What should I do with this girl? [Chapter 8]

What

Title                 :  What should I do with this girl? [Chapter 8]

Author           : Park  Hana

Cast                : Byun Baekhyun, Jung Eunji, Kim Joonmyun , Park Chorong,

Other cast      : Find by your self

Genre             :  Comedy romance, friendship, supranatural.

Length           : Chapter

Rating             : PG-15

Warning         : Typo dimana-dimana dan jangan copy paste tanpa seijin saya terlebih dulu.

Summary       : Ini Cerita tentang dua orang yang bersahabat baik sejak kecil, kadang mereka terlihat seperti musuh yang saling membenci. Tapi kadang mereka terlihat seperti sepasang kekasih yang saling menyukai. Dan cerita tentang seorang perempuan yang mempunyai kemampuan suprantural yang berubah menjadi sesaeng fans seorang lelaki, bahkan meminta lelaki itu menciumnya.

Chapter 1| Chapter 2 | Chapter 3 | Chapter 4  | Chapter 5 |  Chapter 6 |Chapter 7

Chapter 8

“Eunji-ya Eunji-ya!”

Chorong terus memanggil Eunji yang saat itu tengah berjalan menuju kelasnya. Merasa namanya dipanggil Eunjipun menoleh kearah belakangnya.

“Eo Eonni!”

Dengan napas tersenggal-senggal Chorong menghampiri Eunji yang saat ini sudah berhenti dan tengah menunggu Chorong.

“Aigoo Eunji-ya apa telingamu mulai tuli hah? aku memanggilmu sedari tadi!” keluh Chorong.

“Eo jinjjayo?”

Chorong menyipitkan kedua matanya saat merasa ada hal yang berbeda pada Eunji. Dia lantas melangkahkan kakinya untuk mendekatkan badannya dengan Eunji. Kini ditatapanya Eunji dengan seksama.

“Wa-eyo? Tanya Eunji dengan canggung karena sikap Chorong

“Bagaimanapun kau berusaha menyembunyikan sesuatu padaku, maka aku akan tahu!”

Eunji menghela napasnya anjang setelah mendengar hal barusan, karena memang benar dia selalu mencoba menyembunyikan ssesuatu pada Chorong tapi toh Chorong bisa membaca pikiran dan hal itu membuat Eunji tak bisa berbuat apa-apa.

***

Diteguknya Cola yang sedang Eunji pegang.Dia lantas menatap kearah depan dengan pandangan yang terlihat sedih.

Chorong yang duduk dipinggir Eunji hanya bisa terdiam seakan  memahami bagaimana perasaan Eunji saat itu.

“Seseorang mengatakan bahwa mengungkapkan itu mudah tapi membayangkan apa yang terjadi setelahnya, itulah yang sulit. Aku salut kau bisa melakukan itu!”

Kini Chorong juga meneguk cola yang ada ditangannya. Eunji mulai mengarahkan pandangannya kearah Chorong dan tersenyum tipis setelah mendengar ucapan Chorong tersebut.

“Arghhhh, kenapa setiap kali aku meminum cola rasanya perutku digelitik??” ujar Chorong setelah meneguk cola miliknya.

Eunji terkekeh, dan setelah itu dia merangkul Chorong seraya menanyakan apakah Chorong masih ingat lagu yang dulu Eunji nyanyikan saat pertama kali mereka bertemu.

Chorong mengangguk  mengiyakan, lalu setelah itu Eunjipun menyuruh Chorong menyanyikannya.

Miracle dari Dongryul feat Lee So eun itulah lagu yang Eunji nyanyikan saat mereka pertama kali bertemu. Kini Chorong mulai menyanyikan lirik dari lagu miracle dengan Eunji yang tengah menatap Chorong dan menikmati lagu yang dinyanyikan oleh Chorong.

Sekilas memory kembali terlintas di ingatan Eunji. Memory tentang bagimana dia tumbuh bersama Baekhyun mulai dari mereka kecil sampai sekarang, juga memory saat Eunji mencium Baekhyun untuk mengungkapkan perasaannya.

Segalanya terlihat seperti mimpi ketika aku melihat ke dalam matamu.

Ini mungkin sebuah keajaiban yang kita buat untuk masing –masing dari kebanyakan.

Ini mungkin menjadi keajaiban.

Ketika aku didalam genggaman  tanganmu, aku seakan mengenali diriku  yang baru.

Saat menyanyi, Chorong terus memperhatikan Eunji. Tersirat dihatinya untuk menolong Eunji dan mengatakan apa yang dia tahu tentang Baekhyun, namun kemudian dia mengurungkannya karena bagaimanapun dia tidak punya hak mengatakan apa yang seharusnya tidak dia katakan. Dia hanya ingin Eunji tahu dari mulut Baekhyun sendiri bukan dari orang lain. Dia juga teringat pesan yang Joon myun kirimkan semalam padanya, yaitu jangan pernah mengatakan apa yang kau ketahui jika itu akan memperburuk keadaan. Hanya tutup mulutmu dan cukup bantu mereka untuk menyadarinya.

