Rain Over Me

Gambar

Title : Rain Over Me

Cast : Alexa Jung, Kris Wu

Author : GSB

Genre : Angst, romance

Rating : PG 17

Disclaimer : FF ini hasil kerja kerasku sendiri dan sudah pernah dipublish di GIGSent fanfiction sebelumnya

 

 

Harus sampai kapan aku menahan ini semua?.

~ Rain Over Me ~

 

 

~000~

 

 

 

 

“ Kris! Hentikan!”

 

Di malam kelam penuh derai air hujan, suara teriakan seorang wanita berlomba dengan suara sambaran petir yang menggelegar. Tangannya mengepal erat, ia merasa sekujur tubuhnya panas walau sebenarnya suhu udara saat ini sangatlah dingin. Nafasnya menderu kala bibir itu menyapu kulit lehernya. Ia ingin melepaskan belenggu pria di depannya. Ia ingin segera berlari, kalau perlu melenyap dari ruangan itu detik ini juga.

 

 

Suara petir kembali terdengar menambah ketakutannya. Air matanya terus mengalir tanpa henti, ia lelah dengan semua ini. Kenapa harus dirinya? Kenapa ia mendapatkan perlakuan seperti ini? Memang tidak ada yang salah dengan apa yang pria ini lakukan terhadapnya, biar bagaimanapun pria itu suaminya, pendamping sahnya di mata hukum maupun agama. Ia sadar melayani suaminya merupakan kewajibannya sebagai seorang istri, tapi ia juga tidak bisa membenarkan apa yang tengah pria itu lakukan padanya.

 

 

Pria itu baru saja pulang setelah seharian bekerja di kantor, sebagai istri yang baik ia menyambut pria tampan itu. karena di luar hujan ia menyiapkan handuk untuk mengeringkan kepala suaminya, namun begitu pintu terbuka tak ada senyuman manis atau kecupan hangat di dahinya. Ia mendapatkan suaminya menatapnya dengan tajam dan detik berikutnya pria itu menariknya kemudian mencium bibirnya dengan kasar. Pria itu seperti orang kesetanan, pria itu terus menerjang tubuhnya dengan ciuman ganas yang membuatnya ketakutan. Jika saja pria itu melakukannya dengan lebih lembut, ia pun tidak keberatan. Tapi tidak dengan seperti ini, tidak seperti seorang wanita murahan yang bisa disentuh dengan berbagai macam perlakuan.

 

 

Matanya terpejam saat sentuhan hangat itu merangkak turun menuju dadanya, ia hanya bisa mendorong dada pria itu agar menjauh darinya. Bukan mendapatkan apa yang ia inginkan, pria itu justru merobek pakaiannya hingga tubuh bagian atasnya hanya tertutupi pakaian dalam. Ia memejamkan matanya, begitu sentuhan itu kembali bergerak menuju lehernya. Pria itu memperlakukannya dengan sesukanya. Tidak peduli wanita itu menangis dan ketakutan.

 

 

 

“ Kris!!” dengan sekuat tenaga ia mendorong tubuh Kris. Nafasnya memburu saat pria itu melepaskannya dan menatapnya dengan tatapan linglung. Kali ini pria itu kembali menjadi orang yang berbeda, kini tak ada lagi Kris yang serakah dan bergairah.

 

 

Kris menatap mata istrinya yang masih berlinang airmata, matanya kemudian mengedar pada kondisi istrinya yang sangat kacau. Bajunya sobek, wajahnya ketakutan dan basah karena airmata. Tangannya bergetar saat ia menyadari kesalahannya. Hatinya sakit melihat wanita yang ia cintai tersakiti. Ia menangkupkan wajah di depannya dengan penuh kasih sayang, hanya dengan cinta tanpa gairah ataupun nafsu seperti sebelumnya.

 

 

Ibu jarinya bergerak mengusap airmata di wajah Alexa, istrinya. Kris menghembuskan nafasnya, ia sedang menghukum dirinya aatas apa yang telah ia lakukan sebelumnya. Tidak seharusnya ia melakukan hal ini pada istrinya, ia tahu ini pasti sangat menyakitkan untuk Alexa. Ia tahu jika Alexa terkadang terlihat ketakutan begitu menatap matanya dan ia tahu harusnya apa yang ia lakukan malam ini tak pernah ia lakukan. Harusnya Kris si monster tidak boleh kembali secara terus menerus dan menyakiti Alexa setiap saat. Tapi ini di luar kendalinya, Kris tak bisa menghentikan dirinya begitu saat itu datang. tidak…yang bisa ia lakukan hanya memuaskan hasratnya, tanpa peduli teriakan-teriakan histeris alexa, tak peduli berapa banyak airmata yang mengalir di wajah cantik itu. Ia tidak bisa melakukan apapun.

