I AM YOUR MAID (Chapter 10 C)

Tittle: I AM YOUR MAID (Chapter 10 C)

text2a

Author: Dindong L.Kim (@adinda_elements)

Main Cast :

–         XI LUHAN

–         SHIN NAOMI (OC)

Support Cast :

–         OH SEHOON

– PARK JIYEON

– CHOI JIN RI

– Jeon Jungkook

–         Akan bertambah sesuai chapternya

Genre: Romance (Maybe),Friendships, Comedy (Maybe), Gaje (Pasti)

Ratting: PG 16

Length: Chaptered

Disclaimer:

THIS FF IS MADE BY DINDONG L.KIM😀 all cast hanya saya pinjam untuk dijadikan pemeran di FF ini.PLAGIATOR ?? JUST GO AWAY ^_^ AND SILENT READERS ?? IT’S OK, BECAUSE OF YOU,MAYBE I CAN’T CONTINUE TO WRITE THIS FF ^_^ ALUR IS PURE MINE🙂

Dindong Notes :

Sorry for typos ^_^

And Long Update ^_^

Warning : Typo bertebaran🙂

Preview Last Chapter :

“baiklah. ayo” Naomi menjongkokkan dirinya agar Jungkook dapat mencapainya dan ketika jungkook hendak naik keatas punggung Naomi, luhan menahannya dan di detik berikutnya, luhan mengangkat Jungkook. ia mendudukkan Jungkook di atas bahunya yang lebar itu. Naomi yang melihat sikap manly luhanpun berdecak kagum.

“tadi kau ingin menggendongnya ?? urus dulu badanmu yang kurus itu” ejek luhan dan mulai berjalan. Mendengar ejekan luhan, naomipun mengerucutkan bibirnya.

“YA!! Kalau seperti itu dia bisa jatuh” Naomi berteriak dan langsung berlari kearah luhan dan jungkook. Ketika posisi Naomi sudah sejajar dengan luhan, naomipun memegang tangan kiri jungkook agar posisinya bisa agak seimbang.

“Noona, hyung. Apa kalian pasangan kekasih ??” Tanya jungkook dengan polosnya seraya memakan ice cream yang luhan berikan.

Mendengar pertanyaan jungkook, luhanpun menatap Naomi. Begitupula dengan Naomi.

“Kookie, kami—–”

=>Chapter Sebelumnya… <=

^^ Chapter 10 C ^^

“Kookie, kami…” Luhan menggantungkan perkataannya.

“Kookie, apa kau ingin ice cream lagi ?? noona akan mentraktirmu.” Naomi berusaha mengalihkan pertanyaan Jungkook. Jungkook yang tadinya sedang serius mendengarkan jawaban dari luhanpun langsung mengalihkan pandangannya kearah Naomi.

“benarkah ??” Naomi mengangguk seraya memberikan senyum simpulnya.

“Hyung, turunkan aku. Aku ingin membeli ice cream bersama Noona” luhan menurut dan langsung menurunkan jungkook dari pundaknya secara perlahan.

“ayo” ajak jungkook seraya menarik jari telunjuk Naomi menuju kedai ice cream yang ada di ujung taman. Luhan yang melihat tingkah kekanakan jungkook hanya menyunggingkan sedikit senyumnya. Sembari memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celananya, luhan berjalan kearah Naomi dan jungkook dengan gaya coolnya.

“Annyeong Ajjushi.” Sapa Naomi kepada ajjushi penjual ice cream seraya membungkukkan sedikit badannya.

“hei, kau gadis yang tadi bukan ??” balas ajjushi penjual ice cream dan Naomi hanya menganggukkan sedikit kepalanya.

“Ajjushi, aku ingin membeli 1 cup besar ice cream….” Naomi menggantungkan perkataannya dan langsung melihat kearah Jungkook.

“kau ingin rasa apa ??” Tanya Naomi dan jungkookpun mulai memikirkan pesanannya.

“Aku ingin ice cream yang hyung berikan tadi” balas Jungkook seraya meletakkan jari telunjuknya di dagu runcing nan mungil miliknya itu. Naomi yang kembali merasa gemaspun mencubit pipi jungkook seraya tersenyum.

