What The Doll is Yours? (Chapter 2)

what this doll is yours

Author: Mingi Kumiko

Main Cast:

  • Oh Sehun
  • Shin Ki Yeon
  • Kim Jong In
  • Kim Seol Hyun

Genre: Romance, school life, friendship

Rating: PG-15

Length: Twoshot

Summary:

Oh Sehun adalah siswa yang sangat tenar di SMA Renaissance karena ketampanannya yang membuat ia digandrungi oleh hampir seluruh siswi di SMAnya.

Keadaan itu membuat Sehun sangat sulit mendapatkan pacar yang benar-benar tulus mencintainya. Suatu hari, atas bantuan sahabatnya, Sehun pun mendapatkan cara untuk mencari gadis yang ia dambakan selama ini.

Cara apakah yang akan Sehun gunakan untuk mendapatkan pacar?

Dan mampukah Sehun mendapatkan pacar dengan strategi yang telah ia persiapkan itu?

.

.

Hari ini, tak seperti biasanya Kiyeon datang lebih siang ke sekolah. Pelukan hangat Sehun benar-benar tak bisa ia lupakan dan membuat tidurnya tak nyenyak semalam. Dan alhasil, Kiyeon bangun kesiangan tadi pagi.

Ia menduduki meja di pojok belakang. Tiba-tiba seluruh siswi menolehkan wajah sarkatis padanya. Kiyeon yang merasa dipandangi seperti itu pun kebingungan dan langsung menunduk.

BRAK!

Seseorang mendobrak mejanya keras sekali dan membuat Kiyeon mendongak.

“Masa iya yang seperti ini mampu menarik hati seorang Oh Sehun?” ternyata itu adalah Hyemi, kakak kelas yang selalu menganggapnya musuh. Kiyeon pun terdiam, mencoba mengingat pesan Yoon sonsaengnim.

Amarah dan kebencian hanya akan merugikan dirimu sendiri.

Amarah dan kebencian hanya akan merugikan dirimu sendiri.

Kalimat itu terus-menerus ia ulangi di benaknya, mencoba mengendalikan amarah agar urusannya dengan Hyemi tak berbuntut panjang.

“Kenapa kau hanya diam, gadis jalang?” ucap Hyemi lagi.

“Aku bukan gadis jalang!” Kiyeon tak terima dan langsung menyangkal. Ia pun segera menyandang tas dan lari menghindari Hyemi. Itu lah satu-satunya cara agar ia tetap bisa menguasai diri.

Ia berlari tunggang langgang, menghindar sejauh-jauhnya dari kelas XI-H yang berbahaya untuknya. Namun tiba-tiba langkahnya terhenti ketika ia mulai sadar kalau tempat di mana ia berdiri sekarang dekat dengan kelas Sehun. Ia pun berbalik dan mencoba lari ke arah yang lain.

Mendadak saja ada yang menghentikan langkah Kiyeon dengan menghadang jalannya. Dia adalah Kai.

“Kenapa nafasmu tersenggal-senggal begitu?” tanya Kai.

“Tidak apa-apa, sunbae. Permisi!” Kiyeon mencoba menutupi apa yang sebenarnya terjadi dan bergegas lari, namun tangannya terlebih dahulu dicengkram Kai.

“Ceritakan padaku!” paksanya.

“Tapi aku tidak kenal dengan sunbae…”

“Tapi Sehun mengenalmu!”

“Ini tidak ada urusannya dengan Sehun sunbae, aku benar-benar harus pergi. Permisi.”

Kai pun menatap punggung Kiyeon yang makin jauh dengan keheranan. Pantas saja Sehun sering mengeluh tentang kesulitannya mendekati Kiyeon, ternyata incaran sahabatnya itu benar-benar tidak bisa bersosialisasi. Tapi ya sudahlah, memang bukan urusannya kalau pun Kiyeon berlari sampai ke sini untuk mencari Sehun atau tidak.

Bel masuk berdentang nyaring, Kiyeon pun langsung terkesiap dan bingung harus bagaimana. Tetap di sini dan tak ikut jam pelajaran pertama, atau kembali ke kelas, tapi takutnya Hyemi masih ada di kelasnya dan belum kembali.

Masa bodoh, seberharga apa aku untuknya sampai dia rela tak ikut jam pelajaran pertama demi menunggu aku kembali?

Dan akhirnya Kiyeon pun memutuskan untuk kembali ke kelas.