***

Saat itu lagi-lagi Chorong menangkap basah Baekhyun yang tengah memperhatikan Eunji dari luar kelas Eunji melalui jendela.

“Seseorang berkata padaku bahwa mengaku itu gampang, tapi memikirkan apa yang terjadi setelahya itulah yang sulit!”

Baekhyun langsung melirik kearahnya sesaat setelah Chorong menyelesaikan kata-katanya. Chorong juga kini sudah mengalihkan pandangannya kearah Baekhyun.

Tak ada tanggapan sedikitpun dari Baekhyun karena kini dia beranjak dari tempatnya untuk pergi meninggalkan Chorong. Chorong menyeringai karena dia tahu bahwa kata-kata Chorong barusan tepat dengan apa yang Baekhyun rasakan saat ini.

“Kenapa dia takut, kalau semuanya sudah jelas! Apa yang harus dia takutkan?” guman Chorong seraya melipat tangannya dan kembali mengarahkan pandangannya pada Eunji.

Tak lama kemudian kedua mata Chorong membulat ketika mendengar isi hati Eunji yang sedang membaca pesan di ponselnya.

“Date?Apa yang dia maksud dengan kencan?”

Eunji terdiam sejenak setelah membaca pesannya, dia tampaknya tengah berpikir apakah dia akan menerima tawaran kencan dari orang yang mengiriminya pesan yang adalah Minho ataukah dia harus menolaknya.

Sementara Eunji berpikir, saat ini Chorong tengah gelisah sekaligus khawatir. Dia tahu orang yang mengajak Eunji kencan pasti Minho. Dengan segera Chorong menghampiri Eunji, namun Kim Songsengnim yang akan memasuki kelas menghentikan langkahnya.

Kim Songsengnim menatap Chorong tajam seraya menyuruh Chorong agar tidak berkeliaran di koridor setelah bel masuk.

Chorong kemudian menunduk dan pamit untuk kembali kekelasnya, namun hatinya masih saja merasakan gelisah karena dia tidak bisa membiarkan Eunji pergi dengan Minho.

Begitu sampai dikelas, beruntung guru belum datang. diapun langsung menghampiri Baekhyun.

“Baekhyun-ah bagaimana ini?” ujarnya dengan gelisah.

‘Wae?” jawab Baekhyun dengan tenang.

“Baekhyun-ah Eunji akan kencan dan kita tak bisa membiarkannya terjadi!”

Baekhyun menghela napasnya, bisa chorong lihat kalau saat ini Baekhyun pun sama sepertinya terlihat gelisah. Namun tiba-tiba suara hati Baekhyun terdengar oleh Chorong.

“Aniya, aku tidak bisa membiarkan ini terjadi. Tapi. . .”

Chorong terlihat senang, namun kegembiraan itu hanya sebentar dia rasakan sebab Baekhyun malah mengatakan bahwa tidak ada hubungan dengannya Eunji mau kencan dengan siapa juga dan hal itu sangat berlainan dengan hatinya. Baekhyun juga menyuruh Chorong agar tidak mengikuti urusan Eunji, meskipun dia sahabat Eunji.

“Berhentilah bersikap seperti ini. Gadis seumuran Eunji jadi sudah pantas kencan tak ada yang harus kau dan aku khawatirkan. Aku benci sikapmu yang seperti ini karena kau terlihat seperti ummaku yang terobsesi pada Eunji”

Mendengar ucapan Baekhyun, Chorong langsung merasa kesal karena betapa pengecutnya Baekhyun yang terus-terusan menyangkal perasaannya sendiri.

“Hyak apa yang harus kau takutkan hah? apa ibumu? Dia terobsesi pada Eunji karena dia menyayanginya. Jika kau memang menyukainya jangan pikirkan orang lain cukup pikirkan orang yang kau suka. Kau benar-benar pengecut bahkan kau lebih pengecut dari perempuan!”

Tak terima dengan sentakan Chorong padanya, Baekhyunpun langsung menatap Chorong tajam.

“Hya bukankah sudah aku katakan urus saja urusanmu sendiri!”

Karena kesal pada Baekhyun dengan wajah dingin, Chorongpun menggebrak meja Baekhyun lalu setelah itu dia kembali kemejanya dengan perasaan kesal.

Semua orang dikelas hanya bisa menatap kearah chorong dan Baekhyun seraya berbisik-bisik. Tak tahan dengan orang-orang dikelas, Chorng pun berteriak menyuruh orang-orang berhenti membicarakannya dengan Baekhyun.

