Truly, You Are My Love (Chapter 3) [freelancer]

Gambar

Tittle              : Truly, You Are My Love (Chapter 3)

Author           : Jung Hye Ah

Length           : Chaptered

Genre             : Romance, school life, friendship, family

Main cast      : Choi Hye Jin (OC)

Park Chanyeol

                         Kim Jong In a.k.a Kai

                        Lee Hyo Ah (OC)

Support cast : Byun Baekhyun

                        Choi Siwon

                        Choi Yoon Ah

                        Akan bertambah sesuai chapternya

Ratting          : PG 15

Disclaimer       : Anyeong chingu.. FF ini murni hasil pemikiranku. Kalau para castnya masih tetap milik orang tua dan managementnya. J WARNING !!! TYPO bertebaran,, harap dimaklumi. ^^ Happy reading chingu n please don’t be silent reader. J

 

Hye jin POV

‘… Kim Jongin. Benar itu namanya dan aku ingat wajahnya. ’ Kulihat dia masih duduk diam dan tak berdaya. “Aku tidak mau ikut campur urusannya” akupun berbalik  bermaksud hendak pergi. Namun baru beberapa langkah, akupu terhenti. “Bagaimana jika ia tidak bangun dan tidak ada orang yang menemukannya? Gang ini sangat sepi” akhirnya aku memutuskan menghampirinya. Saat ini aku sudah berdiri di depannya, tapi ia tetap tidak bergeming sedikitpun. Aku mencoba menendang-nendang kakinya. “Ya, ireona”. Tidak ada respon darinya. ‘Apa dia sudah mati?’ pikirku.

Aku mulai berjongkok agar bisa melihat wajahnya lebih jelas. “Jadi seperti ini wajah badboy yang banyak digilai yeoja di sekolah” ucapku.

“Ggapjakki!!” aku terkejut, tiba-tiba saja ia membuka matanya. “Kau masih hidup?” tanyaku.

Kulihat dia memasang wajah yang sedikit tersinggung. “Tentu saja aku masih hidup, kau kira aku bisa masti semudah itu eoh?”

Aku hanya menaikkan bahu tak peduli. Kulihat ia sedang mencoba berdiri.

“ARGH” ia memegangi bagian perutnya dan kembali terjatuh.

Akupun memutar mataku. ‘Sepertinya aku harus menolongnya’. Aku mencoba menolongnya berdiri dan melingkarkan tangannya di bahuku untuk membantunya berjalan.

“Di mana alamatmu? Aku akan mengantarmu pulang”.

 

_ _ _

 

Kai POV

Aku terkejut saat membuka mata untuk melihat siapa yang berani mengusikku. ‘Bukankah dia Choi Hye Jin?’ gumamku. ‘Wajahnya memang manis, tapi kenapa cara bicaranya kasar sekali?’ Aku mencoba berdiri namun tubuhku tidak bisa diajak kompromi. Aku merasakan sakit di sekujur tubuhku. Tiba-tiba gadis itu meraih tanganku dan melingkarkannya ke bahunya. “Di mana alamatmu? Aku akan mengantarmu pulang” ucapnya. Aku merasa dia memang gadis yang baik.

_ _ _

Still Kai POV

“Sudah sampai” ucapku. Hye jin membantuku duduk di sofa.

“Ugh, kau berat sekali. Di mana kau simpan kotak P3K mu?”

“Memang siapa yang menyuruhmu membantuku? Kotak P3K ada di lemari itu” jawabku sambil menunjuk lemari tempatku menyimpan kotak P3K. Tidak lama kemudian ia kembali. Ia mulai membersihkan lukaku dan mengobatinya dengan teliti. “Finish” ucapnya setelah selesai mengobatiku.

“Tugasku sudah selesai, anyeong” Ia pergi begitu saja.

“Hei, kita belum berkenalan” Terlambat. Ucapanku tidak terdengar olehnya. Sekarang ia sudah sampai di depan pagar rumahku.

“Gomawo Choi Hye Jin” ucapku sambil tersenyum.

