung jumlah muridnya, “Ada yang belum mendapat pasangan ?” Tanyanya lagi.

“Bukan aku, aku sudah”

“Aku juga sudah”

“…”

Sehun tampak berkeringat saat Nam Saem bertanya, apa ia harus jujur ?

“Yang belum , angkat tangan. Kalau tidak Saem akan keluarkan dari kelas, Saem hitung sampai tiga. 1…” Ucap Nam Saem memulai hitungannya,

Sehun ingin mengangkat tangannya tapi.. Apa yang akan teman-temannya katakan jika ia sekelompok dengan Seul lagi ? Berkata bahwa Se Couple memang berjodoh ?

“2….”

Sehun mulai berkeringat dingin, ‘Ah, bagaimana ini ?’

“2,5….”

Sehun kemudian mengacungkan tangannya,

“Whooaaa, sudah kuduga kalian akan sekelompok”

“Se Couple memang berjodoh”

‘Nah kan, baru aja dibilangin udah terjadi kan ?’ Gumam Sehun

“Sepertinya kalian akan selalu bersama”

“Seonsangnim ! Ayo nikahkan mereka !”

‘BRAKK’

Sebuah penggaris kayu berhasil membuat seisi kelas yang ribut menjadi diam.

“Bagus, baiklah Sehun ayo duduk disamping Seul” Perintah Nam Saem, Sehunpun menurut.

“Ciyeeeee~”

Pipi Sehun dan Seul sama-sama memerah, kali ini Nam Saem tidak marah, ia baru menyadari sikap kedua murid didiknya itu.

“Saem, aku tak mau bunga Edelweiss” Ucap Sehun, Nam Saempun menghampiri Sehun “Memang ada apa dengan bunga itu Sehun~ah ?” Tanya Nam Saem, “Aku tak tahu bunga itu, bunga itu sangat asing tak seperti teman-temanku yang mendapat bunga Mawar, Melati, Sakura yang sudah benar-benar terlihat cantik” Protes Sehun.

Nam Saem hanya tersenyum mendengar Sehun, ia mengalihkan pandangannya hingga ke arah Seul “Kau tak protes Seul Rin~ah ?” Tanya Nam Saem, Seul hanya menggeleng “Eommaku bilang, Edelweiss itu bunga abadi. Ia dapat tumbuh di pegunungan, lalu saat kau petik ia takkan layu. Begitulah kata Eommaku, jadi aku menganggap bahwa bunga itu Istimewa.” Ucap Seul, Sehun tampak malu “Lalu hubungannya dengan kita apa ?”, Seul mendengus “Berarti kita ini Istimewa Sehun~ah”

~~~~~~

-Pulangnya-

“Sehun~ah !” Panggil Seul, Sehunpun menoleh kearahnya. “Ada apa ?” Tanya Sehun, Seul hanya tersenyum “Aku ingin kita pergi ke gunung untuk mencari Bunga Edelweiss bersama-sama, mungkin persahabatan kita dapat abadi” Ucap Seul.

‘Aku berharap cinta kita akan abadi’ Batin Sehun

“Baiklah” Jawab Sehun, “Sehun~ah, kurasa jika namja memberikan bunga Edelweiss ke yeojanya bukankah itu sangat romantis ? Pasti cinta mereka akan abadi” Ucap Seul. Merekapun berjalan beriringan, Seul tersenyum menikmati indahnya langit sore.

“Seul~ah” Panggil Sehun, Seul menoleh kearah Sehun lalu menghentikan langkahnya.

“Waeyo ?” Tanya Seul herah, ia melihat wajah Sehun yang mulai memerah ‘Mungkin cahaya langit sore yang berwarna merah membuat wajah Sehun yang putih juga menjadi merah’ Batin Seul.

“Nan Choahe” Ucap Sehun tiba-tiba. Pipi Seul memanas, ia kaget akan ucapan Sehun,

“Na.. Do Choahae”

Flasback Off

“Edelweiss, aku suka Edelweiss” Ucap Sehun tiba-tiba, Hyemun terkesiap  mendengarnya “Ah, bunga abadi itu kan ?” Tanya Hyemun. Sehun hanya mengangguk. “Aku suka bunga itu ka-“

“Sehun~ah !!” Teriak seseorang yang membuat ucapan Sehun terpotong, “Kau apakan Seul Rin hah !” Tanya Luhan, Sehun hanya menuduk. Luhan menarik kerah baju Sehun “Kau jang-“

“Berhenti !!” Teriak seorang yeoja yang membuat aktivitas Luhan terhenti, ia melihat yeoja yang ia lihat,

“Hyemun~ah ?”

-TBC-

48 thoughts on “You’re My Destiny Part 2

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s