What should I do with this girl? [Chapter 9]

Title                 :  What should I do with this girl? [Chapter 9]

Author            : Park  Hana

Cast                : Byun Baekhyun, Jung Eunji, Kim Joonmyun , Park Chorong,

Other cast      : Find by your self

Genre             :  Comedy romance, friendship, supranatural.

Length           : Chapter

Rating            : PG-15

Warning         : Typo dimana-dimana dan jangan copy paste tanpa seijin saya terlebih dulu.

Summary       : Ini Cerita tentang dua orang yang bersahabat baik sejak kecil, kadang mereka terlihat seperti musuh yang saling membenci. Tapi kadang mereka terlihat seperti sepasang kekasih yang saling menyukai. Dan cerita tentang seorang perempuan yang mempunyai kemampuan suprantural yang berubah menjadi sesaeng fans seorang lelaki, bahkan meminta lelaki itu menciumnya.

Chapter 1| Chapter 2 | Chapter 3 | Chapter 4  | Chapter 5 |  Chapter 6 |Chapter  7

Chapter 8

Chapter 9

Di sebuah rumah sakit kini Baekhyun serta Chorong tengah terdiam. sudah satu jam lebih mereka disana. Berkali-kali Baekhyun melirik pintu dihadapannya, berharap muncul seseorang yang dia serta Chorong tunggu sedari tadi yang adalah Eunji.

Eunji saat ini tengah menjalani pemeriksaan karena mengalami sedikit luka akibat terjatuh karena dorongan Minho.

Eunji dan Chorong memang tidak tertabrak, karena sang pengendara yang langsung melakukan rem dadakan. Tapi tetap saja mereka masih merasa Shock karena kejadian tadi apalagi setelah kejadian itu, Minho langsung di giring polisi dengan tuduhan mencelakai orang.

Chorong terduduk lemas menunggu  Eunji yang sedang di periksa, pikirannya begitu kacau saat ini, bahkan tangannya juga bergetar.

Dia berpikir, kalau saja Joon myun ada disampingnya sekarang pasti itu akan lebih baik. dia ingin sekali menyandarkan kepalanya di bahu Joon myun dan memejamkan matanya sejenak.

Berbeda dengan Chorong yang  sedang merindukan Joon myun yang tak ada disana, saat ini Baekhyun sedang diiputi rasa bersalah yang sangat besar. Dia kecewa pada dirinya sendiri karena hanya bisa terdiam saat Eunji hampir tertabrak mobil.

Baekhyun merasa dirinya benar-benar seorang pecundang. Belum selesai permasalan soal dia yang tidak bisa mengatakan isi hatinya, sekarang muncul masalah baru lagi yaitu dia yang merasa tak bisa melindungi seseorang yang dia sukai.

“Aku memang seorang pengecut, maafkan aku!” ujar Baekhyun dalam hatinya dengan lirih.

Suara Pintu terbuka membuat kedua orang yang sedang terdiam dengan lamuannanya tadi menajdi tersadar dan langsung mengalihkan pandangan mereka kearah orang yang baru keluar dari ruangan bersama seorang dokter.

Chorong langsung mengahampiri orang tersebut yang adalah Eunji, lalu menanyakan keadaan Eunji.

“Jangan khawatir, aku tidak apa-apa, hanya sedikit lecet di telapak tangan saja”.

Eunji menunjukkan telapak tangannya yang di plester pada Chorong seraya tersenyum. Hal tersebut membuat Chorong juga menyunggingkan senyumannya, merasa lega karena mereka tidak apa-apa.

Bukan hanya Chorong yang merasa lega, tapi juga Baekhyun yang sedari tadi berdiri seraya menatap Chorong serta Eunji tanpa berani menghampiri mereka berdua.

“Aku senang kau tidak apa-apa Eunji-ya” batin Baekhyun.

Menyadari tatapan Baekhyun padanya, Eunji melirik Baekhyun sebentar lalu memalingkan tatapannya kembali pada Chorong.

Aku tahu kau pasti Khawatir, Tapi tidak bisakah kau menghampiriku? dan bukannya terdiam seperti itu. karena aku takut hal itu nanti akan membuatku menjadi membencimu!!”

Mendengar isi hati Eunji, Chorong segera mengalihkan pandangannya pada Baekhyun yang sedang menatap mereka secara bergantian.

Chorong menghela napasnya, dan timbul sebuah ide untuk memberikan Eunji dan Baekhyun waktu berdua.

“Eunji-ya aku ingin ketoilet” ujar Chorong.

“Kau tunggu aku dulu dan kita pulang” tambah Chorong.

Eunji mengangguk dan langsung menatap punggung Chorong yang mulai pergi menuju toilet. Eunji kemudian duduk di kursi yanag ada disana. Suasana kini terasa begitu canggung bagi Eunji dan Baekhyun yang hanya berdua di sana.

“Apa kau tidak pegal, terus berdiri?. .  duduklah!”

Eunji mengatakan hal barusan tanpa menatap Baekhyun. Mendengar perkataan Eunji barusan, Baekhyun langsung duduk di pinggir Eunji.

Mereka kini saling melirik satu sama lain. Dan saat tatapan mereka bertemu, mereka langsung mengalihkan pandangan mereka kembali.