_ _ _

 

Author POV

Sore itu tampak seorang namja yang keluar dari sebuah restoran. Dia adalah Chanyeol. Dia baru saja mengecek keadaan restoran peninggalan ibunya itu. Setelah ibunya meninggal, Chanyeol tetap menjalankan usaha restoran ibunya itu karena ia tahu ibunya sudah susah payah membangun  dan menjalankan restoran ini sehingga restoran itu menjadi salah satu restoran yang cukup terkenal di Busan. Saat dalam perjalanan pulang, ia melihat sosok seorang pria yang sangat dirindukannya kini sedang berdiri di depan sebuah toko bunga. Chanyeol pun menghampiri pria tersebut.

“Abeoji..” Chanyeol sedikit ragu-ragu untuk menyapa pria tersebut.

Pria itu menoleh, “Chanyeol –a…” pria itu tampak terkejut.

“Abeoji, eomma sekarang sudah…” belum sempat Chanyeol menyelesaikan kalimatnya tiba-tiba seorang wanita yang berusia sekitar 30-an datang menghampiri mereka dan langsung memegang tangan ayah Chanyeol. “Yeobo, nuguya?” Tanya wanita itu.

“Dia… dia hanya seorang anak muda yang sedang menanyakan sebuah alamat padaku” ucap pria itu tergagap.

Chanyeol hanya bisa terkejut mendengar jawaban ayahnya. ‘Apa maksud semua ini?’ gumamnya dalam hati.

“Ne ahjumma, aku tadi hanya menanyakan alamat temanku pada ahjussi ini. Ini baru pertama kali aku berjalan di daerah sini” balas Chanyeol.

“Oh, kalau begitu ayo yeobo, kita pulang”. Wanita itu mulai menggandeng tangan suaminya dan berjalan menuju mobil BMW mereka yang terparkir di depan toko bunga dan segera pergi.

“Jadi ini alasanmu meninggalkan aku dan eomma, abeoji” tak terasa kini air mata chanyeol telah menetes membasahi pipinya.

 

_ _ _

Chanyeol POV

Saat ini aku sedang berdiri di pagar pembatas atap gedung sekolah. ‘Sepertinya aku memang harus menyusulmu eomma, aku sudah tidak punya siapa-siapa lagi di dunia ini’ gumamku dalam hati. Aku menggerakkan kaki kananku selangkah ke depan, namun tiba-tiba ada sebuah tangan yang menarikku sehingga aku terjatuh kembali ke atap gedung.

_ _ _

 

 

Author POV

“ Hoam, akhirnya drama itu selesai juga ku tonton. Huh, gara-gara menonton sampai larut malam lagi aku jadi mengantuk. Aku ingin tidur dulu di sini” ucap hye jin yang baru sampai di pintu menuju atap gedung. Tiba-tiba saja ia melihat suatu pemandangan yang cukup aneh menurutnya. Seorang laki-laki sedang berdiri di pagar pembatas. ‘Apa yang dia lakukan? Dengan posisi seperti itu kutebak dia sedang mencoba bunuh diri. Tapi sesuai drama yang kutonton, orang yang akan bunuh diri pasti menyampaikan sesuatu dulu seperti pesan terakhir atau apalah. Hmm, baiklah aku akan memperhatikannya dulu, setidaknya sampai dia mengucapkan kata-kata terakhirnya’ batin hye jin.

Namun berbeda dari yang hye jin pikirkan, tanpa mengucapkan apapun laki-laki itu langsung melangkahkan salah satu kakinya ke depan. “Omo, kenapa dia tidak mengikuti prosedur bunuh diri yang benar. Aish..” Dengan refleks, hye jin berlari ke arah laki-laki itu dan mencoba menarik tangannya. ‘Yak, dapat’batin hye jin. Namun karena hye jin menariknya terlalu kuat, alhasil ia dan laki-laki itu sama-sama terjatuh, dan lebih parahnya lagi laki-laki itu jatuh dengan posisi menimpa hye jin.

