My Lovely Rain ^^ (Drabble)

Tittle                : My Lovely Rain

Author               : @adinda_elements / adinda fiction

Cast                 :

  1. Kim Jong In
  2. Han Soo Sun

Rating             : PG

Genre              : Sweet Romance (gk tao juga sih)

Length             : Drabble

O2.

New FF dari Dindong🙂

Hope you like it and don’t forget to give your comment ^^

Love You all and happy reading ^^

*Author Point of view*

“terkadang semuanya memang diluar dugaan,

Kau bisa saja menganggap rintik – rintik nan mungil ini sebagai musibah

Dan kau juga menganggap hawanya yang menyengat bisa melukai kulitmu.

Tapi tidak bagiku ^^

Sebuah kebahagiaan yang terkemas rapih telah disampaikan TUHAN kepadaku.

Walaupun aku harus menunggu lama, namun rintik kecil ini telah membocorkan sedikit

Kebahagiaan tersebut.”

Seorang gadis yang berparas cantik tampak sedang memainkan benda segi empat yang cukup imut. Terkadang bibirnya yang mungil itu bergerak – gerak kecil.

“semuanya pergi, tak ada yang perduli kepadaku”

Gerutu gadis cantik itu seraya mendudukkan dirinya di sebuah kursi taman, kemudian ia kembali memfokuskan pandangannya kearah benda segi empat tadi. Pikirannya melayang. Ia benar – benar tak habis pikir, disaat liburan panjang seperti ini ia harus bertindak bak orang gila yang mengelilingi kota sepi nan lengang ini.

Sesekali gadis itu kembali menggerutu ketika mendapati semua teman wanitanya sedang berkencan dengan pasangannya masing – masing. Kenapa ia mengetahuinya ? ya, tentu saja ia tahu. Sedari tadi gadis cantik itu selalu memlototi media sosialnya yang telah penuh dengan berbagai foto pasangan kekasih.

“Hujan ? kau bercanda ?”

Gadis itu menengadahkan tangannya, menatap langit yang beberapa detik lalu cerah telah berubah kelam. Ini sangat aneh, padahal kemungkinan munculnya hujan di musim panas seperti ini hanya 5 % dan kenapa kemungkinan tersebut harus timbul sekarang ?? sempurna sudahlah kesialanku. Umpat gadis itu di dalam hati.

Rintik – rintik kecil itupun telah keluar dari tempat persembunyiannya dan tak sedikit pula dari rintikan mungil itu jatuh tepat di wajah mulus gadis ini. Gadis itu tersenyum hambar dan tetap bersikukuh tidak mau berpindah dari tempatnya sekarang.

Dengan tenang, ia menutup matanya dan mulai menikmati rintikan hujan yang telah mulai membasahi bajunya.

Beberapa saat kemudian, gadis itu merasa aneh dengan keadaan sekitarnya. Padahal bunyi rintikan tersebut masih ada namun kenapa ia tidak dapat merasakannya lagi ? iapun membuka matanya dan betapa terkejutnya ia ketika siluet tinggi nan mempesona itu disana dengan sebuah payung yang terpaku di tangannya.

“Sun-a, apa kau kehilangan akal sehatmu ?”

Pria tinggi nan tampan itu bertanya dan langsung mengambil tempat tepat di sebeah gadis cantik yang ternyata bernama Soo Sun tersebut. Soo sun tersenyum tipis ketika melihat pria itu duduk disampingnya.

“setidaknya aku tidak seperti once-ler yang merusak pepohonan atau Patrick yang selalu bertingkah konyol”

Pria itu tertawa ketika mendapati jawaban yang terlontar dari mulut Soo Sun. sementara soo sun ? entahlah. Gadis itu memang terpana dengan ketampanan pria ini, namun apa daya. Usut demi usut, ia pernah mendengar kalau pria di sampingnya ini telah memiliki kekasih. Jadi, apa yang harus ia perbuat ? tidak mungkin baginya untuk tetap mencintai pria ini sementara ada seorang gadis lagi yang lebih mencintainya. Menyerah ?? tepat, itulah kebenarannya.

“kau masih saja menggemaskan”

Pria itu berucap seraya mencubit sebelah pipi Soo Sun. dengan perasaan tak terima, Soo Sunpun menyingkirkan tangan pria itu dari wajahnya. Ia menatap pria itu lekat – lekat, seakan menyuruhnya untuk pergi.

“benarkah itu ?”

Pria itu mempermainkan arti dari tatapan Soo Sun. Soo Sunpun menghela napasnya cukup panjang dan langsung memukul puncak kepala pria itu. ‘Awww’ pria itu kesakitan.

“Jong In, bisa kau menganggap ini serius ?? aku sudah tak tahan”

Pria bernama Jong In itu menatap iba kepada Soo Sun. ia tau, Soo Sun sedang berada di dalam keadaan hati yang tidak mengenakkan.