***

Di ruang kamarnya, Kiyeon tengah tengkurap, mengangkat kakinya ke atas, dan menumpukan dagu di tangan. Itulah posisi paling nyaman untuknya ketika sedang membaca sebuah manga yang baru saja ia beli.

Tiba-tiba handphone yang diletakkan di sebelah kanan sikunya itu pun berdering panjang, pertanda ada panggilan masuk. Ia lihat siapa yang menelponnya. Sehun?

“Halo, sunbae?”

“Hai, apa kau sibuk?”

“Tidak. Memangnya kenapa?”

“Mau tidak, jalan denganku?”

DEG!

Kiyeon tertegun dan diam sejenak tatkala mendengar Sehun yang mengajaknya jalan.

“Kiyeon? Hmmm, kau tidak mau ya?”

Eoh? Ya, ya, aku mau sunbae, aku mau!”

“Baiklah, bersiap-siaplah, sebentar lagi kujemput.”

“I… Iya, sunbae…”

Kiyeon pun menutup ponselnya dan segera beranjak dari kasur untuk berganti baju.

“Kiyeonie, ada seorang teman yang mencarimu.” Terdengar suara ibunya yang memberitahu dari luar pintu.

“Siapa, bu?” tanya Kiyeon.

“Dia laki-laki, tinggi, dan sangat tampan. Pacarmu ya?”

“Eh? Bukan! Bukan! Suruh tunggu sebentar ya!”

“Iya…”

Aduh, cepat sekali sih datangnya? Aku kan belum memilih baju! Panik Kiyeon. Ia pun kembali mengotak-atik lemari tanpa membiarkan pakaian berserakan ke mana-mana. Akhirnya daripada terlalu lama, ia memilih menggunakan kaos oblong dan hot pants saja. Ini kan bukan kencan, jadi untuk dia berdandan dengan istimewa?

“Maaf menunggu lama, sunbae…” ucapnya pada Sehun yang bersandar di bingkai pintu sambil melipat tangan dan memunggunginya. Sehun pun sontak berbalik dan menatap Kiyeon. Ia terkejut dengan apa yang saat ini dilihatnya. Gadis berpenampilan tomboy, namun sangat keren dan sexy.

“Kau keren sekali?” gumam Sehun.

Sunbae bilang apa? Aku keren?”

“Iya, biasanya kan remaja sepertimu suka pakai sepatu hak tinggi atau wedges, tapi kau malah pakai sneakers.”

“Oh ini? Hehehe, aku tidak biasa pakai yang seperti itu. Ya sudah, jadi jalan?”

“Jadi, kok!”

“Sebentar ya, aku pamit ibuku dulu.”

.

.

Sehun membonceng Kiyeon dengan motor sport-nya dan mengendara dengan kecepatan sedang. Terlihat jelas kecanggungan Kiyeon, buktinya ia sama sekali tak memegang pinggang Sehun dan memilih memegang pahanya sendiri.

Sedari tadi ia sibuk berkutat dengan pikiran dan dugaannya sendiri. Kira-kira akan ke mana Sehun mengajaknya, ia masih belum tahu. Kalau ia bertanya, takutnya tidak akan jadi kejutan. Baiklah, sepertinya lebih baik diam saja.

Sehun pun memberhentikan laju dan memarkirkan motornya di depan sebuah kafe.

“Kita mau ke sini, sunbae?” tanya Kiyeon.

“Iya. Ayo masuk!” ajak Sehun dan mencoba merangkul Kiyeon, tapi dengan cepat ia menyergah Sehun melakukan itu.

“Maaf kalau aku berlebihan.” Ucap Sehun merasa tak enak.

“Tidak apa-apa kok!”

Mereka pun menduduki kursi untuk pengunjung dan mulai memilih menu apa yang akan dipesan.

“Tidak ada yang bisa membuatku kenyang ya?” celetuk Kiyeon sambil membolak-balikkan daftar menu.

“Kau pesan double saja biar kenyang.” Kata Sehun.

“Ah, tidak, tidak… Ya sudah, aku mau pasta dan jus tomat saja.”

“Pilihan menu yang unik, boleh juga! Pasta dan jus tomatnya 2 ya!”

Sembari menunggu makanan yang dipesan datang, Sehun pun mencoba membuka pembicaraan dengan Kiyeon.

“Kiyeon-ah, kau suka nonton tidak?” tanya Sehun.

“Kalau film tidak terlalu suka.”