Eunji mengusap tenguknya kemudian menghela napasnya panjang sedangkan Baekhyun tetap melirik secara diam-diam pada Eunji.

Tak beberapa lama kemudian, Baekhyun tiba-tiba berdiri. Dia pun kini berpindah ke hadapan Eunji yang langsung mendapat tatapan bingung dari Eunji.

Baekhyun berdehem sangat keras, kemudian berjongkok yang membuat Eunji semakin bingung dan terkejut.

“Hyak wae geurae??” tanya Eunji kebingungan.

Greb!!

Baekhyun segera meraih tangan Eunji dan langsung menatap wajah Eunji. Baekhyun tersenyum tipis yang membuat Eunji semakin kebingungan. Eunji pun kini meminta Baekhyun melepaskan tangannya, namun Baekhyun seakan tak mau memperdulikan Eunji. Dia bahkan  memegang tangan Eunji dengan kuat.

“Eunji-ya mianhae!”

Eunji terdiam mendengar ucapan Baekhyun barusan.

“Untuk apa?” tanya Eunji dengan senyum kikuk.

“Untuk semuanya. . . untuk membiarkanmu menyukaiku, untuk menyakiti hatimu karena rasa sukamu padaku, juga untuk tidak melakukan apa-apa saat kau akan tertabrak tadi”

Eunji hendak mengatakan sesuatu, namun Baekhyun langsung menghentikannya dan  mengatakan agar Eunji tetap diam.

“Diamlah, dan hanya dengarkan aku”

Eunji kemudian terdiam dan kini dia mulai mendengarkan apa yang Baekhyun katakan.

“Eunji-ya apa kau tahu aku selama ini tidak menyukai saat kau selalu bersama ummaku karena aku takut kalau umma terlalu menyayangimu. Bukan karena aku takut kau merebut umma dariku tapi aku takut kalau umma akan memaksamu menyukaiku dan aku takut kalau kau akan tertekan. Tapi setelah kau mengatakan kau menyukaiku, ternyata itu lebih menyakitkan karena. . .”

Mata Eunji mulai berkaca-kaca mendengar ucapan Baekhyun saat ini, dia mengira kalau kali ini Baekhyun pasti akan mengatakan kalau sebaiknya mEunji menghilangkan perasaannya.

“Baekhyun-ah jebal” ujar Eunji dalam hatinya.

“Karena aku juga menyukaimu, tapi aku ini pengecut yang selalu takut karena rasa sukamu.  Aku selalu mendengar bahwa persahabatan yang menjadi sebuah cinta akan menjadi canggung nantinya. Aku takut jika suatu hari nanti aku akan menyakitimu karena rasa sukaku padamu. Aku takut ummaku akan merasa memilikimu karena kau denganku. Aku takut dia akan mengatur kita”.

Eunji mulai mengelurkan air mata setelah mendengar ucapan Baekhyun, dia tak tahu apa yang harus dia rasakan kali ini. dia juga bingung apakah dia harus bahagia atau sedih. Apakah ini sebuah pengakuan cinta Baekhyun atau penolakan Baekhyun.

Baekhyun pun mulai menatap Eunji dengan dalam lalu melepaskan sebelah tanganya yang menggenggam tangan Eunji, kemudian mengusap pipi Eunji lembut seraya tersenyum.

“kau tahu kau jelek saat menangis, wajahmu semakin membesar” ledek Baekhyun yang semakin membuat Eunji terisak.

“Eunji-ya apa kau tahu aku sangat takut saat mobil itu akan menabrakmu, aku berpikir aku ini lelaki yang sangat lemah yang tidak bisa melindungi orang yang aku suka. Meskipun aku belum bisa mengatakannya, tapi bukankah aku harus bisa melindungimu?”

Eunji terus terisak mendengar perkataan Baekhyun, sejujurnya dia benar-benar malu harus menangis seperti itu dihadapan Baekhyun.

“Eunji-ya ayo kita mulai???oppa sudah mengungkapkannya dan mulai saat ini oppa akan melindungimu!”

Eunji menarik tangannya yang digenggam oleh Baekhyun, kemudain menatap Baekhyun dengan tatapan kesal.

“Hei Byun Baekhyun, berhenti memanggil dirimu sendiri oppa dihadapanku!” ujar Eunji penuh penekanan.

Baekhyun membelakan matanya, dia kemudian berdiri dan langsung berkaca pinggang.

“Hyak jung Eunji, kenapa kau merusak Susana tadi?aigoo gadis ini. . “ ucap Baekhyun frustasi.

Eunji berdiri dan langsung ikut berkaca pinggang.

“Kau menyebalkan, dasar babi sialan!” umpat Eunji.

Baekhyun langsung melingkarkan tanganya di leher Eunji, lalu menempelkan dahi mereka berdua.

“Hya apa yang kau lakukan? Bagaimana kalau ada yang melihat?”

“Tenang saja, karena mereka pasti tidak akan memperhatikan kita, Bahkan kita bisa berciuman disini” goda  Baekhyun seraya tersenyum jahil.

Eunji langsung mendorong Baekhyun dan menatap Baekhyun dengan kesal kembali.

