Gang of Hanjin High School (Chapter 2)

Gang of Hanjin High School

Read the previous part here >> Chapter 1

Title : Gang of Hanjin High School

Author : Kim Yeonah

Length : Chaptered

Genre : Angst, Fantasy, Romance

Rating : PG-15

Casts : EXO Member, Jenny Choi (OC), Krystal F(x)

Plot is mine but the casts belong to God and their family..

Author minta maaf sebesar-besarnya buat readers yang udah nungguin FF ini /bow/ author baru sempet ngepost sekarang karena halangan seorang pelajar yaitu tugas yang menumpuk. Semoga part ini ga mengecewakan kalian🙂 Happy Reading

Author POV

Sejak kejadian ‘diselamatkan’ oleh Luhan saat akan terpleset, Jenny selalu berusaha menjauhkan diri dari Luhan karena dia merasa malu dengan kejadian yang terjadi setelah adegan tolong-menolong itu

Flashback

“Ternyata kau cantik, stupid” Jenny tersipu dengan ucapan Luhan dan dengan seketika wajah Jenny telah berwarna seperti tomat

“Uhh lihat siapa yang tersipu. Wajahmu telah berubah menjadi tomat” Jenny langsung menutupi wajahnya malu, ingin segera pergi darisana namun mungkin dia sedang sial. Dia malah menginjak pel milik Luhan dan terpleset. Semakin malu lah dia. Tanpa memikirkan bokongnya yang sakit dia pun berlari kecil menjauh darisana. Luhan tertawa. Bukan untuk menertawai karena yeoja itu konyol tapi yeoja itu lucu.

Flashback end

Jenny menghela nafas berusaha menghilangkan pikiran itu dari kepalanya. Dia harus fokus belajar hari ini. Dia memasang senyum cerah di wajahnya sebagai tanda dia akan memulai hari ini dengan baik namun dalam sekejap senyum itu menghilang bagai ditelan bumi ketika matanya menangkap sosok Luhan yang berjalan dari arah berlawanan. Jenny langsung mengambil jalan lain menuju kelasnya untuk menghindari Luhan

Bruk.. Tubuh Jenny terjatuh ke tanah begitu menabrak seseorang “Pagi-pagi aku sudah sial begini” gerutu Jenny dalam hati sementara orang yang menabraknya khawatir dengan Jenny

Are you okay ?” tanyanya membuat Jenny menoleh ke pemilik suara itu dan ternyata dia adalah Kim Minseok atau sebut saja Xiumin. Melihat Jenny yang masih belum menunjukkan tanda-tanda untuk menjawab, Xiumin mengulurkan tangannya untuk membantu gadis itu

Need some help?” Jenny meraih tangan Xiumin dan berdiri kemudian membersihkan roknya. Xiumin memperhatikan nametag Jenny “Choi Jenny, huh? New student in Luhan class?” Jenny mengangguk ragu “Dia sudah memberitahu sedikit tentangmu?” Jenny membelalakkan matanya “Memberitahu tentangku? Apa yang dia ceritakan?” Xiumin tersenyum jahil “Bimil” ucapnya sambil meletakkan jari telunjuk di depan bibirnya “Yaa.. Malhaebwaa” ucap Jenny sambil memukul-mukul pelan punggung Xiumin. Mungkin ini hari keberuntungan Xiumin, Bel sekolah telah berbunyi Xiumin pun melarikan diri dari Jenny “Kim Minseok!”

“Studio dance setelah sekolah!” teriak Xiumin sambil berjalan mundur kemudian berlari menuju kelasnya dan itu artinya Jenny juga harus segera menuju kelasnya

Jenny POV

Aku bisa bernafas lega setelah dia duduk di kursinya. Krystal yang melihatnya langsung terheran “Kau kenapa seperti orang yang habis dikejar anjing ?”

“Aku tidak dikejar anjing tapi aku hampir saja telat dan aku bisa diberi hukuman lagi”

“Krystal-ah, aku mau tanya sedikit”

Ask about what?

“Apa di tiap kelas angkatan ini pasti ada salah satu anggota Dragon Team dan Wolf Team?” tanyaku karena memang hal itu baru saja dia sadari ketika pergi ke kelas lain tadi

“Kurasa begitu, memangnya kenapa ?”