“Lalu, apa?”

“Aku suka dorama sih…”

“Apa alasannya?”

“Selain tidak mainstream di sini, alurnya juga seru. Kalau adegan berkelahi ya benar-benar berkelahi hingga darahnya bercucuran kemana-mana seperti keringat. Keren lah pokoknya!”

“Jangan-jangan kau bisa menghantam Soojin sampai darah muncrat dari mulutnya itu karena kebanyakan nonton dorama ya?”

“Bisa dibilang begitu lah, hehehe…”

“Kalau musik?”

“Aku masih suka yang di dalam negeri kok, aku juga sering update lagu-lagu terbaru dari banyak boyband. Kalau sunbae?”

“Tidak, aku kurang update masalah musik. Aku itu orangnya jarang menyukai sesuatu, tapi kalau sudah suka aku tidak akan bosan. Contohnya kau.”

Sunbae apa-apaan, sih?!”

“Sudahlah, lupakan saja. Hmmm, sebentar ya aku ada urusan. Kau tunggu di sini, aku akan kembali.”

“Mau ke mana?”

“Sudahlah… duduk yang manis, oke?”

Kiyeon pun menurut saja, ia yakin Sehun akan kembali karena ia meninggalkan ponselnya di meja.

“Lagu ini kupersembahkan untuk gadis berkaos hijau di meja nomor 14.”

Kiyeon pun merasa gadis yang dimaksud adalah dirinya, ia segera mengerling ke segala arah, mencari sumber suara itu berasal. Ia pun kini mendapati Sehun yang telah duduk di kursi atas panggung sambil membawa gitar.

If I get you

Although I have to transact with the devil, I’ll do it

What do you want?

Do you want my lips?

Or do you want my body?

What is your target?

I want to always master the love

Beautiful Doberman playing with necklace tied around the neck

I’m gonna tame the wild eyes

Everything is mine, everything is mine, everything is mine

You are completely…

Everything is mine, everything is mine, everything is mine

Hear what I say!

Lay down! Lay down!

Para penonton pun dibuatnya terkejut, termasuk Kiyeon. Jika lirik itu ditelaah benar-benar, maka maknanya akan menjadi sangat seram dan dalam. Kiyeon jadi gemetar sendiri.

Pesanan pun datang, si pelayan meletakkan makanannya di meja.

“Nona, yang barusan menyanyi itu pacarnya ya? Seram sekali lagunya?” celetuk si pelayan. “Ah~ itu kan cuma lagu. Jangan terlalu dibuat pusing…” balas Kiyeon.

Widdih, bro… ekstrim sekali yang kau nyanyikan itu? Bahkan aku tak pernah dengar lagu itu sebelumnya, keren!” oceh penyanyi asli kafe itu yang gitarnya dipinjam oleh Sehun. “Ini hanya musikalisasi.” Jawab Sehun. Setelah itu, ia pun segera kembali ke meja nomor 14.

Sunbae gila ya?” tanya Kiyeon polos.

“Bagaimana, aku keren apa tidak?” balas Sehun.

Sunbae horor, sesat!”

“Hehehe, ya sudah, makan saja dulu. Bertengkarnya nanti. Selamat makan!!!”

***

Papan berita tengah ramai dipadati oleh siswa-siswa yang berkerumun untuk membaca selebaran mengenai pesta perayaan ulang tahun sekolah.

“Wah, temanya unik sekali, tidak seperti perayaan tahun lalu!”

“Kalau temanya ‘Dunia Anak-Anak’ itu artinya tidak perlu bawa pasangan dan harus berdandan seimut mungkin. Asiiikk!”

.

.

“Sudah dengar tentang tema perayaan ulang tahun sekolah kita belum?” celetuk Kai.

“Sudah, temanya aneh sekali!” sahut Seolhyun sambil melipat tangan pertanda sebal.

“Memangnya apa sampai Seolhyun bilang aneh?” timpal Sehun yang masih belum tahu.

“Temanya Masa Kanak-Kanak atau apa lah itu…” jawab Kai.

“Yah, nggak ada romatis-romantisnya dong?!”

“Maka dari itu, aku jadi malas datang!”

“Sudahlah, gratis juga, rugi kalau tidak datang…”

“Ini bisa jadi waktu yang pas untukku menembak Kiyeon, oh yeah!”

Cieee… berjuang Sehn-ah! Kuyakin dia akan menerimamu!”

