Sadness

Gambar

                                                                                                   Sadness.

 

Author: zhrfxo.-

 

Cast:      -D.O Kyungsoo.

                                                                                                    -Lee Gyn Hee.

                                                                                               

                                                                        Support Cast:      -Byun Baekhyun.

                                                                                                          -Park Min Hye.

 

Genre: Sad, Angst, Romance

 

Type: Oneshoot

 

Rate: G

 

COVER BY http://jungleelovely.wordpress.com/

 

Disclaimer: The idea is mine, the fanfiction is mine. Don’t copy my fanfiction without my permissions. Typo everywhere, I’m just a person who has a lot of mistakes. Don’t bash! Enjoy😉

 

—  

 

Author P.O.V

 

 

Entah bagaimana bisa aku dalam keadaan bersedih seperti ini ketika semua orang sedang berada dalam keadaan senang dan bahagia karna memang tahun yang baru telah datang beberapa hari yang lalu.

Kukira aku akan sama seperti mereka, merasakan kebahagiaan yang sama ketika menyambut tahun baru. Lebih lagi tepat tanggal 1 Januari adalah hari jadi hubunganku dengannya. Dengan yeoja yang sudah ku beri status sebagai yeojachingu selama 2 tahun terakhir ini.

Awalnya, aku ingin melamarnya ketika tanggal 1 Januari kemarin karna memang moment itu adalah moment yang sangat pas untuk melamarnya—yang notabene nya adalah hari datangnya tahun baru dan hari jadi hubunganku dengannya 3 tahun.

Mataku mengadah ke arah langit gelap yang hanya diteringi oleh bulan purnama dan beberapa bintang. Mataku sendu, tak bisa menahan rasa sedih yang sedang kurasakan.

 

—   

 

Author P.O.V

 

“Chagi-ya.” Gyn Hee menatap kedua hazel mata Kyungsoo dalam. Hatinya benar-benar sedang tak karuan karna dia harus menerima kenyataan ini. Dan Ia tidak tega untuk menyakiti Kyungsoo—namjachingunya selama 2 tahun terakhir ini.

“Ne? ada apa chagi-ya? Kau akan mengatakan bahwa kau mencintaiku, hmm?” Balas Kyungsoo yang lalu mendekap tubuh mungil Gyn Hee. Ia sungguh-sungguh mencintai yeoja yang berada di hadapannya kini.

‘Kumohon Kyungsoo, jangan bertingkah seperti ini. Aku semakin tidak ingin melepasmu.’ Ucap Gyn Hee dalam hatinya. Ia sama sekali tak membalas pelukan namjachingunya itu, yang Ia lakukan hanya memejamkan matanya menahan air mata yang akan mengalir sebentar lagi.

“Gyn Hee-ah.”

“Hmm?”

“Kenapa kau tak membalas pelukanku?” Ungkap Kyungsoo yang mulai merasa keanehan dalam diri Gyn Hee.

Sejujurnya, jauh di lubuk hati Gyn Hee, Ia begitu ingin membalas pelukan Kyungsoo, mendekap tubuhnya lebih dalam, menghirup aroma parfume yang biasa Kyungsoo pakai, dan merasakan kehangatan didalam pelukan itu.

“Kyungsoo-ah.”

Kyungsoo hanya menatap wajah Gyn Hee heran, berbeda dengan Gyn Hee yang selalu mencoba mengalihkan tatapannya agar Ia tidak menatap kedua hazel mata itu, dan lagi-lagi Ia harus menutup matanya untuk mencoba menahan air mata.

“Hmm? Wae Gyn Hee-ah? Kau baru saja mendapat masalah? Oh ayolah~ Ceritakan saja padaku, aku ini telah menjadi namjachingu mu selama dua tahun, dan lusa—ah kau taulah~” Balas Kyungsoo dengan evil smirk nya. Ia mencoba untuk mencairkan suasana dingin itu.

“Kyungsoo-ah—mianhae. Mian—hae. Jeongmal—mianhae.” Bersamaan dengan Gyn Hee mengucapkan kalimat itu, air mata mengalir begitu mudahnya melewati pipi chubby Gyn Hee. Berbeda dengan Gyn Hee, Kyungsoo semakin heran dengan tingkah laku Gyn Hee malam ini. Walau kini Kyungsoo tengah diliputi rasa keheranan, dengan cepat Ia hapus kedua air mata itu dengan kedua ibu jarinya, namun apa daya, air mata itu terus mengalir.

