The Deep Revenge [1/2]

Gambar

Author : noonapark | Tittle : The Deep Revenge | Cast : EXO’s Oh Sehun and Byun Baekhyun – Han Se Ryung (OC) | Genre : AU-Family-Action-Angst-Romance | Lenght : Two Shots | Rating : General

Warning : Also posted here – http://fanfictionloverz.wordpress.com/

Happy Reading ^^

Sorry for typo(s)

 ~o0o~

Sehun’s Pov

Aku sedang duduk di sebuah restoran yang terletak di kawasan Gangnam. Aku tengah menunggu seseorang. Beberapa menit berlalu, seseorang yang kutunggu akhirnya datang dan menghampiri mejaku. Seorang gadis –kekasihku.

“Oppa mianhae, kau sudah menunggu lama?”cemas nya seolah takut aku akan marah padanya, aku hanya tersenyum padanya

“Ani, aku juga baru sampai”jawabku

Setelah Se Ryung duduk di depanku, kami segera memesan makanan. Dan tidak butuh waktu lama bagi kami untuk menunggu pesanan datang.

“Se Ryung-ah..”ya, gadisku ini bernama Se Ryung, Han Se Ryung.

“Nde?”sahutnya disela-sela makannya, ia segera mendongakan kepalanya untuk menatapku

“Aku ingin mengajakmu keluar”kataku sembari meletakkan sumpit di sisi piringku.

Se Ryung tampak mengerutkan dahinya setelah mendengar pernyataanku.

“Besok, bagaimana?”

“Besok?”

“Eoh, apa kau sibuk?”

Se Ryung diam sejenak, sebelum akhirnya sudut ia tersenyum lembut kearahku, “Aniyo. Baiklah, aku akan pergi denganmu”sahutnya yang masih tersenyum dan kembali menyantap makanannya. Aku hanya mengangguk dengan persetujuannya.

~o0o~

Aku tiba didepan rumah Se Ryung, rumah berukuran besar dan terlihat mewah dengan cat dominan putih. Aku kemari hanya untuk mengantarnya pulang. Setelah mobilku berhenti, Se Ryung bersiap-siap untuk turun.

Oppa josimhaseyo (oppa hati-hati dijalan)”ujarnya sebelum turun dari mobilku. Aku hanya membalasnya dengan sebuah senyuman dan anggukan.

Blam!

Ku tatap lekat gadis itu dari dalam mobilku. Han Se Ryung, seminggu yang lalu ia baru saja merayakan ulang tahun nya yang ke-20. Walaupun hidupnya dikelilingi harta melimpah, tapi penampilannya sangat sederhana, dia lebih senang memakai jeans yang dipadukan dengan kemeja ataupun sweater. Se Ryung tidak banyak bicara, dan juga dia gadis yang sedikit tomboy namun sangat penurut. Aku tersenyum kecil, saat sosoknya sudah hilang dibalik pintu, aku segera menancap gas dan pergi dari area rumah itu.

~o0o~

“Kau sudah bicara padanya?”tanya seseorang saat aku baru saja membuka pintu rumahku. Aku menatapnya sekilas, melepas sepatuku dan kemudian berjalan menuju kamarku. “Sehun-ah!”serunya mulai meninggikan suara membuat langkahku berhenti saat itu juga. “Ini hampir satu bulan! Sampai kapan kita harus menunggu, huh? Jangan sampai kau lupakan tujuan utama kenapa aku menyuruhmu mendekati gadis itu”jelasnya, aku masih belum menatapnya.

“Hhh~”aku membuang nafas pelan dan kemudian menatap orang itu, seorang laki-laki bertubuh mungil. Dia kakak sepupuku, Byun Baekhyun. “Araa.. aku sudah bicara padanya, kau tidak perlu khawatir”sahutku sekenanya dan kembali memutar tubuhku menuju pintu kamar.

“Wae?”tanyanya lagi membuatku –lagi-lagi- menghentikan langkah, aku hanya diam ditempat tanpa melihat kearahnya

“Mwoya?”sahutku singkat

“Kenapa baru sekarang kau bicara padanya?”tanyanya terkesan menyelidik, aku hanya diam. “Apa mungkin.. tidak, kau tidak mungkin benar-benar menyukai gadis itu kan?”tambahnya seolah cemas, aku kembali menghadapkan tubuhku padanya, lalu tersenyum tipis tersenyum simpul.

“Hyung.. apa kau pikir aku bisa menyukai gadis itu? Anak dari seseorang yang telah membunuh ayahku?!”

Baekhyun diam sejenak, lalu mengangguk kecil, “Bagus kalau begitu, aku hanya khawatir. Yasudah.. ini sudah malam. Cepat masuk ke kamarmu”titahnya dan berlalu dari hadapanku, aku segera masuk ke dalam kamarku

.

Aku membaringkan tubuhku, menggunakan kedua tanganku sebagai bantalnya. Entahlah.. tiba-tiba pertanyaan Baekhyun hyung tadi berputar-putar dalam kepalaku

“Kau tidak mungkin benar-benar menyukai gadis itu kan?”

Sebenarnya ini semua rencanaku dan Baekhyun hyung. Dia menyuruhku mendekati Se Ryung agar kami bisa menggunakan Se Ryung sebagai umpan untuk balas dendam pada ayah Se Ryung. Karena ayah Se Ryung telah membunuh ayahku, lelaki keparat itu membunuh ayahku didepan mata kepalaku sendiri dan juga Baekhyun hyung. Aku tidak akan pernah melupakan kejadian itu, sungguh! Kau harus membayar semua ini, Han Se Jung!