“kalau kalian tidak berhenti, maka akan aku rubah kalian semua jadi kodok!” ancam Chorong dengan wajah meyakinkan.

Ancaman Chorong ternyata berhasil membuat semua orang berhenti membicarakan dia dengan Baekhyun. mereka seakan takut pada Chorong karena menyangka Chorong benar-benar mempunyai ilmu sihir.

***

Sepulang sekolah, Chorong langsung menuju kelas Eunji. Namun tampaknya dia telat karena Eunji sudah tidak berada disana.

Chorong kemudian menanyakan keberadaan Eunji pada teman sekelasnya, namun mereka bilang bahwa setelah bel keluar Eunji langsung pergi. mereka juga mengatakan bahwa Eunji terlihat seperti terburu-buru.

“Sial!” umpat Chorong yang membuat Teman sekelas Eunji menatapnya karenana mengira bahwa Chorong mengumpat padanya.

Menyadari tengah ditatap dengan tatapan aneh, Chorongpun meminta maaf atas umpatannya lalu mengatakan bahwa umpatan itu bukan untuk teman sekelas Eunji melainkan untuk dirinya sendiri, dan dia juag mengatakannya dengan agaya khas nya yang biasa yaitu dengan wajah datarnya.

Chorong mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Eunji, namun Eunji tak kunjung menjawab telepon Chorong dan hal itu semakin membuat Chorong khawatir.

Kini terpikir sebuah ide di kepala Chorong, tapi dia juga ragu untuk melakukan hal itu. Chorong kemudian mengeluh pada dirinya sendiri apa harus dia melakukan hal itu.

Sambil menghentakkan kakinya dan dengan wajah yang ogah-ogahan akhirnya Chorong kembali ke kelas Eunji.

Saat sampai dikelas Eunji, Chorong menghela napasnya karena sudah tak ada siapapun disana, tapi itulah yang Chorong inginkan.

“Akhirnya aku memilih jalan ini!” gumannya wajah pasrah.

Chorong lantas menghentakkan  kakinya tiga kali.

“Hya keluar kau!” ujarnya.

Blushh~~

Tiba-tiba saja sebuah angin dingin berhembus dan munculah sesosok Siswa berbaju seragam dengan wajah yang berlumuran darah yang mengucur dari dahinya dan rambut yang acak-acakkan.

Saat sosok itu muncul Chorong langsung megalihkan pandangannya karena merasa takut dengan penampakan sosok siswa itu.

“Hya rubah wajahmu dulu, aku takut!”

Tidak berlangsung lama,hantu siswa itupun sudah mengubah wajahnya menjadi lebih baik dan terlihat seperti manusia kebanyakan. Saat itulah Chorong baru bisa mengalihkan pandangannya kembali.

Hantu siswa itu kemudian melipat tangannya  didada seraya melayang di udara. Terbersit rasa takut di hati Chorong karena lagi lagi dia melakukan hal ini yaitu berkomunikasi dengan hantu.

“Ada apa gadis berkepang?” tanya hantu siswa itu.

‘Kemana Eunji pergi? “ tanya Chorong to the point.

Hantu siswa itu mengerutkan dahinya, lalu mengatakan dia tidak tahu. Namun Chorng tidak lantas saja percaya karena dia tahu benar bahwa hantu siswa itu pasti tahu.

Chorong menyeringai lalu melangkahkan kakinya mendekati hantu siswa tersebut. hal yang dilakukan Chorong tersebut membuat hantu siswa itu kebingungan apa yang akan Chorong lakukan.

‘Hya apakah perlu aku mengusirmu dari sini? Kau tahu aku bisa mengilangkan arwah”

Hantu siswa tersebut tampaknya mempercayai ucapan Chorong tersebut karena wajah hantu siswa itu tampak seperti ketakutan setelah mendengar kata-kata Chorong barusan.

Hantu siswa itu kemudian memberikan kode agar Chorong mendekatinya. Dengan ragu-ragu, Chorong pun mendekatkan dirinya pada hantu siswa tersebut.

Hantu siswa itu lantas membisikkan sesuatu ditelinga Chorong. Entah apa yang dia bisikan karena kini tampak ekspresi kepuasan di wajah Chorong.

“Ok gomawoyo” ujar Chorong dengan wajah datarnya.

Chorong hendak pergi, namun hantu siswa itu malah menahannya. Hal itu membuat Chorong tampak kebingungan sampai-sampai dahinya mengkerut.

“Bukankah aku sudah menolongmu, jadi kau juga harus menolongku!” ucap hantu sisa tersebut.

Timbul perasaan khawatir dalam diri Chorong setelah mendengar ucapan hantu wanita tesebut. Dia bahkan menggerutu  dalam hatinya menyesali apa yang dia lakukan.

“Geurae! Apa yang kau mau?”