“rasa strawberry” lanjut Naomi dan langsung mengambil uangnya yang ada di saku celananya. Luhan yang berada tepat di belakang Naomi dan jungkookpun hanya mengulas sebuah ekspresi wajah yang datar.

“ini. Semoga kalian menyukainya” Ajjushi penjual ice creampun memberikan 1 cup ice cream rasa strawberry kepada Naomi dan naomipun membayar ice cream tersebut.

“cepat. Ucapkan terima kasih” pinta Naomi kepada jungkook.

“terima kasih sudah memberikan ice cream yang lezat ini kepadaku, Ajjushi” ucap jungkook seraya membungkukkan sedikit badannya. Ajjushi penjual ice creampun menganggukkan kepalanya seraya mengulas sebuah senyum.

“baiklah. Mari kita lanjutkan mencari ibumu” ajak Naomi dan menggenggam tangan jungkook yang kiri. luhan yang melihat Naomi berjalanpun juga ikut mengekor di belakang.

“anak muda” panggil Ajjushi penjual ice cream dan luhanpun menoleh ke belakang masih dengan wajah datarnya.

“kau beruntung mendapatkan wanita seperti dia” lanjut Ajjushi penjual ice cream dan luhanpun menganggukkan sedikit kepalanya.

‘andai saja itu bisa menjadi kenyataan’ gumam Luhan di dalam hati seraya kembali mengikuti Naomi dan jungkook dari belakang.

“Oh ?? aku lupa” naomi seperti teringat sesuatu. Ia langsung membalikkan badannya. Menatap Luhan yang sedang menatapnya dengan datar.

“apa yang kau lakukan di belakang ?? kau bukan bodyguard” Luhan masih diam dan hanya menganggap perkataan Naomi tadi sebagai angin lewat. Naomi yang merasa diabaikanpun hanya mendengus kesal.

“Kookie, tunggu sebentar ne ?” pinta Naomi dan jungkookpun mengangguk patuh seraya menjilati ice creamnya.

“anak pintar” Naomi mengacak rambut jungkook dan langsung berlari kearah Luhan.

“hei~ aku sudah berjanji akan memperbaiki moodmu. ayo” ajak Naomi dan Luhan masih diam.

“aigo, kau ini” rutuk Naomi dan langsung menarik pergelangan tangan Luhan.

“berdiri disini. Setarakan langkahmu dengan kami. Aku tak ingin kau kesurupan karena terlalu banyak melamun” Naomi meletakkan (?) Luhan di sebelah kanan Jungkook. setelah itu, ia kembali menggenggam tangan kiri Jungkook.

Pencarian ibu jungkookpun mulai dilakukan. Naomi dan jungkook berusaha mencari dengan cara berteriak. Luhan yang melihat kelakuan dua orang berbeda umur itu hanya diam. Entah apa yang ada di pikiran Luhan saat ini. Yang jelas, ia sedang tidak ingin melakukan apapun sekarang.

Disela – sela teriakannya, Naomi melirik kearah Luhan yang masih diam dengan ekspresi wajahnya yang datar. Naomi menghela sedikit nafasnya. ‘apa yang harus kulakukan ?’ Tanya Naomi kepada dirinya sendiri.

“Noona, Hyung” panggil Jungkook dan membuat Naomi maupun Luhan menatap kearahnya.

“apa kalian bisa menari ??” pertanyaan jungkook membuat alis Naomi dan Luhan bertaut.

“menari ?? untuk apa ??” Tanya Naomi yang mulai gelisah. Jujur saja, Naomi memang lemah dalam hal menari bahkan ia memang tidak bisa menari sama sekali.

“aku ingin boneka itu” jungkook mengarahkan telunjuknya kearah boneka beruang yang besarnya hampir sama dengan jungkook.

“kita bisa membelinya, bukan ??” Naomi bertanya dan jungkookpun menggelengkan kepalanya.

