Posted in Chan Yeol, charismagirl, Romance

Marriage Proposal

mp cover

Author : Charismagirl

Main Cast :

  • Park Chanyeol
  • Shin Sungyeong (OC)

Rating : PG-13

Genre : Romance

Length : Drabble/Fluff <1600 W

Note : Aku… gatau mau ngomong apa *plak!* Aku capek *loh-_-?* Ahaha yaudah deh… Happy reading!

“Sebentar. Kau bilang apa?”

“Menikahlah denganku.

Angin malam berhembus pelan menyentuh permukaan kulitku. Dingin. Dengan pakaian yang minim ini tentu saja angin bisa seenaknya menelusup ke dalam tubuhku. Di dalam sedang ada pesta. Pesta besar-besaran untuk merayakan hari kelahiran seseorang yang berpengaruh dalam hidupku.

Saat ini aku sedang sendirian. Berdiri di tepian pagar pembatas sebuah kapal pesiar. Yeah, seorang yang ku sebut perpengaruh dalam hidupku tadi terlahir dalam sebuah keluarga terpandang dengan saham yang tersebar di beberapa perusahaan besar di kota Seoul. Itulah mengapa dia sanggup membeli kapal pesiar yang super besar ini. Menakjubkan!

Kami sedang berlayar menuju Jeju. Penerangan hanya berasal dari lampu-lampu kapal. Aku disuguhkan pemandangan yang sangat indah. Pencahayaan hanya berasal dari kapal yang terang benderang. Hanya ada air laut di sekeliling kapal ini. Malam-malam begini membuat bintang-bintang di langit bertabur indah dengan kerlap-kerlipnya. Menemaniku yang kesepian.

Dan kedinginan.

Saat ini laki-laki itu sedang menghilang-atau mungkin sekarang sudah kembali ke dalam pestanya. Aku tidak tahu.

Memang mestinya sekarang aku berada di dalam. Menemaninya menghabiskan hari yang membahagiakan ini untuknya. Tapi entah mengapa aku tidak begitu menikmati pesta yang mewah itu. Hingga aku memutuskan mencari udara segar di luar. Dan alasan lain karena… kejadian di awal pembuka pesta tadi.

Saat itu aku berdiri di sampingnya. Memeluk lengannya dengan rapat hingga tubuh kami tidak terpisah jarak. Tubuhnya yang tinggi dan hangat itu menyalurkan kehangatan ke tubuhku membuatku merasa nyaman.

“Para hadirin yang berbahagia…” suara seorang wanita yang berdiri di atas panggung terdengar ke seluruh ballroom tempat dimana pesta ulang tahun sedang berlangsung.

Suasana mendadak hening.

Wanita itu tampak begitu anggun dengan gaun merah menyala panjang sampai kaki, namun bisa memperlihatkan lekuk tubuhnya yang indah. Wajahnya terlihat lebih muda dari umurnya padahal dia sudah memiliki dua orang anak yang berumur dua puluhan. Wanita itu adalah seorang super model. Itulah mengapa dia begitu merawat tubuhnya. Aku sedikit-sangat-iri pada wanita itu. Dia tampak seperti bidadari yang tersesat di dunia manusia.

“Hari ini adalah hari yang sangat spesial untuk putra tercinta kami, Park Chanyeol.”

Semua tamu menatap ke sebuah titik dimana aku dan laki-laki bernama Park Chanyeol itu berdiri. Kami sukses menjadi pusat perhatian. Tepuk tangan yang keras dari para tamu membuatku tersenyum canggung. Berdiri gelisah. Aku mengencangkan peganganku pada lengan Chanyeol. Dia pasti mengerti bahwa aku sedang gugup. Lalu dia mengusap punggung tanganku pelan membuatku sedikit merasa lebih tenang.

Para tamu kembali memfokuskan diri pada wanita di depan. Ibu  Chanyeol. Ku pikir mereka keluarga yang sangat sempurna. Ayah Chanyeol seorang pengusaha kaya yang cukup tampan-aku yakin ketampanan ayahnya dulu tidak jauh beda dengan Chanyeol sekarang- dan dia tampak masih bugar umurnya sekarang, istrinya, ibu Chanyeol sangatlah cantik. Chanyeol juga punya seorang noona yang juga cantik seperti ibunya.