 

 

“ Maafkan aku angel…” Kris mengecup dahi Alexa kemudian membawa wanita itu ke dalam pelukannya. Setelah membiarkan wanita itu jatuh dalam ketakutan, kini ia mencoba untuk menenangkannya. Sesuatu dalam hatinya tak pernah mengizinkan Alexa menangis.

 

 

 

**** 

 

 

 

 

Di balik jendela besar sebuah kafe, Alexa memandang setiap titik air hujan yang menyentuh tanah. Yah.. lagi-lagi hujan. Ia hanya tersenyum miris mengingat apa yang terjadi saat hujan mengguyur malam itu, semuanya…ia ingat semuanya. Sampai saat ini ia belum bicara dengan Kris, sebagian hatinya melarangnya karena ia takut hal yang sama akan terjadi untuk kesekian kalinya dan sebagian hatinya yang lain memintanya untuk tidak menemui Kris. Bukankah harusnya ia membenci pria itu?.

 

 

Maafkan aku angel…

 

 

Alexa memejamkan matanya saat rasa ngilu itu kembali memeras hatinya. Tiba-tiba saja dadanya sesak, ia merasa tak bisa bernafas. Terlalu sulit untuk melakukannya. Tanpa ia sadari airmatanya kembali mengalir membasahi pipinya. Ia tak ingin begini. Ia Alexa Jung, ia wanita kuat yang hebat harusnya ia tidak boleh lemah. Tapi kenapa kali ini tangannya tak bergerak untuk mengusap airmata yang tak berhenti membanjiri wajahnya? Kenapa sulit sekali untuk menjaga airmatanya? Kenapa?.

 

 

Tak beberapa lama kemudian Alexa mendapati pandangannya gelap, ia tidak bisa melihat apapun kecuali hitam. “ Menangis lagi, heh?” suara bass milik seseorang mengalun lembut di telinganya.

 

 

Pemilik suara itu melepaskan tangannya yang masih menutup mata Alexa. Ia mengulas senyum lebar saat Alexa menolehkan kepala untuk melihatnya. Kenapa aku harus melihatmu menangis Lexa?. Sebelum datang ke tempat itu, ia sudah mempersiapkan diri untuk melihat segala macam penampilan menyedihkan sahabatnya itu. Walau sebenarnya ia cukup terenyuh karena untuk kesekian kalinya ia mendapati wanita itu lemah dan tidak berdaya. Hatinya bergemuruh saat melihat wajah pucat dan tatapan sendu itu.

 

 

Aku ingin membuatmu tersenyum. Aku ingin melihat Alexa Jung yang dulu.

 

 

Ia menghembuskan nafasnya. Ia harus melakukan sesuatu untuk membawa senyum itu kembali lagi. Bukan hanya sesuatu tapi apapun itu, semuanya, segalanya akan ia lakukan.

 

“ Jadi begini penyambutan untukku? Tidak ada teriakan penuh semangat, pelukan hangat dan ucapan rindu darimu?” ia merengut kesal, berpura-pura tidak puas dengan sikap Alexa padanya. 

 

Matanya bergerak resah begitu Alexa bangkit dari tempat duduknya. Apa yang ingin dilakukan olehnya? Alexa sebenarnya apa yang ingin kau lakukan?. Begitu khawatir, ia pun bangkit dari duduknya, menghampiri Alexa yang sedang menundukkan kepalanya.

 

 

Wanita itu mengusap pipinya, airmata yang harusnya tak kembali mengalir justru terus keluar. “ Jangan menangis lagi Lexa, ku mohon.” Ia langsung merengkuh Alexa, memberikan tempat bersandar pada wanita itu. Ia tak peduli bajunya basah, ia tidak peduli jika ia menjadi pusat perhatian pengunjung Kafé karena berpelukan di tempat umum, ia tak peduli itu semua.