~o0o~

Aku menunggu Se Ryung didepan kantornya. Di usia semuda itu, sekarang ia menjabat sebagai wakil direktur diperusahaan ayahnya. Memang, kepintaran otaknya tidak bisa dipungkiri lagi.

Tidak lama kemudian Se Ryung datang menghampiri mobilku, ia terlihat masih mengenakan pakaian kerjanya.

“Mianhae.. aku sudah membuatmu menunggu, aku ada rapat mendadak tadi. Kalau begitu kita langsung pergi saja, hm?”ujarnya saat baru saja memasuki mobilku

“Gwenchana.. kau tidak mau mengganti pakaianmu dulu?”tanyaku padanya, Se Ryung hanya menggeleng dan tersenyum padaku.

“Baiklah, kajja!”

“Eum!”

~o0o~

Srrtt!

“Oppa.. kita ada dimana sekarang? Kenapa kau membawaku ke tempat seperti ini?”bingung Se Ryung setibanya kami di tempat tujuan, aku membawa Se Ryung ke daerah kecil dipinggir Seoul, tepatnya kami sekarang berada didepan sebuah gudang gula yang sudah lama tidak terpakai lagi.

“Kita kedalam saja”sahutku dan segera turun dari mobil, Se Ryung pun segera turun dari mobil. Aku mengajaknya masuk ke dalam gudang, ia tampak bingung dan terus memperhatikan sekitarnya.

Sehun’s Pov end

———————–

Author’s Pov

Setibanya didalam gedung, Se Ryung dibuat kaget karena ternyata Baekhyun ada disana dan menyambutnya.

“Annyeong.. Han Se Ryung”salam Baekhyun menunjukkan smirknya

“Nde..”sahut Se Ryung seolah ragu. Kemudian ia menatap Sehun dengan tatapan bingung. Sehun membuang pandangannya dari Se Ryung. Kemudian Baekhyun berjalan mendekati Se Ryung, berdiri tepat dihadapan Se Ryung.

“Bagaimana perasaanmu sekarang?”tanya Baekhyun sembari tersenyum licik pada Se Ryung, Se Ryung hanya menatapnya bingung dan kemudian menunduk. “Kau tidak dengar aku bertanya padamu?!”Baekhyun mulai meninggikan suaranya, ia menarik tangan Se Ryung dan mendorongnya hingga Se Ryung tersungkur dilantai.

“AA’!”ringis Se Ryung lalu berusaha duduk

“Hyung!”Sehun yang merasa kasihan berusaha mencegah Baekhyun agar tidak berbuat kasar pada Se Ryung

“Wae?!”

“Tidak perlu seperti ini hyung”ucapnya hati-hati

“Diam! Sekarang ikat gadis itu!”tunjuk Baekhyun pada Se Ryung yang masih menahan sakitnya karena Baekhyun mendorongnya cukup kuat hingga wajahnya terbentur lantai, dan kini dari sudut bibirnya mengeluarnya darah.

Sehun hanya bisa menuruti perkataan hyung-nya yang mulai tersulut emosi. Sehun segera mengangkat tubuh Se Ryung, ia manarik tubuh Se Ryung paksa dan kemudian mengikatnya dikursi.

Se Ryung meringis kesakitan saat Sehun menarik simpul yang melilit tangan nya, karena tak tega, Sehun mengikatnya tidak terlalu kuat.

Setelah selesai mengikat kedua tangan Se Ryung dibelakang, Sehun menatap sekilas wajah Se Ryung, Se Ryung menatap Sehun tajam. Dan kemudian Sehun berdiri disamping Baekhyun.

Klek!

Baekhyun menarik pelatuk pistolnya dan mengarahkannya tepat di kening Se Ryung.

“Tidak lama lagi ayahmu akan membayar semua yang pernah ia lakukan pada kami. Tidak lama lagi ia akan merasakan.. merasakan bagaimana rasanya melihat saat peluru didalam pistol ini menembus kepala orang yang paling ia sayangi!”mata Baekhyun mulai memerah, tangannya sedikit bergetar seolah menggambarkan bagaimana perasaannya yang sangat terguncang. Se Ryung hanya menatapnya datar. “Kau tahu? Aku sudah menganggap Oh ahjussi sebagai ayahku sendiri, dia yang merawatku sejak kecil saat kedua orangtuaku meninggal..”Baekhyun mengenang sejenak kebaikan lelaki yang ia bicarakan itu. beberapa detik kemudian, ia kembali menunjukkan smirk-nya. “Sebelum ayahmu tiba ditempat ini.. apa kau punya kata-kata terakhir yang ingin kau sampaikan?”tanya Baekhyun menunjukan smirknya, ia masih menodongkan pistol pada Se Ryung.

Se Ryung hanya diam, ia menatap Sehun sekilas. Entahlah, Sehun yang awalnya juga sangat membenci Se Ryung, ia merasa tidak tega melihat keadaan Se Ryung saat ini.

Se Ryung menatap mata Baekhyun serius, kemudian ia tersenyum simpul.

“Tidak ada”ucapnya singkat, Baekhyun semakin marah karena merasa diremehkan.

“Kau—-“

Bugh!

Se Ryung menendang tangan Baekhyun dari bawah hingga membuat pistol yang ada ditangannya melambung keatas. Ia segera melepas ikatan tangannya yang sedari tadi perlahan ia buka.

“Kau..”Baekhyun berusaha mengambil pistolnya yang terjatuh, tapi Se Ryung menendang perut Baekhyun, kemudian Se Ryung memutar tubuhnya dan menggunakan kaki satunya untuk menendang wajah Baekhyun

Bugh!

Tubuh Baekhyun terbentur ke dinding dengan kerasnya. Se Ryung segera mengambil pistolnya dan menodongkannya pada Baekhyun.

