DAMN! I LOVE HER chapter 3 [freelance]

Gambar

TITLE : DAMN! I LOVE HER

 

CAST : – OH SEHUN

          – KIM NANA

          – CHOI YEONJU

          – PARK JIHYE

 

AUTHOR : @WENNYESS

LENGTH : CHAPTERED

RATING : PG-15

GENRE : SCHOOL LIFE, ROMANCE

 

 

note: sebelumnya aku pengen ngucapin terima kasih banyak buat komen-komen kalian dichapter-chapter sebelumnya *bow*, kalau ada yang pengen ngirim kritik dan saran atau pengen request boleh langsung mention twitter author @wennyess aja. terima kasih^^

 

CHAPTER 3

prev chap

setelah selesai pelajaran Eli saem, bel akhirnya berbunyi. namun sebelum aku berjalan keluar kelas tiba-tiba salah satu teman kelas nana berlari ke

arah laki-laki dikelasku yang sedang berkumpul.

“yaaa! yedeura! kim nana!”

apa? dia menyebutkan nama nana? aku menghentikan langkahku lalu kembali duduk ke kursiku, ada apa mereka menyebutkan nama nana?

“ya park taejin, nana sudah menerima cokelat darimu!”

 

“mwo? park taejin kau menyukai kim nana?”

 

“kim nana? wanita cantik dari kelas XI-A itu?”

 

“tapi dia sudah mempunyai pacar, apa kau akan merebutnya?”

 

“apa kau sudah mendapat nomor teleponnya? mau aku bantu?”

 

“aku sudah mendapatkan no teleponnya, setiap hati aku mengirim pesan untuknya, namun ia tidak pernah membalasnya, yang ada ia malah memarahiku dan menyuruhku untuk berhenti mengirimkannya pesan” taejin menjawab salah satu dari begitu banyak pertanyaan yang muncul dari teman-temannya

 

“benarkah? nana betul-betul tidak tahu diri!”

 

“geurae? dan yang aku lihat, cokelat yang kamu kasih ke dia, dia berikan pada temannya”

 

“mwo?! itukan cokelat mahal, anak itu benar-benar……..!”

mungkin mereka sangat sibuk berbicara tentang nana sampai tidak menyadari bahwa sehun mendengar semuanya.

 

apa?! sehun hanya kaget mendengar berita itu, disisi lain ia sedikit sedih kenapa nana tidak pernah bercerita kepadanya, namun disisi lain ia begitu kagum melihat nana yang tidak menggubris perhatian-perhatian pria lain selain dirinya. sehun melangkahkan kakinya keluar kelas dan mengeluarkan hpnya, ia mengetikkan sesuatu

 

To: Park Taejin

temui aku diatap sekolah sekarang

 

at rooftop

 

“ada apa kau memanggilku?” tanya taejin namun dengan nada yang takut

“kudengar kau memberi nana cokelat, dan mengirimnya pesan tiap hari” sehun menatap pria itu sinis

“k..kauu.. dari..mana k..au tau?”

“apa kau tau nana sudah mempunyai namjachingu?” sehun berjalan kearah pria itu sehingga membuat pria itu terus mundur lalu tersandar ditembok

“i..iy..iya, kau mau apa, kau mau memukulku?!!”

“tanganku terlalu bersih untuk memukulmu, lagipula aku tidak ingin menodai tanganku”

“k..au m..au apa?!”

“jauhi nana, jangan sekali-kali kau coba untuk mendekatinya. dan beritahu teman-temanmu jika kalian berani menyentuh nana, kalian tau sendiri apa akibatnya. ini peringatan pertama dan terakhirku, jangan macam-macam sama nana. dia milikku” sehun melepaskan cengkraman tangannya dari kerah baju taejin dan itu membuat taejin lari ketakutan.

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

 

“yeoboseyo? eoh aku sudah bersama sehun, sebentar lagi kami akan sampai disana. ne. iya. arasseo” nana menjawab semua pertanyaan dari yeonju.

 

at beach

 

“woah cuacanya sangat indah! sehun-a, kajja!” nana mengenggam tangan sehun lalu berlari kearah pantai

“oh! nana ya, sehun-a! kesini!” yeonju berteriak memanggil mereka.