“eomma pernah katakan, kalau boneka itu hanya bisa didapatkan dengan cara menari” jawab Jungkook. mendengar jawaban jungkook, naomipun melemparkan tatapan meminta tolong kearah Luhan. Luhan yang mengerti arti dari tatapan Naomi masih diam dan di detik berikutnya ia berkata “kita akan mendapatkan boneka itu”. Naomi benar – benar terkejut mendengar pernyataan Luhan. Bahkan Naomi tidak menyadari kalau mulutnya sudah terbuka sangat lebar sekarang -_-

“benarkah ??” Tanya Jungkook dan Luhan mengangguk masih dengan wajah datarnya. Kemudian ia mengajak jungkook kearah boneka beruang itu berada. “bukan ini yang kumaksud” rutuk Naomi dengan wajah bodohnya (?).

“Luhan. Bukan ini maksud dari tatapanku tadi” Naomi yang sudah mensejajarkan posisinya dengan Luhan dan Jungkookpun berbisik di telinga Luhan. Setelah berbisik, Luhan melihat Naomi.

“jadi ?” Luhan bertanya masih dengan berjalan kearah boneka beruang yang Jungkook inginkan.

“aku juga ingin memberikan boneka itu kepada jungkook. hanya saja…” Naomi menggantungkan perkataannya seraya memainkan kedua ujung jari telunjuknya. Luhanpun memberhentikan langkahnya.

“hanya saja ??” Luhan mengulang perkataan Naomi namun dengan nada seperti bertanya.

“aku tidak bisa mengatakannya” setelah mengatakan itu Naomi menundukkan kepalanya.

“Hyung, ayo” rengek Jungkook yang masih tetap bersikukuh menginginkan boneka beruang itu. Luhan yang memang tidak suka melihat anak kecil merengekpun kembali melanjutkan jalannya menuju tempat boneka beruang yang Jungkook inginkan. Melihat Luhan berjalan, Naomi menggerutu. Namun, ia tetap saja mengekor di belakang Luhan dan Jungkook.

“permisi. Apa boneka itu sudah ada yang punya ?” Luhan bertanya dengan nada yang lunak. Si pemilik toko yang sedang sibuk memenuhi permintaan pelanggannya pun menyempatkan diri untuk mengindahkan pertanyaaan Luhan.

“boneka ini ?? tentu saja belum ada yang punya” balas si pemilik toko bersamaan dengan datangnya Naomi.

“tunggu. Kau berhenti bicara dulu” Naomi meletakkan tangan kanannya di mulut Luhan. Membuat Luhan tidak bisa bicara.

“apa boneka itu bisa dibeli ??” Tanya Naomi dan pemilik tokopun menggeleng.

“kenapa ??” Naomi bertanya lagi.

“Boneka itu tidak bisa pergi dari toko ini apabila hanya dengan ditukarkan dengan uang” Naomi mengernyit ketika mendengar tuturan pemilik toko yang terdengar begitu memusingkan di kepalanya. Luhan yang sudah merasa risih dengan tangan Naomipun menyingkirkan tangan tersebut.

“hanya kasih sayang yang bisa membawanya pergi” dan lagi, pernyataan memusingkan kembali di lontarkan si pemilik toko. Membuat Naomi yang sama sekali tak mengerti dengan pepatahpun menggaruk tengkuknya.

“tapi eomma bilang kita bisa mendapatkan boneka itu dengan menari” Jungkook mengingatkan dan membuat si pemilik toko melihatnya seraya mengembangkan sebuah senyum yang penuh arti.

“kau benar adik kecil” pemilik toko membenarkan.

“Hyung ini sudah berjanji ingin memberikan aku boneka itu” tambah Jungkook yang masih menggenggam erat jari tangan Luhan.

“kau serius ?” Tanya pemilik toko kepada Luhan dan tnpa basa – basi Luhan mengiyakan pertanyaan si pemilik toko.

“sayangnya kau tidak bisa” alis Luhan bertaut.

“kau tidak bisa menari sendiri. Kau harus memiliki pasangan jika ingin menuntaskan misinya” imbuh si pemilik toko. ‘pasangan ?’ gumam Luhan di dalam hatinya.

“tapi, pasanganku tidak disini sekarang” Ucap Luhan dengan nada ketusnya.

“kau tidak harus bersama pasanganmu. Nona ini bisa membantumu” lanjut pemilik toko seraya menunjuk kearah Naomi. Naomi yang merasa dirinya ditunjuk pun tercengang.

“Ye ? Naega ?” Tanya Naomi seraya menunjuk dirinya sendiri.