“Kau pikir aku sebodoh itu?!”kata Se Ryung menunjukkan smirknya, ia mendekati Baekhyun yang menahan rasa sakit akibat tendangan Se Ryung. Se Ryung berjongkok didepan Baekhyun, kemudian ia mencengkram kerah Baekhyun.

“Aku.. aku adalah Han Se Ryung, sepertinya kau belum benar-benar mengenalku”desis Se Ryung tepat didepan wajah Baekhyun, kemudian Se Ryung meninju pipi Baekhyun hingga membuat Baekhyun hampir kehilangan kesadaran.

Mata Se Ryung kemudian menuju Sehun yang sedari tadi berdiri, ia seolah tak percaya Se Ryung melakukan itu semua.

Klek!

Se Ryung menarik pelatuk pistol itu dan menodongkannya didepan wajah Sehun. Mereka sama-sama berdiri dengan jarak beberapa meter saja.

“Han Se Ryung..”gumam Sehun yang masih bingung

“Waeyo? Kenapa kau terlihat kaget seperti itu.. Oh Sehun-ssi”ketus Se Ryung, Sehun hanya bisa terdiam. “kalian pikir aku tidak tahu semuanya?”Se Ryung mulai meninggikan suaranya, Baekhyun yang masih lemah berusaha menatap Se Ryung yang sedang menodongkan pistolnya ke arah Sehun. “Masalah tentang ayahmu dan ayahku.. aku tahu semuanya!”suara Se Ryung terdengar ketus, matanya mulai memanas. “Asal kau tahu, ayahku tidak akan melakukan semua ini kalau..”kalimat Se Ryung terhenti, ia terlihat marah dan seolah ingin menembak Sehun saat itu juga.

“Ayahku tidak akan memulai semua ini kalau saja.. kalau saja ayahmu tidak membunuh ibuku!”pekiknya

Deg!

Sehun dan Baekhyun terlihat kaget dengan pernyataan Se Ryung barusan.

 

#Flashback On

13 tahun yang lalu..

Se Ryung baru saja turun dari bus sekolah yang mengantar hingga depan rumahnya. Ia terlihat senang dan berlari kecil memasuki halaman rumahnya, namun langkahnya terhenti saat melihat sebuah mobil mewah terparkir didepan rumahnya.

“Eo? Nuguya?”tanyanya bingung, ia segera masuk ke dalam rumah untuk memastikan siapa kira-kira pemilik mobil mewah berwarna hitam mengkilap itu.

“Eomma..”panggil Se Ryung sembari memperhatikan sekitarnya, berharap menemukan sosok yang ia cari. Saat ia memasuki ruang tamu, langkahnya terhenti saat mendengar sesuatu.

“Kheumane!”

“Eomma?”kaget Se Ryung yang sangat mengenali suara ibunya. Se Ryung segera menuju suara itu, tepat didalam kamar orang tuanya. Dengan perasaan takut gadis kecil berusia 7 tahun ini membuka sedikit pintu kamar orang tuanya. Se Ryung hanya bisa menutup mulutnya dengan kedua tangannya, ia langsung menangis saat melihat ibunya sedang disiksa oleh seseorang.

“Dae Hee-ya.. kenapa kau menikah dengannya, eoh? Kenapa kau malah memilihnya dan menolakku! bukannya kau sudah berjanji akan terus bersamaku hingga akhir?!”

Plak! Plak!

Laki-laki paruh baya itu terus memukuli wajah ibu Se Ryung berulang kali.

“Aku tidak bisa menolak permintaan terakhir ayahku sebelum ia meninggal.. hiks”sahut eomma Se Ryung yang menangis dan berusaha melawan laki-laki itu. Laki-laki itu semakin marah, ia mengambil vas bunga yang pecahan kacanya berserakan dilantai. Ia menujukan pecahan vas itu pada ibu Se Ryung, matanya terlihat penuh amarah.

“Kalau kau tidak bisa kumiliki.. maka, Se Jung juga tidak bisa memilikimu!”

“Jebal.. jangan lakukan.. jangaaaann—-!!”

Se Ryung langsung menutup kedua matanya, ia berlari dan bersembunyi dibalik sofa yang tak jauh dari kamar orang tuanya.

“Eomma.. eomma… hiks hiks”ia semakin terisak dengan kedua tangan yang masih membekap mulutnya sendiri. Tidak lama kemudian laki-laki itu keluar dari kamar ibunya. Se Ryung segera berlari untuk melihat keadaan ibunya setelah memastikan bahwa laki-laki itu sudah benar-benar keluar dari kamar orang tuanya.

“EOMMAAA…!!!”pekik Se Ryung dan segera memeluk tubuh ibnya.

“Se..Se Ryung-ah..”rintih Ny. Han yang masih menahan luka-luka diperutnya, tubuhnya berlumuran darah dan bajunya juga terlihat sangat berantakan.

“Eomma.. hiks hiks bertahanlah eomma… hiks”Se Ryung kecil terus menangis sedih. Ny. Han tersenyum lembut, tangannya yang gemetar hebat perlahan menuju wajah Se Ryung, dihapusnya air mata Se Ryung dengan lembut.

“Eomma hiks hiks..”

“Se.. Se—“

Tangan Ny. Han jatuh begitu saja, matanya tertutup rapat, wajahnya terlihat sangat pucat.

“EOMMAAA…!!!”tangis Se Ryung semakin pecah saat itu juga. “Eomma ireona.. jebal ireona eomma.. eommaa..!!”Se Ryung berulang kali memanggil ibunya, namun wanita itu tak juga menjawabnya. Se Ryung terus menangis dan memeluk tubuh ibunya

“Eomma..”tatapannya berubah tajam, kemudian matanya tertuju pada sebuah bingkai foto yang tertempel di dinding kamar orang tuanya. Foto pernikahan orang tuanya, ia teringat ucapan ayahnya beberapa hari yang lalu.