“Waeyo Gyn Hee-ah? Wae? Uljima, jebal.” Hanya itu yang dapat Kyungsoo katakan pada Gyn Hee karna memang Ia tidak tahu apapun.

“Kita—tidak bisa melanjutkan hubungan ini.”

Hanya dengan satu kalimat dan hanya dengan 10 detik kalimat itu diucapkan mampu membuat hati keduanya hancur. Kyungsoo terpaku sebentar, otaknya berputar cepat mencoba untuk mencari sebab dari Gyn Hee ingin memutuskan hubungan mereka.

“Mwo? Hei, apa kau yakin dengan ucapanmu? Kau baru saja—memutuskan hubungan—“

“Ya. Aku yakin dengan ucapanku. Aku mengucapkannya dengan keadaan penuh sadar.” Air mata Gyn Hee mengalir bertambah deras, hatinya pun sama dengan Kyungsoo—hancur, sakit.

“Tapi—kenapa? Selama ini bukankah kita jarang bertengkar? Jelaskan padaku alasannya, Gyn Hee-ah. Kau tidak bisa memutuskan hubungan kita tanpa alasan yang jelas.” Ucap Kyungsoo. Matanya yang bulat ikut membesar. Sebenarnya, hati Kyungsoo pun sama—hancur dan sakit, tetapi dia namja, Ia harus kuat menahan air matanya. Kyungsoo sungguh tak menyangka bahwa Gyn Hee memutuskan hubungan mereka ketika lusa nanti  hari jadi hubungan mereka akan segera datang.

“Aku tidak bisa menjelaskan alasannya, Kyungsoo-ah. Mulai saat ini jangan hubungi aku lagi, jangan datang ke hadapan wajahku lagi, jangan mendatangi rumahku lagi, dan lupakan semua kenangan—tentang kita.” Jelas Gyn Hee dengan sesenggukkan. Dadanya bergerak naik turun tak beraturan, Gyn Hee memang benar-benar belum rela memutuskan hubungan mereka karna itu artinya—Ia akan melepas Kyungsoo untuk yeoja lain.

“Aku harus pergi. Eomma dan Appa akan mengkhawatirkanku jika sudah larut malam seperti ini aku belum juga pulang.” Pamit Gyn Hee. Matanya memerah dan sembab. Lagi-lagi Kyungsoo hanya bisa menatap sedih punggung Gyn Hee yang semakin jauh dari jangkauan pandangannya.

“YAK! GYN HEE-AH! CHAKKAMAN! GYN HEE-AH!” Teriakkan Kyungsoo masih dapat terdengar jelas oleh Gyn Hee, air mata itu kembali mengalir melewati pipi chubby seorang Lee Gyn Hee. Ia terus berjalan menuju halte, Ia tidak peduli dengan teriakkan atau seruan Kyungsoo, Ia ingin segera pulang, Ia ingin segera menyendiri didalam kamarnya. Ia tidak ingin melihat wajah Kyungsoo, Ia tidak ingin melihat wajah Kyungsoo yang menyiratkan kesedihan.

 

 “Saranghae, Gyn Hee-ah. Kajima, jebal.” Ucap Kyungsoo lirih. Ia menatap sendu bus yang ditumpangi Gyn Hee itu.

“Saranghae, Kyungsoo-ah. Mianhae.” Gumam Gyn Hee. Kepalanya terus menunduk dan matanya selalu terpejam. Ia benar-benar tidak ingin melihat wajah Kyungsoo. Dan Ia benar-benar tidak ingin air matanya mengalir saat ini.

 

 

Keesokan paginya, Kyungsoo dibangunkan oleh dering handphone miliknya. Dengan memiliki setengah kesadaran, Ia mengambil handphonenya yang dia taruh di meja kecil samping tempat tidurnya.

‘Pergi ke altar gereja pagi ini juga. Tepat pukul 9.00’

Pesan singkat itu dikirim oleh Baekhyun—sahabat Kyungsoo. ‘Ada acara apa di gereja? Dan mengapa aku harus kesana?’ Fikirnya. Kyungsoo pun melihat ke arah jam dinding yang Ia pasang tepat di atas daun pintu kamarnya.

‘MWO? 8.30?’