“Hyak Byun Baekhyun apa kau ingin mati hah?” ancam Eunji

Baekhyun tertawa dan langsung mencubit kedua pipi Eunji.

‘Hya bukankah sudah aku bilang panggil aku oppa mulai sekarang! Baekhyun oppa!”

“Sir-h-eo” ujar Eunji tidak jelas karena pipinya yang dicubit Baekhyun.

“Oh ya sebentar lagi umma akan menjemput kita” ucap Baekhyun kemudian.

Sementara itu kini di kantor polisi, Minho tengah terduduk didepan seorang polisis yang tengah mengintrogasinya.

‘Hyak kenapa kau mendorong gadis itu?” tanya sang polisi

“Aku tidak tahu, aku sendiri kaget kenapa aku bisa mendorongnya!” jawab Minho lemas dengan wajah yang kebingungan dan ketakutan.

“Oppa~~~”

Terdengar suara yang tak asing bagi Minho, yang langsung membuatnya menoleh kearah sumber suaranya tersebut.

Pemilik suara itu adalah adik minho sendiri, Sulli. Sulli datang dan langsung memeluk oppanya dengan air mata yang membasahi pipinya serta mata yang merah.

‘Oppa katakan ini tidak benar?” ujar Sulli.

Minho mengusap tangan sulli yang melingkar di lehernya, yang membuat polisi menyuruh sulli melepaskan pelukannya dan mengatakan bahwa ini bukan tempat pacaran.

Sulli langsung mendelik apda sanga polisi sambil berteriak mengatakan bahwa Minho adalah kakaknya.

“Minho-ya”

Minho menoleh dan ternyata itu adlaah Joon myun yang datang bersama sulli, bahka buanhanya Joon myun yang datang tapi juga Jonghyun datang mengantar sulli.

“Hyung”   panggil Minho saat melihat Jonghyun yang langsung mendapat senyuman dari Jonghyun.

Namun senyuman Jonghyun seketika itu hilang ketika menatap minho dengan seksama.

Jonghyun membelalakan matanya sebentar seakan terkejut melihat sesuatu.

“Jadi itu yang membuat dia melakukannya” batin Jonghyun.

Sementara Joon myun mengobrol dengan minho, Jonghyun hanya focus pada sesuatu. “Aku permisi dulu, ingin keluar. Nanti aku kembali” ujar Jonghyun.

Setelah berada diluar, Jonghyun langsung tersenyum tipis.

“Berhentilah mengikutinya, kalian itu sudah berbeda!”

Kini sesosok wanita berambut panjang serta memakai dress mulai terlihat dibelakang Jonghyun.

“Apa anda bisa melihatku ?” tanya hantu perempuan itu.

Jonghyun menoleh kearah belakangnya lalu mengangguk seraya tersenyum tipis.

“Ternyata di dunia ini banyak juga orang-orang yang bisa melihat hantu!” ujar hantu perempuan tersebut.

Mendengar ucapan hantu perempuan barusan, Jonghyun hanya bisa mengukir senyuman tipis.

***

Dirumahnya kini Chorong terdiam karena teringat sesuatu yang dia lihat di rumah sakit tadi. bahkan dari tadi dia terus mengabaikan ponselnya yang terus bordering, juga tidak mwmbalas pesan yang terus masuk ke ponselnya.

Flashback

Chorong yang baru keluar dari toilet  harus di kagetkan oleh seorang hantu anak kecil  berambut mangkuk yang sedang berdiri seakan tengah menunggunya.

“Omo!” kaget Chorong saat melihat hantu tersebut.

Hantu anak kecil itu tersenyum dan langsung menggerakkan tangannya, seperti mengajak Chorong agar mengikutinya.

Karena penasaran, akhirnya Chorong berjalan mengikuti hantu anak kecil tersebut. dia berjalan tanpa tahu akan di bawa kemana oleh hantu anak kecil itu.

Beberapa kali hantu anak kecil tersebut menoleh kearahnya seraya tersenyum seakan bahagia Chorong mau mengikutinya.

Chorong terus mengikuti kemana hantu anak kecil itu menuntunnya. Dan kini mereka sampai didepan sebuah pintu.  hantu anak kecil tersebut kemudian mengetuk bagian kaca yang ada di pintu tersebut.

Chorong menyipitkan kedua matanya tak mengerti, namun hantu anak kecil tersebut mengetuk kaca tersebut. Chorong mencoba berjalan mendekati pintu tersebut karena merasa bahwa hantu anak laki-laki tersebut ingin menunjukkan sesuatu padanya. Dia mulai menajamkan penglihatannya untuk melihat apa yang ingin ditunjukkan oleh hantu anak kecil tersebut.

Matanya yang semula menyipit, kini mulai membelalak saat melihat seorang perempuan dengan rambut acak-acakkan dan wajah putih pucat tengah terbaring dengan tatapan kosong serta pergelangan tangan yang di perban.

Chorong melihat kearah mata gadis tersebut, dan kini terdengarlah isi hati gadis tersebut.

“Aku selalu mendengar suara piano, dulu aku sangat menyukai suara piano tapi sekarang aku membencinya. Aku mohon siapa saja hentikan suara piano tersebut!!”