Di sisi lain…

Kiyeon berjalan menunduk dengan wajah yang muram. Melihat papan pengumuman tentang pesta perayaan ulang tahun sekolah membuatnya ia ingin sekali datang. Tapi kalau ia datang, pasti ia tak punya seseorang untuk diajak ngobrol. Image-nya masih sangat buruk di sekolah.

“Kiyeon-ah, kebetulan sekali aku bertemu denganmu di sini.” Kata Hyemi ketika ia dapati Kiyeon yang melintas di depannya.

Sunbae-nim… Tolong, jangan marah-marah lagi untuk saat ini,” pinta Kiyeon dengan nada suara ketakutan.

“Tidak, tidak… Lupakan saja yang itu. Aku ingin memberi tawaran menarik sekarang.”

“Tawaran menarik? Apa itu?” bingung Kiyeon.

“Kau pasti ingin sekali kan datang ke pesta ulang tahun sekolah?”

“Iya, aku ingin. Tapi pasti kedatanganku tak akan disenangi oleh murid lainnya.”

“Nah, aku bisa membuatmu datang dan menikmati pesta juga. Selain itu kau juga akan menerima honor dari sekolah.”

“Apa? Bagaimana caranya, sunbae?”

“Mudah kok, kau tinggal datang 2 jam sebelum acara dimulai.”

“Maaf sunbae, kalau boleh aku tahu, tugasku apa ya?”

“Hmmm, berhubung tema yang ditentukan kali ini itu berhubungan dengan anak-anak, kami selaku panitia butuh orang-orang berkostum badut untuk memeriahkan acara.”

“Badut? Jadi aku aku harus memerahkan hidung dan menggembulkan perut, begitu?”

“Oh~ tidak, tidak, kau akan kuberikan kostum mickey mouse, ya, mickey mouse!”

“Baiklah, sunbae…”

“Oke, besok kutunggu!”

Saat hendak melanjutkan langkahnya ke kelas, lagi-lagi Kiyeon mendapati seseorang menghadangnya. Ia pun mendongak dan ia lihat Sehun telah ada di hadapannya.

“Hai, Kiyeon!” sapa Sehun sambil tersenyum.

“Iya, sunbae…”

“Oh iya, besok, mau tidak pergi ke pesta denganku?”

DEG!

Oh Sehun, pria paling tenar se-SMA Renaissance mengajaknya pergi ke pesta bersama? Tapi Hyemi sudah terlebih dulu memintanya untuk menjadi badut di pesta besok. Apa boleh buat, yang lebih dulu mengajak harus diutamakan.

“Maaf sunbae, aku sibuk besok.” Ujar Kiyeon yang agak malu untuk mengakui kalau ia akan menjadi badut di pesta nanti.

“Sibuk? Maksudnya, kau tidak datang, begitu?” tanya Sehun.

“Iya. Ya sudah, aku permisi dulu mau ke kelas.” Kiyeon segera berlalu dan meninggalkannya. Sehun segera berbalik dan menatap nanar punggung Kiyeon yang mulai menjauh. Ia mendengus kesal dan mendesiskan serapah. Gagal sudah rencananya esok untuk menjadikan Kiyeon pacarnya.

***

Acara perayaan ulang tahun SMA Renaissance pun telah dibuka. Satu per satu murid dengan penampilan terbaiknya datang dan memasuki aula.

“Wah, ada badutnya juga. Lucu sekali!” para pengunjung pun antusias dan sibuk berfoto dengan badut-badut itu. Ada yang berkostum Donald Duck, Doraemon, Winnie The Pooh, Smurfs, dan tentu saja Mickey Mouse yang di dalamnya terdapat seorang Kiyeon.

Di malam yang sedingin ini pun aku sudah kegerahan, oh Tuhan~ rutuk Kiyeon merasakan gerah dan keringat yang mengucur deras di area leher dan dahi.

Ia diminta Hyemi berjaga di bagian depan, menemani resepsionis. Sehun yang ia tunggu sejak tadi pun telah datang, namun betapa terkejutnya Kiyeon ketika mendapati Yoo Eun Jung yang berdiri di sebelahnya seperti pasangan Sehun. Ia merasa keheranan dan dadanya mendadak sesak.

Kukira dia hanya suka padaku, ternyata ada cewek cadangannya toh! Batinnya mangkal sambil menghentakkan kaki.

“Lho, lho, badut itu kenapa?” celetuk Kai yang berdiri di belakang Sehun.