“apa aku tidak bisa menari sendiri ?” Luhan bersikukuh ingin bersolo dance. Tapi tampaknya pemilik toko tidak bisa mengabulkan itu.

“maaf. Ada banyak pengunjung hari ini. permisi” pemilik tokopun pamit undur diri dan mulai melayani tamu – tamunya yang lain. Naomi menghembuskan nafas leganya, kemudian ia menjongkokkan dirinya agar dapat sejajar dengan tinggi Jungkook.

“apa kau menginginkan yang lain ? maaf kalau noona dan Hyung tidak bisa memberikan boneka manis itu untukmu” Naomi membujuk Jungkook dengnan cara menawarkan barang yang lain. Jungkook menggeleng. Yang ia inginkan saat ini hanya boneka beruang itu.

“Hyung ?” Tanya Jungkook seraya menadahkan kepalanya agar dapat menatap wajah imut Luhan. Melihat wajah memelas jungkook. Luhan jadi teringat wajah sehun ketika jatuh dari sepeda 10 tahun yang lalu. perasaan tak tegapun menghampiri Luhan.

“aku akan melakukannya bersama gadis itu” teriak Luhan kepada pemilik toko seraya menunjuk kearah Naomi. Naomi yang melihat arah telunjuk Luhanpun langsung panik. Pemilik tokopun datang kembali datang menghampiri Luhan, Naomi dan Jungkook.

“baiklah. Aku akan mengambil lantai dansanya dulu” ucap pemilik toko kegirangan dan langsung pergi entah kemana.

“kau gila ? aku tidak bisa menari” tolak Naomi tepat ditelinga Luhan. Luhan yang mendengar tolakan Naomi hanya menyeringai kecil.

“kau lihat ? aku tidak suka melihat anak kecil ini menangis” tunjuk Luhan kearah jungkook dan Naomipun melihat kearah Jungkook.

“Noona ?” ucap Jungkook dengan intonasi meminta. ‘oh, ayolah. Aku tidak tega melihat wajahnya yang muram seperti itu’ rutuk Naomi di dalam hatinya.

“bagaimana ?” Tanya Luhan dan Naomi menanggapinya dengan sebuah anggukan.

“kalian siap ?? ini lantai dansanya” entah sejak kapan si pemilik toko datang. Ia membentangkan dua buah karpet yang sudah tersambung dengan dua buah layar monitor yang cukup besar. Karpet yang bermotifkan telapak – telapak kaki itupun membuat Naomi menjadi ngeri (?)

“kalian bebas memilih lagunya dan apabila kalian mendapatkan skor tertinggi maka boneka itu berhak kalian dapatkan. Arra ??” Luhan mengangguk dan langsung melepaskan sepatunya. Ia tanpa basa basi langsung berjalan kearah karpet yang ada di sebelah kiri. Sementara Naomi ??

“hei! Buka sepatumu, jangan hanya diam mematung” perintah Luhan dan Naomipun mengikuti perintah Luhan. Dengan cepat, ia berjalan kearah karpet dansa yang berbeda dengan Luhan.

“ingat, skor tertinggi. Silahkan mulai” pemilik tokopun memberikan kebebasan kepada Luhan dan Naomi untuk memilih lagunya. Luhan yang memang sudah lama tidak menaripun langsung mencari sebuah musik hip hop yang apabila ditarikan pasti akan berada di level ekspres. Sorak sorai para pengunjungpun tak luput dari acara tersebut.

“Ayo Noona, Hyung. Kalian pasti bisa” Jungkook memberikan semangat seraya mengepalkan tangan kanannya. Naomi yang melihat itu hanya mengangguk dan kembali menatap Luhan dengan tatapan ragu – ragunya.

“aku akan memilihkan yang super easy untukmu” ujar Luhan dan Naomipun mengangguk ringan.

Intro dari musikpun dimulai. Naomi yang melihat kearah layarnyapun hanya melihat beberapa telapak kaki dengan warna dan arah yang berbeda. Dengan hati – hati, naomipun menyamakan bentuk kaki yang ada di layar monitor dengan tapak kaki yang ada di karpet.

“aku pasti bisa” gumam Naomi seraya mengepalkan kedua tangannya kemudian ia mulai meletakkan kakinya sesuai dengan petunjuk yang ada di monitor.