“Aku merindukannya, aku merindukannya aku merindukannya aku merindukannya aku mencintainya sangat mencintainya aku tidak membunuhnya”

Chorong terus mendengarkan seluruh isi hati gadis itu sampai tanpa sadar kini pikirannya terus dipenuhi kenangan-kenangan dan pikiran gadis tersebut sampai-sampai membuat kepalanya terasa sakit, lalu tak lama kemudian hidungnya mulai mengeluarkan darah.

Hantu anak laki-laki yang tadi mengiring Chorong kesana, kini sudah berada didalam dan tengah menatap gadis itu dengan tatapan sedih.

“Noona jebal!” ucap hantu anak laki-laki itu pada Chorong dengan wajah sedih.

Chorong memundurkan langkahnya, kemudian mulai berlari dari sana untuk kembali menemui Baekhyun dan Eunji diruang tunggu.

Flashback

Saat termenung seperti sekarang, hantu halmoni tiba-tiba muncul. Dia menatap Chorong dengan tatapan ingin tahu.

“Kau kenapa lagi?” tanya hantu halmoni.

Chorong menaikan bahunya tanpa mengatakan apapun kemudian dia pun berbaring di kasur lalu menutup tubuhnya dengan selimut sampai ujung kepalanya.

Melihat Chorong yang seakan tak mau bercerita padanya, hantu halmoni pun mulai menghilang.

***

Pagi pagi sekali Baekhyun sudah berada didepan gerbang rumah Eunji, dia menekan bel kemudian tak lama Eunjo membukakan gerbangnya. Dengan senyum mengembang, Baekhyun segera memasuki rumah Eunji namun tidak dengan Eunjo yang hanya bisa menghela napasnya panjang.

Dia bertemu Umma Eunji yang sedang menyiapkan sarapan, dan langsung memeluk ummanya Eunji.

“Eommonim, kau tampak cantik!” puji Baekhyun yang membuat ummanya Eunji mendelik pada Baekhyun.

“Kau juga sangat tampan tuan Byun” balas ummanya Eunji dengan mengedipkan sebelah matanya.

Tanpa mereka sadar kini tuan Jung sudah berada dibelakang mereka dan tampak memperhatikan Baekhyun serta istrinya. Dia berdehem sangat keras sehingga membuat Baekhyun dan umma Eunji menoleh kearahnya.

“Ah tampaknya ahjussi cemburu padaku” ujar Baekhyun sedikit menggoda tuan Jung.

“Ada apa ini?”

Tiba-tiba Eunji datang dengan wajah datar, dia menatap ketiga orang yang ada disana kali ini secara bergantian.

“Umma, aku ingin sarapan!” ucap Eunji yang langsung menuju meja makan.

Begitu Eunji duduk, Baekhyun pun mengikuti duduk di depan Eunji. Eunji menatap Baekhyun sebentar, kemudian mengalihkan pandangannya kemabali, dan hal itu membuat Baekhyun kesal pada Eunji.

“Kalian masih bertengkar?” tanya Eunjo.

“Tidak!” sahut Baekhyun dan Eunji bersamaan.

“kalau begitu kalian sudah baikan?” Tanya Eunjo kembali

“Tidak!” jawab Eunji dan Baekhyun bersamaan lagi yang membuat semua orang yang ada disana menatap mereka dengan tatapan heran.

‘Kalian kompak sekali” ledek tuan Jung.

***

Chorong berjalan menuju sekolahnya dengan pikiran yang tertuju pada gadis di rumah sakit yang dia lihat.

“Siapa dia dan kenapa hantu anak laki-laki itu seperti ingin aku melihat gadis itu.”

Chorong terus bergulat dengan pikirannya karena bingung apa yang harus dia lakukan.

“Eonnie, Chorong Eonni!”

Chorong langsung menoleh begitu namanya dipanggil.  Dan tampak seorang gadis yang baru saja keluar dari dalam mobil dan tengah menghampirinya.

Gadis tersebut adalah sulli dan tampaknya sulli tidak berniat pergi kesekolah karena dia tidak memakai seragam saat ini.

Begitu berada didepan Chorong, sulli langsung meraih tangan Chorong  dan dengan mata berkaca-kaca sulli menatap Chorong.

‘Eonni, aku mohon bebaskan Minho oppa, dia bukan orang jahat pasti dia tidak sengaja, oppaku bukan orang jahat!”

Kini air mata mulai mengalir dari matanya membuat Chorong merasa iba pada Sulli, dan benar apa yang dikatakan Sulli kalau oppanya memang bukan orang jahat. Chorong juga saat ini bisa mendengar isi hati sulli.

‘Ya Tuhan aku mohon, semoga Chorong eonni bisa membebaskan Minho oppa dan tak membuat oppa di penjara. Tuhan tolong aku!”

Chorong lantas memegang kedua tangan suli, dan menatapanya dengan sebuah senyuman tipis.

“Sulli-ya tenanglah. Eunji dan Baekhyun akan pergi kekantor polisi pagi ini untuk membebaskan oppamu. Jadi jangan menangis lagi!”

“Jinja?” tanya sulli

Chorong mengangguk dan kali ini sebuah senyuman terukir dibibir SUlli menggantikan tangaisannya.

