Poor Girl

Poor Girl by ilachan

Baekhyun, Taeyeon || Comedy || Drabble || G

{ Akhirnya Byun Baekhyun mengajaknya untuk berkencan atau semacamnya }

Dia hanya adik kelas yang nakal.

Dia hanya laki-laki dekil.

Dia hanya berwajah imut.

Dia hanya berjalan ke arahku.

Itulah yang berulang kali Taeyeon ucapkan dalam hati ketika Byun Baekhyun berjalan di koridor menghampirinya dengan seragamnya yang setengah basah. Sembari Baekhyun berjalan makin mendekat, Taeyeon sendiri menyibukan diri dengan barang yang ada di lokernya, entah dia membuka-buka buku sejarah dan pura-pura membacanya atau sekedar membolak balik halamannya hanya untuk terlihat sibuk. Disudut matanya Taeyeon melirik jendela dan benar saja, air hujan sedang berjatuhan di luar sana. Pantas saja anak itu berpenampilan basah.

“Noona.” seru Baekhyun ketika mereka berjarak hanya beberapa langkah. Taeyeon yang merasa dirinya di panggil, merasakan jantungnya sedikit melompat ketika mendengarnya.

“Ya?”

“Apa kau punya handuk?”

Taeyeon akhirnya menoleh. Kini dia melihat detail Baekhyun dari dekat. Rambutnya tampak berantakan karena berulang kali tangan Baekhyun mengacaknya. Di ujung rambutnya, titik-titik air berjatuhan membasahi pundak blazernya dan beberapa titik air turun di lehernya. Pandangan Taeyeon tak berhenti sampai disitu. Dia memperhatikan kemeja Baekhyun mencuat tak rapi. Dasi di lehernya longgar dan kulit wajahnya terlihat makin pucat karena kedinginan.

Karena Taeyeon hanya terpaku melihatnya alih-alih menjawab pertanyaan Baekhyun, Baekhyun kembali memanggil Taeyeon dan menyadarkannya.

“A-aku hanya punya sapu tangan.” kata Taeyeon, sambil menarik sapu tangan dari kantong blazernya. Dengan senang hati Baekhyun menerima sapu tangan bermotif tulip itu dan menggunakannya untuk menyeka air di wajahnya.

Taeyon tidak berkata apa-apa lagi. Dia hanya memperhatikan Baekhyun sambil meremat buku sejarah di genggamannya. Taeyeon merasa mati rasa. Meskipun dia sudah mengenal Baekhyun sejak lama, tapi dia tidak pernah terlalu dekat dengannya. Hal yang dia katakan pada Baekhyun pun tidak lebih dari sekedar formalitas dan basa basi. Taeyeon sendiri tidak tau sejak kapan dia bisa begitu tertarik dengan Baekhyun.

Baekhyun yang merasa tak nyaman terus diperhatikan Taeyeon, akhirnya membuka mulut dan memutuskan untuk cepat pergi.

“Noona, apa kau punya kekasih?”

“Eh?” Sepertinya otak Taeyeon kali ini tidak bisa merespon dengan cepat. Butuh beberapa detik kemudian sampai akhirnya dia menjawab dengan wajah yang bersemu merah. Dia tak mengangka kalimat itu akan keluar dari mulut Baekhyun. “Tidak. Aku tidak punya kekasih.”

Setengah diri Taeyeon kurang lebih sudah menerima hal apa yang akan terjadi selanjutnya. Akhirnya Byun Baekhyun mengajaknya untuk berkencan atau semacamnya. Ah tidak-tidak. Taeyeon tidak seharusnya berpikir sejauh itu. Mungkin saja ini termasuk salah satu dari pembicaraan basa basi yang biasanya mereka berdua bicarakan. Tidak lebih dari itu.

“Memangnya kenapa?” lanjut Taeyeon.

“Hah!” Baekhyun menghela nafas. Entah ekspresi macam apa yang Baekhyun keluarkan kali ini. Dia tampak kecewa? Sedih? Prihatin?

“Noona kasihan sekali. Bagaimana bisa wanita secantik Noona tidak punya kekasih? Aku saja sudah punya Chanyeol. Sungguh malang.” ujar Baekhyun, menggelengkan kepalanya meremehkan.

Taeyeon tidak mengatakan apa-apa. Seluruh sistemnya seperti baru saja dilumpuhkan. Tubuhnya kembali mati rasa. Dia tetap diam sampai akhirnya Baekhyun pergi meniggalkannya dan mengatakan akan mengembalikan sapu tangan Taeyeon setelah dia mencucinya.

Taeyeon menarik ponsel dari sakunya. Dengan kasar dia menekan layar ponselnya dan berulang kali berdecak ketika respon ponselnya sedikit lama ketika dia membuka aplikasi Twitter miliknya.

Besok aku akan membunuh Byun Baekhyun.

-End-

Hello ilachan here. lama ngga publish fic disini.🙂 ada yang masih ingat aku? huhu.

semoga kalian senang dengan ceritanya.

jangan lupa tinggalkan jejak ya🙂 supp kunjungi blog q juga Iruza Izate

regards. ilachan

22 thoughts on “Poor Girl

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s