 

 

“ Aku sakit Dann… Aku tidak bisa seperti ini terus.”  Alexa menahan nafasnya, menceritakan kehidupannya menjadi bagian paling menyakitkan dan membutuhkan banyak kekuatan. Sementara itu Dann atau lebih tepatnya Danniel Park, ia menggigit bibir bawahnya, ia sendiri sedang menahan keperihannya. Mendengar suara ringkih Alexa bukan hal yang mudah.

 

 

“ Bawa aku pergi dari sana Dann..” Alexa sesegukan. “ Dia terus menyakitiku, dia membuatku takut. Aku…aku..”

 

 

Danniel mengeratkan pelukannya, tangannya bergerak mengusap kepala Alexa dengan lembut. Ia tidak ingin wanita itu kesakitan, ia tidak ingin mendengar suara rintihan dan tubuh bergetar itu pada diri Alexa. “ Ssstttt…tenang Alexa. Ada aku di sini.” Danniel membiarkan Alexa bersandar di dadanya, ia tak peduli harus seberapa lama ia memeluk wanita itu.

 

 

Danniel menarik tubuhnya, kedua tangannya mencengkram bahu Alexa dengan lembut. Beruntung Alexa sudah tenang, nafasnya sudah tak lagi berderu, getaran di tubuhnya sudah melenyap. “ Karena kau sudah menjadi anak yang baik, aku akan membawaku ke tempat yang menyenangkan seharian ini.” Danniel menatap Alexa, meniti mata basah yang sedang menatapnya dengan lucu.

 

 

“ Anak? Kau pikir aku anakmu?” Danniel tersenyum, akhirnya Alexa-nya telah kembali. 

 

 

 

****

 

 

 

Danniel memenuhi janjinya, ia membawa Alexa kemanapun yang wanita itu inginkan. Mulai dari toko es krim, taman bermain, pusat perbelanjaan, toko buku, hingga photobox di pusat perbelanjaan. Beban di hatinya perlahan menghilang kala senyum itu kembali menghiasi wajah Alexa, namun tetap saja raut lelah itu tak bisa hilang begitu saja. Sepertinya wanita itu benar-benar sudah lelah dengan kehidupannya.

 

 

 

Alexa merasakan tubuhnya bergetar, ketakutan dan kecemasan yang berhasil ia enyahkan dari dalam dirinya kini kembali datang membuat sekujur tubuhnya dibanjiri keringat dingin. Ia menarik nafas panjang. Sebuah gerbang tinggi yang melindungi sebuah rumah mewah milik Kris sudah terlihat dalam jarak pandangnya. Itu artinya tak berapa lama lagi, ia akan kembali pada kehidupannya yang menakutkan, itu artinya ia harus kembali masuk ke dalam rumah mencekam itu.

 

 

Ia langsung membalikkan tubuhnya, ia menatap Danniel yang berjalan di belakangnya. Ia benar-benar panik, matanya menjelaskan semua kegelisahannya, ketakutannya. “ Dann…lebih baik kita ke rumahmu saja. Aku…aku tidak ingin kembali ke rumah itu!” ucap Alexa terbata.

 

 

Apapun akan Danniel lakukan, yah…apapun. Tapi untuk permintaan Alexa yang satu itu ia tidak bisa mengabulkannya, biar bagaimanapun ia tidak bisa menyembunyikan istri orang di rumahnya. Ia tidak ingin memperkeruh masalah. Ia bergerak satu langkah, membiarkan ada jarak antara dirinya dengan Alexa. “ Aku ingin membawamu pergi, tapi aku tidak bisa.”

 

 

 

**** 

 

 

 

 

Aura dingin dan senyap menyambut kulitnya begitu pintu besar itu berhasil ia buka. Suasana yang terlalu hening saat ini pun bahkan memacu jantungnya berdebar lebih cepat. Ia tidak bisa berharap tidak akan ada yang terjadi malam ini. Ia tahu bahkan terlalu tahu dengan apa yang akan terjadi pada dirinya dan pastinya itu bukanlah hal yang menyenangkan.

 

 

Langkah demi langkah terpijak dengan begitu mendebarkan. Inikah yang disebut rumah? Bukankah rumah adalah tempat dimana kita bisa mendapat ketenangan di saat tempat lain tidak memberikannya? Tidak…ini bukan rumah…ini neraka.

 

 

“ Dari mana saja kau?” suara itu. Alexa hanya bisa menghembuskan nafasnya berharap ia mampu menghadapi pria itu, Kris.