“Auww, appo” ringisan keluar dari mulut hye jin. Laki-laki itu tersadar dan segera menyingkirkan tubuhnya dari hye jin. “Mianhe” ucap laki-laki itu.

“Kau Park Chanyeol kan?” Tanya hye jin sambil berusaha untuk duduk.

“Ne, apa kau baik-baik saja? Sepertinya kau terluka?” sahut laki-laki yang ternyata adalah Chanyeol. Ia merasa bersalah melihat hye jin yang sekarang sedang meniup luka di sikunya.

“Kwehnchanha, hanya sedikit tergores. Bagaimana denganmu? Apa kau terluka?”

“Nan kwehnchanha” jawab Chanyeol yang kemudian menunduk.

“Chanyeol ssi, apa kau sedang punya masalah?”

“…”

“Kalau kau memang sedang mempunyai masalah, ceritakan saja padaku. Kau tau, jika kita hanya menyimpan masalah sendiri, itu hanya akan menambah beban di hatimu saja”.

 

 

Chanyeol POV

“Kalau kau memang sedang mempunyai masalah, ceritakan saja padaku. Kau tau, jika kita hanya menyimpan masalah sendiri, itu hanya akan menambah beban di hatimu saja” ucap gadis itu. Aku masih terdiam.

“Aku janji akan menjaga rahasia, yaksokhae” kutatap gadis itu, tersirat kesungguhan di matanya untuk membantuku. Akhirnya aku menceritakan segalanya, tentang abeoji yang meninggalkanku dan eomma, meninggalnya eomma, sampai peristiwa saat aku bertemu kembali dengan abeoji. Dia mendengarkan ceritaku dengan tenang.

“Aku tidak punya siapa-siapa lagi hyejin ssi”

“Jangan bicara seperti itu chanyeol ssi, Tuhan pasti punya maksud yang baik di balik semua peristiwa yang kau alami. Lagipula siapa bilang kau tidak punya siapa-siapa. Kau bisa datang padaku saat kau membutuhkanku. Aku akan membantumu semampuku”

“Gomapta hye jin ssi”

“Kalau begitu mulai sekarang kita berteman?”

“Ne hye jin ssi”

“Geurom, kau tidak perlu memakai bahasa formal lagi padaku”

“Ne?”

“Panggil aku dengan namaku saja, tidak usah pakai ssi”

“Oh, ne hye jin a”

Apa aku tidak sedang bermimpi? Gadis ini sedang tersenyum menatapku. Eomma, aku akan bertahan dan menjalani hidupku di dunia ini dengan baik, demi gadis ini, karena dia adalah malaikatku.

_ _ _

Author POV

            Saat ini para siswa sedang membereskan alat tulis mereka karena bel istirahat sedang berbunyi dan mereka ingin segera ke kantin mengisi perut yang lapar. Kai yang sudah siap membereskan alat tulisnya berjalan menghampiri meja hye jin.

“Anyeong, hye jin-a.”

“Anyeong” sahut hye jin singkat. ”Kenapa kau tidak berbahasa formal denganku?”

“Aku tidak suka menggunakan bahasa formal. Waktu itu kenapa kau langsung pergi dari rumahku? Aku belum sempat membalas kebaikanmu. Kau bahkan tidak memperkenalkan diri padaku”

“Apa itu masih perlu? Kupikir kau sudah mengenal namaku”

“Tapi kan kita belum berkenalan secara resmi”

“Kalian sedang membicarakan apa?” Chanyeol datang di tengah percakapan hye jin dan kai.

“O, chanyeol-a, kajja kita ke kantin bersama” ucap hye jin.

“Ne, kajja Kai, kita pergi bersama” ajak Chanyeol.

“Dia juga ikut bersama kita?” Tanya hye jin sambil menunjuk Kai. Kai mulai memasang wajah kesalnya pada hye jin.

“Wae hye jin-a? Apa kau lupa kalau Kai adalah sahabatku juga.”

“A matta” ucap hye jin sambil memukul kecil kepalanya. “Mianhe Jong In ssi”

“Sejak kapan kalian jadi akrab seperti ini?” celetuk Jong In.