***

Pagi-pagi sekali, Joon myun sudah pergi kekantor polisi untuk menemuni Minho. Dia membawakan Minho baju dan makanan.

“Sabarlah Minho-ya aku yakin kau tidak bersalah! Dan pasti sebentar lagi kau akan bebas”.

Mendengar ucapan Joon myun barusan, Minho pun tersenyum tipis tapi masih terlihat rasa kesedihan di wajahnya. Sementara Minho dan Joon myun berbicara, tanpa mereka sadari saat ini hantu perempuan yang selama ini selalu mengikuti Minho ada dipinggir mereka dan tengah menatap Minho dengan tatapan sedih.

Perlahan hantu wanita tersebut menggerakkan tangannya seperti yang ingin menyentuh badan Minho, namun dia hanya melewatinya seperti memegang sebuah bayangan.

“Minho-ya apa kau menderita? Apa ini karena ku?”

“Oppa!” panggil seseorang dan langsung membuat hantu perempuan tersebut menghilang.

Minho dan Joon myun kemudian menoleh kearah orang tersebut, mereka kemudian tersenyum karena orang yang datang tersebut adalah Eunji.

Eunji tersenyum kearah Minho dan Joon myun, namun tiba-tiba saja senyuman Minho dan Joon myun menghilang ketika melihat orang di belakang Eunji yang tak lain adalah Baekhyun.

Baekhyun saat ini tengah menatap Minho dengan tatapan tidak suka, dia lantas memegang tangan Eunji seraya menatap Minho tajam.

“Eunji-ya cepat selesaikan urusanmu, lalu kita pergi dari sini!” ujar Baekhyun dingin.

Eunji menatap Baekhyun, lalu memberikan wajah tak suka dengan sikap Baekhyun saat ini.

“Hyak lepaskan tanganmu, aku bukan nenek-nenek rabun yang akan menyebrang jalan, jadi tidak usah kau pegangi!”

Mendengar perkataan Eunji barusan Baekhyun langsung berdecak kesal, karena dia pikir bukankah ini wajar jika Baekhyun bersikap seperti itu.

“Kau tunggu di luar sana!” usir Eunji pada Baekhyun yang membaut Baekhyun mengerucutkan bibirnya.

“Haishhh kenapa kau lakukan itu pada pacarmu hah!” pekik Bekhyun.

Sekali lagi Eunji menatap baekhun dengan tatapan tak suka karena ucapan Baekhyun barusan.

‘Kalau kau memang pacarku kenapa? Aku ingin membereskan urusanku dulu, jadi kau tunggu diluar karena kalau kau disini maka urusanku tidak akan selesai. Dasar babi sialan!”

Saat Baekhyun hendak membalas perkataan Eunji, tiba-tiba saja polisi yang ada disana langsung memarahi Eunji dan Baekhyun karena membuat keributan dikantor polisi.

Sang polisi kemudian mengusir Baekhyun keluar, dan dengan pasrah dan perasan tidak suka akhirnya Bekhyun menunggu diluar.

Akhirnya saat ini Eunji bisa bebas berbicara dengan Minho. Joon myun yang mengerti keadaan seperti apa saat ini pun memutuskan untuk pergi membiarkan Eunji dan Minho membicarakan masalah mereka berdua.

“Aku akan menunggu diluar juga!” Pamit Joon myun.

Setelah berada diluar dan melihat Baekhyun, Joon myun pun mencoba menghampiri Baekhyun. tujuan utama dia adalh mengetahui apa hubungan Baekhyun dan Chorong dan kenapa mereka malah bersama kemarin.

‘Hei” sapa Joon myun mencoba ramah pada Baekhyun.

Baekhyun melirik sedikit pada Joon myun, namun setelah itu mengalihkan pandangannya lagi kearah depan.

“Aku dengar tadi kau ini pacar Eunji?” tanya Joon myun yang mencoba membuka obrolan, namun sejujurnya tujuan dia adalah untuk memastikan bahwa lelaki di sebelahnya ini adalah benar pacar Eunji.

Baekhyun menggerakkan badannya kearah joon myun , kemudian dia menjulurkan tangannya seakan mengajak Joon myun berkenalan.

Mengerti apa yang Baekhyun maksud, Joon myun pun menjabat tangan Baekhyun.

‘Namaku Byun Baekhyun, dan aku adalah pacar si muka lebar Jung Eunji!” Ujar Baekhyun yang menekankan pada kata pacar seakan ingin lebih mengaskan bahwa dia ini benar-benar pacar Eunji.

Joon myun tersenyum tipis karena perasaannya kini merasa lega, bukan hanya karena minho akan segera bebas tapi juga karena tahu bahwa  lelaki yang dia lihat bersama Chorong kemarin bukanlah siapa-siapa Chorong.

“Kau teman pria itu?” tanya Baekhyun yang langsung di iyakan oleh Joon myun.

“Katakan pda temanmu agar tidak mendekati pacarku lagi, untung saja Eunji mempunyai hati yang baik walaupun dia agak galak. Jadi setelah temanmu bebas, pastikan dia menjauhi pacarku!”