“ohh kim nana kau sangat seksi” goda kai yan melihat kim nana memakai celana pendek dan baju kaos putih

“kau mau mati, kai?” ucap sehun agak memanas

“kalian pergi berenang saja dulu, aku akan menyiapkan makanan”

“ah iya, nana sekalian ambil tenda dimobil kai ya, kita akan membangun tenda untuk melihat sunset”

“tenda? mana ada tenda di pantai?”

“itu” yeonju menunjuk wilayah yang sudah terdapat beberapa tenda disana

“itu wilayah khusus tenda nana, bagi yang mau melihat sunset orang bisa mendirikan tenda disana”

“jinjja? daebakiya. araseo kalian pergi duluan, aku akan mengurus tendanya”

“kajja sehuna, kai-a” ajak yeonju

 

Nana pov

mobil kai, mobil kai. ah itu dia mobilnya! eh tunggu, toko apa itu? aku memasuki sebuah toko yang berada didekat pantai ini daebak, barang-barang yang belum pernah aku lihat sebelumnya. aku menelusuri toko itu dan melihat barang itu satu per satu namun mataku tertuju pada sebuah botol kaca kosong yang tutupnya terbuka. aku memanggil pelayan toko ini dan menanyakan benda ada ini

“ini adalah botol harapan, benda ini cocok sekali dikasih buat kekasih atau orang yang kita sayang”

“tapi bagaimana aku menggunakan botol kosong ini?”

“hahaha. kalau agasshi membeli botol ini, kami akan memberikan selembar kertas untuk menulis semua harapan kamu untuk orang yang agasshi sayang, lalu memasukkannya kedalam botol ini, nah terus tutup botolnya dengan ini, namun setelah ditutup botol ini tidak dapat dibuka”

“terus bagaimana orang tersebut bisa membaca surat ini?” tanya nana mulai tergiur dengan benda ini

“agasshi lihat sumbu ini? tutup ini hanya akan terbuka ketika sumbunya dibakar, namun dibakarnya harus sama orang yang menerima botol ini, setelah sumbunya habis penutup botolnya akan ikut terbakar menjadi abu dan akan jatuh masuk kedalam botol, ketika surat didalam botol tersebut  terkena abu ini, maka harapan agasshi akan terwujudkan”

“jinjja? beri ini aku satu ya”

“baiklah agasshi, ini suratnya silahkan diisi”

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

 

nana mulai mendirikan tenda yang disuruh, sudah 20 menit nana mengutak atik tenda itu namun tendanya tetap susah berdiri. namun kali ini ia berhasil mendirikan tenda tersebut.

“daebak, aku berhasil!” kata nana sangat bersemangat

namun tidak lama setelah tenda itu berdiri, angin meniup tenda itu sehingga kembali rubuh. nana hanya memandang tenda tersebut tanpa ekspresi apapun. tapi kemudian ia mengambil pasir lalu melemparkannya ke tenda tersebut

“aku tidak akan melakukannya lagi!”

“ya babo, bagaimana tendanya bisa berdiri kalau kau belum menancapkan ini?”

“sehun-a, biar kau saja yang melakukannya, aku sudah capek”

“kau harus membantuku!”

“ya apa kau kira membangun tenda in-” kata-kata sehun berhenti ketika nana menunjukkan ‘puppy eyes’nya

“jangan menatapku seperti itu nana-ya, kau membuatku gila. yasudah kau pergi saja bermain dengan yeonju”

 

Sehun pov

ternyata tidak begitu sulit mendirikan tenda ini. sekara-, eh nana ngapain main pasir disitu. ah tunggu kau kim nana. ku angkat tubuh nana yang sedang berjongkok itu lalu menyelupkanya didalam air

“ya! apa yang kau lakukan! air ini sangat dingin” nana mengomel sambil menggigil

“mian hahaha”

nana mencipratiku air dan aku pun membalasnya. memang ini kelihatan sangat kekanak-kanakan, namun aku sangat menikmatinya.  setelah cukup lama bermain air aku menyuruh nana untuk pergi ke tenda karena angin sudah mulai bertiup kencang. selesai berganti baju kami makan lalu menikmati keindahan sunset.

“ah sudah hampir jam 8, aku dan kai pulang dulu ya, kalian juga pulangnya jangan kelamaan, arasseo?”