“Hyung. Kau mengagumkan” tiba – tiba suara Jungkook membuat Naomi mencuri – curi kesempatan untuk melihat Luhan yang sedang menari.

‘astaga, dia sungguh keren’ gumam Naomi yang melihat Luhan sedang menari dengan lincahnya. Dentuman musik yang benar- benar cepat membuat Luhan harus mengikuti telapak – telapak kaki yang banyak itu. Bahkan keringatpun sudah mulai membasahi baju Luhan. Naomi benar – benar terkagum melihat Luhan.

“Noona, kau ketinggalan banyak” Jungkook kembali berteriak dan naomipun mulai tersadar dari lamunannya. ‘astaga, apa – apaan ini. Aku tidak boleh kalah dari Luhan’ Naomi meyakinkan dirinya dan mulai menari lagi. Keduanya benar – benar serius sekarang, entah dari pihak Naomi maupun Luhan. Tak terasa, tempat Naomi dan Luhan menaripun sudah di kerumuni oleh banyak orang.

~5 Minutes Later~

“Congratulations, you’ve got the highest point” Naomi berteriak kegirangan seraya menepuk – nepukkan kedua tangannya ke tangan mungil Jungkook. Luhan yang melihat itu hanya menyunggingkan sedikit senyumnya dan mulai menyingkir dari karpet dansa tersebut. Oh, suara riuh penontonpun tak luput dari kemenangan Luhan dan Naomi. Melihat Luhan yang menyingkir dari karpetpun, Naomi juga ikut menyingkir.

“selamat. Kalian berhasil” ucap pemilik toko seraya menjabat tangan Naomi.

“ini. Kalian bisa tukarkannya di kasir” lanjut pemilik toko seraya memberikan sebuah kertas kecil, kemudian ia pun pergi meninggalkan Naomi, Luhan dan Jungkook. sebelum benar – benar pergi, pemilik toko itu sempat mengedipkan sebelah matanya kepada Jungkook dan ya, Jungkook hanya membalasnya dengan sebuah cengiran. Untung saja Naomi dan Luhan tidak melihatnya (?)

“ayo kita tukarkan” dengan semangat, Jungkook menarik – narik baju Naomi.

“baiklah. Ayo kita tukarkan” balas Naomi dan langsung berjalan menuju kasir bersama Jungkook. Luhanpun lagi – lagi hanya diam dan kembali mengikuti Naomi dari belakang.

Setibanya di kasir, Naomi langsung memberikan kertas kecil yang diberikan pemilik toko kepada kasirnya dan…

“Eomma!!” tiba – tiba suara teriakan Jungkook membuat Naomi dan Luhan menoleh kearahnya.

“Eomma ??” ucap Naomi dan Luhan bersamaan dengan wajah yang penuh akan tanda Tanya. Yeoja yang sibuk memproses kertas kecil Naomipun melirik ke bawah (bayangin aja, tinggi Jungkook itu hanya sekitar 1 meteran). Setelah melihat Jungkook, yeoja itupun mengehela sedikit nafasnya.

“Jungkook, kenapa kau berulah lagi ??” Jungkook hanya mengembangkan senyumnya dan menampakkan sederet gigi putih miliknya.

“aku bosan. Eomma terlalu sibuk dengan orang – orang itu bahkan eomma lupa dengan Jungkook. Maka dari itu, Jungkook mencari kesenangan” balas Jungkook seraya mengerucutkan bibirnya.

“Aigo, kau anak nakal. Cepat minta maaf pada mereka” suruh eomma Jungkook seraya menunjuk Naomi dan Luhan.

“Jadi kau bukan anak yang hilang ??” Tanya Naomi dengan suara yang terdengar shock. Dia bahkan sangat kagum dengan acting Jungkook yang benar – benar seperti anak hilang. Padahal umurnya tidak lebih dari setengah umur Naomi.

“hehe, maafkan aku Noona, Hyung” Jungkook membungkukkan badannya kearah Naomi dan Luhan.

“aigo, sekali lagi mohon maafkan tingkah jail anakkku ya. Gara – gara dia, kencan kalian menjadi hancur.” mendengar kata kencan, Naomipun hanya tersenyum kaku seraya menampakkan beberapa digit giginya. Luhan ? Oh ayolah, pria itu masih belum menampakkan ekspresi yang terlalu berarti sekarang.