“kau tau ?? terkadang perasaan seseorang itu tak bisa ditebak”

Soo Sun terpanah dengan perkataan Jong In barusan, dengan cepat iapun menatap Jong In dengan tatapan yang meminta untuk meneruskan perkataannya yang barusan. Jong In yang mengetahui itu tersenyum tipis dan ia benar – benar merasa inilah waktu yang tepat untuk mengatakannya.

“aku tidak tau harus memulai darimana tapi aku yakin, ada sesuatu hal bagus yang belum TUHAN sampaikan kepadamu” ucap Jong In yang telah menuliskan raut wajah serius di wajah tampannya.

Soo Sun mengerutkan alisnya, ia merasa ada sesuatu yang Jong In sembunyikan darinya. Ya walaupun mereka sudah berteman dekat dalam waktu satu tahun belakangan, tapi Soo Sun tidak terlalu menyimak tentang kehidupan pribadi Jong In. ia memang mencintai Jong In lebih dari sekedar teman, namun apa daya sebuah berita yang tak mengenakkan itu telah mempupuskan harapannya.

“terkadang bentuk kebahagiaan itu tak harus berupa senyuman. Di dalam tangispun, juga tersimpan banyak moment yang tak bisa dibayar oleh tawa dan senyuman.” Sungut Soo Sun seraya menyelinapkan handphonenya ke dalam saku blazernya.

“apa yang membuatmu begitu pesimis dengan sebuah senyuman ??” Jong In menatap lembut kedua mata Soo Sun. Soo Sun yang mengetahui itu sempat terperanjat kaget. Dengan tatapan yang seperti itu, Jong In telah berhasil membuat perasaan Soo Sun yang ia kubur kembali dimunculkan ke permukaan.

“a—ti—ti–dak apa – apa” kegugupanpun mulai menghinggapi Soo Sun. dari dalam tubuhnya, ia merasa ada sebuah organ yang berdetak dengan tak teratur. Soo Sunpun mengalihkan pandangannya.

Jong In tertawa kecil ketika melihat tingkah Soo Sun yang menggemaskan tersebut. Ia benar – benar bersyukur karena TUHAN telah menyimpan sebuah perasaan cinta di rongga dadanya yang hanya terbukti berguna jika ia berada di dekat Soo Sun.

“kenapa wajahmu memerah ??”

Soo Sunpun terkejut mendengar pernyataan Jong In. dengan cepat, ia menutupi kedua permukaan pipinya dengan telapak tangannya. ‘astaga, benarkah yang Jong In katakan ?? KYAAAA>.< Aku tak mau perasaan yang telah ku kubur kembali muncul’ rutuk Soo Sun di dalam hati masih dengan tangan yang menutupi pipinya.

“Sun-a” panggil Jong In dan Soo Sunpun kembali memberanikan dirinya untuk menatap Jong In. detak jantungnya benar – benar sudah kelewat batas sekarang.

“kau tau apa yang kusukai dari hujan ??” Jong In memulainya lagi dan Soo Sun menjawabnya dengan sebuah gelengan.

“ayolah, setidaknya kau bisa menerka – nerka” Jong In mendesak seraya mebunuh jarak yang ada di antara mereka.

Soo Sunpun mulai berpikir. “kau menyukai Hujan karena udaranya yang dingin ?” terka Soo Sun dan Jong In menggelengkan kepalanya.

“karena kau tidak perlu menyiram tanaman lagi ?” Jong In kembali menggeleng.

“aku menyerah dan lagipula tak ada yang menyenangkan dari rintik Hujan nan membosankan ini” Soo Sun menyerah seraya menatap Jong In dengan lesu.

“pikiranmu benar – benar singkat nyonya KIM” ucap Jong In seraya mendekatkan wajahnya 8 cm ke wajah Soo Sun dan kembali memundurkannya.

“KIM ? margaku HAN, bukan KIM” Soo Sun mengingatkan namun Jong In hanya tertawa kecil menanggapinya. Soo Sun benar – benar belum membuka pikirannya. Pikir Jong In.

“bagaimana jika aku melakukan ini ?”

Jong Inpun memberikan pegangan payungnya kepada Soo Sun. bingung ? tentu saja Soo Sun bingung, walaupun begitu ia tetap saja menerima pegangan payung tersebut. Kemudian, Jong Inpun tampak mencari – cari sesuatu di dalam saku celananya.

Setelah mendapati benda yang ia cari, Jong Inpun turun dari tempat duduknya dan bersimpuh di depan Soo Sun seperti orang melamar pasangannya. Soo Sunpun semakin tak mengerti dengan situasi ini. Sebenarnya ia ingin menanyakan maksud dari sikap Jong In, namun lidahnya terlalu kelu untuk mengucapkan itu. Rintik Hujan yang semakin banyakpun sudah mulai membasahi baju bagian belakang Jong In yang tidak terlindungi oleh payung.