Se Ryung-ah.. ini foto appa dan eomma saat kami menikah. Yang sebelah kanan ini appa, yang ditengah ini eomma, dan yang paling kiri ini adalah sahabat appa.. sahabat karib appa! Orang yang paling appa percayai setelah ibumu”

#Flashback Off

Tanpa sadar Se Ryung mengeluarkan air mata setelah menceritakan itu semua. Sehun hanya terpaku mendengarnya.

“Awalnya aku percaya padamu..”lanjut Se Ryung dengan mata yg masih dibanjiri dengan bulir-bulir air bening, namun tatapannya tetap dingin. “Saat kita baru menjalani hubungan satu minggu, aku tidak sengaja masuk kedalam kamarmu, aku menemukan sebuah bingkai foto keluargamu.. dan juga.. orang itu”tatapan Se Ryung semakin tajam seolah mampu menusuk hati Sehun hingga kini ia merasakan sakit yang teramat sangat.

“Kau…”Se Ryung mendesis pelan, tangannya bergetar. “AAA!!”

“Sehun-ah awas!”

Dor!

Peluru yang Se Ryung tembakan kearah Sehun meleset karena Baekhyun mendorong tubuh Sehun hingga kini mereka terjatuh dilantai yang penuh debu. Mata Se Ryung semakin memanas, ia menatap Sehun dan Baekhyun penuh amarah.

“Jika aku bisa! aku yang akan membunuh ayahmu dengan tanganku sendiri!”teriaknya dengan air mata yang semakin deras. “jika kalian berani menyentuh ayahku sedikit saja.. aku tidak akan membiarkan kalian hidup!”ketus Se Ryung menatap Baekhyun dan Sehun tajam, kemudian Se Ryung bergegas keluar dari gudang itu.

Se Ryung berjalan kasar menuju mobil Sehun, saat mendekati mobil Sehun, ia memperhatikan pistol yang masih ada ditangannya, ia manatap datar pistol itu dan melemparkannya ke tepi jalan.

Se Ryung menutup kasar pintu mobil Sehun, kuncinya juga masih disitu, ia segera menghidupkan mobilnya dan menginjak gasnya kasar, untuk kemudian pergi dari tempat itu.

Se Ryung menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi, tatapannya dingin dan lurus kedepan. Ia mengambil ponsel yang ada disakunya.

Klik.

“Se Ryung-ah waeyo?”

“Appa.. aku sedang menyiapkan makan malam denganmu saat ini”

“Jinja? Woah.. tumben sekali.Ttapi saat ini appa sedang dalam perjalanan, ada yang ingin—“

“Jangan pergi kemana-mana atau aku akan membatalkan semuanya”sela Se Ryung dengan nada manja.

“Se Ryung-ah..“

 

“Appa harus datang, arrachi?!”

“Tapi..”

“Aku akan menutup telfonnya, sampai ketemu”

Klik.

Setelah menutup telfonnya sepihak, Se Ryung melempar kasar ponsel itu di kursi yg ada disebelahnya. Kemudian ia melihat dari kaca yang ada didepannya, ternyata disudut bibirnya masih ada darah. Tatapannya tetap dingin, kemudian ia menepis darah itu dengan ibu jarinya.

“Oh Sehun!”ketusnya dan semakin mempercepat mobilnya

~o0o~

Baekhyun tampak mengurung diri didalam kamarnya. Ia terus mengingat-ingat kejadian tadi sembari membersihkan lebam diwajahnya dengan kapas.

“Han Se Ryung kau..”gumamnya pelan

Sementara itu Sehun juga mengurung diri didalam kamarnya. Pernyataan Se Ryung tadi membuatnya teringat tentang sesuatu.

#Flashback On

13 tahun yang lalu..

“Abeoji.. kita ada dimana?”tanya Sehun yang masih mengenakan baju sekolah saat mobil ayahnya berhenti disebuah rumah berukuran sedang.

“Sehun-ah.. jangan kemana-mana, eoh? Aku akan segera kembali”sahut ayah Sehun dan bergegas turun dari mobil. Sehun hanya menurut pada ayahnya dan terus berdiam diri didalam mobil.

15 menit berlalu. Sehun mulai bosan, ia berniat turun, namun saat ia akan turun seorang gadis kecil masuk kedalam halaman rumah itu. Akhirnya Sehun mengurungkan niatnya untuk turun dan hanya memperhatikan gadis kecil itu dari dalam mobil.

“Yeppeotta..”gumamnya pelan sembari tersenyum senang. Sehun terus memperhatikan gadis kecil itu yang juga tengah menatap bingung mobil ayah Sehun. Kemudian gadis itu -Se Ryung, masuk kedalam rumahnya.

“Ya! kau tidak melihatku?”gumam Sehun terkesan kecewa, lalu ia mengerucutkan bibirnya kesal.

Beberapa menit kemudian ayah Sehun keluar dari dalam rumah itu. Ayah Sehun segera masuk kedalam mobil, ia tampak cemas dan buru-buru.

“Abeoji waeyo? kenapa buru-buru, eoh? Dan juga, kenapa tangan abeoji…”pertanyaan Sehun seolah menggantung saat mendapati ayahnya tengah sibuk mengelap bekas darah dengan tissue.

“Gwenchana.. tadi tidak sengaja abeoji terkena pecahan gelas, jadi seperti ini. Yasudah, sekarang kita akan jemput hyungmu disekolah”

#Flashback Off

“Jadi.. abeoji, kau.. ”Sehun terlihat marah, ia sama sekali tidak menyangka ternyata semua ini bermula dari kejahatan ayahnya sendiri.