Hantu siswa tersebut langsung menunjukan sebuah seringaian yang membuat Chorong semakin merasa semakin khawatir.

***

Saat sampai dirumahnya, sekali lagi Chorong dikagetkan oleh pemandangan yang saat ini sedang dia lihat. Ummanya dengan wajah acak-acakan serta mata basah tengah duduk didepan rumah mereka dengan beberapa barang yang berserakan.

Dengan segera, Chorong pun menghampiri ummanya, kemudian menanyakan apa yang terjadi.

“Lihatlah ini adalah hasil perbuatanmu, kalau kau mau menuruti aku sekali saja maka kita tidka akan seperti ini!” ujar Ummanya dengan nada tinggi serta menatap Chorong kesal.

Chorong berusaha tak memperdulikan perkataan ummanya itu, dan hanya membantu ummanya unutk bangun. Bukannya menerima bantuan dari anaknya, umma Chorongmalah menepis tangan Chorong.

“Sudahlah aku bisa bangun sendiri”

Umma Chorong lantas memunguti barang-barang yang berserakan, sedangkan Chorong hanya terdiam menatap ummanya yang sangat malang itu.

Terbersit rasa bersalah di hati Chorong, namun dia juga tidak bisa memenuhi keingginan ummanya.

“Malam ini kita tidur di sauna!” ucap ummanya.

Tanpa mengatakan apapun lagi, umma Chorong langsung bangun dan meminggirkan barang-barang miliknya yang sudah dia bereskan.

Setelah selesai, umma Chorong segera mengajak Chorong pergi kesauna, namun Chorng menolaknya dan mengatakan bahwa dia akan menyusul karena dia harus pergi kesuatu tempat terlebih dulu.

“Eo baiklah, lakukan semaumu” ujar ummanya dan langsung pergi.

***

“Aigoo, lagi-lagi kau disini? Apa kau tak bosan selalu pergi kesini?”

Chorong mulai mengarahkan tatapannya kearah hantu halmoni yang saat ini sedang duduk di ayunan sebelahnya.

“Halmoni aku ingin minum Soju!”

Mendengar perkataan Chorong tersebut, hantu halmoni segera mengomeli Chorong. Dia mengatakan bahwa Chorong masih belum boleh meminum Soju, dia juga mengatakan kenapa Chorong sering sekali merengek ingin minum Soju.

“Orang-orang bilang dengan mabuk, kita bisa melupakan masalah!”

“Aigoo gadis ini!”

Hantu halmoni langsung menggerakkan tangannya yang seperti akan memukul Chorong, namun Chorong yang menutup matanya membuat hantu halmoni menghentikan gerakan tangannya.

“Hya halmoni kenapa kau selalu mengomeliku hah?’ tanya Chorong

“Hya  aku mengomelimu karena aku sudah menganggapmu cucuku, jadi aku harus mengingatkanmu saat kau berbuat salah!”

“Hya aku berbuat salah apa?” aku kan  hanya bilang aku ingin minum Soju dan itu bukan berarti aku akan meminumnya”

Chorong terus saja membela dirinya sedangkan hantu halmoni terus saja mengomeli bahwa Chorong gadis yang keras kepala dan tidak mendengarkan ucapan orang tua.

Disisi lain, saat ini Joon myun tengah berkutat dengan laptopnya, dia menonton video kegiatan  dilakukannya operasi.

Beberapa kali dia melirik ponsel yang ada di atas meja dan berada tepat di sebelah laptop miliknya.

Kedua matanya menyipit, bibir bawahnya juga dia gigit menggunakan bibir atasnya.

“Kemana dia? kenapa tidak muncul-muncul juga?” tanya Joon myun heran.

Kemudian terdengar suara pintu dibuka, bahkan kini terdengar suara gadis yang tengah mengeluh karena udara di luar begitu dingin.

Joon myun mengalihkan pandanganan kearah gadis yang baru datang tersebut yang ternyata adalah Chorong,

Dia menatap Chorong yang kini tengah menuju lemari es dan mengambil air minum.

“Ah ini pasti khayalan!” ujarnya dengan wajah yang blank

Dan benar saja setelah dia mengatakan hal itu, sosok Chorong benar-benar menghilang.  Menyadari khayalannya itu, Joon myun hanya bisa menggelengkan kepalanya lalu meghela napas panjang.

Masih terhanyut dalam lamunannya, Joon myun hanya bisa terdiam tak mengerti dengan dirinya sendiri sampai bunyi yang berasal dari ponsel miliknya membuat dia terasadar dan langsung melihat siapa yang menghubunginya.

Seketika itu senyuman dibibirnya langsung terukir ketika melihat nama yang terpampang di layar ponsel miliknya.

“Hyung!” ujar nya dengan bersemangat saat menjawab telepon tersebut.