Dan Chanyeol sendiri… anggap saja dia lahir sebagai salah satu anak dari dewa yang ada di Olympus. Heol! Dia begitu mempesona. Dan kata tampan tidaklah cukup untuk mendeskripsikan seorang Chanyeol di mataku.

“Dan di umurnya yang ke dua puluh lima ini, dia pernah berjanji pada saya bahwa dia akan memperkenalkan calon istrinya pada saya, kita semua. Benar kan?”

Calon istri?

Aku menelan ludah dengan keras. Chanyeol bahkan belum pernah memperkenalkanku secara resmi di depan keluarganya. Dan apakah Chanyeol sudah tahu bahwa ibunya akan berkata seperti itu di depan semua orang. Apa dia siap untuk memperkenalkan calon istrinya?

Dan sekarang bolehkah aku merasa sedikit tersanjung karena berasumsi bahwa calon istri yang akan Chanyeol perkenalkan pada semua orang disini adalah aku?

Aku menelengkan kepalaku pada Chanyeol. Dia menatap ibunya sembari tersenyum. Seperti sedang menjawab pertanyaan yang baru saja diajukan oleh ibunya itu.

“Sebentar…” Chanyeol berbisik padaku lalu melepaskan tanganku. Dia berjalan ke depan. Orang-orang memberi jalan. Membelah dengan teratur.

Dia mengambil alih microphone yang ada di tangan ibunya. Lalu dengan suaranya yang berat itu dia mulai bicara.

“Terimakasih untuk para hadirin yang telah hadir di acara ulang tahunku ini. Dan tentang memperkenalkan calon istri tadi. Beri aku waktu satu jam. Dan selamat menikmati pesta ini.”

Chanyeol mengakhiri bicaranya dengan menambahkan senyumnya yang mempesona. Hampir membuat beberapa gadis menjerit. Tepuk tangan kembali memenuhi ruangan itu. Lalu orang-orang kembali berbaur dalam pesta.

Satu jam lagi? Apa yang dia tunggu?

Aku mulai merasa awan mendung menggantung di kepalaku. Sebuah keraguan menggerogoti hatiku. Dan itu cukup menyakitkan. Aku sudah berdiri disini. Jelas-jelas berada di depannya dan dia bisa memperkenalkan ku sekarang. Tapi mengapa ia menunggu satu jam lagi. mungkinkah dia menunggu seseorang yang lain, yang akan diperkenalkannya sebagai calon istri.

Chanyeol kembali menghampiriku. Dia mencium pipiku singkat. Lalu pamit pergi keluar ruangan. Mau kemana dia? Ini kan pestanya.

Aku ditinggal sendirian dengan alasan yang tidak jelas. Hingga akhirnya aku memilih keluar dari ruangan pesta yang ramai itu. Aku tidak mengerti dengan apa yang ada dalam pikiran Chanyeol sekarang. Dia adalah laki-laki yang sulit ditebak.

 

Bibirku terasa bergetar. Bodoh, pikirku. Aku bisa sakit kalau terus-terusan berada di luar dengan cuaca seperti ini. Mungkin aku memang terlalu mengkhawatirkan hal yang tidak pasti. Tapi ku pikir itu adalah hal wajar karena Chanyeol tidak pernah bicara tentang pernikahan dan tingkahnya hari ini benar-benar aneh.

Ah sudahlah. Lebih baik sekarang aku masuk ke dalam.

Aku baru akan membalikkan badanku saat ku rasakan sepasang lengan melingkar di pinggangku. Aku sesaat membeku.

Chanyeol…

“Akhirnya aku menemukanmu disini.” Suara beratnya terasa begiitu menggelitik di telingaku membuatku geli, sementara napasnya yang hangat menerpa bahuku membuatku merinding. “Kau tampak kedinginan.”