Bodoh! Kenapa aku malah emosi di sini? Kiyeon berdecak bingung dengan dirinya sendiri.

“Ah, mungkin kakinya gatal dan susah menggaruk. Jadi dia menghentakkan kaki deh!” celoteh Baekhyun, si resepsionis.

“Ada-ada saja!” Sehun menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Ya sudah, ayo masuk, Sehun-ah!” kata Eunjung, kemudian melingkarkan tangannya di lengan Sehun dan berjalan memasuki aula.

Oh Sehun brengsek! Geram Kiyeon.

Ia masih tak habis pikir dengan jalan pikiran Sehun. Kiyeon ingat betul ketika di kafe, Sehun bilang kalau ia suka padanya. Bela-belakan menyanyi sambil bermain gitar di depan banyak orang pula! Tapi kenapa sekarang ia malah jalan dengan Eunjung dan kelihatannya akrab sekali?

Memang sejak awal harusnya kau tak terlalu mengharapkan dia benar-benar menyukaimu, bodoh! Coba kau pikir dengan baik-baik, mana mungkin seorang Oh Sehun bisa menyukai gadis ber-image buruk dan terdeskriminasi sepertimu? Itu mustahil!

Mata Kiyeon mulai beranak sungai, dan sialnya karena kostum badut itu, membuatnya tak bisa menyeka air mata yang mengalir deras di pipinya.

Sunbae, aku pengap nih, ke belakang dulu ya?” Kiyeon meminta izin pada Baekhyun.

“Iya, silahkan. Tapi jangan lama-lama ya?”

“Siap!” Kiyeon mengacungkan jempolnya yang berbalut sarung warna coklat.

Ia berlari tunggang-langgang menuju halaman belakang sekolah. Tempat yang dingin dan sepi. Sangat pas untuknya butuh waktu untuk sendiri. Melebur kesedihan dan merasakan udara dingin menelusup hingga terasa menembus kulit.

Air matanya deras mengalir, suara isakannya pun lumayan keras. Tapi apa pedulinya? Toh, tidak ada seorang pun juga di situ.

“Di sini kau rupanya, badut?” Seketika terdengar sebuah suara yang tak asing di telinga Kiyeon. Ia pun terkesiap dan menoleh.

“Sehun sunbae?” Kiyeon mendadak tertegun tatkala melihat Sehun yang kini ada di hadapannya, segera lah ia seka air mata di pipi dan kembali mengenakan bagian kepala dari kostum mickey mouse-nya..

Sehun pun duduk di bangku yang Kiyeon duduki pula, sedikit memiringkan posisi, agar dapat lebih dekat dengan Kiyeon.

“Jadi ini alasan yang membuatmu tak mau kuajak pergi?” tanya Sehun sambil melepas secara paksa kepala mickey mouse itu dan melihat wajah Kiyeon yang merah dan matanya yang sembab.

“Kau menangis?” kaget Sehun. Kiyeon pun memilih untuk diam saja dan tak menoleh Sehun sama sekali. Ia pun kembali melakukan tindakan seenaknya sendiri dengan mencengkram pundak Kiyeon. “Kiyeon-ah, waeyo?”

“Jangan sok peduli! Lebih baik sunbae kembali menikmati pesta bersama Eunjung sunbae!” tukas Kiyeon.

“Jadi karena itu? Apa kau cemburu?”

“Kalau aku bilang pergi ya pergi sana! Jangan malah memambah panjang urusan dengan menanyakan suatu hal yang tidak penting!”

“Baiklah, jawab pertanyaanku yang sebelumnya. Apa ini alasan yang membuatmu tak mau pergi denganku? Kenapa kau tidak terus terang saja? Kalau kutahu akan seperti ini, aku tak perlu repot-repot menuruti ibuku untuk menjemput Eunjung terlebih dahulu.”

“Tidak, bukan ini alasannya.” Jawab Kiyeon dan sama sekali tak menatap Sehun.

“Lalu?”

“Karena aku cuma siswa rendahan, aku tak pantas pergi denganmu. Kalau sunbae pergi dengan Eunjung sunbae… kurasa itu keputusan yang tepat, kok!”

“Kami cuma bertetangga, tidak lebih.” Jelas Sehun.

“Aku tidak peduli. Cepat pergi sana!” lagi-lagi Kiyeon mengusirnya.