“nee, hati-hati yeonjuya”

“oh iya, tendanya kalian bawa pulang ya”

“aish kau ini” nana berdecak kesal

“ayo kita bereskan tenda ini, sudah malam. aku akan mengantarmu pulang” sehun berkata padaku sambil membereskan barang-barang yang ada didalam tenda

“sehun-a, aku punya hadiah untukmu!” ucapku selagi melipat tenda

“jjan!”

“apa ini?” sehun memandangi botol itu heran

“kau lihat surat didalam itu? tadi aku menulis semua keinginanku, dan sampai dirumah kalau kau ingin membaca surat itu, bakar sumbu ini, nanti tutup botolnya juga akan terbakar lalu menjadi abu, kalau surat didalam terkena abu itu, maka harapanku akan menjadi kenyataannn!!” nana menjelaskan panjang lebar, sehun hanya mengangguk-angguk ngerti tak ngerti, yang ia tahu hanya harus membakar sumbu ini untuk membuka tutup botol.

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

 

at nana’s home

“gomawo sudah mengantarku pulang”

“kau masuk duluan sana”

“eung, kau hati-hati ya”

“eo”

nana berjalan menuju pagar rumahnya, namun sebelum membuka pagar itu, nana menghentikan langkahnya lalu menoleh ke arah sehun

“sehun-a” panggil nana lembut

“kenapa kau tidak masuk?”

nana berjalan ke arah sehun lalu memeluk sehun dengan erat, sehun juga ikut memeluk nana dengan erat, pelukan yang sangat….. hangat. pikir keduanya dalam hati.

-**-

Sehun pov (sehun’s room)

aku tersenyum sendiri mengingat nana memelukku tadi, pelukan yang sangat hangat.

oh iya, aku sudah membakar botol yang nana berikan kepadaku tadi.

 

“To: Oh Sehun

 

Sehun-a, terima kasih sudah menjadi namja-chingu yang sangaaat baik untukku, terima kasih sudah sabar menghadapiku selama ini.

aku harap kedepannya kita akan terus bersama, aku harap kedepannya kita tidak bertengkar lagi.

aku harap Oh Sehun bisa menjadi namja-chingu yang lebih baik buat Kim Nana, dan Kim Nana bisa menjadi yeoja-chingu yang

baik buat Oh Sehun.

meskipun kita banyak mengalami masa-masa sulit, jangan menyerah dan mari kita lewati masa sulit itu bersama.

dan jika kita mengalami masa-masa yang indah, jangan melupakan satu sama lain.

mari kita saling percaya satu sama lain.

untuk kedepannya, mari kita mencintai lebihhh.. lebihhh.. dan lebihh lagi..

selamat malam, Oh Sehun”

 

aku sungguh terharu membayangkan nana menulis ini hanya untukku, surat yang tidak begitu panjang namun sangat berarti.

aku mengambil hp ku dan menuliskan pesan untuk nana

 

To: Kim Nana

aku sudah membaca suratmu, aku tak menyangka kau bisa seromantis itu kim nana kkkk.

terima kasih, selamat malam dan tidur yang nyenyak.

 

==================================================================================

 

setelah sibuk mendengarkan celotehan kepala sekola, seluruh murid disuruh kembali masuk ke kelas masing-masing untuk melanjutkan proses belajar mengajar

 

 

NANA POV

pada jam istirahat kedua, sehun bermain basket dilapangan bersama teman-temannya. sehun memang sangat ahli dalam berolahraga terutama basket. aku hanya duduk dipinggir lapangan dan menunggu sehun selesai bermain basket. kupasang headset ditelingaku dan memutar beberapa lagu kesukaanku akhir-akhir ini. kulihat selagi bermain basket sehun melihat kearahku lalu tersenyum, aku tentu saja membalas senyumannya. aku menyandarkan kepalaku pada tembok disebelahku lalu menunduk, aku membuka youtube dan mencari beberapa lagu ballad yang baru, aku memang sangat suka bernyanyi sambil bermain gitar, aku bahkan sudah pernah mewakili sekolahku untuk lomba bernyanyi dan meraih juara 2. aku mendownload beberapa lagu yang sudah ku dengar diyoutube barusan.

“kau capek menungguku?” itu sehun, rupanya dia sudah selesai bermain basket

“ani. kau sudah selesai? ini…” aku memberinya sebotol air mineral dingin yang selalu menjadi minuman kebiasaan sehun tiap habis bermain basket, aku juga memberinya handuk kecil berwarna cokelat yang dulu pernah kuberikan untuknya

“gomawo. kajja kita ke kantin” dia menarik tanganku.