Joon myun terkekeh mendengar perkataan Baekhyun yang membuat Baekhyun merasa heran dan sedikit marah karena merasa tidak sedang melucu.

“Kenapa kau tertawa?”

“Aku? aku hanya suka melihat kau dan Eunji. Karena kau tampaknya sangat menyukai Eunji!”

“Mwo? Kau salah, dialah yang sangat menyukaiku!” narsis Baekhyun dengan senyum lebar. Dan hal itu sekali lagi membuat Joon myun tersenyum.

Kini tiba-tiba saja melintas nama Chorong di kepala Joon myun, sehingga membuat dia terglitik untuk menanyakan tentang Chorong apda Baekhyun, karena tampaknya mereka satu sekolah.

“Oh ya Baekhyun-ssi apa kau kenaal teman Eunji yang bernama Park Chorong?”

“Eo Chorong noona, ya dia sekelas denganku, kenaap kau menanyakannya. Jangan-jangan. . ”

Baekhyun kini menunjukan tatapan curiga pada Joonmyun yang membuat Joon myun merasa sedikit gugup dan langsung menelan ludahnya.

“Ini tidak seperti yang kau bayangkan” ucap Joon myun

Baekhyun mengubah tatapan menjadi biasa kembali, lalu tersenyum seraya memegang bahu Joon myun.

“Ah kau seharusnya tak percaya pada ramalan gadis aneh itu. walaupun kadang ramalan benar, tapi kau sebaiknya tidak percaya. Apalagi menghabiskan uangmu hanya untuk ramalan bodoh darinya!”

Mendengarkan ucapan Baekhyun barusan, Joon myun pun menghela napasnya lega.

***

Karena Eunji hari ini tidak masuk sekolah, akhirnya Chorong pun terdiam sendirian. Dia duduk di tangga depan lapangan sekolah. Pandangannya lurus kearah depan seakan tengah focus pada pertandingan bola yang sedang dilakukan oleh beberapa siswa laki-laki.

Sebenarnya sat ini dia masih memikirkan tentang wanita yang dia lihat di rumah sakit, dia benar-benar penasaran siapa wanita itu dan kenapa dia disana. dia sendiri heran kenapa bisa dia begitu penasaran terhadap wanita tersebut.

Sebuah angin pelan menerpa dirinya. Chorong mengalihkan pandangan kearah pingggirnya, diapun melihat sebuah bayangan Joon myun yang sedang tersenyum didepannya dan dia baru sadar kalau sudah dua hari dia tidak bertemu dengan Joon myun.

Chorong menatap Bayangan Joon myun didepannya, kemudian bayangan tersebut menghilang saat dia menghela napasnya.

“Aku merindukannya!” ucap Chorong.

Chorong mengambil ponselnya, lalu melihat beberapa pesan yang dikirimkan oleh Joon myun.

Dia tersenyum ketika membaca pesan-pesan tersebut. Pesan yang menanyakan keadaan Chorong, dan juga menanyakan apa dia baik-baik saja. Chorong sesang atas perhatian yang Joon myun berikan padanya.

Sebuah ide kini melintas dikepal Chorong untuk pergi ke apartemen Joon myun setelah pulang sekolah nanti.

***

Seorang lelaki paruh baya yang memakai jas dokter kini sedang berdiri didepan sebuah pintu bersama seorang lelaki muda yang adalah Joon myun.

Mereka memperhatikan dari kaca kedil di pintu seorang wanita yang sedang duduk membelakangi mereka didalam ruangan tersebut.

Terlihat sebuah kesedihan di sorot mata Joon myun saat ini, dan dokter yang sedang menemaninya pun bisa merasakan kesedihan Joon myun tersebut.

Dia kemudian menggerakkan tangannya kearah bahu Joon myun, lalu menepuknya pelan seakan ingin menenangkan Joon myun.

“Dia selalu berusaha bunuh diri, apa kau tidak khawatir?” tanya sang dokter.

“Aku bukan hanya khawatir, tapi juga aku sangat takut. Abeoji menyuruhku mengantarkannya ke rumah sakit jiwa tapi aku tidak mau. Dan apa paman tahu kenapa?”

Dokter yang dipanggil paman tersebut lantas menggeleng seraya menatap Joon myun.

“Karena aku yakin kalau aku melakukan itu, maka Hyung akan marah padaku. Aku hanya ingin dia sembuh dan melupakan Jonghyun hyung lalu kembali menjalani hidupnya. Asku ingin menebus semua kesalah yang kami perbuat padanya. Itulah kenapa aku bersikeras untuk menjaganya. Sampai-sampai aku harus merelakan semua mimpiku pada abeoji”.

Dokter itu tersenyum karena entah kenapa dia selalu saja merasa kagum pada Joon myun yang tak lain adalah Ponakannya itu.

“Noona dia sudah kembali, apa kau bisa merasakannya? Dan satu hal lagi, dia masih belum ingat padamu!” batin Joon myun saat menggerakkan sebelah tangannya memegang kaca pada pintu didepannya.

***

Sepulang sekolah, dengan wajah sumringah Chorong menuju ke apartemen Joon myun. Dia memutuskan untuk langsung menuju apartemennya dan tidak menunggu di tempat biasa.