“Tidak apa-apa aku hanya ingin bertanya saja”

Tidak berlangsung lama, Kevin saem guru yang akan mengajar bahasa inggris sekaligus wali kelas kami sudah memasuki ruang kelas untuk memberi materi

Before we study, there is something i have to say” Para murid pun mendadak menjadi antusias. Banyak dari mereka yang menerka-nerka apa yang akan Kevin saem katakan juga ada yang tetap sibuk pada pemikirannya sendiri

“Sekolah kita akan mengadakan camp selama 5 hari dan semua wajib ikut serta, orang tua kalian sudah kami kirimi surat persetujuan” Sebagian murid ada yang tersenyum bahagia karena akan diadakan, beberapa ada yang merasa tak tertarik untuk ikut serta contohnya namja yang di belakang sana, Byun Baekhyun. Sejak tadi dia sama sekali tak tertarik dengan apa yang dibicarakan Kevin saem dia hanya sibuk melibatkan diri dengan buku yang sedang dia baca

“Kalau begitu caranya pasti semua anggota Dragon Team dan Wolf Team ikut serta” ucap Krystal tiba-tiba padaku “Kenapa begitu ?”

“Karena orang tua mereka terlalu sibuk untuk mengurusi hal semacam itu, mereka pasti hanya akan menandatanganinya lalu mengirimkan kembali surat itu ke sekolah” ujar Krystal panjang lebar. Kurasa dia tau lebih banyak dari yang kuduga dia pun mendapat persetujuan dari Baekhyun “Yep, you’re right Krystal-ssi” ucapnya sambil tersenyum. Kuakui senyumnya itu menawan. Dia tak dingin seperti Luhan atau Sehun namun tak berlebihan juga seperti Kai. Oh tidak apa yang kupikirkan, i cannot fall to his charm. Kutolehkan kembali kepalaku kearah Kevin saem yang sudah memulai materinya. Hingga kusadari jika Luhan sejak tadi menatapku intens tanpa berkedip sedikit pun dan ada sebuah cahaya kecil dari tangan sebelah kirinya yang entah apa itu tapi itu pasti berhubungan dengan kekuatannya. Dugaanku tepat, dia mengendalikanku lagi kali ini dia membuatku menulis di kertas dengan tulisan “Never fall for him like you fall for me” Aku langsung mencoba melawan pengendalian Luhan namun itu semua sia-sia. Untunglah Kevin saem melihat Luhan yang terus menoleh kebelakang sehingga dia menegur Luhan dan membuat Luhan melepaskan kendaliannya itu

*********

Aku merapikan buku-bukuku dan bergegas menuju loker. Aku melewati Luhan begitu saja tanpa menoleh kearahnya. Aku pergi menuju loker dan menaruh semua buku disana. Aku ingat janjiku dengan Xiumin di studio dance. Aku membuka peta sekolah karena aku masih belum menghafal dengan baik letak-letak tempat yang ada di sekolah ini. Mataku menjelajah peta mencari ruangan yang diberi nama Studio dance. Aku menunjuk ruangan yang kuyakini adalah studio dance di peta ini

“Di gedung seni, setelah studio musik” gumamku

Aku menutup peta dan langsung berjalan menuju gedung seni. Gedung seni di sekolahku ada hall untuk pementasan, studio dance, musik, vocal, dan drama. Aku berjalan memasuki lorong gedung seni. Aku mendengar dentingan piano yang lembut dari luar studio musik, akupun memutuskan untuk mengintip sedikit siapa yang memainkan piano sebaik itu. Kakiku maju selangkah mendekat dengan jendela studio tiba-tiba ada yang menutup mataku dari belakang. Aku menggenggam kedua pergelangan tangan orang itu kuat-kuat mencoba melepaskan tangannya dari mataku namun hasilnya nihil

“Siapapun kau lepaskan, mataku sakit” ucapku tapi orang tetap tak bereaksi. Tidak berapa lama, aku mendengar suara seseorang. Aku kenal suara itu, nada dinginnya sangat khas di telingaku

“Ternyata begitu caramu memperlakukan yeoja, Kim Jongin?” Kira-kira seperti itu lah kalimat yang terlontar dari orang itu, Oh Sehun. Mungkin aku baru mendengar suaranya sekali tapi itu sudah dengan mudahnya terekam di otakku karena ciri suaranya yang berbeda dari murid lainnya. Kai melepaskan tangannya dari wajahku. Dia pergi melewati Sehun dengan menabrakkan bahunya pada Sehun