 

 

**kantin**

 

 

“kau mau makan apa?” sehun bertanya padaku

“kau saja yang makan. aku tidak lapar”

“kau belum makan daritadi kan, kau mau maagmu kambuh?”

“arasseo, tapi yang porsi kecil saja. aku akan mencari tempat duduk”

 

 

aku menemukan tempat duduk diujung kantin, entahlah aku menyukai duduk di ujung ruangan, kebiasaan yang aneh.

 

 

“kau selalu memilih tempat ini” katanya sambil membawa teokbeokki porsi kecil untukku, dan yang porsi besar untuknya

“woah, teokbeokki. kau selalu tahu apa yang ku suka. gomawo sehun-a” aku tersenyum, bukan tersenyum ke sehun, aku tersenyum pada teokbeokki ini hahaha.

“makanlah yang banyak”

“ah sehun-a, kapan kau bertanding?”

“10 hari lagi”

“jinjja? sudah dekat ya. kau jaga kesehatanmu, jangan sampai sakit”

“arasseo. kau harus menontonku”

“tentu saja, kapten tim, hahaha”

“berhenti memanggilku seperti itu nana-ya, kau kedengaran seperti mengejekku”

“aniya. kau kan memang kapten, haha”

“kau ini, hahaha. makanlah cepat, bel akan berbunyi sebentar lagi” sehun sedikit tertawa mendengar omongan nana

 

==================================================================================

SEHUN POV

minggu depan tanggal sudah tanggal 12, tanggal yang aku tunggu-tunggu. itu adalah hari jadiku dengan nana yang ke 6 bulan. memang belum begitu lama, tapi aku merasa sudah sangat nyaman dengannya, aku dapat merasakan ketenangan ketika mendengar suaranya dan ketika melihat wajahnya. oh iya, aku ingin memberikannya hadiah pada tanggal 12 nanti, namun aku tak begitu pandai dalam memilih hadiah buat wanita. ah iya! yeonju.

to: yeonju

yeonju-ya, kau sudah tidur?

“belum. ada apa kau mengirimi ku pesan malam-malam begini?” balas yeonju

“apa kau tahu apa yang harus diberikan pada wanita saat hari jadi?”

“nana? kenapa kau tidak memberikannya sebuah boneka beruang? dia sangat suka beruang”

“aku sudah sering memberikannya boneka”

“hmm. sesuatu yang berkilau?”

“aku baru saja memberikannya sebuah kalung”

“ah iya! kau tahu kan nana sangat pandai bernyanyi dan bermain gitar? aku baru-baru ini pergi ke toko alat musik bersama nana,

dia melihat sebuah gitar berwarna pink, dan dia berkata padaku bahwa ia sangat menyukai gitar ini. bagaimana kalau kau memberikannya

sebuah gitar?”

“ah kau memang cerdas, terima kasih banyak”

“iya sama-sama kkk”

“dan satu lagi, kau jangan memberitahu nana tentang ini”

“arasseo”

sehun tersenyum senang, nana pasti akan menyukainya.

 

***

NANA POV

minggu depan adalah hari jadiku dan sehun yang ke 6 bulan, tepat tanggal 12. kami jadian pada tanggal 12 juni. tanggal 12 itu sangat berarti bagiku, kenapa? karena aku dan sehun sama-sama berulang tahun pada tanggal 12. dia 12 april dan aku 12 agustus, yaa aku sedikit lebih muda darinya. lalu kenapa sehun menembakku pada bulan juni? katanya bulan juni itu pertengahan antara bulan april dan agustus, bulan ulang tahun kami. kira-kira apa yang akan kuberikan pada sehun? hmmm… ah! 3 hari setelah hari jadi kami, sehun kan akan bertanding, bagaimana kalau aku memberikannya sebuah sepatu saja? kau memang cerdas nana. ini masih jam 4 sore, aku langsung berganti pakaianku, lalu pergi ke toko sepatu

 

-toko sepatu-

disana aku melihat begitu banyak sepatu yang sangat menggiurkan, namun tujuanku hanya satu, mencari sepatu untuk sehun. tunggu, sepatu ini sangat indah! warnanya biru sama seperti warna kesukaan sehun. aku melihat harganya, mwo?! mahal sekali

“permisi ada yang bisa sa-. ah jangan salah sangka dulu agasshi, harganya mahal karena sepatu ini adalah sepatu pasangan, jadi dengan hargaa begitu agasshi bisa mendapat 2 pasang sepatu”

“ah jinjja?” tapii.. aku tidak membutuhkan sepatu basket, lagipula aku tidak bermain basket

“bagaimana agasshi?”