“gwenchana, kami tidak merasa di repotkan” balas Naomi seraya tertawa renyah.

“astaga, kalian begitu baik. Oh, ini hadiah kalian” eomma Jungkookpun memberikan sebuah boneka beruang yang  jungkook inginkan kepada Naomi. Naomipun menerimanya dan hendak memberikannya kepada Jungkook. namun…

“Noona bisa mengambilnya.” tolak Jungkook yang sudah menghambur kedalam gendongan eommanya.

“ta–tapi”

“terima kasih atas hadiahnya dan kurasa kami harus pergi sekarang.” Luhan langsung saja memotong perkataan Naomi dan iapun berpamitan kepada Jungkook dan eommanya seraya membungkukkan sedikit badannya. Naomipun juga ikut – ikutan pamit undur diri.

—– —– —– —– —– —–

“Luhan, boneka ini akan kita apakan ??” Tanya Naomi seraya melihat – lihat boneka beruang yang ia dan Luhan menangkan sewaktu Dance Contest tadi.

“kau bisa mengambilnya” Naomi terkejut ketika mendengar jawaban Luhan. Mengambilnya ?? bukankah itu sebagai pertanda kalau Luhan baru saja memberikannya hadiah ?? ya, walaupun ia juga memiliki secuil hak milik atas boneka tersebut tapi tetap saja yang berperan penting atas pendapatan boneka itu adalah Luhan.

“kau yakin ??” Naomi tampak ragu dengan apa yang ia baru saja dengar. Luhanpun mendengus dan membalikkan badannya agar dapat melihat Naomi. Ia menatap Naomi dengan tatapan dinginnya dan kembali membalikkan badannya ke depan.

Naomi yang mengerti maksud dari tatapan Luhanpun hanya tertawa kecil. “baiklah, mulai dari sekarang kau akan kunamai Ximi” ucap Naomi seraya menunjuk – nunjuk boneka pemberian Luhan. Dari arah depan, Luhan sempat menyunggingkan sedikit senyumnya ketika mendengar nama ‘XIMI’.

‘XIMI ? kau maksud Xi Luhan dan Naomi, eoh ?? astaga, pemikiranmu memang benar – benar seperti anak – anak.’ Gumam Luhan di dalam hati masih dengan senyum tipisnya, namun sayangnya, Naomi tak bisa melihat senyuman Luhan itu.

—– —– —– —– —– —–

“Bagaimana perasaanmu sekarang ?? apa sudah baikan ??” Tanya Naomi kepada Luhan yang sedang menatap lurus kearah depannya dengan tatapan yang seperti biasa. Dingin.

“entahlah. Kita hanya mengelilingi taman dan makan ice cream.” Naomi hanya mengangguk – angguk seraya memainkan ayunan yang sedang ia duduki. Luhan yang melihat Naomi mengayunkan ayunanpun juga ikut mendorong ayunannya.

“kalau kau tak keberatan, mungkin kau bisa berbagi denganku”  ucap Naomi di sela – sela bermain ayunan. Luhan diam sejenak, ia masih ragu untuk menceritakannya kepada Naomi.

“Fany—” Naomi memberhentikan aktifitas bermain ayunannya. Ia lebih merasa tertarik dengan apa yang akan Luhan ceritakan daripada bermain ayunan. Ia menatap Luhan dengan tatapan yang meminta (?).

Sebelum melanjutkan perkatannya, Luhan menghirup udara sejenak untuk mengisi paru – arunya dan iapun memulai ceritanya kembali.

“Fany mengembalikan gelang, yang kuberikan ketika 1st anniversary kami dan yang lebih parahnya lagi, ia mengembalikannya melalui managernya. Itu sungguh menyakitkan, seperti ditusuk oleh ratusan belati tepat di dadamu.” Naomi mengeluarkan ekspresi takutnya ketika mendengar perumpamaan Luhan.

“hanya itu ??” Luhan mendongak dan menatap Naomi kesal. Ia merutuki Naomi karena telah mengatakan insiden pengembalian gelang itu dengan sepele.

“kau tidak akan tau seberapa besar sakit hatiku.”