Sehun bangkit, ia bergegas ke kamar Baekhyun.

Sehun membuka pintu dengan kasar.

“Ya! wae geure?”sahut Baekhyun terkesan tidak senang

“Hyung.. semua ini gara-gara abeoji.. dia—“

“Kau jangan percaya begitu saja omongan gadis itu!”

“Hyung!”

“Sehun-ah..”Baekhyun beranjak dari duduknya. “apa kau tidak ingat saat orang tua itu membunuh ayahmu? ayah kita? Didepan mata kita? Jangan bilang kalau kau akan mundur sekarang!”tambahnya sembari menatap Sehun kesal

Sehun menunduk perlahan, “Tapi..”

“Diam dan tidurlah.. aku akan membuat rencana yang baru, pergilan ke kamarmu”usir Baekhyun, Sehun hanya diam ditempatnya, menatap sedih lelaki yang selalu memperhatikannya ini. Ia ingin sekali menjadi adik yang berbakti bagi hyung-nya, disisi lain.. ia juga sudah mulai mengerti apa yang sebenarnya terjadi dan siapa yang memulai masalah ini.

“Kha!”ketus Baekhyun, Sehun hanya bisa mengangguk pelan dan dengan langkah lemas ia keluar dari kamar Baekhyun.

“Eotthokaji?”gumamnya pelan

Author’s Pov end~

————————

Se Ryung’s Pov

“Hyaa!”

“Agassi ini aku!”pekik Kim ahjumma saat telapak kakiku berada tepat didepan perutnya.

“Eo? Ahjumma?”sahutku dan segera menurunkan kakiku

“Huufft.. syukurlah.. aku pikir aku akan jadi korban dari tendangan mu itu”ucapnya lega sembari mengelus dadanya, aku hanya tersenyum simpul.

“Agassi.. sudah dulu latihannya, eo? sudah hampir setengah hari agassi mengurung diri dan berlatih diruangan menyeramkan ini”protes ahjumma sembari meletakkan ke lantai nampan berisi minuman yang ia bawa, akupun ikut duduk disampingnya dan meneguk minuman dingin yang ia bawa untukku.

“Waeyo? apa agassi akan bertanding? Ayolah.. tanpa latihanpun, agassi pasti akan menang.. mereka buktinya”ahjumma menunjuk piala-piala serta piagam yang tersusun rapi disebuah lemari besar yang ada diruangan yang cukup luas ini. Ruangan bercat serba putih dengan kaca besar yang ada dibeberapa sisi.

Ruangan pribadiku untuk latihan bela diri. Memang, aku cukup mahir dalam bidang bela diri, aku sudah menjuarai beberapa pertandingan saat aku masih sekolah.

Aku menghembuskan nafas panjang, “Ahjumma, sebenarnya aku berlatih seperti ini bukan karena ingin menang atau mendapatkan piala-piala itu”jelasku tanpa memandang wanita yang sudah merawatku sejak eomma tidak ada lagi didunia ini

“Jadi?”

“Jadi.. apa… aku harus menceritakannya padamu?”sahutku lagi tanpa menatapnya

“Ya! agassi..”

Aku menatapnya sekilas, lalu tersenyum tipis, “Keluarlah.. aku akan berlatih lagi”

“Ayolah beri tahu aku alasannya..”mohonnya padaku

“Khaa.. atau aku akan menendangmu”ancamku, sontak Kim ahjumma langsung berlari keluar dari ruangan ini. Aku hanya tertawa kecil melihatnya.

Aku masih terduduk dilantai, di ruangan yang cukup luas ini. Menyandarkan punggungku didinding ruangan ini.

Dulu saat eomma masih hidup, cita-citaku adalah menjadi pianis terkenal dan bisa berkeliling keseluruh dunia. Seperti eomma, dia juga pianis handal. Namun semuanya berubah saat eomma pergi, karena lelaki itu.. lelaki jahat itu!

Sejak saat itu, appa menyuruhku menghapus semua impianku. Appa mendidikku dengan keras, bahkan appa juga yang menyuruhku untuk latihan bela diri sepanjang hari.

“Se Ryung-ah.. kau harus menjadi anak yang kuat! Kau tidak boleh lemah.. appa akan melakukan semuanya untukmu. Dan ingat! Didunia ini kau hanya boleh percaya pada appa! Selain itu kau tidak boleh percaya pada mereka! Karena kau tidak akan tau, terkadang orang yang kau percayai akan menyakitimu dari belakang. Arrasseo! Kau harus bisa menjaga dirimu sendiri.. karena sebenarnya banyak musuh yang ada disekitarmu, kau harus selalu waspada!”

Saat itu aku hanya bisa menangis dan meng’iya’kan semua kemauan appa. Bukan kali ini saja, sebelum aku mengenal Sehun dan Baekhyun, appa pernah bercerita padaku, kalau anak-anak dari tuan Oh, berniat membalas dendam ingin membunuh appa, saat itu mereka gagal melakukan rencananya.

Sampai saatnya aku bertemu dengan seorang Oh Sehun.. sebelumnya tidak ada namja yang mau mendekatiku, mungkin karena aku terlalu tertutup. Tapi Sehun.. dia berbeda.. entah kenapa aku bisa percaya padanya, aku menyukainya! Ini untuk pertama kalinya dalam hidupku, aku menyukai lawan jenisku.

Tapi semuanya berubah saat aku tahu ternyata Sehun adalah anak dari namja bejat itu. Dan aku semakin membencinya saat jaksa Choi mengatakan padaku.. ternyata Sehun dan hyung nya yang dulu pernah mencoba membunuh appa. Aku mulai mengerti, ternyata dugaanku benar, Sehun mendekatiku hanya untuk menjadikanku umpan. Satu alasan kenapa aku masih terus berada disampingnya walau aku tahu Sehun dan hyungnya akan melakukan ini.