“Kau mengucapkan hal seperti itu pada Kai sementara kau sendiri tidak minta maaf pada yeoja di hadapanmu ini karena telah menumpahkan jusnya”

Sehun menatap tajam kearahku “Can’t you just say thanks ?” ucapnya lalu berbalik pergi ke studio dance. Aku mengikutinya. Bukan karena membuntutinya tapi karena itu memang tujuanku, ingat?

Choi Jenny here” ucap Sehun pada Xiumin dan semua orang yang disana langsung menoleh kearahku. Tao dan Lay masih menatapku lekat-lekat

“Guys, kalian tidak berpikir dia mirip seseorang ?” ucap Tao tiba-tiba setelah berhenti menatapku. Kali ini Sehun yang menatapku “Stop looking at me” ujarku karena aku merasa risih dengan semua perlakuan mereka “Choi Hana nuna..” gumam Sehun tapi aku dapat mendengarnya dengan baik “Tentu saja mirip, Choi Hana itu kakakku” jawabku seadanya karena memang Choi Hana yang ada di pikiranku adalah Hana kakakku. Sontak semua mata mereka membulat bahkan Lay menganga tak percaya padaku

Sehun POV

“Tentu saja mirip, Choi Hana itu kakakku” ucap yeoja blasteran itu. Ucapannya itu berhasil menjadi panah yang kembali menusuk hatiku dan menekannya jauh lebih dalam dengan kalimat “Aku adik dari Choi Hana” Xiumin bangkit dari duduknya dia menepuk pundakku dan mengajakku keluar dari sana

“Sehun-ah, aku tau kau merindukannya. Tapi lupakanlah dia”

“Tidak semudah itu” ujarku lalu kembali ke ruangan dance tapi tidak dengan Xiumin. Dia malah menyipitkan matanya ke arah lain. Aku mengikuti arah mata Xiumin dan aku bersiap berlari kesana tapi Xiumin menahan tanganku “Kita kesana berdua”

“Park Chanyeol! Hentikan!” Xiumin berteriak ke seorang namja dengan tinggi sekitar 185cm namun dia sama sekali tak memperdulikan ucapan Xiumin. Secara diam-diam aku menggunakan kekuatan anginku untuk mendorong Chanyeol menjauh dari yeoja yang berada di depannya. Chanyeol terdorong kebelakang, yeoja itu pun berlari sejauh mungkin dari Chanyeol “Ini bukan urusan kalian, jangan ikut campur!” Xiumin membekukan kaki Chanyeol agar tak dapat bergerak tapi usaha itu sia-sia. Kenapa ? karena tentu saja Chanyeol dapat mencairkannya dengan kekuatan apinya “Don’t waste your time, Kim Minseok” ujar Chanyeol kemudian berlari mengejar. Tiba-tiba Chanyeol terpleset membuat kami berdua bingung. Wajah Chanyeol terlihat sangat kesal dan entah kenapa bajunya itu basah

Aku menggeser sedikit melihat orang yang dibalik tiang pancang. Ternyata itu Suho, dia mengambil air dari air mancur yang ada di dekat mereka dan membasahi lantai. Chanyeol tidak dapat melawan karena kekuatan apinya tentu kalah dengan air Suho “Jangan macam-macam dengan yeoja. Singkirkan otak mesum mu itu” ucap Suho sambil sedikit menoyor kepala Chanyeol “Jangan sentuh aku dengan tanganmu itu” ujar Chanyeol dan tanpa basa-basi dia langsung pergi dari sana

Jenny menyusul keluar dari studio dance. Dia hampir saja terpleset air tadi kalau saja Lay tidak menahan tubuhnya. Xiumin melihat ada guru yang datang kesana, Suho dengan cepat membereskan air itu dengan kekuatannya tanpa terlihat siapapun termasuk Jenny kemudian mereka semua bertindak seperti tidak ada yang terjadi sebelumnya, mereka menunduk hormat pada guru yang lewat