 

 

Kris berdiri di dekat sofa ruang tengah sambil menyilangkan tangannya di depan dada. Matanya penuh dengan kemarahan begitu menatap Alexa. Pria itu mengambil beberapa langkah menghampiri wanita berambut panjang dengan paras tak berdaya di hadapannya. “ Pergi bersama teman.” Jawab Alexa.

 

 

“ Danniel lagi?” Kris tersenyum kecut. Hari ini ia sengaja pulang lebih awal, ia tentu masih ingat dengan apa yang ia lakukan malam itu pada Alexa. Ia ingin meminta maaf dan ingin memperbaiki semuanya, tapi betapa kecewanya ia saat mendapati Alexa tidak ada di rumah. Jantungnya bertalu dengan gila, pikirannya menjadi kalut saat itu. Ia seperti orang gila, mencari Alexa kemanapun. Ia sangat takut jika Alexa meninggalkannya, ia takut dan ia tidak menginginkannya. Namun ia tidak akan jauh lebih kecewa jika saja ia tidak mendapati Alexa sedang bersama Danniel. Tentu bukan hal yang menyenangkan melihat betapa bahagianya wanita itu bersama pria lain.

 

 

Ia langsung menahan lengan Alexa, lagi-lagi ia menarik wanita itu dengan kasar. “ Jawab aku!” geramnya.

 

“ Kau sudah tahu kan, untuk apa aku menjawabnya?”

 

Alexa berusaha melepaskan cengkraman Kris, ia tidak ingin nasibnya berakhir seperti malam-malam sebelumnya. Hari ini ingin tidur dengan nyenyak, ia ingin tenang.Tapi nampaknya Kris tidak akan membiarkannya mendapatkan semua keinginannya itu, karena kenyataannya pria itu justru mengunci tubuhnya dengan posesif dan tak lama kemudian menciuminya dengan kasar dan tidak sabaran.

 

 

Tangan kecil itu berusaha untuk menekan dada Kris, ia ingin melepaskan belenggu ini. Namun tidak berhasil karena Kris justru menelusupkan tangannya ke dalam kaos yang ia kenakan. Tangan itu menyentuh kulit telanjang Alexa, membelai dan menari-nari seolah tidak ingin melepaskan wanita itu.

 

 

Alexa mengerang begitu Kris menggigit bibir bawahnya. Perlakuan itu jelas menimbulkan rasa perih dan asin darah bercampur sempurna saat pria itu menciumnya lebih dalam lagi. Ia merasa sesak, ia tidak bisa bernafas karena Kris terus menyumpal mulutnya.

 

 

Di sisa-sisa kekuatannya, ia terus meronta walau ia tahu itu sia-sia. Alexa menggelengkan kepalanya, membuat Kris tidak bisa menciumnya. Ia kembali mendorong tubuh Kris, kali ini dengan kedua tangannya. “ Hentikan brengsek!”

 

 

PLAAKK

 

 

Kris menatap Alexa yang baru saja menampar wajahnya. Wanita itu terlihat sangat kesal, marah dan menyimpan begitu banyak kebencian dalam sorot matanya. Hatinya mencelos, tiba-tiba ada rasa ngilu yang menelusup ke hatinya. Untuk kesekian kalinya ia menyakiti orang yang ia cintai, lagi-lagi ia membuat wanita itu ketakutan dan ia melakukan perbuatan keji itu lagi. Kris memejamkan matanya.

 

 

“ Jangan mendekat!” Alexa memberi peringatan dengan menjulurkan telunjuknya yang bergetar. Wanita itu mengambil langkah mundur dengan waspada dan penuh kecemasan. “ Ku bilang jangan mendekat!” jeritnya saat Kris menariknya, membawa tubuhnya ke dalam tubuh pria itu.

 

 

Ia meronta, ia terus memukuli dada Kris berharap pria itu mau melepaskan tautan lengan kokohnya. Namun Kris bersikeras untuk terus merengkuh Alexa seperti malam-malam sebelumnya. “ Maafkan aku-“

 

“ Angel?”selak Alexa sambil menatap wajah Kris sambil mendengus kasar.

 

 

“ Kau ingin bilang seperti itu lagi Kris?” pekik Alexa. Ia mencoba menepis tangan Kris yang hendak meraih lengannya. Ia tak peduli bagaimana perasaan Kris saat ini, ia juga tidak peduli meskipun pria itu merasa menyesal dengan perbuatannya.