Karena.. aku kesepian.

Namun aku merasa tidak kesepian saat aku berada didekat Sehun. Tapi tetap saja.. dia sama brengseknya dengan lelaki itu, ayahnya!

“AAARRGGH!”

Prang!

Tanpa sadar aku melemparkan gelas minumanku kedinding.

“Neo.. jeongmal saekiya (brengsek)! jeongmal saekiya neoneun!”teriakku dan kurasakan air bening itu kembali mengalir di kedua pipiku.

Aku terduduk lemas, “Eomma… eomma.. hiks”aku menyembunyikan wajahku diatas kedua lututku.

Se Ryung’s Pov end

————————–

Author’s Pov

3 days later

Waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam.

“Han sajangnim”panggil seseorang yang memasuki ruang Se Ryung

“Nde”sahut Se Ryung tanpa menatap orang yang datang itu, Se Ryung masih sibuk berkutat dengan pekerjaannya

“Ini sudah malam, sebaiknya anda pulang”pinta jaksa pribadi tuan Han, jaksa bertubuh tegap yang bernama lengkap Choi Siwon.

“Sebentar lagi.. kau tahukan, ayahku sudah sangat tua untuk mengerjakan pekerjaan seperti ini”sahut Se Ryung santai dan masih berkutat dengan pena dan kertas-kertas diatas mejanya.

“Kheunde sajangnim..”

“Khaa..”ujar Se Ryung sembari melayangkan tatapan datar pada jaksa Choi.

“Sajangnim..”

Se Ryung menghempaskan kasar bulpoinnya diatas meja, “Telingamu sedang tersumbat atau apa? Kau tidak mendengarku?”cetus Se Ryung. Jaksa Choi yang sempat kaget hanya mengangguk karena sudah paham dengan sikap dingin Se Ryung. Lalu ia pergi dari ruangan gadis itu.

“Ck! Payah!”desis Se Ryung. Ia kembali berkutat dengan pekerjaannya.

15 menit kemudian..

Drrrrtt

Ponsel Se Ryung tampak bergetar menandakan ada panggilan masuk. Ia pun segera mengangkatnya.

“Nde..”

“Agassi.. eo..thokheyo..”

Deg.

“Ahjumma wae geure?”panik Se Ryung dan langsung beranjak dari duduknya

“Agassi.. sajangnim.. sajangnim..”

“Appa? Waeyo? Wae?!”

~o0o~

Se Ryung mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh.

“Agassi.. tadi ada dua orang kesini membawa senjata, mereka membawa paksa sajangnim dan.. dan mereka melukai beberapa penjaga rumah.. eotthokeyo?”

“Byun Baekhyun.. Oh Sehun..”geram Se Ryung dan semakin melajukan mobilnya, ia yakin kalau mobil Sehun dan hyungnya masih berada disekitar Seoul.

Saat sedang fokus mengendarai, tiba-tiba mobil jaksa Choi sudah ada disebelah mobil Se Ryung. Se Ryung yang melihat itu mobil jaksa Choi langsung melajukan mobilnya dan kemudian menghalangi jalan mobil jaksa Choi.

Srrrtt..!!!

Gesekan ban dan aspal kedua mobil terdengar sangat menyakitkan ditelinga.

“Omo!”kaget jaksa Choi setelah berhasil menghentikan mobilnya. Se Ryung segera keluar dari mobilnya, ia membanting pintu dengan keras. Setelah itu ia menuju mobil jaksa Choi dan menggedornya dari luar.

“A..gassi..”kata jaksa Choi gugup setelah keluar dari mobil

“Apa yang kau lakukan?!”bentak Se Ryung menatapnya kesal

“Agassi.. aku juga ingin mengejar mereka dan menyelamatkan Han sajangnim!”sahut jaksa Choi mantab.

“Khaa..!”

“Agassi..”

“Kharaguu.. kau tidak lihat dirumah sedang kacau? Beberapa penjaga terluka, pulanglah dan bawa mereka ke rumah sakit!”jelas Se Ryung dan bergegas ke mobilnya

“Agassi!”seru jaksa Choi penuh harapan pada Se Ryung. Se Ryung menghentikan langkahnya, menatap malas lelaki tinggi itu.

“Choi Siwon-ssi!!”tegas Se Ryung menatapnya serius

“Ah.. algeusumnida..”angguk jaksa Choi dan segera masuk kedalam mobilnya.

.

Se Ryung kembali melajukan mobilnya. Ia melacak keberadaan Sehun dengan smart phone nya, karena ia masih menyimpan nomor lelaki itu.

“Ketemu!”

Ternyata Sehun dan hyungnya tidak jauh dari Se Ryung berada sekarang. Mobil mereka menuju ke Busan. setelah melewati batas kota Seoul, Se Ryung melihat mobil Sehun ada didepannya. Ia semakin melajukan mobilnya, “Kalian tidak akan bisa lepas dariku”

Se Ryung sudah berhasil mensejajarkan mobilnya dengan mobil Sehun. Baekhyun terlihat menyetir mobil itu, sedangkan Sehun berada dibelakang bersama tuan Han yang tangannya terikat dengan mulut tertutup plaster.

“Appa!”cemas Se Ryung

“Eumh! Eumph!”tuan Han berusaha memanggil Se Ryung

“Aku tidak akan membiarkan kalian pergi membawanya!”cetus Se Ryung mantap. Ia menyenggolkan mobilnya pada mobil Baekhyun, selama beberapa waktu mobil mereka saling bersenggolan dan menimbulkan suara decitan yang menyakitan telinga akibat gesekatan atau benturan antara badan mobil.