“Munafik” ucap seseorang yang memperhatikan mereka secara diam-diam

*********

Author POV

Seusai sekolah, Dragon Team kembali ke markas atau tempat tinggal mereka yang berada tak jauh dari sekolah. Semua orang tau kalau kedua team itu tidak tinggal di asrama sekolah seperti anak-anak lainnya karena mereka memang hidup berkelompok. Saat ini Kyungsoo memasakkan sahabat-sahabatnya itu makanan berhubung dia habis berulang tahun padahal biasanya dia menyuruh mereka makan di cafetaria sana tanpa peduli jika mereka sudah muak dengan makanan yang ada di cafetaria

“Kyungsoo-ah tumben sekali kau memasak ini untuk kami” ucap Kai sambil menghampiri Kyungsoo yang ada di dapur “Waeyo? Kau tidak mau makan?” jawab Kyungsoo sambil mengacungkan pisau yang sedang dia gunakan untuk memotong. Kai pun bergidik dan tanpa basa-basi dia langsung kembali meninggalkan Kyungsoo sendirian

Kris, Can i take someone here? I’m sure you must be surprised

It’s up to you, Kai” Kai tersenyum kemudian menghilang dalam hitungan detik “Aku benci ketika dia menghilang dan datang dengan cara itu” komentar Chen yang disetujui oleh Baekhyun “Me too..

Kai muncul tepat di depan kamar Jenny dan mengetuk pintunya. Tepat seperti apa yang dia harapkan, Jenny sendiri lah yang membuka pintu bukan Krystal. Tanpa bicara apa-apa dia langsung menarik Jenny keluar dan menghilang secepat kilat bahkan sebelum Jenny sempat berteriak mereka sudah sampai dia sebuah rumah dengan desain modern menggunakan kaca

remy-black-house

“Rumah siapa ini?” tanya Jenny dengan wajah heran “Our house” jawab Kai sambil membuka pintu dan membawa Jenny ke ruang tengah untuk bertemu dengan teman-temannya

“Kalian tinggal disini?” tanya Jenny polos. Baekhyun mengangguk sambil menahan senyumnya. Dapat dia lihat jelas Jenny yang masih bingung dengan semua ini “Are you confused? Don’t think about it. This is just a house

No, that’s not about it. I’m just.. you don’t live in school dormitory?

Of course not, Do you think we are?” Jenny mengamati sekeliling rumah dan hendak menjawab Baekhyun “Miss, can you sit first and talk later?” potong Chen yang merasa risih melihat Jenny terus-terusan berdiri

New guest, uh?” ucap Kyungsoo yang baru keluar dari dapur dengan nada ramah sambil menyuguhkan secangkir minuman pada Jenny. Suasana menjadi hening sebentar ketika Kyungsoo kembali ke dapur dan Jenny meneguk minuman itu dengan ragu

“Jadi apa tujuanmu membawanya kesini, Kai?” tanya Kris

Look at her face deeply and you’ll know what i mean” suruh Kai dan dalam beberapa detik kejadian seperti tadi siang terjadi lagi pada Jenny. Chanyeol langsung membungkam mulutnya tak percaya begitu dia menemukan apa maksud Kai

Actually, who are you? Your face is so familliar. Don’t you think so, Baek?

“Aku rasa begitu. Apa kamu pernah mengenal Choi Hana?” tanya Baekhyun. Jenny langsung mengernyitkan dahinya “Apa Hana yang mereka maksud sama dengan Hana yang dikenal oleh Wolf Team?” batin Jenny. Kemudian Kai mengeluarkan foto  seorang yeoja dari dompetnya dan memperlihatkannya jelas-jelas di depan mata Jenny “Do you know her?

“Iya, dia kakakku” Kai tersenyum paksa “Tepat seperti yang aku duga kau adalah keluarganya”

“Memangnya siapa dia untuk kalian?”