“Sejak kemarin, mulai sekarang dia adalah sahabatku” jawab Chanyeol sambil meraih lengan kanan hye jin.

“Jinjja? Kalau begitu mulai sekarang kau menjadi sahabatku juga hye jin-a. Dan mulai sekarang kau harus memanggilku Kai” ucap Kai sambil ikut meraih lengan kiri hye jin.

“Baiklah, sepertinya berteman dengan kalian akan menyenangkan” sahut hye jin.

Mereka pun berjalan bersama menuju kantin masih sambil saling berpegangan tangan.

_ _ _

Chanyeol POV

Aku dan Kai sampai bersamaan di sekolah pagi ini.

“Kai, sepertinya kau rajin datang ke sekolah akhir-akhir ini?”

“Ne Chanyeol-a, dan sepertinya akan berjalan seperti ini untuk seterusnya, karena di sinilah aku bisa setiap hari bertemu dengan gadis impianku”

“Maksudmu?”

“Kau ingat kan gadis yang selalu kuceritakan padamu. Gadis yang pertama kali kutemui di depan toko buku saat kita akan mengunjungi makam ibumu. Gadis itu adalah Choi Hye Jin”

Aku terkejut mendengar pengakuan Kai. Ternyata Kai menyukai hye jin, gadis yang saat ini juga sudah mengisi hatiku. Apa yang akan terjadi selanjutnya pada kami? Aku takut membayangkan hal terburuk yang dapat mengancam persahabatan kami. Tiba-tiba suara hye jin memecah lamunanku.

“Good morning nae chingu”

Kai langsung berlari menghampiri hye jin. “Good morning hye jin-a”

“Wah, kau sudah bisa menjawabku dengan bahasa Inggris Kai, daebak..” sahut hye jin sambil bertepuk tangan.

“Ya, jangan terlalu berlebihan. Kalau hanya mengucapkan good morning anak TK juga pasti bisa”

Hye jin tersenyum melihat Kai yang sedang memasang wajah kesalnya.

“Chanyeol-a, kenapa kau tidak menjawab salamku”

“Oh.. ne.. pagi hye jin-a” jawabku dengan terbata-bata.

“Kau kenapa chanyeol-a, apa kau sakit?” sepertinya hye jin menyadari tingkahku yang aneh pagi ini.

“Ani, nan kwehnchanha hye jin-a”

“Jeongmal? Baguslah kalau begitu”

Fiuh, aku menarik nafas lega. Untung saja hye jin tidak bertanya lebih lanjut padaku.

 

Sepulang sekolah….

TENG… TENG… TENG… Bel yang menandakan jam pelajaran usai pun berbunyi.

“Ya, kalian berdua harus mengerjakan pekerjaan rumah yang diberi seongsaengnim tadi bersamaku. Aku akan pulang untuk mengganti baju dulu. Kita bertemu di taman dekat rumahku seperti biasa. Arachi?”kata hye jin kepadaku dan Kai.

“Ne, sajangnim” sahutku dan Kai bersamaan. Sejak kami bertiga bersahabat, kami sering melakukan apapun bersama. Apalagi hye jin, dia adalah orang yang paling gencar mendorong kami untuk belajar.

 

Di taman…

“YAK Kai, berhenti memandangiku dan kerjakan tugasmu”

“Hye jin-a, aku harus melihat wajahmu dulu agar aku bisa mendapatkan jawabannya”

“Neo picheosso? Wajahku tidak mungkin menyediakan jawaban dari tugas kita”

Beginilah suasana setiap kami mengerjakan tugas bersama. Hye jin selalu ribut menghadapi ulah Kai. Aku tau Kai sedang mencoba menunjukkan kepada hye jin bahwa ia menyukai gadis itu. Namun sayang, gadis itu tidak pernah menyadarinya.

Author POV

Kai merasa kesal karena saat ini ia sedang dihukum membersihkan toilet sepulang sekolah.