***

Karena terus merasa khawatir pada Eunji, Akhirnya Chorong memutuskan untuk pergi kerumah Eunji sekaligus membujuk Eunji agar dia mau membatalakan acara kencannya dengan Minho besok.

Saat Chorong sudah mulai dekat dengan rumah Eunji, dia melihat seseorang yang sedang terdiam di depan gerbang rumah Eunji.

Chorong  mencoba menajamkan pandangannya agar bisa mengetahui siapa itu, dan ternyata dia adalah Baekhyun.

Baekhyun berdiri didepan Rumah Eunji seraya menunduk dengan banyak sekali hal yang dipikirkan. Melihat Baekhyun yang seperti itu, Chorong mengurungkan niatnya untuk menemui Eunji dan hanya terdiam dari kejauhan seraya menatap Baekhyun.

Dia berpikir, apakah ini yang disebut Cinta itu. Cinta yang bisa membuat dua sahabat jadi renggang dan membuat dua orang yang tidak mengenal jadi saling mengetahui dan dekat. Tapi dia masih tidak mengerti kenapa orang-orang begitu sulit mengungkapkan perasan cintanya pada orang yang dia cintai.

Tiba-tiba saja kini dia teringat pada Joon myun, dia  baru ingat juga kalau dia belum menghubungi Joon myun sejak siang karena sibuk dengan  masalah Eunji dan Baekhyun.

Sementara itu diruangan pribadinya saat ini Eunji tak melakukan apapun. Dia melamun seraya menatap frame foto dia bersama Baekhyun. Pandangannya terlihat sangat nanar dan penuh kesedihan.

“Aku mengatakan karena aku sudah mengungkapakan semuanya, maka aku bisa melupakanmu dan menjadi temanmu lagi. Tapi kenapa terasa sangat sulit aku menghadapi semuanya. Apa kalau kita bukan sahabat dan ibumu tidak terobsesi padaku, kita akan bisa bersama dan kau bisa melihatku?”

Entah kenapa seakan kata-kata Eunji barusan didengar oleh  Baekhyun yang sedang berdiri didepan rumahnya, Baekhyun juga mengatakan suatu hal yang seperti tampak jawaban ucapan Eunji barusan.

“Bukan hanya kau yang merasa  sulit dengan semua ini, karena aku juga merasa sulit. Aku ini seorang lelaki tapi tidak bisa mengatakan apapun dan bertindak apapun. Aku ingin sekali mengungkapkannya seperti seorang pria, bahkan berpikir meskipun ibuku terobsesi padamu itu tidak apa-apa.  hanya berikan aku waktu lebih lama dan hanya tetap seperti itu karena aku akan melihatmu! Bahkan hanya kau yang aku lihat!”

Eunji juga seakan mendengar ucapan Baekhyun barusan didalam rumahnya dan langsung menitihkan air mata.

“ Haruskah aku memberikan mu waktu?  Bagaimana jika waktu yang aku berikan malah membuat perasaan ini hilang?”

“Nareul mideoyo!”

Eunji melihat ke kanan dan kirinya karena dia seakan mendengar suara Baekhyun sangat jelas didalam ruangan tersebut.

Sedangkan diluar kini Chorong tersenyum senang, dia kemudian berbalik dan pergi dari sana.

“kau tampaknya sangat bahagia?” tanya hantu halmoni yang tiba-tiba ada di sebelahnya.

Chorong menghentikan langkahnya lalu mengalihkan pandangannya pada hantu halmoni. Dia mengangguk seraya tersenyum yang merupakan jawaban dari pertanyaan hantu halmoni barusan.

Hantu halmoni membalas senyuman Chorong barusan lalu mengangkat kedua ibu jarinya.

“Kau melakukan yang terbaik Park Chorong! Mereka akan menyadari semuanya” ujar hantu halmoni.

Entah kenapa Chorong begitu mempercayai kata-kata hantu halmoni barusan, bahwa Eunji dan Baekhyun akan segera menyadari perasaan mereka dan tidak saling menyakiti lagi seperti sekarang.

‘Ya semoga saja. aku berharap semuanya berakhir bahagia” ujarnya.

***

Berkali-kali Chorong melihat jam ditangannya. Dingin yang dia rasakan saat ini begitu menusuk sampai tulangnya, Belum lagi beberapa hantu yang berseliweran saat itu. meskipun saat ini begitu banyak orang, tapi tetap saja orang-orang tidak akan melihat para hantu tersebut.

Kini tiba-tiba seorang hantu lelaki mendekati Chorong dengan wajah yang sepertinya tertarik pada Chorong.

Chorong berusaha menghiraukan hantu tersebut dan berpura-pura tidak memperdulikan kehadiran hantu lelaki tersebut.