Kini dia sudah berada didepan pintu rumah Joon myun, dia lantas menggerakan tanganya menuju tempat password dan berencana untuk langsug masuk. Namun tiba-tiba dia menariknya kembali.

‘Ah bagaimana ini?” ujarnya kebingungan.

Chorong berpikir beberapa menit, dan setelah itu dia langsung memasukan password tanpa ragu.

Pintu rumah Joon myun terbuka. Chorong langsung memasuki rumah Joon myun dengan senyum sumringah.

Begitu masuk, dia langsung menuju kulkas untuk mengambil minum. Chorong mengambil sekotak susu, dia meneguk susu tersebut kemudian menggigitnya menggunkan gigi miliknya.

Chorong berbalik dan betapa terkejutnya dia ketika melihat seorang lelaki yang hanya memakai selembar handuk dengan rambut basah sedang berada disana.

Kotak susu yang dia gigitpun langsung terjatuh, namun bukan hanya Chorong yang merasa terkejut karena tampaknya lelaki tersebut yang adalah Jonghyun pun terkejut ketika melihat Chorong.

‘Kau!” pekik mereka bersamaan.

Jonghyun langsung berkaca pinggang dan meantap Chorong dnegan tatapan penuh pertanyaan, sedangkan Chorong merasa gugup karena tak menyangka bahwa akan da orang lain didalam rumah Joon myun.

Tanpa ragu kini Jonghyun menghampiri Chorong dan terus menatapnya dnegan tatapan penuh intimidasi.

“Siapa kau? kenapa kau bisa masuk rumah ini?”

Kedua mata Chorong kemudian membulat, dia tak bisaberkata apa-apa karena masih merasa shock.

“Apa para hantu itu yang memberitahumu?” tanya Jonghyun lagi dan terus menekan Chorong.

Karena Chorong yang tak kunjung menajwab, akhirnya Jonghyun menggenggam tangan Chorong dan terus menatap Chorong tajam.

“Jawab aku!”

Chorong tak kunjung menjawab dan hanya menatap Jonghyun tanpa berkedip. Disisi lain dia takut tapi disisi lain dia juga penasaran pada Jonghyun karena kemampuannya melihat hantu juga seperti Chorong.

“Kenapa kau bisa melihat hantu?”

‘Aku rasa itu ini bukan saatnya membahas itu semua, karena hal yang harus kita bahas adalah kenapa kau bisa masuk kerumah ini. apa kau penguntit?”

Tidak terima dirinya disebut penguntit, akhirnya Chorong melepaskan tangan jonghyun yang tengah menggenggam tangannya.

“Hyak tuan, aku ini bukan penguntit. Dan lepaskan aku. kau yang penguntit. Kenapa bisa-bisanya kau berkeliaran didepan wanita dengan hanya selembar handuk! Apa kau tidak malu?”

Bukannya melepaskan pegangannya, Jonghyun malah semakin melangkahkan kakinya mendekati Chorong. Jujur saja saat ini terbersit rasa gugup di hati Chorong karena bagaimanapun Jonghyun tidak memakai apapun, dan absnya juga tersekspos bebas bagi Chorong saat itu.

Chorong memalingkan wajahnya ketikan Jonghyun terus mendekatinya, bahkan kini Jarak mereka tinggal sekitar 5 cm dan hal tersebut semakin membuat Chorong semakin gugup.

“Hya apa yang kau mau?” tanya Chorong seraya memundurkan langkahnya sampai punggungnya menyentuh pintu kulkas.

Dia benar-benar gugup dan tak tahu apa yang harus dia lakukan. Di tatapnya kedua mata Jonghyun dan anehnya yang terdengar hanya dentingan piano yang sama seperti didalam mimpinya dan juga dentingan piano ketika dia melihat gadis misterius di rumah sakit kemarin.

Seketika itu dia teringat mimpinya kembali, dia membelalakan matanya karena tak mengerti dengan apa yang terjadi. dia juga teringat bagaimana dia berjalan di lorong sempit dalam mimpinya dengan diiringin suara piano yang menakutkan.

Chorong terdiam seketika seperti patungkarena terlarut dalam pikirannya. Tiba-tiba saja tanpa dia sadari hidungnya kembali mengeluarkan darah.

Melihat keluar darah dari hidung Chorong sontak saja langsung membuat Jonghyun terkejut.

“Hya kau kenapa?” tanya Jonghyun dengan nada tinggi serta wajah khawatir.

Begitu mendengar suara Jonghyun yang bertanya padanya, Chorong langsung menatap Jonghyun.

“Haishh kau ini. . .” keluh Jonghyun dan langsung berlari mencari tisu.

Setelah mendapatkan apa yang dia cari, dengan cepat Jonghyun kembali menghampiri Chorong.

Dengan cekatan, Jonghyun langsung mengelap darah yang keluar dari hidung Chorong. Sedangkan Chorong masih terdiam  tak mengatakan apapun dan hanya menatap wajah Jonghyun dengan tatapan yang Jonghyun sendiri susah mengartikannya.

Beberapa menit kemudian, Chorong yang sepertinya masih setengah sadar. Segera berdiri dan tanpa mengatakan satu patah kata pun, Chorong langsung pergi.