Sehun pun dibuatnya menghela nafas panjang sambil tersenyum keheranan. Ia pandangi Kiyeon yang sedari tadi mengelus-elus penutup kepalanya yang berbentuk tikus itu. Pipinya digembungkan dan wajahnya memasang raut yang tak jelas. Namun Sehun menangkap itu sebagai ekspresi sedih dan kecewa. Tangannya mulai menggeladik, menyentuh pipi bulat Kiyeon. Wajah Sehun makin mendekat. Ketika hidungnya telah menempel dengan hidung Kiyeon, ia pun memiringkan wajah.

Ia timpali bibir Kiyeon dengan bibirnya, kemudian sedikit ia lumati di bagian atas. Yang dicium pun hanya bisa membelalakkan mata selebar-lebarnya –ia terkejut.

Setelah lama terhenyak akan ciuman yang Sehun berikan, Kiyeon pun mulai sadar dan cepat-cepat mendorong tubuh Sehun menjauh darinya.

Sunbae apa-apaan, sih?!” protes Kiyeon.

“Ciumanku… manis ya?” goda Sehun kemudian menyeringai.

“Bodoh! Kenapa kau malah menciumku, nanti kalau dilihat murid lain bagaimana?”

“Aku sangat mencintaimu!” ucapan itu secara refleks terlontar dari mulutnya. Kiyeon pun berhasil dibuatnya menoleh karena terkejut. Namun itu tak berlangsung lama, Kiyeon segera memalingkan wajah.

“Sudahlah, aku mau kembali saja! Bisa-bisa nanti honorku dipotong,” celetuk Kiyeon tanpa ingin memperpanjang urusannya dengan Sehun dan acuh walaupun bibirnya telah dicuri. Ia pun segera berdiri dan beranjak dari tempat duduknya meninggalkan Sehun.

Namun tiba-tiba ia rasakan sepasang tangan yang melingkar di pinggangnya. Siapa lagi yang melakukan itu, kalau bukan Oh Sehun? Kemudian Sehun pun menumpukan dagunya di pundak Kiyeon.

“Seberapa banyak lagi cinta yang kau butuhkan agar kau mau menerimaku?” tanya Sehun dengan nada suara yang kelewat pelan.

“Lepaskan aku, sunbae!” Kiyeon memberontak dan berusaha melepaskan diri dari Sehun. Namun rasanya sulit sekali, Sehun menahannya terlalu kuat.

“Tidak sebelum kau menjawab pertanyaanku!”

“Setidaknya biarkan aku menjawab dengan menatap wajahmu,”

“Lalu, jika kau malah melepaskan diri dan terus berlari, bagaimana?”

“Tidak, aku janji.” Hardik Kiyeon yang membuat Sehun yakin. Akhirnya ia pun terlepas dari rengkuhan Sehun.

Kiyeon berbalik dan sesuai dengan apa yang ia katakan, ia menatap wajah Sehun ketika hendak berucap sesuatu.

“Aku benar-benar tidak tahu kenapa sunbae begitu terobsesi padaku,”

“Karena kau menarik.” Sahut Sehun menyela perkataan Sehun.

“Tapi aku tak ingin berpacaran denganmu.” Ucap Kiyeon.

“Kenapa? Apa yang kurang dariku? Aku tampan, tenar, dan baik hati.”

“Itu lah masalahnya. Aku tidak suka punya pacar yang tampan dan tenar. Aku punya masa lalu yang kelam tentang itu, kau tahu?”

“Aku minta maaf, tapi aku sudah seperti ini sejak lahir. Apa yang harus kulakukan?”

“Tapi jujur saja, ketulusanmu benar-benar menyentuh hatiku,”

“Jadi… walaupun aku sangat tampan dan tenar, aku masih punya harapan?”

“Karena kau baik hati… hmmm, aku… juga–”

“Aku diterima? YEHET !!!” seru Sehun menyela ucapan Kiyeon yang terbata-bata.

“Hey! Aku belum bilang begitu!” tegur Kiyeon.

“Kalau kau bilang belum, itu artinya nanti akan kau lakukan. Dari pada menunggumu yang lama, lebih baik kuputuskan sendiri, wleee~” timpal Sehun sambil menjulurkan lidahnya.

“Ah, sudahlah!” Kiyeon mendengus frustasi sambil mengacak rambutnya. Sehun pun melihatnya gemas dan langsung mengangkat tubuhnya.