“Ah!”pekik Se Ryung saat Baekhyun menyenggol mobilnya hingga menabrak pembatas jalan.

Ssrrtt!!

Mobil Se Ryung berhenti saat itu juga. “Sial!”desisnya kesal. Kemudian ia kembali mengejar mobil Baekhyun.

“Aku tidak ingin berurusan denganmu Han Se Ryung, aku hanya akan menyelesaikan semua ini secepatnya!”cetus Baekhyun yang terus fokus pada setirnya. Baekhyun bisa melihat lewat kaca depan kini mobil Se Ryung kembali melaju dengan kecepatan penuh. Hingga beberapa detik kemudian, mobil Se Ryung berhasil mendahului mobil Baekhyun.

Srrrttt..!!

“Se Ryung-ah!”panik Sehun saat Se Ryung melintangkan mobilnya didepan

“Kau pikir aku akan berhenti begitu saja?”gumam Baekhyun menunjukan smirknya. Didepan sana Se Ryung menatap tajam ke arah Baekhyun

“Hyung! hentikan mobilnya, palli!”pinta Sehun, namun Baekhyun malah melajukan mobilnya

“Ya! hyung!”

Dan..

BRAAKKS!!!

Tabrakan kedua mobil tidak bisa dihindari. Mobil Se Ryung terhempas dan terguling hingga ditepi jalan. Sedangkan bagian depan mobil Baekhyun terlihat remuk.

“Hah hah!”Sehun berusaha mengatur nafasnya, begitu juga Baekhyun. Ia tidak menyangka kalau Se Ryung benar-benar tidak mau minggir dari jalannya.

“Gadis itu..”desis Baekhyun dan menatap serius mobil Se Ryung yang hancur

“Eumh.. eumh..”tuan Han berusaha memanggil putrinya

Dibalik mobilnya yang hancur dan mengeluarkan asap, Se Ryung masih hidup. Ia berusaha bangkit. “Ahh…”rintihnya dan berusaha keluar dari mobilnya yang terbalik, perlahan ia mulai keluar dari mobilnya. Tubuhnya penuh luka dan darah. Se Ryung berusaha berdiri. Wajahnya terdapat goresan-goresan luka akibat terkena pecahan kaca. Kemudian ia melepas jas kerjanya hingga kini ia hanya mengenakan kemeja putihnya yang sudah sangat kotor.

Dengan sisa tenaganya yang ia miliki, ia berjalan menghampiri mobil Baekhyun.

Dan setibanya disana.. Se Ryung langsung menendang kaca pintu mobil Baekhyun. Penghuni mobil itu melindungi wajah mereka dengan kedua tangan, kecuali tuan Han yang memang tangannya masih terikat.

“Kau benar-benar!”geram Baekhyun dan segera keluar dari mobilnya. Setelah keluar, Baekhyun berjalan menghampiri Se Ryung yang terlihat masih mengatur nafas.

“Ya! Han Se Ryung, aku tidak mau berurusan lagi denganmu, jadi minggirlah dari jalanku sebelum semuanya bertambah buruk”gertak Baekhyun

Se Ryung menatapnya penuh kebencian. Dan..

Bugh!

Sebuah tinjuan cukup keras mendarat tepat di pipi kiri Baekhyun. Baekhyun tampak kesakitan. Sejenak ia mengelus pipinya dan menatap sinis kearah Se Ryung.

“Kau..”

Plak!

Baekhyun menampar pipi Se Ryung yang penuh luka cukup keras hingga membuatnya tersungkur ke permukaan jalan. Se Ryung tidak tinggal diam, dia menyepak pergelangan kaki Baekhyun hingga membuat Baekhyun terjatuh.

“Argh..!”

“Sudah kuperingatkan padamu, jangan berani sentuh ayahku atau aku akan menghabisimu!”desisnya geram. Baekhyun hanya melayangkan tatapan tajam kearahnya. Ia berusaha berdiri.

“Hyaa!”kali ini Se Ryung menendang perut Baekhyun.

Baekhyun meringis sejenak, ia berusaha bangkit. Begitu juga Se Ryung. Saat mereka sama-sama berdiri dan saling berhadapan. Baekhyun langsung menendang perut Se Ryung hingga gadis itu mundur beberapa langkah.

“Sebenarnya aku tidak ingin menyakiti seorang gadis, tapi.. kau yang memaksaku”

“Kurang ajar!”desis Se Ryung. Ia berlari kearah Baekhyun, tangannya terulur menuju wajah Baekhyun. Baekhyun berhasil menangkisnya, tapi kaki Se Ryung langsung mengunci gerakan kaki Baekhyun hingga Baekhyun terlentang di permukaan jalan.

“Argh! Kau..”

Se Ryung baru saja akan menghampiri ayahnya, tapi Baekhyun menahan pergelangan kaki Se Ryung dengan tangannya, hingga Se Ryung kini jatuh tengkurap di aspal.

“Akh!”tubuh Se Ryung benar-benar terasa remuk.

Ia berusaha bangkit, tapi Baekhyun menarik kerah belakang kemejanya, menarik paksa tubuh Se Ryung untuk berdiri.

“Kau yang memaksaku melakukan ini…”desis Baekhyun tepat didepan wajah Se Ryung. Lalu Baekhyun mendorong tubuh Se Ryung kearah mobil gadis itu.

Bugh!

“Argh!”Tubuh Se Ryung menghantam cukup keras dengan badan mobilnya. Lalu mental dan kini tubuhnya tengkurap di aspal.

“Bukannya sudah kuperingatkan padamu!” Baekhyun memperingatkan

“Ahh..” Se Ryung hanya merintih, badannya yang penuh luka membuatnya susah untuk bangkit.