Chorong berlari keluar apartemen joon myun tanpa memperhatikan keadan sekitar, bahkan beberapa kali dia menabrak orang yang lewat dan mterjatuh tapi dia seakan ak memperdulikannya.

Ketika sudah berada di luar apartemen tanpa sengaja Chorong menabrak seseorang kembali bahkan kali ini sampai membuat dia terjatuh.

Melihat Chorong yang tampak aneh, akhirnya orang yang menabraknya itu membantunya berdiri dan betapa terkejutnya dia saat melihat wajah orang yang dia tabrak.

Mata Chorong langsung berkaca-kaca setelah mengetahui bahwa orang yang dia tabrak adalah Joon myun.

“Apa ini bayangan atau kau yang asli? Kalau ini bayangan tolonglah menghilang karena aku sedang membutuhkannya!”

Chorong terisak kemudian menangis  karena dia merasa bahwa dia benar-benar sudah gila saat ini. seketika itu juga raut wajah Joon myun langsung berubah menajdi seperti sedang khawatir pada Chorong.

“Ini aku!” ucap Joon myun.

Saat mengetahui bahwa didepannya adalah Joon myun asli dan bukan bayangan Chorong langsung memeluk Joon myun. Mendapati pelukan mendadak dari Chorong hanya membuat Joon myun terdiam karena masih terkejut.

“Aku takut! Kenapa sorot mata orang itu berubah menakutkan?”

Chorong terus menangis seraya memluk Joonmyun dan hal yang bisa Joon myun lakukan hanya lah menepuk-nepuk bahu Chorong untuk menenangkannya.

“Tenanglah aku disini jadi tidak usah takut lagi!” ujar Joon myun lembut.

***

Seorang pria paruh baya yang sedang duduk didalam ruangannya dan tengah membaca buku, langsung teralihkan perhatiannya ketika mendengar bunyi ponsel miliknya.

Disisi lain terlihat madam Choi tengah menelepon seseorang. Saat seseroang yang dia hubungi menjawab panggilannya, dia pun  langsung mengatakan sesuatu yang aneh.

“Saat suara terdengar maka semua terbuka.”

Flashback

Seorang gadis tengah turun dari mobil mewahnya, gadis itu menatap gerbang sekolahnya yang selalu membuatnya merasa takut.

Seo Joo hyun, itulah nama gadis itu. Joo hyun adalah seorang gadis kaya yang sedikit aneh. Dia tidak pernah berbicara pada siapapun bahkan dia tidak punya satu pun teman disekolah. Yang selalu dia lakukan adalah membaca buku dan tempat favoritnya adalah perpustakaan.

Hari ini juga sama, dia sedang berada di perpustakaan sekolah. Dia tengah memilih-milih buku apa yang akan dia baca kali ini. karena rasanya hampir semua buku-buku di perpustakaan sudah dia baca selama 2 tahun ini.

Saat mendapatkan buku yang akan dia baca, dia pun menuju meja yang selalu dia duduki jika diperpustakaan. Ketika sampai di meja tempat biasa dia duduk dia melihat seseorang tengah duduk disana, tapi lebih tepatnya tengah tertidur disana.

Karena tidak mau mengganggu, akhirnya Joo hyun memutuskan untuk pergi, namun sebuah suara membuat dia menghentikan langkahnya.

“Nona Seo Joohyun untuk kali ini aku pinjam dulu tempat dudukmu ini, karena aku merasa lelah!”

Tanpa mengatakan apapun, Joohyun melangkahkan kakinya meninggalkan tempat tersebut untuk  menuju rak buku lalu dia menyenderkan badannya dirak tersebut.

Kini perlahan tangannya mulai menyentuh dadanya yang berdetak sangat cepat.

“Dia, orang itu berbicara padaku bahkan dia mengetahui namaku. apa aku bermimpi?”

Kini di tarik ujung bibir miliknya mengukir aebuah senyuman tipis. Dia menoleh kembali kearah belakangnya untuk mengintip orang yang tadi berbicara padanya dari balik buku yang bertengger di rak.

“Kororo, sedang tertidur sangat pulas. Bahkan punggungnyapun terlihat sangat sempurna. Ada apa dengan pria itu? kenapa aku menjadi seperti ini?”

Flashback End

TBC

Hai-hai semuanya, siapa yang nunggu FF ini???? ^^

Mian ff nya agak telat, akhir-akhir ini aku sibuk banget. Jadi ff nya terbengkalai. T.T

Ini juga aku ngebut ngetiknya, jadi pasti banyak banget typo. Abis aku males ngedit ^^V

Pokoknya makasih buat yang udah sering comment dan nantiin Ff aku yang aneh ini. ^^

mulai ada pencerahan kah atau tambah bingung???? hayooo???^^

buat yang request baekhyun ma Eunji, gimana apa udah puas atau kurang? buat yang Chorong sama Suho juga gimana? moment mereka dikit yah? harap maklum yah, ntar ada saatnya ko. *plak

104 thoughts on “What should I do with this girl? [Chapter 9]

  1. Ping-balik: What should I do with this girl? [Chapter 15] | EXO Fanfiction World

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s