Kyungsoo semakin penasaran dengan apa yang membuat Baekhyun mengirimkan pesan singkat padanya untuk pergi ke altar pagi ini.

‘Lebih baik aku pergi, hmm—mungkin dia akan memberiku sebuah kejutan. Haha.’ Gumamnya kecil.

 

Setelah siap, Kyungsoo pun pergi menggunakan mobil pribadinya. Kyungsoo memang tinggal sendiri didalam apartment yang berlokasi di Seoul.

Ring- Handphone Kyungsoo berdering kembali ketika Ia sudah akan memulai menjalan mobilnya, dan kali ini, bahkan Baekhyun menelfonnya.

‘Yeobseyo? Kyungsoo-ah?’

‘Ne, Baekhyun-ah. Ada apa? Dan mengapa kau menyuruhku pergi ke altar gereja sepagi ini?’

‘Cepatlah datang! Acara akan segera dimulai!’ Mwo? Acara?

‘Baek—‘

‘Oh ya, Kyungsoo-ah! Jangan lupa, persiapkan hatimu.’

Tut- Sambungan telfon terputus. Kyungsoo lagi-lagi dibuat heran oleh orang-orang terdekatnya. ‘Apa maksud Baek? Persiapkan hatiku? Mwo?’

 

 

Mianhae, Kyungsoo-ah. Mianhae. Jjeongmal mianhae. Nan—Saranghae.’ Batin Gyn Hee. Kini dirinya telah dibalut oleh gaun putih panjang dengan tata rias yang mewah pula. Sejak kejadian malam kemarin, hatinya selalu merasa kosong—hampa, seperti ada yang kurang. Hatinya masih terasa sakit. Hatinya masih terasa hancur. Sama seperti malam kemarin.

“Gyn Hee-ah, kajja.” Eomma Gyn Hee menghampiri Gyn Hee yang masih terdiam dibelakang taman gereja. Ia mengajak Gyn Hee untuk mendatangi altar sekarang juga.

“Ah, baiklah Eomma. Arraseo.” Gyn Hee membalas ajakan Eommanya dengan senyuman. Namun dibalik senyuman manis itu—kesedihan selalu berada didalam hatinya.

 

 

 

Setelah Kyungsoo sampai di Gereja yang Baekhyun maksud, Ia langsung keluar setelah memakirkan mobilnya. Alisnya bertautan ketika begitu banyak orang yang datang juga memakai baju formal, dan—acara ini seperti pernikahan?

“Annyeong~” Sapa Baekhyun yang berhasil mengagetkan Kyungsoo.

“Annyeong, Baekhyun-ah. Akan ada pernikahan di sini?”

Baekhyun tidak menjawab pertanyaan Kyungsoo, Ia hanya menarik lengan Kyungsoo untuk segera masuk kedalam Gereja.

“Kau harus janji, Kyungsoo-ah.”

“Apa?”

“Jangan mudah lemah karna cinta. Masih banyak yeoja lain di luar sana yang sudah siap menjadi jodohmu kelak.”

“Eoh?”

 

Baekhyun dan Kyungsoo berada di barisan paling depan. Kyungsoo semakin heran dengan apa yang sedang terjadi hari ini.

Ia melihat seorang yeoja tengah berdampingan dengan Appanya menuju namja yang sudah siap di atas altar sana. Kyungsoo memperhatikan wajah yeoja itu dengan seksama.

 

Itu seperti—Gyn Hee? Ah tidak mungkin!

 

Kyungsoo kembali memperhatikan yeoja itu seksama, semakin dekat yeoja itu dengannya, semakin yakin pula Kyungsoo bahwa itu adalah Gyn Hee—yeojachingunya yang baru saja memutuskan hubungan mereka tadi malam.

 

Dan kali ini, yeoja itu berada tepat didepan Kyungsoo. Entah bagaimana bisa, tepat sekali mata Gyn Hee mengarah kepada Kyungsoo. Wajahnya memperlihatkan bahwa kini Ia sedang keheranan, Gyn Hee memang tidak mengundang Kyungsoo dalam pernikahannya dikarenakan Ia memang tidak sanggup bertemu Kyungsoo pada saat-saat seperti ini.

 

Mata mereka benar-benar bertemu dalam satu titik. Pancaran mata mereka masih menyiratkan bahwa mereka masih saling mencintai dan masih sangat mencintai.