“Turunkan aku, Sunbae!” Kiyeon memberontak minta diturunkan dari gendongannya.

From now on, you’re mine, right?” ucap Sehun sambil tetap mengangkat Kiyeon.

“Iya, sunbae, iya… Turunkan aku, perutku sakit,”

“Maaf, aku hanya terlalu senang hari ini. Kau tahu?”

Kiyeon pun tersenyum, memahami betapa konyol dan menggemaskan lelaki yang kini telah menjadi pacarnya itu. “Aku juga sangat senang hari ini…” kata Kiyeon dan ia pun memeluk erat Sehun.

“Kita bersatu untuk saling melengkapi. Jadi, jangan minder lagi, oke?” Sehun berucap sambil mengelus lembut rambut hitam Kiyeon.

“Oh iya, bagaimana bisa sunbae tahu kalau aku yang memakai kostum ini?” tanya Kiyeon dan masih dalam pelukan Sehun.

Sneakers yang kau gunakan itu?”

Setelah berpelukan agak lama, Sehun pun mulai mengendurkan rengkuhannya di punggung Kiyeon. Ia cengkram pundak Kiyeon dan perlahan-lahan mendorongnya.

“Bisa tidak kalau aku saja yang pakai kostum itu?” tanya Sehun.

Eoh? Jangan! Sudah ya, panitianya pasti mencariku nanti. Aku harus segera kembali.”

“Biar aku saja yang menggantikan. Ayolah~” Sehun merajuk.

“Tapi nanti kalau ketahuan bagaimana?”

“Tidak perlu sekhawatir itu! Biar aku yang bicara dengan panitianya.”

“Hmmm, baiklah…” Akhirnya Kiyeon pun menurut dan mulai membuka kostum Mickey Mouse yang membuatnya pengap itu.

Ia berikan kostumnya pada Sehun dan Sehun pun segera memakai kostum itu lengkap dengan penutup kepalanya.

“Bagaimana?” tanya Sehun dan seketika suaranya pun menjadi lebih besar.

“Lucu, kok!” Kiyeon mengacungkan kedua jempolnya.

Secara tiba-tiba, Sehun mengangkat tubuh Kiyeon dan ia bawa lari. “Sunbae! Apa yang kau lakukan? Turunkan aku!” panik Kiyeon.

“Sudahlah, diam dan munurut saja!” suruh Sehun.

“Jangan bilang kau mau membawaku ke tengah pesta dan membuat para pengunjungnya berkerumun?” selidiknya.

“Wah, pacarku ini… pintar sekali ya rupanya?”

ANDWAE!”

“Aku tak menerima penolakan, wleee~”

Sehun pun sampai di aula, para murid yang menikmati pesta pun dibuat heran dengan badut Mickey Mouse yang datang dengan tiba-tiba sambil membopong seorang gadis.

Aigo…” kaget seseorang sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Gadis jalang itu, dia mau bikin sensasi lagi?” cibir pengunjung lain.

Kiyeon pun akhirnya turun dari tangan Sehun yang mengangkatnya, ia langsung menunduk saking malunya.

“Kiyeon-ah, bukankah kau yang harusnya pakai kostum itu? Kenapa sekarang kau malah pakai baju santai, tidak pantas untuk pesta pula!” omel Hyemi selaku panitia.

Cheonsong hamnida, sunbaenim…” ucap Kiyeon dan tetap menunduk.

“HUUUUUUHH!!!” seisi ruangan menyoraki dan melemparkan makian padanya (kecuali Kai, Seolhyun, Hyemi, dan tentu saja Sehun.)

Badut di sebelahnya pun tiba-tiba membuat aksi mengejutkan, yaitu membuka penutup kepalanya dan membuat seisi ruangan terbelalak.

“Hey! Hey! Kalian ini meributkan apa sih? Kekanak-kanakan sekali?!” ucapnya seraya merapikan rambutnya yang lepek karena keringat yang deras mengucur ketika ia memakai kostum Mickey Mouse itu.

“Sehun-ah?!” seru Kai tertahan.

“Iya, iya… Jangan kaget! Ini aku Oh Sehun, pria paling tenar di SMA Renaissance. Hahaha~” oceh Sehun.

“Kenapa malah kau yang pakai kostum itu? Ah~ pasti gadis sialan itu ya yang meyuruhmu?” tuduh Soojin.