“terlalu mendramatisir” ejek Naomi dan Luhanpun berhasil menjatuhkan sebuah centilan tepat di dahi Naomi. Naomi merasa ngilu dan mulai mengelus dahinya yang baru saja di centil Luhan.

“apa kesalahanku ?? bukankah yang kukatakan adalah sebuah kebenaran ?? kau memang terlalu mendramatisir kejadian itu. Mungkin Tiffany memiliki maksud lain.” Naomi membela dirinya sendiri.

“maksud lain seperti apa yang kau asumsikan ??” Tanya Luhan seraya menatap kedua manik mata Naomi lekat. Ia benar – benar menginginkan jawaban dari Naomi. Naomi yang dilihat secara intens seperti itu mulai gugup.

“ma—maksudku, mungkin Tiffany telah menyiapkan sesuatu untukmu” gagap Naomi.

“menyiapkan sesuatu seperti apa ??” Luhan mulai jail. Sifat evilnya baru saja kembali ketika melihat Naomi gugup. Ia semakin menyudutkan Naomi dengan cara mempersempit jarak yang ada di antara mereka berdua.

“a—aku juga tak tau.” Naomipun merasa tersudut dengan jarak Luhan yang sangat dekat dengannya. Wajah Luhan yang hanya berjarak 7 centimeter dari wajahnyapun telah berhasil membuat jantungnya berdetak tak karuan.

“apa maksudmu sesuatu seperti ini ??” Luhan memulai lagi. Ia memajukan wajahnya, membuat jarak diantara mereka berdua semakin sempit. Dekat, semakin dekat hingga bibir mereka menyatu.

Dengan jail, Luhan mulai melumat bibir Naomi. Sebuah seringaian bak setanpun Luhan perlihatkan ketika bibirnya masih menyatu dengan Naomi. Naomi yang masih belum tersadar dengan apa yang Luhan lakukan, masih diam mematung. Pikirannya kosong. Ia tak tau ingin berbuat apa. Hanya satu yang sedang terngiang di hati dan pikirannya. Ia mulai merasakan getaran aneh ketika berada di dekat Luhan. Apa itu ?? dia sendiripun tak tau.

“Hentikan Lu~” pinta Naomi seraya mendorong dada Luhan.

Luhanpun menjauh dan kembali menatap kearah depannya. Ia melihat siluet mentari yang hampir  menghilang diantara kedua bukit nan tinggi menjulang itu. Pikirannya benar – benar semakin kacau sekarang. di dalam hatinya, Luhan merasa nyaman berada di dekat Naomi. Namun, disisi lain Luhan kembali merasa bersalah karena ia seperti berselingkuh di belakang Tiffany.

“AKU TIDAK BISA MEMILIH !!!” Tiba – tiba suara Naomi memecah keheningan. Luhan yang merasa terkejut dengan suara teriakanNaomipun langsung mengarahkan tatapannya ke Naomi.

“apa yang kau lakukan ??”

“mengeluarkan perasaanku yang terpendam.” Balas Naomi santai seraya memainkan ayunannya.

“dengan cara berteriak ??” Naomi mengangguk yakin.

“cara yang aneh” ejek Luhan.

“O, kau benar. Terdengar aneh memang, tapi itu membuat hatiku merasa sedikit lega” Naomi menjawab. Luhan mendengus pelan dan juga ikut memajukan ayunan yang ia duduki.

“cobalah.” Perintah Naomi dan Luhan langsung menatap Naomi.

“apa ? tidak ada salahnya. Mungkin kau juga akan merasa lega” Naomi tersenyum ketika mengatakan itu. Jujur saja, ketika melihat senyuman Naomi. Luhan merasa ada sengatan kecil di dadanya, bahkan untuk memastikan arti dari sengatan itu, Luhan sempat memegangi dadanya sebentar dengan ekspresi wajah yang sulit diungkapkan.

“Lu ?” panggil Naomi lagi.

“AAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!” Luhan berteriak dengan sangat kuat, bahkan Naomi yang berada di dekatnya harus menutup kedua telinga agar alat pendengarannya tidak rusak hanya gara – gara mendengar suara teriakan Luhan. Melihat Luhan yang berteriak, Naomipun kembali mengulas senyum manisnya.