“Kau tidak perlu tau, itu hanyalah bagian dari masa lalu kami” jawab Kai yang tentu saja tak menuntaskan rasa penasaran dalam diri Jenny. Suasana pun kembali menjadi hening bahkan Jenny semakin merasa asing karena Kai dan Baekhyun seolah tak mengenalnya dan Chen terus saja menatapnya dengan tatapan tajamnya “Lebih baik kita makan sekarang” ujar Chanyeol untuk mencairkan suasana kemudian mengajakku makan bersama di ruang makan mereka “Makanlah Jenny, Aku harap kau menyukainya” ucap Kyungsoo masih dengan senyum ramahnya sementara semua orang bersikap canggung satu sama lain

Setelah makan, Kyungsoo merapikan semuanya dan Jenny terus mengikuti Kyungsoo “Tell me what it is” Jenny mengetukkan kukunya satu sama lain “Sebenarnya ada apa dengan Choi Hana ? Beritahu aku, aku mohon” ucap Jenny sambil menangkupkan tangannya “Ah itu, seperti yang Kai bilang dia adalah bagian dari masa lalu kami”

“Tapi kenapa dia begitu berarti bagi kalian?” tanya Jenny. Kyungsoo mengajak Jenny ke kolam renang yang ada di belakang rumah “Aku tidak dapat menceritakan semuanya tapi aku hanya akan bilang, she unites us (dia menyatukan kita)” jawab Kyungsoo namun setelah itu dia sibuk bermain air sendiri meninggalkan Jenny yang masih penasaran dengan apa hubungan Hana eonnie dengan mereka semua

*********

Jenny merapikan baju juga rambutnya. Dia telah bersiap untuk mencari kebutuhan camp yang diperlukannya bersama dengan Krystal. Karena sekolah ini terletak cukup jauh dari pusat kota, mereka berdua harus naik mobil Krystal yang memang ada di sekolah ini entah dia gunakan untuk apa tapi yang pasti saat ini mobil itu sangat membantu “Sudah selesai?” tanya Krystal pada Jenny “Ready..” Krystal pun merangkul pundak Jenny sampai ke mobilnya di basement yang memang disediakan khusus bagi murid yang membawa kendaraan ketika mereka pertama kali datang kesini

“Naiklah Jen” ucap Krystal. Jenny pun membuka pintu mobil ferrari berwarna pink senada dengan sweater yang dikenakan Krystal saat ini

pink_ferrari_458

Disamping mobil Krystal dapat dia lihat mobil lamborghini hitam dengan plat nomor ‘XLH 2177’ Jenny langsung menduga kalau mobil itu adalah milik Luhan “Melihat apa?” tanya Krystal yang tak diindahkan oleh Jenny hingga akhirnya Krsytal mengikuti arah pandang Jenny “Di deretan ini adalah kendaraan milik anggota Wolf Team dan di depan sana deretan kendaraan milik anggota Dragon Team” jelas Krystal tanpa diminta dan tepat saat Krystal selesai menjelaskan, anggota-anggota dari kedua team itu datang dari arah yang berlawanan. Jenny langsung menepuk-nepuk tangan Krystal sebagai kode untuk menjalankan mobilnya ketika Luhan berjalan kearah mobilnya tapi Krystal yang jahil malah membuka atap mobil dan membiarkan mobil dalam keadaan terbuka namun tak seperti yang Krystal harapkan, Luhan hanya berlalu begitu saja memasuki mobilnya tanpa menengok kearah Jenny. Krystal pun menjalankan mobilnya keluar dari sekolah

Luhan POV

Mobil ferrari pink itu telah bergerak keluar basement, aku pun menjalankan mobilku perlahan-lahan mengikutinya. Ketika telah berada di luar sekolah aku melihat seseorang menaiki G-wheels merah dari kaca spion tapi aku hanya mengabaikannya “Mungkin dia salah satu murid lain yang ingin membeli perlengkapan untuk camp” pikirku meskipun wajahnya tak familiar di mataku. Aku pun kembali memfokuskan diri ke jalan

Krystal menghentikan mobil ferrarinya itu tepat di depan sebuah toko pakaian. Aku pun memarkirkan mobilku tidak jauh dari mobilnya. Kulihat orang yang menaiki G-wheels tadi melewatiku dari samping dan meletakkan kendaraan mungilnya itu di samping pintu toko. Dia mengikuti Krystal dan Jenny masuk ke dalam toko. Aku segera masuk ke dalam toko itu dan berpura-pura memilih pakaian sambil memperhatikan orang mencurigakan tadi. Namun tiba-tiba seorang pegawai toko menghampiriku dan hampir membuatku ketahuan sedang mengikuti mereka

“Ada yang bisa saya bantu?”