“aku hanya ingin sepasang. bagaimana kalau aku hanya mengambil sepasang ini saja?”

“aigoo maaf agasshi, sepatu pasangan ini tidak dijual terpisah”

“ah gitu ya, baik aku akan melihat-lihat sepatu yang lain saja”

sudah 2x aku memutari toko sepatu itu, aku tidak melihat sepatu yang lebih menarik dari sepatu pasangan tadi. apa aku membeli itu saja?tidak masalah, aku bisa pakai sepatu itu pada jam olahraga. tapi harganya… ah aku tahu!

 

– nana’s home –

 

“eomma!kau tahu? aku akan membeli sepatu pasangan buat sehun untuk hari jadi kami nanti”

“jinjja? terus kenapa kau harus memberitahuku? hmm biar eomma tebak, kau butuh sesuatu kan?”

“hahaha eomma tau saja. tapi aku tidak akan menerimanya secara gratis, sebagai gantinya aku akan melakukan pekerjaan rumah satu minggu ini, dan eomma harus membayarku. arasseo?”

“apa kau yakin nana? ini akan menjadi sangat sulit, hahaha”

“tentu saja! aku pandai memasak, mencuci piring, memotong rumput dan sebagainya. namun eomma sehari eomma harus memberiku 50ribu rupiah!”

“tidak masalah, baiklah kalau gitu kau yang siapkan makan malam ya, eomma sangat ingin makan jajangmyeon. eomma akan memberimu uang hari ini juga meskipun hari ini kerjamu hanya memasak dan mencuci piring. anggap saja ini sebagai bonus”

“ah gomawo eomma!” aku memeluknya. ya begitulah eomma, dia sudah mengetahui hubunganku dan sehun ini, dan responnya sangat baik. orang tua sehun juga begitu, responnya sangat baik terhadap hubungan kami. bahkan aku memanggil ibu dan ayah sehun dengan sebutan ‘eomma dan appa’.

 

malamya aku langsung menyiapkan bahan untuk makan malam. sudah cukup lama aku tidak memasak jajangmyeon untuk eomma, appa dan oppaku. setelah selesai makan aku membereskan meja makan, mengelap mejanya, menyapu sisa makanan yang jatuh dilantai. aku mencuci semua piring, sendok garpu dan gelas. lalu membersihkan dapur yang sudah kubuat berantakan ini. sungguh tidak mudah melakukan ini semua. sudah pukul setengah 12 malam. aku memasuki kamarku, mengganti bajuku dengan piyama lalu tidur.

 

==================================================================================

 

SEHUN POV

sepulang sekolah aku pergi ke toko gitar untuk mencari gitar yang berwarna pink. namun disini begitu banyak gitar yang berwarna pink. ah yeonju tidak memberi tahuku bagaimana ciri-ciri gitarnya. kalau aku menelpon yeonju sekarang, dia pasti sedang bersama nana. pake insting sajalah. ku lihat semua gitar yang berwarna pink, lalu tertarik oleh sebuah gitar sederhana yang lobangnya berbentuk hati. setauku perempuan sangat suka barang yang terdapat gambar hati didalamnnya.

“permisi ahjussi, beri aku yang ini ya”

“ah baiklah tuan”

aku melihat beberapa pick gitar, hmm.. mungkin akan lebih lengkap jika aku memberikannya sebuah pick ini. aku memilih warna putih polos lalu meminjam spidol dari toko tersebut. aku sengaja memilih warna putih karena aku ingin menulis sesusatu disana.