 

“Gyn Hee-ah….” Gumam Kyungsoo kecil. Walaupun begitu, Gyn Hee masih bisa mendengarnya dengan sangat jelas.

 

‘Mianhae….’ Batin Gyn Hee. Mulutnya terkunci. Mulutnya benar-benar tidak bisa mengeluarkan suara sedikitpun.

 

Tak sadar, Gyn Hee sempat berhenti sejenak tepat dihadapan Kyungsoo. Dan tess- air matanya mengalir, dengan cepat Gyn Hee menghapus air matanya dengan punggung tangannya sendiri.

Kini tidak ada lagi ibu jari Kyungsoo yang selalu menghapus air matanya, kini tidak ada lagi pelukan Kyungsoo yang mampu menenangkan tangisannya, kini tidak ada lagi usapan lembut Kyungsoo yang selalu berhasil mengurangi beban kesedihannya.

 

 

Appa Gyn Hee segera menarik lengan Gyn Hee menuju altar. Appanya tahu bahwa kini Gyn Hee masih mencintai Kyungsoo, tetapi Ia sama sekali tidak peduli. Menurutnya, hanya namja di depan sana sajalah yang cocok untuk menjadi pendamping Gyn Hee.

Gyn Hee melirik ke arah Appanya dengan mata memerah, susah payah Gyn Hee menahan air matanya agar tidak ada satupun orang di altar ini mengetahui bahwa Ia tidak bahagia dengan pernikahannya kali ini.

 

“Jangan permalukan Appa. Cepat selesaikan pernikahanmu sekarang juga.” Ucap Appa Gyn Hee dengan suara yang –mungkin- hanya Gyn Hee yang dapat mendengarnya.

 

“Ne, Appa.”

 

 

 

Dan ketika Gyn Hee telah sampai di altar, Ia pun berhadapan dengan namja yang tak akan lama lagi akan menjadi nampyeon resminya—walau Ia sama sekali tidak mencintai namja itu. Ya, namja itu adalah Kim Joon Myeon. Bukan seorang D.O Kyungsoo yang sangat-sangat Ia cintai.

“Do you willing to be a husband for Lee Gyn Hee forever?” Ucap sang pendeta memulai acara pernikahan ini.

“Yes, I do.” Tak ada keraguan sedikitpun di wajah Joon Myeon. Berbeda 360 ° dengan Gyn Hee yang masih merasa tidak rela dengan pernikahan pertamanya.

“And Gyn Hee-ssi, do you willing to be a wife for Kim Joon Myeon forever?”

Dan kali ini tiba saatnya Gyn Hee menjawab pertanyaan tersebut, tidak seperti Joon Myeon yang langsung menjawab pertanyaan ini spontan, Gyn Hee memejamkan matanya meyakinkan diri sendiri bahwa semua akan baik-baik saja walau tanpa adanya seorang Kyungsoo dalam hidupnya.

Ia melirik sekilas ke tempat Kyungsoo berada, Ia menangkap wajah Kyungsoo sedang dalam ekspresi sama tidak relanya. Kyungsoo disana juga merasa sakit hati. Merasa sakit hati melihat yeoja yang Ia cintai akan menikah dengan namja lain yang bahkan Ia tak kenal sama sekali. Setelah cukup lama memperhatikan wajah Kyungsoo, Gyn Hee melihat Kyungsoo menganggukkan kepalanya menandakan bahwa Gyn Hee harus menerima Joon Myeon sebagai nampyeonnya, dan Kyungsoo—akan mencoba untuk merelakan Gyn Hee.

Gyn Hee pun kembali menghadap wajah Joon Myeon yang tingginya hampir sama seperti Kyungsoo. “Yes—I do.”

Setelah Gyn Hee mengucapkan 3 kata yang dapat merubah segalanya, maka resmilah Joon Myeon dan Gyn Hee sebagai pasangan nampyeon-byuin.

Joon Myeon meraih tengkuk Gyn Hee lalu mencium yeoja itu. Gyn Hee hanya dapat memejamkan matanya, Ia terus berharap bahwa semua ini hanyalah mimpi belaka.

Tess- Gyn Hee dan Kyungsoo menitikkan air mata secara bersamaan walau kini mereka berada dalam jarak yang cukup jauh. Mungkin semua orang yang berada di tempat ini mengira bahwa air mata itu adalah air mata haru dan kebahagiaan, tetapi sebenarnya, jauh di lubuk hati mereka—tersimpan berjuta-juta kesedihan yang mungkin hanya merekalah yang dapat mengerti.