“Tidak untuk saat ini, nanti akan saya panggil jika saya perlu”

Aku kembali memperhatikan Jenny dan Krystal yang sedang sibuk memilih pakaian. Ketika mereka bergerak aku juga bergerak begitu juga dengan orang misterius tadi. Sampai akhirnya Krystal memergokiku yang sedang berada di dekat bagian pakai wanita

“Sedang apa kau disini? Pakaian pria di sebelah sana”

“Ah..iya” ucapku gelagapan dan Jenny menertawaiku diam diam. Secara tiba-tiba orang misterius tadi menutup mata Jenny. Aku dan Krystal bingung siapa orang itu dan kenapa dia tiba-tiba menutup mata Jenny

“Nuguya? Krystal, Luhan siapa yang menutup mataku”

“Mollayo, Jenny-ah” Jenny membuka paksa tangan namja itu dan membalikkan badan “Who are you? And what are you doing?

You don’t remember me? How poor i am..” ucap namja itu sambil membuat-buat wajah sedih. Seketika wajah Jenny sumringah “Are you Mark?” Namja yang disebut Mark itu mengangguk dengan senyum yang lebar menunjukkan deretan giginya. Jenny memeluk Mark dan entah kenapa tubuhku terasa panas. Apa aku cemburu? Tidak.. tidak mungkin.

Author POV

Jenny dan Krystal telah selesai membeli semua yang mereka butuhkan. Luhan pun juga membeli beberapa baju yang disarankan oleh Jenny dan Krystal. Sekarang waktunya mereka kembali ke sekolah

“Mark ayo kita pulang” ujar Jenny sambil berusaha merangkul pundak Mark yang jauh lebih tinggi darinya

What’s wrong with you? Are you jealous?” tanya Krystal yang tiba-tiba berdiri di samping Luhan

No, i’m not

“Jenny-ya.. Kau belum memperkenalkan namja di sampingmu jadi aku tak akan mengantarmu pulang” ujar Krystal dengan tawa meledek. Jenny tersenyum “He is my cousin from California, his name Mark Tuan

Nice to know you, Mark” sapa Krystal hangat sembari menjulurkan tangannya, Mark menjabat tangan Krystal tanda mereka sudah saling mengenal sekarang tapi Luhan masih tetap enggan untuk membuka suara dan berkenalan dengan Mark. Krystal melirik ke arah arlojinya “Jen, ini waktunya kita pulang” ucap Krystal sambil mengetukkan jari telunjuknya diatas jam

I have to go back. Lain kali kita bertemu lagi, okay Mark?” Mark mengangguk dan Jenny pun mengacungkan jempolnya ke arah Mark. Krystal dan Jenny menaiki mobil kemudian pergi setelah sebelumnya berpamitan dengan kedua namja itu. Tinggalah Mark dengan Luhan, mata tajam Luhan tampak menelusuri isi pikiran Mark

What are you doing?” Mark yang tampak risih langsung menghindari pandangan Luhan

I’m the one who should asking you

Ask me? About what?

About Jenny..” jawab Luhan yang membuat Mark menghentikan aktifitas hendak mengambil G-wheels nya sejenak “Sebaiknya kita tidak membicarakan itu di pinggir jalan” ucap Mark lalu menjalankan kendaraan kecilnya dan memberi kode agar Luhan mengikutinya. Luhan pun bergegas menyalakan mobil dan mengkuti Mark

*********

Tidak lama, mereka berhenti di depan rumah dengan desain minimalis. Luhan menghentikan mobilnya di depan rumah “Rumahmu?” tanya Luhan. Mark menjawab dengan sebuah anggukan kemudian mengendarai G-wheels nya masuk ke teras rumah. Mark menyuruh Luhan duduk di sofa begitu masuk ke dalam rumahnya (kira2 gini rumahnya)

modern-house-with-a-pool-15037

“Disini sepi sekali” gumam Luhan “Aku tinggal sendiri dan aku belum mengenal siapa kau” Luhan menjawab Mark dengan singkat “Xi Luhan..” Mark pun mengangguk canggung kemudian berjalan ke dapur meninggalkan Luhan sendirian disana. Luhan melihat sekeliling ruangan itu, matanya terpaku begitu melihat foto berukuran besar yang ada di ruang keluarga. Luhan masih tetap terpaku pada foto itu hingga tidak menyadari kalau Mark telah kembali dari dapur “Wae? Kenapa kau melihatnya seperti itu?”