Baekhyun berjalan mendekati Se Ryung yang tak berdaya, masih berusaha untuk bangkit. Baekhyun mengangkat kakinya berniat menghabisi Se Ryung.

Bugh!

Sehun datang dan meninju wajah hyung nya.

Baekhyun terhuyung, “Ya!”amuk Baekhyun pada Sehun

“Hyung! kheumane! kau berjanji padaku tidak akan menyakitinya!”

Baekhyun diam sejenak, menatap tajam kearah Sehun, “Ya! apa kau benar-benar menyukai gadis ini?!”

Sehun menghembuskan nafas kasar, “Ini bukan masalah suka atau tidak!”

“Oh, sekarang kau berani melawanku?!”

Bugh!

Sekarang Baekhyun yang meninju wajah Sehun. Kemudian mereka saling membalas pukulan.

Tuan Han berusaha mengambil ponsel Sehun yang terjatuh di kursi sebelahnya. Dengan tangan terikat ia berusaha mengambil ponsel itu. Dan akhirnya dia benar-benar mendapatkan ponsel Sehun. Ia berusaha melepas plaster dimulutnya dan segera menekan beberapa nomor..

Klik.

“Yeoboseyo.. kantor polisi!”

“……….”

Disisi lain Se Ryung berusaha menjauh dari Sehun dan Baekhyun. Dengan susah payah ia berdiri, ia berniat membukakan pintu untuk ayahnya yang ada diseberang trotoar.

“Ahh..”Se Ryung berusaha menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya.

Namun saat ditengah-tengah jalan, sebuah mobil melaju dari arah Seoul menuju Busan.

Sehun yang melihat itu segera menghentikan aktivitasnya -berkelahi dengan Baekhyun.

“Se Ryung-ah!”pekiknya.

Se Ryung menoleh kearah mobil yang semakin mendekat dari sisinya.

“A….”

Tiiitttt..!!!

  

BRAAKKS..!!

“Ya Tuhan! apa yang aku tabrak tadi?!”panik pengemudi yang tadinya mengantuk setelah sadar ia telah menabrak sesuatu. “Eo..tthokeyo..?!”cemasnya dan segera turun dari mobilnya

“Se Ryung-ah!!”Sehun mendorong tubuh Baekhyun dan segera berlari kearah Se Ryung. “Se Ryung-ah.. Se Ryung-ah, buka matamu!”cemasnya sembari menggoyang-goyang tubuh Se Ryung

“Se Ryung-ah!”tuan Han yang masih terkunci didalam mobil hanya bisa berteriak dari dalam sana

“Aigoo.. apa yang terjadi disini? Kenapa terlihat kacau seperti ini..”panik namja bertubuh gendut itu saat melihat sekitarnya

“Ya! Se Ryung-ah! kau mendengarku, eoh? Cepat jawab aku?!”Sehun masih berusaha membangunkan Se Ryung, menggoyang-goyang pipi gadis itu, namun tidak ada jawaban dari Se Ryung, tubuhnya penuh luka dan darah segar terus mengalir.

Tiba-tiba semua orang yang disana dikejutkan dengan suara sirine mobil polisi.

“Polisi?! Eo..otthoke!”panik lelaki gendut yang menabrak Se Ryung.

Sehun memperhatikan tiga mobil polisi yang semakin mendekat kearahnya. Kemudian dengan sigap ia menggendong tubuh Se Ryung ala bridal dan memasukkannya kedalam mobil lelaki gendut itu.

“Ya! apa yang kau lakukan?! Itu mobilku?!”

Bugh!

Sehun meninju wajah lelaki gendut itu hingga membuatnya langsung terjatuh. Sehun segera duduk di posisi stir.

“Hyung! Cepat!”panggilnya pada Baekhyun. Baekhyun pun segera masuk kedalam mobil itu, dan Sehun segera melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh.

“Se Ryung-ah! Se Ryung-ah!”seru Tuan Han dari dalam mobil. Saat polisi mendekat, mobil yang dibawa Sehun semakin menjauh dari pandangannya. “Se Ryung-ah..”

.

Akhirnya Sehun bisa lolos dari kejaran polisi. Mobilnya sudah memasuki kawasan Busan.

“Kenapa kau membawa gadis ini bersama kita?”ketus Baekhyun, Sehun hanya diam dan terus fokus pada setirnya. “Hhh!”Baekhyun hanya membuang nafas kesal karena tidak dipedulikan oleh lelaki yang ia anggap sebagai adik kandungnya ini.

~o0o~

Sehun menghentikan mobilnya disebuah pemukiman yang cukup padat. Ia segera turun dan menggendong Se Ryung yang belum juga sadarkan diri.

“Sehun-ah.. kau tidak akan membawa gadis ini ke rumah kita kan?”cegah Baekhyun menahan tangan Sehun

“Kau tidak lihat dia sedang sekarat?!”Sehun menepis tangan Baekhyun kasar. “Kalau kau tidak suka sebaiknya pergi saja! Aku akan menyelamatkannya!”ujar Sehun mantap dan menggendong Se Ryung menaiki jalan setapak menuju gang sempit. Baekhyun hanya menatap lekat Sehun yang mulai menjauh dari pandangannya. “Oh Sehun..”gumamnya pelan. Beberapa detik kemudian ia segera masuk ke dalam mobil dan membawa pergi mobil itu.

“Se Ryung-ah.. bertahanlah..”lirih Sehun dan terus menaiki setiap anak tangga jalan setapak itu. “Kmohon.. bertahanlah…”

–TBC–

RCL Juseyo🙂

8 thoughts on “The Deep Revenge [1/2]

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s