“Sial mau apa hantu itu mendekatiku?” batin Chorong

Hantu lelaki tersebut semakin mendekati Chorong dan setelah berada tepat didepan Chorong, hantu lelaki itu tiba-tiba saja tersenyum lebar. Chorong semakin  ketakutan karena kini tangan hantu lelaki itu mulai bergerak menuju wajahnya. Karena ketakutan itulah akhirnya dia menutup kedua matanya.

“Pegilah, dia pacarku”

Greb~~

Chorong membuka kedua matanya saat merasakan tangannya digenggam oleh seseorang. dia lantas menatap kesebelah pinggirnya dimana kini seorang lelaki berwajah tampan dengan tatapan mata yang hangat tengah berdiri seraya memegang tangannya.

Hantu lelaki yang tadi mengganggu Chorongpun kemudian menghilang, namun Chorong tak menyadari menghilangnya hantu lelaki tadi karena dia sedang sibuk menatap lelaki disebelahnya itu.

Lelaki tadi lalu melirik kearah Chorong yang sedari tadi menatapnya. Dahinya mengkerut saat ini mengetahui tatapan Chorong pada nya.

Lelaki itu kemudian melapaskan genggamannya, lalu setelah itu melipat tangannya di dada.

“Apa kau tidak pernah melihat lelaki tampan hah?” tanya lelaki tersebut.

‘Eungh” sahut Chorong dengan wajah polos.

Lelaki tersebut tertawa melihat ekpresi wajah Chorong yang menurutnya sangat lucu.

“Baiklah noona, jaga dirimu baik-baik dan jangan pernah takut dengan hantu. Usir saja mereka. karna jika kau merasa takut maka mereka akan semakin senang meggodamu.”

Setelah mengatakan hal barusan, lelaki itupun melihat jam ditangannya dan tersenyum.

‘Ah tampaknya aku harus pergi!”

Lelaki itu menepuk bahu Chorong kemudian bergegas pergi.

“Jaga dirimu baik-baik!”

Lelaki itu pergi dengan Chorong yang masih terdiam karena tak percaya ada yang bisa melihat hantu sepertinya. Kini dia teringat kalau dia belum mengucapkan terima kasih pada lelaki itu.

Saat Chorong hendak mengucapkan terima kasih, sosok lelaki yang menolongnya tadi malah sudah tak berjalan jauh.

‘Terima kasih” ujar Chorong pelan dan kemungkinan tidak bisa didengar oleh lelaki tadi.

“Kau sedang menatap apa?”

Tiba-tiba orang yang Chorong tunggu sedari tadi, kini sudah datang dan tengah berdiri di sampingnya seraya memperhatikan apa yang sedang Chorong tatap.

Mendengar suara yang tak asing baginya, Chorong pun mengalihkan pandangannya. Chorong kemudian tersenyum karena apa yang dia pikirkan sangat tepat.

“Kenapa kau menatapku seperti itu?”

Ucap orang itu yang tak lain adalah Baekhyun.

Chorong tersenyum senang seelah mengetahui bahwa akhirnya baekhyun datang juga, zsedangkan Baekhyun malah menatap Chorong dengan gugup.

‘Wae? Ayo pergi sebelum kita kehilangan mereka”

Tanpa mengatakan apapun, Chorong kemudian berjalan yang langsung mendapat kepalan tangan dari baekhyun karena kesal pada tingkah Chorong.

***

Chorong dan Baekhyun  kini tengah membuntuti Eunji dan Minho yang akan menonton di bioskop. Mereka memakai kaca mata dan topi supaya Eunji dan Minho tidak menyadari keberadaan mereka.

Mereka kini tengah menuju ke bioskop yang diamana saat ini Eunji dan Minho akan menonton.

Saat melewati toko buku, Joon myun yang ada disana pun menyadari keberadaan Chorong.

“Bukankah itu Chorong?” gumannya pelan.

“Siapa lelaki yang saat ini sedang bersamanya? Kenapa mereka sama-sama memakai kacamata dan topi? Bukankah mereka terlihat seperti sepasang kekasih jika begitu?”

Joon myun terus meracau tak jelas sendiri tanpa menyadari sekarang seorang lelaki sudah berada di pinggirnya.

“Apa yang sedang kau lihat?”

Lelaki itu mengikuti arah pandangan Joon myun. Setelah setelahnya Joon myun pun langsung mengalihkan pandangannya kearah pria yang ada disebelahnya dan sebuah senyuman kini terukir di bibirnya.

“Hyung kau mengagetkanku saja!”

pria itu langsung mengangkat kedua bahunya lalu dia pun beranjak pergi meninggakan Joon myun.

“Ayo cepat aku sudah lapar!” ujar pria yang dipanggil Hyung oleh Joon myun yang bernama Kim Jonghyun tersebut.

***

Jonghyun sedari tadi terus memperhatikan Joon myun yang sepertinya sedang memikirkan sesuatu.