 

Author P.O.V End-

 

 

Kyungsoo P.O.V

 

Mungkin memang inilah jalan percintaanku. Gyn Hee bukanlah jodoh untukku dan begitupun sebaliknya. Aku yakin, kini Ia sedang merasakan kebahagiaan bersama Joon Myeon. Ia bisa berbahagia dengan siapapun, bukan hanya aku.

Kini tugasku hanyalah mencoba untuk pergi dari masa lalu itu. Kini tugasku hanyalah mencoba untuk merelakan yeoja yang ku cintai bersama dengan orang lain asal dia bahagia. Kini tugasku hanyalah mencoba untuk membuka pintu hatiku untuk yeoja lain, bisa saja akan ada yeoja selain Gyn Hee yang bisa memberikan cintanya untukku sepenuhnya. Kini tugasku hanyalah mencoba untuk tetap melangkah dalam kebahagiaan, aku benar-benar harus melupakan masa laluku bersamanya.

 

“Annyeong~ Kau Kyungsoo, kan? YAK! Apa kabar? Sudah lama sekali kita tak bertemu. Bogoshippo-yooo~”

Ku dengar sebuah suara yeoja yang sampai saat ini masih sangat ku ingat siapa yang memiliki suara khas seperti itu—sahabat lamaku. Sahabat yang kumiliki ketika aku masih menjadi seorang siswa High School.

“Annyeong~ Hei, bagaimana bisa kau menemukanku disini? Ah, aku baik-baik saja, bagaimana denganmu? Nado bogoshippo-yoo~”

“Aku baik-baik saja, Kyungsoo-ah.” Ia menjawab dengan senyuman yang masih ku akui manis dari dulu hingga sekarang.

 

Dan ketika Ia menunjukkan senyumannya padaku, kini aku yakin—bahwa aku harus kembali pada masa laluku. Masa lalu yang telah terjadi pada hidupku sebelum Gyn Hee datang. Aku harus kembali pada yeoja yang sempat kusia-siakan ketika aku masih berada di High School dulu.

 

Park Min Hye.

 

-END-

 

 

 

Hallo para Exostan yang sudah meluangkan waktu kalian untuk membaca ff absurd aku kali ini! (: Panggil aja aku author Faa karna kayaknya zhrfxo terlalu ribet.- Maaf banget kalau ff ini masih banyak kekurangan, mulai dari alur yang ga jelas, banyaknya typo, feel ga dapet, penataan bahasa yang kurang bagus, dll—karna aku masih ada di tahap pembelajaran. Makasih yang udah baca ff ini yaaw, tinggalkan jejak kalian kalau bisa:3 Thank you for your attention! Annyeong~

 

 

 

 

 

 

 

 

30 thoughts on “Sadness

  1. Halo author Faa. Nama kita sama ya? Hihi. Kebetulan banget.
    Sumpah, itu ceritanya sedih bener. Si Gyn Hee dipaksa nikah gitu. Duh bang Kyung sabar ya, kan masih ada aku /ditimpuk pake toge sama fans D.O
    Btw, bikinin after story Kyungsoo sama Minhye dong. Kayaknya bakalan seru tuh clbk gitu hihi 😘

  2. Ahhh suka ff ini.
    Keren thor aku nangis baca nih ff
    udh gitu bacanya sambil dger lagu” sedih yah kebawa suasana jd nangis dehh..
    Semangat yah thor buat ff yg banyakk~

    • Aaah aku baru liat comment kamu dan speechless!□□ thankseu buat comment nyaaa, sweety!♡ ff sih ada, tapi banyak bgt yg belum di publish hehe. Belum percaya diri sama karya sendiri;”3

  3. annyeong author faa~~
    oke di sini beneran sumpah ya aku kasian bgt sama kyung TT uda di putusin, eh besoknya cweknya menikah aduh mana kyung biasku aduh sumpah ini miris bgt idupnya kyung TT

    • Annyeeeong(; aku juga kasian sama kyung. Aku jg merasa berdosa (eaaa) bikin ff bias sendiri dan genre nya Angst TT tapi untungnya ini cuma fanfict, semoga aja di reality life kyungsoo ga sesedih ini:”3

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s