Chanyeol merapatkan pelukannya memutus jarak diantara kami sampai dadanya yang bidang itu menyentuh punggungku. Dia membuatku terlihat kecil dalam dekapannya. Kali ini aku merasa lebih hangat.

“Apa yang kau lakukan disini?” tanya Chanyeol.

“Tidak ada.” Jawabku seadanya. Karena memang tidak ada hal berarti yang aku lakukan disini selain memikirkan tentang hubungan kami dan kejadian di dalam tadi. Apa aku harus menceritakan hal itu padanya?

Chanyeol melepaskan pelukannya. kemudian membalikkan badanku. Dan aku harus mendongak untuk menatap wajahnya. Ekspresi wajahnya begitu datar. Matanya yang berukuran cukup besar itu menusuk jauh ke dalam mataku, membuatku tidak bisa mengalihkan pandanganku sedetik saja.

“Boleh aku bicara sekarang?” Nada bicaranya terdengar serius.

“Aku tidak melarangmu bicara sejak tadi Chanyeol…”

Kenapa harus bertanya lagi? Memangnya dia ingin bicara apa? Memberitahu padaku bahwa dia sudah menemukan calon istrinya?

Chanyeol memegang kedua pundakku dengan tangannya.

“Menikahlah denganku,” ucapnya.

Menikahlah denganku.

Aku mengulang kalimat itu dalam hati. Seperti suara Chanyeol baru saja terekam dengan sangat baik di kepalaku.

Dia… sedang melamarku? AKU!

“Shin Sungyoung…” Chanyeol menyadarkanku dari lamunanku yang berkepanjangan.

Aku mundur satu langkah, melepakan pegangan tangannya yang berada di bahuku.

“Sebentar… kau bilang apa?”

“Menikahlah denganku,” ulang Chanyeol dengan sabar. “Aku sedang melamarmu, sayang.”

Aku menatapnya beberapa saat sebelum menghambur dalam pelukannya. menenggelamkan wajahku di dadanya. Lantas menghirup aroma tubuhnya yang khas.

“Ku pikir kau punya wanita lain, Chanyeol.”

“Pemikiran macam apa itu,” ucapnya dengan nada protes yang kentara. Dia membalas pelukanku dan menumpukan dagunya di puncak kepalaku. Chanyeol memang terlampau tinggi untuk ukuran laki-laki kebanyakan.

“Apa kau boleh bertanya tentang mengapa kau harus menunda satu jam untuk memperkenalkan calon istrimu di depan orang banyak?” tanyaku.

Dia melepaskan pelukannya. Tangan kanannya merogoh saku celana. Kemudian dia mengeluarkan sebuah kubus beludru merah.

“Karena ini.” Chanyeol membuka benda itu, sehingga tampaklah kilau berlian yang bernilai tinggi. “Aku tidak membawa cincin ini bersamaku tadi. Ketinggalan di kamar. Dan mestinya, jika aku memperkenalkan calon istriku maka aku akan melamarnya juga di depan semua orang. Kedengarannya sangat romantis.”

“Tapi kau malah melamarku disini,” sambungku.

“Ya. Setelah ku pikir-pikir, begini lebih bagus. Tidak ada paksaan. Kau bebas menerima atau menolakku tanpa ada rasa malu karena menjadi pusat perhatian.”

“Karena hal itu aku jadi berpikiran yang macam-macam.”

Chanyeol mengeluarkan cincin itu dari dalam kotak. Kemudian memakaikannya di jariku. Dengan senang hati aku menyambut tangannya. Kini kebahagiaan menjalar ke tubuhku saat cincin itu melingkar sempurna dan berkilauan dengan angkuhnya di jariku. Seperti sebuah magis.

Chanyeol tersenyum–lagi. Dia mendekatkan wajahnya perlahan membuatku merasa sedikit gugup. Sampai akhirnya wajah kami sejajar. Dia berhenti.

Heol! Ini adalah posisi yang membahayakan. Dan dia malah memandangiku. Membuatku ingin terjun saja.

“Jawabanmu,” ucapnya di depan bibirku yang hanya berjarak tidak lebih dari satu senti di depan bibinya yang… ehm, sensual.