“apa yang harus aku tulis?” gumamku dalam hati

“saranghae?” ah terlihat sangat alay, sial geli sekali aku mendengarnya

“SeNa?” itu juga terlihat alay

setelah beberapa lama aku berpikir, aku memutuskan untuk hanya menulis ‘Kim Nana’ dipermukaan depan, dan ’12’ dipermukaan belakang

 

NANA POV

sepulang sekolah aku langsung mengganti pakaianku dan mengambil sapu dan kain pel, aku mengepel seluruh daerah rumahku. setelah itu aku ke halaman, memotong rumput, menyiriam tanaman. tidak sampai disitu, aku lalu pergi mengambil pakaian kotor lalu mencucinya, untung saja dirumahku mesin cucinya 2 pintu, kalau tidak bisa membuat pekerjaanku lebih berat. setelah itu aku menyiapkan makan malam untuk keluargaku, mencuci piring kotor lalu akhirnya menerima uang dari eomma.

“aku baru tahu begitu sulitnya membersihkan rumah sebesar ini, untung saja ada bibi yang bersedia membantuku” aku berbicara pada diriku sendiri, sekarang aku sudah berada ditempat tidur. tunggu.. bau apa ini? aku mencium bau keringat dari bajuku.

“huek.. apa aku sebau ini?” aku buru-buru mengambil handuk lalu masuk ke wc.

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

SEHUN POV

sial, pelajaran apa ini, apa gunanya aku belajar pelajaran seperti ini. aku bahkan tidak mengerti apa yang dikatakan gurunya, bahasa apa itu, alfa, beta, GLBB, GLB, sin cos tan, atau apalah.. aku melihat keluar jendela, eoh? bukankah itu kelasnya nana? rupanya mereka sedang jam olahraga. aku mencari-cari nana, itu dia! dia sedang memakai headset dengan posisi sedang duduk dilantai sendirian sambil menyandarkan kepalanya ke tembok, kulihat mulutnya mengucapkan kalimat-kalimat yang tidak aku mengerti, aku tahu dia pasti sedang bernyanyi. ku lihat guru didepan sedang sibuk membaca buku, kuambil hpku dari kantong lalu mengirimkan pesan ke nana

to: kim nana

apa yang kau lakukan? kau terlihat seperti pengemis disitu kkk

nana sudah menerima pesanku, dia tertawa lalu melihat kearah kelasku, pandangan kami saling bertemu, dia memandangku sinis.

“ya berhenti memandangiku seperti itu kim nana” aku mengirim pesan lagi kepadanya

“kkkk, simpan hpmu lalu berlajarlah dengan giat sehun-a” nana membalas pesanku

“aku bosan. apa yang kau lakukan disana?”

“aku sedang membalas pesanmu”

“aish.. bukan itu. yang tadi”

“yang tadi? ohhh rupanya kau memandangiku daritadi ya oh sehun! kkk”

“aku hanya tidak sengaja melihatmu” aku mencari alasan

“benarkah? terserahlah apa katamu. aku sedang membuat sebuah lagu”

“lagu apa itu?”

“kau akan tahu nanti, ini lagu untukmu”

“untukku? baiklah, cepat selesaikan dan nyanyikan itu untukku”

“kau hanya bisa menyuruhku begitu mudah, kau seharusnya membantuku!”

“kkkk, arasseo, apa yang bisa kubantu?”

“kalau aku menyebutkan nama ‘kim nana’, apa yang pertama kali ada dipikiranmu?”

“dia pasti seorang wanita”

“ya! oh sehun!”

“apa itu sudah membantu?”

“sudahlah, kau tidak membantu sama sekali”

“arasseo, aku serius kali ini. apa yang ingin kau tanyakan?”

“jawab ini dengan menggunakan kata-kata romantis yang ada dipikiranmu. awas kalau jawabanmu melenceng! seandainya kau hanya

bisa mengatakan 1 kalimat terakhir untukku, kalimat apa itu?”

“izinkan aku mencintaimu lebih dan lebih lagi”

“kkkk apa itu yang kau sebut dengan kata romantis?”

“wae? itu kata-kata romantis versiku, sudahlah jangan menghinaku”

“kkk arasseo. oke, aku sudah menemukan lirik yang tepat. kau tunggu saja lagu ini”

“arasseo”

 

#TBC

gimana? alurnya jelas apa kurang jelas? komentarnya ditunggu ya^^

6 thoughts on “DAMN! I LOVE HER chapter 3 [freelance]

  1. Penasaran jadi kayak gmana lagu yg dibuat sama Nana, hmp mereka couple yg so sweet banget sih.., aq udah baca 3 chapternya dan aq suka, next chapt jgn lama” ya thor..🙂

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s