 

“ Alexa..” Kris kelihatan begitu cemas begitu istrinya terus saja menjauhinya, bergerak mundur dan menepis tangannya. “ Alexa aku…”

 

 

“ Apa? Kau kenapa?”

 

“ Kenapa? Sulit menyebutkan namaku Kris? Sulit untuk mengingat bahwa namaku Alexa?”

 

 

Kacau…itulah yang Kris rasakan saat ini. Ia begitu takut saat mendengar suara Alexa yang menggelegar, ia tak bisa menghentikan gemaan suara Alexa yang menghakiminya, menjatuhi dirinya dan terus menyudutkannnya.

 

 

“ Alexa aku mencintaimu.” Ucap Kris lemah.

 

 

Alexa tertawa pendek, kemudian menghembuskan nafasnya dengan kasar. “ Mencintaiku? Kau yakin? Bukankah kau hanya mencintai sosok yang kau temukan dalam diriku? Bukankah kau hanya mencintai Angel?” kini suara Alexa bagai suara lonceng yang tak berhenti dan membuat kepala Kris pening.

 

 

“ Kau menyesal Kris? Kau menyesal karena tidak bisa mendapatkan sedikitpun sosok Angel dariku?”

 

 

Kris menggelang. Tidak…tidak.

 

 

Kini Alexa lebih histeris, wanita itu tenggelam dalam tangisnya. Lukanya sudah terlalu dalam, perih yang ia rasakan membuatnya sulit bernafas. Ia tahu harusnya ia bersabar, tapi ia bukan malaikat, ia hanya seorang wanita biasa yang memiliki batas kesabaran , ia punya batas kemampuan untuk bertahan dalam situasi seperti ini. Tidak mungkin bukan ia terus membiarkan dirinya berada dalam neraka ini sepanjang hidupnya?.

 

“ Orang yang kau cintai itu Angel, Angela, bukan aku! karena aku bukan Angel, aku Alexa!.” Lirih Alexa.

 

 

“ Alexa dengarkan aku..” Alexa kembali menepis tangan Kris. Mungkin sebelumnya ia akan mengalah dan terus menerima maaf itu, tapi tidak hari ini ataupun selanjutnya.

 

 

 

“ Walaupun Angel dan aku saudara kembar, aku bukan dia Kris. Angel yang kau cari sudah meninggal dan wanita di depanmu ini tak akan pernah bisa menjadi Angela Jung. Harusnya aku menyadarinya dari awal, kau hanya melihat Angel dalam ragaku. Kau hanya berharap aku menjadi dia karena wajah kami sama. Harusnya aku…..” Alexa menutup wajahnya. Ia sudah tidak kuat lagi.

 

 

Kris kembali merengkuh wanita itu namun tak berapa lama wanita itu kembali menjauhkan tubuhnya. “ Tidak Kris…harusnya aku tidak berada di sini. Harusnya aku tidak pernah menyetujui pernikahan ini, harusnya aku tidak egois.”

 

 

Getaran itu makin kuat dan rasa takutnya semakin besar saat Alexa berlari dan menyambar kunci mobil yang tergeletak di atas meja ruang tamu. Kris berlari berusaha untuk mengejar istrinya yang sudah mulai menghidupkan mesin mobil. Ia mengetuk-ngetuk kaca jendela mobil. Ketakutan semakin menggerogoti batinnya. Perlahan-lahan, roda mobil itu bergerak hingga akhirnya mobil itu berhasil keluar dari area rumah. Tak mau kehilangan jejak Alexa, Kris berlari mengejar mobil itu.

 

 

Kini hatinya benar-benar bergemuruh, jutaan rasa bersalah dan penyesalan menumpuk di hatinya. Ya…benar yang dikatakan Alexa, ia menikahi wanita itu karena ia bisa melihat wujud Angel dalam Alexa. Kedua wanita itu terlahir kembar identik, tentu wujud mereka benar-benar sama. Semuanya sama kecuali satu, kepribadian. Apa yang ada dalam diri Angel tidak ada pada Alexa. Angel menyukai bunga, tapi tidak dengan Alexa. Begitupun dengan Alexa yang suka menari tidak sama dengan Angel yang suka merajut. Angel memang lebih feminin berbeda dengan Alexa yang tomboy dan cuek.