“ketika sinar mentari terhalang oleh awan – awan kelam yang menakutkan, disaat itulah aku mulai berpikir untuk mencari mentari lain yang sinarnya takkan pudar oleh apapun dan apa kau tau ? untungnya TUHAN telah berbaik hati kepadaku karena telah mengirimkan seorang gadis yang bisa menerangi setiap detik hidupku yang berharga”

Kata – kata puitis Jong In tersebut benar – benar membuat Soo Sun terperangah takjub. Sungguh, baru kali ini ia mendapati seorang Jong In yang terkenal dengan sikap maskulinnya mau membacakan sebuah puisi yang artinya benar – benar manis. Semanis permen yang Baekhyun berikan tempo hari.

“Jong In”

Lirih Soo Sun ketika mendapati Jong In sedang membuka sebuah kotak kecil berwarna merah muda, dan kotak itu berisi sebuah cincin cantik nan berkilau. Walaupun bukan emas, tapi cincin tersebut telah berhasil membuat wajah Soo Sun dialiri oleh sebuah sungai kecil. Soo Sunpun menutup mulutnya sendiri. Ia sekarang menatap Jong In dengan tatapan yang meminta penjelasan.

“My Sun, would you be my girlfriend ??”

Soo Sun terbelalak kaget ketika mendengarnya. Girlfriend ? oh, astaga. Mimpi apa Soo Sun semalam sampai – sampai ia mendapati pria yang ia cintai selama 1 tahun silam sedang menyodorkan sebuah cincin cantik dan memintanya untuk menjadi pacarnya.

“k—kau serius ? tapi, banyak orang yang mengatakan kalau kau mempunyai hubungan khusus bersama Krystal Jung” ucap Soo Sun di sela – sela jarinya yang masih menempel di mulutnya.

Jong In tertawa kecil mendengar tuturan polos  Soo Sun. “Krystal Jung ? kau benar – benar berfikir kalau kami memiliki hubungan khusus ?” Soo Sunpun mengangguk ragu.

“astaga, berita murahan macam apa ini ? oh ayolah, Krystal Jung telah memiliki kekasih yang bernama Kang Min Hyuk dan landasan kedekatan kami adalah hanya karena ibu Krystal merupakan pemegang saham perusahaan ibuku yang ketiga” Jong In menjelaskan dan langsung membuat Soo Sun kembali terperangah.

“ja—jadi berita itu tidak benar ?” Soo Sun memastikan.

“tentu saja tidak. Apa kau tau ? mataku telah terpikat pada kecantikanmu dan takkan ada yang bisa mengubahnya” Soo Sunpun kembali meneteskan air matanya. Kebahagiaannya benar – benar telah berlebih sekarang.

“bagaimana ? apa kau menerimanya ??”

Jong In berdiri dan kembali menyodorkan kotak kecil berisi cincin tersebut. Soo Sun yang melihat itu masih tidak percaya. Ia merasa kalau sekarang ia masih berada di dalam mimpi indahnya yang sebentar lagi akan buyar.

“percayalah, ini bukan mimpi”

Seakan tau dengan apa yang Soo Sun pikirkan, Jong In memberikan argument. Soo Sun semakin terpanah dan air matanyapun tak luput dari acara yang mengharukan itu.

“ka—kau be-benar – benar mencintaiku ?” bata Soo Sun dan Jong In langsung saja mengangguk seraya mengembangkan senyum menawannya.

Dengan suasana yang penuh akan air tersebut, Jong In menyematkan cincin cantik itu di jari manis Soo Sun. senang ? oh astaga, jangan tanyakan lagi perasaan senang Soo Sun sekarang ini. Tanpa memikirkan keadaan sekitar yang memang sedang hujan, Soo Sun langsung saja melepaskan pegangan payungnya dan secepat kilat ia memeluk badan tegap nan tunjang milik Jong In.

Jong In yang juga merasa perasaannya telah tersampaikanpun juga ikut membalas pelukan Soo Sun. supaya tidak menyusahkan Soo Sun, Jong Inpun membungkukkan sedikit badannya agar beda tinggi mereka tidak terlalu mencolok.

“KENAPA KAU BARU MENGATAKANNYA SEKARANG ?” Teriak Soo Sun ketika pelukan hangat itu terlepas. Rintik Hujan yang tak mau berhentipun semakin menambah kesan dramatis pertanyaan Soo Sun.

“butuh keberanian lebih, bagiku untuk mengungkapkannya” Jong In menjawab dengan nada lembut sembari mengembangkan senyumnya. Soo Sunpun juga ikut tersenyum dan kemudian ia kembali memeluk Jong In.

Hujan yang semakin deraspun tidak mereka hiraukan. Jong In dan Soo Sun sekarang telah bersatu. Walaupun pada awalnya Soo Sun hampir mengubur jauh – jauh perasaannnya kepada Jong In. tapi sekarang ? hei, mereka sudah bersatu dan tak ada lagi yang bisa menjauhkannya. kecuali jika TUHAN berkehendak.

“Sekarang jelas, tak ada yang perlu kita marahkan kepada Hujan nan melembabkan itu

Buktinya, sebuah cinta manis bisa bersatu di tengah rintik – rintik tersebut”

-FIN

*Dindong Love ^^*

31 thoughts on “My Lovely Rain ^^ (Drabble)

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s