“tubuhmu memang berada disini? Tapi kemana pikiranmu sekarang dongsaeng?”

“Eungh” sahut Joon myun dengan wajah datar.

Jonghyun tersenyum kemudian menghela napasnya panjangnya. Dia lantas mengamil secangkir kopi yang ada di hadapannya kemudian meminumnya.

“selesaikan dulu urusanmu, lalu temui aku lagi disini! Tenang saja aku tidak akan kabur lagi”

Semula Joon myun tidak mengerti dengan apa yang di maksud oleh kakaknya itu, namun setelah beberapa detik Joon myun pun tersenyum seakan dia baru mengerti perkataan Jonghyun.

“Hyung tunggu aku disini, aku takkan lama!”

Setelah mengatakan hal tersebut, Joon myun langsung berlari seakan dia takut akan ketinggalan sesuatu jika dia terlambat.

Melihat tingkah Joon myun yang menurutnya tak biasa itu, Jonghyun hany bisa tersenyum.

“Aku tidak percaya kalau lelaki yang otaknya di penuhi oleh buku ternyata bisa juga jatuh cinta! “

Jonghyun meminum kopinya kembali masih dengan mood yang terlihat sangat baik. namun setelah selesai dan  menaruh cangkir kopinya kembali. Pandangan Jonghyun berubah, raut wajahnya juga berubah.

Jonghyun memegang dadanya yang tiba-tiba saja terasa sangat sakit kembali dan hal itu sering terjadi tanpa dia ketahui apa alasannya.

Sementara itu, sekarang Joon myun tengah mencari dimana keberadaan Chorong. Dia benar-benar penasaran apa yang dilakukan Chorong disana dengan seorang lelaki, bahkan mereka memakai topi dan kaca mata.

Joon myun mengeluarkan ponsel miliknya dan mencoba menghubungi CHorong untuk menanyakan keberadaannya, namun Chorong tak kunjung menjawab panggilan teleponnya.

“Kenapa dia tak menjawab teleponnya? Kemana dia?” Ujar Joon myun dengan sedikit kesal.

Jon myun lantas menyimpan ponselnya kembali dengan kasar kedalam saku  jaketnya. Dia berjalan menuju kursi yanga da didekat sana dan duduk.

“Kemana dia? apa lelaki itu pacarnya? Tapi bukankah dia mengatakan bahwa dia menyukaiku? Lalu siapa lelaki itu?”

Dia duduk disana selama kurang lebih 20 menit sambil memikirkan terus kemungkinan hubungan antara Chorong dan pria yang bersamanya.

Merasa bodoh karena terus memikirkan Chorong, akhirnya Joon myun bernajak dari sana lalu kembali menemui Jonghyun.

Dengan wajah yang cemberut, Joon myun kembali ketempat  dia meninggalkan Jonghyun tadi.

Setelah sampai disana, Jonghyun menatap adiknya itu dnegan mata menyipit.

“Kenapa kau?” tanya Jonghyun.

“Hyung bagaimana kalau kita pergi minum malam ini? aku akan mentraktirmu!”

“Sejaka kapan kau minum? Tampaknya jatuh cinta merubah perilakumu!”

Kedua mata Joon myun membelalak mendnegar ucapan Jonghyun, dan dengan segera dia pun mengelak bahwa dia tidak sedang jatuh cinta seperti apa yang Jonghyun katakan.

Jonghyun terkekeh karena bagaimana pun terlihat jelas bahwa adiknya itu sedang jatuh cinta meskipun Joon myun sendiri tak menyadarinya.

***

Chorong dan Baekhyun masih terus mengikuti Minho dan eunji. Berkali kali Baekhyun mencengkram tangan Chorong akibat kesal melihat Minho dan Eunji dan berkali-kali juga Chorong memukul kepala Baekhyun karena kesakitan akibat cengkraman baekhyun tersebut.

kini mereka mengikuti Minho dan Eunji yang tampaknya sedang menuju ketempat yang mereka sendiri tidak tahu.

“Haishh mau kemana mereka?” keluh Baekhyun

“Aigoo mana aku tahu dasar babo!” sahut Chorong kemudian.

Mendengar Chorong menyebutnya babo, Baekhyun langsung memberikan death glare pada Chorong yang langsung membuat Chorong mengatakan maaf dengan wajah datarnya.

Kini Minho dan Eunji sudah berada di depan perlintasan jalan dan tengah menunggu lampu merah agar mereka bisa menyebrang. Chorong membelalakan kedua matanya ketika teringat bahwa sedari tadi dia tidak melihat sosok hantu wanita yang sedari tadi mengikuti Minho.

Saat masih diliputi rasa penasaran, Tiba-tiba saja dia dikagetkan oleh Minho yang secara sengaja atau tidak kini mengalihkan pandangannya kearah Chorong dan Baekhyun yang tengah memperhatikan mereka dari kejauhan.