“Ck, ini sangat menjijikkan, kenapa aku harus dihukum membersihkan toilet?”

“Ya Kai, ini salahmu sendiri. Siapa suruh kau terlambat datang ke sekolah”

“Kau tak usah menceramahiku Chanyeol-a, lebih baik kau membantuku daripada hanya berdiri di sana”

“Shirreo, aku tak mau badanku bau toilet”

“Ck.. Oh ya, di mana hye jin?”

“Aku juga tidak tau. Saat bel pulang tadi kulihat ia mendapat panggilan dari seseorang dan ia langsung pergi dengan wajah ceria. Kai, aku bosan di sini. Aku tunggu kau di taman belakang sekolah saja. Anyeong ”

“YA, tega sekali kau Park Chanyeol, aish jinjja…”

Chanyeol berjalan ke taman belakang sekolah. Sekolah sudah sepi karena para siswa sudah pulang ke rumahnya masing-masing. Chanyeol memilih duduk di salah satu bangku. Samar-samar dia mendengar suara seseorang.

“Ne oppa, arrasseo”

‘Bukankah ini suara hye jin?’ batin Chanyeol. Ia berjalan ke arah sumber suara dan menemuka hye jin sedang duduk dan bersandar pada sebuah pohon.

“Tidak usah meminta maaf. Bukankah sebelumnya aku sudah berjanji akan melepaskan oppa saat oppa menemukan seseorang yang oppa sukai?”

“…”

“Kwehnchanha. Oppa telponnya kututup dulu”

Hye jin merebahkan kepalanya di atas tangannya yang terlipat. Perlahan isakan kecil mulai keluar dari mulutnya.

Chanyeol menghampiri hye jin. “ Hye jin-a”

Hye jin mendongakkan kepalanya dan mendapati Chanyeol yang sedang berjongkok di depannya.

“Kau belum pulang?” Tanya hye jin yang terkejut karena kehadiran Chanyeol.

Chanyeol menggeleng pelan. “Aku sedang menunggu Kai. Ia sedang dihukum membersihkan toilet karena terlambat datang ke sekolah tadi pagi. Tadi kau berbicara dengan siapa?”

“Oh, tadi yang menelpon adalah namjachinguku, ani.. sekarang dia bukan namjachinguku lagi” ralat hye jin.

“Apa yang terjadi?”

“Dia baru saja memutuskanku. Dia bilang ada yeoja lain yang sekarang mengisi hatinya. Aku sudah tau ini akan terjadi. Tapi aku tidak menyangka secepat itu dia melupakanku”

“Sudahlah hye jin-a. Aku yakin suatu saat dia akan menyesal melepaskan gadis sebaik dirimu. Lagipula masih banyak laki-laki lain yang lebih mencintaimu hye jin-a, contohnya saja orang yang sedang berlari ke arah kita sekarang”_ ‘dan juga aku’  sambung Chanyeol dalam hati.

Hye jin mengarahkan pandangannya pada laki-laki yang dimaksud Chanyeol.

“Mwo? Maksudmu Kai?”

“Eum, apa kau tidak pernah sekalipun menyadarinya? Hampir setiap  saat dia menunjukkan tanda-tanda ia menyukaimu”

“Mollayo Chanyeol-a”

“Hosh hosh hosh, kalian ke mana saja? Aku lelah mencari kalian” nafas Kai tersengal-sengal karena berlari kian kemari.

‘Apakah sekarang aku harus belajar membuka hatiku untuk pria lain?’ batin hye jin.

TBC

 

Eottae??

Gomawo buat chingu yang udah baca..

jangan lupa tinggalkan comment, kritik dan sarannya ya…

^_^

 

13 thoughts on “Truly, You Are My Love (Chapter 3) [freelancer]

  1. Demi apa chanchan ._.*pelukchanyeol
    Sip. thor ini makin seru dan bikin penasaran, yeol kayanya bakalan soswit yah*menjaga hye jin dgn caranya sendiri *okeapaini *okeabaikan
    Nextnextnext~ keep writing yaaa

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s