 

 

Itulah mengapa Kris selalu membelikan gaun-gaun cantik untuk Alexa walau sebenarnya wanita itu tidak menyukainya. Apapun Kris lakukan untuk menciptakan Angel dalam diri Alexa. Mulai dari parfum, bunga, hingga memaksa Alexa untuk mengenakan heels.

 

 

Alasan kenapa ia sering memperlakukan Alexa dengan kasar pun dipicu karena tidak kepuasannya akan sosok Angel yang ia ciptakan pada wanita itu. Ia marah saat menyadari Alexa bukanlah Angel, ia benar-benar kesal karena sampai kapanpun Alexa tidak bisa menjadi Angel secara utuh. Wajah mereka memang sama tapi tidak dengan kepribadiannya. Tapi hal itu hanya berlaku untuk beberapa bulan pertama pernikahannya, belakangan ini Kris mulai merasakan sesuatu yang berbeda. Ia bisa merasakan hatinya menghangat serta aliran udara segar masuk memperlancar aliran darahnya saat tangan Alexa menyentuh dahinya. Ia juga merasa sangat bahagia begitu melihat Alexa sebagai orang pertama yang ia lihat ketika ia bangun dari tidurnya. Ia mulai belajar melihat Alexa tanpa bayang-bayang Angel. Memang belum sepenuhnya berhasil, tapi ia bisa memastikan jika hatinya mulai mencintai Alexa sebagai Alexa.

 

 

Airmata mengalir deras begitu kakinya tak sanggup lagi mengejar mobil yang sudah melesat jauh hingga matanya tak dapat melihat bayangnya. Kris menjatuhkan tubuhnya ke aspal, merutuki dirinya. Ia meraung dan terus meneriakkan nama Alexa.

 

 

Sementara itu Alexa merasakan dadanya bergemuruh hebat. Ia mencintai Kris, bahkan sangat. Ia sudah mencintai pria itu bahkan jauh sebelum pria itu menyatakan perasaannya pada kakaknya, Angel. Ia sempat merasa iri pada kakaknya itu, bagaimanapun juga ia bertemu dengan Kris lebih dulu daripada Angel, kenapa Kris justru menyukai Angel? Kenapa tidak dirinya?.

 

 

Alexa memejamkan matanya kemudian memukul kemudi dengan frustasi, namun sedetik kemudian tak ada yang bisa ia lakukan kecuali berteriak. “ AAAAAA……” dari arah berlawanan sebuah truk besar melaju kencang. Merasa panik dengan hal itu, Alexa langsung memutar kemudi ke kenan.

 

 

BRRAAKKKKKK

 

TIIIIIINNNNNN

 

 

 

Suara itu, suara klakson mobil malam itu menjadi momok menakutkan dan mencekam. Semua orang turun ke jalan untuk memastikan keadaan seorang wanita yang sudah tidak sadarkan diri. Mobilnya menghantam pagar beton hingga bagian depannya ringsek parah, sementara itu seorang wanita itu di kursi kemudi ditemukan sudah tak sadarkan diri dengan darah yang terus mengalir dari kepalanya yang bocor karena menghantam kemudi.

 

 

 

 

END

 

 

Sebelumnya terimakasih buat admin yg udah ngepublish ff ini, sekali lagi makasih ya^^. Dan gak lupa makasih juga buat readers yg udh baca. Kalau ada yang penasaran sama SEQUELNYA bisa klik LINK INI.

 

Regards,

 

GSB

 

 

10 thoughts on “Rain Over Me

  1. Q udh bca sequely’,
    tp q jg komen dsni ya, Whoa udah end beneran ya ?
    Hehe crtanya menarik, prangkaian kt2, bhasa, klimat2 (apalah itu jenisnya ya, ,) KERRREEEN beud, , q suka,
    ada konflik, tp akhirnya slesai jg konfliknya, happy ending jg🙂
    awalnya q mau protes d part 1 ini, npa tba2 END z, pdhlkn mnurut q msh gntung bgt crtnya, ,eh trnyta ada sequely’, lngsung z dc q klik link nya, hehe
    q tnggu trus ya krya2 slnjty’ ya thor,
    jgn lupa dipost dsni jg, lbh gmpang bt ngasih komen lw dsni,
    tetap semangat🙂 !
    Gomawo,
    mian kpnjngn, , hehe

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s