Sebuah senyuman terukir di bibir Minho, namuan hal itu malam membuat bulu kuduk Chorong bergetar. Bukanhanya itu saja kini jantung Chorong berdetak sangat cepat melihat senyuman minho yang menakutkan itu.

“Maldo Andwae!” ucap Chorong.

Baekhyun kebingungan dengan sikap Chorong yang aneh itu, dia mengguncang-guncangkan tubuh Chorong seraya bertanya ada apa, namun Chorong tak kunjung menjawabnya. Chorong hanya menatap kearah Eunji dan Minho.

Tanpa menjawab Baekhyun atau peduli pada pertanyaan Baekhyun, Chorong segera berlari ketika melihat tangan Minho yang kini memegang bahu Eunji.

Baekhyun yang semula tidak mengerti ada apa dengan Chorong, langsung ikut berlari ketika melihat Minho yang mendorong Eunji  sampai terjatuh ke jalanan.

Bukan hanya itu saja, Kini sebuah mobil juga tengah melaju kearah tempat Eunji terjatuh. Chorong semakin menambah kecepatannya sedangkan Minho hanya terdiam dengan tatapan kosong.

Kedua mata Baekhyun berkaca-kaca  ketika melihat mobil tersebut semakin mendekati Eunji, sedangkan saat ini Chorong sudah sampai di tempat Eunji terduduk dan langsung memeluk Eunji  untuk melindungi Eunji agar dia yang terlebih dulu tertabrak jika mobil tersebut datang.

“Andwae~~” teriak Baekhyun kemudian bersamaan dengan suara decitan yang timbul dari ban mobil yang bergesekan dengan aspal jalanan akibat dari rem dadakan yang dilakukan oleh sang pengendara.

***

Disebuah bangsal yang ada di sebuah rumah sakit, seorang wanita brpakaian serba putih kini tengah tengkurap diatas kasurnya, dia menatap kearah jendela yang sedang terbuka. Tiba-tiba suara piano terdengar di telinganya.  Air mata pun mulai keluar dari mata gadis tersebut tanpa diketahui penyebabnya.

Wajah eanita tersebut terlihat sangat pucat, rambutnya juga acak-acakkan namun, kecantikan yang dia miliki masih terlihat sangat jelas.

Di gerakkan  jari-jari lentik miliknya mencoba mengikuti dentingan anda yang berasal dari suara piano yang dia dengar saat ini. Pikiran wanita itu kini mulai melayang ke masa lalu dimana  ada seorang wanita berpakaian seragam  sedang duduk didepan piano dan seorang lelaki berseragam sama pula di depannya yang sedang tersenyum cerah seraya memperhatikan wanita tersebut  bermain piano dan menyanyi.

TBC

Hai-hai jumpa lagi dengan aku yang baru bisa selesein ff nya hari ini dan langsung aku post. Huft maaf yah buat para reader cz aku kemarin kemarin sakit jadi istirahat total gak buka laptop aku. ^^\

Dan semoga di part ini makin banyak yang penasaran ma hantu cewek itu. ck ck ckc ckc ckc ck

Oh ya muncul cast baru yaitu bang jjong. Jujur aku bingung mau pilih siapa yang jadi hyungnya suho abis kalau siwon kan choi, terus tadinya mau kim woobin tapi ye tinggi badan woobin takut ngebuat Joon myun minder jadi adeknya dan jadilah ini si abang dino >,< dan aku bikin si abang dino beda 2 tahun ma Joon myun di ff ini.

Next chapternya aku langsung ketik deh hari ini biar gak lama aku publishnya(Tapi gak janji ya) ^^V *ditimpuk botol  ma reader.

 

 

 

160 thoughts on “What should I do with this girl? [Chapter 8]

  1. Ping-balik: What should I do with this girl? [Chapter 15] | EXO Fanfiction World

  2. Ping-balik: What should I do with this girl? [Chapter 13] | EXO Fanfiction World

  3. wuahh,, daebakk!! ternyata masih ada misteri lain,, seneng ama sifat jeolous nya baekki,, hahaha moga baekji bersatu lagi,, kekeke fighting author-nim,,😄

  4. duh…. setiap TBS selalu penasaran. pengen nebak2 cerita berikut tapi pasti salah… karna ceritanya selalu buat kejutan yg gak kepikiran… Keren banget pokoknya >_<

  5. Ping-balik: What should I do with this girl? [Chapter 12] | EXO Fanfiction World

  6. aduhhh kan aku bener, aku dari part pas minho muncul
    ada perasaan nggak suka,sebel campur aduk
    dan iinilah kenyataan nya
    ukhhhhh, minho itu nama grup nya shinee kan???
    bagus thor lanjut y next cap❤❤❤🙂😀😉

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s