“Ya, Chanyeol. Tentu. Aku menerima lamaranmu.”

Itu adalah hal terakhir yang kuucapkan sebelum Chanyeol benar-benar menempelkan bibirnya, bahkan ketika aku belum sempat menarik napas.

Chanyeol menciuminya dengan lembut, membuatku jengah saat membalas ciumannya itu. Tidak ada suara yang terdengar selain deru napas kami berdua. Menyatu dalam sebuah kehangatan. Mengalahkan dinginnya angin malam ini.

Aku melingkarkan tanganku di lehernya sementara ia melingkarkan tangannya di pinggangku. Memintaku mendekat padanya. Aku menjambak pelan rambutnya di bagian belakang membuatnya sedikit acak-acakan. Ups, maaf jika aku menghancurkan penampilan si bintang utama malam ini.

Beberapa menit berlalu. Sampai akhirnya kami melepaskan ciuman hangat itu karena kami berdua sama-sama membutuhkan udara untuk pernapasan.

Dia mengelap ujung bibirku yang lembab. Dan aku tidak berani melihat ke arah cermin sekarang-membayangkan seberapa meronanya wajahku saat ini.

“Ayo kembali ke pesta. Kau akan menjadi ratuku malam ini.”

Chanyeol menggenggam tanganku, lantas membawaku masuk.

“Aku mencintaimu,” bisik Chanyeol.

Dan aku tidak punya jawaban lain selain, “Aku juga mencintaimu.”

Malam ini, di bawah langit yang bertabur bintang dia melamarku. Menjadikanku sepenuhnya menjadi miliknya. Jika aku bisa melukiskan kebahagiaanku saat ini maka seribu kanvas tidak akan cukup.

Jika kalian bertanya tentang apa saja hal yang dapat membuatku bahagia maka jawabannya adalah..

Chanyeol. Chanyeol. Dan Chanyeol. Si tampan yang telah memiliki hatiku.

*END*

Im sorry for typo and bad story. Hari ini aku pulang kuliah setengah 6. (heol! Trus masalah buat gue?) dan ini ku ketik cuma dalam bbrp jam.(trus?) Aku tiba-tiba dapet ide ini, sekalian Menuhin permintaan request, jadi langsung ku ketik dan …

aku merasa ini ff rada han-cur! *sobs* maaf yaa…

Makasih udah mau baca :*

Iklan

Penulis:

My name is Rima [Park Minri], 93-line. I live in Banjarmasin-Indonesia. I'am SHAWOL especially flame, I really really love Choi Minho. He's my inspirasion. I love SHINee, SHINee is Lee Jinki, Kim Jonghyun, Kim Kibum, Choi Minho, Lee Taemin. And I just wanna share my imagination. With Love ~charismagirl~

95 thoughts on “Marriage Proposal

  1. Kirain emak nya yeol tipe emak” kaya emak nya junpyo di bbf, sempet ngira yeol punya cewe lain tapi ternyata engga dia nunda 1 jam cuma buat ngambil cincin, udah susah” pulang ngambil cincin kirain ngelamar nya di depan orang rame ehh taunya di tempat sepi juga, yeol yeol sifat absurd nya keluar lagi, tapi tetep sweet kok

  2. Aaaawwwww! Sosweet sekali. Jadi membayangkan cewek itu aku haha.
    Nice ff, ditunggu ff selanjutnya ya 😉 btw salam kenal

  3. “Jika kalian bertanya tentang apa saja
    hal yang dapat membuatku bahagia
    maka jawabannya adalah..

    Chanyeol. Chanyeol. Dan Chanyeol.
    Si tampan yang telah memiliki
    hatiku.”

    love it.

    kalo dibuat sequel dengan adegan saling cemburu atau berantem gitu bisa lebih seru dengan karakter chanyeol yg romantis banget gini. ^^

  4. Ff ini sangat jauh dari kata bad story thor, kereeenn! Apalagi chanyeolnya yg romantis banget huaa daebak /lopelopediudara/

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s