“bagaimana ?? sudah baikan ??” Luhan mengangguk pelan masih dengan arah tatapan yang lurus ke depan.

“syukurlah.” Lanjut Naomi dan mulai berdiri. Luhanpun juga ikut berdiri.

“ayo pulang” ajak Luhan seraya menggenggam tangan kanan Naomi. Naomi tersentak kaget dan hanya menatap Luhan heran. Apa yang terjadi ? pikir Naomi.

“Lu ? tanganmu ?” Luhan memberhentikan jalannya, kemudian ia membalikkan badannya agar dapat melihat Naomi.

“apa kau keberatan ?” Naomi menggeleng dan Luhanpun membalasnya dengan sebuah seringaian. Iapun kembali menghadap ke depan dan mulai melangkahkan kakinya lagi. Naomi yang mulai merasa guguppun hanya bisa diam dan memeluk boneka pemberian Luhan dengan erat.

‘Tuhan, apa ini yang disebut sebagai karma ?’

—– —— —— —— —– —–

“terima kasih atas perjalanannya.” Naomi membungkukkan sedikit badannya ketika sudah sampai di depan pintu kamarnya. Apa kalian tau ?? dari taman sampai ke rumah, Luhan selalu mengaitkan tangannya dengan Naomi. bahkan sewaktu mereka melintasi jalan raya, Luhan masih dengan setia menggenggam tangan Naomi erat. Seakan ia tak mau kehilangan Naomi.

Luhan tak menjawab dan hanya menganggukkan sedikit kepalanya seraya menggaruk leher belakangnya. Naomi memaklumi itu kerena mengingat sifat Luhan yang labil (?).

“Naomi” panggil Luhan yang hendak masuk ke dalam kamarnya. Naomi yang belum masuk kemarnyapun menatap Luhan seraya memiringkan sedikit kepalanya. “Mwo ?” tanyanya.

“kau tidak perlu berterima kasih. Seharusnya yang berterima kasih adalah aku. Terima kasih untuk hari ini” Luhan tersenyum tipis setelah mengatakan itu. Naomi yang melihat senyuman Luhanpun juga ikut tersenyum dan langsung masuk ke dalam kamarnya. Di dalam kamar, Naomi langsung saja berlari menuju tempat tidurnya dan tanpa waktu lama, iapun menjatuhkan badannya di atas tempat tidur.

Seraya menatap langit – langit kamarnya, ucapan terima kasih dan senyuman tipis Luhan masih tercetak jelas di ingatan Naomi. Entah kenapa, Naomi merasa sangat senang ketika mendengar ucapan terima kasih Luhan. Memang tak ada yang special, tapi entah kenapa. Tingkat kesenangan Naomi benar – benar hampir berada di puncak sekarang.

Namun, kesenangan Naomi tak berlangsung lama. Ia ingat dengan syarat yang Jiyeon dan Sulli berikan. Dengan lesu, Naomipun mendudukkan dirinya di atas tempat tidur. Setelah itu, ia mengambil boneka pemberian Luhan yang berada di sampingnya dan menatap kedua manik mata boneka itu lekat.

“XIMI, Luhan membuat semuanya semakin sulit” rutuk Naomi dan sedetik kemudian, ia memeluk erat boneka itu. Karena terlalu bimbang, air matapun tak bisa Naomi bendung lagi. hingga dengan perlahan namun pasti sebuah sungai kecil telah tercipta di wajah mulusnya.

—– —– —— —–

Luhan yang baru saja selesai mandi langsung merebahkan badannya di atas tempat tidur berukuran King Size itu. Ketika Luhan sedang asik menatap langit – langit kamarnya, tiba – tiba siluet Naomipun tergambar di sana. Luhanpun terkejut dan langsung mengedipkan matanya beberapa kali.

‘apa maksud dari semua ini ?’ gumam Luhan kepada dirinya sendiri.

-To Be Continued –

No Comment, No next ^^

 

63 thoughts on “I AM YOUR MAID (Chapter 10 C)

  1. Udh,,,pndh kmpus aja naomi#ngomong seenak tahu bulat aja lu#
    Ya kan demi dpt lihan mi,klo gwe jd elu lbg baek pndh trus dpt luhan deh 😍😘😘😘yey

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s