“Eits?? Perlu kuberitahukan terlebih dulu, gadis manis di sebelahku ini punya nama. Seenaknya saja kalian sebut dia gadis sialan lah, jalang, atau apa lah itu! Namanya Shin Ki Yeon. Paham?” jelas Sehun.

“Otakmu telah diperas, Sehun-ah!” kata teman Hyemi.

SHUT UP THE FUCK MOUTH!” bentak Sehun pada seseorang yang tadi telah lancang dalam berbicara.

“Dia tak seburuk yang kalian pikirkan! Aku bisa jamin itu.” Tambahnya.

Hyemi yang sedari tadi hanya diam dan menyimak Sehun yang tengah beradu mulut dengan para murid yang mencaci maki Kiyeon pun mengambil satu langkah untuk mendekati Kiyeon.

“Tenang semua, aku lah yang bersalah dan telah membuat kesalah pahaman ini berbuntut panjang.” Ujar Hyemi.

“Kau ini bicara apa?” sahut kawan-kawannya.

“Akhir-akhir ini aku tahu kalau saat berpacaran denganku, Joonmyun memang benar-benar menyukai Kiyeon. Bukan dia yang menggoda pacarku, aku bersumpah, bukan.

“Aku yang salah paham dan seenaknya menuduh Kiyeon menggoda Joonmyun. Namun aku terlalu gengsi untuk mengakui ini pada kalian semua.

“Tapi aku sadar, gengsi yang besar hanya akan menyusahkan orang lain, terutama Kiyeon yang sangat tersiksa karena ulahku.” Jelas Hyemi dan perlahan-lahan matanya pun mulai beranak sungai.

Ia meraih tangan Kiyeon dan digenggamnya erat, “Dik… Aku tak pernah berharap dimaafkan olehmu, karena kesalahanku memang sudah banyak. Masalah bertubi-tubi datang padamu, kau yang terdeskriminasi dan seakan dianggap sampah di kelas, itu semua karena aku.” Ucap Hyemi dengan isakan yang tak tertahankan.

Sunbaenim…” Kiyeon bingung harus dengan perkataan apa ia menimpali ujaran Hyemi.

“Tidak apa-apa, aku akan berusaha lapang menerima semua ini. Semua orang pasti pernah punya salah kepada manusia lainnya kan?” kata Kiyeon.

“Terima kasih, Kiyeon…” ucap Hyemi dan langsung memeluknya.

“Kiyeon-ah, maafkan kami juga ya?” kata Soojin dan kawan-kawan terdekat Hyemi yang sering kali menggunjing dan memakinya. Kiyeon pun membalasnya dengan senyuman sendu, pertanda ia senang dan menerima permohonan maaf mereka semua.

“Tapi aku masih bingung, ada apa dengan Sehun? Kenapa ia memakai kostum yang harusnya dipakai Kiyeon, dan tadi pun ia datang dengan menggendong Kiyeon?” celetuk Baekhyun yang masih kebingungan.

“Sebenarnya… kami… kami sudah berpacaran, hehehe…” jawab Sehun sambil terkekeh dan memegangi tengkuknya.

Woah??! Poppo! Poppo!” sorak seisi ruangan. Sehun pun mengerling dan menarik otot matanya ke arah Kiyeon. Bertanya lewat tatapan mata, boleh tidak. Kiyeon bisa menangkap apa yang Sehun maksudkan, namun ia terlalu malu untuk setuju, dan juga terlalu takut untuk menolak. Akhirnya, yang bisa ia lakukan hanya kembali menunduk sambil memainkan kuku jarinya.

“Ahaha, mereka malu-malu kucing nampaknya?” oceh Seolhyun.

MUACH!

Kecupan singkat itu Sehun daratkan tiba-tiba di pipi Kiyeon dan sontak membuat semua murid ber-oooh karena apa yang mereka lihat itu terlalu manis.

Kiyeon pun langsung mendongak dan menunjukkan raut mangkal di wajahnya. Sehun hanya bisa tersenyum dengan mata yang disipitkan sambil berucap, “Maaf, chagi…”

– END –

Please ini udah end dan no sequel. Ahh, tapi endingnya nggak gantung kan ya?

Makasih udah mau baca🙂

33 thoughts on “What The Doll is Yours? (Chapter 2)

  1. wah udh ebd ya ???
    happy ending trnyta…
    q suka crt nya, tp sprtiny alur kya yg ngebut y ??? hehe mian ya…
    q tunggu next ff ny y thor, tetap smangat !🙂

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s