“Hana nuna..” ucap Luhan begitu matanya tertuju kearah seorang yeoja di foto itu yang sedang tersenyum sambil merangkul seorang laki-laki yang terlihat berumur lebih muda di sebelahnya

“Kau kenal Hana nuna?” tanya Mark. Luhan pun mengangguk seketika berkelebat di pikirannya kejadian-kejadian dirinya bersama Hana nuna di masa lalu “Dia satu-satunya orang yang mengerti kita, dia yang mempersatukan ego kita, dia yang mengubah segalanya”

She’s important too for me. She has sacrificed a lot of things for me

“Mark aku adalah salah satu dari orang yang memiliki supernatural di Hanjin High School, sekolah yang dimasuki Jenny. Setidaknya kau pasti tau tentang legenda disana jika kau memang dekat dengan Hana nuna”

I’m not sure.. I just know there’s two team in that school but i don’t know the rest

“Kau tampak lebih pintar dari Jenny rupanya”

“Jenny tak seperti yang kau kira, jangan nilai dia dari tampak luarnya”

Luhan melirik kearah jam yang berada di dinding. Jam telah menunjukkan pukul 11 malam dan itu artinya dia harus segera pulang. Luhan berpamitan pulang pada Mark. Meskipun dia seorang yang berhati dingin namun tetap harus punya tata krama bukan?

*********

Sejak Luhan pulang, rumah itu kembali menjadi sangat sepi lagi. Mark pergi ke kamar mandi dan membersihkan diri kemudian bersiap untuk tidur. Dia menarik selimut hingga menutupi setengah tubuhnya. Mark gelisah, dia merasa tidurnya terganggu. Sudut matanya masih sanggup menangkap sosok misterius yang bergerak-gerak di dekatnya namun dia tak merasakan rasa takut sedikit pun. Dia mendudukkan diri dan tiba-tiba sosok yang ditangkap ujung matanya kini berada di hadapan wajahnya. Mata merah yang dimiliki sosok itu masih tetap tak membuat Mark melarikan diri dari tempatnya saat ini

“Apa yang kau mau?” Mark tau sosok itu. Dia pernah tidak sengaja melihat gambar sketsa di buku Hana yang persis dengan sosok di hadapannya

“Kau mempunyai keberanian yang cukup tinggi rupanya” Sosok itu terus memajukan wajahnya mendekat ke wajah Mark berharap namja itu akan takut dan tunduk padanya namun usahanya sama sekali tak berhasil. Mark masih tak bergeming “Kau tak takut padaku? Aku tau sebenarnya kau takut tapi kau menahannya” Bingo, tepat seperti yang diucapkan sosok itu jantung Mark memang berdetak tidak dalam kecepatan normalnya. Namun jika dia mengeluarkan rasa takutnya, sosok itu akan memanfaatkan dirinya

“Kau sepupu Choi Hana. Aku hanya perlu bantuanmu sekali” Sosok itu mulai menyentuh leher Mark membuatnya sedikit sulit untuk menelan ludahnya

“Aku tidak mau membantumu!” ucap Mark dengan lantang membuat sosok itu murka kemudian mendorong tubuh Mark ke dinding di belakangnya dengan keras membuat Mark mengerang kesakitan “Cukup katakan ‘iya’ sebagai jawabannya” Mark tetap bersikeras menggelengkan kepalanya. Tanpa ampun sedikit pun sosok itu mencekik Mark sekencang mungkin hingga Mark kesulitan bernafas dan pingsan. Dia memanfaatkan keadaan lemah Mark sebaik mungkin

I’m succeed..

-To Be Continued-

New Cast Unlocked

Mark-Unlocked

Ini dia part 2 nya. Mian lagi buat yang udah nunggu lama dan mian juga kalau kalian masih kurang puas di part ini. Author ngejar waktu buat nyelesain sebelum bergulat sama UTS/? jadilah ini apa adanya. Author ga maksud membuat kalian waiting😦 dan seperti biasa author menunggu comment dari kalian. Ditunggu comment2nya okee gomapta /bow/

99 thoughts on “Gang of Hanjin High School (Chapter 2)

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s